Anda di halaman 1dari 3

PATHWAY ANEMIA APLASTIK

Etiologi Sekunder Etiologi Primer

Didapat Familial Idiopatik


(acquired aplastic anemia) (inherited)

Bahan Kimia Obat Radiasi


(contoh: terapi thorium
dioxide)
Contoh: benzene, DDT,
lindane, TNT 1. Dose dependent 2. Dose independent
(sitostatika, (kloramfenikol,
preparat emas) fenilbutason, Terapi sinar
Terhirup dan meresap Terapi sinar dan
antikonvulsan, sufonamid)
melalui membrane
mukosa dan kulit dengan
intensitas tertentu Menembus kulit Terserap

Efek secara langsung Efek tidak langsung

Memutus ikatan kovalen Interaksi dengan serangan


tinggi, molekul kecil reaktif

Radikal bebas pada larutan


dalam tubuh

Merusak DNA

Cedera hematopoietic Penekanan aktivitas sel sumsum


langsung tulang (akibat graft versus host
disease)

Penurunan drastic jumlah sel


primitive hematipoietik
Etiologi Primer

Familial Idiopatik
(inherited)

1
Contoh: pansitopenia konstitusional Rematoid arthritis dan SLE
Fanconi, defisiensi pancreas anak,
gangguan herediter pemasukan asam folat
Virus

Contoh: parvovirus,
herpesvirus, flavivirus,
retrovirus

Infeksi sumsum tulang


Pansitopenia

Anemia Retikulosit Trombositopenia Leukopenia Granulosit


Contoh:
neutrofil
Gangguan proses
Risiko hemostatis atau
Penurunan sel darah Perdarahan
merah berangsur pembekuan darah
Meningkatkan respon infeksi
terhadap patogen
Penurunan transport Ekimosis, bintik merah
oksigen ke jaringan (petechiae), perdarahan pada
gigi dan guzi, perdarahan
pada hidung (epitaksis), Risiko
menorrhagia Infeksi
Oksigenasi arteri Suplai oksigen kurang Ketidakseimbangan Bakteri pirogen
menurun pada otot dan kulit antara suplai O2 dan endogen
(superficial) kebutuhan

Peningkatan CO2 Merangsang thermostat di


Hipoksia atau pucat hipotalamus dan pengeluarin
Intoleransi
Aktivitas prostaglandin
Membentuk asam
Syndrome anemia
dalam tubuh Peningkatan suhu tubuh

Keletihan
Hipertermia
Mekanisme Gangguan
kompensasi: Integritas Kulit PK: Perdarahan
Respirasi
meningkat, nadi
meningkat Pasien tidak mengetahui
perjalanan penyakit dan
penanganan
Dyspnea (sesak
napas)

Defisiensi
Ketidakefektifan Pengetahuan
Pola Napas