Anda di halaman 1dari 46

ARAH KEBIJAKAN

DAK BIDANG INFRASTRUKTUR TA. 2018

DISAMPAIKAN PADA:
SOSIALISASI DAN PELATIHAN APLIKASI E-PLANNING DAK
BAPPENAS, 10-21 APRIL 2017

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT


1
OUTLINE

KEBIJAKAN UMUM PENYELENGGARAAN


DAK TA. 2018

ARAH KEBIJAKAN, LOKASI PRIORITAS DAN MENU


KEGIATAN DAK BIDANG INFRASTRUTKUR TA. 2018

TIM KOORDINASI DAK BIDANG INFRASTRUTKUR

2
KEBIJAKAN UMUM
PENYELENGGARAAN DAK BIDANG
INFRASTRUKTUR TA. 2018

3
LANDASAN HUKUM DAK INFRASTRUKTUR

UNDANG-UNDANG
PERATURAN MENTERI
a. UU 33 / 2004 tentang Perimbangan
Keuangan antara Pemerintah Pusat dan a. Peraturan Menteri PUPR
Pemerintah Daerah ./PRT/M/2016 tentang Petunjuk
b. UU 23 / 2014 tentang Pemerintahan Opersional Penggunaan DAK
Daerah Bidang Infrastruktur
c. UU Nomor . tahun 2017 tentang APBN b. Permen PUPR 14 / 2015 tentang
2018 Kriteria dan Penetapan Status
Daerah Irigasi yang Pengelolaannya
PERATURAN PEMERINTAH menjadi Wewenang dan Tanggung
Jawab Pemerintah, Pemerintah
a. PP 55 / 2005 tentang Dana Perimbangan Provinsi, dan Pemerintah
Kabupaten/Kota
PERATURAN PRESIDEN c. Permen PU 01 / 2014 tentang SPM
Bidang Pekerjaan Umum dan
a. Perpres / 20 tentang RKP Tahun 20
Penataan Ruang
b. Perpres 2 / 2015 tentang RPJMN 2015-2019
d. PMK .. / 2017 tentang
c. Perpres /2017 tentang Rincian APBN TA
2018 Pengelolaan Transfer ke Daerah dan
d. Perpres ./2017 tentang Petunjuk Teknis
Dana Desa
4
DAK Fisik
10 PRIORITAS NASIONAL 30 PROGRAM PRIORITAS

Tema Rancangan RKP 2018:


Memacu Investasi dan Memantapkan Pembangunan Infrastruktur Untuk Percepatan
Pertumbuhan Ekonomi Yang Berkualitas
1. Pendidikan (Prioritas Nasional) 6. Ketahanan Pangan
Pendidikan Vokasi (Program Prioritas) Peningkatan Produksi pangan
Peningkatan kualitas guru Pembangunan sarana dan prasarana pertanian
2. Kesehatan (termasuk irigasi)
Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak
Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit 7. Penanggulangan Kemiskinan
Preventif dan Promotif (Gerakan Masyarakat Hidup Jaminan dan Bantuan Sosial Tepat Sasaran
Sehat) Pemenuhan Kebutuhan Dasar
3. Perumahan dan Pemukiman Peningkatan Daya Saing UMKM dan Koperasi
Penyediaan Perumahan Layak 8. Infrastruktur, Konektivitas, dan Kemaritiman
Air Bersih dan Sanitasi Pengembangan Sarana dan Prasarana
Transportasi (darat, laut, udara, dan inter-moda)
4. Pengembangan Dunia Usaha dan Pariwisata Pengembangan Telekomunikasi dan Informatika
Pengembangan 3 Kawasan Pariwisata (dari 10) 9. Pembangunan wilayah
Pengembangan 5 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pembangunan Wilayah Perbatasan dan Daerah
(dari 10) Tertinggal
Pengembangan 3 Kawasan Industri (KI) (dari 14) Pembangunan Perdesaan
Perbaikan Iklim Investasi dan Penciptaan Reforma Agraria
Lapangan Kerja Pencegahan dan Penanggulangan Bencana (a.l
Peningkatan Ekspor Barang dan Jasa Bernilai Kebakaran Hutan)
Tambah Tinggi Percepatan Pembangunan Papua
5. Ketahanan Energi 10. Politik, Hukum, dan Pertahanan Keamanan
EBT dan Konservasi Energi Penguatan Pertahanan
Pemenuhan Kebutuhan Energi Stabilitas Politik dan Keamanan
Kepastian Hukum
5
Sumber: Bappenas, Rapat 23 Desember 2016 Reformasi Birokrasi
PRIORITAS NASIONAL

Long
Midang

14
KAWASAN
43 Long
Nawan
INDUSTRI/KEK
PRIORITAS 88
Nanga KAB.
g
KAWASAN
Badau STRATEGIS
PERBATASAN
Long
Danau Sentarum Pahan
gai
PARIWISATA
NASIONAL
KM
H
333 PENGALOKASIAN
KAWASAN DAK TA.2018
95
KUMUH DAERAH
KEPULAUAN

39 13
KAB/KOTA 180 PROVINSI
LUMBUNG
TRANSMIGRASI DAERAH PANGAN
TERTINGGAL

6
JENIS DAK TA. 2018

DAK
DAK REGULER DAK AFIRMASI DAK PENUGASAN
1. Pendidikan 1. Kesehatan (Puskesmas) 1. Pendidikan (SMK)
2. Kesehatan dan KB 2. Perumahan dan Permukiman 2. Kesehatan (RS Rujukan dan
3. Air Minum 3. Transportasi RS Pratama)
4. Sanitasi 4. Pendidikan 3. Air Minum
5. Perumahan dan Pemukiman 5. Air Minum 4. Sanitasi
6. Pasar 6. Sanitasi 5. Jalan
7. IKM 6. Irigasi
8. Pertanian Opened Menu 7. Pasar
9. Kelautan dan Perikanan 8. Energi Skala Kecil
10.Pariwisata Mendukung Daerah 9. Lingkungan Hidup dan
11.Jalan Kehutanan
Perbatasan, Tertinggal,
Opened Menu Terpencil, Kepulauan dan
Transmigrasi Closed Menu
Mendukung SPM dan
ketersediaan sarana dan
Mendukung Prioritas
prasarana untuk pencapaian
Program Presiden Ekonomi Nasional dan Prioritas
Berkeadilan Daerah

Catatan:
Opened menu: menu kegiatan sesuai dengan Petunjuk Teknis DAK 7
Closed menu: menu kegiatan terbatas dan telah ditetapkan/ sesuai kriteria oleh Bappenas
ARAH KEBIJAKAN, LOKASI
PRIORITAS DAN MENU KEGIATAN
DAK BIDANG INFRASTRUKTUR
TA. 2018

8
ARAH KEBIJAKAN
BIDANG IRIGASI

DAK PENUGASAN
1. Mendukung target RPJMN 2015-2019 yang menetapkan 3 juta hektar
rehabilitasi jaringan irigasi dan 1 juta hektar pembangunan daerah irigasi
baru untuk pemenuhan Kedaulatan Pangan baik skala lokal maupun skala
nasional sebagaimana tercantum dalam Dimensi Sektor Unggulan yang
merupakan salah satu dari 3 Dimensi Pembangunan dan Agenda Prioritas
ke-7 Kemandirian Ekonomi dan Nawacita.

2. Mendukung Prioritas Nasional bidang Ketahanan Pangan, dengan cara


mempertahankan tingkat layanan, mengoptimalkan fungsi, dan
membangun prasarana sistem irigasi yang menjadi kewenangan
Provinsi/Kabupaten/Kota khususnya daerah lumbung pangan nasional.

9
LOKASI PRIORITAS
BIDANG IRIGASI

DAK PENUGASAN
1. 18 (delapan belas) Provinsi daerah penghasil padi tertinggi nasional
berdasarkan ATAP 2015 BPS yaitu: Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah,
Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Lampung, Sumatera
Barat, Nusa Tenggara Barat, Aceh, Banten, Kalimantan Selatan, Kalimantan
Barat, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, Yogyakarta, Kalimantan Tengah,
dan Bali.
2. 153 (seratus lima puluh tiga) Kabupaten/Kota sentra produksi beras dengan
produksi padi diatas rata-rata produksi padi Kabupaten/Kota se Indonesia.
3. Mendukung daerah afirmasi terpilih, yaitu Daerah Tertingggal dan Kawasan
Perbatasan yang memiliki Daerah Irigasi (D.I.) kewenangan berdasarkan
Permen PUPR No. 14 Tahun 2015 tentang Kriteria dan Penetapan Status
Daerah Irigasi.
4. Tetap memperhatikan Daerah lainnya sepanjang mempunyai Daerah Irigasi
(D.I.) kewenangan berdasarkan Permen PUPR No. 14 Tahun 2015 tentang
Kriteria dan Penetapan Status Daerah Irigasi dalam rangka untuk mendukung
ketahanan pangan pada skala lokal.

10
RUANG LINGKUP / MENU KEGIATAN
BIDANG IRIGASI

DAK PENUGASAN
Pembangunan Jaringan Irigasi
Merupakan seluruh kegiatan dalam rangka menyediakan sistem irigasi
baru di wilayah tertentu yang belum ada jaringan irigasi. Dapat dilakukan
jika semua jaringan irigasi yang ada sudah berfungsi dengan baik.
Syarat utama pembangunan jaringan irigasi antara lain adalah tersedianya
potensi sumber air; kesuburan lahan yang cukup; ada petani penggarap;
dan sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Peningkatan Jaringan Irigasi
Merupakan kegiatan : (1) meningkatkan fungsi dan kondisi jaringan irigasi
yang sudah ada, atau (2) kegiatan menambah luas areal pelayanan pada
jaringan irigasi yang sudah ada dengan mempertimbangkan perubahan
kondisi lingkungan daerah irigasi.
Rehabilitasi Jaringan Irigasi
Merupakan kegiatan perbaikan jaringan irigasi guna mengembalikan
fungsi dan layanan irigasi seperti semula. Dapat dilakukan jika kondisi baik
suatu jaringan 60%.
11
CONTOH TABEL USULAN DAK 2018
BIDANG IRIGASI

Usulan Usulan Usulan APBD Skoring


Sub Prioritas Volume Volume Volume Satuan Lokasi 2018
No Jenis DAK Bidang Kegiatan Judul Kegiatan Satuan Anggaran Anggaran Anggaran NON DAK Bappeda Action
Bidang Kegiatan 2018 2019 2020 Biaya (Kecamatan)
2018 2019 2020 2018 Provinsi
Rehabilitasi DI
Rehabilitasi Jaringan Ketahanan
1 Penugasan Irigasi - Leka Kec. Meter 1,500 1,500 1,000 2,000 Kec. Palibelo 1,600 1,600 1,000 0 0
Irigasi Pangan
Palibelo

12
ARAH KEBIJAKAN
BIDANG JALAN

DAK REGULER
Membantu daerah dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan
transportasi melalui peningkatan kemantapan dan keselamatan jalan Provinsi
dan Kab/Kota yang menunjang aksesibilitas ke fasilitas-fasilitas pelayanan
dasar dan pusat-pusat perekonomian daerah.

DAK PENUGASAN
Mendukung pencapaian Prioritas Nasional melalui peningkatan konektivitas
dan aksesibilitas masyarakat terhadap kawasan strategis nasional dan
mendukung pengembangan wilayah di daerah tertinggal dan perbatasan
(Lokpri) yang terintegrasi dalam sistem jaringan transportasi nasional
(simpul-simpul transportasi dan jalur logistik nasional).

13
LOKASI PRIORITAS
BIDANG JALAN

DAK REGULER
Meningkatkan mantap jalan daerah dalam mendukung konektivitas nasional di:
1. 33 Provinsi, diprioritaskan pada Provinsi yang belum mencapai target jalan mantap;
2. 508 Kab/Kota, diprioritaskan pada Kab/Kota yang belum mencapai target jalan mantap.

DAK PENUGASAN
1. Mendukung konektivitas di 33 Provinsi dan 508 Kab/Kota dengan prioritas daerah-daerah yang
mendukung :
Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN Danau Toba; KSPN Tanjung Kelayang; KSPN
Wakatobi; KSPN Borobudur; KSPN Bromo Tengger Semeru; KSPN Labuan Bajo; KSPN
Mandalika; KSPN Pulau Morotai; KSPN Tanjung Lesung)
Kawasan Industri (KI Morowali; KI Sei Mangkei; KI Kuala Tanjung; KI Teluk Bintuni; KI
Bitung; KI Palu; KI Mandor; KI Batulicin; KI Jorong; KI Buli; KI Konawe; KI Bantaeng; KI
Ketapang; KI Tanggamus)
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) (KEK Sei Mangkei; KEK Tanjung Lesung; KEK Palu; KEK
Bitung; KEK Mandalika; KEK Morotai; KEK Tanjung Api Api; KEK Maloy Batuta Trans
Kalimantan; KEK Tanjung Kelayang)
2. Debotlenecking di (Tanjung Buton, Dumai, Serang, Gresik, Berau, dan Tanah Kuning (Bulungan)
3. Mendukung aksesibilitas 187 Lokpri di 41 Kab/Kota Perbatasan Negara
4. Mendukung aksesibilitas di 122 Daerah Tertinggal
5. Mendukung konektivitas Simpul transportasi di 65 Kab/Kota.
14
RUANG LINGKUP / MENU KEGIATAN
BIDANG JALAN

DAK REGULER

Pemeliharaan Berkala / Rehabilitasi


Peningkatan (struktur dan kapasitas)
Pembangunan jalan baru beserta pemasangan fasilitas
perlengkapan jalan

DAK PENUGASAN

Peningkatan (struktur dan kapasitas)


Pembangunan jalan baru beserta pemasangan fasilitas
perlengkapan jalan

15
CONTOH TABEL USULAN DAK 2018
BIDANG JALAN

Usulan Usulan Usulan APBD Skoring


Jenis Sub Judul Prioritas Volume Volume Volume Satuan Lokasi 2018
No Bidang Kegiatan Satuan Anggaran Anggaran Anggaran NON DAK Bappeda Action
DAK Bidang Kegiatan Kegiatan 2018 2019 2020 Biaya (Kecamatan)
2018 2019 2020 2018 Provinsi
Pemeliharaan
Rehabilitasi Kilomet Kec. Muara
1 Reguler Jalan - Berkala / 10 10 5 2,000 20,000 20,000 10,000 0 0
Jalan A-B er Bangka Hulu
Rehabilitasi

16
ARAH KEBIJAKAN
BIDANG AIR MINUM

Mewujudkan akses universal air minum di tahun 2019 dan pemenuhan


Standar Pelayanan Minimum (SPM) serta mendukung program prioritas
nasional, melalui:
a. Perluasan SPAM melalui pemanfaatan idle capacity Sistem Penyediaan Air
Minum (SPAM) terbangun dari sistem IKK/PDAM/Komunal,
b. Pembangunan SPAM melalui pembangunan baru bagi daerah yang belum
memiliki layanan air minum dan peningkatan SPAM BJP tidak terlindungi
menjadi SPAM BJP dan SPAM JP terlindungi, dan
c. Peningkatan SPAM melalui penambahan kapasitas dan/atau volume dari
sarana dan prasarana SPAM terbangun.

17
LOKASI PRIORITAS
BIDANG AIR MINUM

DAK REGULER
Ditujukan bagi kabupaten/kota yang memiliki kriteria sebagai berikut:
Daerah untuk pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai dengan tingkat
cakupan pelayanan air minum. Diperuntukan bagi kabupaten/kota yang masih memiliki
gap untuk mencapai akses universal. Lokasi kegiatan (desa/kelurahan/kecamatan) di
luar lokasi spesifik DAK Afirmasi dan DAK Penugasan.

DAK AFIRMASI
Ditujukan bagi kabupaten/kota yang memiliki kriteria sebagai berikut:
1. Daerah Tertinggal (122 daerah tertinggal (kabupaten)).
2. Kawasan Perbatasan (13 Provinsi dan 41 Kabupaten pada 187 Lokasi Prioritas
Perbatasan (kecamatan)).
3. Transmigrasi (26 Provinsi dan tersebar di 37 Kabupaten dan 104 Satuan
Permukiman (SP) sesuai surat menteri yang menangani urusan desa, dan daerah
tertinggal. Selain itu ditujukan untuk 144 kawasan transmigrasi sesuai dengan
target RPJMN 2015-2019).

18
LOKASI PRIORITAS
BIDANG AIR MINUM

DAK PENUGASAN
Ditujukan bagi kabupaten/kota yang memiliki kriteria sebagai berikut:
1. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) (11 KEK).
2. Pariwisata (10 destinasi pariwisata nasional prioritas tahun 2015-2019)
Pembangunan sarana SPAM dilakukan pada kawasan permukiman.
3. Kabupaten/kota yang memiliki SPAM Regional
4. Kota Binaan Kementerian PUPR
5. Kawasan Kumuh
Sesuai dengan Surat Keputusan Penetapan Kawasan Kumuh yang
diterbitkan oleh Bupati/Walikota atau baseline pemetaan kawasan
kumuh Ditjen Cipta Karya. Kegiatan ini diarahkan untuk mendukung
penanganan permukiman kumuh perkotaan terutama pada
lokasi/kawasan kegiatan KOTAKU/National Slum Upgrading Project (NSUP).

19
RUANG LINGKUP / MENU KEGIATAN
BIDANG AIR MINUM
DAK REGULER/PENUGASAN/AFIRMASI

Perluasan SPAM melalui Pemanfaatan idle capacity SPAM terbangun dari


sistem IKK/PDAM/Komunal (satuan sambungan rumah-SR dan jiwa terlayani)
Pembangunan baru bagi daerah yang belum memiliki layanan air minum,
dengan pilihan jenis kegiatan:
Pembangunan SPAM JP termasuk penyediaan SPAM JP berbasis masyarakat
(satuan liter/detik, SR dan jiwa terlayani)
Pembangunan SPAM BJP terlindungi atau peningkatan SPAM BJP tidak
terlindungi menjadi SPAM BJP terlindungi, dengan pilihan modul:
o Sumur dangkal (satuan KK dan jiwa terlayani);
o Sumur pompa (satuan KK dan jiwa terlayani);
o Bak penampungan air hujan (satuan KK dan jiwa terlayani);
o Terminal air (satuan KK dan jiwa terlayani); dan
o Bangunan penangkap mata air (satuan KK dan jiwa terlayani).
Peningkatan SPAM melalui penambahan kapasitas dan/atau volume dari
sarana dan prasarana SPAM terbangun (satuan liter/detik dan jiwa terlayani)

20
CONTOH TABEL USULAN DAK 2018
BIDANG AIR MINUM
Usulan Usulan Usulan APBD Skoring
Sub Prioritas Volume Volume Volume Satuan Lokasi 2018
No Jenis DAK Bidang Kegiatan Judul Kegiatan Satuan Anggaran Anggaran Anggaran NON DAK Bappeda Action
Bidang Kegiatan 2018 2019 2020 Biaya (Kecamatan)
2018 2019 2020 2018 Provinsi
Perluasan SPAM
Perluasan SPAM melalui
melalui pemanfaatan
pemanfaatan idle idle capacity
Air Minum Kec.
1 Penugasan Air Minum - capacity SPAM SPAM SR 34 30 30 1,200 40,800 36,000 36,000 0 0
Layak Madapangga
terbangun dari terbangun dari
sistem IKK/PDAM/ sistem
Komunal IKK/PDAM/
Komunal

21
ARAH KEBIJAKAN
BIDANG SANITASI

Mewujudkan akses universal sanitasi di tahun 2019 melalui peningkatan


cakupan pelayanan sarana pengelolaan air limbah, yaitu berupa:
a. Pembangunan Sistem Penyediaan Air Limbah Domestik (SPALD) Terpusat
berupa penambahan SR terhadap kabupaten/kota yang sudah memiliki
sistem terpusat skala kota dan/atau skala permukiman dan pembangunan
baru SPALD Terpusat Skala Permukiman;
b. Pembangunan Sistem Penyediaan Air Limbah Domestik (SPALD) Setempat,
berupa pembangunan tangki septik individu di perkotaan, pembangunan
tangki septik komunal, pengadaan truk tinja, dan peningkatan kualitas
sarana sanitasi individual swadaya dari akses dasar menjadi akses layak di
desa/kelurahan yang sudah terverifikasi Open Defecation Free (ODF) selama
minimal 2 tahun.
Pembangunan sanitasi dilakukan dengan berdasarkan pada lokasi prioritas dan
rencana pengembangan sistem sanitasi dalam Strategi Sanitasi
Kota/Kabupaten (SSK).

22
LOKASI PRIORITAS
BIDANG SANITASI

DAK REGULER
Ditujukan bagi kabupaten/kota yang memiliki kriteria sebagai berikut:
1. Sudah atau sedang menyusun dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK).
Kegiatan DAK yang diusulkan oleh kabupaten/kota harus sudah masuk dalam
dokumen SSK.
2. Kegiatan DAK Reguler Sanitasi Tahun 2018 dilakukan di luar lokasi
(kecamatan/kelurahan/desa) kegiatan DAK Afirmasi dan DAK Penugasan.

DAK AFIRMASI
Ditujukan bagi kabupaten/kota yang memiliki kriteria sebagai berikut:
1. Daerah Tertinggal (122 daerah tertinggal (kabupaten)).
2. Daerah Perbatasan (10 Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) dan 187
kecamatan yang merupakan lokasi prioritas perbatasan di 43 kabupaten/kota.
3. Transmigrasi (26 Provinsi dan tersebar di 37 Kabupaten dan 104 Satuan
Permukiman (SP) sesuai surat menteri yang menangani urusan desa, dan daerah
tertinggal. Selain itu ditujukan untuk 144 kawasan transmigrasi sesuai dengan
target RPJMN 2015-2019).
4. Daerah yang memiliki dokumen SSK/MMS (Sudah atau sedang menyusun
dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK).
23
LOKASI PRIORITAS
BIDANG SANITASI
DAK PENUGASAN
Ditujukan bagi kabupaten/kota yang memiliki kriteria sebagai berikut:
1. Diprioritaskan bagi Kabupaten/kota yang memiliki akses sanitasi di bawah rata-rata akses
nasional (<67,2%).
2. Kabupaten/kota yang sudah atau sedang menyusun dokumen Strategi Sanitasi
Kabupaten/Kota (SSK). Kegiatan DAK yang diusulkan oleh kabupaten/kota harus sudah masuk
dalam dokumen SSK.
3. Penyediaan tangki septik individu perkotaan dan pengadaan truk tinja dilakukan pada
kabupaten/kota yang sudah mempunyai IPLT dan sedang membentuk atau sudah mempunyai
sistem pengelolaan lumpur tinja (reguler/on-call basis).
4. Penambahan pipa pengumpul dan SR dilakukan pada kabupaten/kota yang telah memiliki IPALD
terpusat ( skala kota dan permukiman).
5. Pembangunan tangki septik skala individual perdesaan dari akses dasar menjadi akses layak
dilakukan pada lokasi yang telah dinyatakan sebagai kawasan Open Defecation Free (ODF)
selama minimal 2 tahun, berdasarkan data STBM.
6. Pembangunan MCK ++ dan jaringan perpipaan dilakukan pada pesantren/lembaga pendidikan
agama minimal 300 siswa menetap.
7. Kegiatan penyediaan tangki septik komunal dan pembangunan baru IPALD skala permukiman
diprioritaskan pada kawasan kumuh (desa/kelurahan) sesuai dengan SK Penetapan Kawasan
Kumuh yang diterbitkan oleh Bupati/Walikota atau baseline pemetaan kawasan kumuh Ditjen
Cipta Karya.
8. Kabupaten/kota yang sudah atau sedang menyusun dokumen SSK.
24
RUANG LINGKUP / MENU KEGIATAN
BIDANG SANITASI
DAK REGULER
Pembangunan baru SPALD Terpusat Skala Permukiman yang terdiri dari Instalasi
Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) skala permukiman, jaringan pengumpul dan
SR dengan jumlah layanan minimal 50 KK.
Pembangunan baru SPALD Terpusat skala permukiman yang terdiri dari IPALD
permukiman skala komunal, jaringan pengumpul dan SR dengan jumlah layanan
minimal 50 KK serta parasarana Mandi Cuci Kakus (MCK).
Pembangunan tangki septik skala komunal (5-10 KK).

DAK AFIRMASI
Pembangunan baru SPALD Terpusat skala permukiman yang terdiri dari IPALD skala
permukiman, jaringan pengumpul dan SR dengan jumlah layanan minimal 25 KK serta
parasarana Mandi Cuci Kakus (MCK).
Pembangunan tangki septik skala komunal (5-10 KK).
Pembangunan tangki septik skala individual perdesaan dari akses dasar menjadi akses
layak pada lokasi yang telah dinyatakan sebagai kawasan Open Defecation Free (ODF)
selama minimal 2 tahun, berdasarkan data STBM, satu titik lokasi atau satu KSM
minimal 50 unit.
25
RUANG LINGKUP / MENU KEGIATAN
BIDANG SANITASI
DAK PENUGASAN

Pembangunan Sistem Pengelolaan Lumpur Tinja melalui:


Pembangunan tangki septik skala individu di perkotaan dengan kepadatan
penduduk 150 jiwa/Ha, satu titik lokasi/satu KSM minimal 50 unit, khusus untuk
kabupaten/kota yang sudah memiliki IPLT dan sedang menyusun/ sudah mempunyai
sistem pengelolaan lumpur tinja (reguler/on-call basis).
Pengadaan truk tinja maksimal 1 unit truk untuk kabupaten/kota yang sudah
memiliki IPLT dan sedang menyusun/ sudah mempunyai sistem pengelolaan lumpur
tinja (reguler/on-call basis).
Pembangunan MCK ++ dan jaringan perpipaan bagi lembaga pendidikan agama
minimal 300 siswa menetap.
Penambahan pipa pengumpul dan SR untuk kabupaten/kota yang telah memiliki IPALD
terpusat (skala kota dan permukiman) dengan jumlah penambahan minimal 20 SR.
Pembangunan tangki septik skala individual perdesaan dari akses dasar menjadi akses
layak pada lokasi yang telah dinyatakan sebagai kawasan Open Defecation Free (ODF)
selama minimal 2 tahun, berdasarkan data STBM, satu titik lokasi atau satu KSM
minimal 50 unit.

26
CONTOH TABEL USULAN DAK 2018
BIDANG SANITASI
Usulan Usulan Usulan APBD Skoring
Sub Prioritas Volume Volume Volume Satuan Lokasi 2018
No Jenis DAK Bidang Kegiatan Judul Kegiatan Satuan Anggaran Anggaran Anggaran NON DAK Bappeda Action
Bidang Kegiatan 2018 2019 2020 Biaya (Kecamatan)
2018 2019 2020 2018 Provinsi
Pembangunan
Pembangunan
tangki septik Sanitasi Kec. Soreang
1 Penugasan Sanitasi - tangki septik skala Unit 190 150 100 395 75,000 59,211 39,474 0 0
skala komunal Layak Selatan
komunal (5-10 KK)
(5-10 KK)

27
ARAH KEBIJAKAN
BIDANG PERUMAHAN

DAK REGULER
Meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
serta masyarakat yang terkena dampak pembangunan infrastruktur publik di
kawasan permukiman kumuh dan pencegahan permukiman kumuh
perkotaan melalui fasilitasi stimulan pembangunan baru maupun peningkatan
kualitas rumah secara swadaya.

DAK AFIRMASI
Meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
terhadap hunian layak pada wilayah yang termasuk daerah tertinggal,
perbatasan, pulau-pulau kecil dan terluar melalui:
a. Fasilitasi stimulan pembangunan baru maupun peningkatan kualitas rumah
secara swadaya
b. Pembangunan rumah khusus di wilayah Papua dan Papua Barat 28
LOKASI PRIORITAS
BIDANG PERUMAHAN

DAK REGULER
Diprioritaskan bagi kabupaten/kota yang memiliki Surat Keputusan
Penetapan Kawasan Kumuh yang diterbitkan oleh Bupati/Walikota atau yang
termasuk dalam baseline pemetaan kawasan kumuh Ditjen Cipta Karya.

DAK AFIRMASI
Diprioritaskan bagi kabupaten/kota yang memenuhi kriteria eligibilitas yaitu
daerah yang beririsan dengan daftar 122 daerah tertinggal, 187 lokasi
prioritas (lokpri) di 41 Kabupaten Perbatasan Negara, 95 daerah kepulauan,
144 kawasan transmigrasi di daerah tertinggal dan perbatasan dan pulau-
pulau kecil/terluar, serta khusus untuk pembangunan rumah khusus dilakukan
pada kabupaten/kota di wilayah Papua dan Papua Barat.

29
RUANG LINGKUP / MENU KEGIATAN
BIDANG PERUMAHAN

DAK REGULER
1. Pembangunan baru, apabila rumah yang mengalami rusak total atau seluruh
komponen bangunan baik struktural dan non struktural.
2. Peningkatan kualitas, apabila rumah mengalami rusak ringan, rusak sedang, dan
rusak berat.
3. Pembangunan baru dan/atau peningkatan kualitas untuk rumah yang terkena
dampak pembangunan infrastruktur publik dalam rangka penanganan
permukiman kumuh dan/atau pencegahan permukiman kumuh.

DAK AFIRMASI
1. Pembangunan baru rumah untuk kebutuhan khusus untuk wilayah Papua dan
Papua Barat.
2. Pembangunan baru secara swadaya, apabila rumah yang mengalami rusak total
atau seluruh komponen bangunan baik struktural dan non struktural, serta
masyarakat yang belum memiliki rumah namun memiliki kavling tanah matang.
3. Peningkatan kualitas secara swadaya, apabila rumah mengalami rusak ringan,
rusak sedang, dan rusak berat.

30
CONTOH TABEL USULAN DAK 2018
BIDANG PERUMAHAN

Usulan Usulan Usulan APBD Skoring


Sub Prioritas Volume Volume Volume Satuan Lokasi 2018
No Jenis DAK Bidang Kegiatan Judul Kegiatan Satuan Anggaran Anggaran Anggaran NON DAK Bappeda Action
Bidang Kegiatan 2018 2019 2020 Biaya (Kecamatan)
2018 2019 2020 2018 Provinsi
Perumahan
Peningkatan Peningkatan Perumahan
1 Reguler dan - Unit 10 10 10 20 Kec. Maudemu 200 200 200 0 0
kualitas rumah kualitas rumah Layak
Permukiman

31
TIM KOORDINASI
DAK BIDANG INFRASTRUKTUR

32
PENGUATAN PERAN TIM KOORDINASI

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TIM KOORDINASI PUSAT

Tahap Perencanaan Tahap Pelaksanaan Tahap Pengendalian

Petunjuk teknis; Pemantauan; Evaluasi;


Menu kegiatan; Percepatan Rekomendasi ke depan;
Kriteria teknis dan indeks pelaksanaan/ raker DAK.
Laporan akhir tahun
teknis;
Sosialisasi kebijakan DAK,
konsultasi program, dan
pembinaan daerah.

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TIM KOORDINASI DAERAH

Tahap Perencanaan Tahap Pelaksanaan Tahap Pengendalian

Review dan verifikasi usulan Evaluasi;


Pemantauan;
proposal; Rekomendasi ke depan;
Inventarisasi
Verifikasi data teknis; Laporan triwulanan dan
permasalahan DAK.
Harga satuan provinsi; tahunan.
Sosialisasi, diseminasi, dan
pembinaan daerah;
Verifikasi kesesuaian atas
Usulan RK. 33
CONTOH: STRUKTUR ORGANISASI TIM KOORDINASI DAERAH
KETUA
Bappeda Provinsi

SEKRETARIS PEMBINA
Bidang Fisik Balai Besar/
Prasarana Bappeda
Provinsi Balai/Satker

ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA


Bappeda Dinas Teknis Dinas Teknis Dinas Teknis Dinas Teknis
Kabupaten/Kota (Bidang (Bidang Air Minum, (Bidang Jalan) (Bidang Irigasi)
Perumahan) dan Bidang Sanitasi)
CONTOH: SK TIM KOORDINASI PENYELENGGARAAN DAK

34
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

35
DATA TEKNIS
DAK BIDANG INFRASTRUKTUR TA.
2018

36
DATA TEKNIS
BIDANG JALAN
NO DATA TEKNIS / JENIS DATA VOLUME SATUAN KETERANGAN
1 Panjang jalan provinsi (km) km Merupakan total panjang jalan Status Provinsi berdasarkan
SK Gubernur
2 Panjang jalan kabupaten/kota (km) km Merupakan total panjang jalan Status Kabupaten /kota
berdasarkan SK Bupati/Walikota
3 Panjang jalan provinsi dalam kondisi rusak ringan dan km Merupakan total panjang jalan Status Provinsi dengan
rusak berat (km) kriteria rusak ringan dan rusak berat sesuai dengan Juknis
DAK
4 Panjang jalan kabupaten/kota dalam kondisi rusak ringan km Merupakan total panjang jalan Status Kabupaten/Kota
dan rusak berat (km) dengan kriteria rusak ringan dan rusak berat sesuai dengan
Juknis DAK
5 Kinerja jalan % Merupakan persentase peningkatan kondisi mantap dari
tahun anggaran sebelumnya.
6 Prosentase dana APBD untuk menangani Jalan % Merupakan kontribusi pendanaan APBD di luar DAK untuk
Provinsi/Kabupaten/Kota di luar DAK sektor jalan pada provinsi/kabupaten/kota
7 Karakteristik Kewilayahan: yaitu wilayah prioritas seperti Ya/tidak Merupakan daerah dengan kategori daerah tertinggal,
daerah tertinggal, perbatasan, KSN, PKN, PKW, PKSN, perbatasan, KSN, PKN, PKW, PKSN, KSPN, Kawasan Industri,
KSPN, Kawasan Industri, Kawasan Ekonomi Khusus, Kawasan Ekonomi Khusus,
8 Tingkat Konektivitas dan kebutuhan terhadap konektivitas % Merupakan rasio panjang jalan eksisting (poin 1 atau 2)
/keterpaduan sistem jaringan transportasi yang masuk kriteria rusak ringan dan rusak berat
terhadap panjang jalan eksisting yang menghubungkan
simpul-simpul transportasi (bandara, pelabuhan, stasiun,
terminal)
9 Tingkat konektivitas dan kebutuhan masyarakat terhadap % Merupakan rasio panjang jalan eksisting yang sudah
aksesibilitas ke Pelayanan Dasar terbangun (poin 1 atau 2) terhadap rencana panjang jalan
yang menghubungkan pusat-pusat kegiatan
10 Pelaporan Laporan/ Merupakan nilai kinerja pelaksanaan DAK Subbidang Jalan
e-Mon TA. 2017 pada provinsi/kabupaten yang bersangkutan
(Data dari Biro PAKLN)
11 Rasio Jumlah Dana APBD Provinsi yang dialokasi untuk % Rasio antara Jumlah Dana APBD provinsi/kabupaten/kota
37
Penanganan Jalan untuk Penanganan Jalan dengan Total APBD provinsi
DATA TEKNIS
BIDANG JALAN
NO DATA TEKNIS / JENIS DATA VOLUME SATUAN KETERANGAN
12 Tingkat mobilitas (Panjang Jalan / 1000 Penduduk) % Merupakan perbandingan antara jumlah panjang
jalan terhadap 1000 penduduk
13 Tingkat Aksesibilitas (Panjang Jalan / Luas Wilayah) % Merupakan perbandingan antara jumlah panjang
jalan terhadap luas wilayah
14 Jumlah Penduduk (^1000 Penduduk) 1000 Merupakan jumlah penduduk dalam suatu
Penduduk provinsi/kabupaten/kota
15 Luasan wilayah yang ditangani jalan (A) km2 Merupakan luas wilayah suatu
provinsi/kabupaten/kota
16 Jumlah ruas jalan provinsi yang mengakses langsung ke ruas Merupakan Jumlah ruas jalan provinsi yang
kawasan prioritas nasional (KEK/KI/KSPN/Simpul-simpul mengakses langsung ke kawasan prioritas nasional
Transportasi) (KEK/KI/KSPN/Simpul-simpul Transportasi)
17 Panjang ruas jalan provinsi yang mengakses langsung ke km Merupakan total panjang ruas jalan provinsi yang
kawasan prioritas nasional (KEK/KI/KSPN/Simpul-simpul mengakses langsung ke kawasan prioritas nasional
Transportasi) (KEK/KI/KSPN/Simpul-simpul Transportasi)
18 Tingkat kemantapan ruas jalan yang berstatus jalan % Merupakan Tingkat kemantapan ruas jalan yang
Provinsi/Kab/Kota yang mengakses ke kawasan prioritas berstatus jalan Provinsi/Kab/Kota yang mengakses ke
nasional (KEK/KI/KSPN) kawasan prioritas nasional (KEK/KI/KSPN)
19 Tingkat kemantapan ruas jalan yang berstatus jalan % Merupakan Tingkat kemantapan ruas jalan yang
Provinsi/Kab/Kota yang memiliki Lokasi Prioritas Daerah berstatus jalan Provinsi/Kab/Kota yang memiliki
Perbatasan (Kecamatan) Lokasi Prioritas Daerah Perbatasan (Kecamatan)
20 Tingkat kemantapan ruas jalan yang berstatus jalan % Merupakan Tingkat kemantapan ruas jalan yang
Provinsi/Kab/Kota yang masuk ke dalam status Daerah berstatus jalan Provinsi/Kab/Kota yang masuk ke
Tertinggal dalam status Daerah Tertinggal
21 Tingkat kemantapan ruas jalan yang berstatus jalan Daerah % Merupakan Tingkat kemantapan ruas jalan yang
menuju simpul transportasi berstatus jalan Daerah menuju simpul transportasi
22 Kebutuhan akses jalan yang berstatus jalan Provinsi/Kab/Kota km Merupakan Kebutuhan akses jalan yang berstatus
menuju kawasan-kawasan strategis dan simpul transportasi jalan Provinsi/Kab/Kota menuju kawasan-kawasan
strategis dan simpul transportasi 38
DATA TEKNIS
BIDANG IRIGASI
NO. DATA TEKNIS / JENIS DATA VOLUME SATUAN KETERANGAN
1 Luas Daerah Irigasi Merupakan luasan daerah irigasi yang menjadi
a Luas Daerah Irigasi Permukaan hektar kewenangan Daerah berdasarkan Permen PUPR No 14
b Luas Daerah Irigasi Rawa hektar Th 2015, meliputi D.I. Permukaan, D.I. Rawa,
c Luas Daerah Irigasi Air Tanah hektar D.I.AirTanah,D.I.Pompa, dan D.I. Tambak.
d Luas Daerah Irigasi Pompa hektar
e Luas Daerah Irigasi Tambak hektar
2 Kondisi Daerah Irigasi Merupakan kondisi fisik jaringan irigasi yang diketahui
a Luas Daerah Irigasi Permukaan (Rusak Berat) hektar berdasarkan hasil inventarisasi dan identifikasi di
b Luas Daerah Irigasi Permukaan (Rusak Sedang) hektar lapangan oleh Daerah yang memiliki kewenangan
c Luas Daerah Irigasi Permukaan (Rusak Ringan) hektar terhadap suatu Daerah Irigasi.
d Luas Daerah Irigasi Rawa (Rusak Berat) hektar
e Luas Daerah Irigasi Rawa (Rusak Sedang) hektar
f Luas Daerah Irigasi Rawa (Rusak Ringan) hektar
g Luas Daerah Irigasi Air Tanah (Rusak Berat) hektar
h Luas Daerah Irigasi Air Tanah (Rusak Sedang) hektar
i Luas Daerah Irigasi Air Tanah (Rusak Ringan) hektar
j Luas Daerah Irigasi Pompa (Rusak Berat) hektar
k Luas Daerah Irigasi Pompa (Rusak Sedang) hektar
l Luas Daerah Irigasi Pompa (Rusak Ringan) hektar
m Luas Daerah Irigasi Tambak (Rusak Berat) hektar
n Luas Daerah Irigasi Tambak (Rusak Sedang) hektar
o Luas Daerah Irigasi Tambak (Rusak Ringan) hektar
3 Pertanaman (IP) Merupakan hitungan rata-rata kali tanam dalam satu
a Indeks Pertanaman Padi tahun. Indeks Pertanaman dihitung dengan membagi
Luas Tanam dengan Luas Tanam Baku. Luas Tanam
merupakan hasil perkalian antara luas lahan dengan
frekuensi penanaman dalam 1 tahun. Luas Tanam
Baku adalah luas lahan yang ditanami. 39
DATA TEKNIS
BIDANG IRIGASI
NO. DATA TEKNIS / JENIS DATA VOLUME SATUAN KETERANGAN
4 Kepedulian Merupakan ukuran keseriusan Daerah dalam
mengelola DAK Irigasi.
a Alokasi APBD untuk Operasi & Pemeliharaan Jaringan (Rp.)
Irigasi, tahun 2016
b Alokasi APBD untuk Operasi & Pemeliharaan Jaringan (Rp.)
Irigasi, tahun 2017
c Perda Irigasi Ada/Tidak
d Tim Koordinasi Ada/Tidak
e Komisi Irigasi Ada/Tidak
f RPIJM (Rencana Program Investasi Jangka Menengah) / Ada/Tidak
RP2I (Rencana Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi)
g Operator e-monitoring DAK Ada/Tidak
5 Pelaporan Merupakan proses penyampaian proposal
a Isian Form RTI (dalam aplikasi e-Mon) Ada/Tidak usulan DAK 2018, dan laporan Triwulan DAK
b Proposal Usulan DAK 2018 Ada/Tidak 2017 oleh Kepala Daerah yang menerima DAK
c Laporan e-Mon terakhir (tanggal) Tanggal Irigasi, yang memuat laporan pelaksanaan
d Progres Keuangan DAK 2016 dalam e-Mon (status 31 % kegiatan dan penggunaan DAK.
Desember 2016)
e Progres Fisik DAK 2016 dalam e-Mon (status 31 %
Desember 2016)
f Laporan Triwulanan tertulis (versi cetak) pelaksanaan Ada/Tidak
DAK 2017
6 Kriteria Afirmatif Merupakan kriteria untuk menentukan lokasi
a Produksi padi 2015 Ton prioritas.
b Produksi padi 2016 Ton
c Apakah termasuk dalam Kabupaten/Kota daerah Iya/Tidak
tertinggal ?
d Apakah termasuk dalam Kabupaten/Kota Kawasan Iya/Tidak
40
Perbatasan ?
DATA TEKNIS
BIDANG AIR MINUM
NO. DATA TEKNIS / JENIS DATA VOLUME SATUAN KETERANGAN
1 Jumlah penduduk terbaru kabupaten/kota Jiwa dan Contoh pengisian :
KK 100.000 jiwa / 20.000 KK
2 Jumlah rumah tangga MBR Jiwa dan Contoh pengisian :
KK 100.000 jiwa / 20.000 KK
3 Persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan % Diisi dalam persen
4 Alokasi APBD untuk sektor air minum
a Alokasi APBD untuk sektor air minum tahun 2016 Rupiah Contoh pengisian :
Rp 500.000.000 (20 % dari Total APBD)
b Alokasi APBD untuk sektor air minum tahun 2017 Rupiah Contoh pengisian :
Rp 500.000.000 (20 % dari Total APBD)
5 Capaian akses air minum terbaru kabupaten/kota
a Total % Persentase total akses air minum kabupaten/kota
b Perkotaan % Persentase akses air minum di wilayah perkotaan
c Perdesaan % Persentase akses air minum di wilayah perdesaan
d Perpipaan % Persentase akses air minum dengan jaringan perpipaan
e Non-Perpipaan % Persentase akses air minum dengan jaringan non-perpipaan
6 Idle Capacity PDAM liter/detik Kapasitas sisa yang masih bisa dimanfaatkaan (liter/detik)
7 Ketersediaan RISPAM (Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
Minum)
a Tersedia RISPAM (Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Ya/Tidak Apakah sudah memiliki RISPAM ?
Minum)
b Tahun disusunnya RISPAM (Rencana Induk Sistem Diisi tahun penyusunan RISPAM
Penyediaan Air Minum)
c Status produk hukum RISPAM Jika sudah legal, dituliskan sebagai berikut:
Sudah legal (cantumkan nomor perbup/perwali/perda).
Jika belum legal, dituliskan sebagai berikut:
Belum legal.
8 Ketersediaan Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada) Air
Minum
a Tersedia Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada) Air Ya/Tidak Apakah sudah memiliki Jakstrada Air Minum ?
Minum
b Tahun disusunnya Kebijakan dan Strategi Daerah Diisi tahun penyusunan Kebijakan dan Strategi Daerah 41
(Jakstrada) Air Minum (Jakstrada) Air Minum
DATA TEKNIS
BIDANG AIR MINUM
NO. DATA TEKNIS / JENIS DATA VOLUME SATUAN KETERANGAN
c Status produk hukum Kebijakan dan Strategi Daerah Jika sudah legal, dituliskan sebagai berikut:
(Jakstrada) Air Minum Sudah legal (cantumkan nomor perbup/perwali/perda).
Jika belum legal, dituliskan sebagai berikut:
Belum legal.
9 Ketersediaan Rencana Aksi Daerah Air Minum dan Penyehatan
Lingkungan (RAD AMPL)
a Ketersediaan Rencana Aksi Daerah Air Minum dan Ya/Tidak Apakah sudah memiliki RAD AMPL ?
Penyehatan Lingkungan (RAD AMPL)
b Tahun disusun RAD AMPL Diisi tahun penyusunan RAD AMPL
c Status produk hukum RAD AMPL Jika sudah legal, dituliskan sebagai berikut:
Sudah legal (cantumkan nomor perbup/perwali/perda).
Jika belum legal, dituliskan sebagai berikut:
Belum legal.
10 Kinerja pelaporan DAK Air Minum dan realisasi pembangunan
sambungan rumah (SR) dari DAK Air MinumTahun 2016
a Progres Fisik % (dalam Persen)
b Jumlah SR terbangun SR Jumlah SR yang terbangun melalui DAK Air Minum Tahun 2016
c Jiwa Terlayani Jumlah jiwa yang terlayani sarana air minum yang dibangun
melalui DAK Air Minum Tahun 2016
d Progres Keuangan % (dalam Persen)
e Progres Keuangan Rp (dalam Rupiah)
11 Kinerja pelaporan DAK Air Minum dan realisasi pembangunan
sambungan rumah (SR) dari DAK Air MinumTahun 2017
a Progres Fisik % (dalam Persen)
b Jumlah SR terbangun SR Jumlah SR yang terbangun melalui DAK Air Minum Tahun 2017
c Jiwa Terlayani Jumlah jiwa yang terlayani sarana air minum yang dibangun
melalui DAK Air Minum Tahun 2017
d Progres Keuangan % (dalam Persen)
e Progres Keuangan Rp (dalam Rupiah)
12 Bentuk lembaga pengelola sektor air minum PDAM/UPT PDAM/UPTD/BLUD/Pokmas
D/BLUD/ 42
Pokmas
DATA TEKNIS
BIDANG SANITASI

NO. DATA TEKNIS / JENIS DATA VOLUME SATUAN KETERANGAN


1 Jumlah penduduk terbaru kabupaten/kota Jiwa dan KK Contoh pengisian :
100.000 jiwa / 20.000 KK
2 Jumlah rumah tangga MBR Jiwa dan KK Contoh pengisian :
100.000 jiwa / 20.000 KK
3 Persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan % Diisi dalam persen
4 Alokasi APBD untuk sektor sanitasi
a Alokasi APBD untuk sektor sanitasi tahun 2016 Rupiah Contoh pengisian :
Rp 500.000.000 (20 % dari Total APBD)
b Alokasi APBD untuk sektor sanitasi tahun 2017 Rupiah Contoh pengisian :
Rp 500.000.000 (20 % dari Total APBD)
5 Capaian akses sanitasi terbaru kabupaten/kota
a Total % Persentase total akses sanitasi
kabupaten/kota
b Perkotaan % Persentase akses sanitasi di wilayah perkotaan
c Perdesaan % Persentase akses sanitasi di wilayah
perdesaan
6 Kepemilikan dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) Jika memiliki, tuliskan sebagai berikut:
Dokumen SSK Kabupaten/Kota X Tahun Y
Jika tida memiliki, tuliskan sebagai berikut:
Tidak memiliki dokumen SSK
7 Usulan kegiatan DAK sudah tercantum dalam dokumen Ya/Tidak Usulan kegiatan DAK yang diusulkan
Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) kabupaten/kota harus tercantum pada
Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK)

43
DATA TEKNIS
BIDANG SANITASI
NO. DATA TEKNIS / JENIS DATA VOLUME SATUAN KETERANGAN
8 Kinerja pelaporan DAK Sanitasi dan realisasi pembangunan
sambungan rumah (SR) dari DAK Sanitasi Tahun 2016
a Progres Fisik % (dalam Persen)
b Jumlah SR terbangun SR Jumlah SR yang terbangun melalui DAK
Sanitasi Tahun 2016
c Jiwa Terlayani Jumlah jiwa yang terlayani sarana sanitasi
yang dibangun melalui DAK Sanitasi Tahun
2016
d Progres Keuangan % (dalam Persen)
e Progres Keuangan Rp (dalam Rupiah)
9 Kinerja pelaporan DAK Sanitasi dan realisasi pembangunan
sambungan rumah (SR) dari DAK Sanitasi Tahun 2017
a Progres Fisik % (dalam Persen)
b Jumlah SR terbangun SR Jumlah SR yang terbangun melalui DAK
Sanitasi Tahun 2017
c Jiwa Terlayani Jumlah jiwa yang terlayani sarana sanitasi
yang dibangun melalui DAK Sanitasi Tahun
2017
d Progres Keuangan % (dalam Persen)
e Progres Keuangan Rp (dalam Rupiah)
10 Bentuk lembaga pengelola sektor air limbah Dinas/bidang/ Dinas/bidang/UPTD/KSM
UPTD/KSM/Lai
nnya

44
DATA TEKNIS
BIDANG PERUMAHAN
NO. DATA TEKNIS / JENIS DATA VOLUME SATUAN KETERANGAN
1 Memiliki OPD terkait perumahan dan Ya / Tidak Organisasi Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat OPD adalah Unit
permukiman Kerja Pemerintah Daerah yang Membidangi Perumahan
2 DPA untuk perumahan tahun 2015
a Jumlah anggaran Rupiah Total anggaran untuk program/Kegiatan replikasi Peningkatan Kualitas
(PK) dan Pembangunan Baru (PB) Rumah Swadaya bersumber dari APBD.
b Jumlah unit rumah terbangun dari kegiatan Unit Jumlah unit rumah terbangun dari program Pembangunan Baru (PB)
pembangunan baru (PB) Rumah Swadaya bersumber dari APBD.
c Jumlah unit rumah untuk kegiatan Unit Jumlah unit rumah dari program Peningkatan Kualitas (PK) Rumah
peningkatan kualitas (Pk) Swadaya bersumber dari APBD.
3 DPA untuk perumahan tahun 2016
a Jumlah anggaran Rupiah Total anggaran untuk program/Kegiatan replikasi Peningkatan Kualitas
(PK) dan Pembangunan Baru (PB) Rumah Swadaya bersumber dari APBD.
b Jumlah unit rumah terbangun dari kegiatan Unit Jumlah unit rumah terbangun dari program Pembangunan Baru (PB)
pembangunan baru (PB) Rumah Swadaya bersumber dari APBD.
c Jumlah unit rumah untuk kegiatan Unit Jumlah unit rumah dari program Peningkatan Kualitas (PK) Rumah
peningkatan kualitas (Pk) Swadaya bersumber dari APBD.
4 DPA untuk perumahan tahun 2017
a Jumlah anggaran Rupiah Total anggaran untuk program/Kegiatan replikasi Peningkatan Kualitas
(PK) dan Pembangunan Baru (PB) Rumah Swadaya bersumber dari APBD.
b Jumlah unit rumah terbangun dari kegiatan Unit Jumlah unit rumah terbangun dari program Pembangunan Baru (PB)
pembangunan baru (PB) Rumah Swadaya bersumber dari APBD.
c Jumlah unit rumah untuk kegiatan Unit Jumlah unit rumah dari program Peningkatan Kualitas (PK) Rumah
peningkatan kualitas (Pk) Swadaya bersumber dari APBD.
5 Jumlah Rumah Unit Total jumlah rumah yang ada di kabupaten/kota
6 Jumlah Backlog Unit Total jumlah backlog perumahan (angka kekurangan rumah) di
kabupaten/kota
7 Jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Unit Total jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) yang ada di kabupaten/kota

45
DATA TEKNIS
BIDANG PERUMAHAN
NO. DATA TEKNIS / JENIS DATA VOLUME SATUAN KETERANGAN
8 Rekap RTLH by name by address (BDT dan usulan pemerintah
daerah)
a Terdapat rekap RTLH by name by address ( sesuaikan Ya / Tidak Rekap RTLH by name by address sesuai dengan Basis Data
dengan BDT dan usulan pemerintah daerah) Terpadu (BDT) dari TNP2K dan usulan pemerintah daerah
b Jumlah unit RTLH Unit Jumlah unit RTLH yang telah disesuaikan dengan Basis Data
Terpadu (BDT) dari TNP2K dan usulan pemerintah daerah
c Mempunyai rencana penanganan RTLH untuk tuntas Ya / Tidak Rencana penanganan RTLH untuk tuntas kecamatan
kecamatan
d Mempunyai rencana penanganan RTLH untuk tuntas desa Ya / Tidak Rencana penanganan RTLH untuk tuntas kecamatan
9 Kinerja pelaporan DAK Perumahan dan Permukiman Tahun
2016
a Progres Fisik % (dalam Persen)
b Jumlah unit rumah untuk kegiatan peningkatan kualitas Unit Jumlah unit rumah dari program Peningkatan Kualitas (PK)
(PK) Rumah Swadaya bersumber dari DAK tahun 2016
c Jumlah unit rumah untuk kegiatan pembangunan baru Unit Jumlah unit rumah dari program Pembangunan Baru (PB)
Rumah Swadaya bersumber dari DAK tahun 2016
d Progres Keuangan % (dalam Persen)
e Progres Keuangan Rp (dalam Rupiah)
10 Kinerja pelaporan DAK Perumahan dan Permukiman Tahun
2017
a Progres Fisik % (dalam Persen)
b Jumlah unit rumah untuk kegiatan peningkatan kualitas Unit Jumlah unit rumah dari program Peningkatan Kualitas (PK)
(PK) Rumah Swadaya bersumber dari DAK tahun 2017
c Jumlah unit rumah untuk kegiatan pembangunan baru Unit Jumlah unit rumah dari program Pembangunan Baru (PB)
Rumah Swadaya bersumber dari DAK tahun 2017
d Progres Keuangan % (dalam Persen)
e Progres Keuangan Rp (dalam Rupiah)
11 Terdapat SK Kumuh Walikota/Bupati (Khusus DAK Reguler) Ya / Tidak
12 Apakah pembangunan dilakukan pada kawasan perbatasan, Ya / Tidak Pembangunan harus dilakukan pada
tertinggal, atau transmigrasi ? (Khusus DAK Afirmasi) kecamatan/desa/kelurahan yang termasuk dalam kawasan
46
perbatasan, tertinggal atau transmigrasi