Anda di halaman 1dari 13

TUGAS MATA KULIAH

HUKUM ACARA PERDATA


Analisis Putusan Nomor : 333/PDT.G/2012/PN.JKT.PST.

BIMIBINGAN : RETNO KUS.

Disusun Oleh :

1. Sabat Tahi Habonaran (1433.001.125)


2. Vina Octavia (1433.001.142)

Kelas A / 2014

Fakultas Hukum

Universitas Krisnadwipayana
A. JUDUL & NOMOR PERKARA
PUTUSAN Nomor : 333/PDT.G/2012/PN.JKT.PST.

B. IDENTITAS PARA PIHAK


1. PENGGUGAT
Nama : PT. BUNGA TANJUNG RAYA
Alamat : Jalan Duku V No.4 Kramat Jati, Jakarta Timur,

2. TERGUGAT
Nama : PT. CIPTA EKATAMA NUSANTARA
Alamat : Jalan Diponegoro No.66 Jakarta Pusat

C. URAIAN PERKARA
1. ISI GUGATAN
Penggugat telah mengajukan surat gugatan No. Our Ref.253/AA.VII/2012 tanggal 20
Juli 2012 yang telah didaftar di KepaniteraanPengadilan Negeri Jakarta Pusat pada
tanggal 25 Juli 2012 dibawah register Nomor 333/Pdt.G/2012/PN.Jkt.Pst, yang pada
pokoknya Isi Gugatan Tersebut adalah sebagai berikut :
1. Bahwa antara PENGGUGAT dan TERGUGAT sepakat mengikatkan diri di dalam
Addendum Perjanjian Pelaksanaan Kontrak Kerja Sama Pembangunan Unit
RumahType 36/84, Nomor 08/PPKKS/UNIT RUMAH/CEN-BTR/V/10, tertanggal
20 Mei 2010 (KKS 08), dimana terdapat ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
(Bukti P-1)
a. Pasal 5 butir 1 menyatakan : Pembayaran hasil kerja adalahTermyn, dimana
PIHAK PERTAMA akan membayar hasil pekerjaan PIHAK KEDUA dengan
Termyn I (Pertama) progress 50% dibayar 25% = Rp. 877.500.000,- (Delapan
Ratus Tujuh Puluh Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah), Termyn II ( kedua )
Progress 100% dibayar 70% = Rp. 2.457.000.000,- (Dua Milyar Empat Ratus
Lima Puluh Tujuh Juta Rupiah). Sistem Pembayaran akan dibuktikan oleh
pembuatan berita acara bersama yang dinyatakan sah setelah diperiksa oleh
pengawas kedua belah PIHAK. Pembayaran akan dilakukan 14 hari setelah
pengajuan Invoice";
b. Pasal 5 butir 2 menyatakan; "Retensi sebesar 5% (lima persen) = Rp.
175.500.000,- (Seratus Tujuh Puluh Lima Juta Lima Ratus Ribu Rupiah), akan
dibayarkan 90 hari kalender (3 bulan), setelah BAST (Berita Acara Serah Terima)
pekerjaan 100% ditandatangani oleh kedua belah pihak";

2. Bahwa PENGGUGAT telah selesai melaksanakan kewajiban kepada pihak


TERGUGAT terkait Pelaksanaan Pekerjaan Perumahan Samudera Residence Unit
Rumah Type 36/84, yang berlokasi di Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
("Pekerjaan");

2
3. Bahwa pekerjaan tersebut telah dilaksanakan oleh PENGGUGAT secara penuh,
sesuai Berita Acara Serah Terima I (BAST I) (Bukti P-2) dan invoice tanggal 26
Desember 2011 senilai Rp. 73.710.000,- (tujuh puluh tiga juta tujuh ratus sepuluh
ribu rupiah) juga Berita Acara Pembayaran tanggal 26 Desember 2011 Nomor:
009/BAP-ll/CEN- BTR/XII/2011 (Bukti P-3) dan Berita Acara Serah Terima II
(BAST II) (Bukti P-4) dan invoice tertanggal 22 Februari 2012 sebesar Rp.
93.040.000,- (Sembilan puluh tiga juta empat puluh ribu rupiah) sesuai Berita Acara
Pembayaran tanggal 22 Februari 2012 dengan Nomor 010/BAP lll/CEN-BTR/ll/2012
(Bukti P-5);
4. Bahwa berdasarkan Berita Acara Potongan Biaya Perbaikan Rumah tanggal 21
Februari 2012, yang ditandatangani oleh Ir. Slamet Hindar W, selaku Pimpinan
Proyek PIHAK TERGUGAT dan PENGGUGAT selaku penanggung jawab proyek.
Berdasarkan surat ini potongan biaya yang dikenakan terhadap PENGGUGAT
sebesar Rp. 8.750.000,- (delapan juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) atas
perbaikan 35 unit rumah ;
5. Bahwa TERGUGAT masih belum memenuhi kewajibannya untuk pembayaran masa
retensi sebesar 5% dari nilai pekerjaan seluruhnya yaitu sejumlah Rp. 175.500.000,-
(seratus tujuh puluh lima juta lima ratus ribu rupiah) sesuai yang tercantum dalam
Pasal 5 butir 2 KKS 08;
6. Bahwa berdasarkan adanya Berita Acara Potongan Biaya Perbaikan Rumah tanggal
21 Februari 2012 sebesar Rp. 8.750.000,- (delapan juta tujuh ratus lima puluh ribu
rupiah), kewajiban TERGUGAT menjadi sebesar Rp. 166.750.000,- (seratus enam
puluh enam juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah);
7. Bahwa hingga Gugatan a-quo PENGGUGAT ajukan terhadap TERGUGAT,
TERGUGAT belum melaksanakan kewajibannya tanpa adanya alasan yang jelas
padahal PENGGUGAT telah memberikan peringatan melalui Surat Somasi II Our
Ref 198/AA.XI/2012, tertanggal 6 Juni 2012;
8. Bahwa atas tindakan TERGUGAT yang dengan sengaja telah melakukan ingkar
janji/wanprestasi terhadap KKS 08 {vide Bukti P-l), maka PENGGUGAT saat ini
mengajukan Gugatan wanprestasi terhadap TERGUGAT;
9. Bahwa akibat perbuatan wanprestasi yang dialami PENGGUGAT akibat perbuatan
TERGUGAT, maka PENGGUGAT mengalami kerugian sebagai berikut :
Kerugian Materiil
Nilai pokok kewajiban TERGUGATterhadap PENGGUGAT berdasarkan Perjanjian
dalam perkara a quo sebesar Rp. 166.750.000,- (seratus enam puluh enam juta tujuh
ratus lima pulyh ribu rupiah);
Bahwa kemudian, atas kerugian nilai pokok kewajiban ini PENGGUGAT juga
berhak untuk mendapatkan pembayaran atas bunga mengingat adanya kerugian akibat
keuntungan yang seharusnya diperoleh PENGGUGAT dari TERGUGAT, yang

3
apabila diinvestasikan mendapatkan bunga yang lazim menurut hukum perdata dan
Suku Bunga Bank Indonesia yaitu sebesar 6 % (enam persen) per bulan sejak jatuh
tempo dalam Perjanjian hingga Putusan dijatuhkan ; Dengan demikian total Kerugian
Materiil adalah Rp. 166.750.000,- (seratus enam puluh enam juta tujuh ratus lima
puluh ribu rupiah) dengan ditambah bunga 6% (enam persen) per bulan;
10. Bahwa oleh karena gugatan ini didasarkan pada bukti-bukti yang sah dan meyakinkan
menurut hukum, maka PENGGUGAT mohon agar terhadap putusan ini dapat
dilaksanakan terlebih dahulu meskipun ada upaya hukum, verzet, banding, kasasi,
atau upaya hukum lainnya (uit voerbaar bij Voorraad) untuk mencegah kerugian yang
lebih besar bagi PENGGUGAT;

PERMOHONAN SITA JAMINAN

11. Bahwa untuk menjamin agar gugatan ini tidak menjadi sia-sia (illusoir), maka
PENGGUGAT mencadangkan haknya untuk mengajukan sita jaminan yang akan
dimohonkan kemudian selama proses persidangan berlangsung ;

2. JAWABAN
Atas gugatan Penggugat tersebut Tergugat telah menyampaikan jawaban tanggal 28
November 2013, yang pada pokoknya sebagai berikut :
1) Bahwa Tergugat menyangkal secara tegas dalil Penggugat kecuali yang telah
diakui secara tegas dan nyata oleh Pihak Tergugat;
2) Bahwa Tergugat mengakui dalil gugatan Penggugat khususnya pada butir 6
(enam) halaman 3 yang mengatakan kewajiban Tergugat menjadi sebesar Rp.
166.750.000,- (seratus enam puluh enam juta tujuh ratus lima puluh ribu
rupiah);
3) Bahwa Tergugat menolak dalil gugatan Penggugat butir 7 halaman 3 yang
mengatakan antara lain Tergugat belum melaksanakan kewajibannya tanpa
alasan yang jelas padahal Penggugat telah memberikan peringatan melalui
surat somasi dst Bahwa apa yang dikatakan Penggugat tersebut adalah tidak
benar,Tergugat bukan berniat untuk tidak membayar kewajiban Tergugat
kepada Penggugat akan tetapi Tergugat telah berulangkali mengingatkan
kepada Penggugat untuk segera memusyawarahkan terlebih dahulu dengan
Intervenient ( Sdr. Aldus Rompas ) mengenai hutang Penggugat kepada Sdr.
Aldus Rompas yang telah selesai melaksanakan pekerjaan pembuatan Saluran
Utama Air di Perumahan Samudera Residence milik Tergugat, pekerjaan
mana menjadi tanggugangjawab Penggugat yang karena pada saat itu belum
selesai pengerjaannya , kemudian oleh Penggugat sisa pekerjaan Saluran Air
Utama tersebut diserahkan kepada Intervenient (Sdr. Aldus Rompas);

4
4) Bahwa untuk itu Penggugat telah membuat Surat Pernyataan yang ditulis
sendiri oleh Penggugat tertanggal 27 Agustus 2011, yang isinya antara lain :
menyatakan akan mengadakan pertemuan untuk penyelesaian masalah
pembayaran terhadap Bapak Aldus Rompas sebesar Rp. 77.515.000,- (tujuh
puluh tujuh juta lima ratus lima belas ribu rupiah), pernyataan mana tidak
pernah dipenuhi realisasinya oleh Penggugat;
5) Bahwa setelah pembuatan surat pernyataan tersebut diatas, Tergugat pernah
mengundang Penggugat untuk memusyawarahkan hal tersebut diatas dengan
Pihak Intervenient akan tetapi Penggugat tidak pernah mau memenuhi
undangan Tergugat;
6) Bahwa Pihak Tergugat mengetahui secara pasti pekerjaan Saluran air Utama
dimaksud dikerjakan oleh Intervenient Sdr. Aldus Rompas dan yang menjadi
sebab utama Tergugat belum membayar/melunasi kewajiban Tergugat kepada
Penggugat adalah karena Sdr. Aldus Rompas pernah secara lisan dan
belakangan menulis surat kepada Pihak Tergugat yang isinya apabila
Penggugat tidak juga mau membayar hutangnya kepada Intervenient (Aldus
Rompas) maka Saluran Air Utama yang pernah dikerjakannya akan dibongkar
kembali oleh Sdr. Aldus Rompas, untuk itu agar Tergugat tidak dirugikan
maka perlu ada musyawarah penyelesaian pembayaran dengan Sdr. Aldus
Rompas yang nantinya setelah terjadi kesepakatan bersama maka Tergugat
akan membayar sisa tagihan kepada Penggugat sebesar Rp. 166.750.000,-
(Seratus enam puluh enam juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) akan tetapi
sebelumnya harus dipotong tagihan Intervenient (Aldus Rompas) kepada
Penggugat sebesar Rp. 77.515.000,- (tujuh puluh tujuh juta lima ratus lima
belas ribu rupiah) , jadi kewajiban pelunasan Tergugat kepada Penggugat
setelah dikurangi dengan tagihan Intervenient adalah sebesar Rp. 89.235.000,-
(Delapan puluh sembilan juta dua ratus tiga puluh lima ribu rupiah);
7) Bahwa patut diduga Pihak Penggugat sejak awal telah mempunyai niat tidak
baik karena pemberian pekerjaan Saluran Air Utama seperti tersebut diatas
dari Penggugat kepada Sdr. Aldus Rompas karena sudah saling kenal
mengenai maka tidak dibuatkan Surat Perintah Kerja (SPK) jadi perjanjian
kerja antara Penggugat dengan Intervenient hanya merupakan gentlemen
Agreement , untuk itu Pihak Penggugat dengan sengaja memanfaatkan
kelemahan kesepakatan tersebut diatas untuk menghindari membayar
kewajibannya kepada Intervenient;
8) Bahwa Pihak Tergugat menolak dalil gugatan Penggugat yang menginginkan
pembayaran atas pembayaran atas bunga 6% (enam persen) per bulan karena
yang menyababkan hingga masalah ini berlarut- larut adalah Penggugat
sendiri yang tidak mau membayar kewajibannya kepada Pihak Intervenient

5
yang berdampak langsung kepada Tergugat apabila Sdr. Aldus Rompas
membongkar kembali pekerjaan dimaksud;
9) Bahwa Pihak Tergugat menolak dalil gugatan Penggugat selain dan
selebihnya antara lain agar putusan atas perkara ini dapat dilaksanakan
terlebih dahulu (Uit voerbaar bij voorraad) , maupun permohonan Sita
Jaminan yang obyeknya belum ditentukan baik jenis dan letak barang yang
akan diletakkan sita Jaminan, karena Tergugat tidak berniat untuk tidak
membayar kewajibannya justru pihak Penggugat yang mempunyai itikad tidak
baik karena tidak mau membayar kewajibannya kepada Intervenient sehingga
menyebabkan masalah ini jadi berlarut-larut;

D. BUKTI-BUKTI
1. BUKTI PENGGUGAT
1. Bukti P-1 : Addendum Perjanjian Pelaksanaan Kontrak Kerja Sama Pembangunan
Unit Rumah Type 36/84, Nomor : 08/PPKKS/UNIT RUMAH/CEN-BTR/V/10,
Lokasi : Tajur Halang, Kab.Bogor, tanggal 20 Mei 2010, di Jakarta, yang
ditandatangani oleh Tergugat dan Penggugat ; (copy)
2. Bukti P-2 : Bukti Berita Acara Serah terima I (BAST I) Rumah , tanggal 26
Desember 2011 terhadap 42 unit Rumah, yang ditandatangani oleh Penggugat dan
Tergugat ; (copy)
3. Bukti P-3 : Berita Acara Pembayaran Nomor : 009/BAP-II/CEN-BTR/XII/2011,
tanggal 26 Desember 2011; (copy) 4. Bukti P-4 : Berita Acara Serah Teerima II
(BAST II) Rumah, tanggal 22 Februari 2012 terhadap 58 unit rumah yang
ditandatangani oleh Penggugat dan Tergugat; (sesuai dengan asli)
4. Bukti P-5 : Berita Acara Pembayaran Nomor : 010/BAP/III/CEN-BTR/II/2012,
tanggal 22 Februari 2012 dan Invoice tanggal 22 Februari 2012 ; (Copy)

SAKSI-SAKSI PIHAK PENGGUGAT


1. Saksi HISAR SITANGGANG, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan
sebagai berikut :
Bahwa saksi adalah mantan karyawan Penggugat yang bekerja di bagian
keuangan dan juga yang merangkap sebagai pengawas proyek pada
pembangunan 100 (seratus) unit rumah yang berlokasi di Tajur Halang,
Kab.Bogor ;
Bahwa saksi mengetahui telah adanya Addendum Peerjanjian Kerjasama antara
Penggugat dengan Tergugat terhadap proyek pembangunan 100 (seratus) unit
rumah yang berlokasi di Tajur halang, Kab. Bogor ;
Bahwa atas pelaksanaan proyek tersebut, Penggugat telah menyelesaikan
proyek sesuai dengan Berita Acara serah Terima I (BAST I) Rumah dan Berita

6
Acara Serah Terima II (BAST II) Rumah, dimana sesuai dengan BAST II
proyek telah selesai dilaksanakan 100%;
Bahwa atas penyelesaian proyek 100% yang dimaksud, Saksi telah
menyampaikan tagihan/invoice secara langsung kepada Tergugat yang
diterima oleh Yusuf selaku manager di Tergugat; Bahwa sejak berhenti
sebagai karyawan Penggugat sekitar bulan Maret 2012 yang lalu,
sepengetahuan Saksi, Tergugat belum menyelesaikan kewajibannya kepada
Penggugat sesuai dengan nilai tagihan/invoice yang pernah disampaikan
kepada Tergugat;
Bahwa terkait dengan intervensi Sdr. Aldus Rompas dalam perkara ini, Saksi
menerangkan mengenal sdr. Aldus Rompas dan hanya sebatas mengenal saja
dan tidak pernah mengetahui dan/atau melihat mengenai kontrak secara
tertulis antara Sdr.Aldus Rompas dengan Penggugat terkait dengan
pelaksanaan proyek sebagaimana diatur didalam Addendum Perjanjian
Kerjasama antara Penggugat dengan Tergugat ;
2. Saksi SUKARNO, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :
Bahwa saksi adalah mantan karyawan Penggugat yang bekerja sebagai tukang
pada saat proyek pembangunan 100 (seratus) unit rumah yang berlokasi di
Tajur Halang, Kab. Bogor; Bahwa saksi mengetahui Penggugat telah
menyelesaikan pekerjaan pembangunan 100 (seratus) unit rumah yang
berlokasi di Tajur Halang, Kab.Bogor;

2. BUKTI-BUKTI TERGUGAT
Tergugat telah mengajukan alat - alat bukti surat yang telah dilegalisir dan
diberi materai cukup , berupa :
1. Bukti T-1 : Surat Pernyataan diatas meterai dari Sdr.Batara Sitanggang tertanggal
27 Agustus 2011; (sesuai dengan asli)
2. 2. Bukti T-2 : Surat dari Sdr. Aldus Rompas kepada Tergugat Bpk. Irwan Sucipto
Adi, selaku Direktur Utama PT. Citra Ekatama Nusantara pada tertanggal 22
Oktober 2012 ; (sesuai dengan asli)
3. Bukti T-3 : Bukti 2 lembar Cek yang dikeluarkan oleh PT. Bunga Tanjung Raya
No.251567 dan tertanggal 23 Desember 2010 dan No.251566 tertanggal 31
Desember 2010 dan ditanda tangani oleh sdr. Batara Sitanggang selaku Direktur
Utama ; (sesuai dengan asli)
4. Bukti T-4 : Bukti Rincian Matrial pengerjaan saluran air uatma dari sr. Aldus
Rompas tertanggal 27 Pebruari 2011 ; (sesuai dengan asli)

7
SAKSI-SAKSI TERGUGAT

1. Saksi ALDUS ROMPAS, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut
Bahwa saksi adalah yang nengerjakan Saluran Air Utama di samudera
Residence di tajur Halang, Bogor milik Tergugat;
Bahwa saksi mengetahui adanya Kerjasama antara Penggugat dengan
Tergugat terhadap proyek pembangunan 100 (seratus) unit rumah yang
berlokasi di tajur Halang, Kab. Bogor ;
Bahwa saksi mengerjakan saluran Air Utama di Samudera Residen Tajur
Halang milik Tergugat yang mana oekerjaan tersebut didapat dari sdr. Batara
Sitanggang Bahwa atas pekeerjaan Saluran Air Utama yang dimaksud, saksi
mengakui bahwa tidak ada perjanjian tertulis antara saksi dengan Sdr.Batara
Sitanggang;
Bahwa saksi mengetahui Tergugat mempunyai kewajiban kepada Penggugat
terhadap pembayaran retensi atas pelaksanaan proyek pembangunan 100
(seratus) unit rumah yang berlokasi di tajur Halang, kab. Bogor ;
Bahwa saksi mengakui kewajiban atas retensi tersebut belum dibayar oleh
Tergugat kepada Penggugat, oleh karena adanya kewajiban Sdr.Batara
Sitanggang kepada saksi atas sisa pembayaran pengerjaan Saluran Air Utama ;

2. Saksi SUGENG, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagaI berikut :


Bahwa saksi addalah karyawan Tergugat yang bekerja sebagai mandor pada
saat proyek pembangunan 100 (seratus) unit rumah yang berlokasi di Tajur
Halang, kab.Bogor;
Bahwa saksi mengetahui adanya pekerjaan saluran air yang dikerjakan oleh
Sdr. Aldus Rompas;
Bahwa Saksi mengetahui mengenai retensi yang harus dibayar oleh Tergugat
kepada Penggugat dan saksi menyatakan hal itu belum dilaksanakan oleh
Tergugat oleh karena pengerjaan saluran air utama yang dikerjakan oleh sdr.
Aldus Rompas belum dibayar oleh Sdr. Batara ;
3. Saksi H.MAULANA YUSUF, dbawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai
berikut :
Bahwa saksi adalah General manager Tergugat yang masih bekerja hingga
sekarang pada saat memberikan kesaksian ini dipersidangan;
Bahwa sebelum saksi memberikan keterangannya, Penggugat telah mengajukan
keberatan atas keberadaan saksi oleh karena masih mempunyai hubungan kerja
dan/atau menerima upah dari tergugat sebagaimana diatur didalam pasal 144 ayat
(2) HIR , dimana hal obyektif, dan atas pertimbangan Majelis Hakim menyatakan
keberatan Penggugat akan dicatat ;

8
Bahwa Saksi mengakui adanya hubungan kerjasama antara Penggugat dengan
Tergugat dalam pengerjaan proyek pembangunan 100 (seratus) unit rumah yang
berlokasi di Tajur Halang, Kab.Bogor;
Bahwa saksi mengakui mengenai pembayaran retensi kepada Penggugat akan
dilakukan 90 (sembilanpuluh) hari setelah pekerjaan selesai ;
Bahwa saksi mengakui pembayaran retensi belum dilaksanakan oleh Tergugat
kepada Penggugat oleh karena adanya penyataan dari Sdr.Batara yang
menyatakan saya bersedia sisa tagihan saya untuk ditahan oleh Tergugat sampai
masalah antara saya dengan sdr.Aldus Rompas diselesaikan secara kekeluargaan;
Bahwa saksi sebagai Geneeral Maneger Tergugat menyatakan tidak mengetahui
secara rinci Perjanjian Kerjasama antara Penggugat dengan Tergugat ;

E. PERTIMBANGAN HAKIM

Menimbang, bahwa Penggugat dalam gugatannya pada pokoknya menyatakan Tergugat telah
melakukan perbuatan wanprestasi terhadap Penggugat karena belum memenuhi kewajibannya
untuk pembayaran masa retensi sebesar 5% dari nilai pekerjaan seluruhnya berdasarkan
Addendum Perjanjian Pelaksanaan Kontrak Kerjasama Pembangunan Unit Rumah Type 36/84,
Nomor : 08/PPKS/Unit/Rumah/CEN-BTR/V/10, tertanggal 20 Mei 2010 yaitu sejumlah Rp.
175.000.000.000,- (seratus tujuh puluh lima juta rupiah) dipotong biaya perbaikan rumah Rp.
8.750.000,- (delapan juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) = Rp. 166.750.000,- (seratus enam
puluh enam juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah); -----------------------------------------------------

Menimbang, bahwa atas dalil gugatan Penggugat tersebut, pada pokoknya Tergugat
membenarkannya, namun bukannya Tergugat tidak mau membayar kewajibannya kepada
Penggugat , akan tetapi Tergugat minta kepada Penggugat untuk segera memusyawarahkan
terlebih dahulu angsuran Saudara Aldus Rompas mengenai hutang Penggugat kepada Sdr. Aldus
Rompas yang telah selesai melaksanakan pekerjaan pembuatan saluran utama air di Perumahan
Residen milik Tergugat, pekerjaan mana menjadi tanggung jawab Penggugat karena pada saat itu
belum selesai mengerjakannya kemudian oleh Penggugat sisa perkerjaan saluran air utama
tersebut diserahkan kepada sdr. Aldus Rompas dan Penggugat telah membuat Surat Pernyataan
yang ditulis sendiri oleh Penggugat tertanggal 27 Agustus 2011, yang isinya antara lain
menyatakan akan mengadakan pertemuan untuk menyelesaikan masalah pembayaran terhadap
Sdr.Aldus Rompas sebesar Rp. 77.515.000,- (tujuh puluh tujuh juta lima ratus lima belas ribu
rupiah), Pernyataan mana tidak pernah dipenuhi realisasinya oleh Penggugat ; ------------

Menimbang, bahwa setelah Majelis hakim mencermati Jawab Jinawab antara Penggugat
dengan Tergugat, serta surat-surat bukti yang diajukan kedua belah pihak dapat disimpulkan
adanya fakta hukum sebagai berikut

9
1. Bahwa antara Penggugat dan Tergugat telah mengikatkan diri didalam addendum
perjanjian pelaksanaan kontrak kerjasama pembangunan unit rumah Type 36/84, Nomor :
08/PPKKS/Unit Rumah/CEN-BTR/V/10 tanggal 20 Mei 2010 (KKS 08);
2. Bahwa dalam perjanjian tersebut, telah diatur tentang refensi sebesar 5% (lima persen) =
Rp. 175.500.000,- (seratus tujuh puluh lima juta lima ratus ribu rupiah) yang akan
dibayarkan 90 hari kalender (3 bulan) setelah BAST (Berita Acara Serah Terima)
pekerjaan 100% ;
3. Bahwa pekerjaan tersebut telah dilaksanakan oleh Penggugat secara penuh, akan tetapi
Tergugat masih belum memenuhi kewajibannya untuk pembayaran masa retensi sebesar
5% dari nilai pekerjaan seluruhnya sejumlah Rp. 175.500.000,- (seratus tujuh puluh lima
juta lima ratus ribu rupiah) di potong biaya perbaikan rumah tanggal 21 Februari 2012 =
Rp. 8.750.000,- (delapan juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) = Rp. 166.750.000,-
(seratus enam puluh enam juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) ;
4. Bahwa Penggugat telah memberikan peeringatan melalui Surat Somasi kepada Tergugat,
namun sampai sekarang belum melaksanakan kewajibannya dengan alasan untuk
dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan Sdr. Aldus Rompas, mengenai hutang
Penggugat kepada Sdr. Aldus Rompas yang telah selesai melaksanakan pekerjaan
pembuatan saluran utama air di Perumahan Samudera Residence milik Tergugat,
pekerjaan mana menjadi tanggung jawab Penggugat karena pada saat itu belum selesai
kemudian oleh Penggugat sisa pekerjaan saluran air utama tersebut diserahkan kepada
Aldus Rompas;

Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim mencermati dalil gugatan Penggugat dan jawaban
Tergugat, maka pokok permasalahan perkara aquo adalah apakah benar secara hukum Tergugat
telah cidera janji/wanprestasi dengan tidak membayar retensi sebesar 5% sebagaimana yang
telah diperjanjikan dalam addendum perjanjian antara Penggugat dengan Tergugat pada tanggal
20 Mei 2010 (Bukti P-1);

Menimbang, bahwa secara hukum Tergugat dapat dinyatakan wanprestasi apabila :

a. Tidak memenuhi prestasi;

b. Terlambat memenuhi prestasi;

c. Memenuhi prestasi secaratidak baik;

d. Melakukan sesuatu yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukan;

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta hukum tersebut diatas ddan dikaitkan dengan
ketentuan hukum tentang perjanjian khususnya Pasal 1313 KUHPerdata, Pasal 1338
KUHPerdata, Pasal 1340 KUHPerdata dan pasal 1320 KUHPerdata , maka Majelis akan
mempertimbangkan sebagai berikut : ---

10
Menimbang, bahwa dalil gugatan Penggugat sebagaimana termuat dalam addendum
Perjanjian Pelaksanaan Kontrak Kerjasama Pembangunan unit Rumah Type 36/84 Nomor
08/PPKKS/Unit Rumah/CEN-BTR/U/10 tertanggal 20 Mei 2010 (KKS 08) yang
ditandatangani oleh Penggugat dan Tergugat (bukti P-1) dan pekeerjaan tersebut telah
dilaksanakan oleh Penggugat secara penuh (bukti P-2, P-3, P-4 dan P-5), namun demikian pihak
Tergugat ternyata belum memenuhi kewajibannya untuk pembayaran maka retensi sebesar 5%
dari nilai pekerjaan secara keseluruhan yaitu sejumlah Rp. 175.500.000.000,- (seratus tujuh
puluh lima juta lima ratus ribu rupiah) sebagaimana yang tercantum dalam pasal 5 butir 2 KKS
08(bukti P-1) dipotong dengan biaya perbaikan rumah tanggal 21 Februari 2012 sebesar Rp.
8.750.000.,- (delapan juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) = Rp.166.750.000,- (seratus enam
puluh enam juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) yang seharusnya telah dilaksanakan 90 hari
kalender setelah BAST II tanggal 22 Februari 2012 atau seharusnya telah dibayar sepenuhnya
selambat-lambatnya tanggal 22 Mei 2012, dan Penggugat telah melakukan tegoran kepada
Tergugat (bukti P-5) dan hal itu di akui oleh Tergugat dalam jawabannya serta dibenarkan oleh
saksi Penggugat Hisar Sitanggang dan saksi Sukarno maupun oleh saksi Tergugat Aldus
Rompas, H. Maulana Yususf dan Sugeng, namun Tergugat tetap tidak mau melaksanakan
kewajibannya sebagaimana yang telah ditentukan dalam perjanjian dengan alasan harus
dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan Sdr. Aldus Rompas yang telah selesai melaksanakan
pekerjaan pembuatan saluran utama air di Perumahan Samudera Residen milik Tergugat, karena
pekerjaan tersebut belum selesai kemudian oleh Penggugat sisa pekerjaan saluran air utama
tersebut diserahkan kepada Aldus Rompas

F. AMAR PUTUSAN
1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian; -----------------------------
2. Menyatakan Tergugat telah melakukan perbuatan wanprestasi terhadap Penggugat
sehubungan dengan kewajiban Tergugat berdasarkan Addendum Perjanjian Pelaksanaan
Kontrak Kerjasama Pembangunan unit rumah Type 36/84, Nomor : 08/PPKKS/Unit
Rumah/CEN BTR/V/10 tertanggal 20 Mei 2010; ---------------------------------------------
3. Menghukum Tergugat untuk memenuhi ganti rugi sejumlah kerugian Materiil Rp.
166.750.000,- (seratus enam puluh enam juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) dengan
ditambah bunga 1 % (satu persen) perbulan kepada Penggugat ; ------------------------------
4. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara ini sebesar Rp. 916.000,-
(sembilan ratus enam belas ribu rupiah); -----------------------------
5. Menolak gugatan Penggugat untuk selain dan selebihnya ; ------------------

11
G. ANALISA

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa Hakim dalam tugasnya mencari keadilan
seadil-adilnya dalam memutuskan sebuah perkara sengketa melakukan pencarian hukum
(rechfinding) dengan metode dan sudut pandang Yuridis. Dimana setelah hakim melihat fakta-
fakta hukum yang ada ia kemudian mencari kriteria-kriteria seseorang yang melakukan
Wanprestasi. Karena itu Majelis Hakim kemudian dalam keputusannya menyatakan bahwa
Petitum 2 dan 3 dikabulkan yaitu tuntutan yang berisi (2) Menyatakan Tergugat telah melakukan
Wanprestasi dan (3) Menghukum tergugat untuk memenuhi kewajibannya sesuai dengan
Adendum Perjanjian sebesar Rp. 166.750.000,- (seratus enam puluh enam juta tujuh ratus lima
puluh ribu rupiah) .
Dalam hal ini hakim benar-benar menilai bahwa setiap perjanjian yang disetujui dalam suatu
perjanjian akan menjadi Hukum yang mengikat bagi kedua belah pihak, tidak boleh merugikan
orang lain dan juga tidak boleh menguntungkan orang lain, serta hanya bisa gugur apabila kedua
belah pihak yang mengikatkan diri sepakat untuk melepasnya, sebagaimana dalam :

Pasal 1313 KUHPerdata ; Suatu Persetujuan adalah suatu perbuatan di mana suatu orang
atau lebih mengikatkan diri terhadap satu orang lain atau lebih

Pasal 1338 KUHPerdata ; Semua Persetujuan yang dibuat sesuai dengan Undang-Undang
berlaku sebagai Undang-Undang bagi mereka yang membuatnya, persetujuan ini tidak dapat
ditarik kembali selain dengan kesepakatan kedua belah pihak, atau karena alasaan-alasan yang
diatur oleh Undang-Undang. Persetujuan harus dilaksanakan dengan itikad baik.

Pasal 1340 KUHPerdata ; Persetujuan hanya berlaku antara pihak-pihak yang membuatnya,
persetujuan tidak dapat merugikan pihak ketiga, persetujuan tidak dapat memberikan
keuntungan kapada pihak ketiga, selain ditentukan dalam pasal 1317.

Pasal 1320 KUHPerdata ; Supaya terjadi persetujuan yang sah, perlu dipenuhi empat syarat:
1) Kesepakatan mereka yang mengikatkan dirinya, 2). Kecakapan untuk membuat suatu
perikatan. 3). Suatu pokok persoalan tertentu, 4). Suatu sebab yang tidak terlarang.
sehingga hakim dalam memberikan keputusan cenderung kembali melihat apa isi dari perjanjian
tersebut, karena dalam isi perjanjian tersebutlah fakta hukum yang mengikat kedua belah pihak
berada, seperti keterikatan keduanya secara hukum dalam suatu perikatan perjanjian kerjasama
dalam Bukti (P-1) yang dibawa oleh penggugat.

Beberapa Aspek
1. Aspek Yuridis

Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa dalam kasus ini Majelis Hakim cenderung
memutus perkara dengan aspek Yuridis, dimana dalam penalarannya menmukan isu hokum yang
ada Hakim mencari fakta-fakta hokum melalui sumber-sumber hokum yang ada dalam
persengketaan.

Hal ini memang sudah selazimnya dilakukan oleh seorang hakim untuk mencari fakta-
fakta hukum dan peraturan-peraturan hukum yang mengatur.

12
2. Aspek Filosopis
Aspek Filosopis meliputi aspek mendasar dari putusan yang diberikan oleh hakim
terhadap sebuah perkara, yang tentu dalam maslah hukum, aspek mendasar yang harus selalu
diperhatiakan dalam mengambil sebuah keputusan adalah nilai-nilai keadilan yang terkandung
dalam sebuah putusan. Meskipun keadilan selalu dimaknai secara meluas dan bahkan dikatakan
tidak mungkin untuk mencapai keadilan bagi kedua belah pihak yang bersengketa dalam suatu
peradilan.

Namun dalam kasus ini kami melihat bagaimana hakim dengan etika hukumnya secara
cermat melihat inti permaslahan yang terjadi serta dalam menentukan fakta-fakta hukum yang
ada selama berjalannya persidangan, sampai pada akhirnya mengeluarkan putusan dengan
maksud untuk mengembalikan hak-hak pihak penggugat yang tidak diberikan oleh pihak
tergugat sesuai dengan fakta-fakta hukum yang ditemukan. Dalam hal ini menrut saya hakim
sudah memenuhi aspek filosopis yaitu dengan mengembalikan hak yang harusnya memang sejak
awal dimilki oleh penggugat dan meminta tergugat untuk melaksanakan tanggung jawabnya.
Walaupun tidak seadil yang diidamkan oleh kedua belah pihak.

H. PENUTUP (KESIMPULAN)
Pada kesimpulannya setelah melihat bagaimana hakim mengambil keputusan dalam perkara
Wanprestasi ini, saya melihat bahwa seorang hakim atau Majelis Hakim dalam
menyelesikan sebuah perkara sebenarnya mempunyai banyak cara dan metode yang boleh
digunakan, selama itu sesuai dengan yuridiksi hukum yang ada. Penyelesian dengan
menitikberatkan pada hukum yang mengatur, ataupun dengan memperhatikan aspek-aspek
lain seperti sosiologis, antropologis, filosopis, tergantung kembali pada kemampuan atau
nalar hakim dalam mengolah semua peraturan Nasional yang berlaku disesuaikan dengan
isu yang ada dalam sebuah perkara (rechfinding) untuk mencapai nilai hukum dan memutus
seadil-adilnya.

13