Anda di halaman 1dari 16

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK

DINAS KESEHATAN
UPT. PUSKESMAS KEBOMAS
Jl. Sunan Giri No.31 Kebomas Gresik Tlp. (031) 3985880

KEGIATAN PENINGKATAN MUTU PENGAWASAN TERHADAP TPM JAJANAN


DI LINGKUNGAN PUSKESMAS KEBOMAS

PENDAHULUAN
-
Latar Belakang
-Sesuai dengan strategi Indonesia sehat tahun 2010 dan kebutuhan pembangunan sektor kesehatan di era desentralisasi ini, Departemen
Kesehatan Republik Indonesia sudah menetapkan visi dan misi Puskesmas. Visi pembangunan kesehatan melalui Puskesmas adalah
terwujudnya Kecamatan sehat tahun 2010. Kecamatan sehat merupakan gambaran masyarakat kecamatan masa depan yang hidup di
lingkungan yang sehat dan prilaku hidup masyarakat yang juga sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang ada di wilayahnya
serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.1
-Pencapaian visi Indonesia 2010 dapat dicapai dengan menggerakan Puskesmas sebagai pelaksana teknis Dinas Kesehatan terbawah
yang memiliki enam kewajiban yang harus dilaksanakan, yaitu upaya promosi kesehatan, kesehatan lingkungan (Kesling), kesehatan ibu
anak dan keluarga berencana, perbaikan gizi masyarakat, pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, serta pengobatan.2
-Di Puskesmas Harapan Raya program Kesling adalah merupakan salah satu program yang telah berjalan dengan baik. Program Kesling
yang dilaksanakan di Puskesmas Harapan Raya secara umum yaitu pengawasan terhadap tempat-tempat umum (TTU), pengawasan
terhadap tempat pengolahan makanan (TPM) dan pengawasan terhadap industri rumah tangga. Program yang dituangkan dalam tugas
intregasi kepada petugas Kesling adalah melaksanakan program UKS, melaksanakan kunjungan TK, melaksanakan kungjungan SD,
melaksanakan kunjungan rumah, melaksanakan kunjungan TTU, melaksanakan kunjungan TPM, serta penanggulangan DBD.3
-Laporan pelayanan Kesling Puskemas Harapan Raya pada tahun 2007 menunjukan 90% warga memiliki sumber air bersih,
98.80% warga memiliki jamban dan 89.77% warga memiliki sistem pengelolaan air limbah dengan baik. Sanitasi pada TTU telah mencapai
100% memenuhi syarat. Tempat pembuangan sampah (TPS) sementara warga dalam kodisi yang sangat baik yaitu mencapai 100% untuk 2
TPS yang diawasi oleh Kesling. Jumlah persentase air bersih yang memenuhi persyaratan didapatkan angka 100%, dan perincian sarana
ibadah yang baik juga mencapai 100%, sedangkan untuk penyakit berbasis lingkungan terbanyak adalah demam berdarah 63 kasus, diare 6
kasus dan 18 kasus scabies.4
-Penyakit diare merupakan salah satu yang sering terjadi akibat kurang diperhatikannya kebersihan pengolahan makanan dan bisa
menyebabkan Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti halnya Kolera dengan jumlah penderita yang banyak dalam waktu yang singkat. Kasus
diare lebih banyak terjadi akibat makanan yang mengandung mikroba atau tercemar bakteri. Dilihat dari penyebabnya, dapat dipastikan
para produsen makanan, terutama yang berskala kecil, kurang memperhatikan higienis dan sanitasi makanan.5,6
-Surat Keputusan Menteri Kesehatan No 942/MENKES/SK/VII/2003 menyebutkan bahwa akan dilakukan pendataan pedagang
makanan jajanan/kaki lima di sekitar sekolah/kantor/pasar atau kelompok di sentra pedagang jajanan. Makanan Jajanan yang telah
terdaftar diberikan stiker tanda terdaftar dan wajib memasang stiker tanda terdaftar pada sarana penjaja makanan jajanan yang
dikelolanya. Hasil laporan pendataan meliputi : jenis/nama makanan jajanan dan sentra makanan jajanan, alamat, nama pemilik, nama
dan jumlah penjamah, keanggotaan kelompok/assosiasi, sarana dan lokasi penjualan, setiap gedung perkantoran/ sekolah/ pusat
PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK
DINAS KESEHATAN
UPT. PUSKESMAS KEBOMAS
Jl. Sunan Giri No.31 Kebomas Gresik Tlp. (031) 3985880

perdagangan/ daerah kegiatan pariwisata yang mempunyai kelompok makanan jajanan atau belum berupa kelompok dilakukan penataan
untuk menjadi sentra makanan jajanan agar mudah dilakukan pembinaan perlu percontohan sentra makanan jajanan di sekolah.7
-Puskesamas Harapan Raya melaksanakan program pengawasan terhadap TPM hanya terhadap para pengusaha tempat penjualan
makanan yang memiliki surat izin berusaha seperti rumah makan, kafe ataupun warung-warung makan. Data pengawasan terhadap TPM
makanan jajanan belum ada, yang seharusnya menurut Departemen Kesehatan harus dilakuakan pengawasan dan pembinaan oleh
Puskesmas.8
-Kegiatan yang berhubungan dengan perilaku masyarakat seperti cakupan air bersih, sanitasi serta penyehatan rumah tidak mencapai
target dikarenakan ada beberapa kemungkinan yaitu :
1. kondisi ekonomi yang tidak mampu untuk membangun sarana
2. kebiasaan yang kurang sehat secara turun temurun yang sulit dirubah
3. kurang mengetahui tentang manfaat yang didapat apabila melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat
4. Kegiatan yang berhubungan dengan peran aktif petugas seperti Inspeksi Sanitasi dasar ada yang tidak mencapai target karena terbatasnya
waktu serta petugas yang merangkap program lain.9
-Berdasarkan observasi dan wanacara, maka penulis merasa perlu untuk meningkatkan mutu program pengawasan terhadap TPM oleh
Puskesmas Harapan Raya, terutama jenis makanan jajanan agar berjalan sesuai standar, sehingga TPM jajanan dapat mengelola
produksinya lebih baik dan diharapkan hasil produksinya tetap aman dan sehat untuk dikonsumsi oleh konsumen, serta berharap pihak
kesehatan secara lintas sektoral lebih memperhatikan kebersihan TPM jajanan berskala kecil terutama di wilayah kerja Puskesmas
Harapan Raya.
-
Tujuan Kegiatan
A. Tujuan umum
-Mengetahui berbagai permasalahan dalam pengawasan terhadap TPM dan membantu dalam upaya peningkatan program pengawasan
TPM dengan mencari solusi di lingkungan kesehatan Puskesmas Harapan Raya.
B. Tujuan khusus
1. Mendapatkan solusi dan alternatif pemecahan masalah yang ditemukan
2. Meningkatkan mutu program pengawasan kebersihan terhadap TPM jajanan di lingkungan kesehatan Puskesmas Harapan Raya.
-
-
TINJAUAN PUSTAKA
-
-Program Kesehatan Lingkungan pada masyarakat adalah bagian dari program pembangunan kesehatan nasional. Tujuan utamanya
adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kemandirian masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan dengan titik berat pada upaya
peningkatan kualitas hidup dan pencegahan penyakit disamping pengobatan dan pemulihan. Indikator yang akan dicapai adalah
meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat, meningkatnya industri dan tempat-tempat umum yang sehat,
menurunnya angka penyakit diare, demam berdarah dan penyakit akibat kurang sehatnya lingkungan disekitar masyarakat. 10
PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK
DINAS KESEHATAN
UPT. PUSKESMAS KEBOMAS
Jl. Sunan Giri No.31 Kebomas Gresik Tlp. (031) 3985880

-Penyakit diare merupakan salah satu yang sering terjadi akibat kurang diperhatikannya kebersihan pengolahan makanan. Faktor yang
mempengaruhi diare adalah lingkungan Gizi Kependudukan, pendidikan sosial ekonomi dan prilaku, masyarakat. Penyebab terjadinya
diare peradangan usus oleh agen penyebab. Cara penularan melalui infeksi oleh agen penyebab terjadi bila makan makanan / air minum
yang terkontaminasi tinja / muntahan penderita diare. Penularan langsung juga dapat terjadi bila tangan tercemar dipergunakan untuk
menyuap makanan.5
-Angka kematian pada anak akibat diare di Indonesia menurut World Health Oraganization (WHO) pada tahun 2001 sebesar 2,2 juta anak,
persentase penyebab diare melalui perantara pangan adalah sebesar 70 persen. Hal tersebut sumbernya ada pada jajanan anak-anak
sekolahan seperti bakso, gado-gado, mie ayam, nasi rames, siomay dan soto ayam. Berdasarkan penelitian WHO tersebut, jajanan
dimaksud banyak mengandung beberapa pathogen.11
-Penularan penyakit diare melalui terutama melalui kontak dengan makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah
dicemari oleh serangga atau kontaminasi oleh tangan yang kotor. Pengunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air
dengan benar. Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan tinja, sehingga mengkontaminasi
perabotan dan alat-alat yang dipegang.11 Pengawasan terhadap TPM yang merupakan tugas dari bagian Kesling di Puskesmas antara lain
adalah :
1. Pembinaan dan pengambilan sampel makanan terhadap TPM , diantaranya rumah makan / restoran, jasa boga, industri rumah tangga, makanan
jajanan, pelatihan dan penyuluhan terhadap pengelola TPM, pembinaan terhadap tempat pengisisian air minum isi ulang.
2. Melaksanakan kursus pengolahan makanan dan minuman kepada pengelola TPM dilingkungan Puskesmas.
-Pengolahan makanan yang baik oleh penjamu adalah dengan mengikuti peosedur standar kelayakan pengelolaan makanan yang telah
ditetapkan. Adapun pengolaan makanan yang benar adalah dimulai dari pakaian penjamu, seseorang yang akan berkerja dengan bahan
makanan yang akan dimasak harus menggunakan pakaian memasak dan mengenakan penutup kepala, untuk mencegah rambut ataupun
benda asing dari kepala penjamu masuk kebahan makanan. Penjamu harus mencuci tangannya dahulu dengan benar dan memakai sarung
tangan, alat-alat yang akan dipergunakan untuk proses pengelolaan harus yang bersih dan telah dicuci serta dikeringkan. Untuk meratakan
bahan baku seperti pencampuran tepung, air, gula dan garam harus menggunakan alat yang bersih atau jika menggunakan dengan tangan
haruslah mamakai sarung tangan yang bersih. Bahan-bahan alamiah untuk pengolahan makanan harus dipastikan terlebih dahulu dalam
keadaan baik dan masih layak untuk di konsumsi. Setelah selesai pengolahan makanan, peralatan yang digunakan dicuci kembali dan
dikeringkan, bahan-bahan alamiah yang sudah tidak terpakai dibuang kedalam tempat pembuangan sampah dan penjamu mencuci
tangannya.12
-Puskesmas sebagai penggerak peningkatan mutu kesehatan masyarakat perlu bekerja dengan optimal untuk menjaga kesehatan
lingkungannya, untuk sentra jajanan makanan di lingkungan sekolah, pihak sekolah seharusnya ikut bertanggung jawab dalam pengadaan
jajanan anak sekolah. Karena sekolah yang mengizinkan penjual berjualan di sekitar sekolah. Sekolah dapat memanfaatkan dana Bantuan
Operasional Sekolah (BOS) untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas kantin sekolah. Dana BOS juga dapat dimanfaatkan untuk
memperbaiki fasilitas kantin karena hasilnya untuk kepentingan siswa juga.7
-Masalah kesehatan berbasis lingkungan disebabkan oleh kondisi lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan baik kualitas
maupun kuantitasnya, serta perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat yang masih rendah, mengakibatkan penyakit berbasis lingkungan
seperti diare, ISPA, TB Paru, DBD dan lain-lain. Disamping itu juga disebabkan oleh pola pelayanan kesehatan yang masih menitik
PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK
DINAS KESEHATAN
UPT. PUSKESMAS KEBOMAS
Jl. Sunan Giri No.31 Kebomas Gresik Tlp. (031) 3985880

beratkan pada pelayanan kuratif. Bila melihat kondisi lingkungan yang kurang sehat dan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat yang
masih rendah, maka perlu adanya program kegiatan terobosan yang dapat memacu peningkatan kualitas lingkungan yang lebih baik,
sehingga dapat menekan kejadian penyakit yang berbasis lingkungan. Program kegiatan Siaga Kesehatan Lingkungan (Siaga Kesling) yang
merupakan salah satu kegiatan dari Program Grage Siaga Waras Program Pendanaan Kompetisi Indeks Pembangunan Manusia (PPK-IPM)
bidang Kesehatan, merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan dengan melibatkan peran serta masyarakat agar
masyarakat terlindungi dari masalah penyakit yang berbasis lingkungan. Tujuan khusus dari kegiatan Siaga Kesling adalah13 :
1. Meningkatnya perilaku masyarakat dalam berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
2. Penanggulangan masalah kesehatan kearah upaya preventif dan promotif.
3. Meningkatnya gerakan masyarakat dalam upaya penanggulangan masalah kesehatan lingkungan.
4. Menurunnya penyakit berbasis lingkungan.
5. Penyebarluasan informasi mengenai kesehatan lingkungan dan meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan lingkungan kepada masyarakat.
-Proyek peningkatan mutu ini dimulai dengan mendaapatkan topik permasalahan yang kemudian dilakukan observasi kegiatan terhadap
topik permasalahan yaitu dibidang Kesling Puskesmas Harapan Raya. Observasi dilaksanakan melalui pendekatan unit. Kemudian
dilakukan wawancara dengan petugas kesehatan dibidang Kesling yang dimulai pada tanggal April 2008. Hasil observasi dan wawancara
didiskusikan dengan pembimbing kegiatan proyek peningkatan mutu untuk menentukan permasalahan yang perlu mengalami perbaikan.
-Metode yang digunakan pada proyek peningkatan mutu ini melalui metode Plan, Do, Check and Action (PDCA cycle) yang didasari atas
masalah yang dihadapi (problem faced) kearah penyelesaian (problem solving).
-
-
KEGIATAN PENINGKATAN MUTU PENGAWASAN TERHADAP TPM JAJANAN DI LINGKUNGAN PUSKESMAS HARAPAN RAYA
-
Identifikasi masalah
Proses identifikasi masalah dilakukan dengan cara :

1. Wawancara dengan staf bagian Kesling pengawasan terhadap industri rumah tangga Puskemas Harapan Raya
2. Wawancara dan observasi dengan pedagang jajanan makanan di lingkungan Puskesmas Harapan Raya.
-Beberapa masalah yang berhasil diidentifikasi dari bagian Kesling di Puskesmas Harapan Raya, yaitu :
Tabel 3.1 Masalah yang ditemukan pada kegiatan peningkatan Kesling bidang pengawasan terhadap industri rumah tangga di Puskesmas
Harapan Raya.

Metode
Identifikasi
No Aspek yang dinilai Masalah Evidance base Masalah
PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK
DINAS KESEHATAN
UPT. PUSKESMAS KEBOMAS
Jl. Sunan Giri No.31 Kebomas Gresik Tlp. (031) 3985880

Pelaksanaan tidak
mencakup kepada Pemeriksaan hanya
Pengawasan terhadap pedagang berskala pada rumah makan
TPM oleh Puskesmas kecil yang terdaftar Wawancara dan data sekunder

Tidak
tersosialisasinya/
Tidak tersosialisasinya kurangnya
prosedur pengolahan penyuluhan tentang Kurangnya penyuluhan
makanan sesuai standar pengolahan makanan tentang pengolahan
kesehatan, keseluruh yang higienis ke makanan yang higienis
2 pedagang TPM. ke TPM. wawancara

Kurangnya
pengetahuan untuk
melakukan tindakan
produksi secara
Pengetahuan pemilik higienis dan sehat Tidak mendapatkan
TPM mengenai serta kurangnya informasi yang aktual
pengelolaan produksi promkes dari pihak dari petugas kesehatan
3 makanan yang sehat kesehatan dan media informasi wawancara

Pengetahuan tentang
akibat tidak mengelola Tidak tahunya
secara higienisnya Kurang aktifnya dikarenakan
pengelolaan upaya promkes di pendidikan dan media
4 makanannya bidang ini informasi yang kurang wawancara
-Dari masalah-masalah yang tersebut diplih prioritas masalah yang ditentukan berdasarkan kriteria sebagai beikut :
1. Urgensi

Nilai 1 tidak penting


Nilai 2 penting
Nilai 3 sangat penting
2. Solusi
PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK
DINAS KESEHATAN
UPT. PUSKESMAS KEBOMAS
Jl. Sunan Giri No.31 Kebomas Gresik Tlp. (031) 3985880

Nilai 1 tidak mudah


Nilai 2 mudah
Nilai 3 sangat mudah
3. Kemampuan merubah

Nilai 1 tidak mudah


Nilai 2 mudah
Nilai 3 sangat mudah
4. Biaya

Nilai 1 tinggi
Nilai 2 sedang
Nilai 3 rendah
-
Penentuan prioritas masalah
-Penetuan prioritas masalah dibuat kedalam tabel penentuan prioritas masalah sebagai berikut :
Tabel 3.2 Penentuan prioritas masalah pada bidang Kesling bagian pengawasan terhadap industri rumah tangga.

So
lu
Kriteria Masalah Urgensi si Kemam-puan untuk merubah Biaya Total Rank

Pengawasan
terhadap TPM
oleh Puskesmas 2 2 3 2 24 I

Tidak
tersosialisasinya
prosedur
pengolahan
makanan sesuai
standar kesehatan, 2 1 2 2 8 III
PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK
DINAS KESEHATAN
UPT. PUSKESMAS KEBOMAS
Jl. Sunan Giri No.31 Kebomas Gresik Tlp. (031) 3985880

keseluruh
pedagang

Pengetahuan
pemilik TPM
mengenai
pengelolaan 1
produksi makanan
yang sehat 3 1 2 6 IV

Pengetahuan TPM
tentang akibat
tidak mengelola
secara higienis
pengelolaan
makanannya 2 1 2 3 12 II
-Dari ketiga masalah tersebut, didapatkan 1 prioritas masalah yang ditentukan berdasarkan pembobotan nilai dengan seleksi yang terdiri
dari dua unsur yaitu kriteria masalah dan skor.
-Berdasarkan tabel penentuan prioritas masalah dapat disimpulkan bahwa yang menjadi priorotas masalah dan selanjutnya akan dicari
altenatif pemecahan masalah yaitu kurangnya pengawasan terhadap TPM di lingkungan kesehatan Puskesmas Harapan Raya.
-
Identifikasi penyebab masalah
-Berdasarkan tabel penentuan prioritas masalah di atas, di dapatkan prioritas masalah utama pada kegiatan ini adalah upaya
peningkatan pengawasan terhadap TPM jajanan di lingkungan Puskesmas Harapan Raya. Beberapa hal yang menjadi penyebab masalah
tersebut antara lain terlihat dari bebrbagai aspek dibawah ini :
Tabel 3.3 Identifikasi Penyebab Masalah

No Masalah Penyebab Timbulnya Masalah Evidence Base


PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK
DINAS KESEHATAN
UPT. PUSKESMAS KEBOMAS
Jl. Sunan Giri No.31 Kebomas Gresik Tlp. (031) 3985880

Manusia
Kurangnya petugas pelaksana Kesling untuk dapat
menjalankan seluruh program Kesling pada
umumnya, dan pengawasan terhadap TPM jajanan
khususnya.

Metode
Kurangnya promosi atau penyuluhan terhadap TPM
jajanan

Tidak adanya program pembinaan terhadap TPM


jajanan

Tidak adanya program kursus pengelolaan makanan


dan minuman terhadap pengelola TPM jajanan

Tidak adanya pengambilan sampel makanan


terhadap TPM jajanan Berdasarkan wawancara, petugas Kesling dilapangan hanya satu orang
Berdasarkan wawancara, karena keterbatasan petugas dan luasnya wilayah kerja

Kurangnya kerjasama lintas sektoral dengan pihak


Kelurahan, Sekolah dan Laboratorium untuk Berdasarkan wawancara, pemeriksaan hanya kepada TPM yang terdaftar
melakukan pengawasan bersama
Berdasarkan wawancara, belum adanya koordinasi dengan pihak terkait
Dana
Kurangnya dana yang di alokasikan khusus terhadap Berdasarkan wawancara, tidak adanya dana khusus
Pengawasan kegiatan pengawasan TPM jajanan
terhadap
TPM jajanan Berdasarkan wawancara, belum dilakukannya pendataan
oleh Material
1 Puskesmas Tidak adanya data yang akurat mengenai TPM
PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK
DINAS KESEHATAN
UPT. PUSKESMAS KEBOMAS
Jl. Sunan Giri No.31 Kebomas Gresik Tlp. (031) 3985880

jajanan di wilayah kerja Puskesmas Harapan Raya


Kriteria
Penyebab Altenatif Pelaksana Keberhasi
No Masalah Pemecahan Masalah Tujuan Sasaran Tempat Kegiatan Waktu lan
PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK
Optimalisasi petugas DINAS KESEHATAN
dengan SDM yang ada.
Dalam melaksanakan UPT. PUSKESMAS KEBOMAS
pembinaan J ldan
. Sunan Giri No.31 Kebomas Gresik Tlp. (031) 3985880
pengawasan Dinas
Kesehatan
Kabupaten/ Kota
mengikut sertakan
instansi terkait, pihak
pengusaha, Peningkata
n
pengawasa
Kurangnya organisasi, profesi, Di n
petugas Asosiasi, Paguyuban Pengawasan rekomendasikan pengolaha
pelaksana dan atau Lembaga TPM dapat Kepala Puskes- Petugas sesegera n TPM
1 Kesling swadaya masyarakat.7 opimal mas Unit Kesling Kesling mungkin jajanan

Kriteria
Penyebab Altenatif Pelaksana Keberhasi
No Masalah Pemecahan Masalah Tujuan Sasaran Tempat Kegiatan Waktu lan

Membuat alur
pelayanan informasi
tentang pengelolaan Pengelola
TPM di Puskesmas. TPM dapat
Penjamah makanan dengan
Kurangnya berkewajiban memiliki mudah Pengelola
kesadaran pengetahuan tentang mendapat TPM dapat
pengelola hygiene edukasi Di mengakses
TPM untuk sanitasi makanan dan pengolahan rekomendasikan informasi
mengakses gizi serta menjaga makanan Petugas sesegera yang lebih
2 informasi kesehatan. 7 yang sehat Petugas Kesling Unit Kesling Kesling mungkin berkualitas

Kurangnya Membuat jadwal yang Pengelola


promosi efektif untuk kegiatan Terlaksana TPM dan
kepada TPM promosi di lingkungan kegiatan masyarakat
tentang masyarkat. Kegiatan promkes Di mendapatk
pengolahan penyuluhan dilakukan hingga ke rekomendasikan an
makanan oleh petugas kesehatan pedagang Lingkungan Petugas sesegera informasi
3 yang sehat dan asosiasi jajanan Unit Kesling TPM Kesling mungkin terbaru
PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK
DINAS KESEHATAN
UPT. PUSKESMAS KEBOMAS
Jl. Sunan Giri No.31 Kebomas Gresik Tlp. (031) 3985880

bersama kader di tentang


masyarakat terhadap pentingnya
para pedagang dan kebersihan
pemilik pengelolaa
n makanan
untuk memotivasi
perilaku yang
mendukung
pelaksanaan pembinaan

Makanan Jajanan

Kriteria
Penyebab Altenatif Pelaksana Keberhasi
No Masalah Pemecahan Masalah Tujuan Sasaran Tempat Kegiatan Waktu lan

Membuat jadwal dan


pelaksanaan pembinaan Pengelola
terhadap TPM. Hal ini TPM
sesuai secara
Kepmenkes942SKVII Pengelola berkala
Tidak bahwa Dalam jajanan mendapatk
adanya melaksanakan memiliki an
program Pembinaan dan pengetahuan informasi
pembinaan pengawasan makanan tentang cara Di terbaru
terhadap jajanan dilakukan oleh pengolahan rekomendasikan dalam
TPM Dinas Kesehatan makanan Petugas sesegera pengolaha
4 jajanan Kabupaten/kota. 7 yang sehat Unit Kesling Unit Kesling Kesling mungkin n TPM

Tidak Mengadakan kursus Pengelola Kepala Puskes- Petugas Di Semakin


5 adanya pengeloalaan TPM. Hal TPM jajanan mas Unit Kesling Kesling rekomendasikan bertambah
PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK
DINAS KESEHATAN
UPT. PUSKESMAS KEBOMAS
Jl. Sunan Giri No.31 Kebomas Gresik Tlp. (031) 3985880

program ini sesuai dengan mampu sesegera nya


kursus Kepmenkes942SKVII melakukan mungkin kualitas
pengelolaan bahwa Kegiatan pengolahan pengelolaa
makanan penyuluhan dilakukan makanan n produksi
oleh petugas kesehatan secara sehat dari TPM
dan asosiasi
bersama kader di
masyarakat terhadap
para pedagang dan
pemilik untuk
memotivasi pembinaan

Makanan Jajanan7

Kriteria
Penyebab Altenatif Pelaksana Keberhasi
No Masalah Pemecahan Masalah Tujuan Sasaran Tempat Kegiatan Waktu lan

Melakukan uji kualitas


dari hasil produksi
TPM. Inspeksi sanitasi Hasil
dapat dilaksanakan produksi
dengan pengujian Mendapatkan TPM
Tidak contoh sample data TPM dinyatakan
adanya makanan dan spesimen yang tidak Petugas sehat dan
pengambilan di laboratorium untuk higienis Laboratorium Kesling, Di layak
sampel penegasan/konfirmasi dalam PetugasKesling, pengujian petugas rekomendasikan untuk
makanan yang dilaksanakan pengelolaan Pihak laborato- sampel laborato- sesegera dikonsums
7 jajanan sesuai kebutuhan. 7 TPMnya rium makanan rium mungkin i

Kurangnya Koordinasi dengan Terciptanya Kepala Puskes- Di Dapat


kerjasama pihak kelurahan dan koordinasi mas, kelura- Kepala rekomendasikan diawasinya
lintas sekolah untuk dengan pihak han, pihak Lingkungan Puskes- sesegera pengolaha
8 sektoral melakukan pengawasan terkait dalam sekolah TPM mas. mungkin n TPM
PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK
DINAS KESEHATAN
UPT. PUSKESMAS KEBOMAS
Jl. Sunan Giri No.31 Kebomas Gresik Tlp. (031) 3985880

TPM. Pengawasan usaha


sentra makanan jajanan pengawasan
dilaksanakan dengan TPM
inspeksi
sanitasi secara
berkala. 7

Terlaksana
nya
program
Optimalisasi dana yang pengawasa
tersedia, dengan Di n terhadap
Kurangnya mengajukan dana Pencapaian Kepala rekomendasikan pengelolaa
dana yang di tambahan operasional target Dinas Keseha- Puskes- sesegera n TPM
9 alokasikan ke pihak pemerintahan7 program tan Kota Unit Kesling mas mungkin jajanan

Kriteria
Penyebab Altenatif Pelaksana Keberhasi
No Masalah Pemecahan Masalah Tujuan Sasaran Tempat Kegiatan Waktu lan

Melakukan pendataan
terhadap TPM jajanan
dengan
mengoptimalkan Terdapatny
petugas Kesling dan a data
mahasiswa praktek. pengelola
Kegiatan pendataan Terdapatnya TPM
Tidak Makanan Jajanan data TPM jajanan
adanya data meliputi penyiapan jajanan di dilingkung
yang akurat formulir wilayah kerja Petugas Di an
mengenai pendataan, surat tugas, Puskesmas Kesling, rekomendasikan Puskesmas
TPM jadwal kegiatan, Harapan Lingkungan mahasiswa sesegera Harapan
10 jajanan pencatatan, surat Raya Petugas Kesling TPM praktek mungkin Raya
PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK
DINAS KESEHATAN
UPT. PUSKESMAS KEBOMAS
Jl. Sunan Giri No.31 Kebomas Gresik Tlp. (031) 3985880

edaran

tentang pendataan
makanan jajanan
kepada Camat, Lurah,
Pemilik

gedung, semua
pedagang makanan
jajanan, surat
permintaan

dukungan dari Instansi


terkait dan penyerahan
surat pendaftaran

kepada pedagang. 7

Alternatif Pemecahan Masalah


-Setelah dilkukan analisis penyebab masalah maka langkah selanjutnya yaitu pencarian mencari alternative pemecahan masalah dan
memberikan solusi yang terbaik. Solusi yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan mutu Puskesmas Harapan Raya melalui
peningkatan kegiatan pengawasan terhadap TPM jajajnan yang dilakukan oleh bidang Kesling Puskesmas Harapan Raya. Adapun solusi
tersebut antaa lain :
Table 3.4 Alternatif Pemecahan Masalah
PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK
DINAS KESEHATAN
UPT. PUSKESMAS KEBOMAS
Jl. Sunan Giri No.31 Kebomas Gresik Tlp. (031) 3985880

-
-
SIMPULAN DAN SARAN
-
Simpulan
-Kegiatan pengawasan terhadap TPM jajanan oleh unit Kesling Puskesmas Harapan Raya belum dilaksanakan secara optimal, maka
dalam upaya dapat menigkatkan kinerja pengawasan terhadap TPM jajanan tersebut adalah dengan mengoptimalisasi SDM yang ada, hal
ini sangat penting dilakukan dalam upaya pemberantasan penyakit dilingkungan masyarakat yang berbasis lingkungan, dikarenakan
Puskesmas adalah pelaksana teknis tingkat dasar yang langsung berhadapan dengan masyarakat.
-Diare merupakan salah satu penyakit yang dapat diputus atau dikurangi angka kejadiannya, salah satunya upayanya adalah melalui
pengawasan terhadap TPM, terutama TPM jajanan dikarenakan langsung berkontak dengan siswa sekolah yang lebih rentan terserang
diare dikarenakan kurang higienisnya pengolahan makanan oleh penjamu. Kegiatan pengawasan yang dimulai dari pendataan, pemberian
penyuluhan dan kursus, pemeriksaan sampel dan pemberian izin usaha diharapkan dapat dilakukan dengan optimal, sehingga pencapaian
program dapat terlaksana dan masyarakat mencapai taraf kehidupan sehat yang setinggi-tingginya. Namun dalam upaya peningkatan
pengawasan terhadap TPM jajanan ini masih mengalami kendala dilapangan. Masalah-masalah tersebut diidentifikasi dan dianalisis akar
penyebab masalah menggunakan diagram Fish Bone Ishikawa unuk kemudian dicari alternatif pemecahan masalah berupa rekomendasi-
rekomendasi.
Saran
1. Kepala Puskesmas Harapan Raya
-Membina kerjasama dan koordinasi lintas sektoral dengan pihak pemerintahan kelurahan, laboratorium dan sekolah untuk dapat lebih
mengawasi TPM jajanan dilingkungan kerja.
2. Kepala unit Kesling Puskesmas Harapan Raya

-Meningkatkan koordinasi dan mengoptimalkan kinerja pengawasan terhadap TPM di wilayah kerja dan memotivasi tanggung jawab
petugas di unit Kesling Puskesmas Harapan Raya.
-
-
DAFTAR PUSTAKA
1. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan RI. Informasi singkat penyelenggaraan Puskesmas si Era Desentralisasi.
Depatemen Kesehatan RI. Jakarta 2001 ; 1-15
2. Depkes RI. Kesehatan dan Indonesia sehat 2010. http://www.depkes.go.id [diakses april 2008]
3. Puskesmas Harapan Raya. Profil Puskesmas Harapan Raya tahun 2006. Pekanabru ; 2006
4. Puskemas Harapan Raya. Laporan Tahunan Kinerja Program Kesling Puskesmas Harapan Raya. Pekanbaru ; 2008.
5. Diare. Rumah Sakit Pusat Infeksi dr. Sulianti Suroso. www.infeksi.com [diakses April 2008]
PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK
DINAS KESEHATAN
UPT. PUSKESMAS KEBOMAS
Jl. Sunan Giri No.31 Kebomas Gresik Tlp. (031) 3985880

6. Bali Pos. Akibat Pengolahan Makanan Yang Kurang Higienis. www.balipos.com


7. MS Tri, Drs. Kebijakan Keamanan Jajanan Pangan. www.BPL-YANKES.com [diakses April 2008]
8. Dinkes Curug. Sistem Kesling. www.dinkescurug.go.id [diakses mei 2008]
9. Icho. Karedok Mengandung Pestisida. www.mail-archive.com [di akses April 2008]
10. Trikarjana P. Pelayanan Kesehatan Di Era Globalisasi. www.lib-unair.edu.id [diakses April 2008]
11. Purbanada B. RPJMD DKI Jakarta. www.Bapepedajakarta.go.id/berita/id=152 [di akses mei 2008]
12. Bunda. Cara Memasak Yang Bersih. www.dapurbunda.com [diakses April 2008]
13. Torikin. Gerakan Siaga KESLING.