Anda di halaman 1dari 19

PROGRAM

Fragmen Ketoprak
Senandung Cinta Untuk Negeri 1001 Budaya:
Suluk Kidung Kawedar Sunan Kalijaga

Persembahan Jejaring Mocopat Nusantara

dan

Peluncuran Buku
Islam Mencintai Nusantara
Sunan Kalijaga : Tafsir Suluk Kidung Kawedar

Rumah Budaya Nusantara Puspo Budoyo, 21 Mei 2017


www.dompetdhuafa.org
~ Sebuah Pengantar ~
Indonesia, negeri 1001 budaya. Kaya dengan khazanah, nilai, dan
rasa. Setiap rasa terkoneksi dengan cinta. Dengan cinta para wali
membumi di nusantara, mengalir melalui kidung dalam gerak dan
perilaku, sehingga diterima masyarakat dengan rasa bahagia.
Begitulah tauladan para wali menyampaikan kebenaran; tanpa
paksaan dan kekerasan. Dengan semangat Kebangkitan Nasional,
mari visualkan kembali cinta itu di relung-relung sukma.
Kita, saat ini, mungkin asyik menjadi bangsa selebrasi yang duniawi.
Terkadang lupa dengan perenungan ke dalam, padahal keseimbangan
sangat penting sebagai ruh identitas kemanusiaan kita.

Karena itu, kami mempersembahkan drama musikal Senandung Cinta


untuk Negeri 1001 Budaya. Pada kesempatan ini mengangkat seri :
Suluk Kidung Kawedar Sunan Kalijaga yang diinisiasi oleh Jejaring
Mocopat Nusantara.
Sebuah drama musikal yang mengisahkan percakapan Sunan Ampel,
Sunan Bonang, Sunan Muria, dan Sunan Kalijaga hingga melahirkan,
yang kini dikenal sebagai Suluk Kidung Kawedar Sunan Kalijaga.
Pementasan yang berdurasi kurang lebih 60 menit ditandai dengan
peluncuran buku: Islam Mencintai Nusantara: Jalan Dakwah
Sunan Kalijaga, Tafsir Suluk Kidung Kawedar yang disutradarai
oleh Irwan Riyadi, menampilkan Parni Hadi dan H. Luluk
Sumiarso.
Drama musikal ini mengajak kita dalam perenungan untuk
memaknai jati diri dalam spirit Kebangkitan Nasional 2017

Untuk lebih mengenalkan seni drama musikal berlatar nusantara


dalam penyebaran agama yang damai, Dompet Dhuafa mengajak
Duta Muda Budaya bersama budayawan lainnya dalam jejaring
Mocopat Nusantara.

Tidak tertinggal, berbagai layanan Dompet Dhuafa dari beberapa


program dihadirkan bagi masyarakat sekitar sebagai rangkaian
kegiatan sejak siang hari.

~ Jejaring Mocopat Nusantara ~


Pendukung
Utama
H. LULUK SUMIARSO PARNI HADI
Telah lama berkecimpung dalam seni dan Dikenal sebagai tokoh Pers Nasional
budaya heritage. Beliau dikenal antara lain yang mempunyai kualikasi Nasional
sebagai mantan Komisaris di PT. Pertamina dan Internasional. Beliau merupakan
(Persero), Dirjen Listrik dan Pemanfaatan mantan Direktur Utama RRI juga
Energi (LPE), Dirjen Energi Baru Terbarukan mantan Pemimpin Harian Umum
dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) dan Republika, Direktur Utama Kantor
konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Berita Antara selain sebagai Ketua
Kementrian ESDM sekaligus Staf Ahli Pembina/ Pendiri Dompet Dhuafa juga
Menteri bidang Teknologi dan Sumber Daya sebagai Ketua Paguyuban
Manusia, ESDM dan Pendiri Rumah Budaya Pawitandirogo sejak tahun 2014.
Nusantara Puspo Budoyo.
Pendukung
Utama
BAMBANG WIWOHO PURWADI
Mengawali karirnya sebagai wartawan Bertugas sebagai pengajar di Jurusan
Suara Karya sampai menjadi Pemimpin bahasa Jawa Fakultas Bahasa dan Seni
Redaksi dan Pemimpin Umum beberapa UNY Yogyakarta. Beliau meraih gelar
media massa antara lain Majalah Panjimas. Master dan Doktor di Fakultas Filsafat
Pernah menjabat sebagai Direktur National UGM. Buku yang ditulis diantaranya Babad
Development Information Ofce, sebagai Majapahit, Babad Demak, Babad Mataram,
lembaga non struktural pemerintah, serta Keraton Mataram, Keraton Yogyakarta,
mendirikan dan aktif memimpin sejumlah Keraton Surakarta, Biogra Jimly A. Siddik,
LSM serta yayasan yang bergerak di bidang Biogra presiden Soekarno, dan Biogra
sosial, pengembangan masyarakat, dan Presiden Soeharto. Pernah mengajar seni
keagamaan. Sudah menulis lebih dari 30 budaya di Inggris, netherland, jerman,
buku. Malaysia, arab, & singapura.
Sekilas Mocopat
Seni mocopat adalah seni suara dengan menyanyikan puisi
dengan iringan gamelan bermuatan aneka pesan kehidupan termasuk
keagamaan untuk berdakwah dengan pendekatan budaya. Seni mocopat
dikenal di berbagai daerah di Indonesia antara lain di Bali, Madura, Sunda,
Palembang dan Banjarmasin. Di Pulau Jawa mocopat sudah dikenal
semenjak sebelum masa Kerajaan Majapahit. Dalam perkembangannya,
seni mocopat Jawa mencapai puncak keemasan sastra Jawa pada sekitar
abad 18 19. Para ulama yang dikenal sebagai para wali, dengan dimotori
oleh Sunan Bonang yang didukung oleh muridnya Sunan Kalijaga serta
sejumlah wali lainnya, mengubah seni mocopat Jawa Kuno serta
mengembangkannya dengan metrum tembang Jawa Madya yang diiringi
dengan alunan gamelan Jawa, yang juga dikembangkan menjadi orkestra
polyfonik yang sangat mediatif dan kontemplatif seperti yang dikenal
sekarang.
Gempuran budaya-budaya asing sebagai bagian dari perang Semesta
Global yang dikenal sebagai Perang Asymetris, tak pelak lagi menggerus
warisan budaya, tradisi dan kearifan-kearifan lokal bahkan ada tanda-tanda
telah mulai menggoyahkan peradaban dan ketahanan nasional Indonesia.
Aneka budaya asing mendominasi dunia entertainment dengan mengubah
wajah hiburan di Indonesia menjadi hingar bingar yang hedonis, materialis,
individualis, dan narsis merusak sendi-sendi peradaban, kesantunan dan
etika budaya bangsa Indonesia. Budaya-budaya yang datang dari berbagai
penjuru dunia baik Barat, Timur Tengah maupun Utara berusaha
menancapkan dominasi serta mengobarkan kekerasan yang anti perbedaan,
anti pada budaya dan tradisi adiluhung negeri sendiri.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap warisan budaya bangsa Indonesia,
Dompet Dhuafa bersama sejumlah cendekiawan Muslim dan budayawan
Indonesia bertekad menggalang kebangkitan kembali kearifan dan
peradaban Nusantara dengan meluncurkan Jejaring Mocopat Nusantara.

Dompet Dhuafa sebagai lembaga penggerak masyarakat yang


mentransformasikan nilai-nilai kebaikan mengajak seluruh elemen bangsa
Indonesia untuk bersama-sama mewujudkan momen kebangkitan seni
Mocopatan yang merupakan seni warisan nenek moyang budaya bangsa
Indonesia sehingga bangsa Indonesia tetap menjadi bangsa yang
bermartabat dan mampu menanamkan nilai-nilai agama dengan pendekatan
budaya bangsa.
Tujuan
1.
Mengenalkan seni Mocopatan sebagai media dakwah dan penyebaran agama damai
yang menghargai budaya nusantara serta kearifan lokal

2.
Mengajak kaum muda dan kalangan umum untuk turut mempelajari dan
memasyarakatkan mocopat dalam jejaring mocopat nusantara

3.
Memaknai hari Kebangkitan Nasional dengan mengenal jati diri melalui budaya

4.
Memasyarakatkan mocopat yang berisi syair-syair indah penuh makna dan loso serta
mengajak untuk berbuat kebaikan untuk pembentukan karakter bangsa
Rangkaian Acara

Sesi Pertama (Pukul 15.30 WIB s.d 17.30 WIB)

Layanan Dompet Dhuafa


Aksi Layan Sehat, Servis Handphone &
Kendaraan Roda Dua

Dongeng Ceria
Tema: Pengembangan Islam melalui Budaya

Press Conference
Rangkaian Acara

Sesi Kedua (Pukul 18.00 WIB WIB s.d 20.30 WIB)


Fragmen Ketoprak
Tema: Sunan Kalijaga
Durasi: 60 menit
Pemeran utama: Parni Hadi, Luluk Sumiarso, B. Wiwoho,
Ismail A. Said, Purwadi, Imam Rulyawan, Yuli Pujihardi dan
lain-lain
Naskah dan Sutradara: B. Wiwoho, Purwadi, dan Irwan
Riyadi

Peluncuran Buku
Judul: Islam Mencintai Nusantara, Jalan Dakwah Sunan
Kalijaga: Tafsir Suluk Kidung Kawedar
Penulis: Bambang Wiwoho
Penerbit: Pustaka IIMaN

Master of Ceremony: Peresmian Jejaring Mocopat Nusantara


Alin SP Apriliani Inisiator: Jejaring Mocopat Nusantara
~ Penyelenggara ~

Dompet Dhuafa

Rumah Budaya Nusantara Puspo Budoyo

Jejaring Mocopat Nusantara

Pustaka IIMaN
Undangan Kerjasama
1.
Tersedia 6 meja melalui reservasi terlebih dahulu senilai Rp. 5.000.000,00 per meja dengan
kapasitas 5 orang per meja.
Undangan kehadiran di meja VVIP ini bersama tokoh-tokoh budaya dan pemerhati seni nasional.

2.
Undangan Perusahaan, senilai 30% hingga 75% akan mendapatkan berbagai penggunaan logo
bersama selama kegiatan hingga penyebutan oleh MC.
Khusus untuk undangan perusahaan yang berkontribusi minimal sebesar 50% dari total
anggaran maka 75% dana sponsor akan disalurkan bagi masyarakat kurang mampu di bidang
kesehatan dan pelatihan vokasional.

3.
Dana dapat disalurkan melalui rekening: DANAMON SYARIAH
a/n Yayasan Dompet Dhuafa Republika dengan No. Rekening: 007.101.0078.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi contact person*.
Media Sponsorship

Poster, spanduk, banner, katalog program

Media komunikasi DD: website Dompet


Dhuafa, social media Dompet Dhuafa
(Twitter, Facebook, dan lain-lain)
~ Waktu dan Tempat ~

Tempat:
Rumah Puspo Budoyo
Jl. Elang Raya No.1, Sawah Lama, Ciputat,
Kota Tangerang, Banten 15413

Hari & Tanggal:


Minggu, 21 Mei 2017

Waktu:
Jam 13.00 WIB selesai
Biaya

Bentuk Kegiatan:
1. Aksi Layan Sehat
2. Servis Handphone
3. Servis Kendaraan Bermotor Roda Dua
4. Dongeng Ceria
5. Fragmen Ketoprak
6. Peluncuran Buku
7. Peresmian Jejaring Mocopat Nusantara

Total Biaya:
130 Juta Rupiah
~ Audience ~ ~ Contact Person* ~

Acara ini akan dihadiri oleh berbagai


kalangan dan komunitas se-Jabodetabek Monica Utari Mariana
dengan jumlah kurang lebih 300 orang, Phone: 08999254467
terdiri dari: Email: monica@dompetdhuafa.org

1. Budayawan
2. Seniman
3. Pengamat Seni Santi Deliani Rahmawati
4. Pemerhati Budaya Phone: 087881236630
5. Guru/Dosen Email: santideliani@lkc.or.id
6. Siswa/Mahasiswa
7. Wartawan
Sejak tahun 2016 Dompet Dhuafa TENTANG
menjadi Special Consultative DOMPET DHUAFA
Member of United Nations.
ACHIEVEMENT
The 2016 Ramon Magsaysay Awardness (Nobel Asia)
Penghargaan oleh UNHCR pada world refugee day 2016
Penghargaan Indonesia Original Brand (IOB) Award 2015
dari Majalah SWA
Penghargaan Indonesia Middle Class Brand Champion
2015 dalam kategori Lazis Nasional
Penghargaan Golden Award on Performance Excellent
Growth dari Indonesia Quality Award Foundation
Dan lain-lain
ORGANISASI
17 Kantor Cabang & Perwakilan Dalam Negeri

117 Mitra Pengelola Zakat

5 Kantor Cabang Luar Negeri


BENEFICIARIES (dalam jiwa)
Ekonomi: 626.874; Kesehatan: 1.278.809;
Pendidikan: 214.070; SocDev: 10.545.615
www.dompetdhuafa.org