Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN MANAJEMEN KEPERAWATAN DI RUANG TASNIM

RUMAH SAKIT UMUM AMINAH


BLITAR

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Laporan Kelompok Praktek Profesi Ners


Departemen Manajemen Keperawatan

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 2

AJI PURNOMO, S,Kep (1603.14901.)


ANTONIUS DONI DAWA, S.Kep (1603.14901.)
ELVANDA, S.Kep (1603.14901.)
ENNY OCTAVIA, S.Kep (1603.14901.)
EMERENSIANA NG. BULU, S.Kep (1603.14901.)
FITRAHMAN ALI, S.Kep (1603.14901.)
HAMIDATUN KHASANAH M DAHLAN, S.Kep (1603.14901.085)
MUNIRA HI. ALAI, S.Kep (1603.14901.095)

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


STIKES WIDYAGAMA HUSADA
MALANG
2017
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Manajemen Keperawatan Disusun Untuk Memenuhi Tugas


Praktek Profesi Ners
Di Ruang Tasnim Rumah Sakit Umum Aminah Blitar

Hari :
Tanggal : Juni 2017

Mengetahui,
Pembimbing Institusi Pembimbing Lahan

(Frengky Apriyanto, S.Kep., Ns., M.Kep) ( )


NIDN. NIP.

Kepala Ruangan

(Rita Amd.Kep)
NIP.
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur senantiasa kami panjatkan atas kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa, dapat menyelesaikan laporan tentang Laporan Manajemen
Keperawatan Ruang Tasnim Di Rumah Sakit Umum Aminah Blitar
Dalam menyelesaikan laporan ini penulis tidak lupa mengucapkan
terimakasi kepada :
1. .., selaku Kepala RSU Aminah Blitar.
2. Ibu Rita, Amd.Kep, selaku Kepala Ruangan Ruang Tasnim RSU Aminah
Blitar.
3. Bapak dr. Rudy Joegijantoro, MMRS selaku Ketua STIKES Widyagama
Husada Malang.
4. Ibu Mizam Ari Kurniyanti, S.Kep., Ners., M.Kep, selaku Ketua Program Studi
Profesi Ners STIKES Widyagama Husada Malang.
5. Bapak Frengky Apriyanto, S.Kep.,Ners., M.Kep, selaku Pembimbing
akademik STIKES Widyagama Husada Malang.
6. Ibu Nita selaku Pembimbing Lahan di ruang Tasnim RSU Aminah Blitar.
7. Staf dan petugas kesehatan di Ruang Tasnim RSU Aminah Blitar.
8. Kedua orang tua kami yang telah memberikan dukungan moril maupun
materil selama praktek profesi ners dan selama pembuatan laporan kelompik
ini.
9. Teman-teman profesi ners angkatan 2016 yang senantiasa bersama sama
salling mendukung satu sama lain dan berpartisipasi dalam membantu
pembuatan laporan.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna dan
masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat
membangun selalu penulis harapkan dalam pembuatan laoran ini.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan balasan setimpal atas segala
amal yang telah diberikan dan semoga laporan ini berguna baik bagi diri kami
sendiri maupun pihak lain yang memanfaatkan.

Blitar, Juni 2017

Penulis
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Rumah sakit sebagai salah satu bentuk organisasi pelayanan kesehatan
yang memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif mencakup
aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative bagi seluruh lapisan
masyarakat. Dalam rangka menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan,
maka salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian adalah kualitas
pelayanan keperawatan (Depkes RI, 2012).
Kebutuhan pelayanan kesehatan yang meningkat dan tuntutan
masyarakat yang tinggi terhadap pelayanan kesehatan saat ini memerlukan
timbal balik positif dari perawat sebagai bagian penyedia layanan kesehatan
di rumah sakit. Dunia keperawatan diharapkan mampu mengimbangi
tuntutan tersebut dengan perubahan positif kearah perbaikan. Perubahan
nyata yang dapat dilakuakan oleh perawat salah satunya adalah membenahi
sistem asuhan keperawatan dalam memberikan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat.
Manajemen merupakan suatu tindakan pendekatan yang dinamis dan
proaktif dalam menjalanka suatu kegiatan di organisasi. Manajemen
mencakup kegiatan koordinasi dan supervise terhadap staf, sarana dan
prasarana dalam mencapai tujuan. Manajemen keperawatan merupakan
proses bekerja melalui anggota staf untuk memberikan asuhan keperawatan
secara profesional. Proses manajemen keperawatan sejalan dengan
keperawatan sebagai salah satu metode pelaksanaan asuhan keperawatan
seccara profesional, sehingga diharapkan keduanya saling menopang.
Adanya tuntutan pengembangan pelayanan kesehatan oleh masyarakat
umum termasuk di dalamnya keperawatan, merupakan salah satu faktor
yang harus dicermati dan diperhatikan oleh tenaga perawat, sehingga
perawat harus mampu berkiprah secara nyata dan diterima dalam
memberikan pelayanannya. Salah satu strategi untuk mengoptimalkan peran
dan fungsi perawat dalam pelayanan keperawatan adalah melakukan
manajemen keperawatan efektif dan efisien. Asuhan keperawatan
professional yang dapat dikembangkan saat ini salah satunya adalah Model
Asuhan Keperawatan Profesional.
Dari permasalahan yang telah dikemukaan diatas maka bangsal atau unit
perlu mengupayakan kegiatan penyelenggaraan Model Asuhan
Keperawatan Profesioanl (MAKP) khususnya di ruang Tasnim RSU Aminah
Blitar.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mengetahui penerapan MAKP dan analisa SWOT diruang Tasnim
RSU Aminah Blitar.
2. Tujuan Khusus
1) Mengetahui ketenagaan
2) Mengetahui tugas dan kewenangan perawat dalam pemberian
asuhan keperawatan dan pelayanan keperawatan yang menyeluruh
C. Manfaat
1. Bagi Mahasiswa
1) Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman dalam menerapkan
MAKP di ruang Darussalam RSU Aminah Blitar
2) Mahasiswa dapat mengetahui masalah dalam penerapan MAKP di
ruang Darussalam RSU Aminah Blitar.
3) Mahasiswa dapat menganalisis masalah dengan metode SWOT dan
menyusun rencana strategi.
2. Bagi Perawat Ruangan
Melalui praktek manajemen keperawatan dapat diketahui masalah-
masalah yang ada diruang Tasnim yang berkaitan dengan pelaksanaan
MAKP dan dapat melaksanakan MAKP dengan optimal.
3. Bagi Institusi Pendidikan
Intitusi pendidikan memperoleh bahan dan gambaran tentang
pengelolaan ruangan dengan pelaksanaan MAKP.
BAB II
PENGUMPULAN DATA

A. Visi , Misi dan Moto RSU Aminah Blitar


1. Visi
Rumah sakit umum aminah blitar sebagai amal usaha kesehatan
muhammadiyah yang bermutu tinggi dan menjadi kepercayaan
masyarakat sebagai perwujudan amal ibadah kepada allah SWT.
2. Misi
1) Menyelenggarakan pelayanan kesehatan paripurna, islami, cepat,
berorientasi pada keselamatan pasien, kepuasan pelanggan dan
ramah lingkungan.
2) Menjadi rumah sakit uggulan yang senantiasa menerapkan ilmu
pengetahuan kesehatan terkini, tata kelola manajemne
terintegrasi, efektif, efisien dan akuntabel sehingga mampu
memimpin pengembangan rumah sakit lain.
3) Senantiasa meningkatkan profesionalitas, kompetensi, budaya
kerja dan kesejahteraan seluruhh karyawan.
4) Mampu mengantisipasi dinamika untuk mewujudkan masyarakat
sehat sebagai sarana dakwah amar maruf nahi munkar.
3. Moto
CINTA (Cepat, Islami, Nyaman, Tepat, Aman dan Bermutu)
1) Cepat dalam pelayanan
2) Islami dalam pengabdian
3) Nyaman bagi pelanggan
4) Tepat dalam tindakan
5) Aman dan Bermutu dalam pelayanan

B. Tujuan Khusus Unit-Unit Di Ruangan


1. Memberikan pelayanan keperawatan secara optimal melalui asuhan
keperawatan anak dan bedah yang paripurna dan islami.
2. Menyelenggarakan asuhan keperawatan secara optimal dan bermutu
pada pasien penyakit dalam guna mencegah komplikasi yang lebih
lanjut.
C. Tenaga dan Pasien (M1-Man)
D. Sarana Dan Prasarana (M2-Material)
1. Lokasi Dan Denah Ruangan
Lokasi penerapan proses manajerial keperawatan yang di gunakan dalam
pembelajaran pendidikan Ners di ruang Tasnim lantai 3 RSU Aminah -
Blitar dengan uraian sebagai berikut :
a. Sebelah utara berbatasan dengan ruang
b. Sebelah selatan berbatasan dengan
c. Sebelah timur berbatasan dengan ruang
d. Sebelah barat dengan ruang
Adapun dalam ruang tasnim lantai 3 RSU Aminah Blitar terdiri dari
16 kamar (kamar VIP B 16), kamar 1/I 1-4 ruang, kamar 2/I 1-7 ruang.
Kamar VIP memiliki kepasitas 1 bed, kamar kelas 1 memiliki kapasitas 2
bed dan kamar kelas 2 memiliki kapasitas 2 bed. Ruangan ini berbentuk
persegi panjang dengan Ners Station terletak di tengah. Ruang Karu di
sebelah kamar mandi khusus perawat. Diruang Karu terdapat lemari
untuk menyimpan berkas berkas penting. Tempat linen bersilisian
dengan kamar mandi yang terdapat kulkas, wastafel, tempat sampah
basa dan sampah kering.

Dena Ruang Tasnim Lantai 3 (DENA RUANG TASMIN BELUM)

2. Peralatan dan fasilitas


2.1 Alat alat keperawatan
No Nama alat Jumlah Kondisi
Baik Rusak ringan Rusak berat
1. Standart infus (dewasa) 28 25 3 3
3. Nebulizer 3
4. Suction 1
5. Stetoskop 4
6. Manometer (dinding) 7
7. Manometer (tabung) 3
8. Tensimeter (dewasa) 5
9. EKG 1
10. Ambubag (dewasa) 1
Ambubag (anak) 1
11. Kasur angin 1
12. Thermometer 7
13. Syring pump 2
14. Pispot 15
15. Urinal 17
16 Lampu ba foto 1
17 Syring pump 1
18 Termomer dinding 7
19 Manometer transport 1
20 Manometer tabung 3
21 Troly 2
22 Korentang 3
23 Troly EKG 1
Tabel 2.1 tabel peralatan medis ruang Tasnim RSU Aminah Blitar Bulan mei 2017

2.2 Alat alat pencatatan dan pelaporan


No Nama alat Jumlah Kondisi
Baik Rusak Rusak berat
ringan
1. Form persetujuan Ada
2. Form persetujuan Ada
tindakan khusus
3. Form laboratorium Ada
4. Form penolakan Ada
5. Form radiologi Ada
6. Form anastesi
7. Form rever pasien
8. Form ICU
9. Form transfusi darah Ada
10. From TTV Ada
11. From visite dokter Ada
12. From catatan askep Ada
13. Form pinjaman
14. From APS
15. Form kematian Ada
16. Buku TTV 1 1
17. Spidol permanen 3 3
18. Spidol white board
19. Steples 2 2
20. White board
21. Pensil blue/red
Tabel 2. 2 tabel pencatatan dan pelaporan ruang Tasnim RSU Aminah Blitar
Bulan mei 2017
2.3 Alat alat tenun
No Nama alat Jumlah Kondisi
Baik Rusak Rusak berat
ringan
1. Bantal
2. Kasur
3. Perlak
4. Sarung bantal anak
5. Sarung bantal
dewasa
6. Selimut lorek
7. Selimut tebal
8. Sprei anak
9. Sprei dewasa
Tabel 2.3 Tabel Alat Alat Tenun Ruang Tasnim RSU Aminah Blitar Bulan Mei 2017

3. Administrasi penunjang
a. Buku injeksi
b. Buku observasis
c. Buku timbang terima
d. Lembar dokumentasi
e. Buku observasi tekanan darah, nadi, dan suhu
Sarana dan prasarana di ruang rawat inap Tasnim di RSU Aminah
blitar sudah cukup baik. Ventilasi udara terdapat sekitar 12 jendela
kondisinya cukup baik. Setiap pagi dan sore ruangan dibersihkan oleh
petugas clening servis dan kondisi ruangan cukup tenang. Jumlah safety
box di ruangan ada 2 untuk membuang sisa jarum, spuit, dan ampul.
Jumlah tabung O2 ada 1 buah, perlu ditambahi 1 karena idealnya tabung
O2 hanya ada 2/ruangan. Semua perawat ruangan mampu
menggunakanya dengan baik. Kondisi administrasi penunjang cukup baik
yang terdiri dari 1 buah buku injeksi, 1 buah buku observasi, 1 buku
timbang terima, dan kurang lebih 30 lembar buku dokumentasi, dan satu
buah buku observasi tekanan darah, suhu, dan nadi. Nurse station ada 1
diruangan biasanya digunakan sebagai ruang pertemuan perawat,
kadang kadang perawat mengobrol di Ners station.

E. Metode Asuhan Keperawatan (M3-Metode)


F. Metode Asuhan Keperawatan (M4-Metode)
G. Metode Asuhan Keperawatan (M5-Metode)