Anda di halaman 1dari 37

DAFTAR ISI

BAB I ...................................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN .................................................................................................................................. 1
I.1 Latar Belakang ............................................................................................................................. 1
I.2 Rumusan Masalah........................................................................................................................ 1
1.3 Tujuan Masalah ........................................................................................................................ 1
BAB II..................................................................................................................................................... 2
PEMBAHASAN ..................................................................................................................................... 2
I. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 26 Tahun 2008 Tentang
Standar Tenaga Laboratorium Sekolah / Madrasah..................................................................... 2
Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasioanal No. 26 Tahun 2008 Tanggal 11 Juni 2008
tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah ............................................................. 3
II. Struktur Organisasi Laboratorium Berdasarkan Kriteria Permen No. 26 Tahun 2008
Tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah ..................................................... 17
III. Evaluasi Perbandingan Laboratorium FKIP Kimia Universitas Sriwijaya dengan
Laboratorium yang Sebenarnya .................................................................................................... 22
Evaluasi Laboratorium FKIP Kimia Universitas Sriwijaya Berdasarkan Permen No. 26 Tahun
2008 pasal 1-3 Tentang Standar Tenaga Laboratorium ................................................................ 22
Evaluasi Desain Laboratorium FKIP Kimia Unsri ....................................................................... 24
BAB III ................................................................................................................................................. 34
PENUTUP ............................................................................................................................................ 34
KESIMPULAN ................................................................................................................................. 34
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................................... 35
Lampiran ........................................................................................................................................... 36

0
BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Laboratorium merupakan tempat penerapan teori yang sudah dibahas sebelumnya


didalam kelas. Laboratorium sering diartikan sebagai suatu ruang atau tempat
dilakukannya percobaan atau penelitian. Ruang dimaksud dapat berupa gedung yang
dibatasi oleh dinding dan atap atau alam terbuka misalnya kebun botani. Berdasarkan
Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Laboratorium
Sekolah/MA. Dimana dalam Permen ini telah tertulis pasal-pasal yang bisa
digunakan/dipedomani sebagai acuan dalam standar tenaga laboratorium.
Pada pembelajaran sain termasuk kimia di dalamnya keberadaan laboratorium
menjadi sangat penting. Pada konteks proses belajar mengajar sains di sekolah-sekolah
seringkali istilah laboratorium diartikan dalam pengertian sempit yaitu suatu ruangan
yang didalamnya terdapat sejumlah alat-alat dan bahan praktikum. Atas dasar inilah
pembahasan kita tentang pengelolaan laboratorium akan dibatasi pada laboratorium yang
berupa ruang tertutup.

I.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Bagaimana isi dari Permen No. 26 Tahun 2008 Tentang Standar Laboratorium
Sekolah/MA ?
1.2.2 Bagaimana struktur organisasi laboratorium yang mengikuti kriteria Permen No. 26
Tahun 2008 ?
1.2.3 Bagaimana perbandingan Laboratorium FKIP Kimia Universitas Sriwijaya dengan
laboratorium yang sebenarnya?

1.3 Tujuan Masalah

Adapun tujuan pembuatan makalah ini secara umum untuk melihat dan mengevaluasi
perbandingan laboratorium yang ada di FKIP Kimia Universitas Sriwijaya.

1
BAB II

PEMBAHASAN

I. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 26 Tahun 2008

Tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah / Madrasah

Pasal 1

(1) Standar tenaga laboratorium sekolah/madrasah mencakup kepala laboratorium


sekolah/madrasah, teknisi laboratorium sekolah/madrasah dan laboran
sekolah/madrasah.
(2) Untuk dapat diangkat sebagai tenaga laboratorium sekolah/madrasah, seseorang wajib
memenuhi standar tenaga laboratorium sekolah/madrasah yang berlaku secara nasional.
(3) Standar tenaga laboratorium sekolah/madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini.

Pasal 2

Penyelenggara sekolah/madrasah wajib menerapkan standar tenaga laboratorium


sekolah/madrasah sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ini, selambat-lambatnya 5
(lima) tahun setelah Peraturan Menteri ini ditetapkan.

Pasal 3
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

2
Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasioanal No. 26 Tahun 2008 Tanggal
11 Juni 2008 tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah

A. Kualifikasi
1. Kepala Laboratorium Sekolah/Madrasah
Kualifikasi kepala laboratorium sekolah/madrasah adalah sebagai berikut :
a. Jalur Guru
1. Pendidikan minimal serjana (S1).
2. Berpengalaman minimal selama 3 tahun sebagai pengelola praktikum.
3. Memiliki sertifikat kepala laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan
tinggi atau lembaga lain atau yang ditetapkan oleh pemerintah.
b. Jalur Laboran/Teknisi
1. Pendidikan minimal diploma tiga (D3).
2. Berpengalaman minimal 5 tahun sebagai laboran atau teknisi.
3. Memiliki sertifikat kepala laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan
tinggi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah.
2. Teknisi Laboratorium Sekolah/Madrasah
Kualifikasi teknisi laboratorium sekolah/madrasah adalah sebagai berikut :
a. Minimal lulusan program diploma dua (D2) yang relevan dengan peralatan
laboratorium, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang ditetapkan oleh
pemerintah.
b. Memiliki sertifikat teknisi laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan tinggi
atau lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah.
3. Laboran Sekolah/Madrasah
Kualifikasi laboran sekolah/madrasah adalah sebagai berikut :
a. Minimal lulusan program diploma satu (D1) yang relevan dengan jenis
laboratorium, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang ditetapkan oleh
pemerintah.
b. Memiliki sertifikat laboran sekolah/madrasah dari perguruan tinggi yang
ditetapkan oleh pemerintah.

3
B. Kompetensi
1. Kompetensi Kepala Laboratorium Sekolah/Madrasah

Dimensi Kompetensi Sub-Kompetensi


Kompetensi
1.1 Menampilkan diri sebagai 1.1.1 Bertindak secara konsisten
1. Kompetensi
pribadi yang dewasa, sesuai dengan norma agama,
Kepribadian
mantap dan berakhlak hukum, sosial dan budaya
mulia nasional Indonesia
1.1.2 Berprilaku arif
1.1.3 Berprilaku Jujur
1.1.4 Menunjukkan Kemandirian
1.1.5 Menunjukkan rasa percaya
diri
1.1.6 Berupaya meningkatkan
kemampuan diri
1.2.1 Berprilaku disiplin
1.2 Menunjukkan komitmen
terhadap tugas 1.2.2 Beretos kerja yang tinggi

1.2.3 Bertanggung jawab terhadap


tugas

1.2.4 Tekun, teliti dan hati-hati


dalam melaksanakan tugas

1.2.5 Kreatif dalam memecahkan


masalah yang berkaitan
dengan tugas profesinya

1.2.6 Berorientasi pada kualitas


2.1 Bekerja sama dalam 2.1.1 Menyadari kekuatan dan
2. Kompetensi
pelaksanaan tugas kelemahan baik diri maupun
Sosial
stafnya

4
2.1.2 Memiliki wawasan tentang
pihak lain yang dapat diajak
kerja sama

2.1.3 Bekerjasama dengan


berbagai pihak secara efektif
2.2.1 Berkomunikasi dengan
2.2 Berkomunikasi secara
berbagai pihak secara santun,
lisan dan tertulis
empatik dan efektif

2.2.2 Memanfaatkan berbagai


peralatan teknologi informasi
dan komunikasi (TIK)
3.1 Merencanakan kegiatan 3.1.1 Menyusun rencana
3. Kompetensi
dan pengembangan pengembangan laboratorium
Manajerial
laboratorium 3.1.2 Merencanakan pengelolaan
sekolah/madrasah laboratorium
3.1.3 Mengembangkan sistem
administrasi laboratorium
3.1.4 Menyusun prosedur operasi
standar (POS) kerja
laboratorium
3.2.1 Mengkoordinasikan kegiatan
3.2 Mengelola kegiatan
praktikum dengan guru
laboratorium
sekolah/madrasah

3.2.2 Menyusun jadwal kegiatan


laboratorium

3.2.3 Memantau pelaksanaan


kegiatan laboratorium

3.2.4 Mengevaluasi kegiatan


laboratorium

5
3.2.5 Menyusun laporan kegiatan
laboratorium
3.3.1 Merumuskan rincian tugas
3.3 Membagi tugas teknisi
teknisi dan laboran
dan laboran
3.3.2 Menentukan jadwal kerja
laboratorium
teknisi dan laboran
sekolah//madrasah
3.3.3 Mensupervisi teknisi dan
laboran
3.3.4 Membuat laporan secara
periodik
3.4.1 Memantau kondisi dan
3.4 Memantau sarana dan
keamanan bahan serta alat
prasarana laboratorium
laboratorium
sekolah/madrasah
3.4.2 Memantau kondisi dan
keamanan bangunan
laboratorium
3.4.3 membuat laporan bulanan dan
tahunan tentang kondisi dan
pemanfaatan laboratorium
3.5.1 Menilai kinerja teknisi dan
3.5 Mengevaluasi kenerja
laboran laboratorium
teknisi dan laboran serta
3.5.2 Menilai hasil kerja teknisi dan
kegiatan laboratorium
laboran
sekolah/madrasah
3.5.3 Menilai kegiatan laboratorium
3.5.4 Mengevaluasi program
laboratorium untuk perbaikan
selanjutnya
4.1 Menerapkan gagasan, 4.1.1 Mengikuti perkembangan
4. Kompetensi
teori dan prinsip pemikiran tentang
Profesioanal
kegiatan laboratorium pemanfaatan kegiatan
sekolah/madrasah laboratorium sebagai wahana
pendidikan

6
4.2 Memanfaatkan 4.2.1 Menerapkan hasil inovasi atau
laboratorium untuk kajian laboratorium
kepentingan pendidikan 4.2.1 Menyusun panduan/penuntun
dan penelitian di (manual) praktikum
sekolah/madrasah 4.2.2 Merancang kegiatan
laboratorium untuk
pendidikan dan penelitian
4.2.3 Melaksanakan kegiatan
laboratorium untuk
kepentingan pendidikan dan
penelitian
4.2.4 Mempublikasikan karya tulis
ilmiah hasil kajian/inovasi
4.3 Menjaga kesehatan dan 4.3.1 Menetapkan ketentuan
keselamatan kerja di mengenai kesehatan dan
laboratorium keselamatan kerja
sekolah/madrasah 4.3.2 Menerapkan ketentuan
mengenai kesehatan dan
keselamatan kerja
4.3.3 Menerapkan prosedur
penanganan bahan berbahaya
dan beracun
4.3.4 Memantau bahan berbahaya
dan beracun, serta peralatan
keselamatan kerja

7
2. Kompetensi Teknisi Laboratorium Sekolah/Madrasah

Dimensi Kompetensi Sub-Kompetensi


Kompetensi
1.1 Menampilkan diri sebagai 1.1.1 Bertindak secara
1. Kompetensi
pribadi yang dewasa, konsisten sesuai dengan
Kepribadian
mantap dan berakhlak norma agama, hukum,
mulia sosial dan budaya
nasional Indonesia
1.1.2 Berprilaku arif
1.1.3 Berprilaku jujur
1.1.4 Menunjukkan
kemandirian
1.1.5 Menunjukkan rasa
percaya diri
1.1.6 Berupaya meningkatkan
kemampuan diri
1.2 Menunjukkan komitmen 1.2.1 Berprilaku disiplin
terhadap tugas 1.2.2 Beretos kerja yang tinggi
1.2.3 Bertanggung jawab
terhadap tugas
1.2.4 Tekun, teliti dan hati-hati
dalam melaksanakan
tugas
1.2.5 Kreatif dalam
memecahkan masalah
yang berkaitan dengan
tugas profesinya

1.2.6 Berorientasi pada kualitas


2.1 Bekerja sama dalam 2.1.1 Menyadari kekuatan dan
2. Kompetensi
pelaksanaan tugas kelemahan diri
Sosial
2.1.2 Memiliki wawasan

8
tentang pihak lain yang
dapat diajak kerja sama

2.1.3 Bekerjasama dengan


berbagai pihak secara
efektif
2.2.1 Berkomunikasi dengan
2.2 Berkomunikasi secara
berbagai pihak secara
lisan dan tulisan
santun, empatik dan
efektif

2.2.2 Memanfaatkan berbagai


peralatan teknologi
informasi dan
komunikasi (TIK)
3.1 Merencanakan 3.1.1 Merencanakan kebutuhan
3. Kompetensi
pemanfaatan laboratorium bahan, peralatan dan suku
Administratif
sekolah/madrasah cadang laboratorium
3.1.2 Memanfaatkan katalog
sebagai acuan dalam
merencanakan bahan,
peralatan dan suku
cadang laboratorium
3.1.3 Membuat daftar bahan,
peralatan dan suku
cadang yang diperlukan
laboratorium
3.1.4 Merencanakan kebutuhan
bahan dan perkakas untuk
perawatan dan perbaikan
peralatan laboratorium
3.1.5 Merencanakan jadwal
perawatan dan perbaikan
peralatan laboratorium

9
3.2 Mengatur penyimpanan 3.2.1 Mencatat bahan,
bahan, peralatan, perkakas peralatan dan fasilitas
dan suku cadang laboratorium dengan
laboratorium memanfaatkan peralatan
sekolah/madrasah teknologi informasi dan
komunikasi (TIK)
3.2.2 Mengatur tata letak
bahan, peralatan dan
fasilitas laboratorium
3.2.3 Mengatur tata letak
bahan, suku cadang dan
perkakas untuk
perawatan dan perbaikan
peralatan laboratorium
4.1 Menyiapkan kegiatan 4.1.1 Menyiapkan petunjuk
4. Kompetensi
laboratorium penggunaan peralatan
Profesioanl
sekolah/madrasah laboratorium
4.1.2 Menyiapkan paket bahan
dan rangkaian peralatan
yang siap pakai untuk
kegiatan praktikum
4.1.3 Menyiapkan penuntun
kegiatan praktikum
Kompetensi Khusus
Teknisi Laboratorium IPA,
Fisika, Kimia, Biologi dan
Program Produktif SMK
4.1.4 Membuat peralatan
praktikum sederhana
4.1.5 Membuat paket bahan
siap pakai untuk kegiatan
praktikum

10
Teknisi Laboratorium Bahasa
4.1.6 Membuat rekaman audio
visual dalam berbagai
media untuk kepentingan
pembelajaran

Teknisi Laboratorium Komputer


4.1.7 Memelihara kelancaran
jaringan komputer (LAN)
4.1.8 Mengoperasikan program
aplikasi sesuai dengan
kebutuhan mata pelajaran
4.2 Merawat peralatan dan 4.2.1 Mengidentifikasi
bahaya di laboratorium kerusakan peralatan dan
sekolah/madrasah bahan laboratorium
4.2.2 Memperbaiki kerusakan
peralatan laboratorium
4.3 Menjaga kesehatan dan 4.3.1 Menjaga kesehatan diri
keselamatan kerja di dan lingkungan kerja
laboratorium 4.3.2 Menggunakan peralatan
sekolah/madrasah kesehatan dan
keselamatan kerja di
laboratorium
4.3.3 Menangani bahan-bahan
berbahaya dan beracun
sesuai dengan prosedur
yang berlaku
4.3.4 Menangani limbah
laboratorium sesuai
dengan prosedur yang
berlaku
4.3.5 Memberikan pertolongan
pertama pada kecelakaan

11
3. Kompetensi Laboran Sekolah/Madrasah

Dimensi Kompetensi Sub-Kompetensi


Kompetensi
1.1 Menampilkan diri sebagai 1.1.1 Bertindak secara
1. Kompetensi
pribadi yang dewasa, konsisten sesuai dengan
Kepribadian
mantap dan berakhlak norma agama, hukum,
mulia sosial dan budaya
nasional Indonesia

1.1.2 Berprilaku arif

1.1.3 Berprilaku jujur

1.1.4 Menunjukkan
kemandirian

1.1.5 Menunjukkan rasa


percaya diri

1.1.6 Berupaya
meningkatkan
kemampuan diri
2.2.1 Berprilaku disiplin
1.2 Menunjukkan komitmen
2.2.2 Beretos kerja yang
terhadap tugas
tinggi
2.2.3 Bertanggung jawab
terhadap tugas
2.2.4 Tekun, teliti dan hati-
hati dalam
melaksanakan tugas
2.2.5 Kreatif dalam
memecahkan masalah
yang berkaitan dengan
tugas profesinya

12
2.2.6 Berorientasi pada
kualitas
2.1 Berkerja sama dalam 2.1.1 Menyadari kekuatan
2. Kompetensi
pelaksanaan tugas dan kelemahan diri
Sosial
2.1.2 Memiliki wawasan
tentang pihak lain yang
dapat diajak kerja sama
2.1.3 Bekerjasama dengan
berbagai pihak secara
efektif
2.2 Berkomunikasi secara
2.2.1 Berkomunikasi dengan
lisan dan tulisan
berbagai pihak secara
santun, empatik dan
efektif
2.2.2 Memanfaatkan
berbagai peralatan
teknologi informasi dan
komunikasi (TIK)
3.1 Menginventarisasi 3.1.1 mencatat bahan
3. Kompetensi
bahan praktikum laboratorium
Administratif
3.1.2 mencatat penggunaan
bahan laboratorium
3.1.3 melaporkan
penggunaan bahan
laboratorium
3.2 mencatat kegiatan 3.2.1 Mencatat kehadiran
praktikum guru dan peserta didik
3.2.2 Mencatat penggunaan
alat
3.2.3 Mencatat penggunaan
penuntun praktikum
3.2.4 Mencatat kerusakan

13
alat
3.2.5 Melaporkan
keseluruhan kegiatan
praktikum secara
periodik
4.1 Merawat ruang 4.1.1 Menata ruang
4. Kompetensi
laboratorium laboratorium
Profesional
sekolah/madrasah 4.1.2 Menjaga kebersihan
ruangan laboratorium
4.1.3 Mengamankan ruang
laboratorium
4.2.1 mengklasifikasikan
4.2 mengelola bahan dan
bahan dan peralatan
peralatan laboratorium
praktikum
sekolah/madrasah
4.2.2 menata bahan dan
peralatan praktikum
4.2.3 Mengidentifikasi
kerusakan bahan,
peralatan dan fasilitas
laboratorium
4.2.4 Menjaga kebersihan
alat laboratorium
4.2.5 Mengamankan bahan
dan peralatan
laboratorium

Khusus untuk laboran


biologi :
4.2.6 Merawat tanaman
untuk kegiatan
praktikum
4.2.7 Memelihara hewan
untuk praktikum

14
4.3.1 Menyiapkan bahan
4.3 Melayani kegiatan
sesuai dengan
praktikum
penuntun praktikum
4.3.2 Menyiapkan peralatan
sesuai dengan
penuntun praktikum
4.3.3 Melayani guru dan
peserta didik dalam
pelaksanaa praktikum
4.3.4 Menyiapkan
kelengkapan
pendukung praktikum
(lembar kerja, lembar
rekam data dan lain-
lain)
4.4.1 Menjaga kesehatan
4.4 Menjaga kesehatan dan
diri dan lingkungan
keselamatan kerja di
kerja
laboratorium
sekolah/madrasah 4.4.2 menggunakan
peralatan kesehatan
dan keselamatan kerja
di laboratorium

4.4.3 Menangani bahan-


bahan berbahaya dan
beracun sesuai dengan
prosedur yang berlaku

4.4.4 Menangani limbah


laboratorium sesuai
dengan prosedur yang
berlaku

4.4.5 Memberikan

15
pertolongan pertama
pada kecelakaan

16
II. Struktur Organisasi Laboratorium Berdasarkan Kriteria Permen No. 26 Tahun

2008 Tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah

Laboratorium adalah ruangan khusus yang dilengkapi dengan alat-alat dan fasilitas
yang diperlukan sehingga memenuhi syarat untuk melaksanakan serangkaian percobaan-
percobaan dan penyelidikan dengan aman (Soemanto Imam Khasani, 1990:2).

A. Pengelolaan Laboratorium
Guru kimia selain mampu memberi pembelajaran kepada siswa, juga harus mampu
mengelola dan mengorganisasi hingga semua pekerjaan dan keamanan laboratorium
dapat berjalan dengan baik. Pengelola laboratorium tidak hanya berhadapan dengan
siswa yang diajarnya tetapi juga berhadapan dengan guru-guru yang menggunakan
laboratorium serta dengan kepala sekolah yang menjadi penanggungjawab seluruh
sekolah, secara keseluruhan atau petugas yang terlibat langsung dalam organisiasi
laboratorium, seperti :

1. Kepala Sekolah

Peran kepala sekolah sebagai manajer pada dasarnya untuk menunjukkan dalam
menggerakkan semua komponen dalam sekolah, apalagi pada era otonomi daerah
dewasa ini dengan kecenderungan School Based Management peran tersebut menjadi
lebih dominan.

Kepala sekolah memberi :


a. Tugas kepala penanggung jawab teknis laboratorium IPA, penanggung jawab mata
pelajaran (fisika, kimia, biologi) dan laboran.
b. Bimbingan, motivasi, pemantauan dan evaluasi kepada petugas-petugas laboratorium
IPA.
c. Motivasi kepada guru-guru IPA dalam hal kegiatan laboratorium.
d. Menyediakan dana keperluan operasioanal laboratorium.

2. Penanggung Jawab Teknis Laboratorium

Penanggung jawab teknis laboratorium mempunyai tugas bertanggung jawab atas :

a. Kelangkapan administrasi laboratorium.

17
b. Kelancaran kegiatan laboratorium IPA.
c. Kelengkapan dalam pengadaan alat/bahan laboratorium.
d. Kebersihan, penyimpanan, perawatan dan perbaikan alat IPA.

3. Koordinator Laboratorium

Tugas koordinator laboratorium adalah :

a. Mengkoordinir masing-masing guru mata pelajaran (fisika, kimia, biologi).


b. Mengusulkan kepada penanggung jawab laboratorium untuk pengadaan alat/bahan
IPA.

4. Laboran

Tugas laboran adalah :

a. Mengerjakan admisnistrasi tentang alat/bahan.


b. Mempersiapkan dan menyimpan kembali alat/bahan yang digunakan dalam
pembelajaran.
c. Mempertanggung jawabkan atas kebersihan alat dan ruang laboratorium beserta
perlengkapannya.

Berikut susunan struktur organisasi laboratorium IPA yang mempunyai kewenangan


sesuai bidangnya masing-masing, antaranya :

Kepala Sekolah

Wakil Kepala Sekolah Wakil Kepala Sekolah


bid. Kurikulum bid. Sarana

Koordinasi Lab. IPA

Penanggung Jawab Penanggung Jawab Penanggung Jawab


Teknisi Lab. Fisika Teknisi Lab. Kimia Teknisi Lab. Biologi

18
Guru Fisika Guru Kimia Guru Biologi

Teknisi Lab. Fisika Teknisi Lab. Kimia Teknisi Lab. Biologi

B. Tata Tertib Laboratorium


Tata tertib yang harus di patuhi selama praktikum, antara lain :
1. Siswa tidak diperkenankan masuk laboratorium tanpa seizin guru.
2. Di laboratorium harus menggunakan jas laboratorium.
3. Alat dan bahan yang ada tidak diperkenankan dibawa keluar tanpa izin guru.
4. Alat dan bahan harus digunakan sesuai dengan petunjuk praktikum yang diberikan
dan tidak melakukan kegiatan sesuai kehendaknya sendiri.
5. Jika alat yang rusak/pecah hendaknya segera dilaporkan kepada guru.
6. Jika dalam melakukan praktikum ada yang tidak dimengerti atau diragukan segera
bertanya kepada guru.
7. Kecelakaan yang terjadi, sekalipun kecil, seperti kena kaca, terbakar atau tertelan
bahan kimia segera melapor pada guru.
8. Etiket bahan yang hilang segera laporkan pada guru dengan pemberitahuan ini dapat
segera menggantinya.
9. Botol besar yang berisi bahan kimia jangan diangkat bagian lehernya saja tetapi
sambil disangga bagian bawahnya agar tidak patah atau pecah.
10. Jangan mencicipi sesuatu kalau tidak disuruh oleh guru.
11. Tangan, kulit atau baju yang terkena asam atau alkali supaya segera dicuci dengan
air banyak-banyak.
12. Alat-alat harus dikembalikan ke tempat semula dalam keadaan bersih dan kering
setelah praktikum selesai.
13. Buanglah sampah pada tempatnya, jangan pada bak cuci.
14. Sebelum meninggalkan laboratorium, meja praktikum harus dalam keadaan bersih,
kran air, kran gas tutup dan kontak listrik dicabut.
15. Buka semua pintu dan jendela.
16. Jangan menuangkan bahan kimia yang tak terpakai ke wastafel untuk menghindari
pencemaran.
17. Jangan buang kaca yang pecah pada wastafel.

19
18. Jangan makan, minum atau bermain di laboratorium.
19. Bekerjalah dengan rapi dan bersihkan semua alat.
20. Kembalikan alat-alat yang digunakan ke tempatnya semula setelah dibersihkan.

Tata Tertib Untuk Guru

1. Siswa yang sedang bekerja dilaboratorium harus ada dalam pengawasan guru.
2. Guru dapat menguasai siswanya dengan penuh disiplin.
3. Guru harus tahu dan yakin siswanya mengerti tata tertib dan menjalankannya dengan
baik.
4. Laboratorium harus selalu dijaga bersih, alat-alat yang telah dipakai harus
dikembalikan ke tempat semula, hendaknya guru meninggalkan laboratorium sudah
dalam keadaan bersih.
5. Alat dan bahan yang digunakan untuk percobann siswa hendaknya diujicobakan
terlebih dahulu sebelum percobaan dimulai.
6. Guru harus selalu memberi petunjuk kepada siswa jika akan menggunakan alat dan
bahan yang agak asing baginya, di samping itu harus memberi peringatan tentang
kemungkinan terjadinya bahaya dalam percobaan yang dilakukan.
7. Siswa diberi peringatan tentang apa yang perlu mendapatkan perhatian sebelum
percobaan dimulai, misalnya harus berhati-hati terhadap bahan yang mudah terbakar
dan meledak.

C. Pengadaan Alat dan Bahan


Pengadaan alat dan bahan untuk sekolah sudah dilakukan oleh pemerintah, namun
masih ada juga yang belum mendapatkan alat dan bahan laboratorium kimia untuk
melakukan kegiatan praktikum. Oleh karena itu, sekolah melakukan pembelian sendiri.
Adapun hal-hal yang harus dipikirkan, yaitu :
1. Percobaan apa yang akan dilakukan.
2. Alat-alat atau bahan yang mana yang akan dibeli.
3. Adanya dana untuk pembelian alat dan bahan.
4. Pengetahuan untuk menggunakan alat yang akan dibeli.
5. Jenis, ukuran alat atau bahan yang akan dibeli.
6. Prosedur pembelian.
7. Pelaksanaan pembelian.

20
Prosedur pembelian dimulai dengan penyusunan daftar alat dan bahan yang akan
dibeli, sebaiknya disusun oleh pengelola laboratorium atas dasar usulan dari guru-guru
IPA atau dari catatan harian. Keperluan alat dan bahan harus lengkap, termasuk
didalamnya ukuran, tipe, jumlah harga dan bila perlu disebutkan katalog yang digunakan
dan nama perusahaan dimana alat/bahan akan dibeli.Penyusunan pembelian harus
menurut abjad ataupun prioritasnya. Serta daftar pembelian bahan dipisahkan dengan
daftar pembelian alat. Setelah penyusunan selesai serahkan kepada kepala sekolah dan
sesuai dengan dana yang ada, maka kepala sekolah akan melakukan pembelian.

D. Pengadministrasian Alat dan Bahan

Tujuan dari pengadministrasian alat dan bahan agar dengan mudah dapat diketahui :

1. Jenis alat dan bahan yang ada.


2. Jumlah masing-masing alat dan bahan.
3. Jumlah yang pecah, hilang, rusak ataupun habis.

Keperluam administrasi diperlukan beberapa buku catatan, diantaranya :

1. Buku inventaris
2. Kartu stok
3. Kartu permintaan/peminjaman alat/bahan
4. Buku catatan harian
5. Kartu alat/bahan yang rusak
6. Kartu reparasi
7. Label
8. Program semester kegiatan laboratorium
9. Daftar alat dan bahan sesuai dengan LKS
10. Jadwal kegiatan laboratorium
11. Laporan bulanan

21
III. Evaluasi Perbandingan Laboratorium FKIP Kimia Universitas Sriwijaya dengan

Laboratorium yang Sebenarnya

Evaluasi Laboratorium FKIP Kimia Universitas Sriwijaya Berdasarkan Permen No. 26


Tahun 2008 pasal 1-3 Tentang Standar Tenaga Laboratorium

Dari isi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 26 Tahun
2008 Tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah / Madrasah diatas, telah tertera
bahwa standar tenaga laboratorium yang berdasarkan dengan kriteria Permen No. 26
tahun 2008 bahwa setiap laboratorium terdapat beberapa standar tenaga laboratorium
yang mempunyai tugas masing-masing, adapun standar tenaga laboratorium tersebut,
antara lain :
1. Kepala laboratorium,
2. Teknisi laboratorium
3. Laboran sekolah/madrasah

Dari ketiga tenaga tersebut, masing-masing sudah mempunyai standar tenaga


laboratorium yang telah diatur oleh pemerintah sesuai dengan lampiran pada kualifikasi
yang diterakan diatas.

Dari hasil penelitian kami di Laboratorium FKIP Kimia Universitas Sriwijaya, struktur
tenaga laboratorium FKIP Kimia Universitas Sriwijaya, antaranya :

Dekan

Wakil Dekan II

Ketua Prodi Pendidikan Kimia

Ketua Laboratorium Pendidikan Kimia

Pranata Laboratorium Pendidikan Kimia

Dari struktur tenaga laboratorium diatas, dapat dilihat perbedaannya dengan standar
tenaga laboratorium yang telah di tetapkan pemerintah di Permen No. 26 Tahun 2008.
Dari struktur tersebut dapat dilihat bahwa laboratorium FKIP Kimia Universitas

22
Sriwijaya tidak memiliki teknisi laboratorium dan laboran laboratorium. Teknisi dan
laboran laboratorium pada laboratorium Fkip Kimia Unsri ini mencakup menjadi satu
orang yang disebut dengan Pranata Laboratorium Pendidikan Kimia. Seharusnya
berdasarkan Permen No. 26 Tahun 2008 pasal 1 ayat 1, setiap laboratorium ini disusun
oleh masing-masing kepala laboratorium, teknisi laboratorium dan laboran laboratorium
yang mana ketiga tersebut berbeda-beda orangnya dikarenakan dati ketiga tenaga
tersebut memiliki masing-masing tugas yang tidak bisa di jadikan satu orang saja.

Sedangkan pada Permen N0. 26 Tahun 2008 pasal 1 ayat 2, berbunyi Untuk dapat
diangkat sebagai tenaga laboratorium sekolah/madrasah, seseorang wajib memenuhi
standar tenaga laboratorium sekolah/madrasah yang berlaku secara nasional. Standar
seseorang yang menjadi tenaga laboratorium telah di sampaikan pada lampiran Permen
No. 26 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Laboratorium yang telah dijelaskan di
halaman sebelumnya. Pada laboratorium FKIP Kimia Unsri untuk kepala laboratorium
telah memenuhi kriteria yang telah di jelaskan pada lampiran tersebut, bahwa untuk
menjadi kepala laboratorium minimal S1, berpengalaman selama 3 tahun dan
mempunyai sertifikat kepala laboratorium yang diakui. Kepala laboratorium FKIP Kimia
Unsri ini telah memenuhi syarat-syarat tersebut bahwa pendidikan yang telah ditempuh
lewat dari S1 yaitu S2, berpengalaman lebih dari 3 tahun dan mempunyai sertifikat.
Kepala laboratorium FKIP Kimia Unsri diangkat menjadi kepala laboratorium melalui
jalur guru.

Untuk teknisi dan laboran laboratorium, walaupun Laboratorium Fkip Kimia Unsri tidak
memiliki teknisi dan laboran yang berbeda-beda orang. Akan tetapi, di laboratorium ini
teknisi dan laboran mencakup menjadi satu orang yaitu dinamakan Pranata
Laboratorium Pendidikan Kimia. Untuk menjadi pranata laboratorium tersebut harus
memenuhi syarat yaitu PNS dan minimal diploma 3 (D3). Sementara pranata
laboratorium yang ada di Fkip Kimia Unsri sudah memenuhi syarat tersebut bahwa
sudah diangkat PNS dan pendidikannya juga diploma 3 (D3).

23
Evaluasi Desain Laboratorium FKIP Kimia Unsri

Tata Letak Laboratorium Berdasarkan Debdikbud

Gambar : Tata letak laboratorium yang seharusnya

Menurut Depdikbud yang dikutip Sariyanto (2001:15) persyaratan umum


laboratorium sebagai berikut ini :
a. Laboratorium tidak terletak arah angin, hal ini untuk menghindari terjadinya
pencemaran udara.
b. Arah utara selatan (sinar matahari)
c. Letak laboratorium mempunyai jarak yang cukup jauh dengan sumber air. Hal ini
untuk menghindari terjadinya pencemaran air disekitar tempat itu.
d. Laboratorium harus mempunyai saluran pembuangan sendiri, untuk menghindari
terjadinya pencemaran sumber air penduduk sekitar.
e. Letak laboratorium mempunyai jarak yang cukup terhadap bangunan yang lain,
hal ini sangat diperlukan agar dapat memberikan ventilasi dan penerangan yang
optimal. Jarak minimal disyaratkan sama dengan tinggi bangunan terdekat, yaitu
kira-kira 3 meter.
f. Letak laboratorium pada bagian yang mudah dikontrol dalam kompleks sekolah,
hal ini erat hubungannya dengan masalah keamanan terhadap pencurian,
kebakaran dan lain-lain.
Letak dan luas ruangan laboratorium sangat ditentukan oleh macam ruangan
yang diperlukan dan jenis kegiatan yang dilakukan. Adapun macam-macam tata ruang
yang ada antara lain (Djupri Padmawinata, 1991:5-6) :

24
1. Ruang Kegiatan Eksperimen/ Belajar Mengajar
Ruang ini biasanya merupakan ruangan yang paling luas dari suatu
laboratorium. Biasanya ruangan ini sangat tergantung dari jumlah kegiatan yang
akan dilakukan dan jumlah orang yang akan melakukan kegiatan. Ruangan ini
biasanya dilengkapi dengan meja, kursi, almari, rak alat, bahan, bak cuci dan lain-
lain.
2. Ruang Persiapan
Ruangan dimana guru/laboran/teknisi dapat melakukan persiapan
sebelumnya agar kegiatan belajar/eksperimen dapat berjalan baik. Ruangan ini
juga digunakan untuk persiapan alat-alat dan bahan-bahan yang akan digunakan
pada kegiatan yang akan datang tanpa mengganggu kegiatan yang telah
berlangsung.
3. Ruang Gudang
Ruang ini untuk menyimpan alat-alat yang belum digunakan. Gudang
terdapat almari untuk menyimpan alat dan bahan kimia, serta rak-rak untuk
menyimpan benda-benda lain.
4. Ruang Timbang
Ruang ini diperlukan untuk menimbang zat-zat kimia, sekaligus untuk
menyimpan timbangan itu sendiri. Timbangan/neraca jangan disimpan pada
ruangan yang akan digunakan untuk menyimpan zat kimia karena akan cepat
kotor dan berkarat sehingga tidak sempurna lagi kerjanya. Dengan demikian
hendaknya ruang timbang tidak terbuka langsung dengan ruangan laboratorium
dan diusahakan tidak ada angin yang masuk.
5. Ruang Gelap
Ruang gelap diperlukan untuk memperoleh ruangan tersekat terhadap
datangnya sinar cahaya dar luar baik sinar matahari maupun sinar yang lain. Misal
untuk proses pembuatan foto.

Fasilitas Laboratorium yang Baik untuk Digunakan


Laboratorium yang baik Laboratorium yang baik harus dilengkapi dengan
berbagai fasilitas untuk memudahkan pemakai laboratorium dalam melakukan
aktivitasnya. Fasilitas tersebut ada yang berupa fasilitas umum (utilities) dan fasilitas
khusus. Fasilitas umum merupakan fasilitas yang dapat digunakan oleh semua
pemakai laboratorium contohnya penerangan, ventilasi, air, bak cuci (sinks), aliran

25
listrik, gas. Fasilitas khusus berupa peralatan dan mebelair, contohnya meja
siswa/mahasiswa, meja guru/dosen, kursi, papan tulis, lemari alat, lemari bahan, dan
ruang timbang, lemari asam, perlengkapan P3K, pemadam kebakaran dll.

I. Penerangan
Ruang laboratorium harus memiliki pengatur penerangan yang dapat diubah-
ubah sesuai kebutuhan. Sumber cahaya dapat berasal dari cahaya matahari ataupun
dari listrik.

II. Ventilasi
Laboratorium IPA membutuhkan ventilasi yang baik, lebih-lebih untuk
laboratorium kimia yang sering menggunakan bahan-bahan mudah menguap.
Kadang-kadang ventilasi tidak dapat dicukup dari jendela, sehingga dibutuhkan alat
perotasi udara seperti kipas penyedot (ceiling fans). Adanya kipas penyedot ini dapat
membantu pergantian udara menjadi lebih baik.

III. Air
Air merupakan fasilitas yang penting dalam laboratorium IPA, terutama untuk
laboratorium biologi. Pasokan air ke dalam laboratorium tersebut harus cukup. Selain
jumlah pasokan, kualitasnya juga harus baik, kualitas air yang kurang baik dapat
mempercepat kerusakan alat-alat terutama alat-alat yang terbuat dari logam. Aliran air
yang masuk ke dalam laboratorium harus lancar. Demikian juga aliran air yang ke
luar laboratorium. Air yang masuk dan ke luar laboratorium biasanya lewat pipa-pipa.
Harus diperhatikan pembuangan air sisa cucian yang mengandung bahan-bahan yang
dapat merusakkan pipa-pipa tersebut. Pembuangan sisa asam atau basa kuat atau
bahan korosif lainnya harus melalui pengenceran dahulu sebelum dibuang lewat pipa.
Hal ini untuk menghindari kerusakan pipa-pipa saluran air.

IV. Bak Cuci


Bak cuci atau sinks dapat terbuat dari beton atau porcelain. Bak cuci yang
terbuat dari porcelain mudah ternoda apabila kena bahan-bahan kimia. Bak cuci harus
dilengkapi dengan saringan untuk mencegah masuknya sisa-sisa praktikum yang
berupa bahan padat. Untuk menghindari adanya kerusakan bak cuci, hindarkan
pembuangan bahan-bahan kimia seperti asam-basa kuat dan bahan-bahan korosif
lainnya.

26
V. Listrik
Pada laboratoium biologi, listrik merupakan fasilitas yang sangat penting.
Besarnya daya yang terpasang harus mencukupi kebutuhan alat-alat laboratorium,
terutama alat-alat laboratorium yang membutuhkan daya besar, seperti oven, furnace,
autoclave dan lain-lain. Tegangan listrik harus selalu dicek apakah stabil atau
tidak.Tegangan listrik yang tidak stabil dapat merusak alat-alat.
Harus diperhatikan pula instalasi listrik, jangan didekatkan dengan aliran air dan
gas. Selain itu harus dilengkapi dengan pengaman yang mudah dijangkau. Terminal
out let harus mudah dijangkau.
Instalasi listrik secara periodic perlu diperiksa kondisinya. Kabel-kabel listrik
secara periodic disikat untuk menghilangkan bahan-bahan korosif yang biasanya
menempel pada permukaan kabel. Socket dan plug harus diperiksa apakah masih
berfungsi dengan baik atau rusak (aus). Apabila rusak harus segera diganti. Periksa
juga secara periodic hubungan kabel ke socket apakah masih terikat dengan kuat.

VI. Mebelair
Perlengkapan yang berupa mebelar harus diperhatikan kualitas dan ukurannya.
Misalnya untuk meja perlu diperhatikan ketinggiannya. Umunya meja siswa /
mahasiswa ukuran tingginya 70-75 cm. Meja guru / dosen atau meja demonstrasi
harus lebih tinggi dari meja siswa, agar sewaktu demonstrasi dapat terlihat sampai ke
meja siswa paling belakang.
Kursi laboratorium apabila memungkinkan ketinggiannya dapat diatur, sehingga
siswa / mahasiswa dapat menyesuaikan dengan jenis kegitan praktikum / percobaan.
Meja samping yang biasa dipakai untuk menyimpan alat-alat yang menetap umumnya
terbuat dari cor beton.

Dari penjelasan diatas tentang tata letak dan fasilitas untuk laboratorium yang sesuai
berdasarkan kriteria laboratorium yang baik digunakan. Maka kami dapat
membandingkan laboratorium yang semestinya dengan laboratorium yang ada di FKIP
Kimia Universitas Sriwijaya.

Evaluasi Tata-tata Letak Laboratorium FKIP Kimia Universitas Sriwijaya


Tata letak laboratorium kimia sudah sesuai dengan peraturan Depdikbud.
Dimana letak laboratorium FKIP Kimia Unsri tidak terletak searah dengan angin,
mempunyai jarak yang cukup jauh dengan sumber air, mempunyai saluran

27
pembuangan limbah yang terhubung ke tempat pembuangan limbah bersama di LDB,
selain itu letak laboratorium juga mempunyai jarak yang cukup jauh dengan bangunan
lain, seperti kantin, perpustakaan dan sebagainya.
Didalam lab FKIP Kimia Unsri disini hanya tersedia dua buah ruangan saja
yaitu berupa ruang penyimpanan bahan dan truang praktikum, sedangkan seharusnya
laboratorium yang baik itu harus memiliki lima ruangan dengan fungsi masing-
masing ruangan berbeda.
Ruang penyimpanan (gudang)
Ruangan ini berisi bahan-bahan kimia dan juga alat-alat yang belum
digunakan. Terdapat rak-rak untuk penyimpanan bahan bukan lemari
penyimpanan. Rak-rak ini masih kurang sehingga masih banyak bahan-bahan
serta alat-alat yang diletakkan dilantai. Tidak ada penerangan (lampu) didalam
ruang penyimpanan ini.

Ruang Praktikum Mahasiswa


Ukuran ruangan ini masih tidak efisien karena masih terlalu sempit sehingga pada
saat mahasiswa melakukan praktikum sering terjadi interaksi seperti tidak sengaja
bertabrakan. Selain itu, jarak meja praktikum dan tempat duduk yang sangat
berdekatan antara kelompok yang satu dengan yang lain menyebabkan mahasiswa
harus memperhatikan ruang gerak pada saat praktikum agar tidak bertabrakan.

Evaluasi Fasillitas Laboratorium FKIP Kimia Unsri


a. Penerangan : Laboratorium ini menggunakan penerangan dari cahaya lampu,
dengan lampu yang tidak begitu terang.
b. Ventilasi :
Sudah cukup baik, tetapi masih belum memiliki jaring-jaring yang ditempel
di ventilasi berfungsi agar serangga dapat masuk ke dalam laboratorium.
Blower yang dipasang didekat ventilasi masih belum sesuai, karena blower
yang ada itu blower rumah tangga (ukurannya kecil) dan jumlahnya hanya
ada 4 buah. Seharusnya blower yang dipasang blower yang ukuran besar.
c. Air : Laboratorium ini memasok air dari ledeng UNSRI, air ledengnyapun
terkadang mati.
d. Bak Cuci : Bak cuci masih belum memenuhi standar, karena bak cuci di
laboratorium ini hanya tersedia 2 buah, sedangkan seharusnya 1 bak cuci

28
digunakan untuk 2 meja praktikum. Keran bak cuci juga sudah tidak layak lagi,
karena kepala kerannya sering terlepas.
e. Listrik : Hanya ada disekitar meja dinding yang terbuat dari beton atau keramik
(hanya ada socket). Meja praktikum tidak dilengkpai dengan aliran listrik,
seharusnya tiap meja ada 1 socket listrik. Meja demonstrasi seharusnya terdiri
dari 2 soket, sedangkan dilaboratorium meja demonstrasi tidak dilengkapi dengan
aliran listrik.
f. Peralatan Medis (Kotak P3K) dan Alat Pemadam Kebakaran :
Laboratorium ini tidak memiliki kotak P3K. Alat pemadam kebakaran
hanya ada 1, itu pun alatnya tidak diketahui masih bisa berfungsi lagi atau tidak
mengingat waktu alat tersebut sudah terlampau lama yakni sekitar 5 tahun lebih.
g. Mebelair
Meja demonstrasi belum memenuhi standar yaitu : panjang 300-400 cm, lebar
80-90 cm dan tinggi 90 cm. Sedangkan panjang meja demonstrasi
laboratorium ini hanya 1,5 m, lebar 1 m, dan tinggi 70 cm.
Meja praktikum siswa juga belum memenuhi standar, karena tingginya tidak
sesuai yaitu 90 cm. Dan seharusnya meja ini terbuat dari keramik.
Ukuran meja dosen di laboratorium ini sama dengan ukuran meja demonstrasi.
Meja dinding sudah memenuhi standar yakni terbuat dari beton atau keramik.
Kursi belum memenuhi standar, karena kursi yang digunakan bukan kursi
yang ketinggiannya bisa diatur sendiri.
h. Pintu Masuk dan Pintu Darurat
Pintu masuk dan pintu darurat lab ini tidak memenuhi standar yang
seharusnya, karena pintunya tidak out and in melainkan hanya out saja serta pintunya
tidak tahan api (masih terbuat dari kayu bukan dari kaca). Tidak ada bedanya antara
pintu masuk dan pintu darurat.
i. Rak Penyimpanan : Rak penyimpanan pada lab ini masih kurang karena banyak
ditemukan barang-barang yang diletakkan disembarang tempat. Walaupun rak
untuk alat-alat (dalam bentuk gelas) sudah ada dan alatnya tersusun rapi namun
jumlah rak penyimpanan masih saja kurang.
j. Lemari Penyimpanan Tas : Jumlah lemari ini masih kurang, karena pada saat
mahasiswa masuk kedalam lab, banyak tas mahasiswa yang hanya diletakkan
dilantai saja karena ruang penyimpana tas tidak mencukupi.

29
Menurut BSNP dalam Permendiknas No. 24 (2007: 53-56) ruang laboratorium kimia
dilengkapi sarana sebagai berikut :
No Jenis Rasio Menurut Permendiknas Rasio yang ada di lab FKIP
Kimia UNSRI
1 Lemari Alat 1 buah per lab 2 buah : satu lemari kaca dan
satu lemari kayu
2 Lemari Asam 1 buah per lab 1 buah
3 Botol Zat Masing-masing 24 buah/lab Lebih dari 25 buah
4 Pipet Tetes 100 buah per lab Kurang dari 100 buah
5 Batang Pengaduk 25 buah Kurang dari 25 buah
6 Gelas Beeker 12 buah/lab (volume : 50 ml, Volume 50 ml lebih dari 12
150 ml, 250 ml) buah, Volume 150 dan 250
ml kurang dari 12 buah
7 Gelas Beeker 3 buah/lab (volume : 500, Lebih dari 3 buah
1000 dan 2000 ml)
8 Labu Erlenmeyer 25 buah per lab Lebih dari 25
9 Labu Takar 50 ml : 50 buah, 100 ml : 50 Volume 50 ml dan 100 ml
buah, 1000 ml : 3 buah kurang dari 50 buah, volume
1000 ml lebih dari 3 buah
10 Pipet Volume 30 buah per lab Kurang dari 30 buah
11 Pipet Seukuran 30 buah (ukurannya 10, 25
dan 50 ml)
12 Corong 30 buah diameter 5 cm dan 3 Kurang dari 30 buah
buah diameter 10 cm

13 Mortar 6 buah diamater 7 cm dan 1 Lebih dari 6 buah dan satu


buah 15 cm buah
14 Botol Semprot 15 buah Kurang dari 15 buah
15 Gelas Ukur 50 ml : 15 buahh, 100 ml : 15 10 ml : 3 buah, 50 ml : 5
buah, 500 ml : 3 buah, 1000 buah, 100 ml : 27 buah, 25 ml
ml : 3 buah : 6 buah, 250 ml : 1 buah
16 Buret dan Klem 10 buah 10 buah
17 Statif dan Klem 10 buah Kurang dari 12 buah

30
18 Kaca Arloji 10 buah (diameter 10 cm) Kurang dari 10 buah
19 Corong Pisah 10 buah (volume 10 ml) Kurang dari 10 buah
20 Sentrifuge 1 buah 2 buah
21 Alat Destilasi 2 set (Volume labu 100 ml) 6 buah
22 pH Meter 2 set 1 set

Evaluasi Gambar Fasillitas Secara Teori dan Dilapangan (Lab. FKIP Kimia
Unsri)

No Fasilitas Gambar Secara Teori Gambar Dilapangan


1 Meja
Praktikum

2 Kursi
Praktikum

31
3. Rak
Penyimpanan
Alat

4. Pintu
Laboratorium

32
5. Bak Cuci

6. Tampak
Bagian
Dalam
Laboratorium
Kimia

33
BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Laboratorium adalah ruangan khusus yang dilengkapi dengan alat-alat dan fasilitas
yang diperlukan sehingga memenuhi syarat untuk melaksanakan serangkaian percobaan-
percobaan dan penyelidikan dengan aman (Soemanto Imam Khasani, 1990:2). Laboratorium
FKIP Kimia Unsri ini masih belum sesuai dengan Permen No. 26 Tahun 2008 tentang
Standar Tenaga Laboratorium karena tenaga laboratorium yang tidak mempunyai teknisi dan
laboran, tata ruang pada lab ini hanya mempunyai dua bagian ruangan saja yaitu : ruang
kegiatan eksperimen dan ruang penyimpanan . Tetapi tata letak laboratorium ini sudah sesuai
dengan Peraturan Depdikbud. Ukuran laboratorium Fkip ini masih belum luas, sehingga jika
digunakan masih belum efisien bagi mahasiswa maupun dosen. Sarana dan prasarana yang
ada juga masih banyak yang belum memadai dan tidak sesuai dengan syarat laboratorium
yang sebenarnya. Akan tetapi walaupun masih banyak kurang tetapi sudah hampir mendekati
dengan laboratorium yang sesuai dengan perturan pemerintah.

34
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2014. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 26 Tahun
2008 tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah. (online).
http://dupakguru.net/assets/fileunduh/peraturan/11.%20Permendiknas%2026_200
8.pdf (diakses pada tanggal 30 Januari 2017)

Amri, Iful. 2012. Pengelolaan Laboratorium. (online). http://pj-fisika.blogspot.co.id/2012/


11/pengelolaan-laboratorium.html (diakses pada tanggal 30 Januari 2016)

Padmaningrum, Regina T. 2013. Desain dan Tata Ruang Laboratorium. (online).


http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Regina%20Tutik%20Padmanin
grum,%20Dra.,%20M.Si./Desain_Laboratorium_Regina.13.pdf (diakses pada
tanggal 30 Januari 2017)

35
Lampiran

Gambar : Penulis Makalah dari anggota kelompok 1 melakukan wawancara dengan nara
sumber (Pranata Laboratorium Pendidikan Kimia Unsri)

36