Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kegiatan perminyakan adalah kegiatan yang mempunyai resiko yang sangat
besar. Oleh sebab itu, maka kegiatan ini harus selalu dilakukan dengan penuh
perhitungan, sehingga potensi-potensi resiko tadi tidak menjadi resiko ril (menjadi
kenyataan). Pada tambang batubara bawah tanah, potensi kecelakaan kerja lebih
besar bila dibandingkan dengan pada tambang batubara terbuka. Besarnya potensi
kecelakaan kerja itu juga sejalan dengan besarnya kerusakan atau kerugian yang
dapat ditimbulkan oleh kecelakaan kerja itu.Salah satu potensi bahaya dalam proses
penambangan batubara bawah tanah adalah komposisi gas-gas yang bisa saja
berkurang, berlebih, serta gas-gas beracun dan berbahaya.Secara umum pada udara
luar, komposisi udara normal terdiri dari 21% Oksigen, 78,09% Nitrogen, 0,03%
Carbon dioksida, dan 0,93% Argon. Komposisi udara itu untuk di dalam
terowongan tambang bawah tanah akan sangat berbeda, karena jelas dalam
tambang bawah tanah itu akan terjadi emisi dari berbagai jenis gas yang keluar dari
batuan yang ada. Gas-gas yang mungkin ada dalam batubara antara lain: O2, N2,
CO2, CH4, NO, NO2, H2S, dan SO2.
Racun adalah bahan kimia yang dalam jumlah kecil menimbulkan keracunan
pada manusia atau mahluk hidup lainnya. Keracunan adalah salah satu masalah
kesehatan yang semakin meningkat baik di Negara maju maupun negara
berkembang. Angka yang pasti dari kejadian keracunan di Indonesia belum
diketahui secara pasti, meskipun banyak dilaporkan kejadian keracunan di beberapa
rumah sakit, tetapi angka tersebut tidak menggambarkan kejadian yang sebenarnya
di masyarakat. Dari data statistik diketahui bahwa penyebab keracunan yang
banyak terjadi di Indonesia adalah akibat paparan pestisida, obat obatan,
hidrokarbon, bahan kimia korosif, alkohol dan beberapa racun alamiah termasuk
bisa ular, tetradotoksin, asam jengkolat dan beberapa tanaman beracun lainnya.
Keracunan adalah keadaan sakit yang ditimbulkan oleh racun. Bahan racun yang
masuk ke dalam tubuh dapat langsung mengganggu organ tubuh tertentu, seperti
paru-paru, hati, ginjal dan lainnya. Tetapi zat tersebut dapat pula terakumulasi
dalam organ tubuh, tergantung sifatnya pada tulang, hati, darah atau organ lainnya
sehingga akan menghasilkan efek yang tidak diinginkan dalam jangka panjang.

1.2 Rumusan Masalah


1.

1.3 Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui dan memahami gas beracun yang terdapat diudara.
2. Mengetahui dan memahami gas detector.
BAB II
DASAR TEORI

2.1 Sejarah dunia perminyakan


Orang-orang telah bekerja di atmosfer berbahaya karena riwayat
sebelumnya yang tercatat. Terbuka sumber cahaya api dari pelukis gua pra-sejarah
yang sumber karbon monoksida yang mematikan dan konsumen kehidupan
memberi oksigen, dan di daerah berventilasi buruk bisa akhirnya terbukti fatal.
Seringkali toksisitas potensi lingkungan hanya buruk diakui, jika itu diakui sama
sekali. Korban jiwa dan luka-luka diterima sebagai risiko melakukan pekerjaan,
atau tugas-tugas yang diberikan kepada pekerja tidak mau di bawah penjaga
bersenjata.
Beberapa upaya pertama untuk mendeteksi atmosfer beracun datang di
tambang batu bara. tambang batu bara merupakan sumber terkenal dari gas mudah
terbakar dan beracun serta tingkat oksigen yang rendah. lampu nyala api terbuka
menjabat sebagai beberapa sistem deteksi pertama. Lingkungan oksigen rendah
akan menyebabkan api untuk membakar rendah, atau menjadi padam. Suasana kaya
gas mudah terbakar akan menyebabkan api untuk membakar lebih terang. Namun,
terlalu banyak gas yang mudah terbakar mengakibatkan sangat ledakan yang
berusaha dihindari. Sebuah perbaikan nanti metode ini adalah lampu nyala, yang
berisi api di dalam tong kaca dan memungkinkan gas panas untuk melarikan diri
melalui api menangkap wire mesh. tanda lulus ditempatkan pada kaca untuk
memungkinkan perhitungan kasar dari kehadiran gas yang mudah terbakar atau
ketiadaan oksigen. Sedangkan metode ini sangat meningkatkan keselamatan
intrinsik dari metode deteksi ini, lampu turun masih bisa berakibat fatal dalam
lingkungan yang salah.
upaya lain pada metode deteksi secara intrinsik aman juga digunakan dalam
aplikasi pertambangan batubara ke dalam abad kedua puluh. Ini adalah penggunaan
burung dikurung kecil untuk mendeteksi lingkungan beracun (pepatah 'kenari di
tambang batubara'). Konsep adalah bahwa burung-burung ini akan menunjukkan
efek dari lingkungan beracun sebelum mereka menjadi berbahaya bagi manusia.
Seperti yang dapat Anda bayangkan, burung sehat pada awal masa kerja adalah
kebutuhan vital. Sementara efektif dalam aplikasi tertentu, burung-burung ini tidak
mampu mendeteksi semua kondisi berbahaya.
Pada tahun 1920-an sejumlah kemajuan yang signifikan dalam bidang
deteksi gas datang ke dalam bermain. Di Jepang Dr. Jiro Tsuji mengembangkan
metode untuk mendeteksi gas mudah terbakar menggunakan interferensi
gelombang cahaya di 1925. Dr. Tsuji kemudian melanjutkan untuk menemukan
Riken Keiki Co, Ltd, saat ini diwakili di Amerika Utara oleh RKI Instruments. Pada
tahun 1927 Dr Oliver Johnson dari Standard Oil Company mengembangkan metode
untuk mendeteksi gas mudah terbakar menggunakan katalis platinum dalam sirkuit
elektronik jembatan Wheatstone. Dr Johnson kemudian melanjutkan untuk
menemukan Johnson-Williams atau J-W, salah satu perusahaan deteksi gas pertama
di Amerika Serikat.
Sejak tahun 1920-an sejumlah kemajuan telah dibuat dalam dua teknologi
ini. Selain itu, sejumlah teknologi lainnya juga telah datang ke dalam penggunaan.
Kita akan lihat apa beberapa teknologi ini setelah kami memeriksa beberapa
aplikasi yang membawa kebutuhan mereka.

2.2 Tingkat insiden


Minyak dan gas bumi merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak
dapat diperbaharui. Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam
terutama minyak dan gas bumi. Minyak dan gas bumi merupakan sumber daya alam
yang amat bermanfaat dan amat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup manusia di
dunia. Hampir semua aspek kehidupan manusia berhubungandengannya.
Namun di samping ia membawa manfaat bagi manusia, ia bisa
mendatangkan bahaya dan malapetaka bagi manusia itu sendiri bila tidak ditangani
dengan baik. Hal itu bisa dimaklumi karena minyak dan gas bumi merupakan bahan
yang amat mudah terbakar dan meledak. Kerugian yang ditimbulkan akibat
kecelakaan migas berupa hilangnya nyawa manusia atau minimalnya cedera,
hilangnya aset-aset penting, harta benda, dan rusaknya lingkungan. Dalam istilah
bahasa Inggris disebut PEME (People, Equipment, Material, and
Environmental).Karena bahannya memiliki karakteristik tersebut, maka
penanganan keselamatan dan kesehatan kerja harus serentak atau menyeluruh dari
mulai eksplorasi/drilling, pengumpulan, produksi, hingga ke distribusinya. Dalam
istilah di migas, ada kegiatan sektor hulu yang meliputi eksplorasi/drilling,
produksi, pemurnian, dan ada kegiatan sektor hilir yang meliputi depot dan
pengangkutan / distribusi.

2.3 Sejarah gas detector


metode deteksi kebocoran gas menjadi perhatian setelah efek dari gas
berbahaya pada kesehatan manusia ditemukan. Sebelum sensor elektronik modern,
metode deteksi dini mengandalkan detektor kurang tepat. Selama berabad-abad ke-
20 ke-19 dan awal, penambang batubara akan membawa burung kenari ke
terowongan dengan mereka sebagai sistem deteksi dini terhadap gas yang
mengancam jiwa seperti karbon dioksida, karbon monoksida dan metana. Kenari,
biasanya burung yang sangat merdu, akan berhenti bernyanyi dan akhirnya mati
jika tidak dihapus dari gas-gas ini, menandakan para penambang untuk keluar
tambang cepat.
Sebelum pembangunan rumah tangga elektronik detektor karbon
monoksida pada 1980-an dan 1990-an, kehadiran karbon monoksida terdeteksi
dengan kertas kimia diresapi yang berubah coklat bila terkena gas. Sejak itu, banyak
teknologi elektronik dan perangkat telah dikembangkan untuk mendeteksi,
memantau, dan waspada kebocoran beragam gas.
Sebagai biaya dan kinerja dari sensor gas elektronik membaik, mereka telah
dimasukkan ke dalam jangkauan yang lebih luas dari sistem. penggunaannya dalam
mobil itu awalnya untuk kontrol emisi mesin, tapi sekarang sensor gas juga dapat
digunakan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan penumpang. sensor
karbon dioksida sedang diinstal ke dalam bangunan sebagai bagian dari sistem
ventilasi permintaan dikendalikan. sistem sensor gas canggih sedang diteliti untuk
digunakan dalam diagnostik, sistem pemantauan, dan perawatan medis, baik di luar
penggunaan awal mereka di kamar operasi. monitor gas dan alarm untuk karbon
monoksida dan gas berbahaya lainnya semakin tersedia untuk kantor dan keperluan
rumah tangga, dan menjadi hukum dibutuhkan dalam beberapa wilayah yurisdiksi.
Awalnya, detektor diproduksi untuk mendeteksi gas tunggal. unit yang
modern dapat mendeteksi beberapa gas beracun atau mudah terbakar, atau bahkan
kombinasi. analisis gas baru bisa memecah sinyal komponen dari aroma yang
kompleks untuk mengidentifikasi beberapa gas secara bersamaan.

2.4 Fungsi gas detector


Fungsi gas detector di perminyakan adalah untuk mendeteksi gas yang
berbahaya untuk manusia, contoh gas berbahaya yaitu CO2 dan gas lainnya yang
mudah terbakar selain itu gas beracun juga dapat menyebabkan kekurangan oksigen
didalam ruangan tertutup.
BAB III
GAMBARAN UMUM

3.1. Gas Detector Bracelet


Dewasa ini gas detector yang sering digunakan dalam dunia perminyakan
kurang efektif dalam segi bentuk karena terlalu besar, dan tidak semua pekerja
lapangan memegangnya. Maka dari itu kami mencoba mengembangkan gas
detector yang telah beredar sekarang dengan konsep yang simple, praktis dan
mudah dibawa dalam bentuk gelang
Gas Detector Bracelet (GDB) ini adalah kombinasi dari gelang tangan dan
gas detector yang di buat micro daripada gas detector yang beredar sekarang,
sehingga GDB ini lebih simple, praktis dan mudah dibawa. GDB ini dibuat untuk
pekerja lapangan, agar tingkat safety dari pekerja yang masuk kedalam lokasi
produksi maupun lokasi lainnya tetap dalam keadaan aman.
Dengan adanya GDB diharapkan bahwa setiap orang dapat
menggunakannya, dimana kita tahu bahwasanya alat gas detector yang ada
sekarang tidak dapat untuk dibawa oleh semua orang. GDB ini juga dapat di
pergunakan untuk mengetahui berapa banyak orang yang sedang ada dilokasi
dikarenakan saat mengambil GDB diharuskan untuk mengisi daftar peminjaman
alat.

3.2. Perbandingan Gas Detector dan Gas Detector Braclet


3.2.1. Gas Detector
3.2.2. Gas Detector Bracelet

Gas Detector Bracelet ini tidak berbeda dalam fungsi hanya bentuk saja
yang membedakan dengan gas detector yang ada sekarang. Simple, praktis dan
mudah di bawa serta penanda jumlah pekerja yang sedang berada dilokasi menjadi
tujuan pembuatan GDB ini.
Cara kerja GDB ini adalah O2 akan nyala pada layarnya berwarna hijau jika
kawasan yang di datangi masih memiliki oksigen, jika tidak ada oksigen lampu
hijau pada layar O2 akan berhenti menyala dan GDB akan mengeluarkan bunyi
sebagai peringatan
H akan menyala warna merah di sertai adanya bunyi peringatan, H
menandakan keadaan hydrocarbon pada kawasan tersebut.
CO adalah carbon monoksida yang merupakan gas sangat beracun beracun
dan memiliki karakteristik yaitu tidak berwarna dan tidak memiliki bau. Jika ada
kandungan CO di sekitar pekerja yang menggunakan GDB ini, layar pada CO akan
merespon dengan warna merah pada kolom CO dan di ikuti dengan bunyi.
Carbon Dioxide bersifat beracun kepada jantung, dimana jika di sekitar
pekerja yang menggunakan GDB akan menyala pada layar bagian CO2 berwarna
merah serta di ikuti dengan bunyi, bunyi akan menghilang hanya jika kandungan
CO2 tidak ada lagi di sekitar pekerja yang menggunakan GDB.
H2S pada layar juga akan merespon dengan munculnya peringatan berwarna
merah pada layar H2S menandakan adanya kandungan tersebut disekitar pegawai
yang menggunakan GDB ini dan tentunya diikuti dengan bunyi peringatan.
Jika terdapat gas lepas berupa hidrokarbon, carbon monoksida, carbon
dioxie dan juga hydrogen sulfide di sekitar pekerja yang mengunakan GDB akan di
akan menyala warna merah di setiap bagian (kecuali O2) dan juga diikuti dengan
bunyi.
GDB ini terbuat dari bahan dasar karet dnn plastik di karenkan pada bahan
metal rawan terjadi gerekan yang dapat menimbulkan percikan api yang malah
dapat membuat terjadinya insiden kebakaran. Maka dari itu untuk mengurangi
resiko terjadinya insiden dibuat dengan bahan dasar karet dan juga plastik pada
bagian luarnya. Pada komponen utamanya tentu saja menggunakan bahan metal
sesuai kebutuhan agar GDB bisa bekerja dengan baik.

3.3. Potential Target


GDB ini di peruntukan untuk oil and gas industry pada lokasi refinery unit,
stasiun pengumpulan, kompresor, dan juga pada rig pemboran. Hydrogen sulfida,
karbon monoksida, karbon dioksida dan juga hidrokarbon adalah gas-gas yang
memiliki potensial hazard untuk segera di tangani, maka dari itu juga terjadi
kebocoran di sekitar pekerja pada area produksi atau pada rig pemboran menembus
lapisan gas akan segera dapat diketahui juga memiliki potensial hazard berupa gas-
gas yang dapat di baca pada GDB. Gas Detector Braclet ini dapat juga digunakan
pada pertambangan-pertambangan lain selain oil and gas, namun di rasa tidak
begitu efektif, sehingga menempatkan industry oil and gas sebagai potential target.
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimplan
Dari hasil penelitian tentang detector gas, maka dapat diambil
kesimpulan :
Detector gas merupakan perangkat yang dapat mendeteksi keberadaan gas,
alat ini juga merupakan sebagian dari system keamanan.
alat detector gas ini berkerja bila buzzer berbunyi dan lampu menyala yang
difungsikan sebagai tanda, bahwa di sekitar sensort terdapat gas beracun,
dengan adanya tanda bunyi tersebut dimaksudkan agar siapa pun yang
berada pada daerah sekitar tempat terdapatnya sensor dapat mewaspadai
dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan
seperti kebakaran ataupun ledakan.
Alat ini digunakan ditempat yang rawan terjadi ledakan dan kebocoran gas,
misalnya dipabrik, lokasi pertambang, kilang minyak, gudang kimia dll.
Daftar Pustaka

Wikipedia. (2016). Gas detector. Diambil 21 Desember 2016. From


https://en.wikipedia.org/wiki/Gas_detector