Anda di halaman 1dari 19

TUMPUAN PADA JEMBATAN, GAYA

LINTANG DAN MOMEN

Oleh

Nama : Nurmasyitah

NIM : 1604101010081

Prodi : Teknik sipil

Universitas Syiah Kuala

Darussalam, Banda Aceh

2016
BAB I

PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG

Analisa struktur 1 adalah disiplin ilmu yang mempelajari tentang gaya-gaya dan pergeseran
yang terjadi pada suatu struktur akibat beban-beban yang bekerja pada struktur tersebut.
Dalam analisa struktur 1 , kita akan mempelajari hal-hal dasar perhitungan struktur sebelum
perhitungan-perhitungan yang lebih dalam lagi, disini kita perlu mengetahui konsep-konsep
dasar perhitungannya, supaya lebih mudah untuk perhitungan struktur kedepannya. Dalam
makalah ini akan dibahas mengenai tumpuan(perletakan), meliputi pengertian, jenis-
jenisnya, serta aplikasi dalam struktur jembatan. Selain tumpuan(perletakan), makalah ini
juga membehas tentang gaya lintang dan momen. Suatu konstruksi direncanakan untuk suatu
keperluan tertentu. Tugas utama suatu konstruksi adalah mengumpulkan gaya akibat muatan
yang bekerja padanya dan meneruskannya ke bumi. Untuk melaksanakan tugasnya dengan
baik maka konstruksi harus berdiri dengan kokoh. Konstruksi akan stabil bila konstruksi
diletakkan diatas pondasi yang baik. Pondasi ini akan melawan gaya aksi yang diakibatkan
oleh muatan yang diteruskan oleh konstruksi kepada pondasi. Gaya lawan yang timbul pada
pondasi disebut: Reaksi. Pondasi yang dimaksudkan disini adalah Perletakan atau tumpuan.
Untuk menjamin stabilitas suatu konstruksi harus dipenuhi syarat aksi sama dengan Reaksi.
Reaksi sebagai gaya yang bekerja pada pondasi dapat berupa momen atau gaya, ataupun
kombinasi momen dan gaya. Oleh karena itu mempelajari tentang tumpuan, gaya lintang dan
momen sangatlah penting dalam pengerjaan suatu konstruksi. untuk mempelajari secara
lanjut, disarankan agar dapat langsung membaca makalah ini.

1.2.RUMUSAN MASALAH

1. Apakah pengertian, jenis-jenis dari tumpuan(perletakan pada jembatan, serta


aplikasinya dalam jembatan?

2. Apakah yang dimaksud dengan gaya lintang dan momen ?


BAB II

PEMBAHASAN

1.1. TUMPUAN PADA JEMBATAN

A. Pengertian Tumpuan
Suatu konstruksi direncanakan untuk suatau keperluan tertentu. Tugas utama
suatu konstruksi adalah mengumpulkan gaya akibat muatan yang bekerja padanya
dan meneruskannya ke bumi. Untuk melaksanakan tugasnya dengan baik, maka
konstruksi harus berdiri dengan kokoh. Semua beban yang diterimanya akan
diteruskan ke bumi dengan sesingkat-singkatnya. Bagian yang meneruskan beban
itulah yang disebut perletakan/tumpuan. Selain meneruskan beban, perletakan juga
akan memikul konstruksi tersebut. Perletakan bisa berupa sebuah pondasi. Bangunan-
bangunan harus terletak diatas permukaan bumi, hubungan antara bangunan tersebut
dengan lapisan permukaan bumi dikaitkan dengan suatu pondasi. Jadi, dapat
disimpulkan bahwa Tumpuan merupakan tempat perletakan konstruksi atau dukungan
bagi konstruksi dalam meneruskan gaya-gaya yang bekerja pada pondasi.
B. Jenis- Jenis Tumpuan
1. Tumpuan Sendi / Engsel
2. Tumpuan Rol
3. Tumpuan Jepit
4. Pendel
5. Tumpuan Bidang
6. DatarTumpuan Tali
7. Tumpuan Gesek
8. Tumpuan Titik

Ada delapan jenis tumpuan, tetapi yang dipelajari dalam mekanika teknik hanya 4 jenis
tumpuan, yaitu tumpuan sendi, rol, jepit dan pendel.

1. Tumpuan sendi, diberi notasi

Tumpuan Sendi, yaitu tumpuan yang terdiri dari poros dan lubang sendi. Pada
tumpuan demikian dianggap sendinya licin sempurna, sehingga gaya singgung antara
poros dan sendi tetap normal terhadap bidang singgung, dan arah gaya ini akan
melalui pusat poros. Tumpuan sendi sering disebut dengan engsel karena cara
bekerjanya yang mirip dengan cara kerja engsel. Tumpuan sendi mampu memberikan
reaksi arah vertikal dan reaksi arah horizontal artinya tumpuan sendi dapat menahan
gaya vertikal dan horizontal atau terdapat 2 variabel yang akan diselesaikan (Rv dan
Rh). Tumpuan sendi ini tidak dapat menerima / menahan momen artinya jika diberi
momen maka akan berputar, seperti sifat engsel.
Gambar di samping merupakan bentuk
pemodelan tumpuan sendi pada suatu
struktur jembatan, yang bertugas untuk
menyangga sebagian dari jembatan.

Karena struktur harus stabil, maka


perletakan sendi tidak boleh turun jika
tertimpa beban dari atas. Oleh karena itu,
sendi harus mempunyai reaksi vertikal
(Rv). Selain itu, tumpuan sendi tidak
boleh bergeser horizontal. Oleh karena
itu, tumpuan sendi harus mempunyai
reaksi horizontal (Rh). Tumpuan sendi
dapat berputar jika diberi momen untuk
mencegah patah jika memuai dan
melendut, maka tumpuan sendi tidak
mempunyai reaksi momen.
Gambar pemodelan perletakan sendi

Aplikasi tumpuan sendi pada struktur jembatan


2. Tumpuan rol, diberi notasi

Tumpuan Rol adalah tumpuan yang selalu memiliki lubang sendi. Apabila poros ini
licin sempurna maka poros ini hanya dapat meneruskan gaya yang tegak lurus bidang
singgung di mana poros ini diletakkan. Tumpuan rol merupakan tumpuan yang dapat
bergeser ke arah horizontal, sehingga tumpuan ini tidak dapat menahan gaya
horizontal. Pada tumpuan rol terdapat roda yang dapat bergeser. Roda tersebut
berguna untuk mengakomodir pemuaian pada konstruksi, sehingga konstruksi tidak
rusak. Tumpuan rol hanya mampu memberikan reaksi arah vertikal artinya tumpuan
rol hanya dapat menahan gaya vertikal saja. Dengan demikian, tumpuan rol hanya
memiliki satu variabel yang akan diselesaikan (Ry). Tumpuan ini tidak dapat
menahan momen.
Gambar di samping merupakan bentuk
perletakan rol pada suatu struktur jembatan
yang bertgas untuk menyangga sebagian
dari jembatan.

Karena struktur harus stabil, maka


perletakan rol tersebut tidak boleh turun
jika diberi beban dari atas. Oleh karena itu,
tumpuan rol harus mempunyai reaksi
vertikal (Ry). Perletakan rol tersebut dapat
bergeser/menggelinding kea rah horizontal
artinya tumpuan ini tidak mempunyai
reaksi horizontal. Jika diberi momen,
tumpuan rol dapat berputar artinya
tumpuan ini tidak dapat menahan/
Gambar pemodelan perletakan rol
menerima momen untuk mencegah patah
jika memuai dan melendut

Aplikasi tumpuan rol pada struktur atas jembatan


3. Tumpuan jepit, diberi notasi

Tumpuan Jepit adalah tumpuan yang menciptakan kondisi kaku/monolit. Tumpuan


ini seolah-olah dibuat dari balok yang ditanamkan pada tumpuannya, demikian
sehingga mampu menahan gaya-gaya maupun momen dan bahkan dapat menahan
torsi. Tumpuan jepit berupa balok yang terjepit pada tiang(kolom), di mana pada
tumpuan ini mampu memberikan reaksi terhadap gaya vertikal, gaya horizontal,
bahkan mempu memberikan reaksi terhadap putaran momen. Oleh karena itum,
tumpuan jepit mempunyai 3 variabel yang akan diselesaikan (Rv, Rh dan momen).

Gambar di samping merupakan bentuk


perletakan jepit dari suatu struktur.
Tumpuan ini bertugas untuk menahan
balok sorotan jembatan agar tidak jatuh.

Karena struktur sorotan harus stabil, maka


perletakan jepit tidak boleh turun jika
diberi beban dari atas. Oleh karena itu,
tumpuan jepit harus mempunyai reaksi
vertikal((Ry). Tumpuan tersebut tidak
boleh berputar pada sambungannya jika
diberi momen. Oleh karena itu, tumpuan
ini harus mempunyai reaksi momen. Selain
Gambar pemodelan tumpuan jepit itu jepit juga tidak boleh bergese ke arah
horizontal.
Aplikasi tumpuan jepit pada bagian jembatan
4. Tumpuan pendel, diberi notasi

Tumpuan pendel yaitu suatu perletakan yang titik tangkap dan garis kerjanya
berimpit. Garis kerja reaksi pada batang pendel berhimpit dengan batang itu
sendiri, memberi peluang berputar ke segala arah. Bentuk tumpuan pendel ini
jika pada suatu struktur jembatan bertugas untuk menyangga sebagian dari baja.
Pendel tersebut hanya bisa menyangga sebagian jembatan yang hanya searah
dengan sumbu pendel tersebut, maka hanya mempunyai satu reaksi yang searah
dengan sumbu pendel.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa :
1.2. GAYA LINTANG DAN MOMEN

A. Pengertian Gaya
Gaya merupakan kekuatan yang dapat membuat benda dalam keadaan diam menjadi
bergerak. Gaya biasanya dilambangkan sebagai besaran yang mempunyai arah dan
digambarkan seperti vector. Gaya bekerja sepanjang bidang/jejak yang dilaluinya dan
disebut dengan garis kerja gaya. Titik tangkap dari sebuah gaya dapat dipindahkan
sepanjang garis kerja gaya. Apabila pada sebuah benda dikerjakan sebuah gaya baik
diangkat, itarik atau didorong, maka aka nada perlawanan terhadap gaya tersebut dan
gaya perlawanan tersebut disebut dengan reaksi. Besarnya reaksi sama dengan
besarnya gaya yang dikerjakan (aksi).

Gambar di atas menunjukkan sebuah benda pada posisi 1 di beri gaya aksi yang
mengakibatkan benda berpindah tempat pada posisi 2, hal ini terjadi karena gaya aksi
lebih besar dari gaya reaksi. Apabila gaya reaksi sama dengan gaya aksi, maka benda
akan tetap dalam keadaan diam. Gaya reaksi ditimbulkan dari gaya gesekan antara
berat benda dengan lantai tempat benda tersebut berada.

B. Gaya-gaya dalam mekanika teknik


Dalam mekanika teknik dikenal dua macam gaya, yaitu gaya eksternal(reaksi) dan
gaya internal. Gaya internal adalah muatan dan reaksi yang menciptakan kestabilan
atau keseimbangan konstruksi. Muatan yang membebani suatu kontruksi akan
dirambatkan oleh kontruksi ke dalam tanah melalui pondasi. Gaya-gaya dari tanah
yang memberikan perlawanan terhadap gaya rambat tersebut dinamakan reaksi.
Sedangkan, gaya internal adalah gaya rambat yang diimbangi oleh gaya yang berasal
dari bahan konstruksi, berupa gaya lawan, dari konstruksi. Pada makalah ini hanya
membahas mengenai gaya internal.

C. Gaya internal

Gaya-gaya dalam dibedakan menjadi tiga, yaitu gaya normal, gaya lintang dan
momen lentur.

1. Gaya normal (Normal Forces Diagram)


Gaya normal adalah suatu gaya yang garis kerjanya berimpit/sejajar
dengan sumbu batang.

Penggambaran normal forces diagram (NFD) cara grafis

Notasi:
a. Positif Jika gaya normal tarik
b. Negatif Jika gaya normal tekan

Pada gambar di atas menunjukkan bahwa adanya gaya normal diakibatkan oleh
adanya beban sebesar P, yang apabila diuraikan gayanya menjadi gaya vertikal
dan horisontal. Selanjutnya, gaya arah horizontal (arah ke kiri) akan dilawan oleh
gaya PH (arah ke kanan). Pada akhirnya, timbulah gaya normal tekan (negatif)
karena serat pada balok tersebut tertekan (memendek).
2. Gaya lintang (Shear Force Diagram)
Gaya lintang (shear forces diagram) adalah susunan gaya yang tegak lurus
dengan sumbu batang.

Gambar Konsep SFD pada struktur balok

Notasi:
a. Positif jika searah dengan jarum jam
b. Negatif jika berlawanan arah dengan jarum jam

Penggambaran shear forces diagram (SFD) dengan cara grafis


Gambar di atas menunjukkan bahwa nilai gaya lintang akan positif apabila
perputaran gaya yang bekerja searah dengan jarum jam, dan diarsir tegak lurus
dengan sumbu batang yang menerima gaya melintang. Sebaliknya, bila
perputaran gaya yang bekerja berlawanan arah dengan perputaran jarum jam,
diberi tanda negatif dan diarsir sejajar dengan sumbu batang.

3. Momen (Bending Moment Diagram)


Momen adalah hasil kali antara gaya dengan jarak (jarak garis lurus terhadap garis
kerjanya).

Penggambaran bending moment diagram (BMD)


dengan cara grafis.

Momen adalah hasil kali antara gaya dengan jaraknya. Jarak disini adalah
jarak tegak lurus dengan garis kerja gayanya. Dalam Gambar di atas berarti
bahwa pada titik C terjadi momen sebesar:

Mc = RA. L1
Bidang momen diberi tanda positif jika bagian bawah atau bagian dalam yang
mengalami tarikan. Bidang momen positif diarsir tegak lurus sumbu batang yang
mengalami momen. Sebaliknya, apabila yang mengalami tarikan pada bagian atas
atau luar bidang momen, maka diberi dengan tanda negatif. Bidang momen
negatif diarsir sejajar dengan sumbu batang. Perlu diketahui bahwa momen yang

berputar ke kanan belum tentu positif dan momen yang berputar ke kiri belum

tentu negatif. Oleh karena itu, perjanjian tanda perlu diperhatikan dengan teliti.
BAB III
PENUTUP
1.1. KESIMPULAN

1. Tumpuan(perletakan) merupakan tempat perletakan konstruksi atau dukungan bagi


konstruksi dalam meneruskan gaya-gaya yang bekerja pada pondasi.

2. Macam Perletakan (tumpuan)

a. Tumpuan sendi adalah tumpuan yang dapat menerima gaya dari segala arah,
akan tetapi tidak mampu menahan momen.
Sifat-sifat tumpuan sendi :
Mampu menerima 2 reaksi gaya :
a) gaya vertikal (Fy)
b) gaya horisontal (Fx)
Tidak dapat menerima momen (M).
Jika diberi beban momen, maka akan berotasi karena bersifat
seperti engsel.
b. Tumpuan rol adalah tumpuan yang hanya dapat menahan gaya bekerja tegak
lurus (vertical) dan tidak dapat menahan momen.
Sifat-sifat tumpuan rol :
Dapat memberikan reaksi berupa gaya vertikal (Ry = Fy)
Tidak dapat menerima gaya horisontal (Fx).
Tidak dapat menerima momen
Jika diberi gaya horisontal, akan bergerak/menggelinding karena
sifat rol.
c. Tumpuan jepit adalah tumpuan yang dapat menahan gaya dalam segala arah
dan dapat menahan momen.
Sifat-sifat tumpuan jepit :
Dapat menerima semua reaksi:
a) gaya vertikal (Fy)
b) gaya horizontal (Fx)
c) momen (M)
Dijepit berarti dianggap tidak ada gerakan sama sekali.
d. Tumpuan pendel yaitu suatu perletakan yang titik tangkap dan garis kerjanya
berimpit. Pendel tersebut hanya bisa menyangga sebagian jembatan yang
hanya searah dengan sumbu pendel tersebut, maka hanya mempunyai satu
reaksi yang searah dengan sumbu pendel.

3. Gaya lintang (shear forces diagram) adalah susunan gaya yang tegak lurus dengan sumbu
batang.
4. Momen adalah hasil kali antara gaya dengan jarak (jarak garis lurus terhadap garis
kerjanya).