Anda di halaman 1dari 24

Presentasi Kasus Kecil

SEORANG PEREMPUAN USIA 51 TAHUN DENGAN CHF NYHA IV,


DIABETES MELITUS TIPE II, CAP KELAS RISIKO III, ANEMIA,
HIPOALBUMIN SEDANG, DAN HIPONATREMIA RINGAN

Oleh:
Oki Saraswati Utomo G99161069
Resti Nurfadillah G99161079
Raka Aditya Pradana G99161119

Residen Pembimbing

dr. Mustopa dr. R. Satriyo Budhi Susilo, Sp.PD,M. Kes

KEPANITERAAN KLINIK SMF ILMU PENYAKIT DALAM


FAKULTAS KEDOKTERAN UNS/RSUD DR MOEWARDI
SURAKARTA
2017

1
HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Kasus Kecil Ilmu Penyakit Dalam dengan judul:


SEORANG PEREMPUAN USIA 51 TAHUN DENGAN CHF NYHA IV,
DIABETES MELITUS TIPE II, CAP KELAS RISIKO III, ANEMIA,
HIPOALBUMIN SEDANG, DAN HIPONATREMIA RINGAN

Oleh:
Oki Saraswati Utomo G99161069
Resti Nurfadillah G99161079
Raka Aditya Pradana G99161119

Telah disetujui untuk dipresentasikan pada tanggal:

dr. R. Satriyo Budhi Susilo, Sp.PD,M. Kes

2
BAB I
STATUS PASIEN

I. ANAMNESIS
A. Identitas penderita
Nama : Ny. S
Umur : 51 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Karanganyar, Jawa Tengah
No RM : 0137XXXX
Suku : Jawa
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Status : Menikah
Tanggal Masuk : 13 Maret 2017
Tanggal Periksa : 14 Maret 2017

B. Data dasar
Auto anamnesis dan alloanamnesis di Bangsal Penyakit Dalam
Melati 1 Kamar 5B RS Dr. Moewardi.

Keluhan utama:
Sesak napas yang memberat sejak 6 hari sebelum masuk rumah sakit

Riwayat penyakit sekarang:


Pasien datang dengan keluhan sesak nafas yang memberat sejak
6 hari sebelum masuk rumah sakit. Awalnya sesak nafas mulai
dirasakan 4 bulan SMRS, namun mulai dirasakan semakin
memberat selama 6 hari terakhir disertai dada berdebar. Sesak
dirasakan hilang timbul dan memberat terutama saat aktivitas ringan
serta berkurang dengan istirahat. Sesak tidak disertai batuk, nyeri

3
dada, dan mengi. Sesak tidak dipengaruhi oleh perubahan cuaca,
paparan debu, makanan, maupun psikis. Pasien terkadang terbangun
malam hari karena sesak, dan biasa tidur dengan 2 bantal. Mual (-),
muntah (-). BAB 1-2 hari sekali, berwarna kuning kecoklatan dengan
konsistensi lembek. Tidak ada BAB disertai lendir, darah, maupun
BAB berwarna hitam.
Pasien juga mengeluh batuk berdahak sejak 1 minggu terakhir.
Batuk dirasakan hilang timbul. Dahak berwarna putih eencer. Tidak
ada demam, pilek, dan pusing, dan nyeri kepala.
Pasien juga mengeluhkan lemas sejak 4 bulan SMRS. Lemas
dirasakan terus menerus di seluruh tubuh, bertambah dengan aktivitas
dan tidak berkurang dengan pemberian makanan atau istirahat.
Keluhan lemas kadang disertai dengan mata berkunang-kunang dan
nggliyer, tidak ada keluhan telinga berdenging. Nafsu makan
dirasakan menurun. Akhir-akhir ini pasien juga merasakan rambutnya
mudah rontok.
Pasien mengaku memiliki riwayat penyakit gula sejak 4 bulan
lalu dan rutin minum obat metformin 3x1 dari RS Dr. Oen. Pasien
juga mengaku mengalami penurunan berat badan 10kg dalam 4
bulan terakhir. Pasien mengaku sering merasa haus dan sering BAK,
sehari bisa 10-15 kali sehari sebanyak - 1 gelas belimbing berwarna
kuning jernih. Tidak ada nyeri dan panas saat berkemih, anyang-
anyangan, BAK darah, BAK keluar batu, BAK berpasir. Pasien juga
mengeluh terasa tebal / kebas pada kedua kaki.

Riwayat penyakit dahulu :


Penyakit Tempat Perawatan Keterangan
Riwayat sakit serupa Disangkal Disangkal
Riwayat sakit liver Disangkal Disangkal
Riwayat konsumsi OAT Disangkal Disangkal
Riwayat alergi Disangkal Disangkal

4
RS Dr. Oen Solo 4 bulan yang lalu
Riwayat mondok
dengan DM

Riwayat penyakit keluarga :


Penyakit Keterangan
Riwayat sakit serupa Disangkal
Riwayat sakit darah tinggi Disangkal
Riwayat sakit liver Disangkal
Riwayat sakit jantung Disangkal
Pada suami
Riwayat sakit gula
pasien
Riwayat sakit ginjal Disangkal
Riwayat alergi Disangkal

Pohon keluarga pasien:

Ny. S /
51 tahun

Keterangan :
: Pasien : Laki-Laki

: Perempuan : Meninggal dunia

5
Riwayat kebiasaan
Makan Pasien mengaku makan teratur 3 kali sehari
sebanyak 7-8 sendok, Saat sakit, pasien
makan 2 kali sehari sebanyak 4-5 sendok.
Merokok Disangkal
Alkohol Disangkal
Minum jamu Disangkal
Obat bebas Pasien mengaku sering minum obat pusing
atau antinyeri yang dibeli di warung jika
tidak enak badan.

Riwayat gizi
Pasien sehari-hari makan sebanyak 3 kali sehari. Porsi untuk
sekali makan 7-8 sendok makan dengan nasi, lauk-pauk, dan sayur.

Riwayat sosial ekonomi


Pasien adalah seorang pedagang sayur di pasar,, tinggal bersama
suami dan 3 orang anaknya. Suami pasien bekerja sebagai wiraswasta.
Pasien berobat menggunakan fasilitas BPJS.

Anamnesis sistem
1. Keluhan utama : Sesak napas yang memberat sejak 6
hari SMRS
2. Kulit : Kering (-), pucat (-), menebal (-), gatal
(-), bercak-bercak kuning (-), kuning (-
)
3. Kepala : Pusing (+), nggliyer (+), kepala terasa
berat (-), perasaan berputar-putar (-),
nyeri kepala (-), rambut mudah
rontok (+),

6
4. Mata : Mata berkunang-kunang (+/+),
pandangan kabur (+/+), gatal (-/-),
mata kuning (-/-), mata merah (-/-)
5. Hidung : Tersumbat (-), keluar darah (-), keluar
lendir atau air berlebihan (-), gatal (-)
6. Telinga : Telinga berdenging (-/-), pendengaran
berkurang (-/-), keluar cairan atau
darah (-/-)
7. Mulut : Bibir kering (-), gusi mudah berdarah (-
), sariawan (-), gigi mudah goyah (-)
8. Tenggorokan : Rasa kering dan gatal (-), nyeri untuk
menelan (-), sakit tenggorokan (-),
suara serak (-)
9. Sistem respirasi : Sesak nafas (+), batuk (+) berdahak
warna putih, batuk darah (-), nyeri
dada (-), mengi (-)
10. Sistem kardiovaskuler : Nyeri dada (-), terasa ada yang
menekan (-), sering pingsan (-),
berdebar-debar (+), keringat dingin (-
), ulu hati terasa panas (-), bangun
malam karena sesak nafas (+)
11. Sistem gastrointestinal : Diare (-), perut mrongkol (-), perut
membesar (-), mual (+), muntah (-),
nafsu makan berkurang (+), nyeri
perut (-), sulit BAB (+), kentut (+),
BAB hitam (-), BAB bercampur air (-
), BAB bercampur darah (-), BAB
bercampur lendir (-), rasa penuh di
perut (-), cepat kenyang (-), perut nyeri
setelah makan (-), berat badan menurun
progresif (-)

7
12. Sistem muskuloskeletal: Lemas (+), leher kaku (-), keju-
kemeng (-), kaku sendi (-), nyeri sendi
(-), bengkak sendi (-), nyeri otot (-),
kaku otot (-), kejang (-)
13. Sistem genitouterinal : Nyeri saat BAK (-), panas saat BAK
(-), sering buang air kecil (+), air
kencing warna seperti teh (-), BAK
darah (-), nanah (-), anyang-anyangan
(-), sering menahan kencing (-), rasa
pegal di pinggang (-), rasa gatal pada
saluran kencing (-), rasa gatal pada alat
kelamin (-).
14. Ekstremitas :
a. Atas : Bengkak (-/-), lemah (-/-),luka (-/-),
kesemutan (-/-) hilang timbul, tremor (-
/-), ujung jari terasa dingin (-/-), nyeri
(-/-), lebam-lebam kulit (-/-)
b. Bawah : Bengkak (-/-), lemah (-/-), luka (-/-),
kesemutan (-/-), tremor (-/-), ujung jari
terasa dingin (-/-), nyeri (-/-), lebam-
lebam kulit (-/-)

II. PEMERIKSAAN FISIK


Pemeriksaan fisik dilakukan tanggal 14 Maret 2017 dengan hasil sebagai
berikut:
1. Keadaan umum : Tampak sakit sedang, compos mentis,
GCS E4V5M6, kesan gizi cukup
2. Tanda vital
Tensi : 130/90 mmHg
Nadi : 105 kali /menit
Frekuensi nafas : 24 kali /menit

8
Suhu : 37,20C
VAS :2
3. Status gizi
Berat Badan : 52 kg
Tinggi Badan : 156 cm
IMT : 21,36 kg/m2
Kesan : Gizi cukup
4. Kulit : Warna coklat, turgor (+) normal, hiperpigmentasi (-),
kering (-), teleangiektasis (-), petechie (-), ikterik (-),
ekimosis (-)
5. Kepala : Bentuk mesocephal, rambut warna hitam, mudah
rontok (+), luka (-), atrofi m. temporalis (-)
6. Mata : Mata cekung (-/-), konjungtiva anemis (+/+), sklera
ikterik (-/-), perdarahan subkonjungtiva (-/-), pupil isokor
dengan diameter (3 mm/3 mm), reflek cahaya (+/+),
edema palpebra (-/-), strabismus (-/-)
7. Telinga : Sekret (-), darah (-), nyeri tekan mastoid (-), nyeri tekan
tragus (-)
8. Hidung : Nafas cuping hidung (-), sekret (-), epistaksis (-)
9. Mulut : Sianosis (-), gusi berdarah (-), papil lidah atrofi (-), gusi
berdarah (-), luka pada sudut bibir (-), oral thrush (-)
10. Leher : JVP R+4 cm (meningkat), trakea ditengah, simetris,
pembesaran kelenjar tiroid (-), pembesaran kelenjar
getah bening leher (-), leher kaku (-), distensi vena-vena
leher (-)
11. Thorax : Bentuk normochest, simetris, pengembangan dada kanan
= kiri, retraksi intercostal (-), pernafasan
abdominothorakal, sela iga melebar (-), pembesaran
kelenjar getah bening axilla (-/-)
12. Jantung
Inspeksi : Ictus kordis tak tampak
9
Palpasi : Ictus kordis teraba tidak kuat angkat di SIC VI
linea medioclavicularis sinistra 1 cm lateral
Perkusi :
- Batas jantung kanan atas: SIC II linea sternalis dextra
- Batas jantung kanan bawah: SIC IV linea parasternalis
dekstra
- Batas jantung kiri atas: SIC II linea sternalis sinistra
- Batas jantung kiri bawah: SIC VI linea
medioclavicularis sinistra 2 cm lateral
Batas jantung kesan melebar ke caudolateral
Auskultasi : Bunyi jantung I-II murni, intensitas normal,
reguler, bising (-), gallop (-).
13. Pulmo
a. Depan
Inspeksi
- Statis : Normochest, simetris, sela iga tidak
melebar, iga tidak mendatar
- Dinamis : Pengembangan dada simetris kanan =
kiri, sela iga tidak melebar, retraksi
intercostal (-)
Palpasi
- Statis : Simetris
- Dinamis : Pergerakan kanan = kiri, fremitus raba
kanan = kiri
Perkusi
- Kanan : Sonor, redup pada batas relatif paru-
hepar pada SIC VI linea
medioclavicularis dextra, pekak pada
batas absolut paru hepar
- Kiri : Sonor, sesuai batas paru jantung pada
SIC V linea medioclavicularis sinistra

10
Auskultasi
- Kanan : Suara dasar vesikuler, suara tambahan:
wheezing (-), ronkhi basah halus (+)
pada kedua basal paru, ronkhi basah
kasar (+), krepitasi (-)
- Kiri : Suara dasar vesikuler, suara tambahan:
wheezing (-), ronkhi basah halus (+)
pada kedua basal paru, ronkhi basah
kasar (+), krepitasi (-)
b. Belakang
Inspeksi
- Statis : Normochest, simetris, sela iga tidak
melebar, iga tidak mendatar
- Dinamis : Pengembangan dada simetris kanan =
kiri, sela iga tidak melebar, retraksi
intercostal (-)
Palpasi
- Statis : Simetris
- Dinamis : Pergerakan kanan = kiri, fremitus raba
kanan = kiri
Perkusi
- Kanan : Sonor
- Kiri : Sonor
- Peranjakan diafragma 5 cm
Auskultasi
- Kanan : Suara dasar vesikuler, suara tambahan:
wheezing (-), ronkhi basah kasar (+),
ronkhi basah halus (+), krepitasi (-)
- Kiri : Suara dasar vesikuler, suara tambahan:
wheezing (-), ronkhi basah kasar (-),
ronkhi basah halus (+), krepitasi (-)

11
13. Abdomen
Inspeksi : Dinding perut sejajar dengan dinding thorak,
ascites (-), venektasi (-), sikatrik (-), striae (-),
caput medusae (-), ikterik (-),
Auskultasi : Bising usus (+) 12 x / menit, bruit hepar (-), bising
epigastrium (-)
Perkusi : timpani (+), pekak alih (-), ps (-), undulasi (-), area
troub tympani
Palpasi : distended (-), nyeri tekan (-), nyeri lepas (-), defans
muskuler (-), hepar dan lien tidak teraba, hemoroid
(-), undulasi (-)
14. Ekstremitas
Akral dingin _ _ Oedem _ _
_ _ _ _

Superior Ka/Ki : Oedem (-/-), sianosis (-/-), pucat (-/-), akral dingin
(-/-), ikterik (-/-), luka (-/-), kuku pucat (-/-), spoon
nail (-/-), clubing finger (-/-), flat nail (-/-), nyeri
tekan dan nyeri gerak (-/-), deformitas (-/-)
Inferior Ka/Ki : Oedem (-/-), sianosis (-/-), pucat (-/-), akral
dingin(-/-), ikterik (-/-), luka (-/-), kuku pucat (-/-),
spoon nail (-/-), clubing finger (-/-), flat nail (-/-),
deformitas (-/-)

12
III. PEMERIKSAAN PENUNJANG
A. Laboratorium darah
Tanggal: 13 Maret 2017
Pemeriksaan Hasil Satuan Rujukan
HEMATOLOGI RUTIN
Hb 8,7 g/dl 12,0 15,6
Hct 29 % 33 45
AL 13,4 103/ L 4,5 - 11,0

AT 228 103 / L 150 450

AE 3,05 106/ L 4,10 - 5,10


INDEX ERITROSIT

MCV 87.1 / m 80,0-96,0

MCH 28.8 Pg 28,0-33,0


MCHC 31.5 g/dl 33,0-36,0
RDW 17.6 % 11.6-14,6
MPV 11.0 Fl 7,2-11,1
PDW 8 % 25-65
HITUNG JENIS
Eosinofil 1.40 % 0.00 4.00
Basofil 0.70 % 0.00 2.00
Neutrofil 53.90 % 55.00 80.00
Limfosit 48.80 % 22.00 44.00
Monosit 7.20 % 0.00 7.00
HEMOSTASIS
PT 14,5 Detik 10,0 15,0
APTT 29,3 Detik 20,0 - 40,0
INR 1,200
KIMIA KLINIK
GDS 216 mg/dl 60 140
SGOT 62 /L < 31

SGPT 45 /L < 34
Albumin 3,0 g/dl 3,5 - 5,2
Creatinine 0,6 mg/dl 0,6 - 1,1
Ureum 14 mg/dl < 50

13
ELEKTROLIT
Natrium darah 129 mmol/L 136 -145
Kalium darah 3,8 mmol/L 3,3 - 5,1
Calsium darah 1,10 mmol/L 1,17 1,29
SEROLOGI HEPATITIS
HbsAg Nonreactive Nonreactive

B. Radiologi
Foto Thorak PA
Tanggal: 13 Maret 2017

Foto Thorax AP
Cor : Besar dan bentuk normal
Pulmo : Tampak infiltrate di paracardial kanan
Sinus costrophrenicus kanan kiri tajam
Hemidiaphragma kanan kiri normal
Trakea di tengah
Sistema tulang baik
Kesimpulan :
Pneumonia

14
C. Elektrokardiografi
Tanggal: 13 Maret 2017

Kesimpulan: Sinus Takikardi, HR 115 bpm, Deviasi Axis kiri, OMI Inferior,
Poor R-wave progression

IV. RESUME

1. Keluhan utama
Sesak nafas yang memberat sejak 6 hari sebelum masuk rumah
sakit
2. Anamnesis:
Pasien datang dengan keluhan sesak nafas yang memberat sejak
6 hari sebelum masuk rumah sakit. Awalnya sesak nafas mulai
dirasakan 4 bulan SMRS, lalu dirasakan semakin memberat selama 1
minggu terakhir disertai dada berdebar. Sesak memberat terutama saat
aktivitas serta berkurang dengan istirahat. Pasien terkadang terbangun
malam hari karena sesak, dan biasa tidur dengan 2 bantal. Pasien juga

15
mengeluh batuk berdahak berwarna putih sejak 1 minggu terakhir.
Pasien juga mengeluh lemas sejak 4 bulan SMRS disertai dengan
mata berkunang-kunang dan nggliyer, serta rambut mudah rontok.
Nafsu makan dirasakan menurun. Pasien juga mengaku memiliki
riwayat penyakit gula sejak 4 bulan lalu dan rutin minum obat
metformin 3x1 dari RS Dr. Oen. Pasien mengaku sering merasa haus
dan sering BAK, sehari bisa 10-15 kali sehari sebanyak - 1 gelas
belimbing berwarna kuning jernih. Pasien juga mengeluh terasa tebal /
kebas pada kedua kaki.
3. Pemeriksaan fisik:
Keadaan umum tampak sakit sedang, compos mentis, GCS
E4/V5/M6, kesan gizi cukup. Tekanan darah 130/90 mmHg, nadi 105
kali/menit, frekuensi nafas 24 kali/menit, suhu 37,2oC, VAS 2.
Pemeriksaan fisik didapatkan : rambut mudah rontok, conjungtiva
anemis (+/+), JVP meningkat. Pemeriksaan auskultasi paru ditemukan
suara napas tambahan RBH (+/+), RBK (+/+). Pemeriksaan palpasi
dan perkusi jantung didapatkan jantung kesan melebar ke caudolateral.
4. Pemeriksaan tambahan:
a. Laboratorium darah
Hb 8,7 g/dl; Hct 29 %; Eritrosit 3,05 juta/ul; Leukosit 13,4
juta/ul; MCHC 31,5 g/dl; RDW 17,6 %; PDW 8 %; Neutrofil
53,9 %; Limfosit 48,8 %; Monosit 7,2 %; GDS 216 mg/dl;
SGOT 62 u/l; SGPT 45 u/l; Albumin 3 g/dl; Natrium 129
mmol/L.
b. Foto toraks AP
Pneumonia
c. Elektrokardiografi
Sinus Takikardi, HR 115 bpm, Deviasi Axis kiri, LVH, OMI
Inferior

16
V. DIAGNOSIS ATAU PROBLEM
1. CHF NYHA IV
anatomis: cardiomegaly
etiologis: cardiomyopati DM
2. Diabetes Melitus Tipe II
3. CAP Kelas Risiko III (PSI: 71)
4. Anemia normokromik normositik
5. Hipoalbumin sedang
6. Hiponatremia ringan

17
Rencana Awal

No Pengkajian Rencana Awal Rencana Rencana


Diagnosis Rencana Terapi
(Assesment) diagnosis Edukasi Monitoring
1. CHF NYHA IV Anamnesis: Echocardiografi Bedrest tidak total Penjelasan KUVS / 8
Anatomis: Sesak nafas yang (posisi duduk) kepada pasien jam
cardiomegali memberat sejak 6 hari O2 3 lpm nasal dan keluarga Balance
Etiologis: SMRS. canul tentang kondisi, cairan / 12
cardiomyopati Sesak dirasakan hilang Inj. Furosemide 40 tatalaksana, dan jam
DM timbul dan dirasakan mg / 8 jam komplikasinya Awasi tanda-
bertambah saat Captopril tab tanda sesak
beraktivitas ringan dan 12,5mg 3 x 1 memberat
berkurang dengan
istirahat.
Pasien biasanya tidur
dengan menggunakan 2
bantal dan sering
terbangun di malam hari

18
karena sesak.
Pemeriksaan fisik:
TD 130/90 mmHg
Pemeriksaan fisik paru
ditemukan suara napas
tambahan RBH (+/+).
Pemeriksaan fisik
jantung didapatkan batas
jantung kesan melebar ke
caudolateral
Pemeriksaan Penunjang:
Elektrokardiografi
Sinus Takikardi, HR 115
bpm, Deviasi Axis kiri,
OMI Inferior, Poor R-
wave progression
2 DM tipe 2 Anamnesis: HbA1c Diet DM 1700 Penjelasan Awasi tanda-
Riwayat penyakit gula GDP kkal kepada pasien tanda

19
sejak 4 bulan lalu dan GD2PP Metformin 500mg dan keluarga hipoglikemia
rutin minum obat Profil lipid 3x1 mengenai dan
metformin 3x1 dari RS Monofilamen kondisi, komplikasi
Dr. Oen. test tatalaksana, dan DM
Penurunan berat badan Funduskopi komplikasi yang
10kg dalam 4 bulan Urin rutin dapat terjadi.
terakhir.
Sering merasa haus dan
sering BAK.
Pemeriksaan fisik:
Tebal/kebas pada kedua
kaki
Pemeriksaan penunjang:
GDS 216
3 Anemia Anamnesis: GDT Transfusi PRC 1 Penjelasan
normokromik Lemas sejak 4 bulan Retikulosit kolf kepada pasien
normositik SMRS. mengenai
Lemas dirasakan terus kondisi,

20
menerus di seluruh tubuh, tatalaksana dan
dirasakan bertambah komplikasi yang
dengan aktivitas dan tidak mungkin terjadi
berkurang dengan
pemberian makanan atau
istirahat.
Mata berkunang-kunang
dan nggliyer
Pemeriksaan Fisik:
Konjungtiva anemis
Pemeriksaan Penunjang:
Hb: 8.7 g/dL
MCH: 28.8 pg
MCHC: 31.5 g/dl
4. CAP Kelas Anamnesis: Cek gram, O2 3 lpm nasal Penjelasan Awasi tanda-
Risiko III Pasien mengeluh batuk mikrobiologis, canul kepada pasien tanda batuk
(PSI: 71) berdahak berwarna putih resistensi, dan Inj Ceftriaxon mengenai dan sesak
encer sejak 1 minggu kultur bakteri 2gr/24 jam kondisi, yang

21
terakhir, batuk dirasakan dalam sputum Azitromicin tab tatalaksana dan memberat,
hilang timbul. namun tidak 500 mg/24 jam komplikasi yang dan juga suhu
ada demam. N Acetil Cystein mungkin terjadi tubuh
Pemeriksaan fisik: 200 mg/8 jam
Pemeriksaan fisik paru
ditemukan suara napas
tambahan RBK (+/+).
Pemeriksaan Penunjang:
Foto toraks AP (kurang
inspirasi):
Pneumonia
4 Hiponatremia Anamnesis : Infus NaCL 0,9% Penjelasan Cek tanda
ringan Pasien mengaku lemas 16 tpm mikro kepada pasien tanda
seluruh tubuh (1 flabot tiap hari) mengenai neurologis
Pemeriksaan penunjang: kondisi, (demielinisasi
Natrium 129 mmol/L tatalaksana dan pontin)
Etiologi: komplikasi yang Cek natrium
- low intake mungkin terjadi post koreksi

22
- urin loss
5 Hipoalbumin Anamnesis: - Diet ekstra putih Penjelasan Cek albumin
sedang Pemeriksaan Penunjang: telur 6 butir kepada pasien post koreksi
Albumin : 3.0 g/dl VIP Albumin tab mengenai
2x1 kondisi,
tatalaksana dan
komplikasi yang
mungkin terjadi

23
28