Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam yang
terhampar dari Sabang sampai Marauke, baik itu sumber alam daya yang berasal
dari laut, darat, maupun yang terkandung di dalam perut bumi yaitu berupa
minyak dan gas bumi yang terjadi akibat adanya pelapukan fosil dalam waktu
yang cukup lama. Sumber daya alam berupa minyak dan gas bumi merupakan
sektor yang menjadi penyumbang utama dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN). Minyak bumi dan gas adalah sumber daya alam yang bernilai
ekonomis dan memberikan kontribusi yang sangat penting dalam kehidupan
manusia.
Teknologi canggih dan modern mempunyai peranan yang sangat penting
dalam perkembangan suatu industri. Setiap industry tidak akan menghasilkan
suatu produk yang maksimal tanpa didukung oleh peralatan yang memadai.
Meskipun setiap industri telah berusaha untuk menghasilkan produk yang baik,
tetap saja mengalami kendala dalam pengoperasian maupun mengoperasikan
mesin produksi, hal ini dapat terjadi karena faktor alam, faktor peralatan yang
digunakan, maupun faktor manusia itu sendiri.
PT Pertamina adalah perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan usaha
di sektor hulu bidang minyak dan gas bumi, meliputi eksplorasi dan eksploitasi.
Di samping itu, Fungsi Reliability, Availability and Maintenance (RAM) PT.
Pertamina EP Asset I Field Rantau adalah salah satu bagian penting dari sistem
manajemen di PT. Pertamina EP Asset I Field Rantau, fungsi Reliability,
Availability and Maintenance (RAM) memiliki tugas utama yaitu menjaga dan
memelihara semua peralatan di dalam proses produksi minyak agar dapat berjalan
secara maksimal. Peralatan-peralatan yang menjadi perhatian antara lain adalah
peralatan-peralatan produksi, seperti Crude Oil Tank, Separator, Scrubber, dan

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Malikussaleh Page 1
Header Manifold. Fungsi Reliability, Availability and Maintenance (RAM)
berperan di dalam pengadaan peralatan-peralatan produksi.

1.2 Maksud dan Tujuan Kerja Praktek (KP)


Sasaran dan tujuan umum dari penulisan ini diwujudkan untuk
pengembangan wawasan yang sesuai dengan topik yang di bahas berikut:
1. Mengetahui akan rangkaian proses produksi yang ada pada PT. Pertamina
EP Asset 1 Field Rantau
2. Dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah di dapat saat kuliah jurusan
Teknik Mesin
3. Mengetahui fungsi dari peralatan-peralatan proses.
4. Memiliki keterampilan dalam hal penguasaan pekerjaan dan dapat
menambah pengalaman untuk terjun kelapangan industri.
5. Berlatih bekerja disiplin dan bertanggung jawab sebagai seorang pekerja.
6. Membina hubungan kerja sama yang baik antara Perusahaan dengan
jurusan Teknik Mesin

1.3 Batasan Masalah


1.4 Manfaat Kerja Praktek
Adapun manfaat dari pelaksanaan kerja praktek antara lain :
Manfaat bagi mahasiswa
1. Sebagai salah satu syarat program menyelesaikan studi pada Program
Studi S1 Teknik Mesin Universitas Malikussaleh
2. Kerja praktek akan menjadi acuan pembelajaran secara nyata di lapangan
untuk berlaku secara profesionalitas yang sesuai etika engineer.
3. Dapat dijadikan sebagai data-data informasi bagi mahasiswa yang akan
melakukan tugas pra rancangan pabrik maupun penelitian.
4. Mengetahui kondisi nyata suatu perusahaan industry dari segi management
yang di terapkan, kondisi fisik, teknologi yang di gunakan, kinerja para
karyawan serta proses produksi di industry.

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Malikussaleh Page 2
5. Memperoleh pengalaman untuk meningkatkan keterampilan di bidang
teknik yang relevan dengan jurusan yang di tekuni.
6. Memperoleh kesempatan menimba ilmu di bidang industry minyak dan
gas

Manfaat bagi Lembaba Pendidikan


1. Untuk memperkenalkan FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS
MALIKUSSALEH khususnya JURUSAN TEKNIK MESIN kepada
lingkungan masyarakat dan pihak perusahaan.
2. Terjalinnya hubungan kemitraan antara pihak Universitas Malikussaleh
khususnya Teknik Mesin dengan pihak PT Pertamina EP Asset 1 Field
Rantau sehingga memungkinkanya terjalin kerja sama antara kedua belah
pihak.
3. Mendapatkan umpan balik untuk meningkatkan kualitas pendidikan teknik
sesuai dengan perkembangan dunia industry.

Manfaat bagi industry atau perusahaan


1. Laporan Kerja Praktek dapat dijadikan sebagai bahan masukan atau usulan
perbaikan seperlunya dalam pemecahan masalah-masalah yang terjadi di
perusahaan.
2. Dapat melihat keadaan perusahaan dari view point mahasiswa yang
melakukan kerja praktek pada perusahaan atau industry.
3. Sebagai sumbangan perusahaan dalam memajukan pembangunan di
bidang pendidikan.

1.5 Waktu dan Tempat


Dalam pelaksanaan Kerja Praktek ini, waktu yang di siapkan adala 1 bulan
terhitung mulai tanggal 17 Juli 2017 16 Agustus 2017. Kerja praktek
berlangsung di PT Pertamina EP Asset 1 Field Rantau. Adapun jadwal
pelaksanaan kerja praktek yang telah di tetapkan adalah:

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Malikussaleh Page 3
Jadwal pelaksanaan kerja praktek PT Pertamina Ep Asset 1 Field Rantau

No. Hari Jam masuk Jam istirahat Jam keluar


1. Senin 07.00 WIB 12.15 13.00 WIB 16.00 WIB

2. Selasa 07.00 WIB 12.15 13.00 WIB 16.00 WIB


3. Rabu 07.00 WIB 12.15 13.00 WIB 16.00 WIB
4. Kamis 07.00 WIB 12.15 13.00 WIB 16.00 WIB

5. Jumat 07.00 WIB 12.15 13.00 WIB 16.00 WIB


6. Sabtu Libur
7. Minggu Libur

1.6 Metode pengumpulan data


Metode yang di gunakan penulis dalam mengumpulkan data antara lain :
1. Observasi, dengan cara melakukan pengamatan langsung terhadap
objek yang akan menjadi sasaran penelitian.
2. Wawancara, dengan cara mengadakan Tanya jawab langsung kepada
pihak-pihak berwenang dan bertanggung jawab dengan bidang yang di
teliti.
3. Studi kepustakaan, dengan cara mengumpulkan data skunder dengan
berbagai literature baik dari buku sumber maupun internet yang ada
kaitanya dengan pembahasan.

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Malikussaleh Page 4
BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Profil PT. Pertamina EP Asset 1 Field Rantau


Penemuan ladang minyak pertama di Indonesia di daerah konsesi
perkebunan Telaga Said dari Sultan Langkat, yang disebut dengan Telaga
Tunggal di daerah Pangkalan Brandan, yang ditemukan oleh AJ.Zijlker pada
tahun 1928.
Awal penemuan ladang minyak di daerah Aceh Timur dilakukan oleh
BPM (Bataafsche Petroleum Maatscappij) yaitu sebuah perusahaan Belanda,
yang melakukan pengeboran di daerah Rantau pada sumur R-1 bulan Desember
1928 pengeboran ini dilakukan hingga kedalaman 340 m, dan pada bulan
Februari 1929 pengeboran selesai dilakukan dengan produksi minyak sebesar 136
m3 /hari.
Keberhasilan pengeboran pada sumur R-1 kemudian dilanjutkan dengan
pengeboran kedua pada sumur R-2 yang selesai dilakukan pada bulan Mei 1929
dan menghasilkan minyak pada kedalaman 290 m sebanyak 105 m3/hari.
Selanjutnya dilakukan pengeboran pada sumur-sumur berikutnya, sehingga pada
masa BPM telah dilakukan pengeboran sumur minyak sebanyak 173 sumur.
Pada tahun 1954, pemerintah Indonesia menggabungkan lapangan-
lapangan minyak yang ada di Sumatera Utara (Langkat) dan Aceh (Aceh Timur)
di bawah satu perusahaan yang diberi nama Perusahaan Tambang Minyak
Sumatera Utara (TMSU), yang selanjutnya pada bulan Oktober 1957 menjadi PT.
ETMSU yang berkedudukan di Pangkalan Brandan, sedangkan lapangan-
lapangan minyak yang ada di daerah Aceh Timur ditempatkan di bawah
pengawasan Kepala Lapangan Eksplorasi dan Produksi Rantau. Pada tanggal
10 Desember 1957 PT. ETMSU berubah nama menjadi Perusahaan Negara
Pertambangan Minyak Nasional (PN. PERMINA).
Pada tahun 1960, melalui kerja sama dengan sebuah perusahaan swasta
Jepang, NOSODECO (North Sumatera Oil Development Company).

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Malikussaleh Page 5
Disepakati peminjaman kredit US$ 53 juta dalam bentuk perlengkapan, mesin-
mesin produksi, material, bantuan teknik, dengan jangka waktu pembayaran
selama 10 tahun yang dibayar dengan minyak mentah. Dengan adanya bantuan
kredit ini maka PN. PERMINA melakukan rehabilitas terhadap sarana dan
prasarana produksi, serta pengembangan struktur-struktur migas yang baru.
Melalui kerjasama dengan NOSODECO tersebut, maka PN. PERMINA
berkembang dengan pesat dan produksi minyak di lapangan Rantau terus
meningkat, sehingga pada tahun 1971 produksi minyak mencapai 55.400 m3
(350.000 bopd). Dengan adanya peningkatan produksi tersebut, maka pada tahun
1972 lapangan Rantau dapat melaksanakan pembangunan dan perluasan
perumahan karyawan di komplek Rantau, Tanjung Seumentok, Serang Jaya dan
Pangkalan Susu, serta pembangunan fasilitas penunjang lainnya. Seiring dengan
meningkatkan produksi minyak, produksi gas juga mengalami peningkatan, jika
sebelumnya produksi gas langsung dibakar (flare) maka pada tahun 1966
dimulai pembangunan kilang Liquified Petroleum Gas (LPG Plant) di
komplek Rantau, yang beroperasi tahun 1969 dengan kapasitas produksi
sebesar 30.200 MMscfd LPG.
Pada tahun 1971, pemerintah mengeluarkan undang-undang nomor 8/1971
yang mengatur agar pengelolaan minyak dan gas bumi berada dibawah satu
BUMN yang bernama Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara
(PERTAMINA).
Seiring dengan kegiatan eksplorasi dan produksi migas yang terus
menerus, kapasitas produksi migas di PT. Pertamina EP Asset 1 Field Rantau
mulai mengalami penurunan akibat dari menurunnya produksi minyak pada
sumur-sumur yang menyemburkan minyak secara alami. Untuk meningkatkan
produksinya maka PT. Pertamina EP Asset 1 Field Rantau mulai menggunakan
teknik sembur buatan dengan cara memasukkan gas (injeksi gas) ke dalam
sumur-sumur produksi, sehingga pada tahun 1985 di bangun Stasiun Kompresor
Tekanan Tinggi di Tanjung Seumentok untuk menaikkan tekanan gas injeksi.
Penurunan produksi juga terjadi pada produksi gas, sehingga jumlah gas yang

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Malikussaleh Page 6
ada hanya mencukupi untuk injeksi sumur dan keperluan utilitas, sehingga pada
awal tahun 1998, LPG Plant ditutup.
PT. Pertamina EP Asset 1 Field Rantau adalah perusahaan yang
menyelenggarakan kegiatan usaha di sektor hulu bidang minyak dan gas
bumi, meliputi eksplorasi dan eksploitasi. Di samping itu, PT. Pertamina EP
Asset 1 Field Rantau juga melaksanakan kegiatan usaha penunjang lain yang
secara langsung maupun tidak langsung mendukung bidang kegiatan usaha utama.
Wilayah Kerja (WK) Pertamina EP seluas 140 ribu kilometer persegi
merupakan limpahan dari sebagian besar Wilayah Kuasa Pertambangan Migas
PT. PERTAMINA (PERSERO). Pola pengelolaan usaha WK seluas itu dilakukan
dengan cara dioperasikan sendiri (own operation) dan kerja sama dalam bentuk
kemitraan, yakni Joint Operating Body (JOB) sebanyak tiga kontrak dan
Technical Assistance Contract (TAC) sebanyak 33 kontrak. Jika dilihat dari
rentang geografinya, Pertamina EP beroperasi hampir di seluruh wilayah
Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.
WK Pertamina EP terbagi ke dalam 5 wilayah Asset, yakni Asset 1,
Asset 2, Asset 3, Asset 4 dan Asset 5. Seluruh operasi JOB dan TAC dikelola
dari kantor pusat sedangkan own operation dikelola di Asset masing-masing.
Operasi kelima Asset tersebut terbagi ke dalam 20 Field Area. Asset 1
meliputi Field Rantau, Pangkalan Susu Field, Lirik Field, Jambi Field, dan
Ramba Field. Asset 2 meliputi Prabumulih Field, Pendopo Field, Limau Field,
dan Adera Field. Asset 3 meliputi Subang Field, Jatibarang Field, dan Tambun
Field. Asset 4 meliputi Cepu Field dan Poleng Field. Asset 5 meliputi Sangata
Field, Sanga-Sanga Field, Tarakan Field, Bunyu Field, Sorong Field, dan
Tanjung Field.
Di samping pengelolaan WK tersebut di atas, pola pengusahaan usaha
yang lain adalah dengan model pengelolaan melalui proyek- proyek, antara lain
proyek pengembangan gas yaitu: Proyek Pagar Dewa di Sumatera Selatan,
Gundih di Jawa Tengah, dan Matindok di Sulawesi.

Jurusan Teknik Mesin


Universitas Malikussaleh Page 7
2.2 Uraian Proses Produksi
Secara garis besar kegiatan operasi yang berlangsung di PT. Pertamina EP
Asset 1 Field Rantau adalah pengeboran, eksplorasi, dan produksi sampai
akhirnya menjadi minyak mentah yang disalurkan ke Pangkalan Susu untuk
pengapalan.
1. Eksplorasi
Masa eksplorasi merupakan suatu masa pencarian minyak mentah
berdasarkan data yang sudah ada. Tahap eksplorasi dibagi atas dua metode, yaitu
metode geologi (geological method) dan metode geofisika (geophysical method).
a. Metode Geologi, terdiri atas :
1) Areal Mapping
2) Field Geological Method
3) Surface Geolocial Method
4) Palaentological Method
b. Metode Geofisika, terdiri atas :
1) Magnetic Method
2) Gravity Method
3) Seismic Method
2. Eksploitasi
PT. Pertamina EP Asset 1 Field Rantau juga telah mengembangkan
keahlian teknis dan pengalaman dalam eksploitasi seperti: pengeboran sisipan,
kerja ulang, stimulasi, pembukaan kembali, reaktivasi sumur-sumur yang tidak
produktif, perbaikan fasilitas, percepatan pengembangan lapangan dan injeksi air.
Klasifikasi proses pengambilan minyak (Oil Recovery) yaitu :
a. Primary Recovey
Pada produksi awal suatu reservoir, produksi minyak dan gas bumi
terjadi dengan bantuan energi alamiah (natural flow) yaitu produksi yang
terjadi karena daya dorong tenaga alam dan atau dapat pula karena
pengangkatan buatan (artificial lift) atau dengan bantuan pompa.

Jurusan Teknik Kimia


Universitas Malikussaleh Page 8
b. Secondary Recovery
Tekanan reservoir makin lama semakin rendah. Apabila tekanan
reservoir sudah tidak efektif lagi untuk mendorong fluida masuk ke
dalam sumur produksi, maka saat itu sumur tersebut membutuhkan energi
tambahan salah satunya dengan injeksi Air (Water Injection/Water Flooding).
c. Tertiary Recovery
Terkadang primary dan secondary recovery tidak efektif lagi, padahal
minyak masih cukup banyak tergantung di dalam reservoir dan tersimpan di
celah celah batuan atau terikat pada batuan. Untuk melarutkan dan
melepaskan hidrokarbon dari ikatannya dengan batuan maka digunakan zat
kimia yang biasa digunakan antara lain polimer berat, surfactant, dan caustic.
Setelah langkah ketiga ini, maka minyak yang tertinggal dalam reservoir
sudah tidak ekonomis lagi untuk diproduksi sehingga sumur harus
ditutup (end of Field / abandonment).
3. Produksi
Untuk produksi gas hasil pemisahan minyak bumi pada separator di setiap
SP masuk ke scrubber untuk dibersihkan dan kemudian dialirkan melalui jalur
piping yang kemudian tergabung dengan jalur pipa gas SP lainnya masuk ke
manifold HPCS (High Pressure Compressor Station). Dari HPCS ini gas
kemudian ditekan dan diinjeksikan kembali ke sumur-sumur injeksi gas. Dari 155
sumur (data produksi tanggal 31 Desember 2014) yang ada di Field Rantau, jenis-
jenis sumurnya antara lain:
1. Sumur Gas Lift = sebanyak 8 sumur
2. Sumur Sembur Alam = sebanyak 6 sumur
3. Electrical Submersible Pump (ESP) = sebanyak 18 sumur
4. Sucker Rod Pump (SRP) = sebanyak 70 sumur
5.Sumur Gas = 6 Sumur
6. Sumur Injeksi = 47 Sumur

Jurusan Teknik Kimia


Universitas Malikussaleh Page 9
Proses pengolahan crude oil menjadi produk minyak mentah PT.
PERTAMINA EP ASSET 1 FIELD RANTAU terbagi ke dalam lima kompleks
proses. Kelima kompleks proses tersebut adalah :
1. Stasiun Pengumpul (SP)
2. Pusat Penampung Produksi (PPP)
3. High Pressure Compressor Station (HPCS)
4. Water Injection Plant (WIP)
5. Teknik Produksi.

2.2.1 Stasiun Pengumpul (SP)


Setelah fluida diproduksi dari sumur-sumur dalam satu area SP memakai
berbagai macam metode lifting, kemudian fluida dialirkan menuju ke SP. Di
dalam SP, fluida dari berbagai sumur dalam satu area masuk terlebih dahulu ke
header manifold. Setelah melewati header manifold kemudian fluida masuk ke
separator untuk dipisahkan berdasarkan fasanya menjadi liquid dan gas. Liquid
lalu masuk ke tanki crude oil yang kemudian dipompakan menuju ke PPP.
Sedangkan untuk gas setelah melewati separator akan masuk ke scrubber untuk
dikeringkan. Gas hasil proses pengeringan dan proses pemisahan dari cairan di
scrubber ini akan masuk ke suction kompresor kemudian dikompres lalu dialirkan
ke HPCS melalui jalur flow line gas.

2.2.1.1 Header Manifold


Manifold adalah sekumpulan valve yang dideretkan untuk mengatur aliran
masuk ke header dan separator yang dikehendaki. Pemisahan berdasarkan
tekanan tersebut dilakukan dengan alat yang bernama manifold. Di dalam header
manifold juga dilengkapi alat pressure gauge untuk mengetahui tekanan aliran
fluida.

Jurusan Teknik Kimia


Universitas Malikussaleh Page 10
2.2.1.2 Separator
Separator adalah alat untuk memisahkan fluida menjadi gas dan liquid
berdasarkan berat jenisnya. Secara umum separator berfungsi untuk memisahkan
fluida menjadi dua atau tiga fasa.

2.2.1.3 Scrubber
Pada dasarnya scrubber memiliki cara kerja yang sama dengan separator,
hanya saja secara teknis bisa dikatakan bahwa ada sedikit perbedaan antara
Vertical separator dan scrubber. Scrubber hanya beroperasi untuk dua fasa ( gas
dan liquid ).

2.2.1.4 Tangki
Tangki adalah alat penampung crude oil. Dari tangki, crude oil ini di
transfer menggunakan pompa menuju PPP melalui jalur flow line. Di dalam
tangki di SP tidak ada pemisahan minyak dan air.
B
2.2.1.5 Pompa Transfer
Pompa yang digunakan untuk mentransfer liquid dari tangki di SP menuju
PPP melalui jalur flow line menggunakan pompa sentrifugal

2.2.1.6 Kompresor
Kompresor di tiap SP digunakan untuk mengkompres gas dari scrubber
untuk kemudian dialirkan menuju HPCS melalui jalur flow line gas. Kompresor
adalah mesin untuk memampatkan udara atau gas. Jenis kompresor perpindahan
positif atau reciprocating digunakan untuk menaikkan tekanan dengan
memperkecil atau memampatkan volume gas yang dihisap ke dalam silinder atau
stator oleh torak (kepala piston).

Jurusan Teknik Kimia


Universitas Malikussaleh Page 11
2.2.2 Pusat Penampung Produksi (PPP)
Liquid yang ditransfer menggunakan pompa transfer akan masuk ke tanki
di PPP. Sebelumnya liquid akan masuk ke header manifold. Kemudian masuk ke
tanki PPP. Di dalam tanki, liquid akan dipisahkan menjadi minyak dan air. Prinsip
pemisahannya yakni dengan gaya gravitasi sehingga minyak berada di atas fasa air
sehingga air ini dapat dipisahkan dari minyak. Kemudian air yang hasil pemisahan
ini akan ditransfer ke WIP untuk dilakukan proses penyaringan sebelum
diinjeksikan ke sumur injektor. Sedangkan minyak dipompa dan ditransfer melalui
jalur trunk line minyak menuju Pangkalan Susu untuk pengapalan.

2.2.3 High Pressure Compressor Station (HPCS)


Yang dipakai di HCPS adalah reciprocating compressor sebab untuk
mendapatkan tekanan gas yang tinggi sebelum diinjeksikan kembali ke dalam
sumur-sumur minyak. Gas dari tiap Stasiun Pengumpul (SP) dialirkan
menggunakan gas flow line menuju ke HPCS (High Pressure Compressor
Station). Di dalam HPCS ini proses yang terjadi adalah proses pemampatan gas
yang menggunakan kompresor high pressure yang berjenis reciprocating
compressor.
Keluaran dari HPCS ini dimanfaatkan secara langsung sebagai bahan
bakar (fuel gas untuk power plant) dan bahan injeksi gas pada sumur minyak yang
menggunakan metode gas lifting. Penggunannya antara lain adalah : gas rumah
tangga / utilities (Steam Power House), injeksi SP I, IV, V, VII, VIII.

2.2.4 Water Injection Plant (WIP)


Water Injection Plant merupakan tempat untuk melakukan proses
pengolahan air yang ditransfer dari proses pemisahan minyak dan air di PPP
sebelum diinjeksikan ke sumur-sumur injector air. Di WIP ini air setelah dari PPP
masuk ke tanki air. Dari tanki air ini kemudian air dipompakan ke sand filter
untuk dilakukan proses penyaringan dari partikel-partikel pengotor. Partikel

Jurusan Teknik Kimia


Universitas Malikussaleh Page 12
partikel ini dipisahkan berdasarkan ukuran diameter partikel pengotornya oleh
material yang ada di sand filter. Dari sand filter, air hasil penyaringan ini akan
dimasukkan ke tanki.
Selanjutnya air akan dipompakan menggunakan pompa booster untuk
meningkatkan tekanan untuk mengurangi head pompa sebelum masuk ke suction
pompa injeksi. Air kemudian dipompa dengan pompa injeksi dan diinjeksikan ke
sumur-sumur injector.
BAB 3

Jurusan Teknik Kimia


Universitas Malikussaleh Page 13
BAB III
LANDASAN TEORI
3.1 Dasar tiori

Apa itu Generator Set?

Generator Set ini adalah sebuah Perangkat yang mampu menghasilkan Daya
Listrik. Genset ini merupakan seperangkat atau gabungan antara Generator atau
Alternator dan Engine yang dapat digunakan sebagai Alat Pembangkit Listrik.

Sejarah Generator Set (Genset)

Sebelum Genset dikenal luas, Genset awalnya ditemukan oleh 2 orang, yang
pertama adalah Michael Faraday dan juga Rudolph Diesel. Pada tahun 1831
Faraday menemukan induksi elektromagnetik yang kemudian berkembang
menjadi Generator Modern, Michael Faraday sendiri saat ini merupakan sosok
fisikawan yang sangat terkenal. Sedangkan kelanjutannya, Rudolph Diesel
merupakan sosok penemu Generator Diesel itu sendiri, dimana ia mulai
mengeluarkan hak paten mesin mesinnya pada tahun 1892.

Mengingat besarnya manfaat dari Generator Set itu sendiri, maka Mesin
Penghasil Listrik ini kemudian dikembangkan dan diproduksi Massal sehingga
saat ini dapat dengan mudah ditemui. Beberapa contoh tempat yang biasanya
sangat membutuhkan Genset adalah Bank, Rumah Sakit, Supermarket, Hotel,
Mall / Plaza, Kantor, Toko, bahkan tak jarang Rumah rumah pun menggunakan
Genset ini untuk Tenaga Listrik Cadangan disaat dibutuhkan, terutama saat Listrik
PLN padam.

Kegunaan Genset

Ketika berbicara mengenai Genset, maka hal yang terlintas pada Pikiran adalah
Alat untuk menghidupkan lampu ketika Listrik Padam. Yah, benar sekali,

Jurusan Teknik Kimia


Universitas Malikussaleh Page 14
meskipun tujuannya tak hanya berfokuskan hanya pada lampu atau penerangan
saja, melainkan banyak hal lainnya yang membutuhkan daya listrik, seperti
misalnya untuk Pengerjaan Luar Ruangan yang jauh dari sumber daya listrik.
Genset sangat dikenal karena kegunaannya sebagai Tenaga Listrik yang bisa
diandalkan cukup dengan menggunakan Bahan Bakar Bensin / Solar.

Dengan bantuan Genset, maka Perusahaan Perusahaan besar maupun kecil, seperti
supermarket, toko, rumah sakit, dan sebagainya aktifitasnya tidak terganggu
ketika listrik padam. Mereka tetap dapat menjalankan aktifitas seperti biasanya
tanpa mengalami hambatan. Maka dari itu Genset merupakan Alat penting yang
sangat dibutuhkan banyak kalangan, bahkan dapat digunakan secara perorangan
untuk berbagai kegiatan yang memerlukan Konsumsi Daya Listrik.

Sistem Kerja Genset

Generator Set terdiri atas Mesin Engine (Motor Penggerak) dan juga
Generator / Alternator, seperti yang telah di jelaskan sebelumnya. Mesin Engine
yang satu ini menggunakan bahan bakar berupa Solar (Mesin Diesel) atau dapat
juga menggunakan Bensin, sedangkan untuk Generatornya sendiri merupakan
sebuah gulungan kawat yang di buat dari tembaga yang terdiri atas kumparan
statis atau stator dan di lengkapi pula dengan kumparan berputar atau rotor.

Dalam proses kerjanya, menurut ilmu fisika, Engine memutar Rotor dalam
sebuah Generator yang selanjutnya hal ini menimbulkan adanya Medan Magnet
pada bagian kumparan Generator. Selanjutnya Medan Magnet ini kemudian akan
melakukan interaksi dengan Rotor yang kemudian akan berputar dan akan
menghasilkan sebuah arus listrik dimana hal ini sesuai dengan hukum Lorentz.

Pentingnya manfaat dari Mesin Generator Set ini menjadi salah satu alasan
mengapa Generator Set atau Genset ini sangat di kenal oleh masyarakat luas, jadi
apa bila Anda memiliki usaha yang membutuhkan Mesin Genset ini, jangan

Jurusan Teknik Kimia


Universitas Malikussaleh Page 15
sampai mengabaikan Genset ini karena Mesin Generator Set ini dapat
memperlancar usaha anda dan menjaga dari situasi yang tidak terduga.

komponenKomponen Genset:
- Mesin
- Alternator
- Sistem Bahan Bakar
- Voltage Regulator
- Pendingin dan Exhaust System
- Sistem Pelumasan
- Charger Baterai
- Control Panel
- Kerangka Utama / Frame

Uraian tentang komponen utama dari generator diberikan di bawah ini:


Penjelasan Tentang gambar diatas:

1.Mesin
Mesin adalah sumber energi input mekanis untuk generator. Ukuran
mesin berbanding lurus dengan output daya maksimum generator dapat
pasokan. Ada beberapa faktor yang Anda perlu diingat saat menilai mesin
generator Anda. Para produsen mesin harus dikonsultasikan untuk
mendapatkan spesifikasi operasi mesin penuh dan jadwal pemeliharaan.

bahan bakar yang digunakan

Mesin Generator beroperasi pada berbagai bahan bakar seperti


diesel, bensin, propana (dalam bentuk cair atau gas), atau gas alam.
Mesin yang lebih kecil biasanya beroperasi pada bensin sementara
mesin yang lebih besar berjalan pada diesel, propana cair, gas propana,

Jurusan Teknik Kimia


Universitas Malikussaleh Page 16
atau gas alam. Mesin tertentu juga dapat beroperasi pada umpan ganda
dari kedua solar dan gas dalam mode operasi bi-bahan bakar.

2. Alternator

Alternator, juga dikenal sebagai genhead, adalah bagian dari generator


yang menghasilkan output listrik dari input mekanis yang diberikan oleh
mesin. Ini berisi perakitan bagian-bagian diam dan bergerak terbungkus dalam
perumahan. Komponen bekerja sama untuk menyebabkan gerakan relatif
antara medan magnet dan listrik, yang pada gilirannya menghasilkan listrik.

3.Sistem Bahan Bakar

Tangki bahan bakar biasanya memiliki kapasitas yang cukup untuk


menjaga generator operasional selama 6 sampai 8 jam pada rata-rata. Dalam
kasus unit generator kecil, tangki bahan bakar adalah bagian dari dasar skid
generator atau dipasang di atas bingkai generator. Untuk aplikasi komersial,
mungkin perlu untuk mendirikan dan menginstal tangki bahan bakar eksternal.
Semua instalasi tersebut tunduk pada persetujuan dari Divisi Perencanaan
Kota. Klik link berikut untuk rincian lebih lanjut mengenai tangki bahan bakar
untuk generator .

4.Voltage Regulator

Sesuai namanya, komponen ini mengatur tegangan keluaran dari


generator. Mekanisme ini dijelaskan di bawah ini terhadap satu komponen
yang berperan dalam proses siklus regulasi tegangan.

(1) Voltage Regulator: Konversi Tegangan AC ke DC, Kini regulator


tegangan memakan sebagian kecil dari output generator tegangan AC dan
mengkonversikannya menjadi arus DC. Regulator tegangan DC ini

Jurusan Teknik Kimia


Universitas Malikussaleh Page 17
kemudian feed saat ini untuk satu set gulungan sekunder di stator, yang
dikenal sebagai gulungan exciter.

(2) Exciter Belitan: Konversi DC ke AC Current Kini gulungan exciter


sekarang mirip dengan gulungan stator utama fungsi dan menghasilkan
arus AC kecil. Gulungan exciter yang terhubung ke unit yang dikenal
sebagai berputar rectifier.

(3) Rotating Rectifier: Konversi dari AC ke DC Current kini ini


memperbaiki arus AC yang dihasilkan oleh gulungan exciter dan
mengubahnya menjadi arus DC. Ini arus DC diumpankan ke rotor / angker
untuk menciptakan medan elektromagnetik selain medan magnet yang
berputar rotor / angker.

5.Pendingin & Exhaust Sistem


Penggunaan terus menerus generator menyebabkan berbagai komponen
untuk mendapatkan memanas. Sangat penting untuk memiliki pendingin dan
sistem ventilasi untuk menarik panas yang dihasilkan dalam proses.
Air baku / segar kadang-kadang digunakan sebagai pendingin untuk
generator, tetapi ini sebagian besar terbatas pada situasi tertentu seperti
generator kecil dalam aplikasi kota atau unit yang sangat besar di atas 2250
kW dan di atas. Hidrogen kadang-kadang digunakan sebagai pendingin untuk
gulungan stator unit pembangkit besar karena lebih efisien dalam menyerap
panas dari pendingin lainnya. Hidrogen menghilangkan panas dari generator
dan transfer melalui penukar panas menjadi sirkuit pendingin sekunder yang
berisi de-mineralisasi air sebagai pendingin. Inilah sebabnya mengapa sangat
besar dan generator pembangkit listrik kecil sering memiliki menara pendingin
yang besar di samping mereka. Untuk semua aplikasi umum lainnya, baik
perumahan dan industri, radiator standar dan kipas terpasang pada generator
dan bekerja sebagai sistem pendingin primer.

Jurusan Teknik Kimia


Universitas Malikussaleh Page 18
6.Sistem pelumas
Sejak generator terdiri dari bagian yang bergerak dalam mesin,
memerlukan pelumasan untuk memastikan operasi daya tahan dan halus untuk
jangka waktu yang panjang. Mesin generator dilumasi oleh minyak disimpan
dalam pompa. Anda harus memeriksa tingkat minyak pelumas setiap 8 jam
operasi generator.

7.Charger Baterai
Fungsi awal dari generator adalah dioperasikan dengan baterai. Pengisi
daya baterai membuat baterai pembangkit dibebankan dengan memasok
dengan tegangan yang tepat melayang. Jika tegangan mengambang sangat
rendah, baterai akan tetap undercharged. Jika tegangan mengambang sangat
tinggi, akan mempersingkat masa pakai baterai. Pengisi baterai yang biasanya
terbuat dari stainless steel untuk mencegah korosi. Mereka juga sepenuhnya
otomatis dan tidak memerlukan pengaturan yang harus dilakukan atau
pengaturan diubah. Output tegangan DC dari charger baterai ditetapkan
sebesar 2,33 Volt per sel, yang adalah tegangan mengambang tepat untuk
baterai asam timbal. Pengisi daya baterai memiliki output tegangan DC
terpencil yang tidak mengganggu fungsi normal dari generator.

8.Kerangka Utama / Frame


Semua generator, portabel atau stasioner, telah disesuaikan perumahan
yang menyediakan basis dukungan struktural. Bingkai juga memungkinkan
untuk dihasilkan harus dibumikan / grounding untuk keselamatan.
Bagaimana jadinya jika lampu di stadion mati sedangkan di dalam begitu
banyak sekali penonton sampai ratusan ribu orang. tentunya akan banyak yang
meninggal dunia. Begitu pun dengan rumah sakit. jika terjadi mati lampu
maka akan banyak pasien yang tidak bisa terselamatkan. Nah mati lampu
bukan lah hal yang aneh bahkan kita sering mengalaminya. Seperti di rumah

Jurusan Teknik Kimia


Universitas Malikussaleh Page 19
sakit pun pasti akan mati lampu tapi bisa hidup kembali karena ada diesel
generator yang menyalurkan energi listrik yang besar. Energi listrik berasal
dari energi mekanik yang dirubah menjadi energi listrik.

Genset maintenance

1. Letakkan Genset pada tempat yang kering

Genset merupakan salah satu alat yang harus di rawat dalam hal
peletakkannya, karena apabila Mesin Genset ini diletakan secara sembarangan,
air, terik matahari dan lainnya dapat membuat genset cepat rusak, bahkan dapat
mendatangkan sengatan listrik.

2. Jaga kebersihan Genset

Dengan memperhatikan kebersihan Genset, maka Generator Set yang


anda miliki akan jauh lebih Optimal dan terlihat tetap Bagus. Bersihkan debu,
kotoran, minyak, air yang menempel pada Genset, terutama di bagian Radiator
Genset ini secara teratur, sehingga Genset tak akan mudah rusak.

3. Ganti Spare part Genset yang sudah Aus termakan Usia

Ketika sudah di gunakan dalam kurun waktu tertentu, dan ada Sparepart dari
Genset ini yang sudah tidak bias bekerja secara optimal, maka gantilah Sparepart
tersebut sebelum Komponen Genset lainnya ikut rusak dan tentu saja dapat
membuat Genset mati secara keseluruhan jika tidak segera di atasi. Untuk
mengetahui Komponen komponen Genset apa saja dan kapan waktu yang tepat
untuk memeriksa atau mengganti Bagian tersebut, maka anda dapat
mengetahuinya dengan membaca buku panduan yang tersedia ketika membeli
Genset tersebut.

4. Pastikan ada sirkulasi udara yang baik.

Jurusan Teknik Kimia


Universitas Malikussaleh Page 20
Ketika Genset dioperasikan pada sebuah ruangan, maka pastikan ruangan
tersebut memiliki sirkulasi udara yang baik. Hal ini ditujukan untuk membuat
Gas Buang dari pembakaran Genset yang ada dalam asap knalpot dari Genset
tersebut dapat terbuang dengan baik. Dengan sirkulasi udara yang baik, selain
dapat membuat pengguna lebih aman dari racun, juga dapat membuat Mesin
Genset tidak gampang panas.

5. Pastikan pengoperasian Genset dengan benar.

Ketika hendak menggunakan Genset baik Genset Baru maupun Genset


Bekas, maka pastikan anda benar benar tau bagaimana cara menggunakannya
sehingga tidak akan terjadi hal hal yang tidak di inginkan dan terjadinya
kerusakan pada Genset. Sebaiknya baca buku petunjuk Penggunaan Genset atau
konsultasikan kepada Penjual Genset tempat Anda membeli Genset.

6. Segera matikan jika terjadi hal yang mengganjal.

Ketika anda sedang mengoperasikan Genset dan terjadi sesuatu yang tidak
wajar ataiu tidak normal, contohnya seperti suara yang begitu kencang (lebih
keras dari biasanya), atau juga getar yang terlalu kuat, maka segera matikan
genset tersebut. Segera cek ulang kondisi Genset tersebut dalam kondisi Mati.

7. Perhatikan Kabel kabel instrument.

Pada bagian Genset terdapat kabel kabel yang harus di perhatikan, dan sangat
perlu di rawat karena kabel kabel tersebut merupakan bagian dari perlengkapan
penting dalam sebuah mesin Generator set itu sendiri.

8. Periksa bahan bakar

Bahan bakar merupakan hal penting yang patut di perhatikan sebelum


menggunakan Mesin Genset itu sendiri, karena dengan bahan bakar yang tidak
mencukupi / tidak tepat, maka genset mudah rusak karena mengalami
kekeringan.
Jurusan Teknik Kimia
Universitas Malikussaleh Page 21
9. Lakukan pemeriksaan Distilled Water pada bagian Battery

Pada battery tersedia distilled yang harus di isi ulang dalam kurun waktu
tertentu, biasanya 2 hingga 3 tahun para pemilik di wajibkan untuk mengisi
ulang Battery tersebut, jika tidak maka akan berpegaruh pada kinerja genset itu
sendiri.

10. Cek Oli Mesin Genset secara berkala.

Oli Mesin Genset merupakan salah satu bagian Penting Genset. Lakukan
pemeriksaan secara berkala , dan Gantilah Oli Mesin Genset apabila sudah
mulai hitam / keruh, atau volume Oli yang sudah berkurang dibawah kadar
normal. Sebaiknya Anda mengganti setiap 6 bulan sekali atau bila kondisi Oli
sudah tidak normal.

11. Nyalakan Genset secara berkala meskipun tidak sedang digunakan.

Genset merupakan Perangkat Mekanik dan Elektronik, terdapat Mesin


(Engine), Oli, dan perangkat Elektronik yang dapat rusak bila tidak digunakan
dalam jangka waktu lama. Panaskan / Nyalakan Genset paling tidak 5-10 menit
setiap 3 hari bila sedang tidak digunakan, Hal ini dilakukan untuk sirkulasi
Pelumasan Oli Mesin dapat melumasi komponen penting Motor Genset.

BAB IV
TUGAS KHUSUS

Jurusan Teknik Kimia


Universitas Malikussaleh Page 22
Judul Tugas Khusus : inspeksi kerusakan piston dan kebocoran oil
injection pada genset engine tipe perkin 1104A-
44TG2
Tujuan : dapat mengatasi dan mengantisipasi masalah
kerusakan yang terjadi pada mesin ginset

4.1 Genset engine type perkin 1104A-44TG2

BAB V

Jurusan Teknik Kimia


Universitas Malikussaleh Page 23
PENUTUP

Demikian proposal ini saya ajukan sebagai bahan pertimbangan


penerimaan pengajuan kerja praktik. Saya berharap proposal ini dapat
memberikan gambaran tentang kerja praktik yang akan saya laksanakan.
Semoga proposal ini disetujui oleh PT. P e r t a m i n a E P F i e l d sehingga
saya dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi PT. CPI.
Melihat keterbatasan dan kekurangan yang saya miliki, saya sangat
mengharapkan bantuan dan dukungan dari pihak perusahaan untuk
kelancaran Kerja Praktik ini. Bantuan yang sangat saya harapkan dalam
pelaksanaan Kerja Praktik ini adalah :
1. Adanya bimbingan selama Kerja Praktek.
2. Kemudahan dalam mengadakan penelitian atau mengambil data-data yang
diperlukan.
Bersama proposal ini saya lampirkan daftar transkrip nilai dan
curriculum vitae. Semoga proposal ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi
pihak perusahaan.
Atas perhatian dan bantuan Bapak/Ibu saya ucapkan terima kasih.

Lhokseumawe, 23 Maret 2017


Hormat saya,

Muhammad reza

NIM. 140120050

Jurusan Teknik Kimia


Universitas Malikussaleh Page 24
Jurusan Teknik Kimia
Universitas Malikussaleh Page 25