Anda di halaman 1dari 110

ANALISIS PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN (SIMPEG) DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH (BKD) KARANGANYAR

(SIMPEG) DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH (BKD) KARANGANYAR SKRIPSI Oleh: BRAMANTYA MAHARDIKA ANGGA ARISTA K 7405034

SKRIPSI

Oleh:

BRAMANTYA MAHARDIKA ANGGA ARISTA K 7405034

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2010

ANALISIS PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN (SIMPEG) DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH (BKD) KARANGANYAR

Oleh: BRAMANTYA MAHARDIKA ANGGA ARISTA K 7405034 SKRIPSI
Oleh:
BRAMANTYA MAHARDIKA ANGGA ARISTA
K 7405034
SKRIPSI

Ditulis dan Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Administrasi Perkantoran Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2010

ii

PERSETUJUAN Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji Skripsi Program Pendidikan Ekonomi BKK
PERSETUJUAN
Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan Tim Penguji
Skripsi Program Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Administrasi Perkantoran
Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Persetujuan Pembimbing
Pembimbing I
Pembimbing II
Dr. Wiedy Murtini, M.Pd.
NIP. 19530724 198010 2 001
Anton Subarno, S.Pd, M.Pd.
NIP. 19751223 20070 1 002

iii

PENGESAHAN Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
PENGESAHAN
Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta dan diterima
untuk memenuhi persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan.
Pada hari
Tanggal
: Jumat
: 17 Desember 2010
Tim Penguji Skripsi :
Nama terang
Tanda tangan
Ketua
:
Dra. C. Dyah S. I, M. Pd.
………………………
Sekretaris
: Dra. Patni Ninghardjanti, M.Pd
………………………
Anggota I
:
Dr. Wiedy Murtini, M.Pd
………………………
Anggota II : Anton Subarno, S.Pd., M.Pd.
………
…………….
Disahkan oleh:
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sebelas Maret
Dekan,
Prof. Dr. M. Furqon Hidayatullah., M. Pd.
NIP. 19600727 198702 1 001

iv

ABSTRAK

INFORMASI

MANAJEMEN KEPEGAWAIAN (SIMPEG) DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH (BKD) KARANGANYAR. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Desember 2010.

BM

Angga

A.

ANALISIS

PENERAPAN

SISTEM

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) penerapan Sistem

ini bertujuan untuk mengetahui : (1) penerapan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian di BKD Karanganyar, (2)

Informasi Manajemen Kepegawaian di BKD Karanganyar, (2) usaha yang

dilakukan untuk mengoptimalkan penerapan Sistem Informasi Manajemen

Kepegawaian di BKD Karanganyar, (3) keamanan informasi dalam Sistem

Informasi Manajemen Kepegawaian di BKD Karanganyar.

Bentuk penelitian yang digunakan adalah kualitatif, sedangkan metode

yang digunakan adalah metode deskriptif dengan strategi tunggal terpancang.

Sumber data yang digunakan terdiri dari informan, tempat dan peristiwa, dan

dokumen. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampel bertujuan

(purposive sampling). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah

wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Untuk mengukur validitas data

digunakan triangulasi data dan metode. Teknik analisis data menggunakan model

analisis interaktif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Penerapan Sistem Informasi

Manajemen Kepegawaian di Badan Kepegawaian Daerah Karanganyar didukung

oleh komponen-komponen pendukung sistem yang terdiri dari; sumber daya

manusia, software, hardware, database, dan jaringan, (2) Usaha yang dilakukan

untuk mengoptimalkan penerapan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian di

BKD Karanganyar antara lain: (a) komponen sumber daya manusia: mengadakan

pelatihan dan workshop berkaitan dengan penerapan sistem informasi manajemen

berbasis komputer, menyediakan anggaran tersendiri untuk pengembangan SDM,

melakukan penambahan pegawai yang kompeten di bidang komputer; (b)

komponen software dengan perawatan software secara berkala; (c) komponen

hardware: upgrade komputer server untuk mempercepat pengolahan data

pegawai, perawatan secara berkala terhadap semua hardware pendukung

SIMPEG agar pengolahan data berjalan lancar; (d) komponen database:

v

menambah ruang untuk database dan meningkatkan hardware pendukung database, mem-backup database sehingga data pegawai tetap aman sekalipun database utama mengalami kerusakan; (e) komponen jaringan: tidak menyambungkan jaringan ke internet, penambahan antena untuk jaringan wireless. (3) Keamanan informasi dalam Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian di BKD Karanganyar meliputi: (a) Gangguan keamanan informasi SIMPEG BKD Karanganyar antara lain : human error, kerusakan software, kerusakan hardware, ancaman virus, (b) Usaha mengatasi gangguan keamanan informasi dalam Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian di BKD Karanganyar antara lain : memberikan pelatihan dan kursus guna meningkatkan SDM para pegawai di SIMPEG, memberikan arahan kepada pegawai untuk meminimalisir kesalahan, perawatan berkala baik software maupun hardware pendukung SIMPEG, antivirus dipasang di setiap komputer untuk mencegah masuknya ancaman virus, membatasi penggunaan flashdisk dan alat penyimpan eksternal lain yang memungkinkan masuknya virus, tidak menghubungkan jaringan database dengan jaringan internet.

eksternal lain yang memungkinkan masuknya virus, tidak menghubungkan jaringan database dengan jaringan internet. vi

vi

ABSTRACT

BM Angga A. ANALISIS OF OFFICER INFORMATION MANAGEMENT

SYSTEM IN BKD KARANGANYAR 2010. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, December

2010

This research is aimed to : (1) the implementation of officer management

information system in BKD karanganyar (2) the effort which is done to

optimalized the implementation of officer management information system in

implementation of officer management information system in BKD karanganyar, (3) The Information security in the officer

BKD karanganyar, (3) The Information security in the officer management

information system in BKD karanganyar.

The research uses qualitatif and descriptive with single straight strategy.

The data sources are informant, place and event, and document. Technique of data

sampling is purposive sampling and snowball sampling. Technique of data

collection are interview, direct observation and document. To measure the validity

of data, the research uses triangulasi data and method. The data analysis uses

interactive analysis model.

The result of the research are : (1) The implementation of officer

mangement information system in BKD karanganyar support by the back up

component system consist of ; human sources, software, hardware, database and

network,(2) the effort to optimize the implementation of the system are; (a).

Human sources component : training and workshop which have connection with

the management information systen based on computer,having financial

preparation to improving human sources, reqruitment of new officer that

competence in computer’s program; (b)routine software treatment ;(c) hardware

component: upgrade computer serves to proceed data, routine treatment to all the

hardware back up SIMPEG so that all run well ;(d) dtabase componen: adjust

space for database and improve hardware backup database, having backup

database so that the data officer will be save eventhough the main database

mallfunction;(e) network component : add wireless device to a network. (3)

information security in the officer management information system in BKD

karanganyar consist of: (a) security problems SIMPEG information BKD

karanganyar such as : human error, software mallfunction, hardware mallfunction,

vii

and malware, (b) troubleshoot common computer problem in the officer management information in BKD Karanganyar such as : giving training and workshopto improve the officer sources in SIMPEG, giving direction to to the officer to less mistake, routine treatment of the software and hardware SIMPEG back up, virus detector in every computer to prevent the malware, minimalize the flasdisk user and other external devices that can invite viruses, unconnect the database with network

minimalize the flasdisk user and other external devices that can invite viruses, unconnect the database with

viii

MOTTO

MOTTO ix

ix

PERSEMBAHAN

PERSEMBAHAN x

x

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat serta hidayah-Nya peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini untuk memenuhi persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan. Melalui penulisan skripsi ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengalaman bagi peneliti, sehingga dapat menjadi bekal di kemudian hari. Banyak hambatan yang menimbulkan kesulitan dalam penyelesaian penulisan skripsi ini,

kesulitan dalam penyelesaian penulisan skripsi ini, namun berkat dukungan dan bantuan dari berbagai pihak

namun berkat dukungan dan bantuan dari berbagai pihak akhirnya kesulitan- kesulitan yang timbul dapat teratasi. Oleh karena itu pada kesempatan ini peneliti menyampaikan terima kasih kepada:

1. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan ijin mengadakan penelitian.

2. Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FKIP UNS yang telah memberikan ijin untuk menyusun skripsi.

3. Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP UNS yang telah memberikan ijin untuk menyusun skripsi.

4. Ketua dan Sekretaris BKK Pendidikan Administrasi Perkantoran FKIP UNS yang telah memberikan ijin untuk penulisan skripsi.

5. Dr. Wiedy Murtini, M.Pd. selaku Pembimbing I yang telah dengan sabar memberikan bimbingan dan pengarahan demi terselesaikannya skripsi ini.

6. Anton Subarno, S.Pd, M.Pd selaku Pembimbing II yang telah banyak meluangkan waktunya dan dengan sabar membimbing peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.

7. Bapak dan Ibu Dosen Pendidikan Ekonomi BKK PAP FKIP UNS yang telah membantu peneliti dalam pembekalan materi untuk penyusunan skripsi ini.

8. Kepala Badan KESBANG POL dan LINMAS Karanganyar dan Kepala BAPPEDA Karanganyar yang telah memberikan ijin penelitian.

9. Drs. Sudirdjo, MM selaku Kepala BKD Karanganyar yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian dan banyak membantu penulis selama penelitian.

xi

10. Dra. Herningsih Pramanawati, Drs. Agam Bintoro, Drs. M Darin, MM, Bapak Isnan Nur Aziz dan segenap pegawai BKD Karanganyar yang telah membantu memberikan berbagai informasi kepada peneliti.

11. Ibu dan ayah serta adik tersayang, terima kasih atas dorongan, doa, semangat

dan motivasinya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini.

12. Teman-teman seperjuangan PAP ’05: Lupin, Lian, Ika, Apris, Basuki, Deffi, Husna, Lala, Septi, Arum, Iyut, Husna, Lilis, Lis, Fanny, Ima, Dwina, Linda, Nurul, Vina, Mita, Arif, Bayu, Prima, Rangga, Mahmud, Adit, Wuri, Panji, Fajar, Efi terima kasih atas semuanya, banyak hal yang telah kita lalui bersama dan semuanya akan menjadi kenangan yang indah.

Surakarta,
Surakarta,

13. Semua pihak yang telah mendukung terselesaikannya skripsi ini. Peneliti menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih terdapat

kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat peneliti harapkan demi kesempurnaan skripsi ini. Akhir kata semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi peneliti, sendiri, pembaca pada umumnya, dan untuk perkembangan ilmu pengetahuan.

Desember 2010

Peneliti

xii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL…………………………………………….… HALAMAN PENGAJUAN HALAMAN PERSETUJUAN HALAMAN PENGESAHAN………………………………….… HALAMAN ABSTRAK HALAMAN MOTTO HALAMAN PERSEMBAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI………………………………………………… DAFTAR TABEL………………………………………………… DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN

…… A.
……
A.

Latar Belakang Masalah…………………… Perumusan Masalah……………………….………

B.

C. Tujuan Penelitian………………………….……

D. Manfaat Penelitian………………………….………

BAB

II

LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Pustaka…………………………………

1. Tinjauan tentang Sistem Informasi Manajemen.…

….…. 3. Tinjauan tentang Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian …………………………………….

2. Tinjauan tentang Kepegawaian …………

B. Tinjauan Penelitian yang Relevan ……………….

C. Kerangka Berpikir………………………………

xi

Halaman

i

ii

iii

iv

v

vii

viii

ix

xi

xiii

xiv

xv

1

6

6

6

8

8

24

25

31

34

BAB

III

METODOLOGI

A. Tempat dan Waktu Penelitian……………………

B.

C.

Sumber Data…………………………………

36

36

38

39

40

41

43

44

46

55

77

Bentuk dan Strategi Penelitian…………………

……

Teknik Sampling…………………… E. F. D. …………… Teknik Pengumpulan Data……………… Validitas
Teknik Sampling……………………
E.
F.
D. ……………
Teknik Pengumpulan Data………………
Validitas Data………………………………
Analisis Data……………………………………
………
……
G.
H.
Prosedur Penelitian……………………………
….
A.
B.
C.
A.
B.

Deskripsi Lokasi Penelitian ………………………… Deskripsi Permasalahan Penelitian ……………… Temuan Studi yang Dihubungkan dengan Kajian Teori ………………………………………….

C.

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

Simpulan ……………………………………………… 87

Implikasi ………………………………………………. 89

90

Saran …………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

xii

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Daftar Jumlah Pegawai Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin

DAFTAR TABEL Tabel 1. Daftar Jumlah Pegawai Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin xiii Halaman 55

xiii

Halaman

55

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Bagian-Bagian Komponen dari Suatu Sistem yang Dapat Mengendalikan Operasinya Gambar 2. Keterkaitan antara Kompoen dan Karakteristik Suatu Gambar 3. Model Umum Suatu Sistem

Gambar 4.

Gambar 5. Skema Kerangka

Gambar 6.

Gambar 7.

Gambar 8.

Gambar 9.

Gambar 10.Halaman Utama Gambar 11.Halaman Pencarian Data Gambar 12.Halaman Biodata Gambar 13.Halaman Ijin Gambar 14. Halaman DUK Gambar 15.Halaman Cetak

Ijin Gambar 14. Halaman DUK Gambar 15.Halaman Cetak Transformasi Data Menjadi Komponen-Komponen Analisis Data

Transformasi Data Menjadi

Komponen-Komponen Analisis Data Model

Skema Prosedur Penelitian Proses Pengelolaan Halaman Login

xiv

Halaman

9

12

12

14

35

44

45

59

63

64

65

65

66

66

67

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Jadwal Penelitian Lampiran 2. Pedoman Wawancara Lampiran 3. Fieldnote Lampiran 4. Dokumentasi Tempat Penelitian Lampiran 5. Surat Perijinan

2. Pedoman Wawancara Lampiran 3. Fieldnote Lampiran 4. Dokumentasi Tempat Penelitian Lampiran 5. Surat Perijinan xv

xv

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dalam melaksanakan pembangunan nasional, dibutuhkan sumber daya manusia bagi usaha-usaha pembangunan di segala bidang salah satunya adalah bidang pemerintahan. Pemerintahan merupakan suatu bentuk organisasi dan organisasi hanya berfungsi jika manusia yang menghimpun dirinya saling berinteraksi dalam mewujudkan volume dan beban kerjanya. Demikian pula dengan organisasi pemerintahan hanya dapat mewujudkan visinya apabila didukung oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang profesional. Kedudukan dan peranan pegawai negeri sipil sangat penting dan menentukan bagi negara karena pegawai negeri adalah unsur aparatur negara, abdi negara sekaligus abdi masyarakat untuk menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan dalam rangka mencapai tujuan nasional. Organisasi juga merupakan alat untuk mencapai tujuan, oleh karena itu organisasi harus selalu disesuaikan dengan perkembangan tugas pokok yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan itu. Karena tugas pokok dapat berkembang dari waktu ke waktu, maka jumlah dan mutu PNS yang diperlukan harus disesuaikan. Perkembangan tugas pokok dapat mengakibatkan makin besarnya jumlah PNS yang diperlukan. Dengan makin besarnya jumlah PNS, diperlukan manajemen kepegawaian yang teratur dan terencana karena kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan nasional terutama tergantung dari kesempurnaan aparatur negara yang pada intinya adalah kesempurnaan pegawai negeri. Salah satu kebijakan penting yang dilakukan untuk menghadapi semakin luasnya pekerjaan dan beban tugas administrasi negara di Indonesia adalah pengembangan organisasi melalui komputerisasi di dalam organisasi pemerintah daerah. Komputerisasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi administrasi pemerintah daerah sekaligus menampung semakin banyaknya kebutuhan pengolahan data untuk pelayanan public. Pada awalnya semua proses pengolahan

menampung semakin banyaknya kebutuhan pengolahan data untuk pelayanan public. Pada awalnya semua proses pengolahan

2

data pada setiap instansi pemerintah daerah menggunakan sistem manual sehingga hal ini berdampak pada kurang efektifnya kinerja atau kegiatan pada instansi tersebut. Pemanfaatan komputerisasi dan teknologi informasi dalam berbagai aspek pengelolaan informasi dalam setiap instansi akan menghasilkan efisiensi yang ditunjukkan oleh kecepatan dan ketepatan waktu pemrosesan serta ketelitian dan kebenaran informasi (validitas) yang dihasilkan. Hal ini berkaitan dengan penggunaan perangkat keras komputer (hardware), program aplikasi pendukung (software), perangkat komunikasi dan internet sebagai sarana pengelolaan informasi. Teknologi informasi dan komunikasi menjanjikan efisiensi, kecepatan penyampaian informasi, jangkauan yang global dan transparansi. Oleh karena itu dalam era otonomi daerah ini untuk mewujudkan pemerintahan yang good governance salah satu upayanya adalah menggunakan teknologi informasi dan komunikasi atau yang populer disebut electronic Government (e-Government). Penerapan teknologi informasi dalam pengolahan data pegawai saat ini mutlak diupayakan semenjak keterdesakan akan kebutuhan informasi yang aktual serta akurat dalam pengambilan keputusan. Mengingat pentingnya pengelolaan data pegawai tersebut, maka peningkatan kualitas pengelolaan kepegawaian melalui implementasi sistem informasi manajemen kepegawaian merupakan salah satu prioritas dalam tahapan pengembangan e-government. Berbagai peraturan perundangan telah dikeluarkan oleh pemerintah, khususnya mengenai otomasi atau pengolahan data dengan komputer. Salah satunya delam rangka pelaksanaan Pasal 34 ayat (2) Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 8 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, perlu diselenggarakan dan dipelihara sistem informasi yang dikembangkan dan dioperasikan melalui Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah. Pengembangan sistem informasi yang dimaksud, sangat penting dan menjadi kebutuhan sebagai instrument komunikasi data yang tepat dalam rangka aktualisasi otonomi daerah. Oleh karena itu pengembangan informasi memerlukan aplikasi yang dapat menyesuaikan antara arus informasi dengan sistem

Oleh karena itu pengembangan informasi memerlukan aplikasi yang dapat menyesuaikan antara arus informasi dengan sistem

3

pengolahan data yang diterapkan. Kemampuan komputer dalam pengambilan

keputusan terprogram tak diragukan lagi, oleh sebab itu pengolahan data

komputer merupakan perkakas penunjang yang andal. Selain itu dengan aplikasi

yang tepat, dapat memudahkan pegawai dalam mendapatkan informasi mengenai

kegiatan atau tugas yang harus diselesaikan di bidang kepegawaian sehingga

dapat meningkatkan kinerja organisasi.

Bertitik tolak pada hal di atas, Pegawai Negeri Sipil (PNS) perlu diatur

pada hal di atas, Pegawai Negeri Sipil (PNS) perlu diatur secara menyeluruh dengan menerapkan pengatuiran sistem

secara menyeluruh dengan menerapkan pengatuiran sistem informasi

kepegawaian yang standard dan seragam. Hal tersebut memerlukan dukungan

aplikasi sistem informasi manajemen kepegawaian yang memadai. Dengan

adanya aplikasi sistem informasi manajemen kepegawaian mampu menyediakan

data dan informasi yang mudah dan cepat yang berhubungan dengan kepegawaian

serta tercipta kesesuaian antara arus informasi dengan sistem pengolahan data

yang diterapkan.

Sehubungan dengan bergeraknya sebuah organisasi menuju ke arah

pelaksanaan suatu sistem informasi lengkap dan maju, maka diperlukan suatu

aplikasi yang dapat diterapkan pada sistem informasi manajemen kepegawaian.

Sistem informasi manajemen kepegawaian dirancang sesuai dengan

perkembangan dan kesiapan aplikasi sistem informasi kepegawaian yang

memerlukan pengembangan melalui alih teknologi. Hal tersebut perlu

dilaksanakan dengan alasan :

1. Untuk menjamin kelancaran proses administrasi diperlukan keseragaman aplikasi data yang memungkinkan pengendalian optimal atas aktivitas- aktivitas administrasi pemerintah daerah.

2. Pengolahan data yang jumlahnya besar secara manual tidak efisien lagi sehingga perlu dimanfaatkan perkakas komputer yang akurasinya dapat diandalkan dengan aplikasi yang sesuai.

3. Frekuensi perubahan data ketatausahaan semakin banyak. Untuk menyusun berkas induk yang bersih, lengkap dan up-to-date, aplikasi SIMPEG akan sangat membantu.

4. Terbentuknya database (himpunan data) kepegawaian yang dapat menampung, mengolah, menyimpan, menemukan kembali dan mendistribusikan data pegawai. Sehingga akan memudahkan pegawai dalam mendapatkan informasi yang cepat, tepat dan akurat demi tercapainya tujuan organisasi.

4

Sistem informasi manajemen kepegawaian sangat penting dalam

memberikan pelayanan kepada seluruh personalia yang ada karena pegawai

merupakan aset penting dalam penyelenggaraan organisasi yang perlu dikelola

dengan baik. Pengelolaan pegawai yang baik dalam lingkup kecil akan

meningkatkan kinerja pegawai dalam lingkup yang lebih besar dan akan

membawa perbaikan kinerja pemerintah secara keseluruhan.

Secara spesifik tujuan dari pengembangan sistem informasi manajemen

spesifik tujuan dari pengembangan sistem informasi manajemen kepegawaian adalah untuk mendukung integritas data,

kepegawaian adalah untuk mendukung integritas data, kemudahan pengaksesan,

dan kemudahan pengelolaan sehingga dapat mendukung kelancaran pelaksanaan

dan fungsi dalam bidang administrasi kepegawaian yang efektif dan efisien.

Dengan Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG) diharapkan

kecepatan dan ketepatan pelayanan dapat ditingkatkan. Kebanyakan sistem

pengolahan komputer pada mulanya mengikuti rancangan sistem pengolahan

manual dimana setiap penerapan diolah secara terpisah dengan memakai file

terpisah pula. Metode ini mempunyai efisiensi pengolahan dan pengendalian,

tetapi hal ini menjurus kepada duplikasi file dan mencerai beraikannya,

sebagian mempunyai data field yang sama tetapi dengan data yang sering

tidak serasi, juga dalam rancangan ini setiap penerapan terbatas oleh data yang

direncanakan. Untuk hal tersebut saja sebuah penerapan analitis yang

memakai data dari banyak penerapan memaksa dibuatnya sebuah file baru yang

berasal dari bagian-bagian file terpisah yang ada.

Sebuah sistem terpadu berdasarkan pada anggapan bahwa harus ada integrasi antara data dan pengolahan. Integrasi data dicapai melalui database. Database yaitu Sekumpulan file yang saling terkait dan membentuk suatu bangun data. Database minimal terdiri dari satu file yang cukup untuk dimanipulasi oleh komputer sedemikian rupa. Pada sebuah sistem pengolahan informasi, database terdiri dari semua data yang dapat dijangkau oleh sistem. Manajemen sebuah database adalah sebuah sistem perangkat lunak komputer yag disebut sebagai sebuah “System Management Data Base”. Suatu penerapan yang memakai sebuah item (butir) data akan mengambil item data yang sama, yang hanya sekali disimpan dan disediakan untuk semua penerapan. Suatu

5

peremajaan tunggal dari sebuah item data membuatnya sesuai untuk semua

pemakaian.

melalui sebuah perencanaan sistem

secara menyeluruh. Biasanya sistem dirancang sebagai suatu gabungan

beberapa subsistem dan bukan sebagai sebuah sistem tunggal. Perancangan sistem

ini dapat berupa sebuah komputer pusat besar, atau dapat pula merupakan sebuah

Pengolahan

terpadu

dicapai

jaringan kerja beberapa komputer kecil. Gagasan pokoknya adalah paduan

beberapa komputer kecil. Gagasan pokoknya adalah paduan terencana dari berbagai penerapan yang layak dan efektif.

terencana dari berbagai penerapan yang layak dan efektif. Rancangan pada

SIMPEG adalah berupa sistem pengolahan data dengan sebuah komputer

pusat besar yang disebut “server” dan menggunakan jaringan lokal LAN

(Local Area Network) yang dihubungkan dengan beberapa komputer.

Badan Kepegawaian Daerah Karanganyar sebagai salah satu instansi dari

pemerintah daerah Karanganyar yang mengurusi pengelolaan kepegawaian di

daerah Karanganyar saat ini mulai membuka mata akan pentingnya penerapan

komputerisasi dan teknologi informasi dalam pengelolaan data pegawai dan mulai

mengimplementasikan sistem informasi manajemen kepegawaian untuk

meningkatkan kualitas pengelolaan kepegawaian. Sistem informasi manajemen

kepegawaian dalam BKD Karanganyar merupakan implementasi e-Government

dalam pelayanan bidang kepegawaian secara transparan dan objektif. Sistem ini

selain menyajikan informasi yang terkait dengan kepegawaian, juga dikhususkan

untuk meningkatkan pelayanan di bidang mutasi kepegawaian. Sistem informasi

manajemen kepegawaian di BKD Karanganyar bertujuan untuk menyelesaikan

permasalahan yang ada di instansi tersebut. Permasalahan yang ada diantaranya

adalah PNS yang status kepegawaiannya tidak jelas, hal ini menggambarkan

buruknya administrasi kepegawaian yang ada, PNS yang sudah pensiun,

meninggal atau berhenti data kepegawaiannya tidak diperbaharui. Data PNS tidak

up todate, sehingga jumlah PNS tidak diketahui secara pasti, dan data yang ada

saling berbeda, pemutakhiran data tidak berjalan sebagaimana mestinya, baik di

instansi, maupun Pemerintah Daerah. Dengan diterapkannya SIMPEG diharapkan

semua permasalahan yang terjadi di BKD Karanganyar tersebut dapat diatasi.

6

Dari latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka peneliti ingin mengkaji lebih dalam mengenai "ANALISIS PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN (SIMPEG) DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH (BKD) KARANGANYAR"

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan di atas, maka

C. Tujuan Penelitian
C. Tujuan Penelitian

perumusan masalah penelitian ini sebagai berikut:

1. Bagaimana penerapan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian di BKD Karanganyar?

2. Usaha apa saja yang dilakukan untuk mengoptimalkan penerapan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian di BKD Karanganyar?

3. Bagaimana keamanan informasi dalam Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian di BKD Karanganyar?

Tujuan penelitian disini adalah untuk menjawab semua permasalahan yang telah dirumuskan dalam perumusan masalah tersebut diatas. Adapun tujuan

dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui optimalisasi penerapan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian di BKD Karanganyar .

2. Untuk mengetahui usaha apa saja yang dilakukan untuk lebih mengoptimalkan penerapan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian di BKD Karanganyar.

3. Untuk mengetahui keamanan informasi dalam Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian di BKD Karanganyar

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini penting karena menghasilkan uraian yang akurat dan aktual yang dapat memberikan manfaat dalam menjawab permasalahan yang ada dalam penelitian ini, baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis dan secara praktis penelitian ini memberi manfaat sebagai berikut:

7

1. Manfaat Teoritis

a. Penelitian ini dapat memberikan sumbangan bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang kepegawaian dan sistem informasi manajemen sehingga dapat menambah khasanah pustaka.

b. Untuk mendukung teori-teori yang sudah ada sehubungan dengan masalah yang dibahas yaitu mengenai penerapan sistem informasi manajemen kepegawaian.

mengenai penerapan sistem informasi manajemen kepegawaian. 2. Manfaat Praktis a. Hasil penelitian yang dilakukan oleh

2. Manfaat Praktis

a. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di BKD Karanganyar dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk menentukan kebijakan tentang manajemen kepegawaian yang didukung oleh teknologi informasi.

b. Sebagai bahan acuan bagi peneliti lain yang meneliti tentang masalah

implementasi teknologi informasi dalam manajemen kepegawaian.

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Pustaka

1. Tinjauan Tentang Sistem Informasi Manajemen

Pustaka 1. Tinjauan Tentang Sistem Informasi Manajemen Sistem a. Pengertian Sistem Informasi Manajemen (SIM) Konsep

Sistem

a.

Pengertian Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Konsep Sistem Informasi Manajemen saat ini berkembang seiring

perkembangan fokus penggunaan teknologi komputer. Perkembangan teknologi

komputer saat ini telah memberikan kesadaran baru bahwa aplikasi komputer

harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi untuk pengambilan

keputusan manajemen.

Dalam hal ini, pemahaman tentang istilah Sistem Informasi Manajemen

akan diperoleh dengan cukup baik apabila seseorang mampu memahami tentang

sistem, informasi, dan manajemen.

1)

Pengertian sistem menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1999 : 950),

Sistem adalah perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga

membentuk suatu totalitas”. Lucas dalam bukunya Wahyudi Komorotomo dan

Subando Agus M (2004: 8) mengatakan, “secara sederhana suatu sistem dapat

diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau

variabel-variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu

sama lain dan terpadu”.

Pengertian sistem menurut Gordon B Davis yang diterjemahkan Andreas S.

Adiwardana dijabarkan sebagai berikut:

Sebuah sistem terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud. Berarti sebuah sistem bukanlah seperangkat unsur yang tersusun secara tak teratur, tetapi terdiri dari unsur yang dapat dikenal sebagai saling melengkapi karena satunya maksud, tujuan, atau sasaran-sasaran (Gordon

8

9

B. Davis, 1997 : 68).

Sementara itu dalam bukunya, Edhy Sutanta ( 2003 : 4) mengatakan, “Secara

umum, sistem dapat didefinisikan sebagai sekumpulan hal atau kegiatan atau elemen

atau subsistem yang saling bekerja sama atau yang dihubungkan dengan cara-cara

tertentu sehingga membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu fungsi guna

mencapai suatu tujuan”.

Tujuan
Tujuan

Menurut Raymond McLeod, Jr. yang diterjemahkan oleh Agus Widyantara,

sistem adalah : “A system is a group of elements that are integrated with the

common purpose achieving an objective.” (Sebuah sistem adalah sekelompok

elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai

suatu tujuan), (Raymond McLeod, Jr., 2001 : 9 )

Dalam buku Raymond Mc. Leod Jr. yang diterjemahkan oleh Agus

Widyantara menjelaskan bahwa tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen-

elemen yang sama, tetapi suatu susunan dasar dapat diperlihatkan dalam gambar 1

sebagai berikut :

Mekanisme pengendalian Masukan transformasi Keluaran
Mekanisme
pengendalian
Masukan
transformasi
Keluaran

Gambar 1. Bagian-bagian Komponen Dari Suatu Sistem yang Dapat Mengendalikan

Operasinya Sendiri.(Sumber : Raymond Mc. Leod Jr., 2001 : 10)

Sumber daya masukan (input) diubah menjadi sumber daya keluaran

(output). Sumber daya mengalir dari elemen input, melalui elemen transformasi, ke

10

elemen output. Suatu mekanisme pengendalian memantau proses transformasi untuk

meyakinkan bahwa sistem tersebut memenuhi tujuannya. Mekanisme pengendalian

ini dihubungkan pada arus sumber daya dengan memakai suatu lingkaran umpan

balik (feedback look) yang mendapatkan informasi dari output sistem dan

menyediakan informasi bagi mekanisme pengendalian. Mekanisme pengendalian

membandingkan sinyal-sinyal umpan balik dengan tujuan, dan mengarahkan

sinyal-sinyal umpan balik dengan tujuan, dan mengarahkan sinyal pada elemen input jika sistem operasi memang

sinyal pada elemen input jika sistem operasi memang diperlukan.

Dalam bukunya Edhy Sutanto (2003 : 4 6) menyatakan :

Suatu sistem mempunyai karakteristik sebagai berikut.

a) Mempunyai komponen (components) Komponen sistem adalah segala sesuatu yang menjadi bagian penyusun sistem. Komponen sistem dapat berupa benda nyata ataupun abstrak. Komponen sistem disebut sebagai subsistem, dapat berupa orang, benda, hal atau kejadian yang terlibat di dalam sistem.

b) Mempunyai batas (boundary) Batas sistem diperlukan untuk membedakan satu sistem dengan sistem yang lain. Tanpa adanya batas sistem, maka sangat sulit untuk menjelaskan suatu sistem. Batas sistem akan memberikan batasan scope tinjauan terhadap sistem.

c) Mempunyai lingkungan (environment) Lingkungan sistem adalah segala sesuatu yang berada di luar sistem. Limgkungan sistem dapat menguntungkan ataupun merugikan. Umumnya lingkungan yang menguntungkan akan selalu dipertahankan untuk menjaga keberlangsungan sistem. Sedangkan lingkungan sistem yang merugikan akan diupayakan agar mempunyai pengaruh seminimal mungkin, bahkan jika mungkin ditiadakan.

d) Mempunyai penghubung/antar muka (interface) antar komponen. Penghubung/antar muka merupakan komponen sistem, yaitu segala sesuatu yang bertugas menjembatani hubungan antar komponen dalam sistem. Penghubung/antar muka merupakan sarana yang memungkinkan setiap komponen saling berinteraksi dan berkomunikasi dalam rangka menjalankan fungsi masing-masing komponen. Dalam dunia komputer, penghubung antar muka berupa berbagai macam tampilan dialog layar monitor yang memungkinkan seseorang dapat dengan mudah mengoperasikan sistem aplikasi komputer yang digunakannya.

e) Mempunyai masukan (input). Masukan merupakan komponen sistem, yaitu segala sesuatu yang perlu dimasukkan ke dalam sistem sebagai bahan yang akan diolah lebih lanjut untuk menhasilkan keluaran yang berguna. Dalam Sistem Informasi Manajemen, masukan disebut sebagai data.

f) Mempunyai pengolahan (processing)

11

Pengolah merupakan komponen sistem yang mempunyai peran utama mengolah masukan agar menghasilkan keluaran yang berguna bagi para pemakainya. Dalam Sistem Informasi Manajemen, pengolah adalah berupa program aplikasi komputer yang dikembangkan untuk keperluan khusus. Program aplikasi tersebut mampu menerima masukan, mengolah masukan, dan menampilkan hasil olahan sesuai dengan kebutuhan para pemakai.

g) Mempunyai keluaran (output) Keluaran merupakan komponen sistem yang berupa berbagai macam bentuk keluaran yang dihasilkan oleh komponen pengolahan. Dalam Sistem Informasi Manajemen, keluaran adalah informasi yang dihasilkan oleh program aplikasi yang akan digunakan oleh para pemakai sebagai bahan pengambilan keputusan.

oleh para pemakai sebagai bahan pengambilan keputusan. h) Mempunyai sasaran ( objectives ) dan tujuan (

h) Mempunyai sasaran (objectives) dan tujuan (goal) Setiap komponen dalam sistem perlu dijaga agar saling bekerja sama dengan harapan agar mampu mencapai sasaran dan tujuan sistem. Sasaran berbeda dengan tujuan. Sasaran sistem adalah apa yang ingin dicapai oleh sistem untuk jangka waktu yang relatif pendek. Sedangkan tujuan merupakan kondisi/hasil akhir yang ingin dicapai oleh sistem untuk jangka waktu yang panjang. Dalam hal ini, sasaran merupakan hasil pada setiap tahapan tertentu.

i) Mempunyai kendali (control) Setiap komponen dalam sistem perlu selalu dijaga agar tetap bekerja sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing. Hal ini bias dilakukan jika ada bagian yang berperan menjaganya, yaitu bagian kendali. Bagian kendali mempunyai peran utama menjaga agar proses dalam sistem dapat berlangsung secara normal sesuai batasan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam Sistem Informasi Manajemen, kendali dapat berupa validasi masukan, validasi proses, maupun validasi keluaran yang dapat dirancang dan dikembangkan secara terprogram.

j) Mempunyai umpan balik (feed back) Umpan balik diperlukan oleh bagian kendali (control) sistem untuk mengecek terjadinya penyimpangan proses dalam sistem dan mengembalikannya ke dalam kondisi normal.

Keterkaitan

antara

komponen

dan

karakteristik

suatu

ditunjukkan dalam gambar di bawah ini.

sistem

dapat

12

Subsistem 1
Subsistem 1

Subsistem n

Subsistem 2 interface
Subsistem 2
interface

Subsistem 3

Objectives Output
Objectives
Output
Control Input Process Feedback
Control
Input
Process
Feedback
3 Objectives Output Control Input Process Feedback Goal Gambar 2. Keterkaitan Antara Komponen dan

Goal

Gambar 2. Keterkaitan Antara Komponen dan Karakteristik Suatu Sistem. (Sumber:

Edhy Sutanto, 2003 : 7) Dalam gambar tersebut, suatu subsistem berkaitan dengan subsistem lainnya dihubungkan oleh interface, membentuk satu kesatuan guna mencapai objectives, dan pada akhirnya diharapkan akan mencapai goal. Suatu subsistem bisa jadi memuat komponen input, process, dan output yang dikendalikan oleh bagian control yang melakukan kendali berdasarkan feedback. Dalam suatu sistem, subsistem satu bisa juga berperan sebagai input bagi subsistem kedua yang berperan sebagai process.

Model umum suatu sistem adalah terdiri atas masukan (input), pengolah

(process), dan keluaran (output), sebagaimana ditunjukkan oleh gambar dibawah

ini.

Input

), sebagaimana ditunjukkan oleh gambar dibawah ini. Input Process Output Gambar 3. Model Umum Suatu Sistem.

Process

ditunjukkan oleh gambar dibawah ini. Input Process Output Gambar 3. Model Umum Suatu Sistem. (Sumber :

Output

Gambar 3. Model Umum Suatu Sistem. (Sumber : Edhy Sutanto, 2003 : 7)

Berdasarkan

pada

berbagai

teori

yang

dijelaskan

diatas

bahwasanya

13

sistem adalah kumpulan dari berbagai elemen yang saling terintegrasi dan merupakan

satu kesatuan di dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai.

2)

Informasi

Berbicara tentang informasi tidak akan lepas dengan istilah data.

Hendaknya perlu dibedakan pengertian antara data dan informasi. Edhy Sutanta

(2003: 9) menyatakan, “Data dapat didefinisikan sebagai bahan keterangan

“ Data dapat didefinisikan sebagai bahan keterangan tentang kejadian-kejadian nyata atau fakta-fakta yang

tentang kejadian-kejadian nyata atau fakta-fakta yang dirumuskan dalam

sekelompok lambang tertentu yang tidak acak yang menunjukkan jumlah,

tindakan, atau hal. Menurut Raymond McLeod, Jr.& George P. Schell yang

diterjemahkan oleh Ali Akbar Y dan Afia R. F., “data terdiri atas fakta dan angka

yang biasanya tidak bermanfaat karena volumenya yang besar dan sifatnya yang

masih belum diolah” (Raymond McLeod, Jr.& George P. Schell, 2008 : 10).

Pengertian lain menyebutkan, “data dapat didefinisikan sebagai fakta tercatat

tentang sesuatu obyek” (Eko Nugroho, 2008: 13). Data dapat berupa catatan-catatan

dalam kertas, buku, atau tersimpan sebagai file dalam basis data. Data akan

menjadi bahan dalam suatu proses pengolahan data. Oleh karenanya, suatu data

belum dapat berbicara banyak sebelum diolah lebih lanjut. Contoh data adalah

catatan identitas pegawai, catatan identitas pasien rumah sakit, catatan transaksi

pembelian, catatan transaksi penjualan, dan lain-lain.

Perbedaan data dan informasi menurut Wahyudi Komorotomo dan

Subando Agus M, adalah :

Data merujuk kepada fakta-fakta baik berupa angka-angka, teks, dokumen, gambar, bagan, suara yang mewakili deskripsi verbal atau kode tertentu dan semacamnya. Apabila ia telah disaring dan diolah melalui suatu sistem pengolahan sehingga memiliki arti dan nilai bagi seseorang, maka data itu berubah fungsi menjadi informasi. (W. Komorotomo dan S.A. Margono, 2001 : 11)

Pengertian informasi menurut Gordon B Davis, ”Informasi adalah data

yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan

bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang.” (Gordon B. Davis,

14

1997 : 28) . Sedangkan Wahyudi Komorotomo dan Subando Agus Margono

menyatakan, ”Informasi adalah data yang telah disusun sedemikian rupa sehingga

bermakna dan bermanfaat karena dapat dikomunikasikan kepada seseorang yang

akan menggunakannya untuk membuat keputusan.” (W. Komorotomo dan S.A.

Margono, 2001:11)

Eko Nugroho (2008: 15) menyebutkan, “ Informasi adalah suatu

Penyimpan data Pengolah
Penyimpan
data
Pengolah

pengetahuan yang berguna untuk pengambilan keputusan”. Jadi segala sesuatu yang

dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan pada dasarnya dapat

dikelompokkan sebagai informasi.

Hubungan antara data dan informasi dapat digambarkan seperti bagan berikut:

Data

Informasi

Gambar 4. Transformasi Data Menjadi Informasi. (Sumber : Gordon B. Davis, 1997

: 28)

Sistem pengolahan informasi mengolah data dari bentuk yang tidak berguna menjadi

informasi yang dibutuhkan bagi penerimanya. Tidak semua data merupakan

informasi. Ada data atau catatan-catatan yang sebenarnya tidak berguna, sebaliknya

informasi ada yang perlu dilengkapi dengan data.

Eko Nugroho (2008: 16) dalam bukunya menyebutkan :

Informasi yang baik harus memenuhi kualifikasi sebagai berikut:

a) Akurat Maksud akurat ialah informasi tersebut bebas dari kesalahan dan bebas dari bias. Bebas dari kesalahan berarti bahwa informasi tersebut benar-benar menyatakan apa yang harus dinyatakan. Bebas dari bias berarti bahwa informasi tersebut teliti.

b) Tepat waktu Jelas informasi harus diberikan pada waktu yang tepat. Informasi yang

15

sudah kadaluwarsa hanya bernilai sampah, sekalipun informasinya sama dan tidak berubah.

c) Relevan Artinya bahwa informasi tersebut benar-benar sesuai kebutuhan pihak yang membutuhkan informasi.

Beberapa hal yang dapat berpengaruh terhadap keakuratan sebuah informasi antara lain adalah :

terhadap keakuratan sebuah informasi antara lain adalah : a) Kelengkapan ( completeness ) informasi. “ Are

a) Kelengkapan (completeness) informasi. Are necessary message items present ?” Informasi yang komplet, berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian tentunya akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol atau memecahkan suatu masalah dengan baik.

b) Kebenaran (correctness) informasi. Are message items correct ?” Informasi yang dihasilkan oleh proses pengolahan data, haruslah benar sesuai dengan perhitungan-perhitungan yang ada dalam proses tersebut. Sebgai contoh, jika sebuah informasi menunjukkan total nilai gaji yang harus dibayarkan pada seorang pegawai, maka informasi tersebut haruslah sudah benar dan memuat perhitungan- perhitungan matematis yang ada di dalam prosesnya seperti perhitungan tunjangan, perhitungan potongan dan sebagainya.

c) Keamanan (security) informasi. Keamanan sebuah informasi, tergambar dari jawaban atas pertanyaan “Did the message reach all or only the intended systems users ?”. (Teguh Wahyono, 2004, II, 2)

Manfaat informasi adalah untuk membantu memberi kejelasan dari sesuatu

ketidakpastian atau untuk mengurangi ketidakpastian, sehingga manusia dapat

membuat suatu keputusan dengan kepastian yang lebih baik dan menguntungkan.

Semakin besar bantuan informasi dalam mengurangi ketidakpastian maka semakin

tinggi pula nilai informasi tersebut.

Menurut Gordon B. Davis dalam Edhy Sutanto :

Nilai informasi dikatakan sempurna apabila perbedaan antara kebijakan optimal tanpa informasi yang sempurna dan kebijakan optimal menggunakan informasi yang sempurna dapat dinyatakan dengan jelas. Berdasarkan informasi-informasi itu, maka seseorang manajer/pimpinan

16

dapat mengambil keputusan secara lebih baik.(Edhy Sutanto, 2003 : 13)

Gordon B. Davis dalam Edhy Sutanto (2003 : 13-16) mengemukakan bahwa

nilai suatu informasi dapat ditentukan berdasarkan sifatnya.

10 sifat yang dapat menentukan nilai informasi, yaitu sebagai berikut :

a) Kemudahan dalam memperoleh Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila dapat diperoleh secara mudah. Informasi yang penting dan sangat dibutuhkan menjadi tidak bernilai jika sulit diperoleh. Informasi dapat diperoleh dengan mudah jika sistem dilengkapi oleh basis data dan bagian pengolah yang mampu mengolah data dengan baik untuk memenuhi segala kebutuhan informasi secara mudah.

baik untuk memenuhi segala kebutuhan informasi secara mudah. b) Sifat luas dan kelengkapannya Informasi mempunyai nilai

b) Sifat luas dan kelengkapannya Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai lingkup/cakupan yang luas dan lengkap. Informasi sepotong dan tidak lengkap menjadi tidak bernilai, karena tidak dapat digunakan secara baik. Sifat luas dan lengkap tersebut memerlukan dukungan basis data yang cukup lengkap dan terstruktur dengan baik.

c) Ketelitian (accuracy) Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila mempunyai ketelitian yang tinggi/akhurat. Informasi menjadi tak bernilai jika tidak akhurat, karena akan mengakibatkan kesalahan pengambilan keputusan. Informasi yang akurat dapat diperoleh jika basis data yang valid, baik tipe, bentuk, maupun format datanya. Hal ini memerlukan adanya proses validasi setiap data yang diinputkan kedalam basis data. Proses validasi perlu dilakukan sejak pertama kali data di-input-kan, sehingga basis data terhindar dari data yang tidak benar. Data yang salah akan menghasilkan informasi hasil olahan yang salah pula. Dalam sistem informasi, sampah data akan menghasilkan sampah pula (garbage in garbage out).

d) Kecocokan dengan pengguna (relevance) Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika tidak sesuai dengan kebutuhan penggunanya, karena tidak dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan.

e) Ketepatan waktu Informasi mempunyai nilai yang lebih sempurna apabila dapat diterima oleh pengguna pada saat yang tepat. Informasi berharga dan penting menjadi tidak bernilai jika terlambat diterima/usang, karena tidak dapat dimanfaatkan pada saat pengambilan keputusan. Informasi tepat waktu dapat diperoleh jika ada dukungan sistem informasi yang mampu mengolah data secara cepat. Penggunaan sistem komputer

17

dalam sistem informasi akan memberikan dukungan yang sangat berarti untuk memperoleh data tepat waktu, karena komputer mampu mengolah data dengan kecepatan yang sangat tinggi.

f) Kejelasan (clarity) Informasi yang jelas akan meningkatkan kesempurnaan nilai informasi. Kejelasan informasi dipengaruhi oleh bentuk dan format informasi. Dibandingkan dengan bentuk teks atau deskriptif, informasi dalam bentuk tabel atau grafik banyak menjadi pilihan, karena dapat dibaca dan dipahami dengan lebih mudah. Hal ini memerlukan analisis kebutuhan bentuk dan format informasi yang diperlukan, sehingga dapat digunakan sebagai dasar perancangan output yang tepat. Penggunaan sistem komputer akan membantu memenuhi kebutuhan tersebut, karena kemampuan teknologi komputer yang berkembang saat ini telah memungkinkan untuk menampilkan informasi dalam berbagai macam bentuk dan format secara mudah, termasuk tabel dan grafis.

bentuk dan format secara mudah, termasuk tabel dan grafis. g) Fleksibilitas/keluwesannya Nilai informasi semakin

g) Fleksibilitas/keluwesannya Nilai informasi semakin sempurna apabila memiliki fleksibilitas tinggi. Fleksibilitas informasi diperlukan oleh para manajer/pimpinan pada saat pengambilan keputusan. Fleksibilitas informasi berhubungan dengan bentuk dan format tampilan informasi. Perubahan bentuk dan format tampilan informasi dapat dilakukan dengan mudah dengan memanfaatkan komputer.

h) Dapat dibuktikan Nilai informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut dapat dibuktikan kebenarannya. Kebenaran informasi bergantung pada validitas data sumber yang diolah.

i) Tidak ada prasangka Nilai informasi semakin sempurna apabila informasi tersebut tidak menimbulkan prasangka dan keraguan adanya kesalahan informasi. Kesalahan tersebut dapat terjadi akibat kesalahan data atau prosedur pengolahan. Informasi dapat menimbulkan keraguan jika tidak wajar.

j) Dapat diukur Informasi untuk pengambilan keputusan seharusnya dapat diukur agar dapat mencapai nilai yang sempurna. Pengukuran informasi umumnya dimaksudkan untuk mengukur dan melacak kembali validitas data sumber yang diragukan.

Sementara itu, Zulkifli Amsyah (2001: 316) dalam bukunya menyebutkan :

Nilai informasi ditentukan oleh lima karakteristik, yaitu:

a) Ketelitian (accuracy) Ketelitian atau akurasi dapat didefinisikan sebagai perbandingan dari informasi yang benar dengan jumlah seluruh informasi yang dihasilkan

18

pada satu proses pengolahan data tertentu.

b) Ketepatan waktu (timelines) Informasi diharapkan dapat disediakan secepat waktu yang diperlukan. Kendatipun informasinya akurat tetapi bila informasi tersebut terlambat akan menyebabkan informasi menjadi tidak berguna.

c) Kelengkapan (complete) Agar pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat, disamping informasi dibuat dengan teliti dan tepat waktu, informasi juga harus lengkap. Sering kali kegiatan bisnis yang memerlukan pengambilan keputusan secara cepat menjadi tertunda hanya karena kurang lengkapnya informasi yang ada.

tertunda hanya karena kurang lengkapnya informasi yang ada. Manajemen d) Keringkasan ( conciseness ) Informasi yang

Manajemen

d) Keringkasan (conciseness) Informasi yang bernilai lebih cenderung bersifat seperti suatu kesimpulan, ringkas dan langsung mengenai sasaran yang diperlukan.

e) Kesesuaian (relevancy) Informasi hendaknya sesuai dengan keperluan pekerjaan atau keperluan manajemen.

Berdasarkan paparan di atas, maka disimpulkan bahwa informasi

merupakan pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau

instruksi. semakin banyak informasi dapat mempengaruhi atau menambah

pengetahuan seseorang dan dengan pengetahuan menimbulkan kesadaran yang

akhirnya seseorang akan berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.

3)

Dalam Sistem Informasi Manajemen (SIM) pengolahan data menjadi

informasi sesuai dengan keperluan manajemen merupakan suatu proses kegiatan

manajer baik manajer publik ataupun privat yang dimulai dari manajer lini atas,

tengah, dan bawah.

Pengertian manajemen menurut Wahyudi Komorotomo dan Subando Agus

Margono yaitu “Proses atau kegiatan yang dilakukan oleh seorang pimpinan atau

manajer di dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama.” (W. Komorotomo

dan S.A. Margono, 2001 : 13). Manajemen memang bisa berarti seperti itu, tetapi

bisa juga mempunyai pengertian lebih dari pada itu. Sehingga dalam kenyataannya

tidak ada defenisi yang digunakan secara konsisten oleh semua orang.

Mary Parker Follet dalam artikel Ritha F. Dalimunthe (2003)

19

mendefinisikan, “Manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui

orang lain. Definisi ini mengandung arti bahwa para manajer untuk mencapai

tujuan organisasi melalui pengaturan orang lain untuk melaksanakan berbagai

tugas yang mungkin dilakukan. Masih dalam artikel Ritha F. Dalimunthe (2003),

Stoner mengemukakan suatu defenisi yang lebih kompleks yaitu "Manajemen adalah

suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, usaha-

pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, usaha- usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber

usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya

organisasi lainnya agar rnencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan". Dari

definisi di atas terlihat bahwa Stoner telah rnenggunakan kata "proses", bukan

"seni". Mengartikan manajemen sebagai "seni" mengandung arti bahwa hal itu

adalah kemampuan atau ketrampilan pribadi. Sedangkan suatu "proses" adalah cara

sistematis untuk rnelakukan pekerjaan. Manajemen didefinisikan sebagai proses

karena semua manajer tanpa harus rnemperhatikan kecakapan atau keterampilan

khusus, harus melaksanakan kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dalam

pencapaian tujuan yang diinginkan.

Dalam bukunya, Edhy Sutanta (2003: 17) memaparkan, “Manajemen dapat

diartikan sebagai proses memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia untuk

mencapai suatu tujuan. Manajemen juga dapat dimaksudkan sebagai suatu sistem

kekuasaan dalam suatu organisasi agar orang-orang menjalankan pekerjaan”.

Eko Nugroho (2008: 57) dalam bukunya menyebutkan, “Manajemen adalah

suatu tim yang disusun dalam organisasi untuk menjadi pengendali organisasi untuk

mencapai tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran yang hendak dicapai oleh organisasi”.

Sementara itu, Zulkifli Amsyah mendefinisikan,

Manajemen adalah proses mengkoordinasikan, mengintegrasikan, menyederhanakan, dan mensinkronisasikan (coordination, integration, simplification, synchronization/KISS) sumber daya manusia, material, dan metode (men, materials, methods/3M) dengan mengaplikasikan fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, penggiatan, pengawasan, dan lain-lain agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efisien dan efektif (Z Amsyah, 2001: 59).

20

Berdasarkan uraian diatas disimpulkan bahwa pada dasarnya manajemen

merupakan kerjasama dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan

dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi

perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating), dan

pengawasan (controlling).

4) Sistem Informasi Manajemen

pengawasan ( controlling ). 4) Sistem Informasi Manajemen Banyak pendapat para ahli mengenai definisi sistem informasi

Banyak pendapat para ahli mengenai definisi sistem informasi

manajemen, di bawah ini akan disajikan beberapa pendapat mengenai definisi

tersebut.

Menurut Lucas dalam Wahyudi Komorotomo dan Subando Agus M.,

mengatakan bahwa “Sistem informasi manajemen adalah sekumpulan prosedur

organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi

keputusan dan/atau untuk mengendalikan organisasi,” (W. Komorotomo dan S.A.

Margono, 2001 : 14)

Edhy Sutanta (2003: 19) dalam bukunya menjelaskan,

Sistem Informasi Manajemen sebagai sekumpulan subsistem yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama dan membentuk satu kesatuan, saling berinteraksi dan bekerjasama antara bagian satu dengan yang lainnya dengan cara-cara tertentu untuk melakukan fungsi pengolahan data, menerima masukan (input) berupa data-data, kemudian mengolahnya (processing), dan menghasilkan keluaran (output) berupa informasi sebagai dasar bagi pengambilan keputusan yang berguna dan mempunyai nilai nyata yang dapat dirasakan akibatnya baik pada saat itu juga maupun di masa mendatang, mendukung kegiatan operasional, manajerial, dan strategis organisasi, dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada dan tersedia bagi fungsi tersebut guna mencapai tujuan.

Menurut Raymond McLeod, Jr.& George P. Schell yang diterjemahkan oleh

Ali Akbar Y dan Afia R. F, Sistem informasi manajemen didefinisikan sebagai

“Suatu sistem berbasis komputer yang membuat informasi tersedia bagi para

pengguna yang memiliki kebutuhan serupa”, (Raymond McLeod, Jr.& George P.

Schell, 2008 : 12).

Moekijat membuat kesimpulan mengenai definisi sistem informasi

21

manajemen;

Sistem Informasi Manajemen adalah jaringan prosedur pengolahan data yang diperkembangkan dalam suatu organisasi dan disatukan apabila dipandang perlu, dengan maksud memberikan data kepada manajemen setiap waktu diperlukan, baik data yang bersifat intern maupun bersifat ekstern, untuk dasar pengambilan keputusan dalam rangka mencapai tujuan organisasi. (Moekijat, 1991 : 16).

rangka mencapai tujuan organisasi. (Moekijat, 1991 : 16). Sistem Informasi Manajemen merupakan keseluruhan dari

Sistem Informasi Manajemen merupakan keseluruhan dari berbagai sistem

yang mampu menyelenggarakan suatu kebutuhan informasi yang handal kepada

pihak organisasi dalam rangka untuk pengambilan keputusan ataupun sebagai

landasan mencapai tujuan dari organisasi tersebut.

b.

Keamanan Informasi Dalam Sistem Informasi Manajemen

Semua organisasi memiliki kebutuhan untuk menjaga agar sumber daya

informasi mereka aman. Keamanan informasi ditujukan untuk mendapatkan

kerahasiaan, ketersediaan serta integritas pada semua sumber daya informasi

organisasi.

1) Pengertian Keamanan Informasi

Menurut Raymond McLeod, Jr.& George P. Schell (2008: 270) yang

diterjemahkan oleh Ali Akbar Y dan Afia R. F, “Istilah keamanan informasi

(information security) digunakan untuk mendeskripsikan perlindungan baik peralatan

komputer dan nonkomputer, fasilitas, data, dan informasi dari penyalahgunaan pihak-

pihak yang tidak berwenang. Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa

keamanan informasi bukan hanya merujuk kepada keamanan data dan informasi

semata melainkan juga keamanan komponen fisik yang mendukung pengelolaan

informasi.

2)

Dari buku Raymond McLeod, Jr.& George P. Schell (2008: 270) yang

Tujuan Keamanan Informasi

diterjemahkan oleh Ali Akbar Y dan Afia R. F disebutkan:

Keamanan informasi ditujukan untuk mencapai tiga tujuan utama yaitu:

22

a) Kerahasiaan Perusahaan berusaha untuk melindungi data dan informasinya dari pengungkapan kepada orang-orang yang tidak berwenang.

b) Ketersediaan Tujuan dari infrastruktur informasi perusahaan adalah menyediakan data dan informasi sedia bagi pihak-pihak yang memiliki wewenang untuk menggunakannya.

c) Integritas Semua sistem informasi harus memberikan representasi akurat atas sistem fisik yang direpresentasikannya.

akurat atas sistem fisik yang direpresentasikannya. Manajemen Keamanan Informasi 3) Menurut Raymond McLeod,

Manajemen Keamanan Informasi

3)

Menurut Raymond McLeod, Jr.& George P. Schell yang diterjemahkan oleh

Ali Akbar Y dan Afia R. F, Manajemen Keamanan Informasi (information security

management) adalah aktivitas untuk menjaga agar sumber daya informasi tetap aman

(Mc. Leod, Jr& G.P Schell, 2008: 271).

Dalam buku Raymond McLeod, Jr.& George P. Schell yang diterjemahkan

oleh Ali Akbar Y dan Afia R. F menjelaskan:

Pada bentuk yang paling dasar, manajemen keamanan informasi terdiri atas empat tahap:

- Mengidentifikasi ancaman yang dapat menyerang sumber daya informasi perusahaan;

- Mengidentifikasi risiko yang dapat disebabkan oleh ancaman-ancaman tersebut;

- Menentukan kebijakan keamanan informasi;

- Mengimplementasikan pengendalian untuk mengatasi risiko-risiko tersebut. (Mc. Leod, Jr& G.P Schell, 2008: 271).

4)

Ancaman/Gangguan Terhadap Sistem Informasi

Menurut Raymond McLeod, Jr.& George P. Schell yang diterjemahkan oleh

Ali Akbar Y dan Afia R. F, “Ancaman keamanan informasi adalah orang, organisasi,

mekanisme, atau peristiwa yang memiliki potensi untuk membahayakan sumber daya

informasi perusahaan” (Mc. Leod, Jr& G.P Schell, 2008: 272).

Gangguan-gangguan/ancaman terhadap sistem informasi dapat dilakukan secara

tidak sengaja ataupun secara sengaja. Ketidaksengajaan dapat terjadi karena:

a) kesalahan teknis (technical errors)

23

Masalah perangkat keras (hardware problems), kesalahan penulisan sintak (syntax error), kesalahan logika (logical error) perangkat lunaknya.

b) gangguan lingkungan Gangguan lingkungan da[pat berupa gempa bumi, kegagalan arus listrik karena petir, api, temperature tinggi, debu dan air, banjir, dan lain-lain.

c) kesalahan manusia (human errors)

Menggunakan data yang salah, mengoperasikan program dan basis data yang salah, serta menghapus data tanpa sengaja. Gangguan yang sengaja dilakukan oleh manusia terkadang didapati untuk suatu tujuan tertentu seperti mencuri data, merusak data, dan lain-lain.(Eko Nugroho, 2008: 209-210).

merusak data, dan lain-lain.(Eko Nugroho, 2008: 209-210). Metode Gangguan Sistem Informasi 5) Ada tiga cara untuk

Metode Gangguan Sistem Informasi

5)

Ada tiga cara untuk melakukan gangguan terhadap sistem informasi, yaitu:

a) Pengubahan data Cara ini dilakukan dengan mengubah data sebelum atau selama proses dan sesudah proses dari sistem infomasi.

b) Penyelewengan program Dengan cara ini program komputer dimodifikasi untuk maksud kejahatan tertentu yang memiliki beberapa teknik, antara lain virus dan malware.

c) Penetrasi (Hacking atau Cracking) Termasuk dalam cara ini adalah piggybacking, yaitu menyadap jalur telekomunikasi dan ikut masuk ke dalam sistem komputer bersama-sama dengan pemakai sistem komputer yang resmi; masquerading adalah penetrasi ke sistem komputer dengan memakai identitas dan password dari orang lain yang sah; dan eavesdropping adalah penyadapan informasi di jalur transmisi privat (Eko Nugroho, 2008: 210-211).

6)

Menanggulangi ancaman/gangguan pada sistem informasi

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan dalam menanggulangi ancaman/gangguan pada sistem informasi diantaranya:

a) Membina internal user

b) Memasang pengendalian-pengendalian di sistem informasi

c) Memeriksa efektivitas pengendalian-pengendalianm di sistem informasi

d) Merencanakan akibat gangguan (disaster recovery planning) (Eko

Nugroho, 2008: 211)

Berdasarkan paparan di atas, keamanan sistem informasi ditanggulangi

dengan cara membuat sistem dengan mengatur bagaimana jika terjadi force majure

(kebakaran, huru-hara, bencana alam), membuat standar sistem backup, membuat

24

aturan dengan menerapkan kegiatan backup secara berkala atau menggunakan sistem cadangan, membuat membuat aturan baku tentang akses computer dan jaringan secara langsung misalnya kabel, server yang diletakkan di ruangan khusus, hub, router, dan lain-lain. membuat aturan tentang akses kontrol ke ruang server, akses masuk dengan menggunakan id otentikasi (misalnya barcode atau sidik jari) agar tidak semua user dapat masuk ke parameter keamanan.

2. Tinjauan Tentang Kepegawaian
2. Tinjauan Tentang Kepegawaian

Istilah kepegawaian berasal dari kata pegawai yang artinya secara singkat adalah orang yang melakukan pekerjaan dengan mendapat imbalan jasa berupa gaji dan tunjangan dari Pemerintah atau badan usaha swasta. Tanpa unsur manusia sebagai pegawai maka tujuan organisasi / wadah yang telah ditentukan tidak akan tercapai sebagaimana yang diharapkan. Dalam suatu organisasi, pegawai adalah alat yang menggerakkan dan menggiatkan agar segala kegiatan organisasi dapat berjalan menuju pada tujuannya. Manajemen kepegawaian atau manajemen personal sebenarnya adalah merupakan alih bahasa dari kata “Personnal Management”. Manajemen kpegawaian adalah manajemen yang mengkhususkan diri dalam bidang kepegawaian. Paul Pigors dan Charles A. Myers dalam buku Musanef menyatakan bahwa:

Personnel Administration is the art of equiring, developing, and maintaining a compotent work force in such a manner as to accomplish with maximum efficiency and economy the function and objectives of the organization” (Administrasi personal adalah suatu kecakapan atau suatu seni dari pada perolehan, pengembangan dan pemeliharaan angkatan kerja yang kompeten sedemikian rupa untuk melaksanakan fungsi-fungsi serta tujuan organisasi dengan seefisien dan seekonomis mungkin).(Musanef, 1996: 5). Masih dalam buku Musanef, The Liang Gie mengatakan bahwa: “Administrasi kepegawaian adalah segenap aktivitas yang bersangkut-paut dengan masalah penggunaan tenaga kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Masalah pokoknya

25

terutama berkisar pada penerimaan, pengembangan, pemberian balas jasa dan pemberhentian”.(Musanef, 1996: 5) Manajemen kepegawaian lazim disebut Personnel Management atau tata personel. Walaupun istilah-istilah tersebut nampaknya berbeda-beda namun

pengertiannya sama. Manajemen Kepegawaian bertugas untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang secara garis besarnya telah ditentukan oleh administrator dengan menitikberatkan pada usaha :

oleh administrator dengan menitikberatkan pada usaha : Mendapatkan tenaga kerja yang cakap dan mampu bekerja

Mendapatkan tenaga kerja yang cakap dan mampu bekerja menurut kebutuhan organisasi Menggerakkan mereka untuk tercapainya tujuan organisasi Memelihara dan mengembangkan kecakapan serta kemampuan

2)

3)

Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengontrolan “human and natural resourcesuntuk mencapai yang telah ditentukan lebih dahulu. Personnel (kepegawaian) adalah orang-

1)

orang yang dikerjakan dalam suatu badan tertentu baik lembaga-lembaga pemerintah maupun dalam badan-badan usaha. Manajemen personalia adalah manajemen yang menitikberatkan perhatiannya kepada soal-soal kepegawaian atau personalia dalam suatu badan tertentu. Menurut A. W. Widjaja (1990: 13) “Personnel management (manajemen personalia) adalah suatu cabang ilmu di manajemen yang khusus menitikberatkan pada soal-soal kepegawaian”. Sementara itu menurut Heidjrachman dan Suad Husnan (2002: 5) dalam bukunya mendefinisikan “Manajemen personalia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dari pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian dan pemeliharaan tenaga kerja dengan maksud untuk membantu mencapai tujuan perusahaan, individu dan masyarakat”. Berdasarkan paparan tentang kepegawaian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pegawai merupakan salah satu sumber daya utama dalam perusahaan, karena pegawai merupakan faktor penentu pencapaian tujuan perusahaan melalui kinerja pegawai.

26

3. Tinjauan Tentang Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian

Sistem informasi manajemen kepegawaian dirancang untuk mendukung

efisiensi dan efektifitas kinerja kepegawaian pemerintah daerah dengan mengacu

kepada Undang-Undang No. 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian.

SIMPEG merupakan sistem informasi yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan

pengelolaan kepegawaian di Pemerintah Daerah yang efektif dan efisien. SIMPEG

di Pemerintah Daerah yang efektif dan efisien. SIMPEG dapat menghasilkan suatu platform data dan informasi yang

dapat menghasilkan suatu platform data dan informasi yang memungkinkan

dihasilkannya output laporan yang berguna untuk kepentingan manajerial. Dengan

demikian, pengambil keputusan dapat mengolah informasi tersebut menjadi bahan

untuk pengambilan keputusan yang valid dan akurat.

a.

Pengertian Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian

Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia menyatakan :

Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian yang selanjutnya disingkat SIMPEG adalah suatu totalitas yang terpadu terdiri atas perangkat pengolah meliputi pengumpul, prosedur, tenaga pengolah dan perangkat lunak; perangkat penyimpan meliputi pusat data dan bank data serta perangkat komunikasi yang saling berkaitan, berketergantungan dan saling menentukan dalam rangka penyediaan informasi di bidang kepegawaian. (Keputusan Mendagri No. 17/2000 Tentang Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian DEPDAGRI dan Pemda).

Menurut buku panduan aplikasi simpeg (2009: 1) yang dikeluarkan Biro

Kepegawaian Depdagri, yang dimaksud Sistem informasi manajemen kepegawaian

adalah “suatu sistem informasi kepegawaian berbasis web guna mendukung

pendataan kepegawaian”. Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian dilaksanakan

dalam praktek menggunakan program dari komputer yang terpadu membentuk

jaringan prosedur pengolahan data guna mendukung manajemen kepegawaian dalam

pembinaan pegawai. Eko Nugroho (2008: 170) mengatakan bahwa :

Sistem informasi manajemen kepegawaian berguna untuk mengolah data kepegawaian, didefinisikan sebagai Sistem Informasi terpadu, yang meliputi pendataan pegawai, pengolahan data, prosedur, tata kerja, sumber daya manusia dan teknologi informasi untuk menghasilkan informasi yang cepat, lengkap dan akurat dalam rangka mendukung administrasi kepegawaian.

27

Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian merupakan Sistem Aplikasi

multiuser, artinya aplikasi ini dapat digunakan secara bersamaan dengan banyak

pengguna (user). Untuk itu diperlukan jaringan komputer yang didukung oleh

perangkat lunak (Software) dan perangkat keras (Hardware) agar sistem dapat

berjalan sempurna. Penerapan sistem informasi manajemen kepegawaian

dimaksudkan :

1) Untuk mendukung kelancaran TUPOKSI Biro Kepegawaian Propinsi dan Bagian Keepgawaian Kab/Kota dengan baik dan mantap sehingga menghasilkan data dan informasi yang diperlukan. 2) Terciptanya sistem informasi yang terpadu, berdayaguna dan berhasilguna di Propinsi dan Kab/Kota. 3) Menentukan arah kebijaksanaan tentang mekanisme koordinasi, komunikasi aliran data dan informasi melalui TI (http://www.simpeg.blogspot.com)

dan informasi melalui TI (http://www.simpeg.blogspot.com) b. Tujuan SIMPEG di Lingkup Pemerintahan adalah : Tujuan

b.

Tujuan SIMPEG di Lingkup Pemerintahan adalah :

Tujuan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian

1) Sistem informasi manajemen kepegawaian yang handal dan terintegrasi secara

nasional dapat menjawab berbagai informasi tentang PNS yang dibutuhkan oleh

para pengambil kebijakan untuk perencanaan, pengembangan dan kesejahteraan

PNS.

2) Sistem informasi manajemen kepegawaian dapat menjamin penyelenggaraan

kebijakan di bidang manajemen kepegawaian baik secara organisasional, wilayah

maupun nasional dan pada gilirannya menjadi perekat bangsa dalam NKRI.

3) Mewujudkan data PNS yang akurat disetiap instansi baik di pusat maupun daerah

yang terintegrasi secara nasional dan untuk bahan dalam penyusunan standar

kompetensi dan klasifikasi jabatan.

4) Meningkatkan pelayanan dibidang kepegawaian secara transparan dan objektif

sehingga setiap PNS dapat dengan mudah mendapatkan informasi tentang

kepegawaian.

28

5) Mewujudkan identitas tunggal (multi guna), kartu pegawai elektronik dalam

bentuk smart card yang mendukung peningkatan mutu, pelayanan kepegawaian

dan kesejahteraan PNS secara nasional.

c. Manfaat Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian

Manfaat SIMPEG antara lain:

Informasi Manajemen Kepegawaian Manfaat SIMPEG antara lain: Membantu menganalisis personal yang pantas untuk duduk pada

Membantu menganalisis personal yang pantas untuk duduk pada suatu posisi

Memberikan informasi yang cepat, tepat dan akurat mengenai kepegawaian.

tertentu di organisasi.

Memberikan sistem kesejahteraan yang optimal sesuai prestasi yang dicapai

Pengelolaan data yang lebih mudah

Keuntungan SIMPEG Online (Berbasis Intranet/ Internet):

Dapat memelihara satu data besar secara bersama-sama

Kesalahan / data yang kurang valid dapat dimonitor dan dikoreksi bersama

Dapat melakukan pertukaran data dan file

Berbagi sumber daya misalnya pemakaian satu printer untuk beberapa komputer

yang terhubung dalam jaringan computer

Mempermudah komunikasi dalam suatu lingkungan kerja, misalnya dengan

adanya program E-mail atau Chatting

Apabila salah satu unit komputer terhubung ke internet melalui modem atau

LAN, maka semua atau sebagian unit komputer dalam jaringan dapat mengakses

dengan metode sharing connection.

d. Komponen Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian

Komponen-komponen SIMPEG menurut Keputusan Menteri Dalam Negeri

No 17 Tahun 2000 meliputi:

1. Perangkat keras (hardware)

2. Perangkat lunak (software)

3. Sumber Daya Manusia

29

5. Jaringan komputer

Perangkat keras (hardware) Perangkat keras (hardware) dalam sistem informasi manajemen kepegawaian meliputi piranti-piranti yang digunakan oleh sistem komputer untuk masukan dan keluaran (input/output device), memory, modem, pengolah (processing), dan peripheral lain. Perangkat lunak Perangkat lunak (software) berupa program-program komputer yang meliputi sistem operasi, bahasa pemrograman, dan program-program aplikasi. Sumber daya manusia SDM yang terlibat dalam suatu sistem informasi manajemen kepegawaian meliputi operator, programmer, system analyst, serta individu lain yang terlibat di dalamnya. Basis data Basis data (database) adalah sekumpulan file yang saling terkait dan membentuk suatu bangun data. Database minimal terdiri dari satu file yang cukup untuk dimanipulasi oleh komputer sedemikian rupa pada sebuah sistem pengolahan informasi. Dalam Keputusan Mendagri No. 17/2000 Tentang Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian DEPDAGRI dan Pemda, Database adalah himpunan data seluruh Pegawai Negeri yang bermanfaat bagi perencanaan dan pelaksanaan pendayagunaan aparatur negara di Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.

di Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah ” . Jaringan komputer Jaringan komputer adalah suatu jaringan

Jaringan komputer Jaringan komputer adalah suatu jaringan yang menghubungkan antar komputer agar dapat saling berkomunikasi/bertukar informasi.

e. Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian

Konsep

dasar

sistem

informasi

manajemen

kepegawaian

sama

dengan

30

konsep sistem informasi manajemen pada umumnya, yaitu terdiri dari:

1)

2)

3)

Masukan (input)

Data-data yang perlu di-input dalam SIMPEG antara lain:

a)

b)

c)

d)

e)

f)

g)

h)

i)

j)

k)

Biodata

Riwayat Pendidikan Formal dan Non Formal

Pelatihan Kepegawaian

Riwayat kepangkatan dan jabatan

Daftar Penilaian Pekerjaan (DP3) Riwayat Keluarga Riwayat Penghargaan / Tanda Jasa Riwayat Pengalaman Riwayat
Daftar Penilaian Pekerjaan (DP3)
Riwayat Keluarga
Riwayat Penghargaan / Tanda Jasa
Riwayat Pengalaman
Riwayat Organisasi
Riwayat Cuti
Riwayat Gaji
Daftar Urut Kepangkatan
Daftar Susunan Kepangkatan
Daftar Kekuatan Pegawaian
Daftar Kenaikan Pangkat Struktural
Daftar Kenaikan Gaji Berkala
Rencana Kenaikan Pangkat

Pendidikan yang telah diikuti

Historis Karir

Laporan Statistik Pegawai

Surat Keputusan

(Peranita Kartika Dewi, 2008)

Proses (transformasi)

Pengolahan data-data yang telah di-input sehingga menghasilkan informasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing pengguna.

Keluaran (output) Informasi yang dihasilkan dalam SIMPEG diantaranya:

a)

b)

c)

d)

e)

f)

g)

h)

i)

j)

f. Ruang Lingkup Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian

Ruang lingkup aplikasi sistem informasi manajemen kepegawaian meliputi

a) Aplikasi pengadaan PNS Adalah Modul program yang berisi pengolahan data mengenai pengadaan PNS meliputi modul pembuatan daftar usul, permintaan NIP sampai dengan modul pencetakan surat keputusan pengangkatan menjadi CPNS.

b) Aplikasi kenaikan pangkat PNS Modul program aplikasi yang berisi pengolahan data mengenai proses kenaikan pangkat PNS mulai dari modul pembuatan usul, permintaan persetujuan/pertimbangan teknis kenaikan pangkat ke BKN sampai dengan pencetakan surat keputusan kenaikan pangkat.

31

c) Aplikasi pensiun PNS Modul program aplikasi yang berisi pengolahan data kepegawaian untuk keperluan pemberhentian dengan hak pensiun.

d) Aplikasi mutasi dan lain-lain.

Modul program yang berisi pengolahan data kepegawaian untuk keperluan pemutakhiran data melalui perubahan data pegawai yang mengalami mutasi. (Peraturan Kepala BKN no 20/2008 tentang Pedoman Pemanfaatan Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian)

Pedoman Pemanfaatan Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian) g. Karakteristik Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian

g.

Karakteristik Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian

Dalam Peraturan Kepala BKN no 20/2008 disebutkan bahwa SIMPEG

memiliki karakteristik sebagai berikut:

SIMPEG memiliki karakteristik sebagai berikut:

a) Sistem yang terkoneksi on-line antara BKN Pusat, regional dan instansi dengan menggunakan jaringan komunikasi data.

b) Menggunakan satu basis data PNS yang digunakan secara bersama.

c) Menggunakan struktur data dan tabel referensi yang sama sesuai dengan standar yang baku yang disusun BKN Pusat.

d) Sistem yang dibangun dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan instansi pengguna.

(Peraturan Kepala BKN no 20/2008 tentang Pedoman Pemanfaatan Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian)

Sistem informasi manajemen kepegawaian merupakan manajemen

kepegawaian yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan dirancang

sedemikian rupa sehingga mampu menjadi komputerisasi dan modernisasi data

pegawai dalam mengelola dan mengorganisasikan data-data pegawai guna

optimalisasi manajemen administrasi secara professional.

B. Tinjauan Penelitian yang Relevan

Penelitian mengenai penerapan sistem informasi manajemen telah di awali oleh beberapa penelitian terdahulu, antara lain :

1. Penelitian Dian Hartanti (2009) dengan judul “Analisis Sistem Informasi Kepegawaian Pemerintah Kotamadya Jakarta Barat Berbasis Web”, menghasilkan temuan bahwa pada awal mula sistem informasi kepegawaian Pemerintah

32

Kotamadya Jakarta Barat adalah dengan cara manual. Pada tahun 2001 dikembangkanlah sebuah sistem informasi kepegawaian khusus digunakan di lingkungan Pemerintah Kotamadya Jakarta Barat, system aplikasi ini di buat menggunakan bahasa pemrograman VB dan database SQL Server. Pada tahun 2006 dikembangkan dan dirancang lagi sebuah sistem informasi kepegawaian berbasiskan web dengan pemrograman PHP dan SQL Server. Pegawai dapat dengan mudah mendapatkan informasi seputar data pribadi mereka juga data lainnya secara cepat, akurat dan terpercaya kebenarannya. hanya dengan mengakses sistem itu melalui internet dari komputer mereka. Sistem informasi kepegawaian ini juga sangat membantu Walikota untuk mendapatkan informasi yang diperlukannya sebagai pertimbangan promosi jabatan atau kenaikan pangkat seorang pegawai. Dengan adanya menu perekaman pegawai, seorang database administrator dapat lebih mudah meng-input dan meng-update data baru pegawai. Pada menu perekaman dilengkapi dengan user name dan password dan hanya orang yang berkepentingan yang memiliki akses pada menu ini. 2. Penelitian Bayu Purwanto (2010) Penelitian berjudul “Penerapan Sistem Informasi Penggajian di PERUM PERHUTANI KPH Surakarta, penelitian ini menghasilkan temuan bahwa: 1) Penerapan sistem informasi penggajian di Perum Perhutani KPH Surakarta didukung oleh komponen-komponen pendukung sistem yang terdiri dari; software, hardware, sumber daya manusia, jaringan, dan sumber daya data. 2) Kelebihan penerapan sistem informasi penggajian di Perum Perhutani KPH Surakarta yaitu : (a) Mempermudah pegawai di bagian penggajian dalam proses pengolahan gaji, (b) Proses pengolahan gaji lebih cepat sehingga tidak ada keterlambatan dalam pemberian gaji kepada pegawai, (c) Kesalahan yang terjadi akibat salah input data mudah diperbaiki, (d) Dapat menghasilkan informasi yang lebih berkualitas, (e) Mempermudah dalam penyampain gaji kepada pegawai. 3) Hambatan-hambatan yang dihadapi oleh Perum Perhutani KPH Surakarta dalam penerapan sistem informasi penggajian adalah (a) Kekurangan unit komputer dan masih banyaknya komputer dengan hardware lama, (b) Permasalahan pada software penggajian disebabkan karena tidak terpenuhinya minimum requirements software penggajian dan lemahnya sistem keamanan (tidak adanya antivirus) pada komputer, (c) Keterbatasan Sumber Daya Manusia di bidang komputer, (d) Tidak ada teknisi khusus komputer, sehingga apabila terjadi kerusakan harus mendatangkan teknisi dari luar atau dari Perum

Tidak ada teknisi khusus komputer, sehingga apabila terjadi kerusakan harus mendatangkan teknisi dari luar atau dari

33

Perhutani Unit I Semarang, (e) Kesalahan akibat faktor manusiawi dalam input data (Human Errors), (f) Tidak adanya persiapan SDM pengganti apabila terjadi mutasi jabatan, (g) Komponen jaringan di komputer kurang berfungsi dengan baik. (h) Ketergantungan terhadap listrik dari PLN. 4) Upaya yang dilakukan oleh Perum Perhutani KPH Surakarta dalam mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi dalam penerapan sistem informasi penggajian adalah (a) Menambah unit komputer dan up-grade hardware-hardware lama, (b) Mendatangkan teknisi apabila kerusakan tidak dapat di atasi oleh pegawai, (c) Untuk permasalahan yang terjadi pada software penggajian Perum Perhutani KPH Surakarta mendatangkan teknisi dari Perum Perhutani Unit I Semarang, (d) Untuk meningkatkan keamanan data dilakukan instalasi pada setiap unit komputer, (e) Pelatihan pegawai terkait dengan bidang teknologi informasi dan aplikasi penggajian. 3. Penelitian Jaka Nugraha (2007), penelitian dengan judul “Implementasi Kebijakan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian dalam Menunjang Pelayanan Kepegawaian pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Propinsi Jawa Barat”. Penelitian ini menghasilkan temuan Implementasi Kebijakan SIMPEG dalam menunjang pelayanan Kepegawaian pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat, secara keseluruhan berdasarkan dimensi komunikasi, sumber daya, sikap pelaksana (disposisi), struktur birokrasi menunjukan belum profesional dalam bidang IT, serta belum memadainya anggaran biaya dalam melaksanakan Implementasi Kebijakan SIMPEG dalam menunjang pelayanan kepegawaian. Peneliti memberikan saran mengenai Implementasi Kebijakan SIMPEG dalam menunjang pelayanan Kepegawaian pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat, supaya ditingkatkan lagi dalam pembinaan SDM pelaksana kebijakan, serta terdapatnya anggaran secara khusus untuk membiayai Implementasi Kebijakan SIMPEG. 4. Penelitian Romi Rahmadi (2008), Penelitian dengan judul “Analisis Kebijakan Penerapan E-Government Melalui Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG)” Penelitian ini menghasilkan temuan dalam penerapan e-Government melalui SIMPEG di Provinsi Jawa Barat belum dilaksanakan secara optimal, hal ini disebabkan oleh beberapa kendala seperti belum memilikinya manajemen update yang tepat, sehingga sering terjadi keterlambatan pendistribusian data kepegawaian dari masing-masing instansi atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk diolah melalui SIMPEG.

instansi atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk diolah melalui SIMPEG.

34

Kemudian dalam ketesediaan aparatur belum memilikinya seorang analis sistem yang mampu menyusun, dan merancang dan memecahkan masalah dalam pengelolaan SIMPEG, sekaligus mempunyai pengetahuan mendalam di bidang kepegawaian. Untuk menghadapi kendala tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat khususnya Biro Kepegawaian Sub Bagian Data dan Informasi Kepegawaian memberikan ketegasan dengan membuat peraturan yang khusus dan secara teknis mengatur dan mengelola SIMPEG, agar dalam pengelolaan data kepegawaian melalui SIMPEG tersebut menghasilkan data yang valid dan berkualitas.

C. Kerangka Berpikir
C. Kerangka Berpikir

Dari beberapa hasil penelitian terdahulu dapat diketahui bahwa sistem

informasi manajemen kepegawaian memang telah diterapkan. Namun pelaksanaan

penerapan dilapangan ternyata masih belum dapat optimal, hal ini seperti yang

terdapat dalam hasil penelitian Jaka Nugraha dan Romo Rahmadi.

Setiap organisasi tanpa terkecuali pasti mempunyai tujuan yang hendak

dicapai. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan dukungan dari berbagai faktor

antara lain manusia dan didukung oleh teknologi informasi yang semakin maju.

Dukungan tersebut juga sangat diperlukan dalam manajemen organisasi tersebut.

Tanpa dukungan teknologi informasi, maka pengelolaan dan pelayanan manajemen

akan berjalan lambat.

Manajemen kepegawaian di Pemerintah Kabupaten Karanganyar ditangani

oleh Badan Kepegawaian Daerah Karanganyar. Dengan adanya dukungan teknologi

informasi yang memadai, maka pengelolaan dan pelayanan yang berkaitan dengan

kepegawaian di instansi tersebut dapat dilakukan dengan lebih optimal. Implementasi

dari teknologi informasi diwujudkan dengan diterapkannya Sistem Informasi

Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) dengan menggunakan program komputer yang

terpadu membentuk jaringan prosedur pengolahan data kepegawaian yang berguna

untuk mengumpulkan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan dalam rangka

penyediaan informasi di bidang kepegawaian di Badan Kepegawaian Daerah

Karanganyar.

35

Sebelum diterapkan teknologi informasi dengan menggunakan komputer,

manajemen kepegawaian di Badan Kepegawaian Daerah Karanganyar dilaksanakan

dengan menggunakan metode manual yaitu dengan pencatatan-pencatatan dalam

berkas-berkas dan dokumen-dokumen sehingga membutuhkan alur yang cukup

banyak dan panjang. Disamping itu juga membutuhkan waktu yang cukup lama

baik dalam input data dan pengelolaannya. Oleh sebab itu, dibutuhkan sistem baru

dan pengelolaannya. Oleh sebab itu, dibutuhkan sistem baru untuk mempermudah manajemen kepegawaian dengan menggunakan

untuk mempermudah manajemen kepegawaian dengan menggunakan aplikasi

komputer yang terjaring sehingga siapapun dan dimanapun seseorang dapat

mengakses informasi kepegawaian tersebut sesuai dengan kebutuhannya.

Dalam pelaksanaan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG)

sangat dipengaruhi oleh beberapa elemen diantaranya data input dan komponen

pendukung pengolahan data (database, SDM, perangkat keras, perangkat lunak dan

jaringan) agar dapat menghasilkan output sesuai dengan yang diharapkan. Seiring

dengan penggunaan SIMPEG tentu tidak terlepas dari adanya faktor penghambat

yang terkait dengan komponen-komponen tersebut. Dari identifikasi faktor-faktor

penghambat tersebut akan memudahkan bagi pihak-pihak yang terkait untuk

mencari pemecahan masalah dalam penerapan SIMPEG sehingga penggunaannya

dapat sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.

Untuk memperjelas kerangka pemikiran, maka secara sistematis dapat

digambarkan seperti di bawah ini:

Pengolahan SIMPEG DATABASE Pengambilan Output keputusan Informasi Input kepangkatan, Data pegawai golongan, NIP
Pengolahan SIMPEG
DATABASE
Pengambilan
Output
keputusan
Informasi
Input
kepangkatan,
Data pegawai
golongan, NIP
pengguna
 SDM
 Software
 Hardware
 Jaringan

Gambar 5. Skema kerangka pemikiran

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Suatu penelitian memerlukan tempat penelitian yang akan dijadikan objek untuk memperoleh data penelitian yang berguna untuk mendukung tercapainya tujuan

penelitian yang berguna untuk mendukung tercapainya tujuan penelitian. Dalam penelitian ini peneliti mengambil lokasi

penelitian. Dalam penelitian ini peneliti mengambil lokasi di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Karanganyar. Adapun yang menjadi alasan peneliti untuk menetapkan tempat tersebut adalah:

a. Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Karanganyar telah mengaplikasikan sistem informasi manajemen kepegawaian (SIMPEG) dalam menunjang pelaksanaan manajemen kepegawaian.

b. Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Karanganyar memiliki data yang diperlukan oleh peneliti.

c. Pihak yang berwenang di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Karanganyar bersedia memberikan keterangan dan informasi yang diperlukan peneliti, hal tersebut dibuktikan dengan diterimanya surat ijin masuk dari peneliti.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan setelah usulan penelitian disetujui oleh dosen pembimbing skripsi dan telah mendapat ijin dari pihak-pihak yang berwenang. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan (November 2009 - Maret 2010) terhitung sejak dikeluarkannya ijin penelitian dan tidak menutup kemungkinan perpanjangan waktu penelitian menurut situasi dan kondisi yang ada.

B. Bentuk dan Strategi Penelitian

1. Bentuk Penelitian

Bentuk penelitian merupakan salah satu faktor penting dalam suatu penelitian, karena bentuk dari penelitian tersebut turut menunjang proses

36

37

penyelesaian penelitian yang sedang dilaksanakan. Berdasarkan topik permasalahan mengenai penerapan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian, maka penulis menentukan bentuk penelitian yang paling sesuai dengan kondisi penelitian yaitu penelitian yang berbentuk deskriptif kualitatif. Pemilihan data pada penelitian ini didasarkan pada data yang bersifat deskriptif. Metode deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. Menurut Bodgan dan Taylor yang dikutip oleh Lexy J. Moleong (2006: 4), “Metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati”.

2. Strategi Penelitian
2. Strategi Penelitian

H. B. Sutopo (2002: 112) mengemukakan bahwa : ”Dalam penelitian kualitatif dikenal adanya studi kasus tunggal dan studi kasus ganda. Secara lebih khusus baik studi kasus tunggal maupun studi kasus ganda, masih dibedakan adanya jenis penelitian terpancang ataupun holistik penuh”. Berdasarkan pendapat tersebut dinyatakan bahwa, strategi penelitian dapat dibedakan menjadi tiga antara lain :

1) Tunggal terpancang yaitu penelitian tersebut terarah pada satu karakteristik dan sudah memilih serta menentukan variabel yang menjadi fokus utamanya sebelum memasuki lapangan. 2) Ganda terpancang yaitu penelitian tersebut mempersyaratkan adanya sasaran lebih dari satu yang memiliki perbedaan karakteristik dan sudah memilih serta menentukan variabel yang menjadi fokus utamanya sebelum memasuki lapangan. 3) Holistik penuh yaitu peneliti dalam kajiannya sama sekali tidak menentukan fokus sebelum peneliti terjun ke lapangan. Sesuai dengan judul penelitian dan jenis data yang dikumpulkan, maka peneliti menggunakan metode deskriptif tunggal terpancang dimana peneliti hanya

38

meneliti satu masalah saja yaitu tentang sejauh mana implementasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian pada Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Karanganyar dan terpancang pada tujuan penelitian dimana peneliti telah membatasi aspek-aspek yang akan digunakan sebelum melakukan penelitian di lapangan.

C. Sumber Data
C. Sumber Data

Menurut Lofland seperti yang dikutip oleh Lexy J. Moleong (2006:157) mengemukakan bahwa “Sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata

dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain”. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat dikemukakan bahwa kata-kata dan tindakan dari orang-orang yang diamati atau diwawancarai merupakan sumber utama, sedangkan dokumen dan yang lainnya merupakan data tambahan. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Informan

Pengertian informan dalam penelitian kualitatif adalah orang yang dipandang mengetahui permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian dan bersedia untuk memberikan informasi kepada peneliti. Adapun informan dalam penelitian ini adalah:

a) Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Karanganyar sebagai informan kunci.

b) Karyawan bagian pengelolaan atau operator SIMPEG BKD Karanganyar

2. Tempat dan Peristiwa Kegiatan penelitian kualitatif tidak lepas dari wawancara dan observasi yang akan melibatkan tempat, pelaku dan peristiwa yang terjadi. Tempat dan peristiwa dapat dijadikan sebagai sumber informasi karena dalam pengamatan harus ada kesesuaian dengan konteks dan setiap situasi sosial selalu melibatkan pelaku, tempat, dan aktifitas. Hal tersebut dilakukan agar penelitian dapat berhasil sesuai dengan tujuan. Tempat yang menjadi lokasi dalam penelitian ini

adalah Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Karanganyar. Sedangkan

39

peristiwa yang diteliti disini adalah kegiatan implementasi SIMPEG dalam meningkatkan manajemen kepegawaian pada instansi tersebut. 3. Dokumen Lexy J. Moleong (2006:216) menjelaskan bahwa “Dokumen ialah setiap bahan tertulis maupun film”. Dokumen yang digunakan sebagai sumber data adalah dokumen yang berhubungan dengan permasalahan dan tujuan penelitian yaitu data mengenai implementasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG). Dokumen bisa diperoleh dari buku, artikel internet, hasil penelitian yang sejenis sebelumnya serta dokumen lain yang menunjang dalam penelitian ini.

D. Teknik Sampling
D. Teknik Sampling

Dalam penelitian ini, peneliti tidak menentukan sejumlah sampel. Peneliti hanya menentukan informan untuk diwawancarai guna memperoleh keterangan tentang permasalahan yang diteliti. Dalam menentukan informan ini peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Menurut Lexy J. Moleong (2006:224) mengemukakan bahwa “Teknik purposive sampling ini terkandung maksud untuk menjaring sebanyak mungkin informasi dari berbagai macam sumber dan bangunannya/construction”. Peneliti juga menggunakan teknik bola salju (Snowball Sampling). Dalam teknik ini untuk memperoleh data yang mendalam diperlukan informan yang mengetahui permasalahan yang sedang diteliti, yaitu dengan cara menunjuk seorang informan kemudian informan yang terpilih dapat menunjuk informan yang lebih tahu, sehingga akan didapat data yang lebih lengkap. Penarikan sampel bola salju ini mempunyai beberapa tahapan. Tahap pertama, menentukan satu atau beberapa orang informan untuk diwawancarai. Informan tersebut berperan sebagai titik awal penarikan sampel. Dalam penelitian ini yang menjadi titik awal penarikan sampel adalah Kepala BKD Karanganyar, Tahap kedua, dari informan yang pertama selanjutnya menunjuk informan yang dirasa lebih mengetahui tentang permasalahan yang sedang diteliti. Kemudian peneliti mewawancarai informan tersebut dan demikian selanjutnya sampai diperoleh data

40

yang mendalam dan data yang dikumpulkan benar-benar mendukung tercapainya tujuan penelitian.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah suatu cara yang digunakan untuk mengumpulkan dan memperoleh data yang objektif dan valid sebagai bahan untuk membuktikan kebenaran suatu peristiwa atau pengetahuan. Data sangat penting dalam suatu penelitian karena digunakan sebagai bukti atas kebenaran suatu peristiwa atau pengetahuan. Oleh karena itu maka suatu penelitian sangat membutuhkan data-

1. Wawancara
1.
Wawancara

data yang obyektif yang dapat diperoleh dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang tepat sebagai alat pengumpul dan pengambil data. Sesuai dengan pendekatan kualitatif dan jenis sumber data, maka teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini meliputi:

wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang utama dalam kebanyakan penelitian kualitatif. Menurut Lexy J. Moleong (2006: 186), “Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu”. Untuk memperoleh data utama dalam penelitian ini adalah melalui wawancara kepada informan guna memperoleh data yang akurat dan relevan. Sebelum melakukan kegiatan wawancara atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan perlu dibuat terlebih dahulu draft atau kerangka pertanyaan yang sistematis yang telah dipersiapkan sebelumnya. Hal ini penting, agar pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tetap fokus sesuai dengan tujuan penelitian.

2. Observasi Langsung

Menurut Muhammad Idrus (2007: 129), ”Observasi atau pengamatan merupakan aktivitas pencatatan fenomena yang dilakukan secara sistematis. Pengamatan dapat dilakukan secara terlibat (partisipatif) ataupun non partisipatif”.

Dalam observasi langsung, peneliti terjun langsung ke lokasi penelitian untuk

41

menggali data-data yang ada di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan pengamatan langsung ke lokasi dan melakukan pencatatan secara sistematis mengenai fenomena yang terjadi baik secara formal dan informal.

3.

Dokumentasi

Untuk melengkapi data yang diperlukan dalam penelitian ini digunakan metode dokumentasi. Pengertian dokumen menurut Guba dan Lincoln seperti yang dikutip oleh Lexy J. Moleong (2006: 216) bahwa “Dokumen ialah setiap bahan tertulis dan film”. Metode dokumentasi merupakan metode yang digunakan untuk memperoleh data yang berupa bahan tulis. Peneliti menggunakan teknik dokumentasi karena dapat digunakan untuk mencari data mengenai hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan di lokasi penelitian. Data yang dimaksud adalah dokumen dan arsip yang dapat dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan bahkan untuk meramalkan.

F. Validitas Data
F. Validitas Data

Validitas data atau kesahihan data merupakan kebenaran data dari hasil penelitian. Hal ini dilakukan oleh peneliti dengan maksud supaya hasil penelitiannya benar-benar dapat dipertanggungjawabkan, karena validitas data menunjukan mutu seluruh proses pengumpulan data dalam penelitian. Data yang telah terkumpul, diolah dan diuji kebenarannya melalui teknik pemeriksaan tertentu.

Validitas data akan menunjukkan bahwa yang diamati peneliti sesuai dengan apa yang sesungguhnya ada pada lokasi penelitian dan penjelasan dari deskripsi permasalahan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Untuk menganalisa data kualitatif digunakan suatu teknik yang disebut Triangulasi. Menurut Lexy J. Moleong (2006:330), “Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu”. Denzin seperti yang dikutip oleh Lexy J. Moleong (2002: 178)

42

“Membedakan empat macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan data yang memanfaatkan penggunaan sumber, metode, penyidik dan teori”. Berdasarkan pendapat tersebut, dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan data/sumber (Triangulasi Data) Triangulasi data/sumber adalah teknik pemeriksaan keabsahan data dimana peneliti menggali data yang sama atau sejenis kepada informan yang berbeda.

data yang sama atau sejenis kepada informan yang berbeda. 2. Teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan metode

2. Teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan metode (Triangulasi Metode) Triangulasi metodologi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data dimana peneliti menggali data yang sama atau sejenis dengan menggunakan metode yang berbeda. Yaitu misalnya peneliti menggunakan metode wawancara, pengamatan/ observasi, kuesioner,analisis dokumen/ arsip dan lain-lain.

3. Teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan penyidik (Triangulasi Penyelidik). Triangulasi penyidik adalah teknik pemeriksaan keabsahan data dimana peneliti menggali data yang sama atau sejenis dengan cara membandingkannya dengan hasil penelitian yang sejenis dari peneliti yang lain.

4. Teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan teori (Triangulasi Teori)

Triangulasi teori adalah teknik pemeriksaan keabsahan data dimana peneliti menggali data yang sama atau sejenis yang ditemukan di lapangan kemudian dibandingkan dengan teori-teori yang ada, apakah sama dengan teori-teori yang sudah ada. Apabila berbeda maka dimungkinkan peneliti dapat menemukan atau menciptakan suatu teori baru. Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi data dan triangulasi metode. Dimana triangulasi data merupakan teknik yang ditempuh dengan cara membandingkan dan mengecek balik data yang telah diperoleh dari berbagai sumber data yang berbeda. Sedangkan triangulasi metode digunakan untuk

membandingkan data hasil wawancara, yaitu membandingkan apa yang ada dalam

43

dokumen dengan hasil observasi serta membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen yang berkaitan.

G. Analisis Data

Pada penelitian kualitatif, proses analisis pada dasarnya dilakukan secara bersamaan dengan proses pelaksanaan pengumpulan data. Miles dan Huberman dalam bukunya HB Sutopo (2002:91) menyatakan “Dalam proses analisis terdapat tiga komponen utama yang benar-benar harus dipahami oleh setiap peneliti kualitatif. Tiga komponen utama tersebut adalah reduksi data, sajian data, penarikan simpulan

adalah reduksi data, sajian data, penarikan simpulan serta verifikasinya”. 1. Reduksi Data Reduksi data

serta verifikasinya”.

1. Reduksi Data Reduksi data merupakan komponen pertama dalam analisis yang merupakan proses seleksi, pemfokusan, penyederhanaan, dan abstraksi data yang tersedia. Menurut HB Sutopo (2002:92), “Reduksi data adalah bagian dari proses analisis yang mempertegas, memperpendek, membuat fokus, membuang hal-hal yang tidak penting, dan mengatur data sedemikian rupa sehingga simpulan penelitian dapat dilakukan”.

2. Sajian Data Sebagai analisis kedua, sajian data merupakan rangkaian informasi, deskripsi dalam bentuk narasi yang disusun secara logis dan sistematis yang mengacu pada rumusan masalah yang telah dirrumuskan sebagai pertanyaan penelitian. Sajian data merupakan deskripsi mengenai kondisi rinci untuk menceritakan dan menjawab setiap permasalahan dalam penelitian. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pemahaman atas gambaran fenomena yang ada pada obyek penelitian.

3. Penarikan Simpulan dan Verifikasi Data yang diperoleh sejak awal penelitian sebenarnya sudah merupakan suatu kesimpulan. Kesimpulan itu mula-mula belum jelas dan masih bersifat sementara, kemudian meningkat sampai pada tahap kesimpulan yang mantap, yaitu

44

pernyataan yang telah memiliki landasan yang kuat karena telah melalui proses

analisa data.

Untuk lebih jelasnya proses analisis data dalam penelitian ini, dapat dilihat

pada gambar berikut ini:

Pengumpulan Data Penyajian Data Reduksi Data Penarikan Kesimpulan/Verifikasi H. Prosedur Penelitian Prosedur
Pengumpulan Data
Penyajian Data
Reduksi Data
Penarikan
Kesimpulan/Verifikasi
H.
Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian adalah tahapan-tahapan yang ditempuh dalam suatu

Gambar 6. Komponen-komponen Analisis Data Model Interaktif

(Sumber: Miles and Huberman dalam M. Idrus, 2007: 181)

penelitian yang dimulai dari awal sampai akhir penelitian. Dibuatnya prosedur

penelitian dimaksudkan agar penelitian dapat berjalan teratur sehingga hasil

penelitian dapat dipertanggungjawabkan. Prosedur penelitian yang dilakukan secara

garis besar dapat dibagi menjadi beberapa tahap yaitu

1. Tahap Persiapan Penelitian

Pada tahap ini dilakukan mulai berbagai kegiatan sebelum peneliti terjun ke

lapangan mulai dari pengumpulan informasi sampai bahan teori yang mendukung

perumusan masalah pada penelitian ini, pengajuan judul, pembuatan proposal

penelitian dan mengurus ijin untuk memperlancar jalannya penelitian.

2. Tahap Pengumpulan Data

Dalam melaksanakan pengumpulan data peneliti menggunakan tiga teknik yaitu:

wawancara, observasi, dan dokumentasi. Ketiga teknik ini digunakan untuk

melengkapi data yang lain sehingga data yang dikumpulkan benar-benar valid.

45

3. Tahap Analisis Data Awal Tahap ini digunakan untuk mengetahui apakah data yang dikumpulkan tersebut sesuai dengan yang diharapkan atau tidak.

4. Tahap Analisis Data Akhir Analisis data akhir dilakukan setelah data awal dianalisis. Data yang dianalisis dalam tahap ini adalah seluruh data yang diperoleh dalam pengumpulan data yang merupakan data pendukung dalam mencapai tujuan penelitian.

merupakan data pendukung dalam mencapai tujuan penelitian. 5. Tahap Penarikan Kesimpulan Kesimpulan ditarik berdasarkan

5. Tahap Penarikan Kesimpulan Kesimpulan ditarik berdasarkan pada tujuan penelitian yang didukung oleh data yang valid, sehingga hasil penelitian yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan.

6. Tahap Penulisan dan Penggandaan Laporan Tahap ini merupakan tahap akhir dari penelitian yang mencakup semua kegiatan yang berhubungan dengan penelitian dan hasil yang dicapai, ditulis dan dilaporkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan bentuk laporan yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan uraian tersebut diatas, dapat dibuat bagan prosedur penelitian

sebagai berikut:

Persiapan Penelitian Pengumpulan data Analisis Data Awal Analisis Data Akhir Pembuatan Proposal Penarikan
Persiapan
Penelitian
Pengumpulan data
Analisis Data Awal
Analisis Data
Akhir
Pembuatan
Proposal
Penarikan Kesimpulan
Penelitian dan
Perijinan
Pembuatan dan Penggandaan
Laporan

Gambar 7. Skema Prosedur Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Lokasi Penelitian

1. Gambaran Umum Badan Kepegawaian Daerah Karanganyar

Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Karanganyar adalah lembaga

Kepegawaian Daerah Kabupaten Karanganyar adalah lembaga teknis daerah yang berperan sebagai unsur penunjang

teknis daerah yang berperan sebagai unsur penunjang Pemerintah Daerah

Kabupaten Karanganyar di bidang kepegawaian. Keberadaannya dipimpin oleh

seorang Kepala Badan yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada

Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Karanganyar dibentuk dengan

mendasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Nomor 3 Tahun

2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah, Badan

Pelayanan Perizinan Terpadu dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten

Karanganyar .

Untuk menjalankan tugas dan fungsi Badan Kepegawaian Daerah

Karanganyar, dikeluarkan Peraturan Bupati Karanganyar Nomor 80 Tahun 2009

tentang Uraian Tugas dan Fungsi Jabatan Struktural pada Badan Kepegawaian

Kabupaten Karanganyar.

Tugas Pokok yang harus dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Daerah

adalah:

a. Membantu Bupati dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah dibidang

kepegawaian;

b. Melaksanakan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian

berbagai kegiatan dibidang kepegawaian.

Sedangkan fungsi yang harus dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian

Daerah adalah:

a. Perumusan Kebijakan Teknis di bidang kepegawaian;

46

47

b.

c.

Pemberian dukungan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dibidang kepegawaian yang meliputi pengangkatan dan pengembangan, mutasi, diklat dan pembinaan serta kesekretariatan;

Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang kepegawaian yang meliputi, pengangkatan dan pengembangan, mutasi, diklat dan pembinaan serta kesekretariatan;

d.

Pembinaan terhadap unit pelaksana teknis dalam lingkup Badan Kepegawaian Daerah bila dipandang perlu ada.

lingkup Badan Kepegawaian Daerah bila dipandang perlu ada. 2. Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Karanganyar

2.

Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Karanganyar berada di Jalan Lawu Kompleks Perkantoran Cangakan Telp (0271) 495194 Karanganyar.

Lokasi Kantor Badan Kepegawaian Daerah Karanganyar

Lokasi kantor tersebut berbatasan dengan :

a.

b.

c.

d.

Sebelah barat berbatasan dengan kantor bupati Karanganyar

Sebelah utara berbatasan dengan kantor PDAM Karanganyar

Sebelah timur berbatasan dengan kantor Badan Statistik Karanganyar

Sebelah selatan berbatasan dengan lapangan voli.

3.

Visi dan Misi Badan Kepegawaian Daerah Karanganyar

a. Visi Badan Kepegawaian Daerah Karanganyar Visi merupakan gambaran menantang tentang keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan oleh Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Karanganyar. Visi juga merupakan pandangan ke depan untuk menentukan ke arah mana dan keadaan seperti apa yang diharapkan terhadap Aparatur Kabupaten Karanganyar ini, agar mampu bertindak sebagai pelayan masyarakat yang baik yang akhirnya mampu membawa masyarakat pada kehidupan yang lebih baik. Maka dengan mendasarkan pada isu-isu tentang aparatur yang masih berkembang, dan potensi yang dimilki oleh Badan Kepegawaian Daerah, disusunlah Visi Badan Kepegawaian Daerah tahun 2009 2013 adalah sebagai berikut :

48

“TERWUJUDNYA APARATUR YANG BERKUALITAS“

4.

b.

Misi Badan Kepegawaian Daerah Karanganyar Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan pencapaian Visi yang telah ditetapkan, Maka dengan mendasarkan pada pengertian tersebut, disusunlah Misi Badan Kepegawaian Daerah tahun 2009 2013 adalah sebagai berikut :

1.

2.

3.

Mewujudkan SDM Aparatur yang Profesional; Mantapnya Disiplin Aparatur; Mewujudkan Kesejahteraan Aparatur.
Mewujudkan SDM Aparatur yang Profesional;
Mantapnya Disiplin Aparatur;
Mewujudkan Kesejahteraan Aparatur.

Tugas Pokok dan Fungsi Badan Kepegawaian Daerah

Kedudukan,

Karanganyar

a. Kedudukan Badan Kepegawaian Daerah Karanganyar Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Karanganyar adalah lembaga teknis daerah yang berperan sebagai unsur penunjang Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar di bidang kepegawaian. Keberadaannya dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

b. Tugas Pokok Badan Kepegawaian Daerah Karanganyar Tugas Pokok yang harus dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Daerah adalah:

1) Membantu Bupati dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah dibidang kepegawaian; 2) Melaksanakan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian berbagai kegiatan dibidang kepegawaian.

c. Fungsi Badan Kepegawaian Daerah Karanganyar Fungsi yang harus dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Daerah adalah:

1) Perumusan Kebijakan Teknis di bidang kepegawaian;

49

2) Pemberian dukungan atas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dibidang kepegawaian yang meliputi pengangkatan dan pengembangan, mutasi, diklat dan pembinaan serta kesekretariatan; 3) Pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang kepegawaian yang meliputi, pengangkatan dan pengembangan, mutasi, diklat dan pembinaan serta kesekretariatan; 4) Pembinaan terhadap unit pelaksana teknis dalam lingkup Badan Kepegawaian Daerah bila dipandang perlu ada.

lingkup Badan Kepegawaian Daerah bila dipandang perlu ada. 5. Struktur organisasi adalah kerangka yang menunjukkan

5.

Struktur organisasi adalah kerangka yang menunjukkan hubungan antara pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab dalam suatu organisasi untuk

Susunan Organisasi Badan Kepegawaian Daerah Karanganyar

mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan pelaksanaan kerja yang sesuai pada bidangnya maka tujuan organisasi lebih mudah tercapai. Struktur organisasi yang ada di BKD Karanganyar menggunakan struktur organisasi bentuk garis. Adapun bagan dari struktur organisasi BKD Karanganyar terlampir pada lampiran 3. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Nomor 3 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karanganyar :

a. Susunan Organisasi Badan Kepegawaian Daerah Karanganyar terdiri dari:

1)

Kepala Badan Kepegawaian Daerah

2)

Sekretariat, membawahkan :

a) Sub Bagian Perencanaan;

b) Sub Bagian Keuangan;

c) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.

3)

Bidang Pengangkatan dan Pengembangan, membawahkan:

a) Sub Bidang Pengangkatan dan Penempatan ;

b) Sub Bidang Pengembangan, Informasi dan Pelaporan.

50

a) Sub Bidang Mutasi dan Pensiun;

b) Sub Bidang Kenaikan Pangkat.

Bidang Diklat, membawahkan:

a) Sub Bidang Diklat Struktural;

b) Sub Bidang Diklat Teknis dan Fungsional.

Bidang Pembinaan, membawahkan:

a)

b)

Unit Pelaksana Teknis Kelompok Jabatan Fungsional

5)

6)

Sub Bidang Penegakan Disiplin; Sub Bidang Kesejahteraan.
Sub Bidang Penegakan Disiplin;
Sub Bidang Kesejahteraan.

7)

8)

b. Sekretariat dipimpin oleh seorang sekretaris yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan.

c. Masing-masing Bidang dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan.

d. Masing-masing Sub Bagian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris.

e. Masing-masing Sub Bidang dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang yang

bersangkutan. Adapun tugas dan fungsi masing-masing kelompok jabatan struktural sebagai berikut :

a. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Tugas pokok Kepala BKD Karanganyar adalah membantu Bupati dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di bidang kepegawaian.

Dalam menyelenggarakan tugas pokok tersebut, Kepala BKD mempunyai fungsi :

1)

2) Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang

kepegawaian yang meliputi pengangkatan dan pengembangan, mutasi, diklat dan pembinaan serta kesekretarisan.

Perumusan kebijakan teknis di bidang kepegawaian.

51

3) Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang kepegawaian meliputi pengangkatan dan pengembangan, mutasi, diklat dan pembinaan serta kesekretarisan. 4) Pembinaan terhadap Unit Pelaksana Teknis dalam lingkup Badan

Kepegawaian Daerah. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

5)

diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. 5) b. Sekretariat Badan Kepegawaian Daerah Sekretaris mempunyai

b. Sekretariat Badan Kepegawaian Daerah Sekretaris mempunyai tugas membantu Kepala BKD dalam merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, membina dan mengendalikan kegiatan perencanaan, keuangan, umum, dan kepegawaian dilingkungan BKD. Sekretariat membawahi 3 sub bagian yaitu:

1)

Sub Bagian Perencanaan Sub bagian perencanaan mempunyai tugas membantu sekretaris dalam menyusun program kegiatan, monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan BKD. Sub Bagian Keuangan Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas membantu sekretaris dalam melaksanakan urusan administrasi keuangan dan pelaporan pertangungjawaban keuangan BKD. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Sub bagian umum dan kepegawaian mempunyai tugas membantu sekretaris dalam melaksanakan pengelolaan urusan administrasi umum, rumah tangga, perlengkapan/perbekalan, dokumentasi, perpustakaan dan kearsipan, serta pengelolaan administrasi kepegawaian BKD.

2)

3)

c. Bidang Pengangkatan dan Pengembangan Bidang pengangkatan dan pengembangan mempunyai tugas membantu kepala BKD dalam merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, membina dan mengendalikan kegiatan di bidang pengangkatan dan pengembangan. Bidang pengangkatan dan pengembangan terdiri dari :

52

1)

Sub Bidang Pengangkatan dan Penempatan Pegawai Sub Bidang Pengangkatan dan Penempatan Pegawai mempunyai tugas membantu kepala bidang pengangkatan dan pengembangan dalam melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi, pembinaan, dan pengendalian kegiatan sub bidang pengangkatan dan penempatan. Sub Bidang Pengembangan, Informasi & Pelaporan Sub Bidang Pengembangan, Informasi & Pelaporan mempunyai tugas membantu kepala bidang pengangkatan dan pengembangan dalam melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi, pembinaan, dan pengendalian kegiatan sub bidang pengembangan, informasi dan pelaporan.

kegiatan sub bidang pengembangan, informasi dan pelaporan. 2) d. Bidang Mutasi Bidang Mutasi mempunyai tugas membantu

2)

d. Bidang Mutasi Bidang Mutasi mempunyai tugas membantu kepala BKD dalam merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, membina dan mengendalikan kegiatan di bidang mutasi. Bidang Mutasi terdiri 2 sub bidang, yaitu :

1)

Sub Bidang Mutasi dan Pensiun Sub Bidang Mutasi dan Pensiun mempunyai tugas membantu kepala bidang mutasi dalam melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi, pembinaan,dan pengendalian kegiatan sub bidang mutasi dan pensiun Sub Bidang Kenaikan Pangkat

Sub Bidang Kenaikan Pangkat mempunyai tugas membantu kepala bidang mutasi dalam melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi, pembinaan, dan pengendalian kegiatan sub bidang kenaikan pangkat.

e. Bidang Diklat Bidang diklat mempunyai tugas membantu kepala BKD dalam merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, membina dan mengendalikan kegiatan di bidang diklat.

2)

53

f.

Bidang Diklat terdiri 2 sub bidang, yaitu :

1)

Sub Bidang Diklat Struktural; Sub Bidang Diklat Struktural mempunyai tugas membantu kepala bidang diklat dalam melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi, pembinaan, dan pengendalian kegiatan sub bidang diklat struktural. Sub Bidang Diklat Teknis dan Fungsional Sub Bidang Diklat Teknis dan Fungsional mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Diklat dalam melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi, pembinaan, dan pengendalian kegiatan sub bidang diklat teknis dan fungsional.

kegiatan sub bidang diklat teknis dan fungsional. Sub Bidang Penegakan Disiplin; Sub Bidang Penegakan Disiplin

Sub Bidang Penegakan Disiplin; Sub Bidang Penegakan Disiplin mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Pembinaan dalam melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi, pembinaan, dan pengendalian kegiatan sub bidang penegakan disiplin. Sub Bidang Kesejahteraan Sub Bidang Kesejahteraan mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Pembinaan dalam melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi, pembinaan, dan pengendalian kegiatan sub bidang kesejahteraan.

2)

Bidang Pembinaan Bidang Pembinaanmempunyai tugas membantu Kepala BKD dalam merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan, membina dan mengendalikan kegiatan di bidang pembinaan. Bidang Pembinaan terdiri 2 sub bidang, yaitu :

1)

2)

6.

Untuk dapat memberikan pelayanan administrasi kepegawaian dengan maksimal, diperlukan sarana dan prasarana yang memadai. Adapun sarana

Sarana dan Prasarana

54

dan prasarana

adalah sebagai berikut :

a. Prasarana gedung kantor, terdiri dari :

yang

terdapat

di

Badan Kepegawaian Daerah Karanganyar

1) 6 ruang kerja 5) 2) Aula Ruang arsip / ruang file PNS Mushola 6)
1)
6 ruang kerja
5)
2)
Aula
Ruang arsip / ruang file PNS
Mushola
6)
3)
7)
Ruang SIMPEG
2 ruang MCK
Garasi
4)
b. Sarana transportasi :
1)
2)
4 unit mobil dinas
6 unit sepeda motor
c. Sarana mebelair :
1)
7)
2)
8)
3)
9)
4 almari kayu
4 almari besi
7 filling cabinet
4)
5)
57 meja kerja
10 meja rapat
18 meja komputer
47 kursi kerja
60 kursi rapat
10) 5 almari arsip/rol apact
11) 17 rak besi
6)
3 meja/kursi tamu
12) 4 sekat kayu
d. Sarana tulis :
1)
2)
18 unit komputer
14 printer
8 laptop
4)
5)
3)
6)
3 LCD proyektor
1 scaner
1 mesin ketik
e. Sarana komunikasi dan telekomunikasi :
1)
2 buah telepon
1 buah faximile
1 PABX
4)
2)
5)
3)
6)
1 wareles
2 unit sound system
9 buah OHP

f. Sarana dokumentasi :

1)

1 buah kamera digital

g. Sarana penunjang lain :

1)

2 buah AC

2)

9 kipas angin

3)

4 jam dinding

55

7. Kepegawaian di Badan Kepegawaian Daerah Karanganyar

Badan

Kepegawaian

pokok

Daerah

Kabupaten Karanganyar didalam ditunjang oleh personil pegawai

tugas

sebanyak 61 orang yang terdiri dari :

melaksanakan

dan

fungsinya

a. Pegawai Negeri Sipil

b. Tenaga Honorer

: 55 orang

:

3 orang

c. Tenaga Harian Lepas

: 1 orang Tabel 1. Daftar Jumlah Pegawai menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin: No.
:
1 orang
Tabel 1. Daftar Jumlah Pegawai menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis
Kelamin:
No.
Pendidikan
Laki-laki
Perempuan
Jumlah
1
SD
-
-
-
2
SLTP
1
-
1
3
SLTA
4
4
8
4
D3
1
-
1
5
S1
22
15
37
6
S2
3
5
8
7
S3
-
-
-
Jumlah
31
24
55

B. Deskripsi Permasalahan Penelitian

Sejalan dengan permasalahan yang dikaji yaitu “Analisis penerapan SIMPEG di BKD Karanganyar”, maka untuk memberikan gambaran mengenai data yang berkaitan dengan permasalahan penelitian tersebut, peneliti menggunakan teknik bola salju untuk menentukan informan yang mengetahui permasalahan secara mendalam yaitu merujuk pada informan pertama yaitu Kepala Badan Kepegawaian Daerah Karanganyar Bapak Drs. Sudirdjo, MM yang

56

peneliti anggap paling mengerti keadaan lingkungan disana, kemudian Kepala

BKD menunjuk 2 orang informan yaitu Bapak Drs. M Darin, MM selaku Kepala

Sub Bagian Umum Dan Kepegawaian serta Bapak Drs. Agam Bintoro Kepala

Bidang Pengangkatan Dan Pengembangan. Untuk memperdalam analisis

mengenai SIMPEG, Bapak Agam Bintoro menunjuk Bapak Isnan Nur Aziz

selaku Staf Pada Sub Bidang Pengembangan, Informasi Dan Pelaporan sekaligus

Sistem Informasi Manajemen
Sistem
Informasi
Manajemen

Kepegawaian

pegawai yang bertanggung jawab mengurusi jalannya SIMPEG di BKD

Karanganyar. Agar data yang diperoleh lebih lengkap, perlu kiranya peneliti

memberi gambaran data yang relevan dengan perumusan masalah yaitu sebagai

berikut: (1) Penerapan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian di BKD

Karanganyar, (2) Usaha yang dilakukan untuk mengoptimalkan penerapan Sistem

Informasi Manajemen Kepegawaian di BKD Karanganyar, (3) Keamanan

informasi dalam Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian di BKD

Karanganyar. Gambaran data penelitian tersebut dapat dikemukakan sebagai

berikut:

1.

Badan

Kepegawaian Daerah Karanganyar Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) di BKD

Penerapan

di

Karanganyar mulai diterapkan sejak tahun 2003. Dengan anggaran sepenuhnya

dari APBD Kabupaten Karanganyar, SIMPEG diwujudkan guna mempermudah

pengelolaan administrasi pegawai negeri sipil di Karanganyar yang

pengelolaannya dilakukan oleh BKD Karanganyar. Sebelum diterapkannya

SIMPEG, pengelolaan data kepegawaian di BKD Karanganyar dilakukan secara

manual, yaitu setiap file pegawai diketik dan dimasukkan ke dalam almari arsip.

Seperti dikatakan informan I dalam wawancara tanggal 30 Desember

2009,

“Sebelumnya, data para pegawai diketik secara manual satu per satu dan disimpan ke dalam almari arsip sesuai dengan metode penyimpanan tertentu untuk memudahkan dalam pencarian. Meski demikian, hal tersebut cukup menghambat mengingat lamanya waktu untuk entry data setiap pegawai, belum lagi dalam mencari dan menemukan data pegawai tersebut ketika sewaktu-waktu dibutuhkan”.

57

Demikian juga yang diungkapkan oleh informan III dalam wawancara

tanggal 6 Januari 2010 menyebutkan,

“Sebelum adanya SIMPEG, pengelolaan administrasi pegawai dilakukan secara manual, hampir sama seperti sekarang,setiap data di-input hanya saja dengan menggunakan mesin ketik. Kita pun dapat mencari data pegawai seperti NIP dan lain-lain sama seperti pada SIMPEG, hanya saja waktu yang dibutuhkan untuk mencari dan menemukan kembali lebih lama karena tidak ada dukungan komputer”.

kembali lebih lama karena tidak ada dukungan komputer”. Dalam pelaksanaan administrasi kepegawaian, peranan SIMPEG

Dalam pelaksanaan administrasi kepegawaian, peranan SIMPEG sangat

besar sekali. Seperti yang diungkapkan oleh informan I pada wawancara

tanggal 30 Desember 2009, ”Dengan penerapan SIMPEG menggunakan fasilitas komputer jelas sangat membantu sekali dalam proses pendataan kepegawaian, karena semua tidak lagi dikerjakan secara manual dengan mesin ketik, tetapi sudah terkomputerisasi. Dalam aplikasi SIMPEG ini juga terdapat menu-menu yang memungkinkan kita mengelola data dengan cepat. Kita dapat melihat sekaligus mencetak informasi yang kita perlukan saja guna keperluan laporan dengan mudah dan cepat tanpa harus kesulitan mencarinya”.

Hal senada juga diungkapkan oleh informan II pada wawancara tanggal

30 Desember 2009,

”Pada saat pendataan pegawai, selain data diri pegawai, juga dicatat data berbagai hal yang berhubungan dengan pegawai yang bersangkutan dalam sebuah form. Kemudian form ini dipindah kedalam SIMPEG. Sebelum menggunakan SIMPEG form ini disimpan dan ditempatkan di rak kemudian apabila suatu ketika data pegawai dibutuhkan, petugas harus mencari form tersebut dari rak. Dengan SIMPEG hal tersebut tidak perlu dilakukan lagi, karena data pegawai sudah tersimpan dan dapat dibuka dan diakses dengan mudah dan cepat”.

Demikian juga diungkapkan informan III pada wawancara tanggal 30 Desember

2009,

“Penerapan SIMPEG dengan komputerisasi sangat memudahkan staff dalam menyimpan dan menemukan kembali data-data pegawai. Bila sebelumnya kita harus mencari dalam almari arsip saat membutuhkan data tersebut, kini kita tinggal mengetikkan apa yang kita butuhkan ke dalam komputer, dan semua informasi kepegawaian yang kita butuhkan akan muncul. Hal ini sangat memudahkan kita dalam menyimpan dan mengelola database. Dalam aplikasi SIMPEG ini sudah ada menu menu yang sangat memudahkan para staff dalam entry data dan pengelolaan data/informasi. Data-data kepegawaian bisa kita cari sesuai kebutuhan dan seketika itu juga dapat dicetak sebagai bahan laporan”.

58

Pernyataan-pernyataan tersebut diperkuat informan IV pada wawancara tanggal

30 Desember 2009, ”Penggunaan SIMPEG sangat memudahkan proses pendataan pegawai yang ada. Apabila sebelumnya data setiap pegawai diketik dalam sebuah form register banyak sekali dan menggunakan buku induk yang berisi data pegawai tersebut, setelah adanya SIMPEG semua form register sudah tercakup dalam komputer dan juga data pegawai sudah tersedia di komputer”.

dan juga data pegawai sudah tersedia di komputer”. Dari data-data di lapangan tersebut, diperoleh kesimpulan

Dari data-data di lapangan tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa peranan

SIMPEG di BKD Karanganyar dapat dikategorikan menjadi 3 yaitu :

a. Mempermudah Proses Pencatatan dan Pendataan Pegawai

Dalam SIMPEG semua data kepegawaian dimasukkan ke dalam komputer

dan disimpan dalam satu database kepegawaian. Dengan adanya komputer

sebagai pendukung SIMPEG, pencatatan dan pendataan dapat dilakukan

dengan lebih mudah oleh para pegawai.

b. Mempermudah Penyimpanan dan Akses terhadap Database Pegawai

Di setiap instansi, data kepegawaian merupakan hal yang penting, karena

digunakan sebagai bahan analisis instansi terhadap para pegawainya. Oleh

karena itu pengelolaan data kepegawaian harus dilakukan dengan praktis

dan mudah diakses. Penerapan SIMPEG berbasis berbasis komputerisasi di

BKD Karanganyar sangat memudahkan para staff baik dalam menyimpan

maupun menemukan kembali data-data pegawai untuk pengolahan lebih

lanjut.

c. Mempermudah Pencarian dan Cetak Data sebagai Bahan Pelaporan

Sesuai dengan uraian tugas BKD Karanganyar Keputusan Bupati

Karanganyar Nomor : 3 Tahun 2009 yaitu Membuat laporan pelaksanaan

tugas sebagai pertanggungjawaban atas tugas yang diberikan. Maka secara

berkala sesuai permintaan atasan maka Kepala BKD Karanganyar harus

membuat laporan.

Dalam aplikasi SIMPEG, sudah terdapat menu-menu yang sangat

memudahkan para staff untuk melihat sekaligus mencetak data sesuai dengan

kebutuhan sebagai bahan laporan.

59

Proses Pengelolaan Administrasi Kepegawaian dengan Sistem Informasi

Manajemen Kepegawaian di BKD Karanganyar

Proses pengelolaan administrasi kepegawaian di Badan Kepegawaian

Daerah Karanganyar dapat digambarkan ke dalam bagan sebagai berikut:

Input Data Pengumpulan Pengolahan Data Data Data Data manual elektronik Penyimpanan Output Peremajaan Data
Input Data
Pengumpulan
Pengolahan
Data
Data
Data
Data
manual
elektronik
Penyimpanan
Output
Peremajaan Data
Informasi
Gambar 8. Proses Pengelolaan SIMPEG
- Subsistem Pengumpulan data
Untuk mempermudah pengumpulan data sekaligus sosialisasi awal mula
penerapan SIMPEG di BKD Karanganyar, pihak BKD mengirimkan surat
pengantar ke instansi-instansi negeri di Kabupaten Karanganyar untuk
mendata setiap pegawai yang ada di instansi tersebut dengan mengisi
blanko yang telah dibuat pihak BKD. Blanko tersebut kemudian
dikembalikan ke BKD Karanganyar dalam waktu yang sudah ditentukan.

Disamping menggunakan blanko, pengumpulan data juga dilakukan

dengan menggunakan softfile dimana para pegawai diminta

mengumpulkan data diri dengan format yang sudah ditentukan pihak BKD

dan disimpan ke dalam CD ataupun flashdisk. Hal ini dilakukan untuk

mempercepat proses input data. Selama pengumpulan data, tidak ada

kendala dari masing-masing instansi mengingat jangka waktu

pengumpulan dan petunjuk pengisian yang memudahkan pegawai dalam

mengisi blanko.

- Subsistem Input data

Setelah data pegawai terkumpul, data tersebut di-input oleh sub bidang

pengembangan, informasi dan pelaporan. Sehingga terdapat 2 jenis data

yaitu data manual berupa form dan data yang telah di-input ke komputer

60

-

(data elektronik). Data-data yang di-input diantaranya adalah nama lengkap, NIP, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, agama, status perkawinan, alamat, instansi tempat bekerja, status kepegawaian, jenis kepegawaian, tingkat pendidikan, pangkat/golongan, masa kerja, jabatan, data keluarga dan lain-lain. Sementara, data berupa form disimpan ke gudang dengan metode pemberian nomor untuk setiap bendel dimana tiap bendel terdiri beberapa form pegawai sesuai unit kerjanya. Karena banyaknya data pegawai yang di-input sementara jumlah petugas SIMPEG terbatas, maka terjadi keterlambatan input dari waktu yang telah ditetapkan. Kesalahan-kesalahan kecil karena human error seperti kesalahan mengetik data dan memasukkan data juga sering terjadi sehingga memperlambat proses input data. Untuk mengatasi hal tersebut,

proses input data. Untuk mengatasi hal tersebut, beberapa petugas dan komputer dari bidang lain pun

beberapa petugas dan komputer dari bidang lain pun diperbantukan. Beberapa waktu belakangan, data kepegawaian ini dapat dilihat di masing- masing unit kerja, bahkan pegawai dapat mengganti beberapa data tertentu. Hal ini lebih memudahkan dalam pengecekan dan peremajaan data.

Subsistem Pengolahan data Operasi yang dilakukan dalam pengolahan data kepegawaian adalah :

1) Coding data, merubah data menjadi kode-kode; misalnya jenis kelamin laki-laki ditulis dengan angka 0 dan perempuan dengan 1.

2)

Classifying data; mengklasifikasikan data dilakukan dengan:

a) mengelompokkan data ke dalam grup berdasarkan karakteristik tertentu, misalnya mengelompokkan dalam usia, jenis kelamin dan agama.

b) Mengurutkan data, misalnya mengurutkan NIP, nama sesuai abjad atau instansi sesuai abjad.

c) Menggabungkan data ke dalam 1 form dengan kriteria tertentu sesuai kebutuhan, misalnya untuk keperluan kenaikan pangkat, data yang dibutuhkan adalah pangkat/gol. Terakhir, masa kerja, pendidikan terakhir dan lain-lain.

61

d) Menyesuaikan data sesuai dengan keperluan, misalnya, untuk keperluan tunjangan, maka data yang ditampilkan hanya data-data yang diperlukan untuk tunjangan. 3) Calculating, proses operasi aritmatik terhadap field data kepegawaian, misalnya jumlah pegawai yang bekerja pada instansi tertentu, atau jumlah pekerja di daerah tertentu. 4) Summarizing, proses akumulasi data, misalnya penambahan masa kerja setiap bulannya. 5) Displaying result, menampilkan hasil informasi pegawai ke dalam monitor ataupun hasil cetakan. 6) Reproducing, mencetak dan menggadakan hasil informasi kepegawaian untuk para pemakai yang membutuhkan, misalnya laporan bupati untuk pengambilan keputusan. Kendala utama yang dihadapi dalam pengolahan data ini adalah kurangnya petugas yang berperan sebagai spesialis informasi. Hanya ada seorang petugas ahli yang merangkap peranannya sebagai analis sistem, programmer sekaligus administrator database. Sementara petugas yang lain hanya bertugas sebagai entry data. Hal ini cukup menghambat dalam pengolahan data. Pihak BKD sendiri berencana akan melakukan penambahan petugas yang ahli dalam bidang komputer sehingga nantinya ada pembagian tugas dalam spesialis informasi.

- Subsistem Output informasi Data kepegawaian yang telah diolah menghasilkan informasi kepegawaian yang dapat digunakan diantaranya untuk pengambilan keputusan dalam mutasi pegawai, pengangkatan pegawai baru, pemberhentian pegawai, pensiun pegawai, tunjangan gaji maupun kenaikan jabatan. Informasi ini dapat ditampilkan sesuai dengan kebutuhan dan langsung dicetak sebagai bahan laporan dan pengambilan keputusan. Informasi yang dihasilkan dalam SIMPEG ini telah memenuhi kebutuhan dan memudahkan dalam pengambilan keputusan selanjutnya.

yang dihasilkan dalam SIMPEG ini telah memenuhi kebutuhan dan memudahkan dalam pengambilan keputusan selanjutnya.

62

Penerapan Komponen Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian

Untuk melihat bagaimana penerapan sistem informasi manajemen

kepegawaian di Badan Kepegawaian Daerah Karanganyar, tidak akan lepas dari

kelima komponen yang sangat berperan dalam penerapan SIMPEG. Komponen-

komponen tersebut yaitu:

a. Sumber Daya Manusia

Seperti yang diungkapkan oleh informan I pada wawancara tanggal 6

yang diungkapkan oleh informan I pada wawancara tanggal 6 Januari 2010, “ SIMPEG di BKD Karanganyar

Januari 2010,

SIMPEG di BKD Karanganyar dikelola oleh Bidang pengangkatan dan pengembangan. Sampai sejauh ini petugas yang mengelola SIMPEG dirasa masih kurang. Hanya ada 1 orang yaitu bapak Isnan yang mengurusi SIMPEG mulai dari analis sistem, administrator database, webmaster, spesialis jaringan, programmer hingga maintenance jaringan, hardware dan software. Sementara input data dilakukan semua staff di bagian SIMPEG. Karena masih kurangnya pegawai yang berkompeten di bidang komputer untuk mengurusi SIMPEG, kadang terjadi keterlambatan input data terutama pada waktu CPNS. SDM yang dimiliki pegawai juga dirasa masih kurang mengingat keterbatasan dana untuk pengembangan keahlian, sehingga terkadang ada kesalahan dalam input data dan harus mengulang input kembali”.

Hal yang sama juga diungkapkan informan III pada wawancara tanggal 6

Januari 2010

“BKD Karanganyar saat ini hanya mempunyai seorang programmer yaitu bapak Isnan yang merangkap sebagai operator. Disini terutama di bagian SIMPEG masih kekurangan tenaga yang berkompeten dalam komputer. Untuk input data dapat dilakukan oleh semua staff di bagian SIMPEG yang totalnya berjumlah 9 orang, tetapi untuk pemeliharaan selanjutnya dan manipulasi data kembali diserahkan ke bapak Isnan. Untuk penambahan karyawan berkaitan dengan tenaga pranata komputer masih dimintakan (diusulkan). SDM pegawai sendiri sebenarnya masih kurang sehingga terkadang muncul hambatan-hambatan dalam penerapan SIMPEG berkaitan dengan SDM yang mengelola seperti keterlambatan input maupun kesalahan dalam input data. Peningkatan SDM pegawai dilakukan melalui pelatihan-pelatihan, seminar dan workshop tetapi sejauh ini belum menjadi program tahunan tergantung dana dan kebutuhan”.

Setelah diamati, kekurangan petugas ini hanya terjadi pada kondisi-kondisi

tertentu seperti pada waktu CPNS kemarin dimana data para pelamar

63

b.

CPNS yang begitu besar membuat kewalahan para petugas input data. Tetapi pada kondisi normal, petugas dirasa telah mencukupi dalam mengelola SIMPEG. Hanya saja, memang perlu ada penambahan 1 2 petugas yang ahli dalam seluk beluk komputer untuk berbagi tanggung jawab sebagai spesialis informasi di BKD Karanganyar karena saat ini hanya ada seorang petugas yang merangkap mengelola semua tugas spesialis informasi. Dari data dan pengamatan diatas dapat dikatakan bahwa kekurangan pegawai terjadi pada spesialis informasi. Hanya ada seorang pegawai yang merangkap mengelola semua tugas dalam spesialis informasi. Sementara petugas lain yang mengurusi entry data kurang mempunyai kemampuan dalam spesialis informasi sehingga terkadang spesialis informasi kewalahan dalam melakukan tugasnya.

spesialis informasi kewalahan dalam melakukan tugasnya. Sumber daya perangkat lunak ( Software ) Dari data di

Sumber daya perangkat lunak (Software) Dari data di lapangan, tampilan aplikasi SIMPEG di BKD Karanganyar adalah sebagai berikut:

1) Tampilan halaman login

adalah sebagai berikut: 1) Tampilan halaman login Gambar 9 . Halaman Login SIMPEG Tampilan halaman login

Gambar 9. Halaman Login SIMPEG Tampilan halaman login sangat sederhana. Untuk pembatasan akses SIMPEG, maka staff pengelola SIMPEG harus memasukkan nama dan sandi sebelum menggunakan aplikasi SIMPEG 2) Tampilan Halaman Utama

64

64 Gambar 10 . Halaman Utama SIMPEG Gambar di atas adalah halaman tampilan utama aplikasi SIMPEG.
64 Gambar 10 . Halaman Utama SIMPEG Gambar di atas adalah halaman tampilan utama aplikasi SIMPEG.

Gambar 10. Halaman Utama SIMPEG Gambar di atas adalah halaman tampilan utama aplikasi SIMPEG. Di bagian atas terdapat beberapa menu untuk memudahkan pengelolaan data kepegawaian diantaranya

Data Pegawai, menu untuk melihat masing-masing data pegawai secara lengkap

Ijin belajar dan gelar, menu untuk mengetahui gelar dan ijin belajar dari pegawai

DUK, menu untuk melihat daftar urut kepangkatan para pegawai

Nominatif, menu untuk melihat nominatif pegawai

Data pilah, menu untuk menyortir data/ informasi tertentu yang diperlukan sebagai bahan laporan

Rekapitulasi, menu untuk merekapitulasi data pegawai

Admin, menu untuk mengijinkan administrator database melakukan pengolahan data

3)

Tampilan halaman pencarian data pegawai

65

65 Gambar 11. Halaman Pencarian Data SIMPEG Gambar di atas merupakan gambar tampilan pencarian data pegawai.
65 Gambar 11. Halaman Pencarian Data SIMPEG Gambar di atas merupakan gambar tampilan pencarian data pegawai.

Gambar 11. Halaman Pencarian Data SIMPEG Gambar di atas merupakan gambar tampilan pencarian data pegawai. Terdapat beberapa pilihan menu untuk memudahkan pencarian seperti tipe pencarian bisa dengan awalan nama pegawai maupun sisipan dari nama pegawai. Petugas juga dapat mencarinya sesuai dengan NIP. 4) Tampilan halaman biodata pegawai

sesuai dengan NIP. 4) Tampilan halaman biodata pegawai Gambar 12 . Halaman Biodata Pegawai Semua data

Gambar 12. Halaman Biodata Pegawai Semua data dari pegawai di-input dan ditampilkan di halaman ini mulai

66

dari biodata pegawai, pangkat, gaji, jabatan, pendidikan, diklat, keluarga hingga riwayat dan foto. Informasi tersebut juga dapat dengan mudah dicetak sesuai dengan kebutuhan data yang diinginkan. 5) Tampilan halaman ijin belajar

data yang diinginkan. 5) Tampilan halaman ijin belajar Gambar 13. Halaman Ijin Belajar Terdapat form yang
data yang diinginkan. 5) Tampilan halaman ijin belajar Gambar 13. Halaman Ijin Belajar Terdapat form yang

Gambar 13. Halaman Ijin Belajar Terdapat form yang diisikan petugas berkaitan dengan pengajuan ijin belajar pegawai. Data dari kolom tersebut secara otomatis masuk ke database dan meng-update informasi dari pegawai yang bersangkutan. 6) Tampilan halaman daftar urut kepangkatan

update informasi dari pegawai yang bersangkutan. 6) Tampilan halaman daftar urut kepangkatan Gambar 14. Halaman DUK

Gambar 14. Halaman DUK

67

Gambar di atas merupakan tampilan halaman daftar urut kepangkatan.

Petugas dapat dengan cepat mencari pegawai pegawai dengan golongan

tertentu, jabatan tertentu dan unit kerja tertentu pula. Hasil informasinya

juga dapat langsung dicetak.

7)

Tampilan halaman cetak

juga dapat langsung dicetak. 7) Tampilan halaman cetak Gambar 15 . Halaman Cetak SIMPEG Gambar di
juga dapat langsung dicetak. 7) Tampilan halaman cetak Gambar 15 . Halaman Cetak SIMPEG Gambar di

Gambar 15. Halaman Cetak SIMPEG

Gambar di atas merupakan tampilan halaman pencetakan. Informasi yang

dibutuhkan dalam laporan dapat langsung dicetak tanpa harus mengedit

tampilan maupun format pencetakan.

Seperti diungkapkan informan III pada wawancara tanggal 6 Januari 2010,

Software SIMPEG saat ini merupakan software buatan sendiri yang dirancang oleh Bapak Isnan. Sebelumnya, software SIMPEG mengadopsi dari provinsi tetapi karena kesulitan maintenance, akhirnya mengembangkan sendiri (memodifikasi aplikasi dari provinsi) karena kami juga punya tenaga sendiri untuk analis sistem dan programmer komputer.Sampai saat ini tidak ada kekurangan dalam hal software karena aplikasi ini dirasa telah cukup memenuhi kebutuhan. Disamping itu, maintenance software juga dilakukan setiap saat oleh bapak Isnan selaku pembuatnya”.

Hal tersebut juga sesuai dengan yang dikemukakan oleh informan IV pada

wawancara tanggal 6 Januari 2010

“Aplikasi SIMPEG di BKD Karanganyar awalnya didapat dari pemerintah provinsi dalam bentuk Webbase application. Karena

68

kesulitan maintenance, maka aplikasi tersebut dimodifikasi dengan menggunakan Delphi sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan di SIMPEG BKD Karanganyar”.

c.

Dari wawancara dan data di atas disimpulkan bahwa operating system

untuk menunjang SIMPEG menggunakan Windows XP dengan didukung

aplikasi-aplikasi yang membantu dalam pengelolaan data pegawai. Semua

operating system di BKD Karanganyar menggunakan Windows XP untuk

system di BKD Karanganyar menggunakan Windows XP untuk memudahkan para petugas karena mereka sudah terbiasa

memudahkan para petugas karena mereka sudah terbiasa

menggunakannya. Khusus untuk aplikasi SIMPEG sendiri dibuat sendiri

oleh programmer BKD.

Sementara untuk aplikasi SIMPEG-nya sendiri,cukup mudah digunakan

dan sangat membantu para petugas dalam pengelolaan data SIMPEG. Hal

ini dapat dilihat dari model aplikasi yang tidak jauh berbeda dengan

aplikasi umum yang biasa digunakan. Hal ini juga didukung dengan

bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia sehingga orang awam pun

dengan cepat dapat mempelajari.

Sumber Daya Perangkat Keras (Hardware)

Informan I pada wawancara tanggal 6 Januari 2010 menyebutkan,

Peralatan komputer pendukung SIMPEG sudah cukup memenuhi.

Apabila nantinya ada kekurangan,akan dipenuhi secara bertahap sesuai

dengan kebutuhan”.

Sementara informan IV pada wawancara tanggal 6 Januari 2010

menyebutkan,

“Saat ini terdapat 5 komputer dan 1 laptop di bagian SIMPEG dan beberapa komputer yang tersebar di masing-masing bidang yang kesemuanya terintegrasi dalam 1 jaringan untuk mendukung entry data pegawai. Disamping itu terdapat 1 buah komputer dengan spesifikasi chipset dual core 2,2GHz dengan memory 4 GB yang difungsikan sebagai server. Mengingat semakin besarnya data yang harus di-entry, maka secara bertahap akan dilakukan upgrade terutama untuk server dan penambahan jumlah komputer sehingga pengelolaan data dapat dilakukan dengan lebih cepat”.

Peneliti mengamati kondisi dan jumlah komputer yang digunakan dalam

69

SIMPEG ini cukup memenuhi untuk mendukung input dan pengolahan

data. Spesifikasi komputer juga telah memenuhi kualifikasi. Hanya saja

komputer server masih harus di upgrade agar benar-benar mampu menjadi

sebuah server dan lebih cepat digunakan dalam pengelolaan SIMPEG.

Dari uraian tersebut disimpulkan bahwa hardware yang menunjang

SIMPEG saat ini memang sudah cukup memenuhi. Tapi mengingat

d.

semakin berat dan bertambahnya pekerjaan, dirasa perlu untuk meng-

berat dan bertambahnya pekerjaan, dirasa perlu untuk meng- upgrade komputer terutama komputer server agar

upgrade komputer terutama komputer server agar pengelolaan data dapat

dilakukan lebih cepat.

Sumber Daya Basis Data (Database)

Database SIMPEG di BKD Karanganyar berada pada komputer server

yang ditempatkan di ruang SIMPEG. Seperti yang diungkapkan informan

III pada wawancara tanggal 6 Januari 2010:

“Ðata yang kita input ini langsung masuk ke database yang ada di server. Dari database, kumpulan data-data ini diolah dengan menggunakan metode-metode tertentu agar lebih efisien sehingga dihasilkan informasi yang sewaktu-waktu siap saat dibutuhkan”.

Informan IV dalam wawancara tanggal 6 Januari 2010 mengatakan hal

senada,

“Di dalam database, data diproses sedemikian rupa dengan cara- cara tertentu sehingga tidak membutuhkan waktu lama dalam merubah data menjadi informasi siap pakai. Hal ini juga didukung penggunaan aplikasi MS SQL Server 2008. Kita menerapkan struktur database yang sangat mudah digunakan dimana antar table dalam database sangat mudah digabungkan dan saling dihubungkan sehingga mempercepat dalam pengolahan data”.

Peneliti juga mengamati dukungan aplikasi terhadap pengelolaan database

cukup mudah digunakan sehingga mengoptimalkan pengelolaan data.

Dari hasil wawancara dan pengamatan peneliti, diketahui bahwa BKD

Karanganyar telah menerapkan sistem manajemen basis data yang baik

dalam pengelolaan database. Sistem ini juga didukung aplikasi yang tepat

dan struktur basis data yang memang memudahkan pengguna dalam

mengelola data.

70

e. Sumber Daya Jaringan

Informan III pada wawancara tanggal 6 Januari 2010 mengatakan,

2.

“Jaringan komputer yang mendukung SIMPEG disini memang tidak dikoneksikan ke internet. Tujuan utama jaringan ini adalah sebagai media komunikasi data sehingga lebih memudahkan pegawai dalam bidang yang berbeda untuk saling bertukar informasi. Jaringan komputer ini terdiri 1 server yang dihubungkan ke semua komputer baik dengan menggunakan kabel maupun tanpa kabel melalui hub”.

dengan menggunakan kabel maupun tanpa kabel melalui hub”. Hal yang sama diungkapkan informan IV pada wawancara

Hal yang sama diungkapkan informan IV pada wawancara tanggal 6

Januari 2010,

“Semua komputer di BKD ini terhubung ke server dengan menggunakan hub. Terdapat 2 transmisi yang kita gunakan yaitu dengan kabel UTP dan dengan wireless. Dalam waktu dekat kita juga akan menambah antenna luar untuk memperkuat jangkauan jaringan nirkabel”.

Pengamatan peneliti terhadap jaringan komputer yang digunakan memang

dalam kondisi sesuai dengan apa yang kedua informan sampaikan. Dari

hasil wawancara dan pengamatan peneliti tersebut disimpulkan bahwa

jaringan komputer di BKD Karanganyar hanya difungsikan sebagai media

komunikasi data internal. Jaringan komputer menerapkan topologi star

dengan 1 server dimana transmisi data menggunakan kabel dan nirkabel.

Usaha

Informasi Manajemen Kepegawaian di BKD Karanganyar

yang

dilakukan

untuk

mengoptimalkan

penerapan

Sistem

Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengoptimalkan penerapan sistem

informasi manajemen kepegawaian di BKD Karanganyar dapat dilihat dalam

setiap komponennya.

a. Sumber daya manusia

Pada wawancara tanggal 15 Januari 2010, informan I menjelaskan,

“Sampai saat ini memang kekurangan SIMPEG paling terlihat pada SDM- nya. Kita sering mengalami kewalahan apalagi saat input data CPNS. Meskipun petugas yang meng-input data sudah cukup, tapi hanya ada seorang yang bertindak sebagai administrator database sekaligus maintenance semua hardware dan software komputer yang ada di BKD Karanganyar. Untuk mengatasi hal tersebut, beberapa upaya sudah kita

71

lakukan diantaranya mengikutkan pelatihan, training dan khursus berkaitan dengan penerapan sistem informasi manajemen berbasis komputer, meskipun hal ini juga terbentur biaya yang minim. Kita berencana untuk menyediakan anggaran khusus bagi pengembangan SDM. Untuk CPNS tahun ini kita juga mengusulkan penambahan pegawai yang berkompeten di bidang komputer”.

Pernyataan tersebut diperkuat informan III pada wawancara tanggal 15 Januari

2010,

SDM kita dalam pengelolaan informasi memang bisa dibilang masih kurang. Karena itu tahun ini kita mengajukan penambahan pegawai yang mempunyai basic komputer. Training dan pelatihan-pelatihan memang pernah kita lakukan tetapi karena terbentur dana, training tersebut kita batasi untuk hal yang memang mendesak dilakukan”.

kita batasi untuk hal yang memang mendesak dilakukan”. Dari uraian yang disampaikan kedua informan tersebut dapat

Dari uraian yang disampaikan kedua informan tersebut dapat disimpulakan, usaha

yang dilakukan untuk lebih mengoptimalkan SIMPEG dari segi sumber daya

manusia yaitu:

-

Mengadakan pelatihan-pelatihan dan workshop berkaitan dengan penerapan

sistem informasi manajemen berbasis komputer

-

-

Menyediakan anggaran tersendiri untuk pengembangan SDM

Melakukan penambahan pegawai yang kompeten di bidang komputer

b.

Informan III dalam wawancara tanggal 15 Januari 2010 mengatakan, ”Untuk

mengoptimalkan software kita serahkan kepada Mas Isnan, yang jelas semua

sistem di komputer kita sudah dilakukan pencegahan dini terutama terhadap

ancaman virus. Untuk kerusakan sistem menjadi tanggung jawab mas Isnan”.

Perangkat lunak (Software)

Informan IV pada wawancara tanggal 19 Januari 2010 juga menyatakan hal

serupa,

Software biasanya saya cek setiap saat. Bila ada sedikit gangguan, akan segera saya perbaiki sehingga tidak mempengaruhi pelaksanaan SIMPEG. Kalau untuk aplikasi SIMPEG sampai saat ini tidak ada kekurangan. Kalaupun suatu saat ada kekurangan kita tinggal menambahkan apa yang kurang tanpa perlu merubah aplikasi”.

72

Dari hasil wawancara, disimpulkan bahwa software yang digunakan untuk

mendukung SIMPEG di BKD Karanganyar telah mencukupi kebutuhan sehingga

hanya perlu maintenance terhadap software agar terbebas dari ancaman kerusakan

sistem. Hal ini juga didukung pengamatan dari peneliti dimana memang tidak ada

kekurangan maupun cacat dalam software. Disamping itu semua komputer juga

bersih dari virus dan dalam kondisi sangat baik digunakan dalam SIMPEG.

virus dan dalam kondisi sangat baik digunakan dalam SIMPEG. c. Dalam wawancara tanggal 15 Januari 2010,

c.

Dalam wawancara tanggal 15 Januari 2010, informan III mengatakan: Kita

Perangkat Keras (Hardware)

usahakan tahun ini bisa upgrade komputer lama kita untuk mengoptimalkan

pelaksanaan SIMPEG. Untuk perawatannya kita serahkan ke Mas Isnan”.

Informan IV pada wawancara tanggal 19 Januari 2010 juga mengatakan:

“Kita sudah mengajukan permintaan upgrade terhadap beberapa komputer terutama juga komputer server agar dapat mengolah data dengan lebih cepat. Sementara untuk perawatan, saya lakukan pengecekan secara berkala. Server menjadi perhatian utama dalam hal perawatan”.

Peneliti mengamati kebutuhan komputer sebenarnya telah cukup memenuhi.

Hanya saja ketika masa CPNS memang dibutuhkan lebih banyak komputer untuk

mempercepat proses input data. Dari uraian di atas, disimpulkan bahwa usaha

yang dilakukan dari segi hardware adalah:

-

Upgrade komputer terutama komputer server untuk mempercepat pengolahan

data pegawai

-

Perawatan secara berkala terhadap semua hardware pendukung SIMPEG

agar pengolahan data berjalan lancar.

d.

Basis Data

Basis data dalam mendukung SIMPEG di BKD Karanganyar menurut

pengamatan peneliti sudah cukup optimal. Untuk memperkuat pernyataan

tersebut, peneliti melakukan wawancara terhadap informan III pada tanggal 15

Januari 2010 yang mengatakan, “Saya lihat untuk database hingga saat ini sudah

73

cukup

penyimpanan saja”.

optimal.

Jadi

hanya

perlu

perawatan

yang

baik

terhadap

memori

Sementara informan IV dalam wawancara tanggal 15 Januari 2010 mengatakan:

“Beberapa waktu ke depan kita akan melakukan upgrade baik hardisk maupun pendukung database. Ditambah lagi dalam waktu dekat semua database kepegawaian di Karanganyar akan dijadikan satu disini sehingga kita perlu mempersiapkan cukup ruang dan komputer server yang memadai. Untuk mengamankan database, saya selalu mengopy database ke hardisk eksternal dan ke laptop, sehingga bila terjadi sesuatu pada hardisk utama penyimpan database, data para pegawai tetap aman karena kita punya backup-nya”.

para pegawai tetap aman karena kita punya backup-nya ”. Dari wawancara tersebut, disimpulkan bahwa usaha yang

Dari wawancara tersebut, disimpulkan bahwa usaha yang dilakukan untuk

mengoptimalkan SIMPEG dari segi database adalah dengan menambah ruang

untuk database dan meningkatkan hardware pendukung database. Disamping itu

juga selalu mem-backup database sehingga data pegawai tetap aman sekalipun

database utama mengalami kerusakan.

e.

Sampai saat ini jaringan pendukung SIMPEG di BKD sudah cukup memenuhi

Jaringan Komputer

kebutuhan. Karena jaringan ini tidak dikoneksikan ke internet, maka perawatan

jaringan pun lebih mudah. Jaringan juga lebih aman dari gangguan luar sehingga

sistem dan database juga lebih aman. Hanya saja akan ada penambahan antena

untuk jaringan wireless karena semua jaringan komputer yang ada di pemerintah

kabupaten karanganyar akan terjaring menjadi satu jaringan dengan satu database

yang nantinya akan ditempatkan di BKD Karanganyar. Informasi ini diperkuat

dengan hasil wawancara dengan Informan III tanggal 15 Januari 2010 yang

menyebutkan, “Dalam waktu dekat jaringan komputer kita akan dijadikan satu

dengan semua jaringan instansi pemerintah daerah sehingga perlu banyak

persiapan untuk merealisasikan hal tersebut”.

Informan IV dalam wawancara tanggal 19 Januari 2010 menambahkan, “Kita

akan melakukan penambahan antena wireless untuk memperkuat jaringan

74

nirkabel. Untuk optimalisasi yang sudah ada, hanya perlu perawatan dalam

penggunaan jaringan komputer”.

3. keamanan informasi dalam Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian

di BKD Karanganyar

Keamanan informasi saat ini menjadi kebutuhan yang penting dalam

organisasi terutama yang menerapkan manajemen informasi berbasis komputer.

yang menerapkan manajemen informasi berbasis komputer. BKD Karanganyar yang telah menerapkan manajemen kepegawaian

BKD Karanganyar yang telah menerapkan manajemen kepegawaian dengan

berbasis komputer telah menyadari bahwa keamanan informasi sangat dibutuhkan.

Keamanan tersebut diperlukan agar data dan informasi kepegawaian terhindar dari

ancaman dan gangguan serta terjamin kerahasiaannya sehingga dapat digunakan

sebagai dasar pengambilan keputusan yang akurat. Keamanan informasi tidak

hanya terfokus pada perlindungan piranti keras dan data, melainkan juga

mencakup piranti lunak, fasilitas komputer, jaringan dan personil/SDM.