Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL

WORKSHOP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU


BAHASA ARAB SMA SE-KABUPATEN SUKABUMI

MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP)


BAHASA ARAB
2009 M/1430 H

KATA PENGANTAR


Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan

taufiq serta hidayah-Nya sehingga kita mampu menyusun proposal kegiatan ini.

Shalawat beserta salam semoga tercurah-limpahkan kepada junjungan alam

Baginda Rasulullah Muhammad SAW.


Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu

terselenggaranya kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Bahasa Arab

di lingkungan SMA se-Kabupaten Sukabumi tahun 2009 ini, terutama atas petunjuk

dan arahan dari Dinas Pendidikan Kab. Sukabumi serta PJPP MP. Bahasa Arab

yang senantiasa membimbing kami.

Kritik dan saran senantiasa kami tunggu untuk memacu kita semua berkarya lebih

professional.

Sukabumi, 15 Januari 2009

Panitia

WORKSHOP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU BAHASA ARAB SMA SE-

KABUPATEN SUKABUMI TAHUN 2009

A . Latar Belakang

Bahasa adalah aspek penting interaksi manusia. Dengan bahasa, (baik itu

bahasa lisan, tulisan maupun isyarat) orang akan melakukan suatu komunikasi dan

kontrak sosial. Bahasa juga dipandang sebagai cermin kepribadian seseorang karena

bahasa diterjemahkan sebagai refleksi rasa, pikiran dan tingkah laku. Adakalanya

seorang yang pandai dan penuh dengan ide-ide cemerlang harus terhenti hanya karena

dia tidak bisa menyampaikan idenya dalam bahasa yang baik. Oleh karena itu seluruh

ide, usulan, dan semua hasil karya pikiran tidak akan diketahui dan dievaluasi orang

lain bila tidak dituangkannya dalam bahasa yang baik.

Memasuki abad ke 21 ini Indonesia dihadapkan pada masalah yang rumit seperti

masalah reformasi dalam kehidupan bernegara dan berbangsa, masalah krisis yang

berkepanjangan dan hingga saat ini belum tuntas, masalah kebijakan makro
pemerintah tentang sistem pemerintahan otonomi daerah yang memberdayakan

masyarakat. Kita juga menghadapi perubahan-perubahan besar dan amat fundamental

di lingkungan global. Perubahan lingkungan strategis pada tataran global tersebut

tercermin pada pembentukan forum-forum seperti GATT, WTO, APEC, NAFTA dan

AFTA, IMG-GT, IMS-GT, BIMP-EAGA, dan SOSEKMALINDO yang merupakan usaha

untuk menyongsong perdagangan bebas di mana pasti akan berlangsung tingkat

persaingan yang amat ketat. Suatu perubahan regulasi yang semula monopoli

(monopoly) menjadi persaingan bebas (free competition). Demikian pula, terjadi pada

pasar yang pada awalnya berorientasi pada produk (product oriented) beralih pada

orientasi pasar (market driven), serta dari proteksi (protection) berpindah menjadi pasar

bebas (free market ).

Pergaulan kehidupan era global dan implikasinya terhadap seleksi sumber

daya manusia (SDM) yang andal, menjadikan penguasaan bahasa internasional,

yang salah satunya adalah bahasa Arab, merupakan suatu kebutuhan. Ketika

dunia hanya menjadi sebuah perkampungan kecil E-Commerce, penguasaan terhadap

bahasa Arab ini adalah kunci masuk untuk tampil danbersaing dalam bisnis

Internasional. Di lain pihak, gencarnya informasi untuk mendorong penguasaan bahasa

ini tidak dijawab secara antuasias oleh sebagian besar SDM Indonesia, termasuk guru-

guru Bahasa Arab di lembaga pendidikan.

Dalam upaya peningkatan SDM, peranan pendidikan cukup menonjol. Oleh

karena itu sangat penting bagi pembangunan nasional untuk memfokuskan


peningkatan mutu pendidikan. Pendidikan yang bermutu akan diperoleh pada sekolah

yang bermutu, dan sekolah yang bermutu akan menghasilkan SDM yang bermutu pula.

Sesuai Ketentuan Umum Penjelasan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003

tentang Sistem Pendidikan Nasional, Visi Departemen Pendidikan Nasional adalah:

Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan


berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia
berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif
menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.
Sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional tersebut,
Depdiknas berhasrat untuk pada tahun 2025 menghasilkan:
INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETITIF
(Insan Kamil / Insan Paripurna)

Yang dimaksud dengan insan Indonesia cerdas adalah insan yang cerdas secara

komprehensif, yang meliputi cerdas spiritual, cerdas emosional, cerdas sosial, cerdas

intelektual, dan cerdas kinestetis. Tabel berikut ini memberikan deskripsi yang lengkap

tentang yang dimaksud dengan insan cerdas komprehensif dan kompetitif.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem

Pendidikan Nasional, Misi Pendidikan Nasional adalah :


1. mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang
bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia;
2. membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia
dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar;
3. meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan
pembentukan kepribadian yang bermoral;
4. meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat
pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai
berdasarkan standar nasional dan global; dan
5. memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan
prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI.
Selaras dengan Misi Pendidikan Nasional tersebut,
Depdiknas untuk tahun 2005 2009 menetapkan Misi sebagai berikut:

MEWUJUDKAN PENDIDIKAN YANG MAMPU MEMBANGUN INSAN INDONESIA


CERDAS KOMPREHENSIF DAN KOMPETITIF.

Untuk mewujudkan misi tersebut, Depdiknas menetapkan beberapa strategi dan

program yang disusun berdasarkan suatu skala prioritas. Salah satu bentuk dari prioritas

tersebut adalah penggunaan dana APBN/APBD dan dana masyarakat yang lebih ditekankan

pada:

1. upaya pemerataan dan perluasan akses pendidikan;

2. peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing keluaran pendidikan; dan

3. peningkatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik pengelolaan pendidikan.

Permasalahan mutu pendidikan tidak berdiri sendiri, tetapi terkait dengan suatu sistem

yang saling berpengaruh. Mutu keluaran dipengaruhi oleh mutu masukan dan mutu proses.

Tugas utama guru adalah mengajar, maka ia harus mempunyai kewenangan

mengajar berdasarkan kualifikasi sebagai tenaga pengajar. Sebagai tenaga pengajar,

setiap guru harus memiliki kemampuan profesional dalam bidang mengajar dan
pembelajaran. Dengan kemampuan itu guru dapat melaksanakan perannya, yaitu (1)

sebagai fasilitator, yang menyediakan kemudahan-kemudahan bagi peserta didik dalam

proses belajar mengajar, (2) sebagai pembimbing, yang membantu siswa mengatasi

kesulitan pada proses belajar mengajar, (3) sebagai penyedia lingkungan, yang

berupaya menciptakan lingkungan yang menantang siswa agar melakukan kegiatan

belajar dengan bersemangat, (5) sebagai model, yang mampu memberikan contoh

yang baik kepada peserta didik agar berperilaku sesuai dengan norma, (7) sebagai

motivator, yang turut menyebar luaskan usaha-usaha pembaharuan kepada

masyarakat khususnya kepada subjek didik yaitu siswa, (8) sebagai agen moral dan

politik, yang turut serta membina moral masyarakat, peserta didik serta menunjang

upaya-upaya pemba ngunan, (9) sebagai agen kogitif, yang menyebarluaskan ilmu dan

teknologi kepada peserta didik dan masyarakat, (10), sebagai manajer, yang memimpin

kelompok siswa dalam kelas sehingga proses belajar mengajar berhasil.

Berdasarkan uraian di atas yang dimaksud profesionalisme tenaga pendidikan,

dalam hal ini guru, adalah kemampuan yang dimiliki seorang guru dalam mengelola

proses belajar mengajar dan usaha-usaha yang dilakukannya dalam menjalankan tugas

dan tanggungjawabnya.

Pembinaan dan pengembangan tenaga kependidikan merupakan usaha-usaha

untuk mendayagunakan, memajukan dan meningkatkan produktivitas kerja setiap

tenaga kependidikan yang ada di seluruh tingkatan manajemen organisasi dan jenjang

pendidikan (sekolah-sekolah). Tujuan dari kegiatan pembinaan ini adalah tumbuhnya

kemampuan setiap kependidikan yang meliputi pertumbuhan keilmuannya, wawasan


berpikirnya, sikap terhadap pekerjaannya dan keterampilan dalam pelaksanaan

tugasnya sehari-hari sehingga produktivitas kerja dapat ditingkatkan.

Cara yang lebih populer dalam membina dan mengembangkan tenaga

kependidikan dilakukan melalui penataran (inservice training) dan ditujukan kepada

guru-guru, baik dalam rangka penyegaran (refreshing) maupun dalam rangka

peningkatan kemampuan mereka (up-grading). Sebenarnya pembinaan dan

pengembangan tenaga kependidikan ini dilakukan pula untuk tenaga-tenaga

kependidikan lainnya (bukan hanya guru-guru) melalui berbagai cara. Cara-cara ini bisa

dilakukan sendiri-sendiri (self propelling growth) atau bersama-sama (collaborative

effort), misalnya mengikuti kegiatan atau kesempatan ; pre-service training, on the job

training, seminar, workshop, diskusi panel, rapat-rapat, simposium, konferensi dan

sebagainya.

Melalui kegiatan-kegiatan tersebut diatas diharapkan kemampuan guru dapat

meningkat yang pada akhirnya akan berpengaruh positif terhadap kinerja guru dalam

menjalankan fungsinya, sehingga guru mampu memberikan peran yang konkrit dalam

peningkatan mutu pendidikan serta membekali siswa untuk dapat memecahkan

problem kehidupan mereka.

Untuk mewujudkan hal itu, perlu diselenggarakan suatu program wokshop

peningkatan kompetensi Guru Bahasa Arab SMA se-Kabupaten Sukabumi tahun 2009

yang berorientasi pada bidang kecakapan intelektual, emosional, sosial, dan kecakapan

lain yang dapat memberikan bekal kepada peserta didik dalam mengembangkan

potensi dirinya.
B. Tujuan

Tujuan disusunnya Program wokshop peningkatan kompetensi guru Bahasa

Arab SMA se-Kabupaten Sukabumi Tahun 2009 adalah sebagai berikut:

1. Mensosialisasikan kebijakan umum pembinaan dan kompetensi guru

2. Memberikan penyegaran dan peningkatan kemampuan peserta dalam:

a. Pembuatan PTK

b. Pengembangan metode pembelajaran bahasa Arab.

C. Sasaran

Seluruh guru mata pelajaran Bahasa Arab SMA (Negeri dan Swasta) di

seluruh Kabupaten Sukabumi.

D. Hasil Yang Diharapkan

Hasil yang diharapkan dari kegiatan workshop peningkatan kompetensi guru

Bahasa Arab SMA se-Kabupaten Sukabumi adalah sebagai berikut:

1. Meningkatnya kemampuan peserta dalam pembuatan PTK.

2. Meningkatnya pemahaman dan kemampuan guru dalam mengembangkan

metode pembelajaran bahasa Arab.

E. Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan workshop peningkatan kompetensi guru Bahasa Arab SMA

se-Kabupaten Sukabumi dilaksanakan selama 20 jam atau 1 hari, yakni pada tanggal

27 Februari 2009, dan ditindaklanjuti dalam kegiatan MGMP.

F. Tempat Pelaksanaan
Pelaksanaan workshop Bahasa Arab SMA se-Kabupaten Sukabumi bertempat

di SMA Islam Asy Syafiiyah Pulo Air Sukaraja Kabupaten Sukabumi.

G. Nara Sumber

Nara Sumber workshop peningkjatan kompetensu guru Bahasa Arab SMA se-

Kabupaten Sukabumi adalah :

1. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi

2. WI P4TK Jakarta

3. WI LPMP Jawa Barat

H. Strategi Pelaksanaan

1) Pengorganisasian personel

Demi kelancaran program kegiatan workshop peningkatan kompetensi guru

Bahasa Arab Se-Kabupaten Sukabumi disusun susunan kepanitian sebagai

berikut :
1. Pelindung : Kepala Dinas P dan K Kab. Sukabumi
2. Penanggungjawab : Drs. Usmansyah, M.Pd, Dipl.TESL
Bidang Akademik Pengawas Mata Pelajaran Bahasa
(PJBA) Inggris
3. Penanggungjawab : Drs. Udin Komarudin
Pelaksana Program (Kepala SMAN 1 Sagaranten)
(PJPP)
4. Ketua : Dra. Heni Hernawati
5. Wakil Ketua : Hadi Komara Purkoni, SS
6. Sekretaris : Herwan, S.Pd.I, MMPd
7. Bendahara : Dra. Maspalah
8. Seksi Sarana dan : 1. Drs. E. Raehan
Logistik 2. Dra. Nunung Saenuroh
3. Ade Irnayanti S.Pd.
9. Seksi : 1. Rovik Efendi, S.Ag
Penyelenggara 2. Abdurahman S.Ag.
Teknis 3. Sujiono S.Pd.I
10 Seksi Publikasi dan : 1. Ani Haerani, S.Ag
. Dokumentasi 2. J.Jojong, S.Pd.I
3. Lukman Hakim S.Pd.I
2) Struktur Program

Struktur program Workshop peningkatan kompetensi guru Bahasa Arab Se-

Kabupaten Sukabumi adalah sebagai berikut :


JAM
No PROGRAM MATA DIKLAT PENATAR
PELAJARAN

1. UMUM 1. Kebijakan Umum Pembinaan dan 2 Jam Kepala


Kompetensi Guru Dinas
Pendidikan

2. POKOK 1. Pembuatan PTK 4 jam WI LPMP


Jawa Barat

2. Model-Model Pembelajaran Bahasa Arab 4 jam WI


(Turuq al Tadris) P4TKJakarta

3. PRAKTIK 1. Praktik Pembuatan PTK 6 jam Tim MGMP

2. Praktik Model-model Pembelajaran 4 jam Tim MGMP

Jumlah 20 Jam

3) Agenda Acara
Waktu Nama Kegiatan

07.00 07.15 Registrasi Peserta


07.15 07.45 Sillaturrahmi MGMP dan tim Guru
Bahasa Arab Asy-Syafiiyah
07.45 08.15 Pembukaan
08.15 10.15 Kebijakan Umum, Pembinaan dan
Kompetensi Guru
10.15 12.15 PTK
12.15 12.45 Soliskan
12.45 13.45 PTK
13.45 15.45 Model-model Pembelajaran Bahasa
Arab
15.45 16.00 Solis
16.00 17.00 Model-model Pembelajaran Bahasa
Arab
17.00 17.30 Penutupan
Catatan : Praktik pembuatan PTK dan Model Pembelajaran dilaksanakan dalam

kegiatan MGMP selama dua pertemuan.


I. Rencana Anggaran Biaya
A. Sumber Dana

1. Kas MGMP Bahasa Arab Rp. 2.250.000,00

2. Uang Pendaftaran Peserta Rp. 2.500.000,00

3. Donatur Rp. 1.548.000,00

Jumlah RP. 6.298.000,00

B. Pengeluaran Rencana

1. Kesekretariatan

a. Pembuatan proposal Rp. 75.000.00

b. Kelengkapan ATK Rp. 750.000,00

c. Sertifikat dan Name Tag Rp. 400.000,00

d. Foto kopi Makalah Rp. 500.000,00

2. Publikasi dan Dokumentasi

a. Pembuatan Spanduk Rp. 200.000,00

b. Ongkos kirim surat Rp. 150.000,00

c. Cuci cetak Film dan Back Up Rp. 250.000,00

3. Pengganti Transport

a. Instruktur (3X Rp. 500.000) Rp. 1.500.000,00

b. Panitia (14X Rp. 50.000) Rp. 700.000,00

c. Petugas Kebersihan (4X Rp. 25.000) Rp.200.000,00

4. Konsumsi

a. Snack (2X Rp. 5.000X 50 orang) Rp. 500.000,00

b. Makan (1X Rp.10.000X 50 orang) Rp. 500.000,00

5. Biaya Tak Terduga Rp. 573.000,00


JUMLAH Rp. 6.298.000,00

J. PENUTUP
Demikian proposal kegiatan Workshop peningkatan kompetensii guru Bahasa Arab SMA
Se-Kabupaten Sukabumi Tahun 2009 ini kami susun. Semoga denganperencanaan yang
matang ini akan diperoleh hasil yang maksimal, sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Ucapan terima kasih kami haturkan kepada semua pihak yang telah membantu
tersusunnya proposal ini. Semoga semua amal yang telah kita kerjakan dapat menjadi
catatan amal sholeh disisi Allah SWT. Amiin.

Sukabumi, 15 Januari 2009

Panitia Workshop

PJPP Bahasa Arab Ketua,

Drs. Udin Komarudin Dra. Heni Hernawat

Mengetahui,

Kabid Dikmen Kab. Sukabumi

Drs. Dede Daniel M.Pd.

Nip. 131766986