Anda di halaman 1dari 10

PERANCANGAN RUMAH SUSUN SEDERHANA DI

KOTA KEDIRI
(TEMA: SUSTAINABLE BUILDING)

TUGAS AKHIR

Oleh:
TOMY ARDIAN PUTRANTA
NIM. 10660063

JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2015
PENDEKATAN SUSTAINABLE BUILDING YANG HUMANIS
Studi Kasus : PERANCANGAN RUMAH SUSUN SEDERHANA DI KOTA KEDIRI

Melihat keterbatasan lahan untuk tempat hunian dan karena permasalahan kompleks yang terkait penataan
pemukiman seperti utilitas, rumah sehat, sosial, dan penataan ruang. Maka dibutuhkan penataan ulang kembali
dengan memilih rumah susun sederhana sebagai alternatif pilihan utama.

Dalam mendisain rumah susun sederhana ini dibutuhkan berbagai macam metode, seperti metode hunian
vertikal untuk menjawab permasalahan penataan pemukiman, guna memenuhi banyaknya kebutuhan tempat hunian.
Lalu metode penataan utilitas yang keberlanjutan guna memudahkan keberlangsungan hidup saat ini dan yang akan
datang, dan metode penataan ruang yang fleksibel dan tegas guna memenuhi kebutuhan yang banyak, baik terkait
individu maupun sosial. Sehingga permasalahan yang berkaitan dengan tempat tinggal dapat diminimalisir.

Perancangan rumah susun sederhana menggunakan pendekatan sustainable building, diharapkan nantinya
bangunan yang dapat menimbulkan keberlanjutan untuk pengguna dan lingkungan sekitar. Timbulnya
keseimbangan dengan alam, bersosial yang tetap terjaga, serta pertumbuhan keberlangsungan hidup pengguna yang
mampu menunjang kualitas hidupnya.

Putranta, Tomy Ardian. 2015. Perancangan Rumah Susun Sederhana di Kota Kediri.

Dosen Pembimbing : Elok Mutiara, M.T dan Ernaning Setyowati, M.T

Kata Kunci: Sustainable Building, Perancangan Rumah Susun Sederhana di Kota Kediri.

2
I. Pendahuluan
Angka kepadatan penduduk di
Latar Belakang Objek Kecamatan Kota pada tahun 2011 mencapai
96.349 jiwa. Selain itu jumlah rumah
Kota Kediri adalah kota terbesar ke-3
mencapai 19.490 dalam satu kecamatan,
di Jawa Timur dengan luas wilayah 63,40 km2
sedangkan untuk Kecamatan Mojoroto dengan
dan termasuk kota yang dilewati oleh Sungai
luas 24,6 km2 kepadatan penduduk mencapai
Brantas, selain itu kota ini terdiri dari 3
110.157 jiwa dan Kecamatan Pesantren
kecamatan, yaitu: Kecamatan Mojoroto,
dengan luas 23,9 km2 kepadatan penduduk
Kecamatan Kota, dan Kecamatan Pesantren.
mencapai 84.459 jiwa. Oleh karena itu butuh
Kediri adalah kota yang berkembang, dimana
perhatian lebih untuk permukiman masyarakat
kota ini telah mengalami perkembangan dari
Kota Kediri, khususnya yang ada di
beberapa aspek, seperti pusat ekonomi,
Kecamatan Kota, yang mana daerah tersebut
industri, pendidikan, dll. Selain itu banyaknya
kebanyakan adalah pusat pemerintahan,
pendatang yang menetap di Kediri juga
komplek militer, pusat perekonomian,
berpengaruh terhadap kepadatan penduduk
pendidikan, dll.
sekaligus berpengaruh pada kebutuhan
primernya yaitu tempat tinggal/rumah,
Rata-rata penduduk dan jumlah
menurut sensus penduduk pada tahun 2011
rumah di Kota Kediri pada tahun 2011 terus
kepadatan penduduk mencapai 4.826
2 meningkat, dan menunjukkan bahwa perlu
jiwa/km sedangkan pada tahun 2007
adanya penambahan jumlah rumah untuk
mencapai 4.044 jiwa/km2. (SPPIP Kota
jumlah KK yang membutuhkan rumah, selain
Kediri,2012)
itu juga perlu perhatian khusus terhadap
Dari data tersebut dapat dilihat bahwa
beberapa aspek, seperti: hunian yang
Kota Kediri telah mengalami perkembangan
ekonomis untuk membantu golongan
penduduk di tiap tahunnya, sehingga lahan
masyarakat yang menengah ke bawah dalam
yang ada semakin lama semakin sedikit karena
memenuhi kebutuhan primer, inovasi-inovasi
digunakan untuk memenuhi kebutuhan primer
terbaru untuk menunjang hunian yang
masyarakat Kota Kediri, yang semakin lama
ekonimis.
semakin banyak penduduknya. Dalam ruang
lingkup kota atau daerah pasti adanya Rata-rata penduduk dan jumlah rumah
klasifikasi masyarakat atas, menegah, dan Kelurahan Dandangan 2011
bawah. Yang mana masyarakat di golongan
Jumlah Penduduk 6.589
menegah ke atas pasti dapat merasakan
kebutuhan primer (rumah) yang baik dan Jumlah KK 1.648
sangat layak dalam menjalani hidupnya, di sisi
Jumlah Rumah 1.266
lain masyarakat menegah ke bawah dalam
kebutuhan primer (rumah) merasakan cukup Jumlah KK yang
382
sampai kurang layak. Membutuhkan Rumah

Menurut data SPPIP Kota Kediri (Sumber : SPPIP & BPS Kota Kediri, 2012)
2012, tiga kecamatan di Kota Kediri yang
memiliki angka kepadatan penduduk tertinggi
adalah Kecamatan Kota, dari luas 14,9 km2
yang terdiri dari 17 kelurahan,

3
Kurang seimbangnya antara jumlah kumuh dikarenakan oleh beberapa hal, seperti
KK dengan jumlah rumah yang ada di kurang pedulinya masyarakat terhadap sampah
Kelurahan Dandangan, Kota Kediri. Dari dan limbah yang ada pada lingkungan sekitar,
Jumlah penduduk mencapai 6.589 jiwa atau penataan dan peletakan bangunan yang tidak
1.648 KK, dan jumlah rumah mencapai 1.266 memperhitungkan lingkungan sekitar untuk
dalam satu kelurahan, sehingga jumlah KK masa mendatang dapat mempengaruhi jalur
yang membutuhkan rumah sekitar 382 KK akses dalam permukiman sehingga kurang
atau 1536 jiwa. Oleh sebab itu, perlu adanya maksimal, selain itu juga dapat mempengaruhi
perancangan "rumah susun sederhana" di Kota insensitas cahaya matahari dan sirkulasi udara
Kediri yang bertujuan untuk menyediakan yang masuk kedalambangunan, padahal
hunian bagi masyarakat yang membutuhkan cahaya matahari dan sirkulasi udara yang
rumah, mengurangi pemukiman kumuh dan masuk kedalam bangunan tersebut dapat
rumah-rumah yang dibangun terlalu dekat mempengaruhi akan kesehatan penggunanya
dengan sungai, dan penghuninnya sebagian (manusia).
besar adalah dari masyarakat golongan
menengah ke bawah, selain itu mengingat Fonomena tersebut hampir sama
harga tanah dan material untuk membuat dengan kondisi permukiman di Kelurahan
rumah semakin lama semakin mahal dan Dandangan, Kecamatan Kota, Kota Kediri.
seharusnya mereka (masyarakat golongan Selain itu lokasi tersebut juga terdapat sungai
menengah ke bawah) juga mempunyai hak yang mana banyak permukiman yang berdiri
untuk hidup yang layak dan adil yang didekat sungai, sehingga pada lokasi tersebut
semestinya sudah diterangkan dalam Al- rawan terhadap banjir karena kurangnya area
Qur'an. resapan air didekat sungai, selain itu lokasi
tersebut juga rentan tehadap penyakit.
"Maka berikanlah haknya kepada
kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan Dari beberapa aspek tersebut maka
orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah tema yang paling tepat adalah "sustainable
yang lebih baik bagi orang-orang yang building", tema tersebut mempunyai 5 prinsip,
mencari keridaan Allah. Dan mereka itulah yaitu: tidak merusak alam, standar etik dan
orang-orang yang beruntung". (QS. Ar-Rum sosial, ekonomis, namun tetap memiliki nilai
ayat 38) estetika,dan inovasi.

Di Kota Kediri terdapat permukiman Dari 5 prinsip tersebut apabila


kumuh dan rumah-rumah yang dibangun dikaitkan dengan kondisi pada area
terlalu dekat dengan sungai yang tidak perancangan, prinsip yang dibutuhkan oleh
mematuhi peraturan/tidak sesuai dengan GSS masyarakat dan lingkungan sekitarnya
(Garis Sempadan Sungai). Untuk penghuni meliputi: menjaga kondisi lingkungan alam
rumah-rumah tersebut adalah masyarakat dari sekitar, terlebih pada lokasi perancangan
golongan menengah ke bawah. Pada dasarnya dilaluhi oleh sungai dan kebanyakan warga
arti kumuh merupakan suatu gambaran atau sekitar membungan sampah dan membuang
pandangan yang dianggap negatif oleh limbah air secara langsung tanpa adanya
sebagian banyak orang, dan arti dari proses. Menjaga hubungan interaksi sosial
permukiman kumuh adalah kumpulan rumah antar warga, dimana pada lokasi perancangan
yang yang tidak akan memperhatikan tentang hubungan interaksi sosial antar warga tetap
lingkungan sekitarnya, sebab permukiman erat, mengingat jarak antar rumah sangat

4
dekat. Hunian yang ekonomis dan pemukiman A. Tinjauan Tema Sustainable Building
yang bisa untuk meningkatkan kegiatan Sustainable building pada dasarnya
ekonomi pada perancangan nanti, selain itu memiliki lima prinsip dasar, yaitu: kemajuan
tema sustainable building dipilih karena sosial, pertumbuhan ekonomi, keseimbangan
memperhatikan aspek-aspek yang diperlukan ekologi, inovasi dan estetika. Akan tetapi dari
dari permasalahan yang ada dan kebutuhan kelima prinsip tersebut hanya digunakan
masyarakat. sebagian untuk perancangan yaitu: kemajuan
sosial, pertumbuhan ekonomi, dan
RUMUSAN MASALAH keseimbangan ekologi, akan tetapi prinsip
Adapun rumusan masalah yang muncul tentang inovasi dan estetika juga tetap ikut
dan perlu adanya perancangan rumah susun serta dalam perancangan (Maiellaro. 2011).
sederhana di Kota Kediri adalah sebagai
berikut : Kemajuan sosial
Pada dasarnya hubungan sosial atau
1. Bagaimana rancangan rumah susun interaksi sosial pada lokasi perancangan
sederhana untuk masyarakat golongan bisa dikatakan baik, letak bangunan yang
menengah ke bawah di Kota Kediri, terlalu dekat dan jalan/gang yang terlalu
khususnya di Kelurahan Dandangan? sempit menciptakan hubungan sosial atau
2. Bagaimana menerapkan tema sustainable interaksi sosial antar warga pada lokasi
building pada rancangan rumah susun perancangan sangatlah harmonis. Yang
sederhana di Kota Kediri ? menjadi tugas selanjutnya untuk
perancangan rumah susun sederhana
II TUJUAN PERANCANGAN selanjutnya ialah, bagaimana caranya
supaya hubungan sosial atau interaksi
Tujuan dari perancangan rumah susun sosial pada lokasi perancangan tetap
sederhana di Kota Kediri adalah sebagai dipertahankan, dimana dalam kondisi
berikut: awal merupakan permukiman horizontal
dan dirubah menjadi permukiman
1. Rancangan rumah susun sederhana vertikal.
diperuntukkan untuk masyarakat Pertumbuhan ekonomi
menengah ke bawah di Kota Kediri serta Mayoritas pekerjaan penduduk pada
menyediakan hunian yang layak guna lokasi perancangan adalah karyawan
dan sesuai. pabrik rokok, wirausaha, wiraswasta, dll.
2. Penerapan tema sustainable building Akan tetapi kebutuhan untuk memenuhi
pada rancangan rumah susun hidupnya mereka rasa kurang, terlebih
sederhana di Kota Kediri. terdapat beberapa warga masih belum
mendapatkan pekerjaan. Selain itu segi
III Tinjauan Pustaka ke ekonomisan terhadap bangunan dan
hunian juga perlu diperhatikan untuk
Obyek adalah Rumah Susun perancangan rumah susun sederhana
Sederhana yang merupakan permukiman nantinya.
vertikal yang menunjang kehidupan sehari- Keseimbangan ekologi
hari penggunanya dengan segala aktifitas yang Lokasi perancangan merupakan lokasi
dilakukan oleh individu maupun kelompok. yang dilaluhi oleh sungai, dan sebagian

5
besar warga pada lokasi perancangan orang yang mendapat petunjuk. (QS. at-
kurang peduli terhadap sungai, Taubah:18)
diantaranya terdapat warga yang
membuang sampah kesungai, utilitas air "Barang siapa membangun mesjid
kotor dan air limbah langsung dibuang ke maka Allah akan membangunkan semisalnya
sungai tanpa melaluhi proses pengolahan di surga" (H.R Muslim)
sebelum dibuang kesungai, padahal
potensi dari sungai tersebut sangatlah Apa yang ada dalam isi kandungan
banyak, antara lain bisa untuk Habluminallah apabila di kaitkan dengan
meningkatkan kegiatan ekonomi. perancangan rumah susun sederhana, dalam
perancangan harus menyediakan tempat untuk
B. Integrasi Keislaman beribadah (peribadatan) selain itu alangkah
baiknya juga menyediakan tempat untuk
Dalam hidup manusia ada istilah hubungan membaca Al-Qur'an (TPQ), hal mengenai
vertikal antara manusia dengan Tuhannya tersebut sebenarnya sudah terdapat di bagian
(habluminallah), hubungan horizontal antara fasilitas lingkungan rumah susun sederhana
manusia dengan manusia lainnya SNI 03-7013-2004, mengenahi kesediaan
(habluminannas), dan hubungan manusia fasilitas peribadatan dalam rumah susun
dengan alam (habluminalam), dimana sederhana, selain itu semua apa yang
ketiganya harus seimbang tidak boleh dilaksanakan dalam perancangan pasti akan
mengabaikan salah satu diantara ketiga hal dipertanggung jawabkan di hadapan-Nya.
tersebut karena semua akan ada
konsekuensinya. Habluminannas
Allah memerintahkan manusia untuk saling
Hablumnallah menyayangi dan berbuat baik antara satu
Manusia diciptakan oleh Allah untuk dengan yang lainya. Allah juga mengatur
mengabdi kepada-Nya. Allah memerintahkan masalah hubungan yang baik sesama manusia
manusia untuk menyembah hanya kepada antara lain tentang :
Allah, dan beribadah kepada-Nya. Dalam hal Mendahulukan kepentingan orang lain
beribadah yang dimaksut meliputi sholat dan Berbuat baik adalah merupakan sebaik-
membaca Al-Qur'an, dari dua hal tersebut juga baik amalan
ada dalam Al-Qur'an dan hadist.
Menyempurnakan takaran dan timbangan,
Dan sesungguhnya masjid-masjid
serta tidak merugikan orang lain
itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah
Berinfak atau memberikan sebagian rizki
kamu menyembah seseorangpun di dalamnya
kepada orang lain
di samping (menyembah) Allah. (QS. al-
Tolong menolong dan kasih sayang
Jin:18)

"Hendaklah kamu tolong menolong


Hanyalah yang memakmurkan
dalam kebaikan dan ketaqwaan, dan
masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang
janganlah saling membantu dalam perbuatan
beriman kepada Allah dan hari kemudian,
dosa dan permusuhan. Dan bertaqwalah
serta tetap mendirikan sholat, menuaikan
kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras
zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain
dalam hukuman-Nya"
kepada Allah, maka merekalah orang-orang
(QS. al-Ma'idah:2)
yang diharapkan termasuk golongan orang-

6
Keterkaitan Habluminannas dengan IV. PEMBAHASAN
perancangan rumah susun sederhana dan tema
sustainable sangatlah dekat, dari segi A. Hasil Rancangan
kebutuhan perancangan rumah susun Perancangan Rumah Susun
sederhana perlu adanya fasilitas ruang terbuka, Sederhana di Kota Kediri merupakan hasil
yang sudah ditetapkan dalam UU Republik tanggapan desain dari kawasan pemukiman
Indonesia nomor 20 tahun 2011 dan SNI 03- kumuh yang ada di Kota Kediri, selain itu
7013-2004 fasilitas lingkungan-ruang terbuka, lokasi tapak rancangan juga terdapat sungai
selain itu dari tema sustainable telah yang memiliki potensi sangat besar dalam
mengangkat prinsip sosial antar manusia. hasil rancangan, dengan konsep hubungan
keterkaikan antara manusia, alam, dan
Oleh karena itu keterkaitan antara ekonomi. Ketiga poin tersebut saling berkaitan
habluminannas dengan perancangan rumah satu sama lain membentuk hasil rancangan.
susun sederhana dan tema sustainable building
Aksesbilitas menuju tapak mewadahi
diharapkan mampu menghadirkan interaksi
pejalan kaki dan pengguna kendaraan
sosial antara satu individu dengan individu
bermotor, untuk pejalan kaki disediakan
lain dan individu dengan kelompok.
beberapa titik untuk pencapaiannya, sehingga
pengguna mudah untuk mengaksesnya,
Habluminalam
sedangkan untuk pengguna kendaraan
Manusia selama hidup dimuka bumi
bermotor disediakan 2 titik, untuk entrance
selalu berdampingan dengan alam lingkungan
utama dan entrance penunjang. Selain itu juga
sekitar, yang mana semua itu adalah titipan
tersedia tempat untuk drop off untuk pengguna
dari Allah SWT yang bisa di gunakan, di
yang menggunakan jasa angkutan kota.
manfaatkan, dan di jaga/di lestarikan. Dalam
Al-Qur'an dan Hadist tercantum :
Dan apabila dikatakan kepada
mereka : Janganlah kamu membuat kerusakan
dimuka bumi (QS AL Baqoroh:11)

Dia-lah Allah, yang menjadikan


segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia
berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-
Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui
segala sesuatu." (QS Al-Baqoroh:29)

Beberapa contoh telah disebutkan


yang dikutip dari beberapa ayat yang ada di Jalur aksesbilitas untuk pejalan kaki
dalam Al-Qur,an dan Al-Hadist, tema dan kendaraan bermotor dibedakan, untuk
sustainable buiding memiliki prinsip tentang pejalan kaki jalurnya saling menghubungkan
lingkungan alam sekitar, mulai dari bangunan satu dengan bangunan lainnya, yang
pemanfaatan alam sekitar, termasuk iklim, dan dilengkapi dengan kursi duduk setiap jarak 50
ikut serta dalam proses melestarikan meter, selain itu juga tersedia jalur terapi
lingkungan alam sekitar. untuk pejalan kaki yang tersedia di beberapa
titik pedestrian. Sedangkan untuk pengguna
kendaraan bermotor, jalur di dalam tapak

7
dibuat dua arah, dan menggunakan material lampu jalan di area Rumah Susun
paving untuk pertanda jalur dengan kecepatan Sederhana.
rendah

Fasilitas yang fungsinya publik dan


sering digunakan untuk pengguna diletakkan
ditengah tapak, dengan itu pengguna Rumah
Susun Sederhana dapat berkumpul pada satu
titik dengan jarak tempuh yang sama. Area
Tatanan masa Rumah Susun taman atau ruang publik terdapat gazebo
Sederhana di Kota Kediri memiliki perbedaan sebagai tempat komunikasi (sosialisai) antara
yang kontras dengan pola tatanan masa pada sesama penghuni RUSUNA sekaligus
bangunan sekitar, hal tersebut bukan pengunjung RUSUNA. Bahan material yang
bermaksud untuk membuat tandingan pada di gunakan sebagai rangka gazebo
lingkungan sekitar, akan tetapi hal tersebut menggunkan bahan material sisa dari atap
timbul karena hasil tanggapan desain terhadap RUSUNA yaitu baja WF
beberapa analisa yang sudah dilakukan.

B. Hasil Rancangan Bangunan dan


Ruang
Menggunakan tema Sustainable
Building dan mengusung konsep hubungan
keterkaikan antara manusia, alam, dan
ekonomi. Setiap bangunan mempunyai
karakteristik tersendiri dalam menanggapi
Potensi-potensi alam yang ada didalam kebutuhan pengguna yang disesuaikan dengan
tapak dimanfaatkan sebagai penunjang konsep.
kebutuhan pengguna dan bangunan, seperti : Bangunan Rumah Susun Sederhana
terdiri dari 6 bangunan, total memiliki
Air sungai dimanfaatkan sebagai
kapasitas 446 unit hunian,semua bangunan
sumber air bersih melalui proses
utama terdiri dari 4 lantai yang disertai dengan
penyulingan.
alat transportasi vertikal, yaitu tangga dan
Air sungai sebagai penghasil listrik
ramp, fungsi ramp diperuntukkan untuk
yang menggunakan kincir air.
pengguna apabila membawa barang/benda
Air sungai sebagai pengisi sekaligus
yang berat untuk dibawa kelantai atas, selain
pengganti air kolam pemancingan.
itu terdapat tempat pembuangan sampah
Sinar panas matahari digunakan vertikal. Tempat parkir untuk penghuni
sebagai penghasil energi listrik untuk

8
Rumah Susun Sederhana terletak dilantai exhaust terdapat generator yang fungsinya
dasar/semi basement. juga sebagai penghasil energi.

Lantai 1 RUSUNA AB tersedia 120


tempat parkir dan 12 unit hunian untuk
LANSIA, sedangkan lantai 2 tersedia 25 unit
hunian. Lantai 3 RUSUNA AB tersedia 25
unit hunian, sedangkan lantai 4 tersedia 23
unit hunian, sehingga jumlah total dalam 1 Bangunan fasilitas penunjang Rumah
bangunan terdiri dari 85 unit hunian. Pada Susun Sederhana meliputi:
lantai 1 sampai 4 terdapat beberapa tempat
yang digunakan sebagai wadah ruang terbuka Masjid & TPQ
untuk penghuni RUSUNA AB tiap lantainya, Fasilitas Niaga
tempat yang dikelola dan dikembangkan Fasilitas Kesehatan
sendiri oleh penghuni tiap lantainya. Kantor pengelola
Aula
Lantai 1 RUSUNA C tersedia 109
tempat parkir dan 11 unit hunian untuk Berikut mengenahi tampilan
LANSIA, sedangkan lantai 2 tersedia 22 unit keseluruhan eksterior rancangan Rumah Susun
hunian. Sama seperti RUSUNA AB, Sederhana.
RUSUNA C juga mempunyai ruang terbuka
pada tiap-tiap lantainya. Lantai 3 & 4
RUSUNA C terdiri dari 22 unit hunian,
sehingga jumlah total dalam 1 bangunan
terdiri 77 unit hunian.

Tampilan prototipe interior yang ada


didalam Rumah Susun Sederhana.

Bangunan Rumah Susun Sederhana


memiliki ketinggian 26.50 meter, hal tersebut
memiliki potensi hembusan angin yang
kencang untuk menggerakkan kincir angin
sebagai sumber energi listrik penunjang, yang
dugunakan untuk kebutuhan listrik pada pada V. KESIMPULAN
tempat umum, seperi koridor. Selain itu
hembusan angin dimanfaatkan lagi sebagai Perancangan Rumah Susun
wind cather, yang fungsinya untuk Sederhana di Kota Kediri termasuk salah satu
mengurangi hawa panas pada hunian yang gambaran solusi dari permasalahan yang ada
letaknya berada dipaling atas. Proses wind pada tiap-tiap daerah mengenahi jawaban atas
cather dibantu dengan exhaust, didalam dasar keterbatasan lahan untuk memenuhi

9
kebutuhan manusia untuk memenuhi kampung-vertikal.html di akses pada tanggal 9
kebutuhan primer(tempat tinggal) untuk Mei 2013
keberlangsungan hidup. Pendekatan dengan
http://digilib.its.ac.idpublicITS-
tema sustainable building juga termasuk salah
satu gambaran solusi yang memiliki tingkat Undergraduate-13777-Presentation-
kesesuaian dengan lokasi rancangan. 574619.pdf di akses pada tanggal 31 April

Nilai-nilai dari sustainable building 2013


yang diterapkan pada rancangan secara garis BPS, 2011, Laporan BPS Kota
besar merupakan keseimbangan atau Kediri. Kediri : BPS Kota Kediri
hubungan timbal balik. Keseimbangan untuk
alam, sesama manusia, kebutuhan penunjang,
dll. Merupakan gambaran simbiosis http://www.pip2bdiy.org/nspm/data/S
mutualisme yang saling berkaitan dan NI%2003-7013-2004.pdf di akses pada
mengntungkan satu sama yang lain. Oleh
tanggal 23 Mei 2013
karena itu akan muncul estetika dalam
keberlanjutan. http://kasmaji81.wordpress.com/2008
/11/07/habluminallah-dan-habluminannas di
DAFTAR PUSTAKA
akses pada tanggal 9 Mei 2013
http://repository.usu.ac.id/bitstream/1
Neufert, Ernest. 1996. Data Arsitek
23456789/15885/1/sti-jul2005-%20(16).pdf di
Jilid 1, terj. Dr. Ing Sunarto Tjahjadi. Jakarta:
akses pada tanggal 31 April 2013
Erlangga
http://repository.usu.ac.id/bitstream/1
Neufert, Ernest. 2002. Data Arsitek
23456789/15885/1/sti-jul2005-%20(16).pdf di
Jilid 2, terj. Dr. Ing Sunarto Tjahjadi dan Dr.
akses pada tanggal 8 Mei 2013
Ferryanto Chaidir. Jakarta: Erlangga
http://www.otakku.com/2011/05/07/s
Maiellaro, Nicola. 2011, Towards
tudi-banding-rumah-susun-di-machida-jepang-
Sustainable Building. Italy: Kluwer Academic
by-otakku-com di akses pada tanggal 10
Publishers
Agustus 2013
Juana, Jimmy S. 2005, Panduan
Sistem Bangunan Tinggi. Jakarta: Erlangga
Zainal, 2005, Mambangun Rumah.
Jakarta : Gramedia
http://ciptakarya.pu.go.id/bangkim/sp
pip/stocks/laporan/Laporan__SPPIP_KOTA_
KEDIRI_laporan_akhir__001606.pdf di akses
tanggal 10 Maret 2013
http://rumah-
yusing.blogspot.com/2011/01/keberagaman-

10