Anda di halaman 1dari 46

PAKAH ICE BREAKER ITU ?

Ice Breaker, ada yang menyebutnya dengan "Energizer" atau "Refocus", merupakan teknik-
teknik yang digunakan dalam suatu forum pelatihan, seminar, pertemuan, KBM, atau
meeting untuk memecahkan kebekuan, kejenuhan yang terjadi dalam forum tersebut dan
audien atau peserta kembali terkonsentrasikan.

Jika audien atau peserta terkonsentrasikan ke pembicara/trainer/guru, maka diharapkan


audien/peserta akan bisa aware terhadap materi yang disampaikan pembicara atau trainer.
Dengan demikian, peserta akan lebih mudah memahami program secara keseluruhan.

Ice Breaker juga sering disebut sebagai peralihan situasi dari yang membosankan,
membuat mengantuk. Menjenuhkan, dan tegang menjadi rileksm, bersemangat, tidak
membuat mengantuk. Serta ada perhatian dan ada rasa senang untuk mendengarkan atau
melihat orang yang berbicara di depan kelas atau ruangan pertemuan.

MENGAPA PERLU ICE BREAKER ?

1. Adanya kejenuhan, kebosanan maupun kebekuan suasana dalam proses belajar


mengajar. Bisa dibayang jika proses belajar mengajar dimulai jam 7 pagi hingga jam 12
atau jam 1 siang bahkan hingga malam.
2. Ada keterbatasan konsentrasi seseorang dalam menyerap informasi, kemampuan rata-
ratanya 20 - 30 menit.

3. Beragamnya kondisi para audien (peserta belajar) sebelum memulai proses belajar
mengajar.

Berbagai macam kondisi peserta tersebut seperti ;

Peserta tidak saling mengenal

Peserta sudah lelah

Peserta mengantuk

Nada pembicara monoton, tidak ada variasi


Suara pembicara lembut

Peserta dalam kondisi Lapar

Waktu pertemuan setelah makan siang/malam

Peserta sudah saling kenal. Sehingga mereka cenderung bicara sendiri sendiri

Sifat pertemuan sangat formal, sehingga menegangkan.

TUJUAN ICE BREAKER

1. Mengarahkan otak agar berada pada kondisi gelombang alfa (8 s/d 13 Hz)

2. Membangun kembali suasana belajar agar serius, santai dan menyenangkan


3. Menjaga stabilitas kondisi psikis maupun pisik para audien (peserta belajar agar
senantiasa segar dan nyaman dalam menyerap informasi.

MANFAAT ICE BREAKER

1. Terjadi proses penyampaian dan penyerapan informasi secara optimal bahkan maksimal.

2. Tumbuhnya motivasi para trainer/guru dan audien/peserta belajar dalam proses belajar
mengajar

3. Menguatkan hubungan antara trainer/guru dan audien/peserta belajar.

Ice Breaker menjadi cukup penting, karena jika tidak diperhatikan akan berujung pada
gagalnya forum tersebut. Kegagalan tersebut dapat kita sebutkan sebagai berikut;
Materi tidak dapat dipahami.

Antipati terhadap pembicara.

Penolakan terhadap setiap ide.

Pemberontakan terhadap acara tersebut.

Seluruh program menjadi sia-sia.

Memperhatikan begitu strategisnya Ice Breaker dalam sebuah proses KBM atau pelatihan,
diperlukan suatu strategi untuk menghilangkan kejenuhan dan menarik perhatian peserta
kepada pembicara dan materi yang disampaikan. Jika pembicara
bisa menghipnotis peserta ke arah pembicara serta dikondisikan untuk involve, maka
akan terasa bahwa acara yang berlangsung dalam beberapa jam menjadi tidak
membosankan. Bahkan ada yang merasa kurang dengan waktu tatap muka yang
disediakan.

Ice Breaker memberikan angin segar bagi peserta pelatihan. Setiap peserta mempunyai
alasan dan motivasi sendiri dalam mengikuti pelatihan. Ada yang ingin menguasai bidang
tertentu, ada yang ingin mempertajam ketrampilan, ada yang sekedar berkumpul bersama
teman, dan ada yang mempunyai alasan keterpaksaan. Semua alasan tersebut berdampak
terhadap cara menanggapi pembicara dan merespon setiap aktivitas dalam pelatihan.
Peserta yang memang bersemangat untuk mendapatkan ilmu tambahan akan terus
antusias sampai acara berakhir. Di sisi lain. Ada peserta yang melamun sambil menulis
atau menggambar di nota pelatihan, ada yang bercerita dengan peserta lain, serta ada juga
yang diam dan tegang tetapi mengantuk. Seribu macam gaya dan ekspresi tersebut perlu
dijadikan satu macam gaya saja. Semua peserta ditargetkan untuk mengarahkan
pandangan dan pikirannnya ke satu sumber yaitu pembicara.

MACAM MACAM ICE BREAKER

1. Tepuk Tangan

2. Menyanyi

3. Senam

4. Teka Teki / Kuis


5. Permainan

6. Bercerita / Story Telling

7. Games / Permainan

8. Kalimat Pembangkit Semangat

9. Kalimat Indah Penuh Makna

10.Brain Gym / Senam Otak

BEBERAPA CONTOH ICE BREAKER

1. Tepuk Tangan

Teknik bertepuk tangan ini sangat efektif untuk mengkonsentrasikan para audien (peserta
belajar) sebelum memulai kegiatan belajar, mengkondisikan para audien (peserta belajar)
agar kembali segar (focus) di pertengahan kegiatan belajar, maupun untuk memberi
perasaan senang ketika mengakhiri kegiatan belajar.

Teknik bertepuk tangan ini juga cukup mudah dan dapat langsung diterapkan tanpa
memerlukan persiapan yang panjang. Salah satunya seperti tepuk tangan di bawah ini ;

TEPUK WARNA

Aturan :

Jika disebutkan Merah, dijawab tepuk 1x

Jika disebutkan Hijau, dijawab tepuk 2x

Jika disebutkan Biru, dijawab tepuk 3x

Jika disebutkan Putih, dijawab Allaahu Akbar


Nb : Bisa menggunakan warna lain

TEPUK GRAFIK

Gunakan bolpoin atau benda yang agak panjang

Aturan

Jika bolpoin digerakkan mendatar, dijawab tepuk secara perlahan-lahan hingga bolpoin
berhenti.

Jika bolpoin digerakkan semakin ke atas, dijawab tepuk yang semakin cepat hingga bolpoin
berhenti.

Jika bolpoin digerakkan semakin ke bawah, dijawab tepuk yang semakin pelan hingga
bolpoin berhenti.

Nb: Urutannya bisa dibolak-balik !


2. Menyanyi

Menyanyi sebagai ice breaker, jarang sekali digunakan oleh para trainer atau guru, kecuali
guru seni suara. Padahal menyanyi adalah kegiatan yang paling mudah dan banyak
disukai. Menyanyi bisa dilakukan oleh anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Sekalipun
yang dinyanyikan mungkin tidak sesuai dengan usianya. Tetapi kalau dikemas dengan baik
akan membuat suasana kelas menjadi ceria kembali.

Kadang-kadang kita perlu berkreasi dengan mengganti syairnya, dengan syair yang bersifat
memotivasi, tanpa mengganti nadanya. Apalagi jika yang kita pakai adalah lagu yang
sedang in di kalangan siswa saat itu. Hal ini akan memberi kesan positif dari siswa
kepada guru tersebut. Tentunya dengan pengemasan yang bersifat mendidik.

Nah, beberapa lagu yang ditampilkan pada halaman berikut ini, sebagian besar adalah
lagu-lagu yang sudah dikenal. Meski ada beberapa lagu yang agak asing bagi sebagian
orang, karena berkaitan dengan bahasanya. tetapi tetaplah kegiatan menyanyi ini dapat
dilakukan. Seperti contoh di bawah ini ;

SEDANG APA

Sedang apa, sedang apa sedang apa sekarang

Sekarang sedang apa sedang apa sekarang


Sedang blajar, sedang blajar sedang blajar sekarang

Sekarang sedang blajar sedang blajar sekarang

Nb: Bisa diganti dengan yang lain atau di buat bergantian

SUWE ORA JAMU

Suwe ora jamu jamu godhong turi

Suywe ora ketemu

Ketemu pisan ning Biologi


Suwe ora jamu jamu godhong pala

Suwe ora ketemu ketemu pisan matematika

3. Senam

Senam untuk ice breaker di sini adalah gerakan-gerakan sederhana yang mudah dilakukan,
tidak terlalu menguras tenaga atau memeras keringat serta mengandung unsur
kegembiraan dan keceriaan. Salah satu sebagai berikut ;

SENAM TONJI-TONJI

Cara :

Tangan kiri ditekuk ke depan, telapak tangan terbuka ke arah tangan kanan.

Tangan kanan ditekuk ke depan, telapak tangan ditekuk ke arah tangan kiri.
Ujung jari tangan kanan disentuhkan pada telapak tangan kiri sebanyak 2 kali sambil
berseru : TONJITONJI.

Lalu dijawab dengan tepuk tangan 2 kali sambil berkata : CHACHA

Kedua tangan ditekuk, sehingga telapak tangan masing-masing di depan ketiak (seperti
sayap burung), digerakkan sebanyak 2 kali (seperti akan terbang) sambil berseru :
WINGWING

Lalu dijawab dengan tepuk tangan 2 kali sambil berkata : CHACHA

Kedua tangan memegang pinggang, kepala ditolehkan ke kanan dan ke kiri sambil
berseru : GELANGGELENG

Lalu dijawab dengan tepuk tangan 2 kali sambil berkata :CHACHA

Salam,
Kusumo, Trainer Nasional / Penulis Buku "Ice Breaker"

HP.085230129264

APA KABAR ?
Prosedur :
Sampaikan pada audience, buat kesepakatan diawal bila kita bertanya sesuatu maka audience harus
menjawab dengan kata-kata yang disepakati.
Tanya kabar ini bisa bermacam-macam, missal:
o Tanya : Bagaimana kabarnya pada pagi hari ini!
o Jawab: Alhamdulillah, luar biasa Allahu akbar!
o Tanya : How are you today?
o Jawab: Excellent.! Atau Fantastic!
Keterangan : kata-kata yang diucapkan bisa bervariasi, bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan kita.

IKUTI APA YANG SAYA KATAKAN


Prosedur:
Pertama sampaikan peraturannya kepada audience. Setelah semuanya paham barulah dimulai. Kalau perlu
berilah contoh/praktekan sekali saja:
Kata kunci kita pada permainan ini adalah instruksi : Ikuti Apa Yang Saya Katakan peserta disuruh
mengikuti kata-kata trainer. Trainer bisa memilih beberapa benda atau hewan untuk disebutkan, misalnya:
o ayam-ayam, itik-itik, ayam itik itik ayam,(diulang-ulang sampai beberapa kali). Setelah cukup puas membuat
peserta senang, katakan: ada berapa ayam? (biasanya peserta akan bingung dan terdiam di sini, kebanyakan dari
mereka bahkan minta agar permainan diulang)
o ikuti saja kemauan mereka, diulang beberapa kali dengan tetap menyebutkan instruksi permainan ini. Mungkin
akan keluar jawaban-jawaban berupa angka-angka, katakan bahwa semua jawaban salah! Maka harus diulangi
lagi. Setelah beberapa lama, biasanya audience akan sadar terhadap instruksinya, sehingga jawabannya pun akan
benar. Karena yang disuruh bukan menghitung ayam atau itiknya, tapi untuk mengikuti yang dikatakan trainer.
Inti dari permainan ini adalah konsentrasi, aitu untuk mengenali dan melaksanakan instruksi yang diberikan,
bukan untuk menghitung jumlah ayam atau itik.
TEBAK APA YANG SAYA KATAKAN
Prosedur :
Sampaikan instruksi permainan ini: tebak apa yang saya katakan
Sanbil menunjukkan jempol, trainer mengucapkan ini ayam
Ketika menunjukkan telunjuk trainer mengucapkan yang ini sapi
Kemudian ketika menunjukkan jari tengah trainer mengucapkan kalo yg ini kerbau.
Tanyakan kepada peserta sudah paham atau belum, praktekan sekali untuk mengetest kepahaman mereka,
setelah dirasa paham, barulah trainer menjalankan aksinya.
Peserta diminta menebak apa yang trainer katakana, katakana seperti contoh diatas, setelah selesai,
katakan Kalo yang ini tetapi kita menunjuk pada jari kelingking. Biasanya peserta akan bingung dan protes.
Ulangi lagi dengan variasi lain. Sampai terjawab dengan benar.
Ketika peserta telah memahami instruksi diatas, maka ia akan mengikuti kata kunci tanpa memperhatikan jari
mana yang kita tunjukkan. Jawaban yang benar adalah bila trainer menyebutkan ini, maka jawabannya adalah
ayam dst,

BREAK THE RULE


Prosedure:
Ketika trainer menanyakan sesuatu dengan jawaban Iya atau Tidak maka peserta harus menjawab dengan tingkah
laku yang berbeda dari biasanya
Jika jawabannya Iya maka peserta diharuskan untuk menggelengkan kepalanya.
Jika jawabannya Tidak maka peserta diharuskan untuk menganggukkan kepalanya.
Dari permainan ini menjelaskan tentang betapa sussahnya kita merubah sebuah kebiasaan. Perubahan itu tidak
akan secara tiba-tiba bisa dilakukan namun pastinya bertahap.

Ice Breaking Ideas

1. Pak-Pak Boom!

Permainan ini sangat sederhana tapi sangat efektif untuk mencairkan kekakuan didalam kelas.
Cara bermain:

Guru/instruktur memberi arahan kepada murid untuk berdiri


Suruh murid untuk mengikuti arahan guru
Angkat kedua tangan keatas
Ketika guru mengatakan PAK maka murid harus bertepuk tangan
Ketika guru mengatakan BOOM maka murid harus menepuk pahanya
Contohkan berulang-ulang sambil memberi instuksi, pak-pak-boom, boom-boom-pak (sambil
menepuk tangan dan paha sebagaimana instruksi diatas)
Usahakan makin lama semakin kencang agar lebih seru dan lebih mengasah konsentrasi
murid.

2. Bos Berkata

Fungsi permainan: Menguji konsentrasi dan kejelian murid, sangat cocok ketika kelas sudah merasa
bosan dengan pelajaran.
Cara bermain:

Guru memberi instruksi dengan kata-kata bos berkata sambil memberi aba-aba, ini hanya
berlaku ketika perintah tersebut diiringi dengan kata bos berkata, jika perintah tersebut
tidak diiringi dengan kata-kata tersebut maka perintah tersebut dianggap tidak berlaku dan
kita ada murid yang melakukannya maka ia akan dikenakan hukuman (usahakan
hukumannya berdasarkan dengan pelajaran usahakan tidak menggunakan kekerasan fisik
seperti mencubit dll.)
Guru: bos berkata, BERDIRI (maka murid harus berdiri)
Guru: bos berkata, BERBARIS(murid harus berbaris)
Guru: bos berkata, TERTAWA(murid harus tertawa)
Guru: DUDUK KEMBALI (jika ada yang duduk maka muris harus dihukum karena tidak ada
kata-kata bos berkata).

3. Bermain Loncat Arah

Fungsi permainan: Jika kelas sudah mulai terasa jenuh dan mengantuk permainan ini akan membuat
mata lebar kembali dan untuk melatih kekompakan.
Cara bermain:

Guru memerintahkan agar murid berdiri dan membuat 2-4 barisan (tergantung pada jumlah
murid )
Barisan 1-2 saling berhadapan, 3-4 juga saling berhadapan
Setelah itu guru memberi aba-aba
Guru: pegang pundak teman didepannya (dilaksanakan oleh murid)
Guru: lompat kedepan
Guru: lompat kebelakang
Guru: lompat kekiri
Guru: lompat kekanan (tangannya tidak boleh lepas dari pundak temannya)
Satelah dilakukan berulang ulang coba dibalik, jika perintahnya lompat kedepan maka
murid harus lompat kebelakang, begitu juga sebaliknya.

4. Pesan Berantai
Fungsi permainan: Untuk mengasah kekompakan, ketelitian dan imajinasi.
Cara bermain.

Guru membagi anak menjadi dua kelompok


Setelah itu anak disuruh berbaris berbanjar
Sebelumnya guru telah mempersiapkan pesan yang akan disampaikan kepada murid-
muridnya
Setelah anak itu tahu pesan yang akan disampaikannya maka ia mulai menuliskannya
dipunggung teman-temannya.
Ini dilakukan secara berantai dengan menuliskan pesan tersebut dipunggung peserta
temannya. (jangan sampai bersuara, jika ada yang menyampaikan pesan dengan bersuara
maka dianggap gagal)
Permainan ini bisa juga dengan berbisik-bisik tetap disampaikan secara berantai.

5. Badai Berhembus (The Great Wind Blows)


Fungsi permainan: Strategi ini merupakan icebreaker yang dibuat cepat yang membuat para
peserta latihan bergerak tertawa. Strategi tersebut merupakan cara membangun team yang baik
dan menjadikan para peserta lebih mengenal satu sama lain.
Cara bermain:

Guru menyuruh untuk membuat lingkaran.


Jelaskan kepada murid aturan permainan, untuk putaran pertama guru akan bertindak
sebagai angin.
Guru sebagai angin akan mengatakan angin berhembus kepada yang memakai misal :
kacamata (apabila ada beberapa peserta memakai kacamata).
Murid yang memakai kacamata harus diam ditempat tapi teman-temannya yang lain harus
bergabung dengan anak yang memakai kaca mata.
Lakukan putaran kedua, dan seterusnya. Setiap putaran yang bertindak sebagai angin harus
mengatakan angin berhembus kepada yang . (sesuai dengan karakteristik peserta,
misal : baju biru, sepatu hitam, dsb)

6. Bercermin

Fungsi permainan: Memberi pelajaran pada anak bahwa Mengikuti apa yang dilakukan orang lain
boleh selagi itu masih dalam kebaikan dan membangun team work yang solid.
Langkahlangkah :

Minta setiap peserta untuk berpasangan, 1 orang menjadi bayangan di cermin dan 1 orang
menjadi seseorang yang sedang berdandan di depan cermin.
Bayangan harus mengikuti gerak gerik orang yang berdandan.
Keduanya harus bekerja sama agar bisa bergerak secara kompak dengan kecepatan yang
sama.
Minta peserta untuk mendiskusikan apa pesan dalam permainan ini.

7. Kompak
Fungsi permainan: Menjaga tim agar tetap kompak antara satu dengan yang lain, menjaga tim
agar tetap selamat dan menaruh kepercayaan kepada pemimpin yang akan menuntun kita.
Cara bermain:

Tentukan target/tempat yang akan dituju


Tunjuk satu ketua yang akan memberi instruksi kepada kelompoknya
Minta semua murid untuk berbaris dan menutup mata, ia dilarang untuk membuka matanya
dan hanya mendengarkan instruksi dari ketuanya
Sebelumnya harus disepakati aba-abanya, seperti ketika lurus maka ia mengucapkan Allahu
Akbar, jika belok kanan membaca subhanallah, jika belok kiri membaca innalillah. Maka
ketuanya harus bisa memberi aba-aba yang benar agar cepat mencapai tujuan.
Ketepatan instruksi dari ketua sangat dibutuhkan untuk keselamatan dan kecepatan dalam
mencapai tempat yang telah ditentukan.
8. Apa Kabar?
Fungsi permainan: Fungsi permainan ini adalah untuk menyapa enak, permainan ini sangat sipel dan
tidak membutuhkan materi apapun dan untuk mengembalikan konsentrasi, game ini sangat cocok
jika telah disepakati diawal sebelum memulai belajar.
Cara bermain:

Buat kesepakatan dengan murid jika guru bertanya sesuatu maka mereka harus menjawab
sesuai dengan jawaban yang sudah disepakati
Tanya kabar ini bisa bermacam-macam:
Jika guru berkata: HOW ARE YOU jawabannya FINE
Ketentuannya adalah jika guru menyebutkan dengan suara pelan maka murid menjawab
dengan suara keras, jika guru mengucapkan dengan suara keras maka harus dijawab
pelan.
Ini bisa dilakukan dengan disela-sela pelajaran sedang berlangsung ketika konsentrasi sudah
mulai buyar dan untuk mengembalikan konsentrasi.

9. Tebak Wajah
Fungsi permainan: inti dari permainan ini adalah untuk saling mengenal antara satu dengan yang
lain agar lebih dekat, kompak dan solid.
Cara bermain:

Guru memerintahkan murid untuk mengeluarkan kertas


minta murid untuk menuliskan cita-citanya, ciri-cirinya, makanan kesukaannya, hobi, atau
profil yang lain yang menunjukkan ciri-ciri orang yang menulisnya
setelah itu minta murid membalik kertas menempelkan kertas tersebut kemukanya, lalu minta
untuk menuliskan gambar wajahnya diatas kertas tersebut dengan posisi kertas masih
didepan mukanya
dan lipat kertas tersebut lalu kumpulkan kepada guru
guru akan membagikan kertas tersebut kepada murid dengan acak
dan setelah murid mendapat kertas (pastikan ia tidak mendapat kertas miliknya sendiri)
tunjuk murid untuk menebak siapa orang yang terdapat didalam kertas tersebut
berdasarkan ciri-ciri yang telah dituliskan oleh pemiliknya.
Kalu betul ia menunjuk teman yang lain, misalnya selanjutnya yang memalai kaca mata, tapi
jika salah maka minta ia menyanyikan sebuah lagu dll.

10. Find Your Family


Fungsi permainan:

1. Melatih konsentrasi
2. Melatih kesabaran
3. Melatih kekompakan
4. Melatih daya ingat
5. Dan melatih pendengaran

Cara bermain

Bagi murid dalam tiga kelompok


Tentukan ciri keluarga masing-masing dan suara dari keluarga tersebut
Contoh keluarga pertama bersuara kucing, maka ketika nanti mereka disuruh berpencar
dan menutup mata maka murid harus bersuara dan mencari kelurganya sambil mengeong-
ngeong.

leh: Heriyanto Nurcahyo (Guru SMA Negeri 1 Glenmore Banyuwangi).


Keberhasilan dan kegagalan proses belajar mengajar di kelas banyak ditentukan oleh kemampuan untuk
membangun penghubung diantara kedua proses tersebut. Meski proses belajar mengajar merupakan
dua hal yang berbeda, kita dituntut untuk menggapai keberhasilan keduanya secara bersamaan. Dan
salah satu upaya terbaik untuk menggapai keduanya adalah membangun emosi positif melalui cerita di
awal pembelajaran. Emosi positif adalah keadaan dimana pembelajaran mampu menghadirkan suasana
ceria (joy), ketertarikan (interest), kepuasan atau kelegaan (contentment) dan love (cinta atau kasih
sayang).
Learning is most effective when its fun memberi kita landasan yang sangat penting dalam pembelajaran.
Menyenangkan adalah kondisi dimana anak didik terbebas dari rasa tertekan, tidak berdaya, putus asa
serta bentuk tekanan psikologsi lainnya. Kondisi ini sejalan dengan syarat utama bekerjanya otak secara
maksimal: keadaan yang menyenangkan.
Dave Meir dalam bukunya The Accelerated Learning Hand book (2000) merumuskan Keadaan yang
menyenangkan ini lebih pada suasana hati yang positif semisal bangkitnya minat, adanya keterlibatan
penuh, serta terciptanya makna dan nilai yang membahagiakan. Kegembiraan belajar seringkali
merupakan penentu utama kualitas dan kuantitas belajar yang dapat terjadi.
Lebih jauh dia menyatakan bahwa emosi berpengaruh besar pada kualitas dan kuantitas belajar.Emosi
yang positif dapat mempercepat proses belajar dan mencapai hasil belajar yang lebih baik, sebaliknya
emosi yang negatif dapat memperlambat belajar atau bahkan menghentikannya sama sekali.
Oleh karena itu, pembelajaran yang berhasil haruslah dimulai dengan menciptakan emosi positif pada diri
pembelajar. Untuk menciptakan emosi positif pada diri siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara,
diantaranya adalah dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan dengan penciptaan
kegembiraan belajar
Kegembiraan belajar sebagai suasana hati yang positif (emosi positif) dapat tercipta melalui berbagai
macam kegiatan yang kreatif. Kegiatan kreatif yang dapat meggugah munculya emosi positif diataranya
adalah kegiatan-kegiatan pelepas stress.Salah satu kegiatan pelepas stress yang bisa dilakukan untuk
meggugah munculya perasaan (emosi) positif adalah pemberian cerita di awal pembelajaran.

Penulis saat membawakan sebuah cerita diawal pembelajaran. sebelum pembelajaran di kelas.
CERITA SEBAGAI PEMBUKAAN YANG BERKESAN
Salah satu kekuatan penting dalam proses belajar mengajar adalah keterkaitan emosional guru dengan
siswa Sebuah cerita yang kita sampaikan di awal pembelajaran akan memiliki kesan yang mendalam
bagi anak didik. Kesan yang mucul dari cerita yang disampaikan juga akan membantu proses
pembelajaran dan penyampaian materi selanjutya.
Phillip Hayes dalam bukunya yang berjudul NLP for the Quantum Change (2006) menyebutkan bahwa
menciptakan dan membangun hubungan positif (building rapport) berpengaruh sangat besar dalam
kegiatan yang akan dilaksanakan. Rapportdisini bisa diterjemahakan sebagai sebuah pola hubungan
yang harmonis antara pendidik dengan peserta didiknya. Dan salah satu bagian penting dari building
rapport adalah munculnya pengakuan (Recognition).
Cara paling sederhana yang bisa digunakan untuk memunculkan pengakuan adalah melalui proses tune
in atau calibrate. Ini adalah proses menyelarasakan diri antara pendidik dengan peserta didik.Kegiatan ini
juga dikenal dengan menyamakan frekuensi. Hal ini menjadi penting mengingat di bagian sel otak
terdapat sebuah alat bernama Mirror Neuron, alat ini berfungsi untuk meniru segala sesuatu yang
dilihat tanpa disadarinya. Karenanya, awali masuk kelas dengan wajah ceria, senyum
mengembang,penuh semangat. Tunjukkan bahwa kita benar-benar bahagia dan bersemangat untuk
memulai hari itu di kelas mereka.
Tanpa disadari oleh peserta didik sesungguhnya kita telah memengaruhi pikiran dan emosi mereka.
Disamping itu,cerita juga mampu mengaktifkan seluruh perasaan yang positif pada sang pemberi cerita
(guru). Kondisi tersebut diatas memudahkan baik anak didik maupun guru dalam membangun interaksi
pembelajaran yang baik.Tidak adanya sekat psikologis diantara guru dan anak didik akan memungkinkan
terjadinya pembelajaran yang nyaman, tanpa tekanan dan memberi ruang yang luas bagi murid untuk
mengeksplorasi diri dan pengetahuan yang didapatnya. Cerita inspiratif ini akan menggugah
kesadarannya sekaligus memberikan pencerahan emotional
BERI CERITA YANG MENGINSPIRASI
Adalah David MC Celland seorang psikolog social yang tertarik untuk mengetahui kaitan cerita
dengan mental positif. Dari hasil penelitiannya, dia mendapati bahwa negara yang memiliki cerita yang
menggugah munculnya sikap positif (N-Ach) berpengaruh sangat besar terhadap kemajuan bangsanya
kelak dikemudian hari. Pilihlah cerita yang heroic dan menggugah semangat untuk berkarya dan
berprestasi. Dari situlah semangat dan kobaran api merangsang anak didik untuk terus maju dan
berprestasi.
Cerita inspiratif juga bisa dijadikan sarana membangun motivasi anak didik. Anak didik akan
dapat belajar dari cerita-cerita yang disampaikan oleh guru.Baik belajar tentang kearifan,
keberanian maupun hikmah-hikmah yang lainnya.Dan yang lebih penting adalah bahwa cerita
mampu mempengaruhi karakter anak didik. Modalitas inilah yang nantinya akan bermuara pada
mental dan sikap positif anak didik. Baik saat mengikuti pembelajaran maupun ketika mereka
dihadapkan pada kehidupan nyata.Semoga.
Ya Tuhanku, Kenapa Engkau Tidak Menolongku?
Posted on July 6, 2011

Ada seorang laki laki yang tinggal di dekat sebuah sungai. Bulan bulan musim penghujan sudah
dimulai.

Hampir tidak ada hari tanpa hujan baik hujan rintik-rintik maupun hujan lebat.

Pada suatu hari terjadi bencana di daerah tersebut. Karena hujan turun deras agak berkepanjangan,
permukaan sungai semakin lama semakin naik, dan akhirnya terjadilah banjir.

Saat itu banjir sudah sampai ketinggian lutut orang dewasa. Daerah tersebut pelan-pelan mulai
terisolir. Orang orang sudah banyak yang mulai mengungsi dari daerah tersebut, takut kalau
permukaan air semakin tinggi.

Lain dengan orang-orang yang sudah mulai ribut mengungsi, lelaki tersebut tampak tenang tinggal
dirumah. Akhirnya datanglah truk penyelamat berhenti di depan rumah lelaki tersebut.

Pak, cepat masuk ikut truk ini, nggak lama lagi banjir semakin tinggi, teriak salah satu regu
penolong ke lelaki tersebut.

S lelaki menjawab: Tidak, terima kasih, anda terus saja menolong yang lain. Saya pasti akan
diselamatkan Tuhan. Saya ini kan sangat rajin berdoa.

Setelah beberapa kali membujuk tidak bisa, akhirnya truk tersebut melanjutkan perjalanan untuk
menolong yang lain.

Permukaan air semakin tinggi. Ketinggian mulai mencapai 1.5 meter. Lelaki tersebut masih di
rumah, duduk di atas almari.

Datanglah regu penolong dengan membawa perahu karet dan berhenti di depan rumah lelaki tersebut.

Pak, cepat kesini, naik perahu ini. Keadan semakin tidak terkendali. Kemungkinan air akan semakin
meninggi.

Lagi-lagi laki-laki tersebut berkata: Terima kasih, tidak usah menolong saya, saya orang yang
beriman, saya yakin Tuhan akan selamatkan saya dari keadaan ini.

Perahu dan regu penolongpun pergi tanpa dapat membawa lelaki tersebut.
Perkiraan banjir semakin besar ternyata menjadi kenyatan. Ketinggian air sudah sedemikian tinggi
sehingga air sudah hampir menenggelamkan rumah-rumah disitu. Lelaki itu nampak di atas
wuwungan rumahnya sambil terus berdoa.

Datanglah sebuah helikopter dan regu penolong. Regu penolong melihat ada seorang laki-laki duduk
di wuwungan rumahnya. Mereka melempar tangga tali dari pesawat. Dari atas terdengar suara dari
megaphone: Pak, cepat pegang tali itu dan naiklah kesini. , tetapi lagi-lagi laki-laki tersebut
menjawab dengan berteriak:Terima kasih, tapi anda tidak usah menolong saya. Saya orang yang
beriman dan rajin berdoa. Tuhan pasti akan menyelamatkan saya.

Ketinggian banjir semakin lama semakin naik, dan akhirnya seluruh rumah di daerah tersebut sudah
terendam seluruhnya.

Bagaimana nasib lelaki tersebut?

Lelaki tersebut akhirnya mati tenggelam.

Di akhirat dia dihadapkan pada Tuhan. Lelaki ini kemudian mulai berbicara bernada protes:Ya
Tuhan, aku selalu berdoa padamu, selalu ingat padamu, tapi kenapa aku tidak engkau selamatkan dari
banjir itu?

Tuhan menjawab dengan singkat: Aku selalu mendengar doa-doamu, untuk itulah aku telah
mengirimkan Truk, kemudian perahu dan terakhir pesawat helikopter. Tetapi kenapa kamu tidak ikut
salah satupun?

Sebuah cerita menarik. Demikian juga dalam kehidupan kita, kita bekerja dan selalu melakukan doa
kepada Allah s.w.t. Dan Allah sudah sering mengirimkan truk, perahu, dan pesawat kepada
kita, tapi kita tidak menyadarinya.

(Tidak Diketahui)
Posted in Sikap | Leave a reply

Yang Mana Perlu Kita Dahulukan?


Posted on July 6, 2011

Ada sebuah syarikat besar yang sedang mencari pekerja. Dalam ujian bertulisnya, mereka hanya
memberikan satu kes untuk dijawab:

Anda sedang memandu motosikal di tengah malam gelap gelita dan hujan lebat di sebuah daerah
yang penduduknya sedang dipindahkan semuanya kerana bencana banjir. Pemerintah setempat hanya
boleh memberikan bantuan sebuah bas yang saat ini juga sedang mengangkut orang-orang ke kota
terdekat. Saat itu juga Anda melewati sebuah perhentian bas di kawasan itu. Di perhentian bas itu,
Anda melihat 3 orang yang merupakan orang terakhir di kawasan itu yang sedang menunggu
kedatangan bas:
* seorang nenek tua yang sakit

* seorang doktor yang pernah menyelamatkan hidup Anda sebelumnya

* seseorang yang selama ini menjadi idaman hati Anda

Anda hanya boleh mengajak satu orang untuk membonceng Anda. Siapakah yang akan Anda ajak?
Dan, jelaskan jawaban Anda mengapa Anda melakukan itu!

Sebelum Anda menjawab, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan:

- Seharusnya Anda menolong nenek tua itu dulu kerana dia sudah tua dan sakit. Jika tidak segera
ditolong akan meninggal. Namun, kalau difikir-fikir, orang yang sudah tua memang sudah mendekati
ajalnya. Sedangkan yang lainnya masih sangat muda dan harapan hidup ke depannya masih panjang.

- Doktor itu pernah menyelamatkan hidup Anda. Inilah saat yang tepat untuk membalas budi
kepadanya. Tapi, kalau difikir, kalau sekadar membalas budi, waktu lain boleh juga kan? Namun,
kita tidak pernah tahu bila kita akan mendapatkan kesempatan itu lagi.

- Mendapatkan idaman hati adalah hal yang sangat menyeronokkan. Jika kali ini Anda tidak ambil
peluang, mungkin Anda tidak akan ketemu dia lagi. Dan, impian Anda akan kandas selamanya.

Jadi yang mana yang Anda pilih?

Dari sekitar 2000 orang pemohon, hanya 1 orang yang diterima bekerja di perusahaan tersebut.
Orang tersebut tidak menjelaskan jawabannya, hanya menulis dengan singkat:

Saya akan memberikan kunci motorsikal saya kepada sang doktor dan meminta dia untuk membawa
nenek tua yang sedang sakit tersebut untuk ditolong segera. Sedangkan saya sendiri akan tinggal di
sana dengan sang idaman hati saya untuk menunggu ada yang kembali menolong kami.

Ya, jawaban di atas adalah jawapan yang terbaik bukan? Tapi, kenapa sebahagian besar hal tersebut
tidak kita fikirkan sebelumnya? Apakah kerana kita terbiasa dengan tidak mahu untuk melepaskan
apa yang sudah kita dapatkan di tangan dengan susah payah? Dan, bahkan berusaha meraih
sebanyak-banyaknya?

Terkadang , dengan rela untuk melepaskan sesuatu yang kita miliki, melepaskan kedegilan kita,
mengakui segala kekurangan yang kita miliki dan melepaskan semua keinginan kita untuk sesuatu
yang lebih mulia, kita akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar.

(Tidak Diketahui)
Posted in Sikap | Leave a reply
Wortel, Telur atau Kopi?
Posted on July 6, 2011

Seorang anak mengeluh pada ayahnya tentang hidupnya yang sulit. Ia tidak tahu lagi harus berbuat
apa dan ingin menyerah saja. Ia lelah berjuang. Setiap saat satu persoalan terpecahkan, persoalan
yang lain muncul.

Ayahnya, seorang juru masak, tersenyum dan membawa anak perempuannya ke dapur. Ia lalu
mengambil tiga buah panci, mengisinya masing-masing dengan air dan meletakkannya pada kompor
yang menyala. Beberapa saat kemudian air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama, ia
memasukkan wortel. Lalu, pada panci kedua ia memasukkan telur. Dan, pada panci ketiga ia
memasukkan beberapa biji kopi tumbuk. Ia membiarkan masing-masing mendidih.

Selama itu ia terdiam seribu bahasa. Sang anak menggereget gigi, tak sabar menunggu dan heran
dengan apa yang dilakukan oleh ayahnya. Dua puluh menit kemudian, sang ayah mematikan api.
Lalu menyiduk wortel dari dalam panci dan meletakkanya pada sebuah piring. Kemudian ia
mengambil telur dan meletakkanya pada piring yang sama. Terakhir ia menyaring kopi yang
diletakkan pada piring itu juga.

Ia lalu menoleh pada anaknya dan bertanya, Apa yang kau lihat, nak?

Wortel, telur, dan kopi, jawab sang anak. Ia membimbing anaknya mendekat dan memintanya
untuk memegang wortel. Anak itu melakukan apa yang diminta dan mengatakan bahwa wortel itu
terasa lunak.

Kemudian sang ayah meminta anaknya memecah telur. Setelah telur itu dipecah dan dikupas, sang
anak mengatakan bahwa telur rebus itu kini terasa keras.

Kemudian sang ayah meminta anak itu mencicipi kopi. Sang anak tersenyum saat mencicipi aroma
kopi yang sedap itu. Apa maksud semua ini, ayah? tanya sang anak.

Sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda tadi telah mengalami hal yang sama, yaitu direbus dalam
air mendidih, tetapi selepas perebusan itu mereka berubah menjadi sesuatu yang berbeda-beda.
Wortel yang semula kuat dan keras, setelah direbus dalam air mendidih, berubah menjadi lunak dan
lemah.

Sedangkan telur, sebaliknya, yang semula mudah pecah, kini setelah direbus menjadi keras dan
kokoh.

Sedangkan biji kopi tumbuh berubah menjadi sangat unik. Biji kopi, setelah direbus, malah
mengubah air yang merebusnya itu.
Maka, yang manakah dirimu? tanya sang ayah pada anaknya. Di saat kesulitan menghadang
langkahmu, perubahan apa yang terjadi pada dirimu? Apakah kau menjadi sebatang wortel, sebutir
telur atau biji kopi?

(Tidak Diketahui)
Posted in Sikap | Leave a reply

When You Divorce Me, Carry Me Out in Your Arms


Posted on July 6, 2011

Pada hari pernikahanku, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yg
cuma berkamar satu. Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari
mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang
pengantin pria yg sangat bahagia. Ini adalah kejadian 10 tahun yg lalu.

Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening : Kami mempunyai
seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu
kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil.
Setiap pagi kami berangkat kerja bersama-sama dan sampai dirumah juga pada waktu yg bersamaan.
Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup
berubah dipengaruhi oleh perubahan yg tidak kusangka-sangka, Dew hadir dalam kehidupanku.

Waktu itu adalah hari yg cerah. Aku berdiri di balkon dengan Dew yg sedang merangkulku. Hatiku
sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartemen yg kubelikan untuknya.

Dew berkata, kamu adalah jenis pria terbaik yg menarik para gadis. Kata-katanya tiba-tiba
mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah, istriku pernah berkata, Pria sepertimu,
begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis. Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu-
ragu. Aku tahu kalau aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya.

Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku
ada sedikit urusan dikantor. Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya.
Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak
mungkin.

Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau
bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka.Sejujurnya ia adalah seorang istri yg baik.
Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV. Makan malam
segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama-sama. Atau aku akan menghidupkan komputer,
membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan bagiku.

Suatu hari aku berbicara dalam guyon, seandainya kita bercerai, apa yg akan kau lakukan? Ia
menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian
adalah sesuatu yg sangat jauh dari dirinya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan
menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.
ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff
menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu
selama berbicara dengannya. Dia kelihatan sedikit curiga. Dia berusaha tersenyum pada bawahan-
bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.

Sekali lagi, Dew berkata padaku,He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama. Aku
mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu-ragu lagi. Ketika malam itu istriku menyiapkan makan
malam, aku memegang tangannya. Ada sesuatu yg harus kukatakan.

Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba-tiba aku
tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalau aku terus berpikir. Aku ingin bercerai, ku
ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang.

Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku,tapi ia bertanya secara lembut,kenapa? Aku


serius.Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan
sumpit dan berteriak kepadaku, Kamu bukan laki-laki!.

Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa
yg telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan
sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dew.

Dengan perasaan yg amat bersalah, aku menuliskan surai perceraian dimana istriku memperoleh
rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi
beberapa bagian. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yg telah 10 tahun hidup bersamaku
sekarang menjadi seorang yg asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa menarik kembali apa yg telah
kuucapkan.

Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku, dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya.
Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku
dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh-sungguh telah terjadi.

Pada larut malam, aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis
sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia
masih menulis. Aku tertidur kembali. Ia menuliskan syarat-syarat dari perceraiannya : ia tidak
menginginkan apapun dariku, tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya,
dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana
: Anak kami akan segera menyelesaikan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia
tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.

Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya, He Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana
aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita? Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan
beberapa kenangan indah kepadaku. Aku mengangguk dan mengiyakan. Kamu membopongku
dilenganmu, katanya, jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongku
pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus
membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu. Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia
merindukan beberapa kenangan indah yg telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan
suasana romantis.

Aku memberitahukan Dew soal syarat-syarat perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu
tidak ada gunanya. Bagaimanapun trik yg ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini,
ia mencemooh Kata- katanya membuatku merasa tidak enak.

Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. kami saling
menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah
tingkah. Anak kami menepuk punggung kami,wah, papa membopong mama, mesra sekali. Kata-
katanya membuatku merasa sakit. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10
meter dengan dirinya dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut,mari kita
mulai hari ini, jangan memberitahukan pada anak kita. Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.
Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.

Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku, Kami begitu dekat sampai-
sampai aku bisa mencium wangi di bajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak
melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi. Beberapa kerut tampak di
wajahnya.

Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, kebun diluar sedang dibongkar. Hati-hati kalau kamu lewat
sana. Hari keempat,ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih mesra seperti
sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.

Bayangan Dew menjadi samar.

Pada hari kelima dan keenam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal, seperti dimana ia telah
menyimpan baju-bajuku yg telah ia setrika, aku harus hati-hati saat memasak, dll. Aku mengangguk.
Perasaan kedekatan terasa semakin erat.

Aku tidak memberitahu Dew tentang hal ini. Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap
setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya, kelihatannya
tidaklah sulit membopongmu sekarang

Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha
mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yg cocok. Lalu ia melihat, semua pakaianku
kebesaran. Aku tersenyum. Tapi tiba-tiba aku menyadarinya, sebab ia semakin kurus, itu sebabnya
aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur
semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi, aku merasakan perasaan sakit.

Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut. Pa, sudah waktunya
membopong mama keluar. Baginya, melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi
bagian yg penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan
erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku
menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya
memegangku secara lembut dan alami. aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali
ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.

Pada hari terakhir, ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami
telah kembali ke sekolah. Ia berkata, sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai
kita tua. Aku memeluknya dengan kuat dan berkata antara kita saling tidak menyadari bahwa
kehidupan kita begitu mesra.

Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat
pikiranku berubah. Aku menaiki tangga. Dew membuka pintu. Aku berkata padanya, Maaf Dew,
aku tidak ingin bercerai. Aku serius.

Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku. Kamu tidak demam. Kutepiskan tanganya dari
dahiku. Maaf Dew, aku cuma bisa bilang maaf padamu, aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah
tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai-nilai dari kehidupan,
bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya
masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta
maaf padamu.

Dew tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dengan
kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor.

Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga. Ku pesan sebuah buket bunga kesayangan
istriku. Penjualnya bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu ucapan? Aku tersenyum dan menulis :
Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua.

Posted in Sikap | Leave a reply

What Is Future
Posted on July 6, 2011

Seorang pemuda duduk termenung memikirkan masa depannya. Bertanya Tanya seperti apa masa
depan dan bagaimana cara untuk memperolehnya. Merasa tidak dapat menemukan jawabannya dia
pun berdiri dan mulai berjalan. Dia berjalan ke taman dan kemudian melihat seorang kakek tua yang
sedang duduk di atas sebuah kursi taman, dan dia pikir bahwa kakek itu mungkin dapat memberikan
jawaban atas apa yang ingin diketahuinya, dia berpikir bahwa kakek itu tentu sudah jauh melangkah
dan telah melihat masa depan secara nyata dengan umurnya yang sudah lanjut. Dengan perlahan dia
berjalan menghampiri dan menyapa sang kakek, kemudian duduk disebelah sang kakek. Merasa
yakin akan menemukan jawabannya diapun memulai pembicaraan.

kakek tentu telah melewati banyak hal, kakek tentu telah melihat masa depan dari masa muda kakek,
kalau saya boleh tahu, apa itu masa depan dan bagaimana cara untuk memperolehnya? Jujur saya
binggung akan masa depan saya
Sambil tersenyum kakek tersebut menjawab Saya juga pernah muda seperti kamu, pada saat masa
muda, saya juga merasa bingung akan masa depan saya dan bagaimana memperolehnya. Dulu saya
cenderung berpikir akan masa depan saya, akibatnya saya selalu khawatir dan membuang waktu
hanya untuk memikirkannya. Sampai saya sadar bahwa masa depan bukanlah hal yang perlu
dikhawatirkan, melainkan masa sekarang.

bukankah masa depan adalah hal yang penting dan harus di pikirkan dari sekarang?

kamu benar, masa depan adalah hal yang penting. Tapi pernahkah terpikir oleh mu, kita
mengkhawatirkan masa depan, satu hal yang belum pasti, sedangkan kita melupakan masa sekarang.
Tanpa kita sadari bahwa sesungguhnya masa depan itu sendiri tidak pernah ada, dan apa yang di
sebut oleh banyak orang dengan masa depan sesungguhnya adalah masa sekarang

Mengapa kakek dapat berkata demikian?

Menurut mu apakah mungkin akan ada masa depan tanpa masa sekarang? Bukankah masa depan
adalah buah dari masa sekarang? Seumur hidup saya sampai sekarang akhirnya saya benar benar
sadar bahwa masa sekarang adalah masa depan saya, karena itu saya bertindak sebaik baiknya dan
berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk hari ini.

Satu hal yang perlu kita semua sadari, masa depan takkan pernah ada tanpa adanya hari ini, dan masa
depan bukanlah masa yang akan datang melainkan hari ini. Berpikir dan bertindaklah untuk masa
sekarang, karena masa depan adalah hasil dari hari ini. Kebanyakan dari i kita selalu melihat jauh ke
depan, memikirkan dan takut akan suatu yang belum pasti. Kita harus sadar bahwa pikiran tanpa
perbuatan tidak pernah akan menghasilkan masa depan. Satu hal yang juga tidak boleh terlupa, apa
yang kita dapat di masa mendatang adalah akibat dari hari ini, menanam kebencian akan menuai
kebencian, menanam kebaikan akan menuai kebaikan, karena itu berpikirlah sebelum bertindak.
Bagaimana mungkin memiliki masa depan yang baik, jika masa sekarang pun tidak dapat kita
pikirkan, bina dan jalani dengan baik?

Apakah kamu masih binggung akan masa depan mu? Bagaimana cara memperolehnya?

(Hong Kosan)
Posted in Sikap | Leave a reply

Fathers Will
Posted on July 6, 2011

Alkisah, hiduplah sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan dua orang anak laki-laki (sebut
saja si-Sulung dan si-Bungsu). Pada suatu hari, sang Ayah mendadak sakit keras dan diprediksi
sudah mendekati ajalnya. Menyadari akan hal ini, sang Ayah pun segera memanggil kedua anak laki-
lakinya si-Sulung dan si-Bungsu.

Sesudah mereka berdua bersimpuh didekat Ayah berbaring, sang Ayah pun menyatakan
permintaannya kepada mereka : Kalian berdua harus berjanji kepada Ayah, bahwa setelah
Ayah meninggal dunia nanti, kalian berdua harus menepati 2 pesan terakhir Ayah. Sambil terisak
tangis dan suasana hati yang tidak karuan, Sulung dan Bungsu pun hanya dapat manggut-manggut
melihat kondisi Ayahnya yang semakin kritis.

Begini kira-kira kedua pesan Ayahnya itu:


PERTAMA, kalian harus berjanji kepada Ayah, bahwa setelah Ayah meninggal nanti, kalian berdua
TIDAK BOLEH MENAGIH PIUTANG kepada siapapun. Tidak ada tindakan lain dari Sulung
maupun Bungsu dalam menanggapi pesan PERTAMA Ayahnya itu selain mengatakan IYA KAMI
BERJANJI dan menganggukkan kepala meski perasaan bingung menghinggapi kedua Anak tersebut.

KEDUA, kalian berdua harus berjanji kepada Ayah, bahwa setelah Ayah meninggal nanti, kalian
berdua TIDAK BOLEH TERKENA SINAR MATAHARI SECARA LANGSUNG. Semakin
bingung-lah mereka terhadap permintaan Ayahnya. Tetapi sekali lagi keadaan lah yang memaksa
mereka berdua untuk mengatakan IYA KAMI BERJANJI dan menganggukkan kepala.

Akhirnya, sesuai dengan rencana sang Ayah pun meninggal dunia dengan tenang karena telah
menyatakan pesannya kepada kedua Anaknya. Prosesi pemakaman pun berlangsung dan kehidupan
harus terus berjalan, karena baik Sulung maupun Bungsu memiliki Wirausaha yang harus dijalankan
sebagai sandaran hidup.

Hari berganti hari, Minggu berganti minggu, Bulan dan Tahun. Tidak terasa 5 tahun telah berlalu
sejak kematian sang Ayah. Disinilah mulai tampak perbedaan yang sangat mencolok antara Sulung
dan Bungsu. Sang Ibu sebagai orang di Tengah pun tanggap akan hal ini. Perbedaan yang paling
nyata adalah soal EKONOMI / KEUANGAN. Sang Ibu merasa iba kepada nasib si-Bungsu yang
ekonominya sangat amburadul dan boleh dikatakan mulai Gulung Tikar. Sebaliknya, sang Ibu pun
bangga kepada nasih si-Sulung yang boleh dibilang sangat sukses dalam bidang ekonomi.

Tergelitik rasa penasaran, iba dan bangga yang bercampur jadi satu, sang Ibu pun mengunjungi si-
Bungsu untuk menanyakan perihal nasibnya:

Wahai Bungsu, mengapa nasib mu sedemikian malangnya anakku ???.

Si Bungsu pun menjawab:


Ini karena saya menuruti 2 pesan wasiat Ayah. PERTAMA, SAYA DILARANG MENAGIH
PIUTANG KEPADA SIAPAPUN. Sedangkan teman, kolega, client, dll tidak berniat untuk
mengembalikan hutang mereka jika tidak ditagih, sehingga lama-kelamaan habislah modal saya Ibu.
KEDUA, Ayah melarang saya untuk KENA SINAR MATAHARI SECARA LANGSUNG, itulah
sebabnya pergi dan pulang dari Toko, saya selalu menggunakan jasa Taxi, karena saya hanya
memiliki sepeda motor, sehingga modal saya lama-kelamaan habis Ibu.

Melihat malangnya nasih Bungsu, sang Ibu pun menghibur dengan mengatakan :
ENGKAU MEMANG ANAK YANG BERBAKTI, KARENA ENGKAU MENJAGA JANJIMU
KEPADA AYAH.
Kemudian berkunjunglah sang Ibu ke kediaman Sulung. Kali ini suasana berubah 180 derajat. Si
Sulung adalah orang yang kaya raya dan sangat makmur ekonominya. Penasaran, sang Ibu pun
menanyakan perihal nasibnya :

Wahai Sulung, mengapa nasibmu sedemikian beruntung anakku ???.

Si Sulung pun menjawab: Ini karena saya menuruti 2 pesan wasiat Ayah.

Sang Ibu pun keheranan akan jawaban Sulung dan menanyakan dengan rasa penasaran yang tinggi,

kok bisa begitu ???.

Sulung pun menjawab :


PERTAMA, SAYA DILARANG MENAGIH PIUTANG KEPADA SIAPAPUN, oleh karena itu
SAYA TIDAK PERNAH MEMBERIKAN HUTANG KEPADA SIAPAPUN, sehingga modal saya
tetap. KEDUA, SAYA DILARANG KENA SINAR MATAHARI SECARA LANGSUNG, karena
saya hanya memiliki sepeda motor, maka saya berangkat ke Toko pagi-pagi benar sebelum matahari
terbit, dan pulang dari Toko malam benar setelah matahari terbenam, sehingga SEMUA
CUSTOMER SAYA TAHU BAHWA TOKO SAYA BUKA PALING PAGI & TUTUP PALING
MALAM, sehingga Toko saya diserbu banyak pelanggan.

Sang Ibu pun keheranan penuh kekaguman akan jawaban dari si-Sulung.

Selama ini anda selalu memerankan karakter Sulung/ Bungsu ???


Semoga bermanfaat untuk menghadapi persoalan hidup apapun. Anda hanya tinggal memilih
Sulung .. atau . Bungsu.

(Tidak Diketahui)
Posted in Sikap | Leave a reply

Belajar tentang Cara Memaafkan


Posted on July 6, 2011

Selalu, saya akan tenggelam dalam luasnya danau di keriput garis mata wanita itu; garis yang
berkisah tentang kesabaran, perjuangan hidup, penderitaan dan pengorbanan serta maaf. Menelusuri
peta yang ada di wajahnya, saya tak pernah tersesat dalam membaca atau mencari sebuah kota
bernama: keikhlasan. Kali ini, saya berusaha menyusun kepingan kesabaran dan danau maaf yang
ada padanya dari sebuah drama kecil yang meluruhkan air mata saya pada akhir Februari 2003 lalu,
di sebuah bangsal kelas II Rumah Sakit Umum Giriwono, Wonogiri.

Tubuh renta wanita itu melangkah ragu, mungkin beberapa bagian disebabkan perjalanan sekitar dua
jam dengan memakai bus. Ia memang hampir selalu mabuk dalam perjalanan semacam itu kendati
hanya dalam bilangan jam.
Mbah! suaranya bergetar saat berada di ambang pintu.

Nanap, ia menatap sesosok tubuh yang tergolek di atas tempat tidur dengan berbagai selang; infus,
bantuan pernapasan, dan saluran pembuangan Laki-laki yang tergolek itu membalas tatapnya,
menahan sejenak, lantas pelan-pelan dialihkan ke tempat lain. Ada sedu tertahan, sesak dalam dada.

Bagaimana, Mbah? kembali sapa wanita itu seraya mendekat dan meraba kening si lelaki.

Yang sakit bagian mana? lanjutnya.

Tangannya membelai kening lelaki itu dan turun ke telinganya. Lelaki itu telah dua hari dirawat di
rumah sakit karena penyakit stroke. Tubuh bagian kanannya lumpuh. Lemah, tangan kiri si lelaki
berusaha meraih tangan wanita itu, menggenggamnya lama, tetap dengan mata menghindari bertatap
dengannya. Ada kepundan yang bergolak-golak di sana dan tangis yang enggan dipurnakan.
Wanita itu tak lain adalah bekas istri dari lelaki yang kini tergolek tersebut. Lebih dua puluh tahun
sudah keduanya berpisah. Sangat sah bagi si wanita itu apabila ia membenci bekas suaminya. Begitu
banyak luka menganga yang ditinggalkan lelaki itu dalam perjalanan hidup yang ia alami. Sebelum
resmi berpisah, suaminya menelantarkan dirinya berikut anak-anaknya. Suaminya lantas menikah
dengan wanita lain, memenuhi istri mudanya dengan kekayaan dan kebahagian, sedangkan wanita ini
terlunta-lunta memperjuangkan hidup yang ingin ia menangkan. Ya, nyaris tak ada apa pun yang
diberikan suaminya selain penderitaan. Ia bukan resmi dicerai di PA, karena itu ia masih menjadi istri
jika sewaktu-waktu suaminya pulang atau bertandang. Selalu tak ada apa-apa yang di bawa lelaki itu
selain perselisihan atau kekesalan pada istri mudanya dan si wanita akan menerimanya dengan sabar.
Tapi, selalu begitu, setelah ia kembali mengandung, suaminya akan segera pergi kembali pada istri
muda-nya, dan kembalilah ia berjuang terlunta-lunta dengan janin dalam kandungan. Tercatatlah,
sembilan anak terlahir dari rahimnya, seorang di antaranya meninggal karena kekurangan air susu.
ASI-nya tidak keluar oleh karena nyaris tak ada makanan layak yang ia konsumsi. Di lain waktu,
pernah selama beberapa minggu ia -berikut anak-anaknya- tidak makan nasi. Tidak ada beras tersisa.
Kendati suaminya hidup berkecukupan bahkan boleh dibilang kaya, saat itu, suaminya menjabat
kepala desa ia tak hendak meminta, apalagi menuntut. Untuk bertahan hidup, ia dan anak-anaknya
memakan daun-daunan yang direbus dengan campuran sedikit beras hasil utang. Jika waktu makan
tiba, ia kumpulkan anak-anak, duduk melingkar memutari kuali tanah berisi bubur daun-daunan
tersebut dengan masing-masing memegang satu piring. Lantas, pada piring masing-masing dituang
bubur encer terebut. Sungguh jauh dari cukup, apalagi rasa kenyang. Sementara suami dan istri
mudanya sekaligus anak-anak mereka makan dengan kenyang dan berlebihan.

Jika malam tiba, gubuk reot yang ia huni itu penuh rebak dengan cerita. Wanita ini gemar sekali
mendongeng untuk anak-anaknya; satu-satunya hiburan yang bisa ia berikan pada anak-anak.
Dengan sebuah lentera kecil yang berkedip-kedip ditiup angin, ia mendongeng Timun Mas, Kepel,
Lutung Kasarung, Roro Mendut-Pronocitro, Minakjinggo-Kenconowungu, dan sekian lagi dongeng
yang ia kreasi sendiri. Anak-anaknya mendengarkan dengan mata berbinar-binar. Kadang-kadang
pula ia mengajarkan tembang-tembang dolanan yang menjadi senandung riang pembawa semangat
anak-anaknya. Sambil bercerita itu, tangannya tak henti bekerja, kadang-kadang sampai larut malam;
menganyam tikar pandan pesanan tetangga, mengupas singkong, oncek dhele, prithil kacang, pipik
jagung.. pekerjaan-pekarjaan khas para petani yang darinya ia peroleh upah tak seberapa. Lantas,
sementara ia terus mendongeng, satu persatu anak-anaknya terlelap di atas tikar yang berlubang dan
bertambal-tambal di sana-sini. Setelah anak-anaknya tertidur, serentak, wajahnya yang semula
berbinar-binar tanpa duka itu meredup. Ia menatap anak-anaknya yang tidur dengan mulut menganga
dan perut berkeriut. Napasnya cekat. Tanpa permisi, air mata berbondong-bondong keluar oleh
tindihan rasa nelangsa. Ya.. di saat yang sama, suami dan istri mudanya berikut anak-anak mereka
terlelap di atas kasur dengan selimut hangat dan perut kekenyangan. Dirinya masih harus merunut
malam yang jauh. Dia tak berpikir akan bertahan hidup, tapi ia tak akan mengakhiri sendiri dengan
bodoh. Saya tak percaya saya masih hidup sampai hari ini, ujarnya bertahun-tahun setelah itu.
Yang ada dalam pikirannya adalah hidup dan bertahan. Ia harus menyelesaikan semua itu dengan
cara-cara pahlawan. Dengan menjadi buruh tani, ia terus mengais. Pekerjaan itu nyaris tak
menjanjikan apa-apa. Tak jarang, ia bekerja di sawah suaminya sendiri sebagai buruh dengan upah
yang tidak lebih besar dari buruh yang lain, bahkan cenderung lebih kecil.

Entah, bagaimana ia mampu menjalani semua itu. Lantas, satu per satu anaknya lulus sekolah. Yang
pertama menyelesaikan SMP, yang kedua bertahan hanya sampai SD, sedangkan yang ketiga tak
mampu menyelesaikan pendidikan terendah sekalipun kendati justru ia anak paling cerdas di antara
anak-anaknya yang lain. Bersama, ketiga anak ini memutuskan merantau ke Jakarta. Tentu saja tak
begitu ada harapan bekerja di tempat yang nyaman. Ketiganya.. menjadi pembantu. Tapi, kendati
sedikit, ketiganya mulai bisa mengirim uang untuk orang tua dan adik-adiknya. Begitulah, wanita ini
telah mengatur rupiah dengan begitu cermat. Ia bahkan tak menyentuh uang-uang kiriman itu, tapi
kesemuanya digunakan untuk membiayai sekolah lima anaknya yang lain. Cukup ajaib, kelima
anaknya tersebut berhasil menamatkan jenjang SLTA.

Hari-hari lesap ke bulan dan bulan tenggelam dalam tahun. Seperti hidupnya, waktu tidak berhenti
berjalan. Satu per satu anaknya lulus, bekerja.. dan menikah. Biaya sekolah tidak melulu ditanggung
anak pertama, tetapi selalu demikian.. setiap ada yang lulus dan mulai bekerja, ia bertugas
melanjutkan estafet amanah itu. Lagi-lagi, keajaiban dan bukti bahwa Tuhan Maha kasih, empat dari
anak-anaknya tersebut lulus tes menjadi pegawai negeri sipil, sebuah pekerjaan yang cukup
bergengsi untuk ukuran daerahnya. Saat sekolah pun, rata-rata mereka mendapat beasiswa atau
keringanan biaya sebagai kompensasi dari prestasi yang diraih.. atau minimal menjadi juara kelas.
Namanya pun menjadi legenda di masyarakatnya bahwa anak-anaknya maupun cucu-cucunya pasti
cerdas dan sukses. Bolehlah dikatakan begitu. Untuk ukuran orang seperti dirinya, tentulah apa yang
ada sekarang ini merupakan sukses yang tidak terbilang. Masing-masing anaknya di Jakarta telah
memiliki hunian yang layak -kendati kecil-, anak pertamanya malah berhasil masuk tes PNS di
Mabes Polri kendati hanya dengan ijazah SMP. Anak-anaknya pun nyaris semua cukup disegani di
lingkungannya, hal mana tidak demikian dengan anak-anak suaminya dari istri mudanya.

Tahun 2002, rumah yang ia huni yang dibangun anak-anaknya pada tahun 1988, ambruk. Kondisinya
memang telah reot. Anak-anaknya bukan tidak tahu, tapi mereka tidak memperbaikinya dalam kurun
yang cukup lama itu disebabkan mereka dilarang oleh sang ayah -suami dari wanita ini- untuk
memperbaiki. Laki-laki itu mungkin hatinya terbuat dari batu, tak juga bisa belajar dari kejadian-
kejadian yang ia alami. Tahun 1988, saat anak terakhir dari istrinya berusia 10 tahun, ia kembali
terpikat wanita lain; seorang janda muda dari kampung sebelah. Karena tak bisa menikah resmi,
keduanya entahlah, mungkin nikah di bawah tangan tinggal serumah. Kali ini, wanitanya tak
sebaik dan sesabar dua istrinya terdahulu. Hartanya habis dalam bilangan tahun. Dan.. empat tahun
kemudian, jabatannya sebagai kepala desa berakhir. Hidup dengan sisa-sisa kejayaan masa lalu,
wanita muda ini tidak bertahan. Ia memilih pergi meninggalkan si lelaki yang kini tak lagi bisa
mencukupi kebutuhannya.
Lantas, seperti roda.. hidup berputar. Allah terus memperjalankan takdirnya yang tak terkata namun
bagian dari hal paling tetap dan niscaya. Bukan karma. Lelaki ini menjalani hidupnya sendiri,
menjadi buruh tani karena sawahnya telah habis terjual dan tinggal di kesunyian rumahnya: tanpa
anak dan istri. Sementara istrinya si wanita ini mulai merasai kebahagiaan dari hidup yang lebih
layak, riang dipenuhi jeritan manja cucu-cucu dan rengekan mereka. Maka, meradanglah si lelaki
saat anak-anaknya berniat membangun sebuah rumah untuk ibunya karena rumah yang kemarin
rubuh. Tak hanya fitnah, teror pun dilangsungkan. Anak-anaknya tak menyerah, tetap berusaha
membangun rumah itu karena memang sudah tidak bisa ditunda lagi. Dulu mereka menahan-nahan
niat tersebut selama bertahun-tahun, dan sekarang tak bisa lagi.

Tersebutlah, di suatu malam, si wanita istrinya yang telah ditelantarkan itu mendengar suara
berisik ayam-ayam di kandang. Berjingkat, ia membuka pintu belakang rumah. Masih sempat sekilas
ia melihat suaminya menaburkan sesuatu di sudut luar rumah. Kendati dalam remang, ia masih bisa
mengenali bahwa sosok itu adalah suaminya. Paginya, tiba-tiba ia lumpuh. Tubuhnya lemah dan tak
bisa berdiri. Orang-orang menduga itu teluh. Setelah dirawat beberapa saat di RS, alhamdulillah ia
sembuh. Teror tak berhenti. Suaminya, secara terbuka, mendoakan agar kayu-kayu rumahnya
keropos dimakan rayap. Dan doanya terkabul, tapi kali ini bukan pada rumah si wanita, melainkan
rumahnya sendiri. Beberapa waktu kemudian ia mengancam akan membakar rumah itu, dan sekali
lagi, rencana itu kendati bukan dia terlaksana. Juga bukan pada rumah si wanita, melainkan
rumahnya sendiri. Karena lupa memadamkan api di tungku, rumah belakangnya terbakar. Itu semua
belum berakhir. Dalam kesendirian yang diliputi rasa dengki dan iri, ia mendoakan agar si wanita ini
diserang penyakit. Dan lagi.. doanya terkabul, juga bukan untuk si wanita, tapi untuk dirinya sendiri.
Tiba-tiba, orang-orang menemukan lelaki itu tak bisa bicara dan sebelah tubuhnya lumpuh. Ia
terserang stroke untuk pertama kali yang sekaligus masuk dalam stadium kritis. Anak-anaknya
membawanya ke rumah sakit. Dan.. kejadian hari itu adalah bak sebuah drama nyata. Sebuah babak
yang luar biasa indah saat si wanita -dengan langkah ragu dan bergetar, sebagian oleh sisa perjalanan
yang membuatnya mabuk darat-menjenguk bekas suaminya yang tergolek di rumah sakit. Ada
pancaran iba dan kasih yang tulus saat ia meraba, mengusap, dan bertanya tentang kabar dengan
terbata-bata. Mesra sekali saat ia memijit kaki lelaki itu.

Piye rasane, Mbah? tanyanya dengan panggilan mesra.

Mbah? Aduhai, nyaman sekali. Saat belum punya anak, ia memanggil lelaki ini dengan sebutan
Kakang, saat sudah punya anak dengan sebutan Pak, dan saat telah dianugerahi cucu demikian
banyak, ia memanggilnya Mbah

Gemetar, tangan kiri lelaki ini karena tubuh bagian kanannya lumpuh-menggenggam tangan renta
yang mengusap keningnya, seakan ia menikmati belaian lembut tersebut dan menahannya sesaat agar
jangan terlalu cepat sirna. Kendati pandangannya dibuang ke sisi lain menghindari wajah bekas-
istrinya ini, ia tak bisa mengingkari ada lautan maaf dan cinta yang telah menggelombanginya.
Melihatnya, saya tak kuasa menahan isak. Seperti lelaki itu, tangis saya cekat di kerongkongan
sementara air mata sudah berbondong-bondong menitik tanpa bisa dicegah lagi. Sesak sekali dada
saya oleh rasa haru yang menekan-nekan.
Ya.. melihat wanita ini, saya seperti tenggelam dalam laut kesabaran. Dan.. dialah wanita tercantik
yang pernah saya jumpai di dunia ini. Dia.. tak lain adalah ibu saya. Ya Tuhan.. ampunilah dosanya,
maafkanlah kesalahannya dan kasihilah dia sebagaimana ia mengasihi kami dalam suka dan duka.

Malam 1 Juni 03

Kenangan dan doa untuk Bundaku, orang paling berharga dalam hidupku.

(Tidak Diketahui)
Posted in Sikap | Leave a reply

Waktu Tiada Berhujung


Posted on July 6, 2011

Betapa hebatnya waktu mengatur kita. Ketika loceng jam hari kerja berdering, tanpa diperintah
segera kita berkemas. Menyimpan kertas dan pensil dalam laci, lalu meninggalkannya jauh-jauh.
Seolah semua persoalan telah terpecahkan untuk hari itu. Padahal masalah tetap terjaga selagi kita
pejamkan mata.

Namun, esok hari, ketika lonceng jam kerja mulai berdentang, semua tumpukan masalah kita aduk,
seolah ia terlampau banyak tidur semalam. Perselisihanpun bolehlah dilanjutkan kembali. Ah, betapa
hebatnya waktu menghibur kita. Betapa bergairahnya waktu membangunkan kita.

Ketika kita mengatur waktu, sesungguhnya kita pun mengatur fikiran, mengatur emosi, dan mengatur
perasaan kita. Kerana waktu adalah lingkaran dimana kehidupan kita berjalan, kita atur waktu untuk
mengatur kehidupan.

Kita rayakan sesuatu kerana kita berjaya ciptakan hari besar. Kita heningkan diri kerana kita
tegakkan kesyahduan. Dan, semua itu kita rangkai dalam jalinan waktu. Maka, hanya mereka yang
tak kenal akan waktulah yang terjerat dalam persoalan tiada berhujung. Waktu tidak berhujung
hinggalah hari pembalasan. Namun selepas itu juga waktu masih belum tahu penghujungnya.

Kredibiliti adalah sesuatu yang sangat berharga. Sekali kredibiliti telah hilang, akan sangat sukar
untuk diperoleh kembali. Tanpa kredibiliti, adalah mustahil untuk memelihara dan mencapai suatu
kejayaan. Perhatikan dalam lingkungan yang penuh ketidak percayaan dan prasangka, hanya sedikit
yang dapat dicapai seseorang.

Janji dan komitmen bukan sekadar alat. Jauh lebih penting, keduanya adalah apa yang kita perlukan
untuk membangun ataupun menghancurkan kredibiliti. Oleh itu, kita harus memilih komitmen apa
yang mampu kita berikan, dan janji apa yang mampu kita tepati.

Sebuah kredibiliti yang kuat dan nyata, boleh membawa anda maju. Oleh kerana itu berhati-hatilah
terhadap kredibiiti. Jangan korbankan itu demi kepentingan seketika. Berkatalah jujur, hormati
komitmen anda, dan anda akan mampu meraih apa yang sekarang anda miliki atau atau tidak mampu
anda mimpikan.

Saya Tidak Tahu.

Menjadi cerdas, tidak berarti mengetahui segala jawaban. Kadang1, jawaban paling cerdas yang anda
dapat katakan adalah Saya tidak tahu. Diperlukan rasa percaya diri dan kecerdasan extra untuk
mengakui ketidaktahuan anda. Dan saat anda melakukannya, anda sedang dalam proses mempelajari
jawaban yang sebenar.

Seringkali, kerana alasan kebanggaan dan mencegah rasa tidak selesa, kita mengatakan tahu, padahal
kita tidak tahu. Dgn cara ini, kita telah menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar lebih lanjut.
Percayalah, tidak ada salahnya anda tidak mengetahui suatu hal.

Bahagian penting dari kebijaksanaan adalah mengetahui batas pengetahuan anda. Mengetahui apa
yang anda tahu dan apa yang anda tidak tahu. Orang yang benar-benar cerdas adalah orang yang tahu
dan mengerti, bahawa tak semua pertanyaan dapat ia jawab. Orang yang benar-benar cerdas, adalah
orang yang mau bertanya, mau belajar, mau meningkatkan diri.

Gunakan pengetahuan yang anda miliki, dan miliki pengetahuan yang anda perlukan. Itu adalah jalan
terbaik yang dapat anda tempuh.

(Tidak Diketahui)
Posted in Sikap | Leave a reply

Time
Posted on July 6, 2011

Seperti biasa Rudi, kepala cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di
rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Imron, putra pertamanya yang baru duduk di
kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.

Kok, belum tidur? sapa Rudi sambil mencium anaknya.

Biasanya, Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke
kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Imron menjawab, Aku nunggu Ayah pulang.
Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?

Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?

Ah, enggak. Pengen tahu aja.


Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-.
Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja, Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?

Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu
dan menyalakan televisi. Ketika Rudi beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari
mengikutinya.

Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp 40.000,-
dong, katanya.

Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok, perintah Rudi.

Tetapi Imron tak beranjak.

Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, Imron kembali bertanya, Ayah, aku boleh pinjam
uang Rp 5.000,- nggak?

Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Ayah capek.
Dan mau mandi dulu. Tidurlah.

Tapi, Ayah Kesabaran Rudi habis.

Ayah bilang tidur! hardiknya mengejutkan Imron.

Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Rudi nampak menyesali hardikannya, Ia
pun menengok Imron di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Imron didapatinya
sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata, Maafkan Ayah, Nak. Ayah
sayang sama Imron. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok
kan bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun ayah kasih.

Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari
uang jajan selama minggu ini.

Iya, iya, tapi buat apa? tanya Rudi lembut.

Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu
sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka
tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-, maka
setengah jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari
Ayah, kata Imron polos.
Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat.

Saya tidak tahu apakah kisah di atas fiktif atau kisah nyata. Tapi saya tahu kebanyakan anak-anak
orang kantoran maupun wirausahawan saat ini memang merindukan saat-saat bercengkerama
dengan orang tua mereka. Saat dimana mereka tidak merasa disingkirkan dan diserahkan kepada
suster, pembantu atau sopir. Mereka tidak butuh uang yang lebih banyak. Mereka ingin lebih dari
itu. Mereka ingin merasakan sentuhan kasih-sayang Ayah dan Ibunya. Apakah hal ini berlebihan?
Sebagian besar wanita karier yang nampaknya menikmati emansipasi-nya, diam-diam menangis
dalam hati ketika anak-anak mereka lebih dekat dengan suster, supir, dan pembantu daripada ibu
kandung mereka sendiri. Seorang wanita muda yang menduduki posisi asisten manajer sebuah bank
swasta, menangis pilu ketika menceritakan bagaimana anaknya yang sakit demam tinggi tak mau
dipeluk ibunya, tetapi berteriak-teriak memanggil nama pembantu mereka yang sedang mudik
lebaran.
(Tidak Diketahui)
Posted in Sikap | Leave a reply

Wadah Hati
Posted on July 6, 2011

Suatu ketika hiduplah seorang tua bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang pemuda sedang dirudung
banyak masalah. Langkahnya gontai dan air mukanya ruwet. Tamu itu memang tampak seperti orang
yg tak bahagia. Tanpa membuang waktu orang itu langsung menceritakan semua masalahnya.

Pak tua bijak hanya mendengarkan dengan seksama, lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit dan
meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air.

Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan.

Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya, ujar pak tua.

Pahit, pahit sekali, jawab tamu sambil meludah ke samping.

Pak tua itu sedikit tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga di dalam
hutan tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingandan akhirnya sampai ke tepi telaga
yang tenang itu. Pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke telaga itu, dan dengan sepotong
kayu ia mengaduknya.

Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah.

Saat tamu itu mereguk air itu, Pak tua kembali bertanya lagi kepadanya, Bagaimana rasanya?

Segar, sahut tamu.

Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu? tanya pak tua.
Tidak, sahut tamu itu.

Dengan bijak pak tua itu menepuk punggung si anak muda, ia lalu mengajaknya duduk berhadapan,
bersimpuh di samping telaga itu.

Anak muda, dengarlah : pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam serbuk pahit, tak lebih tak
kurang. Jumlah dan rasa pahitnyapun sama dan memang akan tetap sama. Tetapi kepahitan yang kita
rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan
tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung dari hati kita sendiri. Jadi saat kamu
merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yang kamu dapat lakukan,
lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu, luaskanlah hatimu untuk menampung setiap
kepahitan itu.

Pak tua itu lalu kembali menasehatkan : Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu.
Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi jangan jadikan hatimu seperti gelas,
buatlah laksana telaga yang mampu menampung setiap kepahitan itu, dan merubahnya menjadi
kesegaran dan kebahagiaan.

Keduanya lalu beranjak pulang, dan sama-sama belajar pada hari itu. Dan pak tua, si orang bijak itu
kembali menyimpan serbuk pahit, untuk anak muda lain yang sering datang kepadanya membawa
keresahan jiwa.

All great things have small beginning


Sebatang Bambu
JUL 7

Posted by Motivasi Hidup

Sebatang bambu yang indah tumbuh di


halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara
batang-batang bambu lainnya.
Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu. Dia berkata kepada
batang bambu, Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air yg
sangat berguna untuk mengairi sawahku?
Batang bambu menjawabnya, Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau,Tuan.
Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran air
itu.
Sang petani menjawab, Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari
rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat
melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai
dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam
batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila aku sudah selesai dengan
pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawah
sehingga padi yang ditanam dapat tumbuh dengan subur.
Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam.., kemudian dia berkata kpd petani,
Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan
sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau
membelah-belah batangku yang indah ini dan pasti tak tertahankan ketika engkau
mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu.
Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?
Petani menjawab, Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua ini karena aku
memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini.
Jadi tenanglah. Akhirnya batang bambu itu menyerah, Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali
berguna ketimbang batang bambu yg lain. Inilah aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai
dengan yang kau kehendaki.
Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya
menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air
yang mengairi sawah sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.
Hidup akan indah jika kita saling membantu satu sama yang lainnya dengan iklhas.

Maafkan aku, Kawan


MAR 22

Posted by Motivasi Hidup

Dua orang sahabat karib sedang berjalan melintasi


gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya.
Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas
pasir : HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk
mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris
tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya
sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN
NYAWAKU.

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, Kenapa setelah saya melukai hatimu,
kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu? Temannya sambil tersenyum
menjawab, Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin
maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi,
kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin.

Begitu mudahnya kita memutuskan sebuah pertemanan hanya karena sakit hati atas sebuah
perbuatan atau perkataan yang menurut kita keterlaluan hingga menyakiti hati kita. Sebuah sakit
hati lebih perkasa untuk merusak dibanding begitu banyak kebaikan untuk menjaga.

Mungkin ini memang bagian dari sifat buruk diri kita. Ketika sakit hati yang paling penting adalah
melihat apakah memang orang yang menyakiti hati kita itu tidak kita sakiti terlebih dahulu.
Bukankah sudah menjadi kewajaran sifat orang untuk membalas dendam? Maka sungguh sangat
bisa jadi kita telah melukai hatinya terlebih dahulu dan dia menginginkan sakit yang sama seperti
yang dia rasakan. Bisa jadi juga sakit hati kita karena kesalahan kita sendiri yang salah dalam
menafsirkan perkataan atau perbuatan teman kita. Bisa jadi kita tersinggung oleh perkataan
sahabat kita yang dimaksudkannya sebagai gurauan.

Cerita Segelas susu penuh makna

Suatu hari, seorang anak miskin yang berjualan dari rumah ke rumah untuk
membiayai sekolahnya merasa sangat lapar, tapi dia hanya mempunyai uang satu
sen. Ia memutuskan untuk minta makan di rumah berikutnya, namun segera
kehilangan keberaniannya ketika seorang gadis cantik telah membukakan pintu.
Sebagai Gantinya ia minta air.
Gadis itu melihat bahwa si anak kecil tersebut tampak kelaparan, ia lalu
membawakannya segelas besar susu. Anak itu pun meminumnya perlahan-lahan.

"Berapa harus keubayar segelas susu ini?" kata anak itu.

"Kau tidak harus membayar apa-apa," jawab si gadis. "Ibu melarangku menerima
pembayaran atas kebaikan yang ku lakukan."

"Bila demikian, kuucapkan terima kasih banyak dari lubuk hatiku."

Howard Kelly (nama si anak kecil tersebut) lalu meninggalkan rumah itu. Ia tidak
saja merasa lebih kuat badannya, tapi keyakinannya kepada Tuhan dan
kepercayaannya pada sesama manusia menjadi semakin mantap. Sebelumnya ia
telah merasa putus asa dan hendak menyerah pada nasib.

Beberapa tahun kemudian gadis itu menderita sakit parah. Para dokter setempat
merasa kebingungan sewaktu mendiagnosa penyakitnya. Mereka lalu mengirimnya
ke kota besar dan mengundang beberapa dokter ahli untuk mempelajari penyakit
langka si pasien. Dokter Howard Kelly akhirnya dipanggil ke ruang konsultasi untuk
dimintai pendapat.

Ketika mendengar nama kota asal si pasien, terlihat pancaran aneh di mata Dokter
Kelly. Ia segera bangkit lalu berjalan di lorong rumah sakit dengan berpakaian
dokter untuk menemui si pasien. Dokter Kelly segera mengenali wanita sakit itu. Ia
lalu kembali ke ruang konsultasi dengan tekad untuk menyelamatkan nyawanya.

Sejak hari itu Dokter Kelly memberikan perhatian khusus pada kasus si pasien.
Setelah dirawat cukup lama, akhirnya si pasien bisa disembuhkan. Dokter Kelly
meminta kepada bagian keuangan agar tagihan rumah sakit diajukan kepadanya
dahulu untuk disetujui sebelum diserahkan kepada pasien.

Nota tagihan pun kemudian dikirimkan ke kantor Dokter Kelly. Ia mengamati


sejenak lalu menuliskan sesuatu dipinggirnya. Tagihan tersebut kemudian
dikirimkan ke kamar pasien.

Si pasien takut membuka amplop karena yakin bahwa untuk dapat melunasinya ia
harus menghabiskan sisa umurnya.

Akhirnya, tagihan itu dibuka dan pandangannya segera tertuju pada tulisan di
pinggir tagihan itu

Telah dibayar lunas dengan segelas susu.

tertanda
Dr Howard Kelly

Air mata bahagia membanjiri mata si pasien. Ia berkata dalam hati, Terima kasih
Tuhan, cinta-Mu telah tersebar luas lewat hati dan tangan manusia
Pelajaran Berharga

Pada bulan ke-2 diawal kuliah, seorang Profesor yang mengajar mata
kuliah Discret Mathematic memberi quiz mendadak pada kami. Kebetulan aku
cukup
menyimak semua kuliah-kuliahnya, jadi dengan cukup cepat aku
selesaikan soal-soal quiz, sampai akhirnya aku sampai pada soal yang terakhir
yang membuat aku agak kaget. Isi soal terakhir ini adalah : Siapa nama depan
wanita yang menjadi petugas pembersih sekolah ? Aku yakin soal ini cuma
bercanda. Aku sering melihat perempuan ini. Tinggi, berambut gelap dan
berusia sekitar 50-an, tapi gimana aku bisa tahu nama depannya ?

Akhirnya aku kumpulin kertas ujianku, tentu saja dengan jawaban soal
terakhir kosong. Sebelum kelas berakhir, seorang mahasiswa yang duduk
dua baris dibelakangku bertanya pada Profesor itu, mengenai soal terakhir akan
dihitung atau tidak. Tentu saja dihitung !! kata si Profesor. Pada
perjalanan karirmu, kamu akan ketemu banyak orang, semuanya penting! Semua
harus kamu perhatikan dan pelihara, walaupun itu cuma dengan sepotong
senyuman,
atau sekilas hallo! Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu,
bahwa nama depan ibu pembersih sekolah adalah Dorothy.

Kemudian Profesor itu menceritakan sebuah cerita sebelum dia


keluar dari kelas, aku masih ingat cerita itu sampai sekarang, kurang lebih
begini ceritanya Beberapa belas tahun yang lalu, pukul setengah dua belas
malam. Seorang wanita negro rapi yang sudah berumur, sedang berdiri di tepi
jalan tol Alabama. Ia nampak mencoba bertahan dalam hujan yang sangat deras,
yang hampir seperti badai. Mobilnya kelihatannya sedang rusak, dan perempuan
ini sangat ingin menumpang mobil. Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba
menghentikan setiap mobil yang lewat. Dan kebanyakan mobil yang lewat,
dikendarai oleh orang-orang ras kulit putih American. Dan mungkin karena di
tahun 1960-an terjadi konflik etnis, pengemudi mobil-mobil tersebut bahkan
tidak mengacuhkan wanita negro tersebut.

Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda Amerika berambut


pirang,dia berhenti untuk menolong ibu ini. Pemuda ini sama sekali tidak peduli
akan konflik etnis tahun 1960-an. Pemuda ini akhirnya membawa si ibu negro
selamat hingga suatu tempat, untuk mendapatkan pertolongan, lalu mencarikan si
ibu ini taksi. Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu tadi bertanya
tentang alamat si pemuda pirang itu, menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih
pada si pemuda.

Tujuh hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda ini diketuk
seseorang. Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah
televisi set besar berwarna (bahkan pada tahun 1960-an di Amerika,
barang ini masih merupakan barang mewah) khusus dikirim kerumahnya. Terselip
surat kecil tertempel di televisi, yang isinya adalah : Terima kasih nak,
karena membantuku di jalan Tol malam itu. Hujan tidak hanya membasahi bajuku,
tetapi juga jiwaku. Untung saja anda datang dan menolong saya.
Karena pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi suamiku
yang sedang sekarat hingga wafatnya. Tuhan memberkati anda, karena
membantu saya dan tidak mementingkan dirimu pada saat itu Tertanda Mrs. Nat
King Cole. (Nat King Cole, adalah penyanyi negro tenar thn. 60-an di USA).

Itulah cerita yang diceritakan profesor itu, dan sebelum dia keluar
dari kelas, dia melontarkan kata-kata yang memang sudah aku tebak
sebelumnya, kata-kata itu adalah Kalian tahu, pemuda itu adalah aku, dan
aku tidak akan pernah melupakan pelajaran berharga itu.