Anda di halaman 1dari 2

Apa yang dimaksud dengan protein terapeutik?

Jawab : Protein terapeutik merupakan molekul protein yang memiliki aktivitas sebagai obat
sehingga dapat digunakan untuk keperluan klinis. Produksi protein terapeutik saat ini sangat
berkembang karena adanya kemajuan teknologi diberbagai bidang.

Sebutkan contoh dan manfaat dari protein terapeutik?


Jawab : salah satu jenis protein terapeutik yang populer dan telah digunakan secara luas
adalah interferon (IFN), salah satu jenis protein IFN yaitu interferon alfa-2a manusia
(hIFN2a). IFN merupakan suatu protein yang dihasilkan dalam tubuh ketika sel terpapar
oleh virus, bakteri atau antigen asing. hIFN2a memiliki 3 aktivitas berbeda, yaitu :
1. Antiproliferasi (menghambat pembelahan sel kanker)
2. Antivirus (menghambat perbanyakan virus)
3. Immunomodulasi (menaikkan sistem kekebalan tubuh)

Apa saja yang harus dipertimbangkan dalam formulasi sediaan protein terapeutik?
Jawab : Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan produksi protein
rekombinan adalah : pengetahuan mengenai pemilihan sistem ekspresi untuk memperoleh
protein terapeutik dengan sifat dan aktivitas sesuai harapan; penyesuaian dengan regulasi dari
badan berwenang untuk tujuan komersialisasi; penguasaan berbagai metode untuk
karakterisasi dan purifikasi protein serta pengetahuan mengenai status permasalahan terkini
dari protein terapeutik dan pemecahannya untuk melakukan pengembangan melalui
modifikasi protein.

Perkembangan dunia pengobatan setelah post genomic era bergeser pada terapi gen
dan stem cell.
Apa yang dimaksud dengan terapi gen dan stem cell?
Jawab: Terapi gen adalah suatu teknik terapi yang digunakan untuk memperbaiki gen-gen
mutan (abnormal/cacat) yang bertanggung jawab terhadap terjadinya suatu penyakit. Pada
awalnya, terapi gen diciptakan untuk mengobati penyakit keturunan (genetik) yang terjadi
karena mutasi pada satu gen, seperti penyakit fibrosis sistik. Penggunaan terapi gen pada
penyakit tersebut dilakukan dengan memasukkan gen normal yang spesifik ke dalam sel yang
memiliki gen mutan. Terapi gen kemudian berkembang untuk mengobati penyakit yang
terjadi karena mutasi di banyak gen, seperti kanker.
Stem Cell merupakan sel yang belum berdiferensiasi dan mempunyai potensi yang sangat
tinggi untuk berkembang menjadi banyak jenis sel yang berbeda di dalam tubuh. Stem Cell
juga berfungsi sebagai sistem perbaikan untuk mengganti sel-sel tubuh yang telah rusak demi
kelangsungan hidup organisme.

Apa prinsip keduanya?


Jawab : prinsip terapi gen Jika versi normal dari gen untuk penyakit manusia telah berhasil
diklon, maka sangat berguna untuk memperbaiki kecacatan/mutasi gen tersebut. Prinsip stem
cell

Apa dampak dalam dunia media pengobatan tersebut?


Jawab :
o Dampak Positif dalam Penggunaan Stem Cell
1. Stem Cell pada embryonic stem cell:
Representatif dari klinik fertilitas.
Bersifat pluripoten sehingga dapat berdiferensiasi menjadi segala jenis sel
dalam tubuh.
Immortal. dapat berproliferasi beratus-ratus kali lipat pada kultur.
Reaksi penolakan rendah.
2. Stem Cell pada umbilical cord blood stem cell (stem cell dari darah tali pusat) :
Mudah didapat (tersedia banyak bank darah tali pusat).
Siap pakai, karena telah melalui tahap prescreening, testing dan pembekuan.
Kontaminasi virus minimal dibandingkan dengan stem cell dari sumsum
tulang.
Cara pengambilan mudah, tidak berisiko atau menyakiti donor.
Risiko GVHD (graft-versus-host disease) lebih rendah dibandingkan dengan
menggunakan stem cell dari sumsum tulang, dan transplantasi tetap dapat
dilakukan walaupun HLA matching tidak sempurna atau dengan kata lain
toleransi terhadap ketidaksesuaian HLA matching lebih besar dibandingkan
dengan stem cell dari sumsum tulang.
3. Stem Cell pada adult stem cell:
Dapat diambil dari sel pasien sendiri sehingga menghindari penolakan
imun.
Sudah terspesialisasi sehingga induksi menjadi lebih sederhana.
Secara etis tidak ada masalah.
o Dampak Negatif dalam Penggunaan Stem Cell
1. Stem Cell pada embryonic stem cell:
Dapat bersifat tumorigenik. Artinya setiap kontaminasi dengan sel yang tak
berdiferensiasi dapat menimbulkan kanker.
Selalu bersifat allogenik sehingga berpotensi menimbulkan penolakan.
Secara etis sangat kontroversial.
2. Stem Cell pada umbilical cord blood stem cell:
Kemungkinan terkena penyakit genetik. Ada beberapa penyakit genetik
yang tidak terdeteksi saat lahir sehingga diperlukan follow up setelah donor
beranjak dewasa.
Jumlah stem cell relatif terbatas sehingga ada ketidaksesuaian antara jumlah
stem cell yang diperlukan resipien dengan yang tersedia dari donor, karena
jumlah sel yang dibutuhkan berbanding lurus dengan usia, berat badan dan
status penyakit.
3. Stem Cell pada adult stem cell:
Jumlahnya sedikit, sangat jarang ditemukan pada jaringan matur sehingga
sulit mendapatkan adult stem cell dalam jumlah banyak.
Masa hidupnya tidak selama embryonic stem cell.
Bersifat multipoten, sehingga diferensiasi tidak seluas.