Anda di halaman 1dari 19

BAB III

TINJAUAN KHUSUS

3.1. Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu

Rumah Sakit Umum daerah Pasar Minggu yang terletak di jalan TB.

Simatupang No. 1, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. UPT (Unit

Pelaksana Teknis) dibentuk berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI

Jakarta Nomor: 670 Tahun 2012 tentang pendirian Rumah Sakit dan nama

RSUD Pasar Minggu. Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor: 42

Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja RSUD Pasar Minggu. RSUD

Pasar Minggu dipimpin oleh direktur dr. T Caroline K, MARS.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu telah mendapat

penetapan sebagai Rumah Sakit yang menerapkan Pola Pengelolaaan

Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) berdasarkan surat

keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor: 1530 Tahun 2014, dan

telah mendapat sertifikat penetapan kelas rumah sakit Nomor 2000 Tahun

2015 dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta sebagai Rumah Sakit

Umum Daerah tipe B. Telah mendapat Izin Operasional Rumah Sakit

Umum Daerah Kelas B Nomor 44/2.5/31/-1.777/2015 tanggal 1 September

2015. Telah terbit Peraturan Gubernur Nomor 211 Tahun 2015 tanggal 2

September 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum

Daerah Pasar Minggu.

63
64

3.2. Visi dan Misi RSUD Pasar Minggu

3.2.1. Visi

RSUD Pasar Minggu memiliki visi Menjadi Rumah Sakit

Pilihan Masyarakat Dengan Layanan Terbaik Menuju Jakarta Sehat

Untuk Semua Tahun 2017.

3.2.2. Misi

Misi dari RSUD Pasar Minggu yaitu :

1. Memberikan pelayanan kesehatan cepat, tanggap, efisien,

transparan, dan akuntabel.

2. Pengembangan SDM yang beretika dan professional dengan

peningkatan kompetensi yang berkesinambungan.

3. Menerapkan sistem manajemen yang efektif, efisien, transparan

dan akuntabel.

3.2.3. Motto

Adapun Motto dari RSUD Pasar Minggu Pelayanan Kesehatan

Yang Berkualitas adalah Prioritas Kami.

3.2.4. Klasifikasi

RSUD Pasar Minggu merupakan rumah sakit pemerintah tipe B,

milik pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terletak di Jakarta

Selatan. RSUD Pasar Minggu merupakan rumah sakit pendidikan

yang bekerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya bekerjasama

dengan Institut Sain Teknologi Nasional dalam melaksanakan program

pendidikan dibidang kesehatan.


65

3.3. Logo RSUD Pasar Minggu

Gambar 1. Logo RSUD Pasar Minggu

Arti dari Logo RSUD Pasar Minggu :

Huruf P dan M membentuk Gambaran Hati:

Melambangkan Pelayanan kesehatan RSUD Pasar Minggu dilakukan

dengan tulus dan Sepenuh Hati.

Biru:

Melambangkan Persahabatan dan Hubungan yang Harmonis.

Oranye:

Melambangkan Suasana yang Adil, Antusias, dan Penuh Kegembiraan

bagi setiap pegawai untuk mengembangkan diri.

Hijau :

Melambangkan RSUD Pasar Minggu selalu Berinovasi untuk

Meningkatkan dan Mengembangkan Pelayanan Kesehatan dan

Memperhatikan Lingkungan

Gambar Palang Sama Sisi:

Melambangkan Pelayanan Kesehatan.


66

3.4. Struktur Organisasi

Struktur organisasi RSUD Pasar Minggu berdasarkan keputusan

kepala staf adalah sebagai berikut :

a. Eselon Pemimpin Rumah Sakit, terdiri atas :

1) Direktur Utama RSUD Pasar Minggu

2) Wakil Direktur RSUD Pasar Minggu, disingkat WaDir RSUD Pasar

Minggu. Ada 2 Wakil Direktur di RSUD Pasar Minggu yaitu : Wakil

Direktur Keuangan dan Umum dan Wakil Direktur Pelayanan Medis.

b. Eselon Pembantu Pimpinan, terdiri atas :

1) Kepala Bagian Umum dan Pembayaran

2) Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (SDM)

3) Kepala Bagian Keuangan dan Perencanaan

4) Kepala Bidang Pelayanan Medis

5) Kepala Bidang Pelayanan Penunjang Medis

6) Kepala Bidang Pelayanan Keperawatan.

c. Eselon Pelaksana, terdiri atas :

1) Kepala Instalasi Gawat Darurat

2) Kepala Instalasi Rawat Jalan

3) Kepala Instalasi Rawat inap

4) Kepala Instalasi Ruang Khusus dan Kebidanan

5) Kepala Instalasi Bedah Sentral

6) Kepala Instalasi Farmasi

7) Kepala Instalasi Radiologi


67

8) Kepala Instalasi Laboratorium

9) Kepala Instalasi Gizi

10) Kepala Instalasi Rehabilitasi Medik

11) Kepala Instalasi Penunjang Khusus (CSSD, Laundry, Kamar

Jenazah, ICU)

12) Kepala Instalasi Rekam Medis

13) No. SATPEL Logistik Keperawatan

14) No. SATPEL Mutu Asuhan Keperawatan

15) No. SATPEL SDM Keperawatan

3.5. Instalasi Farmasi RSUD Pasar Minggu

Instalasi Farmasi RSUD Pasar Minggu merupakan satuan kerja

fungsional sebagai pusat pendapatan di lingkungan RSUD Pasar Minggu

yang berada dibawah Wakil Direktur Pelayanan Medis yang dibawahi

Kepala Bidang Pelayanan Penunjang Medis. Instalasi Farmasi dipimpin oleh

seorang Apoteker pejabat yang disebut Kepala Instalasi Farmasi.

Tujuan instalasi Farmasi RSUD Pasar Minggu menyelenggarakan

kebijakan obat di rumah sakit melalui pelayanan farmasi satu pintu,

professional, berdasarkan prosedur kefarmasian dan etika profesi, bekerja

dengan dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lain yang terkait dalam

rangka meningkatkan penggunaan obat yang rasional.


68

3.6. Pelayanan Rumah Sakit Pasar Minggu

3.6.1. Pelayanan Rawat Jalan

Pelayanan rawat jalan di Rumah Sakit Pasar Minggu dilakukan

pada waktu pagi, sore dan malam hari dengan pola pelayanan yang

ditata baik dan dilaksanakan oleh para spesialis. Pelayanan pada pagi

hari ditunjang oleh 17 klinik yang terdiri dari :

1. Poliklinik Anak,

2. Poliklinik Kebidanan

3. Poliklinik Penyakit Dalam

4. Poliklinik Bedah Umum

5. Poliklinik Mata

6. Poliklinik Saraf

7. Poliklinik Jantung

8. Poliklinik Paru

9. Poliklinik Ortopedi

10.Poliklinik Kulit Kelamin

11.Poliklinik Gigi

12.Poliklinik Kedokteran Jiwa

13.Poliklinik Psikiatri

14.Poliklinik Rehabilitasi Medik

15.Poliklinik Fisioterapi

16.Poliklinik Anastesi

17.Poliklinik Urulogi
69

3.6.2. Pelayanan Rawat Inap

Fasilitas Pelayanan rawar inap terdiri dari : very very important

person (VVIP), very important person (VIP), Kelas 1, Kelas 2, Kelas

3, Isolasi, Intersive cardiac Care unit (ICCU), Intersive Care unit

(ICU), Higt Care Unit (HCU), Neonatal Intersive Care unit (NICU),

Pediatric Intersive Care unit (PICU), Perinatologi, Verlos Kamer

(VK), Operatie Kamer (OK). Dengan total tempat tidur adalah 468

tempat tidur.

Depo farmasi untuk pelayanan rawat inap terdiri dari dua lokasi

yang masing-masing menangani pelayanan farmasi untuk bagian-

bagian yang berbeda, yaitu :

a. Depo 3

Depo 3 berada dibawah kepemimpinan seorang Apoteker dibantu

oleh 11 Tenaga Teknis Kefarmasian, terletak di lantai 3 gedung

RSUD Pasar Minggu. Depo 3 ini melayani distribusi obat maupun

alkes keruang perawatan yaitu lantai 3, 4, 5, dan 9.

b. Depo 6

Depo 6 berada dibawah kepemimpinan seorang Apoteker dibantu

oleh 12 Tenaga Teknis Kefarmasian, terletak di lantai 6 gedung

RSUD Pasar Minggu. Depo 6 ini melayani distribusi obat maupun

alkes keruang perawatan yaitu lantai 6, 7, 8, dan 10.


70

c. Depo OK

Depo OK berada dibawah kepemimpinan seorang Apoteker dibantu

oleh 2 Tenaga Teknis Kefarmasian, terletak di lantai 3 gedung

RSUD Pasar Minggu.

d. Depo IGD

Depo IGD berada dibawah kepemimpinan seorang Apoteker

dibantu oleh 4 Tenaga Teknis Kefarmasian, terletak dilantai 1

gedung RSUD Pasar Minggu.

3.6.3. Pelayanan Gawat Darurat

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan pintu gerbang

masuknya pasien yang membutuhkan pertolongan cepat dan tepat.

IGD memberikan layanan lengkap dan terpadu mencakup pelayanan

Laboratorium, Radiologi, dan Farmasi. IGD dilengkapi dengan

peralatan medis terkini dan didukung dengan tenaga kesehatan

perawat serta dokter jaga yang terlatih dan terlampil, intensivis, dokter

spesialis dan sub-spesialis on call yang siap menolong pasien dengan

berbagai masalah kesehatan dan memerlukan pelayanan gawat

darurat. Pelayanan IGD RSUD Pasar Minggu membuka layanan

emergency 24 jam.

3.6.4. Laboratorium

Pelayanan diagnestik dengan pelayanan 24 jam untuk melayani

IGD dan Rawat Inap sedangkan untuk pelayanan Rawat Jalan

melayani setiap hari kerja. Instalasi Laboratorium RSUD Pasar


71

Minggu dapat melakukan berbagai pemeriksaan laboratorium seperti

Hematologi, urin lengkap, kimia darah, elektrolit, analisis gas darah,

hematosis, dan lain-lain.

3.6.5. Radiologi

Salah satu sarana penunjang medis yang memberikan layanan

pemeriksaan dengan hasil berupa foto/gambar/image yang dapat

membantu dokter dalam merawat pasien dalam penegakan diagnosis.

Instalasi Radiologi RSUD Pasar Minggu menyediakan fasilitas

pemeriksaan Rontgen. Pemeriksaan Radiologi Tanpa Kontras.

Pemeriksaan Radiologi Kontras (Perjanjian), Pemeriksaan CT Scan

(Perjanjian), Pemeriksaan Mammografi dan Panoramic.

Instalasi Radiologi RSUD Pasar Minggu didukung dengan

perlatan yang canggih dan personil yang mampu memberikan hasil

yang akurat dan percaya.

3.6.6. Gizi

Instalasi Pelayanan Penunjang Medis yang memberikan

pelayanan gizi dirumah sakit untuk memenuhi kebutuhan gizi baik

pasien Rawat Inap maupun Rawat Jalan untuk keperluan metabolisme

tubuh.

3.6.7. CSSD (Central Sterile Supply Departement)

1. Ruang Dekontaminasi

2. Ruang Proses (Ruang Bersih)

3. Ruang Serah Terima Kotor OK


72

4. Ruang Panel

5. Ruang Air Treatment (Air RO)

3.6.8. Kamar Jenazah

Fasilitas kamar jenazah didukung dengan sarana yang memadai

serta memudahkan akses keluar masuk RSUD Pasar Minggu

memudahkan dalam tata laksana perawatan jenazah yang terletak

dilantai basement.

3.6.9. Kesehatan Keselamatan Kerja (K3)

1. Pengolahan Limbah Cair

Limbah cair berasal dari berbagai macam unit, seperti

laboratorium, laundry, dan bahan radioaktif. Kandungan limbah

cair ini sangat komplek sehingga mempengaruhi kesehatan pada

lingkungan hidup. Penanganan limbah cair ini menggunakan sistem

IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).

2. PengolahanLimbahPadat

1) Limbah Non Medis

2) Desinfeksi dan Sterilisasi Ruangan

3.7. Perbekalan Kesehatan dan Gudang

Perbekalan kesehatan dan Gudang dipimpin oleh seorang apoteker

yang bertanggungjawab kepada Kepala Sub Instalasi Farmasi. Tugas Kepala

Gudang adalah:

a. Membuat rencana kebutuhan obat dan material kesehatan pertahun.

b. Membuat laporan pemakaian obat secara berkala


73

c. Menerima dan mendistribusikan obat ke unit lain

Gudang farmasi merupakan sarana yang digunakan untuk menyimpan

obat-obatan dan material kesehatan dalam jumlah terbatas. Gudang farmasi

terdiri dari 2 bagian, yaitu :

a. Gudang obat, dimana menyimpan obat-obatan baik obat kering maupun

basah

b. Gudang Alkes dan BMHP, menyimpan alat kesehatan sekali pakai.

Sistem penyimpanan digudang farmasi berdasarkan bentuk sediaan

(bentuk kering dan basah), alfabetis, sistem FEFO (First Expire First Out),

dan sistem FIFO (First In First Out).

a. Tempat kering (kelembaban 40-60%).

b. Suhu terkendali 15-25 C (dikontrol dengan Air Conditioner).

c. Suhu dingin (2-8 C): pharmaceutical refrigerator, digunakan untuk

menyimpan produk yg sensitif terhadap panas, dilengkapi dengan kartu

pengontrol suhu.

Contoh :

1) Produk vaksin seperti : vaksin hepatitis B, poli, dan campak.

2) Serum seperti ATS (Anti Tetanus Serum).

3) Suppositoria.

4) Ovula.

5) Reagen.

d. Suhu beku : - 20 sampai dengan -10


74

Untuk penyimpanan obat narkotika disimpan dalam lemari khusus.

Lemari khusus terbuat dari bahan yang kuat, tidak mudah

dipindahkan dan mempunyai 2 (dua) buah kunci yang

berbeda, diletakkan dalam ruang khusus di sudut gudang,

kunci lemari khusus dikuasai oleh Apoteker penanggung

jawab/Apoteker yang ditunjuk dan pegawai lain yang

dikuasakan.

Untuk penyimpanan obat Hight alert disimpan dalam lemari yang

ditandai dengan tulisan hight alert berwarna putih dengan dasar berwarna

merah. Penyimpanan obat hight alert berdasarkan alfabetis. Untuk

penyimpanan obat LASA disimpan pada rak obat yag kemudian ditandai

dengan stiker LASA dengan tulisan berwarna hitam dan dasar kuning

muda dan ditempatkan berselingan dengan obat lain yang berbeda untuk

mencegah terjadinya kesalahan pengambilan obat. Barang yang digudang

didistribusikan ke unit pelayanan rawat jalan, rawat inap, radiologi, dan

laboratorium.

3.8. Pelayanan Farmasi Klinik

Farmasi klinis adalah seorang profesional (apoteker) yang diberi

tanggung jawab untu mengkoordinasikan dan memastikan seluruh kegiatan

pelayanan farmasi diberikan selalu bertujuan untuk memberikan terapi obat

yang optimal untuk meningkatkan kwalitas hidup pasien antaralain melalui

pemantauan terapi obat, konseling dan pemberian informasi obat.


75

RSUD Pasar Minggu menerapkan pelayanan farmasi klinik, yaitu :

a. Pengkajian Resep dan Pelayanan Resep

Pengajian resep di RSUD Pasar Minggu meliputi pengkajian persyaratan

administrasi, farmasetik dan klinik. Pengkajian administrasi meliputi

nama dan no SIP dokter, poli, tanggal, paraf dokter, nama pasien, alamat

pasien, no rekam medis. Untuk pengkajian farmasetik meliputi nama

obat, untuk sediaan, kekuatan/dosis sediaan, dan cara pemakaian.

Sedangkan pengkajian klinik adanya alergi, interaksi obat dan efek

samping obat.

b. Rekonsiliasi Obat

Pasein baru yang masuk rawat inap akan di cek mengenai obat-obatan

yang pernah digunakan pasien. Obat-obatan tersebut kemudian ditulis

kedalam bagian form rekonsilisasi obat. Kegiatan rekonsiliasi obat di

RSUD Pasar Minggu dilakukan pada pasien rawat jalan, rawat inap dan

IGD.

c. Pelayanan Informasi Obat (PIO)

Dilakukan di depo rawat jalan dan rawat inap masing-masing unit

pelayan apoteker. Pada kegiatan ini apoteker akan memberikan informasi

kepada pasien ataupun keluarga pasien tentang cara pemberian, waktu

pemberian, interaksi, dan efek samping yang mungkin terjadi terhadap

pasien.
76

d. Konseling

Diberikan kepada pasien rawat jalan dan rawat inap yang akan pulang.

Pasien dengan penggunaan obat/alat khusus dengan kombinasi yang

banyak dan aturan pakai yang rumit. Di RSUD kegiatan konseling hanya

diberikan kepada pasien yang mendapatkan polifarmasi dan pasien

dengan penggunaan obat/alat khusus seperti insulin, seretide.

e. Pemantauan Terapi Obat (PTO)

Pemantauan Terapi Obat (PTO) di RSUD Pasar Minggu dilakukan oleh

apoteker dengan cara mengevaluasi penggunaan obat yang dapat dilihat

dalam sejarah pengobatan pasien secara online seperti obat-obat yang

digunakan, jumlah obat yang diberikan, dosis dan rute pemberian obat

serta tanggal pemberian dan pemberhentian obat.

f. Visite/Ronde

Visite/Ronde di RSUD Pasar Minggu dilakukan oleh dokter penanggung

jawab pasien, seperti pasien dengan diagnosa tertentu dan pasien dengan

penggunaan obat yang kompleks. Untuk visite yang dilakukan oleh

apoteke,r di RSUD Pasar Minggu hanya baru dilakukan visite tunggal

belum diadakan visite Ronde (bersama dokter).

g. Monitoring Efek Samping Obat (MESO)

Monitoring Efek Samping Obat (MESO) dilakukan disetiap unit

pelayaan pasien rawat inap dan rawat jalan, dilakukan untuk

meningkatkan kewaspadaan terjadi efek samping obat kepada pasien.


77

3.9. Alur Pengadaan Barang

a. Perencanaan

Perencanaan obat yang digunakan di RSUD Pasar Minggu

berdasarkan pola konsumsi yaitu melihat data-data pemakaian obat setiap

tahun dan disesuaikan dengan anggaran yang ada. Kelebihan dari pola

konsumsi yaitu barang yang dibeli sesuai dengan kebutuhan pasien.

Kelemahan dari pola konsumsi adalah jika barang yang akan dibeli tidak

distandardisasi dan diseleksi maka kebutuhan barang dengan jenis

beragam akan semakin besar sehingga anggaran dana rumah sakit

menjadi tidak terkendali.

b. Pengadaan

Pengadaan obat merupakan suatu proses untuk mendapatkan

perbekalan farmasi untuk menunjang kegiatan pelayanan kesehatan di

rumah sakit. Pengadaan yang dilakukan di RSUD Pasar Minggu

berdasarkan :

1. Data pemakaian berbekalan farmasi tahun lalu,

2. Sisa persediaan yang mengacu pada hasil stok opname terakhir,

3. Pola penyakit yang sedang terjadi (metode morbiditas/epidemiologi),

4. Laporan pemakaian dan penjualan setiap bulan.

5. Rencana pengembangan

Rencana pengadaan perbekalan farmasi disusun pertahun dan

kemudian diuraikan menjadi rencana pengadaan/pembeliaan bulanan.


78

Usulan pengadaan perbekalan farmasi diajukan pada RKAP (Rencana

Kerja Anggaran Perusahaan) unit farmasi Rumah Sakit Umum Daerah

Pasar Minggu pada tahun berikutnya. Pengadaan perbekalan farmasi

dilakukan melalui pembelian ke distributor atau pedagang besar farmasi

(PBF) atau ke apotek/rumah sakit rekanan. Pembelian obat bila stok obat

habis (stok kosong) dilakukan melalui pembeliaan cepat ke distributor

atau pembelian langsung ke rumah sakit/apotek rekanan. Pembeliaan

obat yang tidak tercantum dalam formularium hanya dapat dilakukan

setelah mendapat persetujuan dari komite farmasi dan terapi dan atau

kepala bidang penunjang medis. Sumber Anggaran yang digunakan

dalam pengadaan bekal kesehatan adalah APBD dan BLUD.

c. Distribusi

Pendistribusian barang yang melalui gudang farmasi dan depo

farmasi akan lebih terkendali dan dapat menghindari kebocoran dari pada

pendistribusian barang langsung ke user. Pendistribusian obat ke pasien

menggunakan sistem desentralisasi dikarenakan terdapat beberapa depo

farmasi untuk memudahkan pelayanan kesehatan.

Pendistribusian obat dari gudang obat ke instalasi farmasi dan

depo-depo di RSUD Pasar Minggu dilakukan 2 (dua) kali dalam 1 (satu)

minggu, yaitu setiap hari selasa dan jumat. Apoteker penanggung jawab

akan melakukan permintaan obat secara online ke gudang obat dengan

mengisi terlebih dahulu lembar permintaan obat. Kemudian petugas di


79

gudang obat akan mendistribusikan obat ke instalasi farmasi atau depo

farmasi.

d. Penyimpanan dan Pemeliharaan

Pengendalian dilakukan ditiap fungsi logistik. Pengendalian

dilakukan dengan cara audit maupun eksternal. Macam-macam

pengendalian dilakukan ditiap fungsi adalah:

1. Membuat buffer stock agar tidak terjadi kekosongan barang

2. Pengendalian persediaan dengan metode ABC atau pareto yaitu

menekan pada persediaan yang fast moving dengan harga relatif mahal

sehingga dapat menentukan frekuensi pemesanan dan menentukan

prioritas barang yang akan dipesan.

Penyimpanan material kesehatan di gudang material dibagi menjadi

obat kering, obat cair, dan medical supplay. Penyimpanan obat kering

adalah pada suhu ruangan dengan penyusunan secara alfabetis menurut

nama dagang untuk lebih memudahkan dalam pencarian obat. Obat-obat

cair disimpan sesuai dengan suhu penyimpanannya, ada yang diletakkan

disuhu ruangan dan ada yang diletakkan dilemari pendingin. Penyusunan

juga dilakukan secara alfabetis.

e. Pencatatan dan Pelaporan Perbekalan Farmasi

1. Pencatatan perbekalan farmasi merupakan suatu kegiatan yang

bertujuan untuk memonitor mutasi perbekalan farmasi yang terjadi di

unit farmasi. Pelaporan perbekalan farmasi merupakan sistem atau

metode yang dilakukan untuk melaporkan segala kegiatan yang


80

dilakukan terkait dengan pelayanan farmasi di Instalasi Farmasi

Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu.

2. Setiap perbekalan farmasi yang diterima harus terdokumentasikan

dengan baik dan benar.

3. Percatatan perbekalan farmasi yang diterima dilakukan pada kartu

stok (bincard) masing-masing perbekalan farmasi dan atau pada

sistem perbekalan farmasi.

4. Laporan dibuat oleh masing-masing penanggung jawab yang telah

ditunjuk oleh kepala unit farmasi untuk di laporkan ke pihak yang

berkepentingan.

5. Laporan yang dibuat terdiri dari laporan harian, laporan bulanan,

laporan triwulan dan laporan tahunan.

6. Kepala Instalasi Farmasi diwajibkan membuat laporan rutin yang

terdiri dari:

a. Laporan mutasi perbekalan farmasi

b. Laporan narkotika

c. Laporan stock opname

d. Laporan perbekalan farmasi kadaluarsa

e. Laporan pendapatan

f. Laporan pembelian

g. Laporan kinerja (laporan sasaran mutu, laporan indikator mutu)

h. Laporan insidens

f. Pemusnahan Perbekalan Farmasi


81

1. Pemusnahan perbekalan farmasi adalah rangkaian kegiatan mulai dari

seleksi perbekalan farmasi yang kadaluarsa/rusak, penandaan,

penarikan, pencatatan, menghitung nilai rupiah, sampai proses

penghapusan.

2. Perbekalan farmasi kadaluarsa/rusak dikembalikan ke gudang

perbekalan farmasi yang disertai dengan pembuatan berita acara serah

terima perbekalan farmasi yang di dilengkapi dengan daftar

perbekalan farmasi yang dikembalikan dan ditanda tangani oleh

apoteker ruangan/Unit Kerja.

3. Pemusnahan perbekalan farmasi kadaluarsa/rusak dilakukan oleh tim

K3RS (Kesehatan Keselamatan Kerja Rumah Sakit) dan dibuatkan

berita acara pemusnahannya.

4. Pemusnahan perbekalan farmasi kadaluarsa/rusak dilaksankan secara

berkala atau dalam keadaan tertentu dapat dilaksanakan sesuai

kebutuhan.

g. Pelaporan

Pelaporan di RSUD Pasar Minggu merupakan kumpulan catatan

dan pendataan kegiatan administrasi perbekalan farmasi, tenaga dan

perlengkapan kesehatan yang disajikan kepada pihak yang

berkepentingan. Pelaporan bertujuan agar tersedia data yang akurat

sebagai bahan evaluasi, tersedia arsip yang memudahkan penelusuran

surat dan laporan, serta diperoleh data yang lengkap untuk membuat

perencanaan Monitoring dan evaluasi.