Anda di halaman 1dari 2

Case ablatio retina bagian definisi, etio, faktor risiko (urutan nomer 3)

Definisi:

Ablasio berasal dari bahasa Latin ablatio yang berarti pembuangan atau terlepasnya salah satu
bagian badan. Dalam konteks ini ablasio retina adalah suatu keadaan terpisahnya sel kerucut dan
batang retina dari sel epitel pigmen retina, dimana dapat menyebabkan cacat penglihatan atau
kebutaan yang menetap. Lepasnya retina atau sel kerucut dan batang dari koroid atau sel pigmen
epitel akan mengakibatkan gangguan nutrisi retina dari pembuluh darah koroid yang bila
berlangsung lama akan menyebabkan gangguan fungsi yang menetap, dan sesungguhnya antar
kedua lapisan ini tidak terdapat perlengketan sehingga merupakan titik lemah yang potensial.

Etiologi:

Ablasio retina sendiri dibagi menjadi tiga yaitu ablasio retina eksudatif/non regmatogen,
regmatogen, dan traksional. Ablatio retina eksudatif/non regmatogen diakibatkan tertimbunnya
eksudat di bawah retina yang nantinya akan mengangkat lapisan retina. Kerusakan epitel pigmen
retina yang berfungsi sebagai outer barrier disebabkan peningkatan permeabilitas dinding
pembuluh darah oleh berbagai sebab atau penimbunan cairan yang terjadi pada proses
pradangan, sebagai contoh pada skleritis, koroiditis, tumor retrobulbar, dan uveitis. Bisa juga
disebabkan karena tumor seperti tumor koroid/retina yang tumbuh ke depan, menyebabkan
lepasnya retina dari epitel pigmen, yang kemudian disusul dengan timbulnya eksudasi oleh
karena rangsangan, cairan ini mengumpul di dalam celah potensial menyebabkan ablasio retina
sebagai contoh retinoblastoma dan melanosarkoma. Ablasio non regmatogen ini dapat juga
terjadi pada keadaan transudat seperti pada pasien hipertensi, retinopati nefrotika, Coats disease.

Ablatio retina regmatogen disebabkan karena adanya lattice degeneration yang merupakan
bentuk dari degenerasi retina perifer. Pada area margin posterolateral lattice degeneration
terdapat adhesi vitreoretinal yang kuat diikuti oleh detachment vitreous bagian posterior yang
pada akhirnya akan menyebabkan robekan retina. Lattice degeneration merupakan salah satu
komplikasi yang terjadi di retina akibat miopia tinggi/ miopia patologis yang disebabkan adanya
peregangan dan penipisan koroid dan lapisan epitel pigmen retina.

Sedangkan ablasio retina traksional berdasarkan penyebab utama yaitu retinopati diabetes
proliferatif, retinopati pada prematuritas, retinopati sel sabut proliferatif. Traksi pembuluh darah
baru yang terjadi di daerah perlekatan vitreoretinal akan menimbulkan perdarahan vitreus dan
dapat menyebabkan pelepasan retina posterior dan distorsi pembuluh darah retina.

Pada pasien di dalam kasus ini memiliki kondisi miopia tinggi dimana kondisi miopia tinggi
tersebut termasuk ke dalam ablasio retina regmatogen, dapat mengakibatkan suatu kondisi yang
akan terjadi yaitu ruptur spontan pada membrana Bruch dan mengakibatkan perdarahan kecil
yang disebut juga Lacquer cracks, dan biasanya dikeluhkan pasien adalah kehilangan lapang
pandang secara tiba tiba, disertai dengan adanya metamorfopsia,, skotoma sentral atau
parasenttal, dan menurunnya visus yang menandakan adanya onset neovaskular koroidal.
Faktor risiko:

Risiko mendapat ablasio retina lebih tinggi pada kelompok orang-orang dengan miopia tinggi,
trauma, dan riwayat operasi katarak. Pada pasien ini memiliki miopia tinggi disertai riwayat
operasi katarak pada kedua mata lima tahun yang lalu, serta kebiasaan mengkonsumsi rokok
selama 20 tahun yang dapat merusak bagian retina yang menyebabkan ablasio retina.