Anda di halaman 1dari 10

JOURNAL READING

Oxytocin, Stress and Social Behavior : Neurogenetics of the Human


Oxytocin System

Ker

Pembimbing:
dr. Prianto Djatmiko, SpKJ

oleh :
Inne Ikke Citami Putri 11.2014.080
Desak Putu Tri Artha Sari11.2014.310

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA
KEPANITERAAN KLINIK ILMU JIWA 1
RUMAH SAKIT JIWA DR SOEHARTO HEERDJAN
PERIODE 3 OKTOBER 2015 7 NOVEMBER 2015
Oksitosin, Stress dan Perilaku Sosial : Neurogenetik dari Sistem
Oksitosin Manusia
Robert Kumsta1 dan Markus Heinrichs1,2

Neuropeptida oksitosin mempunyai peranan penting dalam pengaturan sikap dan perilaku sosial,
seperti perhatian orang tua, rasa ketertarikan dan kepunyaan, serta eksplorasi sosial. Pada studi
kini, banyak bukti yang menunjukkan adanya gangguan kerja dari oksitosin pada gangguan jiwa
yang berhubungan dengan defisit sosial. Diskusi mengenai molekular genetik yang
mengidentifikasi variasi pada gen spesifik yang berpengaruh pada perbedaan individu dalam
perilaku sosial dan kognitif yang memfokuskan pada gen yang mengkode pada reseptor oksitosin
(OXTR). Kami berpendapat bahwa studi molekuler akan menjelaskan konsekuensi fungsional
dari varian yang telah menunjukkan asosiasi yang stabil dengan fenotipe perilaku sosial.
Berkaitan dengan variabilitas respon individu pada pemberian oksitosin, kami menganjurkan
perlunya pendekatan farmakogenetik untuk menguji bagaimana efektivitas pemberian oksitosin
dipengaruhi oleh variasi genetik dari OXTR atau gen lain yang terlibat dalam signaling oksitosin.

1
Pendahuluan

Penelitian pada neuroscience sosial telah membuat kemajuan besar dalam mengidentifikasi
dasar-dasar neurobiologis dari perilaku sosial yang kompleks. Studi menunjukkan neuropeptida
oksitosin bersama dengan arginin vasopressin punya peran penting dalam mengolah informasi
mengenai interaksi sosial dan regulasi perilaku sosial, termasuk ketertarikan, eksplorasi sosial,
kecemasan, dan perilaku karena rasa takut. Studi terbaru telah menunjukkan variasi genetik
antar-individu dalam signaling neuropeptide sosial, khususnya studi-studi mengenai molekular
genetik yang berhubungan dengan perbedaan individu dalam perilaku sosial di pengaruhi oleh
OXTR.

Tujuan jurnal ini adalah untuk memberikan gambaran dari studi hubungan yang melibatkan
OXTR single polymorphism (SNP) dengan fokus pada fenotipe perilaku sosial pada individu
yang sehat. termasuk perilaku prososial, orangtua, empati, dampak positif, dan kepekaan
terhadap dukungan sosial atau dukungan selama stres.

Fenotipe Sosial secara Umum

Studi-studi pada subjek non klinis menunjukkan hubungan antara OXTR dengan fenotipe sosial
secara umum. Mengenai perilaku prososial, (Kogan et al)4 menunjukkan bahwa satu OXTR
intronik rs53576 diasosiasikan dengan autisme5 berperan penting dalam perilaku prososial
dengan G homozygote yang menunjukkan prososialita yang lebih tinggi pada tampilan
nonverbal. Pada penelitian lain mengenai kepercayaan terhadap orang lain, perilaku dapat
dipercaya (Krueger et al)6 menunjukkan bahwa fenotipe GG rs53576 dikaitkan dengan rasa
percaya yang lebih tinggi, namun tidak berhubungan dengan perilaku yang dapat dipercaya.7
Pada studi lebih lanjut perilaku prososial (bakti sosial, relawan, kegiatan amal, komitmen
melayani masyarakat) didapatkan bukan peran utama dari gen OXTR rs53576.8

Dua penelitian menemukan hubungan antara OXTR SNP dan orangtua yang sensitif. Secara
khusus, ibu yang membawa satu OXTR rs53576 alel A menunjukkan respon terhadap anaknya
berkurang.10 Efek lain dari yang memiliki alel A menunjukkan reaktivitas fisiologis yang
1
berkurang terhadap tangisan bayi.11 Feldman et al. 12
menunjukkan ibu dengan genotip TT dari
OXTR SNP (rs1042778) dihubungkan dengan kasih sayang orangtua yang lebih rendah (dan
juga kadar oksitosin plasma yang rendah). Studi lebih lanjut pada OXTR rs53576 melaporkan
bahwa alel A carrier menunjukkan empati yang lebih rendah13, skor afeknya rendah 14
, dan
kesulitan mendengar dan mengerti maksud seseorang di tengah keributan.15

Gambar 1

Kesimpulan, studi ini menunjukkan bahwa polimorfisme dari OXTR khususnya rs53576 (juga
rs2254298, rs1042778) berkontribusi pada perilaku sosial subjek yang sehat. [gambar 1]

Stres Sosial dan Dukungan Sosial

Oksitosin mempunyai fungsi untuk mengurangi respon stress pada manusia. Pemberian oksitosin
intranasal mengurangi reaktivitas neuroendokrin terhadap stress dan menurunkan kerja amigdala
pada stimuli mengancam.16 Penelitian Rodrigues menunjukkan hubungan OXTR rs53576 dengan
reaktivitas stress psikologis,17 allel A carrier punya reaktivitas yang lebih tinggi terhadap
berbagai stress dan reaktivitas kardiovaskular lebih besar ditunjukkan oleh denyut jantung yang
meningkat.18,19 Norman et al menemukan orang dengan Genotipe GG memiliki reaktivitas
simpatis yang lebih tinggi terhadap stress psikologis.20 pemberian oksitosin, khususnya saat
dikombinasikan dengan dukungan sosial dapat mengurangi respon stress dan neuroendokrin
subjek, sebuah penelitian meneliti apakah OXTR rs53576 mungkin berinteraksi dengan efek 1

protektif terhadap stess serta dukungan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan sosial
berkaitan erat dengan stressor. Pada laboratorium standar yang di lakukan, mengkaitkan bahwa
dengan dukungan sosial dapat menurunkan kadar kortisol dan respon stress yang subjektif pada
laki-laki alel G carrier.

Sebaliknya, individu dengan genotip AA rs53576 tidak mendapatkan keuntungan dari dukungan
sosial. Kim et al. menemukan bahwa di Amerika (tetapi bukan di Korea) genotip AA carrier
cenderung untuk mencari dukungan sosial dibandingkan dengan genotip alel G carrier selama
stress berlangsung. Hasil ini menunjukkan bahwa variasi genetik dari OXTR mempengaruhi
kepekaan terhadap konteks sosial, sehingga modulasi efektivitas interaksi sosial yang positif
sebagai proteksi terhadap pengalaman stress. Psikologis seperti optimis, penguasaan dan harga
diri juga dibahas sebagai proteksi stress dan predictor kesehatan jangka panjang. Saphire
Brainstein et al. melaporkan bahwa rs53576 alel A carrier yang memiliki sikap optimis dan
penguasaan diri yang lebih rendah. Peneliti mengamati hubungannya dengan gejala depresi
sebagian besar dimodulasi oleh OXTR. Tetapi, hubungan rs53576 dan sikap optimis tidak bisa
direplikasi pada sampel perempuan Kaukasia.

Neurogenetik : Neuroimaging Struktural dan Fungsional

Pendekatan gambaran genetik yang menghubungkan varian genetik dengan struktur dan fungsi
otak dapat digunakan untuk mengerti lebih lanjut mengenai neurobiologi yang mendasari
hubungan yang terlihat pada varian-varian OXTR dan perilaku sosial dan fenotipe kognitif.
Sudah ada pernyataan sebelumnya mengenai endofenotip (fenotipe intermediate) dapat menjadi
jembatan antara genotipe dan fenotipe perilaku.25 Beberapa penelitian telah menunjukkan
hubungan antara OXTR SNP dan perubahan morfometrik dan perbedaan aktivitas struktur
limbik yang berhubungan dengan perilaku sosial dan dalam patofisiologi dari gangguan
psikiatrik yang di karakterisasikan dengan fungsi sosial yang terganggu. Contoh peningkatan
hubungan fungsional dari hipotalamus dan amigdala saat memproses stimulus emosional yang
penting terlihat pada rs53576 alel A carrier. Terlebih lagi, alel ini juga dihubungkan dengan
perubahan morphometri dari hipotalamus dan amigdala, dan dihubungkan dengan penurunan
nilai dari reward dependence score of the tridimensional personality questionnart pada laki-laki.

1
Gambar 2

Tiga penelitian lain menemukan bahwa rs2254298 SNP dihubungkan dengan volume amigdala.
Pada sampel yang besar pada bangsa Jepang, Inoue et al26 melaporkan amigdala bilateral yang
lebih besar pada rs2254298 alel A, yang juga ditemukan pada sampel wanita muda dengan etnis
campuran.27 Tost et al28 menambahkan temuan ini dengan menyelidiki struktur dan fungsi sirkuit
regulasi emosi termasuk hipotalamus, amigdala dan gyrus dorsal anterior cingulated pada sampel
besar ras kaukasian. Tidak ada efek rs2254298 pada volume amigdala yang dilaporkan, namun
volume gray matter dari hipotalamus dilaporkan berkurang secara signifikan pada rs2254298 alel
A, dan efek ini terutama ditemukan pada laki-laki. Temuan yang sama yang ditemukan juga pada
rs53576, peningkatan hubungan struktural antara hipotalamus dan gyrus dorsal anterior cingulate
jjuga terlihat di rs2254298 alel A.

Terakhir, rs2254298 alel A dihubungkan dengan defisiensi deaktivasi dorsal anterior cingulated
1
gyrus saat proses emosional.[gambar 2]. Secara keseluruhan studi ini menunjukkan bahwa
variasi genetik dari OXTR mempengaruhi sirkuit limbic, yang melibatkan amigdala,
hypothalamus dan gyrus cingulated. Temuan ini memberikan dukungan pada gagasan yang
menyatakan bahwa OXTR SNP memediasi efek mereka terhadap kognisi sosial dan perilaku.,
oleh modulasi jalur saraf untuk pengolahan informasi sosial dan pengaruh negative.

Interaksi Gen dan Lingkungan

Banyak bukti menunjukkan bahwa faktor lingkungan mempunyai pengaruh jangka panjang
terhadap kesehatan. Contohnya : pengalaman buruk masa anak-anak (seperti pelecehan seksual,
fisik dan emosional) akan mempengaruhi kesehatan jiwa/mental saat dewasa. 30 Mekanisme
neurobiologi dari hubungan ini berhubungan dengan sistem respon stress dan defisit emosional
serta pengaturan emosi31, merupakan efek yang dimediasi oleh oksitosin.32 Memang selama
perkembangan oksitosin, sistem saraf pusat yang pertama kali menjadi target dampak buruk.
Contohnnya pada wanita dengan riwayat abuse, Heim et al.33 terdapat penurunan kadar oksitosin
pada CSF dibanding mereka yang tidak atau dengan paparan ringan. Bradley et al.34 Bukti lain
mengatakan bahwa interaksi gen dan lingkungan melibatkan OXTR. Hal ini menunjukkan bahwa
hubungan antara penganiayaan anak dan disregulasi emosi di atur oleh OXTR SNP rs53576.
Pada sampel, pria Afrika Amerika dan wanita dengan alel G carrier lebih beresiko untuk
mengalami disregulasi emosi apabila mengalami pelecehan pada masa kanak dibandingkan
dengan alel A carrier. Ini merupakan catatan bahwa alel G carrier menunjukkan kerentanan
terhadap emosi, ini mungkin dijelaskan dengan teori kerentanan yang diusul oleh Belsky et al35
dimana mereka yang paling rentan terhadap kesulitan/penderitaan yang berulang mungkin saja
mendapatkan keuntungan dari pengalaman sebelumnya, dan mendukung gagasan bahwa variasi
genetik dari OXTR mempengaruhi sensitivitas dalam konteks sosial.

Gen lain pada jalur oksitosin

Sedangkan, sejumlah besar penelitian telah berfokus pada reseptor oksitosin dan hubungannya
dengan fenotipe sosial. Sedikit perhatian juga ditujukan pada gen yang terlibat dalam jalur
oksitosin. Ada beberapa contoh gen yang terlibat dalam jalur oksitosin (OXT) ; precursor
oksitosin adalah oksitosin-neurophysin-I, dan juga gen yang akan mengkode enzim untuk
memetabolisme oksitosin (human leucyl/cytinylaminopeptidase, LNPEP). Serta CD8 sebagai
mediator oksitosin yang di hasilkan diotak. Untuk semua gen ini yang ada asosiasi/hubungannya 1
dengan autisme telah di laporkan (untuk meninjau, lihat [31]). Mengenai LNPEP telah
dilaporkan tidak ada hubungan dengan fenotipe perilaku, dan dari penelitian, hanya satu yang
melibatkan OXT SNP, yang telah diterbitkan dengan memakai sampel subjek yang sehat. Love
et al 31 dengan menggunakan [11C]raclopride tomografi emulsi positron, menemukan bahwa OXT
SNP rs4813625 dikaitkan dengan respon dopamine terhadap stressor sedang (sakit sedang yang
berkelanjutan) pada seks dengan cara tertentu..Dalam penelitian terbaru, rs3796863 CD38
dikaitkan dengan proses saraf terhadap rangsangan sosial. Untuk alel A homozigot menunjukkan
waktu reaksi lebih lambat dan aktivasi lebih tinggi dari gyrus fusiform kiri selama pencocokan
wajah dan mengolah tatapan, efek yang dipengaruhi oleh pemberian oksitosin intanasal.38

Kesimpulan

Penelitian menunjukkan bahwa OXTR SNP penting dalam menjelaskan variabilitas perilaku
sosial dan kognitif sosial dan mungkin dimediasi oleh modulasi sistem sirkuit saraf yang
mendasari pengolahan informasi sosial. Sebagian besar OXTR SNP terletak di intron atau
intergen, dengan fungsi yang belum jelas. Untuk pengetahuan kita, mungkin hanya satu SNP
fungsional di wilayah promotor (rs2268498) telah dikaitkan dengan fenotipe yang
mempengaruhi perilaku negativ dan penilaian moral.

Studi molecular dilakukan untuk menjelaskan konsekuensi fungsional dari varian yang telah
menunjukkan asosiasi yang stabil dengan fenotipe perilaku sosial. Berkenaan dengan utilitas
klinis, telah diusulkan bahwa pasien dengan gangguan mental terkait dengan deficit berat dalam
interaksi sosial mungkin mendapat keuntungan dari pendekatan terapi dimana pemberian
oksitosin dikombinasikan dengan interaksi berdasarkan psikoterapi.1,16,32 . variabilitas yang cukup
besar dalam resppon individu untuk oksitosin telah didokumentasikan, menunjukkan bahwa
terdapat berbedaan dalam pemberian oksitosin intranasal, sebab dipengaruhi oleh interaksi
genetik dalam system oktitosin, misalnya dalam jumlah, organisai atau fungsi OXTR penelitian
selanjutnya menggunakan pendekatan farmakogenetik yang akan menjelaskan apakah khasiat
pemberian oksitosin eksogen dipengaruhi oleh variasi genetik dari OXTR atau gen lain yang
terlibat dalam signalling oksitosin.

1
1
1