Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN IDENTIFIKASI JENIS-JENIS FUNGI

DILINGKUNGAN SEKITAR

D
I
S
U
S
U
N

Oleh :

Nama : Figer Nussy


Nim : 2011-76-083
Jurusan : Biologi

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PATTIMURA
AMBON
2017
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Mikologi Berasal dari bahasa Yunani Mykes yang berarti Jamur dan Logos yang berarti

Ilmu. Mikologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang jamur. Dalam bahasa Inggris Jamur

disebut Fungi / Fungus. Kajian dalam mikologi antara lain meliputi klasifikasi fungi, kerugian

dan peranan jamur dam kehidupan manusia. Seiring perkembangan teknologi jambur banyak

digunakan dalam bioteknogi, misalnya pembuatan tempe, pembuatan pesellin.

Kata jamur atau fungi mungkin akan selalu kita maknai sebagai cendawan, yaitu

organisme yang pendek, seperti serbuk atau spons, tubuhnya berwarna-warni, dan tumbuh di

atas tanah seperti tumbuhan. Meskipun cendawan adalah organisme yang umum kita sebut

sebagai jamur (jamur yang sebenarnya), dan sebagian besar jamur tersebut terlihat hidup di

atas tanah, tetapi kata fungi memiliki makna yang lebih luas. Fungi atau jamur didefinisikan

sebagai kelompok organism eukariotik, tidak berpindah tempat (nonmotile), bersifat uniselular

atau multiselular, memiliki dinding sel dari glukan, mannan, dan kitin, tidak berklorofi l,

memperoleh nutrien dengan menyerap senyawa organik, serta berkembang biak secara seksual

dan aseksual.

Di alam ada sekitar 100.000 jenis jamur yang sudah dikenal dan lebih dari 1.000 jenis baru

yang berhasil dideskripsikan oleh para ahli setiap tahunnya. Bahkan mungkin masih ada sekitar

200.000 jenis lain yang sampai saat ini belum ditemukan atau dideskripsikan. Sementara itu,

kegiatan manusia dalam mengeksploitasi alam berpeluang mengancam keberlangsungan hidup

organisme tersebut. Perusakan hutan hujan tropis yang hampir terjadi setiap hari atau perusakan

habitat jamur yang lain tidak diragukan lagi berpotensi membawa jenis- jenis organisme
berspora tersebut kepada kepunahan, bahkan sebelum mereka sempat ditemukan dan dipelajari

oleh para ahli.

Jamur atau fungi memiliki beberapa sifat umum, yaitu hidup di tempat-tempat yang

lembab, sedikit asam, dan tidak begitu memerlukan cahaya matahari. Jamur tidak

berfotosintesis, sehingga hidupnya bersifat heterotrof. Jamur hidup dari senyawa-senyawa

organik organisme lain. Jamur yang prinsip nutrisinya adalah heterotrof menyebabkannya

memiliki kemampuan hidup sebagai pemakan sampah (saprofit) maupun sebagai penumpang

yang mencuri makanan dari inangnya (parasit). Jamur saprofit adalah jamur yang makanannya

berupa senyawa organik yang telah diuraikan. Jamur ini memiliki enzim-enzim tertentu yang

dapat merombak senyawa-senyawa organik. Biasanya jamur ini hidup dibagian organisme

yang telah mati, misalnya pada serasah atau batang kayu yang telah lapuk. Dalam makalah ini

akan di lihat dan di identifikasi jenis-jenis jamur (fungi),yang tumbuh di lingkungan sekitar

tempat tinggal.

B. Perumusan masalah

Apa saja jenis-jenis fungi yang tumbuh di lingkungan sekitar

C. Manfaat

Mengetahui tentang jenis fungi yang tumbuh dan berkembang di lingkungan


BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian jamur
Jamur merupakan sumber bahan pangan nabati yang cukup potensial di sekitar kita.

Bahkan beberapa jenis jamur dari alam sudah lama dibudidayakan manusia sebagai sumber

gizi (Jaelani, 2008). Menurut Piryadi (2013), jamur merupakan makanan sehat yang kaya

manfaat. Sebagai bahan pangan, jamur memiliki nilai takaran gizi lengkap dengan harga yang

relatif terjangkau. Jamur memiliki keunggulan yang tidak dimiliki sayuran jenis lainnya yakni

kandungan gizinya yang tinggi. Bahkan kandungan gizi dalam jamur hampir mengimbangi

nutrisi pada daging sapi dan daging ayam. Di Indonesia jamur yang paling banyak dikonsumsi

adalah jamur tiram dan jamur merang. Kedua jamur ini adalah jamur yang media tumbuhnya

berbeda. Apabila dibedakan berdasarkan media tumbuhnya jamur dapat dikelompokkan

menjadi dua kelompok yaitu jamur kayu dan jamur kompos. Jamur kayu terdiri dari jamur

tiram, kuping, shiitakee, ling zhi dan maitake. Dari keempat jenis jamur kayu tersebut, jamur

tiram adalah jamur kayu yang paling banyak digemari oleh masyarakat. Selain karena harganya

yang relatif murah, jamur tiram juga memiliki rasa yang enak dan memiliki sumber gizi dan

mineral yang cukup lengkap untuk memenuhi kebutuhan tubuh sebagai sayuran atau bahkan

sebagai cemilan sehat bagi seorang vegetarian (Alex, 2011). Jamur kayu adalah jamur yang

pada umumnya media tumbuh utamanya adalah kayu atau serbuk gergaji dari kayu jenis

sengon, randu, karet, atau mahoni. Namun tidak semua jenis kayu dapat dijadikan media

tumbuh jamur ini. Contohnya adalah jenis kayu seperti tusam, pinus, dan cendana yang tidak

cocok digunakan sebagai media tanam jamur tiram karena kayu jenis ini memiliki kadar resin

yang tinggi. Untuk media tumbuh jamur kayu tidak sepenuhnya menggunakan kayu atau

gergajian kayu saja, namun juga ditambahkan bahan lain yang dapat membantu pertumbuhan

jamur (Piryadi, 2013).


B. Jenis-jenis jamur yang tumbuh di lingkungan sekitar

1. Jamur tiram

Dilihat dari bentuknya jamur ini

mirip dengan jamur tiram putih

(Plourotus ostreatus). Tapi jamur

ini kecil-kecil sekali. Tingginya

tidak lebih dari 3 cm. Berwarna

putih bersih dan di bawahnya

terdapat lamela-lamela. Jamur ini

biasa tumbuh bergerombol. Dan jarang-jarang. Sepertinya jamur ini tumbuh pada tumpukan

TKKS yang sudah berumur lama atau sudah melapuk. Jamur yang mirip dengan jamur ini juga

ditemukan pada kayu yang sedang melapuk. Jamurnya juga kecil-kecil.

Klasifikasi jamur tiram adalah sebagai berikut :

Kingdom: fungi

Divisi : basidiomycota

Kelas : homobasidiomycetes

Ordo : agaricales

Famili : tricholomataceae

Genus : pleurotus

Spesies : Pleurotus ostreatus.

Siklus hidup jamur tiram

Menurut Suryani & Nurhidayat (2011) menyatakan bahwa siklus hidup jamur tiram

sebagai berikut :
1. Pelepasan dan penyebaran spora (Basidiospora). Spora jamur berukuran sangat kecil

dan ringan. Spora yang telah matang akan lepas terbawa angina ke tempat yang jauh

atau jatuh ke tanah di sekitarnya.

2. Pembentukan miselium. Hifa yang tumbuh selanjutnya bertambah panjang membentuk

helaian menyerupai benang bertautan. Tautan antar hifa yang menyerupai anyaman

disebut miselium jamur. Pada jenis jamur konsumsi umumnya miselium berwarna

putih.

3. Pembentukan tubuh buah. Setelah miselium menyebar dan menutupi seluruh

permukaan media tumbuh, maka akan muncul tunas-tunas jamur yang menyerupai

kancing disebut pin head. Seiring waktu, tunas tumbuh membentuk tubuh buah.

4. Pembentukan spora. Bagian bawah tudung jamur yang membentuk garis- garis dari

pangkal yang kemudian menyebar keujung tudung disebut badisia. Badisia tempat

jutaan spora jamur dihasilkan

2. Jamur Grigit ( Schizophyllum commune )


Klasifikasi jamur grigit

Kingdom: fungi

Divisio: basidomycota

Class: agarycomycetes

Ordo: agaricales

Family : schizophyllaceae

Genus : schizophyllum

Species : Schizophyllum commune

Ciri-ciri jamur
Ukuran jamur kecil dan sering bergerombol pada batang kayuyang telah mati.

lebar paying jamur bias sampai 5 cm bentuk seperti kipas


Bentuk tubuh buah dalam jumlah banyak

Berukuran sangat kecil dan berwarna kecil kusam

Sopranyawarna putih dan jamur ini hanya akan muncul saat musim hujan

3. Jamur Lingzhi

Klasifikasi jamur Lingzhi

Kingdom : Fungi Devisi :

Agargeomycota

Kelas : Basidiomycota

Ordo : Polypolares

Famili : Ganodermataceae

Genus : Ganoderma

Spesies : Ganoderma

Lucidum

Jamur yang Berkhasiat sebagai obat ini biasanya tumbuh pada pohon-pohon yang sudah lapuk

dan biasanya ditemukan di daerah samping rumah, belakang rumah maupun pekarangan.

Jamur ini mempunyai banyak sekali manfaat serta khasiatnya bagi tubuh kita. Jamur Lingzhi

mempunyai nama latin Ganoderma lucidum atau dikenal dengan jamur Renshi tumbuh liar dan

saprofit pada batang kayu yang lapuk tetapi akhir-akhir ini juga banyak dibudidayakan.

Morfologi dari jamur ini adalah mempunyai badan buah yang bertangkai panjang, bentuk

setengah lingkaran serta tumbuh mendatar. Pada badan buah terdapat lingkaran-lingkaran yang

menunjukkan periode pertumbuhan (lingkaran tahun), bagian tepi berombak, bagian dorsal

terdapat lipatan-lipatan yang melingkar, berwarna coklat atau merah keunguan dan mengkilat.

Jamur ini mempyai khasiat atau manfaat yang sangat banyak yaitu dapat memperlancar

peredaran darah (sangat bagus untuk tekanan darah tinggi atau hipertensi, penderita

stroke, mencegah serangan jantung), mendetoksifikasi racun dalam tubuh, memperbaiki fungsi
pankreas (bagus untuk penderita diabetes), menghambat atau menekan pertumbuhan tumor

dan kanker, membantu penyembuhan hepatitis, memperbaiki fungsi organ-organ tubuh dan

masih banyak lagi. Tahun 1971 Jamur Lingzhi dibudidayakan oleh ilmuwan Jepang

membudidayakan Ganoderma pada tahun 1971. Yukio Naoi melakukan eksperimen atau

penelitian mengenaai kandungan kimia dan kandungan nutrisinya.

4. Ganoderma boninense

G. boninense merupakan jamur

patogen yang dapat menyebabkan

penyakit busuk pangkal batang

dan merupakan penyakit penting

pada tanaman kelapa sawit di

Indonesia (Semangun, 2006).

Secara sistematika G. boninense

tergolong ke dalam

Kingdom: Fungi

Filum: Basidiomycota

Kelas: Basidiomycetes

Ordo: Polyporales

Famili: Polyporaceae

Divisi: Eymycophyta

Genus: Ganoderma

Spesies: Ganoderma boninense (Yanti dan Susanto, 2004).


Secara mikroskopis basidiospora G. boninense adalah uniselular, haploid, berbentuk ellipsoid,

bujur atau truncate. Jing (2007) melaporkan bahwa massa spora G. boninense berwarna pirang

kekuningan. Panjang basidiospora adalah 7,1-13,8 m dan lebar 4,8-8,3 m

Siklus hidup jamur Ganoderma

Siklus hidup jamur Ganoderma dapat dirincikan seperti pada Gambar 1. (1)Basidiospora yang

haploid dihasilkan oleh basidium. (2)Basidiospora berkecambah menjadi miselium

manokarion. Dua monokarion yang serasi bertemu, pertautan hifa dan plasmogami terjadi dan

menghasilkan hifa dwikarion. (3) dan (4)Mekanisme dwikariotisasi terjadi di mana jepit

penghubung (clamp connection) terbentuk pada miselium baru. (5)Seterusnya basidiokarpa

terbentuk. (6)Lapisan himenium terbentuk dan (7)basidium terbentuk. (8) Kariogami terjadi

dalam basidium dan(9) setelah meiosis, empat nukleus haploid terbentuk. (10)Pembentukan

empat tonjolan merupakan proses awal pembentukan basidiospora. Seterusnya setiap nukleus

bergerak ke tonjolan dan akhirnya empat basidiospora terhasil pada ujung basidium (Esser &

Kuenen, 1967).

5. Jamur Kuping
Kingdom : Fungi

Filum : Basidiomycota

Kelas : Phragmobasidiomycetes

Ordo : Auriculariales

Family : Auriculaceae

Genus : Auricularia

Spesies : Auricularia auricula

Morfologi Jamur Kuping


Karakteristik jamur kuping ini adalah memiliki tubuh buah yang kenyal (mirip gelatin) jika

dalam keadaan segar. Namun, pada keadaan kering, tubuh buah dari jamur kuping ini akan
menjadi keras seperti tulang. Bagian tubuh buah dari jamur kuping berbentuk seperti mangkuk

atau kadang dengan cuping seperti kuping, memiliki diameter 2-15 cm, tipis berdaging, dan

kenyal. Warna tubuh buah jamur ini pada umumnya hitam atau coklat kehitaman akan tetapi

adapula yang memiliki warna coklat tua. Jenis jamur kuping yang paling memiliki nilai bisnis

yang tinggi adalah yang memiliki warna coklat pada bagian atas tubuh buah dan warna hitam

pada bagian bawah tubuh buah, serta ukuran tubuh buah kecil. Jamur kuping merupakan salah

satu jamur konsumsi yang umum dikeringkan terlebih dahulu, kemudian direndam dengan air

dalam waktu relatif singkat sehingga jamur ini akan kembali seperti bentuk dan ukuran

segarnya.

Cara reproduksi jamur kuping

Cara reproduksi vegetatif dari jamur kuping adalah dengan membentuk tunas, dengan konidia,

dan fragmentasi miselium. Sedangkan, reproduksi generatif jamur kuping adalah dengan

menggunakan alat yang disebut basidium, basidium berkumpul dalam badan yang disebut

basidiokarp, yang selanjutnya menghasilkan spora yang disebut basidiospora (Hastiono, 2004).

Siklus hidup jamur kuping

Siklus hidup pada jamur kuping hampir serupa dengan siklus hidup pada jamur tiram dan

shiitake yaitu tubuh buah yang sudah tua akan menghasilkan spora yang berbentuk kecil,

ringan, dan jumlahnya banyak. Apabila spora tersebut jatuh pada kondisi dan tempat yang

sesuai dengan persyaratan hidupnya (misalnya di kayu mati atau bahan yang mengandung

selulosa dan dalam kondisi yang lembab) maka spora tersebut akan berkecambah dan

membentuk miselium melalui beberapa fase. Pada fase pertama, miselium primer yang tumbuh

akan terus menjadi banyak dan meluas. Selanjutnya akan berkembang menjadi miselium

sekunder yang membentuk primordial (penebalan miselium pada bagian permukaan miselium

sekunder dengan diameter sekitar 0.1 cm). Dari primordial akan tumbuh dan terbentuk kuncup
tubuh buah (pada tingkat awal) yang semakin lama akan semakin membesar (kurang lebih 3-5

hari). Kemudian, dari primordial akan tumbuh tubuh buah jamur yang bentuknya lebar, yang

pada saat tua dapat dipanen.

6. Jamur Kayu (Ganoderma applanatum)

Devisi : Thallophyta

Sub divisi : Fungi

Classis : Eumycetes

Sub classis : Basidiomycetes

Ordo :Himenomycetales

Sub ordo : Aphyllophrales

Famili : Polyporaceae

Genus : Ganoderma

Spesies : Ganoderma applanatum

Ganoderma applanatum merupakan kelompok jamur yang termasuk famili

polyporaceae.memiliki tubuh buah berupa kipas,himenofora merupakan buluh buluh (pori)

yang dilihat dari luar berupa lubang.Lubang sisi dalam lubang lubang itu dilapisi

himenium.Sebagian hidup sebagai saprofit.Tubuh buah berbentuk setengah lingkara,banyak

terdapat pada kayu kayu yang telah lapuk. Ganoderma applanatum termasuk dalam ordo

hymenomycetales yang secara umum mempunyai ciri-ciri:

- Basidium terkumpul merupakan himenium

- Jika himenium sudah masak,kebnyakan terletak bebas diatas tubuh buah (gimnokarp)

- Spora luar biasanya berguna banyak dan secara aktif dilemparkan oleh basidium.

Dari jenis-jenis jamur yang di temui merupakan jamur yang tergolong dalam

familyitricholomataceae, schizophyllaceae, Ganodermataceae, Polyporaceae, Auriculaceae

Polyporaceae. Jamur-jamur ini memliki peran dan fungsi yang berbeda-beda dan dari jamur
yang temui dari 6 spesies terdapat 2 spesies yang berbeda namun 1 famili dan 4 spesies

berbeda.
BAB III

KESIMPULAN

A. Kesimpulan

Jamur yang di temukan di lingkungan sekitar tempat tinggal (Amahusu) yaitu Pleurotus

ostreatus, Schizophyllum commune, Ganoderma boninense, Auricularia auricular, Ganoderma

applanatum.