Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PERAWATAN

KOMPRESOR, FAN DAN BLOWER


SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2016

MODUL : KOMPRESOR, FAN DAN BLOWER

PEMBIMBING : Ir. Yunus Tonapa S., MT.

PEMBUATAN : 11 MEI 2016

PENYERAHAN : 18 MEI 2016

Oleh :

WINARDI GINANJAR 141411061

2 B- D3 Teknik Kimia

Kelompok 8

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA

JURUSAN TEKNIK KIMIA

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


2016
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PERAWATAN
Modul Praktikum : Kompresor, Fan dan Blower
Nama Pembimbing : Dr. Ir. H Bintang Iwhan Moehady,M.Sc
Tanggal Praktek : 11 Mei 2016
Tanggal Penyerahan : 18 Mei 2016

I. Tujuan Percobaan
1. Mengetahui cara kerja serta fungsi fan/blower dan kompresor.
2. Membongkar dan merangkai fan/blower dan kompresor sesuai Standar Operating
Procedures.
3. Mengetahui metode perawatan dan perbaikan fan/blower dan kompresor.

II. Teori Dasar


2.1. Fan
Fan merupakan alat untuk mengalirkan udara dengan tekanan relative rendah
(low pressure) atau sekitar 3% lebih besar dari tekanan atmosfir. Pada umumnya
digunakan untuk ventilasi atau sirkulasi udara. Fan terdiri dari beberapa bagian
yaitu, case, sudu (vane/blade), dan penggeraknya. Terdapat dua jenis fan, yaitu fan
sentrifugal dan fan aksial.
Fan sentrifugal meningkatkan kecepatan aliran udara dengan impeler berputar.
Kecepatan meningkat sampai mencapai ujung blades dan kemudian diubah ke tekanan.
Fan ini mampu menghasilkan tekanan tinggi yang cocok untuk kondisi operasi yang
kasar, seperti sistim dengan suhu tinggi, aliran udara kotor atau lembab, dan handling
bahan.
Sementara itu, fan aksial menggerakan aliran udara sepanjang sumbu fan. Cara
kerja fan seperti impeler pesawat terbang yaitu dengan blades fan menghasilkan
pengangkatan aerodinamis yang menekan udara. Fan ini terkenal di industri karena
murah, bentuknya yang kompak dan ringan
Gambar 1. Fan Sentrifugal Gambar 2. Fan Aksial
(sumber : vedcmalang.com) (sumber : belajardiesel.com)

2.2. Blower
Pengertian Blower adalah mesin atau alat yang digunakan untuk menaikkan atau
memperbesar tekanan udara atau gas yang akan dialirkan dalam suatu ruangan tertentu
juga sebagai pengisapan atau pemvakuman udara atau gas tertentu. Bila untuk
keperluan khusus, blower kadang kadang diberi nama lain misalnya untuk keperluan
gas dari dalam oven kokas disebut dengan nama exhouter. Di industri industri kimia
alat ini biasanya digunakan untuk mensirkulasikan gas gas tertentu didalam tahap
proses proses secara kimiawi dikenal dengan nama booster atau circulator. Blower
dapat mencapai tekanan yang lebih tinggi daripada fan, yaitu sampai 1,20 kg/cm2.
Blower juga digunakan untuk menghasilkan tekanan negatif untuk sistem vakum di
industri. Blower sentrifugal dan blower positive displacement merupakan dua jenis
utama blower.
Blower sentrifugal terlihat lebih seperti pompa sentrifugal daripada fan.
Impelernya digerakan oleh gir dan berputar 15.000 rpm. Pada blower multi-tahap,
udara dipercepat setiap melewati impeler. Pada blower tahap tunggal, udara tidak
mengalami banyak belokan, sehingga lebih efisien. Blower sentrifugal beroperasi
melawan tekanan 0,35 sampai 0,70 kg/cm2, namun dapat mencapai tekanan yang lebih
tinggi. Satu karakteristiknya adalah bahwa aliran udara cenderung turun secara drastis
begitu tekanan sistim meningkat, yang dapat merupakan kerugian pada sistim
pengangkutan bahan yang tergantung pada volum udara yang mantap. Oleh karena itu,
alat ini sering digunakan untuk penerapan sistim yang cenderung tidak terjadi
penyumbatan.
Gambar 3. Blower Sentrifugal (Sumber : globalindustri.ca)

Blower jenis positive displacement memiliki rotor, yang menjebak udara dan
mendorongnya melalui rumah blower. Blower ini me nyediakan volum udara yang
konstan bahkan jika tekanan sistimnya bervariasi. Cocok digunakan untuk sistim yang
cenderung terjadi penyumbatan, karena dapat menghasilkan tekanan yang cukup
(biasanya sampai mencapai 1,20 kg/cm2) untuk menghembus bahan-bahan yang
menyumbat sampai terbebas. Mereka berputar lebih pelan daripada blower sentrifugal
(3.600 rpm) dan seringkali digerakkan dengan belt untuk memfasilitasi perubahan
kecepatan.

Gambar 4. Blower jenis positive displacement (sumber : aerzenusa.com)

2.3. Kompresor
Kompresor adalah alat mekanik yang berfungsi untuk meningkatkan tekanan
fluida baik gas maupun udara. tujuan meningkatkan tekanan dapat untuk mengalirkan
atau kebutuhan proses dalam suatu system proses yang lebih besar (dapat system fisika
maupun kimia contohnya pada pabrik-pabrik kimia untuk kebutuhan reaksi.
Gambar 5. Kompresor (ciptasinergimandiri.com)

Secara umum kompresor dibagi menjadi dua jenis yaitu dinamik dan perpindahan
positif.

Kompresor dinamik
- Kompresor Sentrifugal
- Kompresor Axial
- Kompresor Mixed Flow
Kompresor perpindahan positif (possitive displacement):
- Kompresor Piston (Reciprocating Compresor)
1. Kompresor Piston Aksi Tunggal
2. Kompresor Piston Aksi Ganda
3. Kompresor Piston Diagfragma
- Kompresor Putar
1. Kompresor Ulir Putar (Rotary Screw Compressor)
2. Lobe
3. Vane
4. Liquid Ring
5. Scroll
Mesin kompresor terdiri dari beberapa bagian yang saling berhubungan. Bagian
ini satu sama lain saling menunjang dalam proses kompresi udara. Komponen dari
kompresor tersebut diantaranya adalah:
1. Drain Valve
Perangkat ini merupakan bagian yang mengatur tekanan udara yang terdapat dalam
tabung penyimpanan kompresor dan membuang air dan kotoran yang yang ada
dalam tabung penyimpanan udara.
2. Fluid Cooler
Fluid cooler adalah alat yang berfungsi untuk menurunkan suhu yang diakibatkan
oleh proses kompresi yang dilakukan oleh mesin kompresor. Selain mengendalikan
suhu mesin kompresor, alat ini juga dapat mendinginkan dan mengontrol suhu
tekanan udara yang dihasilkan oleh kompresor.
3. Hose dan Hose Fitting
Hose adalah selang karet dengan panjang dan bentuk bervariasi yang berfungsi
untuk menggunakan udara bertekanan yang telah tersimpan dalam tabung
penyimpanan kompresor. Selang ini digunakan untuk mengalirkan dan menahan
udara bertekanan tersebut sehingga dapat digunakan setiap saat.
Hose Fitting adalah alat yang terpasang pada pangkal dari hose untuk
menghubungkan hose dengan Ball valve yang terpasang pada mesin kompresor.
Hose fitting ini terpasang pada hose dengan menggunakan pressure tools, sehingga
tidak mudah terlepas walaupun diberikan tekanan yang tinggi.
4. Ball Valve
Ball Valve berfungsi untuk menghubungkan kompresor dengan hose melalui hose
fitting dan mengatur pengeluaran udara bertekanan dari dalam kompresor.
5. Filters
Filters berfungsi sebagai penyaring. Pada kompresor, filter yang digunakan terdiri
dari dua jenis, yaitu filter udara dan filter oli. Filter udara berfungsi untuk
menyaring udara yang masuk ke dalam intake kompresor sedangkan Filter oli
berfungsi menyaring minyak pelumas yang digunakan untuk melumasi bagian dari
mesin kompresor.
6. Pressure Gauge
Pressure gauge dapat membantu untuk mengetahui berapa tekanan udara yang
terdapat pada tabung penyimpanan kompresor terdapat.
7. Pressure Switch
Pressure Switch berfungsi untuk menghubungkan pressure gauge dengan kompresor,
memutuskan tenaga yang digunakan kompresor apabila kapasitas tabung
penyimpanan telah mencapai batas yang sudah ditentukan, dan sebagai sensor
untuk menyalakan kembali kompresor apabila jumlah tekanan udara dalam
tabung penyimpanan sudah mencapai titik minimum tekanan yang ditentukan
8. Safety Valve
Safety valve adalah alat yang secara otomatis mengeluarkan kembali tekanan udara
dalam kompresor jika sudah melebihi batas maksimal sehingga mencegah terjadinya
ledakan tabung pengimpanan kompresor.
9. Receiver Tank
Receiver Tank adalah tank berbentuk tabung berbahan pelat baja yang dilapisi
pelapis antikarat dengan ukuran bervariasi yang berfungsi untuk menyimpan udara
yang sudah dikompresi oleh mesin kompresor.

III. Alat Praktikum

Alat Jumlah
Blower -
Kompresor 1 buah
Kunci Pas 1 buah
Obeng 1 buah
Lap
Pelumas
IV. Skema Kerja

Mengecek blower dan


Mengamati kerangka luar kompresor nyala atau Membokar bagian-bagian
dari blower dan tidak dengan dari blower dan
kompresor menghubungkan pada kompresor
stop kontak

Memasang kembali Melakukan perawatan Mengamati kompresor


bagian-bagian dari pada blower dan bagian dalam dari blower
kompresor dan blower kompresor dan kompresor

Mengecek kembali
blower dan kompresor
nyala atau tidak dengan
menghubungkan pada
stop kontak
V. Data Percobaan

Tampak samping dari kompresor


sebelum di bongkar

Tampak depan dari kompresor sebelum


di bongkar

Tampak atas dari kompresor sebelum di


bongkar
Bagian dari kompresor yang merupakan
motor penggerak dan piston

Bagian bawah kompresor dan terdapat


valve bukaan udara manual

Kunci pas yang digunakan untuk


pembongkaran kompresor
Tampak bawah kompresor setelah valve
bukaan udara manual di lepas

Valve bukaan udara manual serta mur


yang menahan motor penggerak dan
piston menempel pada kompresor

Tampak motor penggerak dan piston di


lepas dari kumparan tembaga
Bagian atas dari piston dimana ada
lubang untuk udara masuk dan keluar

Bagian piston tampa bagian atas

Tutup dari piston


Bagian bawah dari piston

Pemasangan kembali bagian atas piston


ke piston

Pemasangan kembali tutup piston


Pemasangan kembali kumparan
tembaga ke motor penggerak

Bagian depan dari motor penggerak dan


kumparan tembaga setelah di pasang
kembali dan di lengkapi tutup

Pemasangan kembali valve bukaan


udara manual
Pemasangan kembali motor penggerak
ke kompresor

Tampak samping dari kompresor setelah


dilakukan pembongkaran

VI. Pembahasan
Ada beberapa cara untuk merawat kompresor agar awet digunakan yang bisa
dilakukan. Perawatan ini terbilang sederhana dan tentunya bisa anda lakukan dengan baik
tanpa perlu merasa kesulitan.
Sebelum menyalakan kompresor sebaiknya lakukan pengecekan terhadap belt, baut,
mur dan komponen lain yang terpasang pada alat. Jangan hidupkan alat kompresor bila belt
terlihat kendor dari biasanya. Kencangkan baut dan mur apabila ada yang kendor.
Periksa alat dari kotoran atau sampah yang menempel terutama pada bagian belt,
jangan sampai ada sampah yang mengganggu komponen bergerak pada kompresor.
Sebaiknya kompresor ditempatkan pada bidang yang rata, jauh dari jangkauan orang
banyak dan tentunya bersih dari debu.
Ketika menggunakan kompresor selalu periksa keadaan pressure gauge untuk
mengetahui tekanan udara yang terkandung pada tabung kompresor.
Setelah menggunakan kompresor sebaiknya udara sisa yang terkandung dalam tabung
kompresor dibuang hingga habis. Ini dilakukan sebagai pencegahan supaya udara tersebut
tidak mengembun dan menjadi air. Air dapat menyebabkan karatan pada logam dan lama
kelamaan akan merusak kompresor itu sendiri.

VII. Simpulan
Cara kerja kompresor adalah menekan udara agar masuk kedalam bejana penampung
dan memiliki tekanan tertentu.
Dapat melakukan pembongkaran dan pemasangan dari komponen komporen
kompresor.
Selalu cek keadaan komponen dari kompresor untuk hal perawatan.

Daftar Pustaka

Mc. Cabe and Smith (1982), Unit Operations of Chemical Engineering, Singapore.
PEDC, Mekanika