Anda di halaman 1dari 17

ANALISIS PERENCANAAN PEMBUATAN

GALANGAN KAPAL KAYU

DISUSUN OLEH:
MOCHAMMAD EKA SETIAWAN
NIM: 130210012

UNIVERSITAS HANG TUAH SURABAYA


FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KELAUTAN
JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN
2013
MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO
Tidak ada kesuksesan tanpa pengorbanan
Jalani hidup tanpa ada penyesalan!

PERSEMBAHAN
Terima kasih kepada Allah SWT atas berkat dan rahmat-Nya saya
diberikan kesehatan dan dibukakan pikiran sehingga bisa menyelesaikan
skripsi ini.
Kepada orang orang yang paling berkesan dalam kehidupan saya yang
selalu mendukung dan memberikan semangat kepada saya yang ikut
membentuk kepribadian diri saya.
Kepeda Bapak dan Ibu tercinta, terima kasih atas segala kasih sayang
perhatian dan semua perngorbanan yang selama ini saya terima baik
matriil maupun spiritual, semuanya tidak akan bisa saya bayar tetapi akan
saya buktikan dengan kesuksesan saya.
Kepada sahabat tersayang, terima kasih atas iringan doa dan canda tawa
mereka yang selalun menghiasi kehidupanku selama ini.
Kepada teman seperjuangan, terima kasih telah berjuang dan saling
membantu agar kita dapat wisuda bersama-sama, semoga kita dapat
menemukan jalan kesuksesan kita masing masing kawan.
Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Indayani, M.Pd. karena telah
membimbing dan mendidik saya sampai selama ini dan semoga ilmu yang
Ibu ajarkan bisa saya amalkan.

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT atas segala berkat dan rahmat yang telah
dilimpahkan sehingga dapat menyelesaikan tugas penelitian yang berjudul
ANALISIS PERENCAAN PEMBUATAN GALANGAN KAPAL KAYU.
Laporan penelitiaan ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas mata pelajaran
Bahasa Indonesia.

Semoga laporan penelitian ini menjadi dapat bermanfaat bagi mahasiswa


jurusan teknik perkapalan terutama bagi Mahasiswa Jurusan Teknik Perkapalan di
Universitas Hang Tuah Surabaya. Dan dapat menjadi bahan yang bermanfaat
untuk kepentingan pendidikan.

Surabaya, 9 November 2013

Penulis

ii
DAFTAR ISI
Motto dan Persembahan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i
Kata Pengantar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii
Daftar Isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . iii
Abstrak . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .iv
BAB I PENDAHULUAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
1.1 Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
1.2 Rumusan Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
1.3 Tujuan Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
1.4 Manfaat Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
BAB II LANDASAN TEORI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3
2.1 Penelitian yang Sebelumnya. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3
2.2 Teori yang Digunakan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4
BAB III METODE PENELITIAN . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
3.1 Pendekatan Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
3.2 Sumber Data dan Data Penelitian. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
3.3 Teknik Pengumpulan Data . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
3.4 Teknik Analisis Data. . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6
4.1 Hasil . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6
4.2 Pembahasan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6
4.2.1 Perencanaan Lay Out Galangan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6
4.2.2 Perencanaan Area Reproduksi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .7
4.2.3 Prospek Pemasaran Hasil Produk . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . 7
BAB V SIMPULAN DAN IMPLIKASI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 11
5.1 Simpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 11
5.2 Implikasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 11
Daftar Rujukan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 12

iii
ABSTRAK
Proses produksi kapal merupakan suatu teknologi yang komplek, dan
mempunyai cirri khas tersendiri. Dalam pembuatan dan reparasi kapal diperlukan
sebuah galangan kapal yang sesuai dengan jumlah dan kapasitas kapal yang
diproduksi persatuan waktu dan kondisi area galangan yang ada.
Dalam laporan penelitian ini akan dirancang galangan kapal kayu yang
meliputi, tata letak galangan yang mendukung proses produksi, kebutuhan sumber
daya manusia, dan juga memperhatikan aspek pengembangan ke masa mendatang
untuk mengentisipasi peningkatan jumlah permintaan.
Perencanaan galangan yang akan dibangun meliputi beberapa hitungan
yaitu : Dari aspek Teknis : Penentuan jenis dan kapasitas galangan, Penentuan
area reproduksi dan layout galangan, penentuan peralatan produksi dan penentuan
kebutuhan sumber daya manusia.
Dari aspek Ekonomis : Biaya pembangaunan galangan kapal, terutama dari
pekerjaan dan rencana pendapatan reparasi kapal.
Laporan ini dapat dijadikan sebagai pedoman dan pegagangan untuk
lembaga atau perusahaan yang bermaksud membuat rancangan galangan kapal
kayu agar dapat mengerti dan paham tentang rancangan pembuatan galangan
kapal kayu. Apabila banyak perusahaan atau lembaga yang membuat galangan
kapal kayu bukan tidak mungkin itu juga dapat membantu pemerintah dalam
mensejahterakan penduduk pesisir karena sebagaian dari mereka adalah nelayan
kecil yang berpenghasilan minimum.
Dengan adanya banyak pembuat galangan kapal kayu secara otomatis
dapat memproduksi kapal yang harganya dapat terjangkau dan dapat digunakan
oleh nelayan kecil. Dan dapat meningkatkan produksi ikan sehingga harga jual
ikan tidak lagi melambung tinggi dan terlepaas dari ketergantungan import ikan.

iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sebagai Negara dengan luas wilayah perairan yang begitu besar sudah
sepantasnya bila kita mempunyai dukungan armada pelayaran yang kuat. Dari
segi kuantitas jumlah armada kapal pelayaran local dan pelayaran rakyat
cenderung lebih banyak disbanding dengan jenis armada pelayaran yang lain.
Hal ini disebabkan :
1. Sifat usaha turun temurun
2. Lebih mudah menyusuri daerah perairan yang dangkal maupun sungai
3. Harga kapal relative lebih murah
4. Perawatan kapal lebih mudah
Dalam pembuatan maupun perbaikan kapal kapal armada pelayaran
rakyat ini masih banyak dilakukan secara tradisional dengan cara dan
teknologi yang sederhana. Hal ini kurang menguntungkan karena cara dan
system tradisional yang digunakan kadang kadang tidak memenuhi sarat
teknis yang sesuai dengan perkembangan teknologi perkapalan.
Adanya perkembangan armada pelayaran rayat harus diimbangi dengan
peningkatan dari segi keselamatan kapal yang meliputi bangunan atau
konstruksi kapal, persaratan navigasi, perawatan dan lain lain. Dalam
mengutamakan tingkat kecepatan pelayanan terhadap pelaksanaan
pembangunan maupun reparasi kapal, perlu dipikirkan langkah untuk
merekayasa suatu teknologi yang berkaitan dengan masalah tersebut.
Dalam usaha pengoprasian sarana angkatan laut khususnya armada
pelayaran rakyat yang memenuhi persyaratan keselamatan diperlukan adanya
sarana dan prasarana tempat pembangunan dan reparasi kapal yang cukup
memadai. Industri galangan kapal tersebut harus dapat membimbing dan

1
mengembangkan tenaga tenaga pembuat kapal dengan ketentuan yang
berlaku.
Dengan terpeliharanya kapal maka keawetan masa pakai kapal akan lebih
lama dan ganguan berhentinya sebuah kapal pada saat dioperasikan dapat
ditekan sekecil mungkin. Usaha perikanan merupakan salah satu sector
perokonomian yang penting bagi pemulihan perkonomian bangsa. Fasilitas
penagkapan ikan yang ada sekarang perlu ditambah atau diperbaiki sehingga
produksi tahunan hasil laut dapat meningkat lagi, yang berakibat penghasilan
pendudukan dan perekonomian bangsa akan meningkat. Belum adanya
galangan yang secara khusus membangun dan mereparasi kapal kapal
tersebut di Pantai Utara Jawa Timur khususnya di daearah Tuban, maka
diperlukan suatu galangan kapal yang secara teknis dan ekonomis dapat
menyokong kebutuhan tersebut, dan diharapkan memiliki produktifitas tinggi.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimanakah perencanaan lay out galangan?
2. Bagaimanakah perencanaan area reproduksi?
3. Bagaimanakah prospek pemasaran hasil produksi?

1.3 Tujuan Penelitian


Tujuan utama penelitian ini adalah untuk merencanakan pembuatan
galangan kapal dalam rangka meningkatkan operasional kapal ikan di wilayah
pesisir.

1.4 Manfaat Penelitian


Diharapkan dengan adanya penelitian ini, dapat dijadikan sebagai acuan
dan sebagai tolak ukurserta dapat memperkirakan rencana pembangunan
galangan kapal kayu tersebut.

2
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Penelitian yang Sebelumnya


Ketentuan konstruksi kapal kayu di Indonesia ditetapkan melalui Biro
Klasifikasi Indonesia (Soekarsono, 1995a). Kekuatan konstruksi sebuah kapal
dipengaruhi oleh kemampuan teknis galangan kapal. Hal ini erat hubungannya
dengan konstruksi dan pengawasan dari suatu badan yang dipercaya oleh
Pemerintah, dalam hal ini BKI. Kualitas galangan kapal yang membangun kapal
perikanan di Indonesia khususnya kapal kayu, masih tradisional dan dikelola
secara perorangan.
Tahapan pembangunan kapal dimulai dari pemasangan lunas, linggi haluan
dan buritan, gading-gading, balok geladak, galar, kulit luar dan geladak.
Sedangkan bagian-bagian lainnya dapat dikerjakan secara bersamaan atau bagian
yang satu dapat dikerjakan lebih dahulu daripada bagian yang lain
(Pasaribu,1985). Namun, cara pemasangan bagian-bagian konstruksi kapal
tersebut dapat berubah-ubah tergantung dari tempat, kemampuan, serta tradisi
pembangunan kapal di daerah masing-masing.
Terdapat perbedaan metode pembangunan kapal, khususnya pada
pembangunan kapal kayu penangkap ikan yang dibuat secara tradisional dan
modern. Perbedaannya terletak pada cara pengkonstruksian lambungnya.
Kapalkapal kayu penangkap ikan tradisional papan lambungnya di konstruksi
terlebih dahulu kemudian diikuti pemasangan gading-gading (frame). Sebaliknya
pada pembangunan kapal-kapal kayu penangkap ikan modern, gading-gading
dikonstruksi terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan pemasangan lambung
kapal (Iskandar, 1997).

3
2.2 Teori yang digunakan
Terdapat lima jenis pilihan material yang sesuai untuk kapal perikanan
yaitu kayu, besi, FRP (Fibreglass Rainforced Plastic), ferrocement, dan
aluminium (Fyson, 1985). Salah satu material yang digunakan dalam
pembangunan kapal di Indonesia adalah kayu dan memiliki umur teknis berkisar
antara 1015 tahun. Kayu digunakan sebagai material pembangunan kapal
disebabkan persediaan kayu di Indonesia cukup banyak serta harganya yang
ekonomis dan terjangkau. Apabila dibandingkan dengan biaya pembangunan
kapal dari bahan FRP, besi, baja, atau bahan lain di luar kayu, akan membutuhkan
biaya 3 kali lipat.
Syarat kayu sebagai material kapal (Pasaribu, 1985) adalah:
1) Tidak mudah pecah;
2) Tahan terhadap hewan laut; dan
3) Tidak mudah lapuk, liat, kuat
Fyson (1985) menyatakan bahwa terdapat pertimbangan pertimbangan
prinsip yang harus diperhatikan dengan pemilihan kayu seperti kekuatan, daya
tahan terhadap pembusukan, dan ketersedian dalam mutu, jumlah dan ukuran
yang diinginkan. Material kayu membutuhkan kekuatan yang tinggi dan tahan
terhadap serangan organisme laut.
Aspek teknis yang perlu diperhatikan guna memperoleh umur pakai yang
lama dari kapal kayu penangkap ikan adalah:
1) Sifat fisik dan mekanis dari jenis kayu yang digunakan;
2) Kelayakan desain dan metode konstruksi kapal; dan
3) Pengelolaan dan perawatan kapal
Fyson (1985) menjelaskan bahwa pemilihan material kapal perikanan
sangat dipengaruhi oleh:
1) Keahlian galangan kapal, termasuk kemampuan sumberdaya manusia
dan teknologi atau peralatan yang tersedia di galangan
2) Kemudahan dalam memperoleh bahan
3) Keuntungan teknis dari tiap material

4
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Pendekatan penelitian
Laporan penelitian ini mengutamakan data yang diambil dari studi pustaka
di perpustakaan dan informasi media internet.

3.2 Sumber data dan data penelitian


Penelitian ini menggunakan sumber data yang berasal dari studi pustaka
dan melalui media internet, yaitu melakukan analisis dan pengumpulan data
melalui perpustakaan dan mengkaji melalui informasi di internet.

3.3 Teknik pengumpulan data


Pengumpulan data didapatkan dari hasil studi pustaka dan media internet,
yang setelah itu semua data dan hasil penelitian di kumpulkan dan dijadikan
laporan penelitian. Jadwal pelaksanaan pengumpulan data berlangsung selama 1
bulan.

3.4 Teknik analisis data


Studi pustaka
Mengumpulkan buku - buku maupun hand out yang berisi
tentang galangan kapal dan fasilitas docking serta tentang
analisa perencanaan galangan kapal kayu.
Media Internet
Semua informasi tentang perencanaan pembuatan galangan
kapal kayu dikumpulkan dan dijadikan laporan penelitian.

5
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Lay out galangan merupakan sederetan letak fasilitas produksi, mulai dari
gudang material / bahan hingga bengkel rakitan akhir di building berth. Dalam
pengaturannya didasarkan atas proses produksi dengan memperhitungkan kondisi
lokasi yang ada. Penyusunan lay out galangan didasari tujuan untuk mendapatkan
tempat kerja yang nyaman, system kerja yang teratur dan kemudahan dalam
perawatan keseluruhan system. Pertimbangan utama dalam penyusunan lay out
galangan kapal adalah aliran material, kapasitas produksi, sarana dan prasarana
serta tuntutan efesiensi tinggi.

4.2 Pemabahasan
4.2.1 Perencanaan Lay Out Galangan
Untuk merencanakan lay out sebuah galangan kapal perlu diperhatikan
beberapa faktor yang sangat berpengaruh, antara lain :
1. Sistem produksi
2. Aliran material/bahan
3. Metode reproduksi
Karakteristik galangan kapal kayu dipengaruhi oleh hal-hal sebagai
berikut:
1. Lokasi galangan kapal
2. Kapasitas produksi galangan kapal
3. Teknologi produksi yang digunakan oleh galangan kapal
Penyusunan lay out sebuah galangan kapal menjadi suatu hal yang sangat
penting karena baik buruknya lay out akan menentukan efesiensi produksi, laba
perusahaan serta ketangguhan perusahaan. Penyusunan lay out didasari tujuan

6
untuk mendapatkan tempat kerja yang nyaman, sistem kerja yang teratur dan
kemudahan dalam perawatan keseluruhan sistem. Jadi lay out yang baik adalah:

1. Penempatan peralatan yang tepat


2. Pegerakan material / bahan minimal
3. Menurunkan biaya produksi yang berarti perusahaan lebih efisien

4.2.2 Perencanaan Area Reproduksi


Area produksi merupakan tempat untuk melaksanakan kegiatan proses
produksi, dimana pada setiap area produksi mempunyai jenis pekerjaan yang
berbeda tetapi merupakan satu kesatuan dari urutan proses produksi pembuatan
kapal kayu. Alokasi area produksi pada perencanaan lay out galangan mempunyai
keuntungan antara lain:
1. Pembagian wilayah kegiatan yang sistematis
2. Memudahkan proses tata letak
3. Meminimumkan ruang yang terbuka
4. Memberikan perkiraan luas total
5. Dasar bagi perencanaan selanjutnya

4.2.3 Prospek Pemasaran Hasil Produk


Kemampuan bersaing untuk merebut pasar diantaranya dari pelayaran, tarif,
kualitas dan jangka waktu penyelesaian pekerjaan. Pelayanan yang lebih baik
dan menarik konsumen untuk menggunakan jasa produksi galangan, antara
lain dengan:
Sarana-sarana untuk pekerjaan dan bangunan baru yang lengkap dan
modern
Segala macam bahan / material yang dibutuhkan mudah didapat
Waktu rata-rata pelayanan / pelaksanaan pekerjaan yang cepat
Kualitas hasil pekerjaan yang baik

7
Galangan kapal dalam menentukan pemenuhan kebutuhan pelanggan perlu
melakukan beberapa hal sebagai berikut:
Penelitian pasar untuk menentukan apa yang diinginkan pelanggan
Peramalan penjualan untuk menentukan berapa jumlah produk
Perancangan operasi untuk menentukan metode pengerjaan, jumlah
mesin dan tenaga kerja yang dibutuhkan
Perancangan fasilitas untuk menentukan lintasa aliran material dan
merancang susunan kegiatan untuk memperoleh pemindahan bahan /
material yang berurutan dan baik melalui seluruh proses
Hasil produksi dan galangan kapal kayu ini yaitu kapal ikan akan dipasarkan
pada perorangan dan koperasi. Pembeli diharapkan akan memperoleh bantuan
kredit untuk membeli kapal tersebut dari pemerintah dengan syarat yang lunak,
terutama dalam jangka waktu kredit.

Area produksi yang direncanakan pada galangan kapal kayu ini adalah sebagai
berikut:
1. Band Saw Area
Adalah tempat untuk memotong balok-balok dari gudang kayu menjadi
lebih kecil bentuk dan ukurannya. Perencanaan luas area vertical band saw adalah
berdasarkan peralatan yang digunakan didalamnya untuk memenuhi taeget
produksi yang direncanakan, ukuran dari kayu yang masuk dan keluar serta
memperhatikan faktor kenyamanan kerja.

2. Rip Saw Area


Adalah tempat memotong balok kayu band saw area menjadi balok kayu
dengan ukuran-ukuran dan papan-papan kayu yang sesuai dengan kebutuhan
untuk konstruksi kapal kayu. Perencanaan luas area rip saw adalah berdasarkan
peralatan yang digunakan didalamnya untuk memenuhi target produksi yang
direncanakan, ukuran dari kayu-kayu yang masuk dan keluar serta memerhatikan
faktor kenyamanan kerja.

8
3. Kiln Drying Area
Adalah tempat untuk mengeringkan kayu sampai memiliki kadar air
tertentu. Perencanaan luas area kiln drying adalah berdasarkan kebutuhan pada
kegiatan proses produksi selanjutnya, aliran matrial / bahan untuk memenuhi
target produksi yang direncanakan serta memerhatikan faktor kenyamanan kerja.

4. Planer Area
Adalah tempat untuk menghaluskan permukaan kayu. Perencanaan luas
area planer adalah berdasarkan peralatan yang digunakan didalamnya untuk
memenuhi target produksi yang direncanakan, ukuran dari kayu yang masuk dan
keluar serta memerhatikan faktor kenyamanan kerja.

5. Gading dan Profil Area


Adalah tempat untuk membuat bagian-bagian konstruksi pada kapal
misalnya gading, balok geladak, galar dan lain-lain. Hasil produksi dari frame dan
profil area akan dibawa langsung ke intermediate store atau assembly yard untuk
proses lebih lanjut.

6. Assembly Yard
Adalah tempat untuk merakit bagian-bagian konstruksi kapal yang
dihasilkan dari area produksi sebelumnya, misalnya perakitan potongan-potongan
gading menjadi sebuah bentuk gading yang utuh, perakitan wrang, menyambung
balok geladak dan lain-lain.

7. Intermediate Store
Adalah tempat untuk menyimpan sementara bagian-bagian konstruksi
kapal yang dihasilkan dari area produksi sebelumnya untuk proses pengerjaan
selanjutnya yaitu penyambungan erection yard. Intermediate store merupakan
bangunan beratap dan terbuka yang dimaksudkan untuk mempermuda proses
penumpukan maupun pengambilan.

9
8. Erection Yard
Adalah tempat untuk penyambungan seluruh bagian-bagian konstruksi
kapal sampai menjadi sebuah bangunan kapal. Erection yard berupa area terbuka
yang luas dan dilengkapi dengan sarana pokok untuk sebuah galangan kapal yaitu
sarana untuk peluncuran kapal. Untuk perencanaan luas erection yard adalah area
yang dibuat harus cukup untuk membangun 8 buah kapal kayu untuk memenuhi
target produksi yang direncanakan, serta untuk melayani reparasi kapal yang
melakukan docking serta memerhatikan faktor kenyamanan kerja.

10
BAB V
SIMPULAN DAN IMPLIKASI
5.1 Simpulan
Dari hasil evaluasi di atas dan pada pembahasan bab-bab sebelumnya dapat
disimpulkan bahwa:
1. Persyaratan teknis untuk membangun sebuah galangan kapal berupa tanah
(lahan) dan water front (garis pantai) harus terpenuhi terlebih dahulu.
2. Galangan kapal sebaiknya mempunyai tempat reparasi agar ketika ada kapal
yang rusak dapat juga diperbaiki.
3. Jumlah produksi kapal pertahun sebanyak 12 kapal kayu, pelaksanaan
pembangunan 3 kapal diwujudkan selesai dalam waktu 3 bulan.
4. Biaya investasi yang diperlukan sebesar Rp. 2 miliae yang meliputi pembelian
tanah, pembangunan gedung, pembelian peralatan dan perencanaan dan
pengawasan.
5. Pendapatan galangan pertahun dapat mencapai Rp. 1.937 bila ditambah dengan
reparasi kapal.

5.2. Implikasi
Merujuk pada pembahasan diatas bila memang benar dapat membangun
sebuah galangan kapal itu akan sangat membantu masyarakat dalam
meningkatkan ekonominya terutama masyarakat yang berada di daerah pesisir
yang kebanyakan bermata pencaharian sebagai nelayan.
Secara tidak langsung pembuatan galangan kapal ini akan membantu pemerintah
dalam memberantas kemiskinan yang sedang melanda Indonesia. Diharapkan
pemerintah lebih mendukung dan memberi fasilas serta kemudahan dalam
pembangunan nanti.

11
DAFTAR RUJUKAN
1.http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/12605/C09iku.pdf;jsessio
nid=C9E13D0E583AA80738810B4722A7DA1B?sequence=2
2. Wawan Setiawan (2006), Galangan kapal, Penerbit Guna Widya, Surabaya
3. Bakrie Muhammad (1996), Kapal Kayu, Penerbit ITS Surabaya

12

Anda mungkin juga menyukai