Anda di halaman 1dari 2

BAB IV

PENUTUP
1. KESIMPULAN
A. Membangun kecerdasan moral terdapat tujuh kebajikan utama yang di butuhkan untuk
mengenalkan dan mengajarkan kebenaran dan juga menghadapai persoalan tekanan yang
berkaitan dengan etika yang ada. Adapun tujuh kebajikan tersebut adalah ( Borba, 2008):
1) Empati yaitu seseorang dapat memahami dan merasakan apa yang dialami oleh orang lain.
2) Nurani yaitu mengetahui dan menerapkan sesuatu dengan melakukan tindakan yang benar
dan sesuai. Bertindk sesui dengan kata hati.
3) Kontrol diri yaitu dapat mengendalikan pikiran dan perbuatan agar dapat menahan keinginan
dari dalam maupun dari luar untuk dapat mampu berbuat yang baik dan benar.
4) Kebaikan hati yaitu seseorang dapat memberikan keedulian terhadap apa yang dialami orang
lain contohnya kesejahteraan dan perasaan rang lain.
5) Rasa hormat yaitu memerikan penghargaan kepada orang lain dengn berlaku baik dan juga
sopan.
6) Toleransi yaitu menghargai dan menghormati oran lain, walau dengan erbedaan yang ada.
7) Keadilan yaitu seimbang sehingga dapat berpikiran terbuka dan benar.

B. Pentingnya empati dalam kehidupan:


Empati membuat Anda lebih bisa menghargai orang lain
Empati meningkatkan rasa cinta kasih dari dalam diri Anda
Empati membuat Anda bisa ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain
Empati akan membuat orang ingin saling membantu
Empati membuat orang lebih mudah berhubungan dengan orang lain
Empati memudahkan setiap orang untuk memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang
lain.
C. Metode yang dapat digunakan oleh guru dalam menumbuhkan dan menanamkan empati pada
anak antara lain adalah sebagai berikut:
Keteladanan
Kisah/cerita yang berkaitan dengan empati /moral
Penggunaan kata-kata verbal dalam menegur anak yang nakal
Pengalaman langsung
Kebersamaan dalam bermain
Pembentukan Empati lewat Pembiasaan
D. Empati berasal kata pathos (dalam bahasa Yunani) yang berarti perasaan yang mendalam.
Empati pada awalanya di gunakan untuk menggambarkan suatu pengalaman estetika ke
dalam bagian bentuk kesenian. Empati berbeda dengan simpati. Perasaan simpati sering
dijumpai dalam kehidupan sehari-hari yang menggambarkan perasaan seseorang kepada
orang lain. Beda antara empati dan simpati adalah, bahwa simpati lebih memusatkan
perhatian pada perasaan diri sendiri bagi orang lain, sementara itu perasaan orang lain atau
lawan bicaranya kurang diperhatikan. Sedangkan empati lebih memusatkan perasaanya pada
kondisi orang lain atau lawan bicaranya. Empati juga hubungan dengan bagaimana orang lain
merasakan diri saya, baik masalah saya maupun lingkungan saya.
2. SARAN
Empati sebaiknya ditanamkan oleh orang tua ketika mendidik anak, selain itu juga
ditanamkan oleh guru di sekolahnya, dan juga harus meningkatkan kecerdasan moral yang
ada pada anak, serta harus berusaha untuk merubah kebiasaan yang buruk menjadi kebiasaan
yang lebih baik lagi sesuai dengan metode membangun empati anak pada usia dini yang
tertulis dalam makalah ini.