Anda di halaman 1dari 15

VARIABLE COSTING

DENGAN METODE HARGA POKOK PROSES

Ditujukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Akuntansi Biaya


Dosen: Dicky Fauzi Firdaus, M.Pd.

Oleh:
Nama : Ria Musriani
NIM : 1415431024
Prodi : Perbankan Syariah
Fakultas : Ilmu Keislaman

PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH


FAKULTAS ILMU KEISLAMAN
UNIVERSITAS ISLAM AL-IHYA KUNINGAN
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas berkat
rahmat dan karunia-Nya, penyusunan makalah ini dapat terselesaikan dengan cukup
baik.
Dalam penyelesaian makalah ini, penulis banyak mengalami kesulitan,
terutama disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan yang menunjang. Namun,
berkat bimbingan dan bantuan dari pihak lain, akhirnya makalah ini dapat
terselesaikan. Karena itu, sudah sepantasnya penulis mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis
setiap saat.
Penulis sadar, sebagai seorang pelajar yang masih dalam proses pembelajaran,
penulisan makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, penulis
sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan
makalah yang lebih baik lagi. Harapan penulis, semoga makalah yang sederhana ini
dapat berguna bagi kita semua.

Kuningan, Juni 2017


Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................... i


DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ........................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................... 1
C. Tujuan Penulisan ..................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Metode Harga Pokok Proses ................................................. 3
B. Manfaat Informasi Harga Pokok Proses ................................................. 3
C. Sistem Pembebanan Biaya pada Metode Harga Pokok Proses ............... 4
D. Penggolongan Proses Produksi pada Perusahaan Manufaktur................ 5
E. Karakteristik dan Prosedur Akuntansi Biaya pada Metode Harga Pokok
Proses ...................................................................................................... 5
F. Penggolongan Biaya pada Metode Harga Pokok Proses ........................ 7
G. Masalah-masalah Khusus dalam Perhitungan Harga Pokok Produk pada
Metode Harga Pokok Proses ................................................................... 9
H. Tujuan Penentuan Metode Harga Pokok Proses ..................................... 10
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................................. 11
B. Saran ........................................................................................................ 11
DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Metode Harga Pokok Proses yang merupakan metode pengumpulan biaya
produksi yang digunakan oleh perusahaan yang mengolah produknya secara
massa. Di dalam metode ini, biaya produksi dikumpulkan untuk setiap proses
selama jangka waktu tertentu, dan biaya produksi per satuan dihitung dengan
cara membagi total biaya produksi dalam proses tertentu, selama periode
tertentu dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan dari proses tersebut
selama jangka waktu yang bersangkutan.
Melalui makalah ini akan diuraikan metode harga pokok proses yang
sederhana, yaitu yang diterapkan dalam perusahaan yang mengolah produknya
melalui satu departemen produksi dan dalam perusahaan yang mengolah
produknya melalui lebih dari satu departemen produksi. Dan diuraikan pula
pengaruh adanya produk yang hilang dalam proses terhadap perhitungan harga
pokok produksi per satuan dalam departemen yang bersangkutan.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam
makalah ini adalah:
1. Apa pengertian metode harga pokok proses?
2. Apa manfaat informasi harga pokok proses?
3. Bagaimana sistem pembebanan biaya pada metode harga pokok proses?
4. Bagaimana penggolongan proses produksi pada perusahaan manufaktur?
5. Bagaimana karakteristik dan prosedur akuntansi biaya pada metode harga
pokok proses?
6. Bagaimana penggolongan biaya pada metode harga pokok proses?
7. Apa saja masalah-masalah khusus dalam perhitungan harga pokok produk
pada metode harga pokok proses?
8. Apa tujuan penentuan metode harga pokok proses?

1
2

C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan penulisan dalam makalah ini
adalah:
1. Untuk mengetahui pengertian metode harga pokok proses.
2. Untuk mengetahui manfaat informasi harga pokok proses.
3. Untuk mengetahui sistem pembebanan biaya pada metode harga pokok
proses.
4. Untuk mengetahui penggolongan proses produksi pada perusahaan
manufaktur.
5. Untuk mengetahui karakteristik dan prosedur akuntansi biaya pada metode
harga pokok proses.
6. Untuk mengetahui penggolongan biaya pada metode harga pokok proses.
7. Untuk mengetahui masalah-masalah khusus dalam perhitungan harga
pokok produk pada metode harga pokok proses.
8. Untuk mengetahui tujuan penentuan metode harga pokok proses.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Metode Harga Pokok Proses


Metode harga pokok proses, yang merupakan metode pengumpulan biaya
produksi yang digunakan oleh perusahaan yang mengolah produknya secara
masal. Di dalam metode ini, biaya produksi dikumpulkan untuk setiap proses
selama jangka waktu tertentu, selam periode tertentu, dengan jumlah satuan
produk yang dihasilkan dari proses tersebut selama jangka waktu yang
bersangkutan.
Metode pengumpulan biaya produksi ditentukan oleh karakteristik proses
produksi perusahaan. Metode harga pokok proses memiliki karakteristik
tertentu, yaitu:
1. Biaya dikumpulkan untuk setiap satuan waktu tertentu, misalnya bulan,
tahun, dan sebagainya.
2. Produk yang dihasilkan bersifat homogen dan bentuknya standar, tidak
tergantung spesifikasi yang diminta oleh pembeli.
3. Kegiatan produksi didasarkan pada budget produksi atau schedule produksi
untuk satuan waktu tertentu.
4. Tujuan produksi untuk mengisi persediaan yang selanjutnya dijual.
5. Kegiatan produksi bersifat kontinu dan terus-menerus.
6. Jumlah total biaya maupun biaya satuan dihitung setiap akhir periode,
misalnya akhir bulan, akhir tahun.

B. Manfaat Informasi Harga Pokok Proses


Informasi harga pokok produksi yang dihasilkan bermanfaat untuk:
1. Menentukan harga jual produk.
2. Memantau realisasi biaya produksi.
3. Menghitung laba atau rugi periodik.
4. Menentukan harga pokok persediaan produk jadi dan produk dalam proses
yang disajikan dalam neraca.

3
4

Untuk memberikan gambaran awal penggunaan metode harga pokok


proses dalam proses pengumpulan biaya produksi, variasi contoh penggunaan
metode harga pokok proses yang diuraikan ini mencakup:
1. Metode harga pokok proses yang diterapkan dalam perusahaan yang
produknya diolah hanya melalui satu departemen produksi.
2. Metode harga pokok proses yang diterapkan dalam perusahaan yang
produknya diolah melalui lebih dari satu departemen produksi.
3. Pengaruh terjadinya produk yang hilang dalam proses terhadap perhitungan
harga pokok produksi persatuan dengan anggapan:
a. Produk hilang pada awal proses.
b. Produk hilang pada akhir proses.

C. Sistem Pembebanan Biaya pada Metode Harga Pokok Proses


Dihubungkan dengan pembebanan harga pokok kepada produk, metode
harga pokok proses dapat menggunakan sistem:
1. Semua elemen biaya dibebankan berdasar biaya sesungguhnya (historical
cost system). Pada sistem ini, produk yang diolah dibebani biaya bahan
baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik yang sesungguhnya
dinikmati oleh produk yang bersangkutan.
2. Elemen biaya tertentu yaitu biaya overhead pabrik, dibebankan berdasar
tarif atau biaya yang ditentukan di muka. Sistem ini dipakai apabila kondisi-
kondisi yang ada di dalam perusahaan mengharuskan dipakainya tarif biaya
overhead pabrik dengan tujuan untuk membebankan biaya secara adil dan
teliti. Kondisi tersebut adalah:
a. Perusahaan menghasilkan beberapa jenis produk.
b. Produksi perusahaan tidak stabil dari waktu ke waktu.
c. Elemen biaya overhead tetap jumlahnya relatif tinggi.
3. Semua elemen biaya dibebankan pada produk atas dasar harga pokok yang
ditentukan di muka. Pada sistem ini dalam penentuan harga pokok produk
semua elemen biaya baik bahan, tenaga kerja, maupun overhead pabrik
dibebankan berdasar harga pokok yang ditentukan di muka.
5

D. Penggolongan Proses Produksi pada Perusahaan Manufaktur


Pada perusahaan manufaktur proses produksinya dapat digolongkan atas
dasar jenis produk yang dihasilkan dan tahapan-tahapan di dalam mengolah
produk, sebagai berikut:
1. Perusahaan yang menghasilkan satu jenis produk
Atas dasar tahapan-tahapan di dalam mengelola produk pada
perusahaan yang menghasilkan satu jenis produk dapat dikelompokkan
menjadi:
a. Pengolahan produk hanya melalui satu tahapan pengolahan.
b. Pengolahan produk melalui beberapa tahapan pengolahan.
2. Perusahaan yang menghasilkan beberapa jenis produk
Atas dasar tahapan-tahapan di dalam mengelola produk pada
perusahaan yang menghasilkan beberapa jenis produk dapat dikelompokkan
menjadi:
a. Pengolahan produk hanya melalui satu tahapan pengolahan.
b. Pengolahan produk melalui beberapa tahapan pengolahan.
Atas dasar hubungan antara jenis produk yang satu dengan yang lain,
produk yang dihasilkan dapat digolongkan ke dalam produk bersama, ko-
produk, produk utama, dan produk sampingan.

E. Karakteristik dan Prosedur Akuntansi Biaya pada Metode Harga Pokok


Proses
Karakteristik utama dari metode harga pokok proses adalah sebagai
berikut:
1. Laporan harga pokok produksi digunakan untuk mengumpulkan,
meringkas, dan menghitung harga pokok baik total maupun satuan atau per
unit. Apabila produk diolah melalui beberapa tahap atau departemen,
laporan harga pokok disusun setiap departemen di mana produk diolah.
2. Biaya produksi periode tertentu dibebankan kepada produk melalui
rekening barang dalam proses yang diselenggarakan untuk setiap elemen
biaya. Apabila produk diolah melalui beberapa departemen, rekening
6

barang dalam proses di samping diselenggarakan untuk setiap elemen biaya


harus diselenggarakan untuk setiap departemen di mana produk diproses.
3. Produksi dikumpulkan dan dilaporkan untuk satuan waktu atau periode
tertentu. Apabila produk diproses melalui beberapa tahap atau departemen,
laporan produksi tersebut dibuat untuk setiap departemen.
4. Produksi ekuivalen (equivalent production) digunakan untuk menghitung
harga pokok satuan. Produksi ekuivalen adalah tingkatan atau jumlah
produksi di mana pengolahan produk dinyatakan dalam ukuran produk
selesai.
5. Untuk menghitung harga pokok satuan setiap elemen biaya produksi
tertentu, maka elemen biaya produksi tertentu tersebut dibagi dengan
produksi ekuivalen untuk elemen biaya yang bersangkutan.
6. Harga pokok yang diperhitungkan untuk mengetahui elemen-elemen yang
menikmati biaya yang dibebankan, berapa yang dinikmati produk selesai
dari departemen tertentu atau pengolahan yang dipindahkan ke gudang atau
ke departemen berikutnya dan berapa harga pokok produk dalam proses
akhir.
7. Apabila dalam proses pengolahan produk timbul produk hilang, produk
rusak, produk cacat, tambahan produk akan diperhitungkan pengaruhnya
dalam perhitungan harga pokok produk.
Sedangkan prosedur dalam rangka menentukan harga pokok produk pada
metode harga pokok proses sebagai berikut:
1. Mengumpulkan data produksi dalam periode tertentu untuk menyusun
laporan produksi dan menghitung produksi ekuivalen dalam rangka
menghitung harga pokok satuan.
2. Mengumpulkan biaya bahan, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik
periode tertentu. Apabila produk diproses melalui beberapa departemen
elemen biaya tersebut dikumpulkan untuk setiap departemen.
3. Menghitung harga pokok satuan setiap elemen biaya, yaitu jumlah elemen
biaya tertentu dibagi produksi ekuivalen dari elemen biaya yang
bersangkutan.
7

4. Menghitung harga pokok produk selesai yang dipindahkan ke gudang atau


departemen berikutnya dan menghitung harga pokok produk dalam proses
akhir.
Media yang dipakai dalam menghitung atau menentukan harga pokok
produk adalah Laporan Harga Pokok Produksi yang memuat informasi sebagai
berikut:
1. Laporan produksi
Bagian laporan ini menunjukkan:
a. Informasi jumlah produk yang diolah, baik dari produk dalam proses
awal, produk yang baru dimasukkan atau diterima dari departemen
sebelumnya, maupun tambahan produk pada departemen lanjutan akibat
adanya tambahan bahan kalau ada.
b. Informasi jejak produk yang diolah, meliputi produk selesai yang
dimasukkan ke gudang atau dipindahkan ke departemen lanjutan,
produk yang masih dalam proses akhir, produk hilang, produk rusak,
produk cacat kalau ada.
2. Biaya yang dibebankan
Bagian laporan ini menunjukkan informasi tentang:
a. Jumlah biaya yang dibebankan.
b. Tingkat produksi ekuivalen yang dihitung dari laporan produksi.
c. Harga pokok satuan untuk setiap elemen biaya yang dibebankan pada
tahap pengolahan produk atau departemen yang bersangkutan.
3. Perhitungan harga pokok
Bagian laporan ini memberikan informasi tentang jejak biaya yang
dibebankan, menunjukkan berapa biaya yang diserap oleh harga pokok
produk selesai maupun produk dalam proses pada akhir periode dan
sebagainya.

F. Penggolongan Biaya pada Metode Harga Pokok Proses


Dalam akuntansi biaya untuk metode harga pokok proses biaya produksi
digolongkan sebagai berikut:
8

1. Biaya bahan
Dalam metode harga pokok proses tidak diadakan pemisahan antara
bahan baku dan bahan penolong, hal ini disebabkan umumnya produk yang
dihasilkan bersifat homogen dan bentuknya standar sehingga setiap satuan
produk yang sama akan menikmati bahan yang relatif sama pula. Semua
harga pokok bahan yang diproses atau diolah menjadi produk selesai atau
bagian produk selesai, baik dapat diidentifikasikan atau tidak dapat
diidentifikasikan dengan produk tertentu, adalah merupakan biaya bahan.
Kartu buku besar pembantu persediaan dibuat untuk setiap jenis bahan,
permintaan bahan oleh setiap departemen yang menggunakan bahan
digunakan dokumen bon permintaan bahan dan pemakaian bahan di dalam
produksi oleh setiap departemen harus dibuatkan laporan pemakaian bahan
yang akan dipakai dasar menyusun laporan harga pokok produksi. Laporan
pemakaian bahan digunakan pula untuk pengendalian pemakaian bahan
oleh setiap departemen.
2. Biaya tenaga kerja
Dalam metode harga pokok proses tidak dipisahkan atau dibedakan
antara biaya tenaga kerja langsung dan biaya tenaga kerja tak langsung.
Apabila produk diolah melalui satu tahapan pengolahan, maka semua biaya
tenaga kerja di pabrik digolongkan sebagai elemen biaya tenaga kerja.
Apabila produk diolah melalui beberapa tahapan atau departemen, semua
biaya tenaga kerja pada departemen produksi digolongkan sebagai biaya
tenaga kerja, sedangkan biaya tenaga kerja departemen pembantu
diperlakukan sebagai elemen biaya overhead pabrik.
3. Biaya overhead pabrik
Biaya overhead pabrik pada metode harga pokok proses, yaitu
meliputi semua biaya produksi di departemen produksi selain biaya bahan
dan biaya tenaga kerja ditambah semua biaya pada departemen pembantu
yang ada di pabrik. Apabila perusahaan tidak memiliki departemen
pembantu di pabrik, biaya overhead pabrik meliputi semua elemen biaya
produksi selain biaya bahan dan biaya tenaga kerja.
9

G. Masalah-masalah Khusus dalam Perhitungan Harga Pokok Produk pada


Metode Harga Pokok Proses
Berikut ini akan dibahas secara bertahap masalah-masalah yang timbul di
dalam perhitungan harga pokok produk pada metode harga pokok proses yang
menghasilkan satu jenis produk, yang meliputi:
1. Pengolahan produk melalui satu tahap, semua biaya dibebankan berdasar
biaya sesungguhnya.
2. Pengolahan produk melalui satu tahap, biaya overhead pabrik dibebankan
berdasar tarif yang ditentukan di muka.
3. Pengolahan produk melalui beberapa tahap atau departemen, produk selesai
pada departemen tertentu langsung dipindah ke departemen berikutnya.
4. Pengolahan produk melalui beberapa tahap, produk selesai dari departemen
permulaan dimasukkan ke gudang produk selesai, di mana sebagian akan
diproses di dalam departemen lanjutan dan sebagian langsung dijual.
5. Pengolahan produk melalui beberapa tahap, sebagian produk hilang di
dalam pengolahan.
6. Pengolahan produk melalui beberapa tahap, sebagian produk rusak dalam
pengolahan:
a. Produk rusak tidak laku dijual.
b. Produk rusak dapat laku dijual.
7. Pengolahan produk melalui beberapa tahap, sebagian produk cacat di dalam
pengolahan.
8. Tambahan bahan pada departemen lanjutan yang dapat menambah jumlah
produk yang dihasilkan.
9. Produk diolah melalui beberapa tahap, terdapat produk dalam proses pada
awal periode.
a. Metode harga pokok rata-rata.
b. Metode pertama masuk, pertama keluar (first in, first out)
c. Metode terakhir masuk, pertama keluar (last in, first out)
10. Review atas berbagai masalah komprehensif dalam pengolahan produk.
10

H. Tujuan Penentuan Metode Harga Pokok Proses


Tujuan penentuan metode harga pokok proses adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui karakteristik metode harga pokok proses.
2. Mengetahui sistem apa yang dapat dipakai untuk pembebanan biaya.
3. Mengetahui bagaimana cara penggolongan biaya.
4. Mengetahui bagaimana cara mencatat dan menghitung karya pokok
produksi apabila:
a. Produk diolah satu tahap.
b. Produk diolah beberapa tahap.
c. Produk hilang dalam pengolahan.
d. Produk rusak dalam pengolahan.
e. Produk cacat dalam pengolahan.
f. Tambahan produk adanya tambahan bahan pada departemen lanjutan.
g. Adanya produk dalam proses awal periode.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Metode harga pokok proses adalah metode pengumpulan biaya produksi
melalui departemen produksi atau pusat pertanggungjawaban biaya, yang
umumnya diterapkan pada perusahaan yang menghasilkan produk atau massa.
Metode harga pokok proses biasanya digunakan oleh perusahaan yang
menghasilkan produk yang sama (homogen) dan melalui serangkaian proses
yang sama.
Dalam perusahaan yang memproduksi produknya secara massa,
karakteristik produksinya antara lain adalah produk yang dihasilkan merupakan
produk standar dan sama setiap bulan. Metode pengumpulan harga pokok
proses memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Sifat produksinya terus menerus.
2. Pengumpulan harga pokok produk dilakukan periodik, biasanya setiap akhir
bulan.
3. Perhitungan harga pokok per satuan dilakukan setiap akhir periode,
misalnya setiap akhir bulan.

B. Saran
Kita sebagai mahasiswa ekonomi Islam yang sangat berkaitan dengan
akuntansi hendaknya mengetahui lagi hal-hal yang berkenaan dengan akuntansi
biaya, agar kita memang benar-benar menjadi seorang akuntan yang bisa
digunakan oleh orang banyak terutama dilembaga lembaga yang membutuhkan
skill kita. Amiiin.

11
DAFTAR PUSTAKA

Cashin, James A. Ralph S. Polimeni. (1981). Cost Accounting. Auckland: McGraw-


Hill International Book Company. International Student Edition.

Mulyadi. (1986). Akuntansi Biaya: Penentuan Harga Pokok Produk dan


Pengendalian Biaya. Edisi 3. Yogyakarta: BPFE.

R.A. Supriyono. (1999). Akuntansi Biaya Buku 1: Pengumpulan Biaya dan


Penentuan Harga Pokok. Edisi 2, Cetakan Ke XII. Yogyakarta: BPFE.

______________. (1999). Akuntansi Biaya Buku 11: Perencanaan, Pengendalian,


serta Pembuatan Keputusan. Edisi 2. Yogyakarta: BPFE.