Anda di halaman 1dari 58

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA

PELAJARAN IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ARTIKULASI


DI KELAS IV SD NEGERI 27 LUBUK LINGGAU

Salbiyah,S.Pd

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi dan hasil belajar


siswa dalam mata pelajaran IPS, serta untuk mendeskripsikan tanggapan siswa
terhadap penerapan model pembelajaran artikulasi.
Penelitian ini menggunakan penilaian proses, penilaian hasil belajar siswa
serta refleksi pembelajaran oleh guru. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah
Dasar Negeri 27 Lubuk Linggau kelas IV semester ganjil tahun ajaran 2016/2017
dengan jumlah siswa 21 orang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran
kooperatif dengan artikulasi ini ternyata mampu; 1) meningkatkan prestasi belajar
siswa 2) meningkatkan aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar pada mata
pelajaran IPS.

Kata kunci : pembelajaran kooperatif artikulasi, prestasi hasil belajar.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang
mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep dan generalisasi yang berakitan
dengan isu sosial. Pada jenjang SD/MI mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
memuat materi geografi, sejarah, dan ekonomi.
Hasil pendekatan dan pengamatan kepada peserta didik ternyata ada
beberapa siswa yang menganggap bahwa mata pelajaran IPS merupakan mata
pelajaran yang membosankan. Kurangnya keaktifan siswa terhadap mata pelajaran
IPS bisa menyebabkan turunnya prestasi belajar, hal ini disebabkan karena metode
atau model pembelajaran yang disajikan oleh guru kurang menarik, kurang
bervariasi, tidak menyenangkan.

1
Didalam proses belajar mengajar di kelas terdapat keterkaitan erat antara
guru dan siswa, kurikulum, sarana dan prasarana. Guru mempunyai tugas untuk
memilih model pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang akan
diberikan demi tercapainya tujuan pendidikan.
Peneliti mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial kelas IV, SD Negeri 27 Lubuk
Linggau dengan standar kompetensi mengenal sumber daya alam, kegiatan
ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi.
Dengan kompetensi dasar Mengenal perkembangan teknologi produksi,
komunikasi, dan transportasi serta pengalaman menggunakannya dengan KKM
(Kriteria Ketuntasan Minimal) 6,5 dan daya serap 70%. Pada pelajaran tersebut
peneliti mengajar pada jam ke 6,7 dan 8 yang merupakan jam terakhir pelajaran.
Jumlah siswa pada kelas IV adalah 21 orang. Model pembelajaran yang digunakan
dalam mengajar diantaranya diskusi kelompok, ceramah bervariasi, namun di
kelas IV, tiap-tiap kelompok diskusi hanya sebagian kecil bertanya dan
menanggapi pertanyaan.
Dari pengalaman penulis selama mengajar di kelas IV SD Negeri 27
Lubuk Linggau dapat diketahui bahwa :
- Masih banyak diantara peserta didik yang memiliki keinginan dan
motivasi belajar yang rendah.
- Jam pelajaran dilakukan pada saat jam terakhir pelajaran atau siang hari,
sehingga siswa dalam keadaan ngantuk, capek dan lapar.
Akibatnya di dalam proses belajar mengajar siswa tampak kurang
bersemangat dan tidak aktif. Hal ini mengakibatkan hasil belajar siswa yang
penulis ambil nilai ulangan harian semester II pada bulan September 2016 yaitu
kelas IV kurang memuaskan.
Banyak faktor yang diperkirakan turut memberkan pengaruh terhadap
daya serap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Untuk memperoleh fokus
penelitian, maka penelitian ini dibatasi pada peningkatan prestas belajar siswa
Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu melalui penerapan model pembelajaran
Artikulasi. Alasan memilih model artikulasi sebagai faktor yang diduga dapat
meningkatkan prsetasi belajar IPS pada semua siswa kelas IV.

2
Melalui penerapan model artikualsi diharapkan peserta didik/siswa akan
lebih aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran sehingga siswa mampu
menyelesaikan persoalan dan kesulitan dalam belajar sehingga dapat
meningkatkan prestasi belajarnya.
Berdasarkan masalah yang dipaparkan di atas, peneliti memilih judul
penelitian MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA
PELAJARAN IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ARTIKULASI
DI KELAS IV SD NEGERI 27 LUBUK LINGGAU.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka masalah
dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : Apakah melalui model
pembelajaran artikulasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata
pelajaran IPS kelas IV SD Negeri 27 Lubuk Linggau ?.

3
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui
apakah model pembelajaran artikulasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa
pada mata pelajaran IPS pada kelas IV SD Negeri 27 Lubuk Linggau.

1.4 Hipotesis Tindakan


Model pembelajaran artikulasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa
pada mata pelajaran IPS pada kelas IV SD Negeri 27 Lubuk Linggau.

1.5 Manfaat Penelitian


- Dengan penerapan model pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan
prestasi belajar dan lebih aktif dalam mengerjakan tugas yang diberikan.
- Memberikan sikap yang lebih positif terhadap materi pelajaran,
pembelajaran dan sekolah.

4
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

Kegiatan belajar mengajar merupakan proses dalam pendidikan. Beberapa


ahli mengemukakan pendapatnya dalam pengertian belajar mengajar.

2.1 Pengertian Belajar


Belajar adalah suatu aktifitas mental/psikis yang berlangsung interaksi
aktif dalam lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam
pengetahuan-pengetahuan, keterampilan dan nilai sikap. (Winkel, 1989:36)
Belajar adalah mengumpukan atau memanfaatkan fakta-fakta yang tersaji
dalam bentuk infromasi/materi pelajaran. Dan juga disebutkan belajar adalah
sebagai latihan belaka seperti yang tampak pada latihan membaca dan menulis.
(Muhibbin Syah, 1997:89)
Menurut Chaplin belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang
relatif menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman. (Dalam Muhibbin Syah,
1997:90).
Pendapat serupa dikemukakan oleh Hintzma (1997:90) bahwa belajar
adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme (manusia atau hewan)
disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme
tersebut. (Dalam Muhibbin Syah, 1997:90)
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan belajar adalah : sebagai tahapan
perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil
pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses
pengetahuan.

2.2 Pengertian Mengajar


Mengajar adalah kegiatan mengembangkan seluru potensi ranah
psikologis melalu penataan lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya
kepada siswa agar terjadi proses belajar. (Muhibbin Syah, 1997:219)

5
Mengajar adalah membimbing kegiatan siswa. Mengajar adalah mengatur
dan mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa, sehingga dapat
mendorong dan mengembangkan atau menumbuhkan siswa melakukan kegiatan
belajar. (Sudjana, 1991:47).
Jadi kesimpulannya mengajar adalah kegiatan menyampaikan
pengetahuan sebanyak-banyaknya sesuai dengan keadaan dan kebutuhan siswa
untuk membantu memudahkan siswa dalam membentuk makna dan
pemahamannya sendiri.

2.3 Pengertian Prestasi Belajar


Kata prestasi berasal dari bahasa Belanda prestise yang artinya hasil
usaha yang berupa kemampuan, keterampilan dan sikap seseorang dalam
melakukan sesuatu.
Prestasi adalah suatu hal yang tinggi yang telah dicapai oleh seseorang
dalam belajar berkat usaha sadar kegiatan jasmani secara maksimal mewujudkan
adanya perubahan tingkah laku akibat adanya proses pelatihan dan pengalaman.
(Djajadisastra, 1981:14).
Prestais adalah mengubah atau mempertinggi daya dukung setiap faktor
agar setiap guru dalam melahirkan prestasi belajar siswa melalui pengelolaaan
proses pembelajaran akan mencapai hasil yang maksimal. (Arikunto, 1993:218).
Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan, bahwa prestasi
merupakan salah satu titik pusat atau akhir yang perlu dicapai dalam kegiatan
belajar oleh siswa, yaitu perubahan yang terjadi pada individu yang melakukan
kegiatan belajar. Prestasi dapat juga dikatakan hasil belajar yang dicapai oleh
seorang siswa dari kegiatan proses pembelajaran berikutnya.
Penilaian terhadap prestasi belajar seringkali terjadi salah paham, dimana
seorang guru menilai atau mengukur dari bidang studi atau pengetahuan (ranah
cipta) saja tanpa memperhatikan faktor-faktor lain. Padahal yang disebut prestasi
dalam dunia pendidikan meliputi unsur yaitu :
1. Ranah cipta atau pengetahuan (kognitif)
2. Ranah rasa atau sikap (afektif)
3. Ranah karsa atau keterampilan (psikomotor)

6
Keberhasilan ketiga unsur inilah yang disebut prestasi siswa. Muhibbin
Syah (1997:145) Untuk membentuk manusia seutuhnya harus diperhatikan aspek
kognitif, afektif dan psikomotor dalam segala tingkatan. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa unsur ini mempunyai keterkaitan dan ketiganya tidak dapat
dipisahkan dalam mencapai tujuan pendidikan.

2.4 Pengertian Belajar Individu


Belajar individu adalah setiap siswa secara sendiri-sendiri melakukan atau
mengerjakan tugas-tugas belajarnya. Kadar aktifitas belajar individu jauh lebih
tinggi dari pada kegiatan belajar klasikal, sebab siswa melakukan aktifitas mental
masing-masing. Semakin tinggi tuntutan yang terdapat dalam tugas belajarnya,
semakin tinggi pula aktifitas mental yang terjadi pada diri siswa. Kebiasaan
belajar individual cenderung mengkondisikan kemandirian siswa dalam berfikir
dan berprilaku. (Nana Sudjana, 1991:28)

2.5 Model Pembelajaran Artikulasi


Model pembelajaran adalah suatu desain yang menggambarkan proses
rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan siswa untuk
berinteraksi sehingga terjadi perubahan atau perkembangan pada diri siswa. Suatu
model pembelajaran yang baik menurut Cauchan (dalam Sukmadinata, 2004:243)
memiliki beberapa karakteristik, yaitu : memiliki prosedur ilmiah, hasil belajar
yang spesifik, kejelasan lingkungan belajar, kriteria hasil belajar, dan proses
pembelajaran yang jelas. Suatu model pembelajaran dapat memberikan beberapa
manfaat, pertama memberikan pedoman bagi guru dan siswa bagaimana proses
mencapai tujuan pembelajaran. Kedua, membantu dalam pengembangan
kurikulum bagi kelas dan mata pelajaran lain. Ketiga, membantu dalam memilih
media dan suber. Keempat, membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Model pembelajaran kooperatif terdiri dari : Model Arisan, Model
Artikulasi, Model Bertukar Pasangan, Model Concept Sentense, dan Model
Cooperatif Script.

7
Kelebihan dan kelemahan model pembelajaran artikulasi
Kelebihan :
1. Hasil yang dicapai lebih baik.
2. Meningkatkan daya serap siswa terhadap materi pelajaran.
3. Lebih aktif dalam mengerjakan tugas yang diberikan.
4. Kemampuan sosial yang lebih baik.
5. Kepercayaan diri lebih tinggi.
6. Motivasi diri lebih besar.
7. Sikap yang lebih positif terhadap materi pembelajaran dan pembelajaran
di sekolah.
Kelemahan :
1. Peran guru yang biasanya memiliki pemahaman paling baik tentang materi
pelajaran, diminimalisir.
2. Siswa yang kemampuannya lebih rendah dapat menarik kebawah nilai siswa
yang kemampuannya lebih tinggi.
3. Peran guru mungkin tidak siap dalam mengimplementasikan model
pembelajaran kooperatif secara menyeluruh.

2.6 Ruang Lingkup IPS Sekolah Dasar


Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang
diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji
seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu
sosial. Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS memuat materi Geografi, Sejarah,
Sosiologi, dan Ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan
untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung
jawab, serta warga dunia yang cinta damai.

2.7 Karakteristik Perkembangan Siswa Sekolah Dasar


Siswa atau peserta didik di SD adalah mereka yang berusia sekitar
6-12/13 tahun, yang sedang menjalani tahap perkembangan dari masa kanak-
kanak dan memasuki masa remaja awal. Tahap perkembangan anak-anak di SD

8
merupakan suatu masa di mana mereka mempersiapkan dirinya untuk
perkembangan dan kehidupannya di masa yang akan datang.
Sesuai dengan perkembangan usianya, perkembangan tingkah laku siswa
SD didominasi oleh rasa ingin tahu yang besar terhadap berbagai hal. Demikian
juga halnya dengan tingkah laku siswa dalam belajar. Hal ini sejalan dengan tahap
perkembangan psikososial anak menurut Erikson (dalam Biehler, 1982:37) bahwa
saat anak memasuki dunia sekolah dasar ia berada pada tahap Industry, maka saat
itu perkembangan tingkah lakunya didominasi oleh rasa ingin tahu yang tinggi
dan merasa yakin dengan performance nya. Pada tahap ini anak belajar
mendapatkan pengakuan dengan menghasilkan sesuatu.
Sejalan dengan perkembangan usianya, tingkah laku dan kegiatan siswa
sekolah dasar yang merupakan peralihan dari masa kanak-kanak menuju remaja
awal masih lebih banyak bermain, bercerita, bernyanyi dan humor. Hal ini sejalan
dengan pendapat Biehler (1982:97-114) yang mengemukakan bahwa kegiatan
belajar siswa sekolah dasar sesuai dengan karakteristik dan tahap
perkembangannya dapat dilakukan melalui berbagai permainan. Oleh karena itu,
dalam proses pembelajaran, guru dapat menggunakan berbagai metode bermain
seperti menyusun kata konsep, menyusun huruf, teka-teki silang, peta konsep,
sajak dan gambar, sair dan lagu, potong dan tempel gambar broken circle,
melengkapi gambar, pantun bersahut, melengkapi teks, cerita bergambar, dan
sebagainya sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan
menyenangkan.

9
BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian


Penelitian dilakukan di kelas IV SD Negeri 27 Lubuk Linggau dalam
semester genap Tahun Pelajaran 2016/2017 tepatnya pada tanggal 03 September
sampai tanggal 30 Desember 2016 pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.

3.2 Subyek Penelitian


Subyek penelitian yang diambil adalah siswa kelas IV SD Negeri 27
Lubuk Linggau yang berjumlah 21 orang dengan siswa kasus 3 orang.

3.3 Prosedur Penelitian


1. Jenis Penelitian
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas
(classroom action research).
2. Materi Ajar
Materi ajar disesuaikan dengan kurikulum yang ada di sekolah, yaitu
kurikulum tingkat satuan pendidikan sebagai kurikulum IPS yang efektif
di SD Negeri 27 Lubuk Linggau. Materi pembelajarannya adalah
membaca peta lingkungan setempat dengan menggunakan skala sederhana
serta kenampakan alam dan keragaman sosial budaya.
3. Lama Tindakan
Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam 2 siklus dengan setiap
siklus diadakan tiga kali pertemuan. Setiap kali pertemuan proses
pembelajaran menggunakan model pembelajaran artikulasi.
4. Yang Terlibat dalam Penelitian
Yang terlibat pada penelitian tindakan di kelas ini adalah peneliti
sendiri sebagai guru kelas.

10
5. Langkah-langkah Penelitian
Penelitian tindakan kelas melalui model pembelajaran artikulasi,
pada materi pembelajaran yang berpedoman pada kurikulum IPS Tahun
2006 yang berlaku di SD Negeri 27 Lubuk Linggau.

Tiap-tiap siklus melalui tahapan, yaitu :


Perencanaan Tindakan, Pelaksanaan Tindakan, Evaluasi dan Refleksi.
a. Siklus I
Penelitian ini dilakukan oleh peneliti sendiri. Penelitian pada siklus I
direncanakan dilaksanakan selama 3 kali pertemuan dengan waktu 2 kali
pertemuan (4 x 35 menit). Pada materi pembelajaran membaca peta
lingkungan setempat dengan menggunakan skala sederhana.
Adapun waktu pelaksanaan penelitian pada siklus I adalah :
Pertemuan Pertama : Minggu pertama Oktober 2016
Pertemuan Kedua : Minggu ke dua Oktober 2016
Pertemuan Ketiga : Minggu ke tiga Oktober 2016
Pelaksanaan kegiatan penelitian mengikuti sistematika sebagai berikut :
perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, evaluasi dan refleksi.
1. Perencanaan Tindakan
Pembelajaran pada penelitian ini menggunakan model pembelajaran
artikulasi. Pada penelitian siklus I dilaksanakan pembelajaran dengan
rencana tindakan sebagai berikut :
1) Menetapkan kelas IV sebagai subyek.
2) Menyiapkan program semester genap.
3) Menyiapkan rencana pengembangan pembelajaran.
4) Melaksanakan rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan
materi pembelajaran.
5) Menggunakan model pembelajaran.

11
2. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dalam proses
membelajarkan siswa di dalam kelas. Setiap tatap muka menggunakan
model pembelajaran artikulasi dengan urutan tindakan sebagai berikut :
a. Kegiatan Awal
1) Guru menyiapkan :
2) Apersepsi : guru memberikan pertanyaan
3) Memotivasi siswa
4) Memulihkan tujuan pembelajaran
5) Kompetensi dasar dan indikator pembelajaran
b). Kegiatan Inti
1) Guru menyajikan informasi
- Menyajikan materi pelajaran
2) Guru mengorganisasikan siswa
- Guru meminta siswa membentuk kelompok berpasangan dua
orang atau teman sebangku
- Setiap kali pertemuan setelah penyajian materi pelajaran,
siswa mencatat materi yang dianggap penting
3) Membimbing kelompok bekerja
- Siswa membaca buku paket
4) Menganalisis dan mengevaluasi
- Guru meminta seorang siswa dari pasangannya itu
mempersentasikan materi yang baru diterima dan guru dan
pasanganya mendengarkan kemudian berganti peran, begitu
juga kelompok lain
- Guru meminta siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan
hasil dialog dengan teman pasangannya
- Guru mengulangi / menjelaskan kembali materi yang belum
dipahami siswa
5) Kesimpulan
- Membantu membenarkan kesimpulan hasil pembelajaran yang
diperoleh siswa, jika belum benar.

12
6) Latihan
- Guru memberikan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh
masing-masing siswa dalam bentuk lembar kerja
- Guru memberi penghargaan kepada siswa yang nilainya bagus.
c). Penutup
(1) Memberitahukan tentang materi pembelajaran minggu berikutnya
(2) Memberikan tugas kepada siswa untuk mempelajari materi
berikutnya
3. Evaluasi
Setelah 2 kali pertemuan pembelajaran dengan model pembelajaran
artikulasi, pada minggu pertama 2 jam pelajaran (2 x 35 menit)
mengadakan test individual sebagai pendukung penelitian. Masing-masing
soal berjumlah 15 butir soal dengan rincian 10 butir untuk pilihan ganda
dan 5 butir soal untuk essay dengan skor maksimal 100, sedangkan waktu
1 x 35 menit, untuk mengoreksi ulangan secara bersama-sama.
Pelaksanaan evaluasi dipergunakan soal-soal test pada materi
pembelajaran yang telah dibelajarkan, kemudian diperoleh skor akhir yang
akan menentukan siswa mana yang memperoleh skor atau nilai tertinggi.
4. Refleksi
Berdasarkan hasil evaluasi dapat diketahui prestasi belajar siswa
pada mata pelajaran IPS setelah proses pembelajaran berlangsung. Hasil
refleksi yang diperoleh pada akhir siklus I berguna untuk menentukan
rencana pada siklus penelitian selanjutnya.

b. Siklus II
Pertemuan Pertama : Minggu pertama November 2016
Pertemuan Kedua : Minggu ke dua November 2016
Pertemuan Ketiga : Minggu ke tiga November 2016
1. Perencanaan Tindakan
Perencanaan pembelajaran pada siklus II hampir sama dengan siklus
I, bedanya pada siklus II ada beberapa perubahan rencana tindakan

13
sebagai tambahan tindakan pada saat pembelajaran. Adapun sistematika
rencana tindakannya adalah sebagai berikut :
1) Merubah pasangan kelompok atau pasangan duduk.
2) Melaksanakan rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai materi
pembelajaran.
3) Menggunakan media pembelajaran.
4) Melaksanakan rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan
materi pembelajaran.
5) Membagikan LKS untuk latihan.
2. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dalam proses
membelajarkan siswa di dalam kelas. Setiap tatap muka menggunakan
model pembelajaran artikulasi dengan urutan tindakan hampir sama
dengan siklus I yaitu :
a. Tindakan guru seminggu sebelumnya :
Sebagai perbedaan tindakan dari siklus I yang merupakan tindakan
tambahan pada siklus II yakni :
1) Merubah pasangan kelompok atau pasangan duduk
2) Menggunakan media pembelajaran
b. Pembukaan
1) Apersepsi
2) Memotivasi siswa
3) Tujuan pembelajaran
4) Kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran
c. Kegiatan Inti
1) Guru menyajikan informasi
a) Menyajikan informasi kepada siswa untuk membaca buku
paket
b) Menyampaikan materi pelajaran
2) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompoknya
a) Guru meminta pada siswa agar terjadi interaksi antar
pasangannya

14
b) Guru meminta pada siswa untuk mencatat materi yang
dianggap penting
3) Membimbing kelompok bekerja
- Siswa membaca buku paket
4) Menganalisis dan mengevaluasi
- Guru meminta seorang siswa dari pasangannya itu
mempersentasikan materi yang baru diterima dan guru dan
pasanganya mendengarkan kemudian berganti peran, begitu
juga kelompok lain
- Guru meminta siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan
hasil dialog dengan teman pasangannya
- Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang belum
dipahami siswa
5) Kesimpulan
Membantu membenarkan kesimpulan hasil pembelajaran
yang diperoleh siswa, jika belum benar.
6) Latihan
Guru meminta siswa mengerjakan soal.
7) Memberi penghargaan
Guru memberi penghargaan kepada siswa yang mendapat
nilainya tertinggi.
c). Penutup
1) Memberitahukan tentang materi pembelajaran minggu berikutnya
2) Memberikan tugas kepada siswa untuk mempelajari materi
berikutnya
3. Evaluasi
Setelah 2 kali pertemuan pembelajaran kooperatif dengan model
pembelajaran artikulasi, pada minggu pertama September 2016, siswa
diambil data hasil evaluasi sebagai data pendukung penelitian, dengan
perincian waktu 2 jam pelajaran untuk ulangan harian, 1 jam pelajaran
untuk koreksi bersama. Untuk mengumpulkan data hasil belajar siswa
dipergunakan soal test materi pembelajaran yang telah diajarkan. Masing-

15
masing soal berjumlah 15 butir soal dengan rincian 10 butir untuk pilihan
ganda dan 5 butir soal untuk essay dengan skor maksimal 100.
4. Refleksi
Berdasarkan refleksi pada siklus II menjadi bahan untuk mengetahui
sejauh mana penelitian tindakan kelas melalui metode pembelajaran
kooperatif dengan model artikulasi di kelas IV dapat meningkatkan
prestasi belajar IPS.
5. Teknik Analisis Data
Data yang diambil berupa rata-rata nilai siswa setelah dilaksanakan
evaluasi. Sedangkan perbandingan prestasi siswa berdasarkan nilai rata-
rata ulangan harian sebelum tindakan dan sesudah tindakan akan dibuat
dalam bentuk tabel.

16
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

Setelah dilakukan tindakan berupa model pembelajaran artikulasi dalam


upaya meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
di SD Negeri 27 Lubuk Linggau kelas IV pada bulan September sampai
Desember 2016, diperoleh hasil berupa nilai ulangan siswa.
Sebagai bahan perbandingan berikut ini disajikan tabel hasil nilai ulangan
harian dalam mata pelajaran IPS yang merupakan data awal sebelum tindakan.
Tabel 1
Data Ulangan Siswa Siklus I
No Nama Siswa Nilai
1 Ariyanto 65
2 M. Rizki Januarta 65
3 Melinda 67
4 Norma Oktarina 69
5 Putri Permata Sari 69
6 Rosa Amelia Jalisman 65
7 Reza Agustriana 63
8 Ria Yuni Lestari 68
9 Risky Kurniawan 65
70
10 Sabrina Azzahrah
11 Siti Jazilah 68
12 Selvi Almuzizah 72
13 Siti Salamah 71
14 Suci Nurmadhani 70
15 Sabrina Zalfa Azzahrah 65
16 Robi Darwis 69
17 Tiara 70
18 Triya Madayani 69
19 Zaskia Fersanti 73
20 Julianti 65
21 Rada Apdal 65
Jumlah 1423

17
Dari tabel 1 di atas dapat kita peroleh nilai rata-rata ulangan harian bulan
Oktober 2016 sebelum tindakan, yaitu :
Jumlah seluruh nilai
R= Jumlah siswa

R =67,7
Melihat kenyataan masih belum memaksimalnya prestasi belajar yang
dicapai oleh siswa pada bulan September, maka pada bulan Oktober, peneliti
mulai melakukan langkah-langkah dalam melaksanakan penelitian yaitu dengan
model pembelajaran artikulasi dan selalu memberikan tugas kepada siswa
setiapkali selesai pembelajaran pada pokok bahasan yang diberikan/diajarkan.
Siklus pertama yang penulis berikan pada pertemuan I dan II adalah
menyajikan materi membaca peta lingkungan setempat dengan menggunakan skala
sederhana serta kenampakan alam dan keragaman sosial budaya. Setelah penyajian
materi pelajaran, siswa mencatat materi yang dianggap penting kemudian seorang
dari pasangannya menceritakan materi yang baru diterima dari guru. Begitu
seterusnya secara bergilir/diacak menyampaikan hasil dialog dengan teman
pasangannya. Kemudian untuk mengetahui daya serap siswa terhadap materi yang
telah diberikan, sebelum pelajaran diakhiri siswa diberi pertanyaan lisan sebanyak
4 atau 5 soal.
Dengan demikian model pembelajaran artikulasi ini dapat berfungsi sebagai
umpan balik (feedback). Feedback ini sangat diperlukan guru untuk dijadikan bahan
pertimbangan dalam menggunakan model pembelajaran artikulasi yang dipandang
lebih pas dengan materi pelajaran yang akan disajikan pertemuan-pertemuan
berikutnya.
Untuk mengukur keberhasilan model pembelajaran artikulasi pada
tindakan pertama adalah dengan mengadakan evaluasi yaitu ulangan harian.
Evaluasi bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efesiensi proses belajar yang
sedang berlangsung. Tanpa adanya usaha evaluasi, tidaklah pernah diketahui
berhasil tidaknya siswa dan guru dalam proses belajar dan mengajar. (Team
Didaktik Metodik, 1976:124)
Dapat disimpulkan bahwa kegiatan evaluasi adalah : usaha untuk
mengetahui sampai dimana tujuan dapat dicapai atau mengukur keberhasilan
siswa sebagai akibat dari proses belajar.
18
Ulangan harian I sebanyak 15 butir soal dengan rincian 10 butir soa
pilihan ganda dan 5 butir soal essay. Dari hasil ulangan haria I diperoleh nilai
rata-rata (T1) sebesar : 6,94.
Berdasarkan hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran ditemukan
hal-hal seperti dibawah ini :
1. Penjelasan dari teman pasangannya merupakan hal baru bagi siswa,
sehingga kesiapan masih kurang.
2. Motivasi dan aktifitas belajar meningkat walaupun masih ada beberapa
siswa yang pasif.
3. Masih ada anggota kelompok yang merasa ragu dalam mengemukakan
pendapat.
Siklus ke dua penulis lanjutkan dengan memberikan materi pelajaran pada
pertemuan III dan V tentang kenampakan alam dan keragaman sosial budaya.
Pelaksanaanya sama seperti pertemuan I dan II, berdasarkan pengamatan
menunjukkan siswa semakin serius, tekun dan tertib dalam mengikuti proses
pembelajaran untuk menggali pengetahuan. Peneliti juga melihat siswa semakin
aktif dalam belajar dan menanggapi pendapat teman.
Sebagai tindakan berikutnya pada siklus ke dua penulis mengadakan
ulangan harian ke dua untuk menguji keberhasilan tindakan. Dan pada ulangan
harian ke dua diperoleh nilai rata-rata : 74,2.
Tabel 2
Data Ulangan Siswa Siklus II
No Nama Siswa Nilai
1 Ariyanto 75
2 M. Rizki Januarta 75
3 Melinda 78
4 Norma Oktarina 75
5 Putri Permata Sari 75
6 Rosa Amelia Jalisman 68
7 Reza Agustriana 67
8 Ria Yuni Lestari 75
9 Risky Kurniawan 69
10 Sabrina Azzahrah 75
11 Siti Jazilah 76
12 Selvi Almuzizah 77

19
13 Siti Salamah 76
14 Suci Nurmadhani 78
15 Sabrina Zalfa Azzahrah 75
16 Robi Darwis 75
17 Tiara 78
18 Triya Madayani 75
19 Zaskia Fersanti 79
20 Julianti 75
21 Rada Apdal 74
Jumlah 1570

Dari tabel 2 di atas dapat kita peroleh nilai rata-rata ulangan harian bulan
November 2016 sebelum tindakan, yaitu :
Jumlah seluruh nilai
R= Jumlah siswa

R = 74,76
Dapat dikatakan, agar para siswa belajar didalam kelas lebih aktif, maka
penggunaan model pembelajaran artikulasi merupakan metode yang paling tepat.
Karena menuntut aktifitas berfikir dan bahkan tidak jarang pula menuntut agar
prestasinya meningkat.
Pada siklus ke dua ini tampak siswa mengalami peningkatan pemahaman
materi yang dipelajari, keaktifan siswa mengemukakan pendapat dan
mengembangkan materi pelajaran. Hal ini menunjukkan siswa sudah memahami
bagaimana belajar dengan menggunakan model pembelajaran artikulasi.
Berdasarkan pengamatan terhadap aktivitas siswa belajar IPS Terpadu, maka pada
siklus ke dua ini ditemukan hal-hal seperti berikut ini :
1. Siswa lebih leluasa berinteraksi dalam kelompok atau pasangannya
sehingga keberanian mengemukakan pendapat sudah muncul dengan baik.
2. Siswa sudah terbiasa dengan metode pembelajaran kooperatif dengan
model artikulasi, sehingga berlangsungnya pembelajaran sudah sesuai
dengan rencana pelaksanaan pembelajaran.
Pada tabel 2 disajikan data nilai ulangan harian sebagai perbandingan pada
waktu sebelum tindakan dan sesudah tindakan. Dari tabel 2 dapat diperoleh nilai
rata-rata ulangan harian pada bulan Oktober 2016 (sebelum tindakan) yaitu 67,7.

20
Sedangkan nilai rata-rata ulangan harian November 2016 (setelah tindakan)
adalah 74,76 dengan siswa yang memperoleh rata-rata dibawah 70 ada 3 orang.
Dilihat dari salah satu kelebihan model pembelajaran artikulasi, dan soal-
soal latiha serta ulangan harian dalam mata pelajaran IPS Terpadu ternyata dapat
memberikan atau memupuk aktivitas belajar siswa sehingga prestasi belajar dapat
meningkat.
Dengan demikian hipotesis tindakan dengan penerapan model
pembelajaran kooperatif (artikulasi) dalam mata pelajaran IPS Terpadu, prestasi
belajar siswa dapat meningkat jadi terbukti.
Semakin tinggi tuntutan yang terdapat dalam tugas belajarnya, semakin
tinggi pula aktivitas mental yang terjadi pada diri siswa. Kebiasaan belajar
individual cenderung mengkondisikan kemandirian siswa dalam berpikir dan
berprilaku. (Nana Sudjana, 1991:28)

21
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan pada
penelitian ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Model pembelajaran artikulasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa
dalam mata pelajaran IPS kelas IV SD Negeri 27 Lubuk Linggau.
2. Model pembelajaran artikulasi dapat merangsang siswa dalam
terkondisinya aktivitas belajar baik secara individu atau kelompok.

5.2 Saran
Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya mata pelajaran IPS
Terpadu, hendaknya para pengajar perlu memperhatikan langkah-langkah dalam
melaksanakan model pembelajaran yang baik. Hal ini merupakan salah satu cara
merangsang agar siswa berusaha lebih baik memupuk inisiatif, bertanggung jawab
dan berdiri sendiri.

22
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Siharsini. 1993. Managemen Pengajaran. Rineka Cipta. Jakarta.

Djajadisastra, Yusuf. 1981. Psikologi Perkembangan dan Psikologi


Pendidikan. Bandung : PPPB.

Hamdik, Oemar. 2009. Kurikulum dan Pembelajaran. Bumi Aksara. Jakarta

Ibrahim, R. 1991. Perencanaan Pengajaran. Rineka Cipta. Jakarta

PLPG. 2008. Model-model Pembelajaran. Palembang.

Syah, Muhibbin. 1997. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru.


Remaja Rosdakarya. Bandung.

Sudjana, Nana. 1991. Model-model Mengajar CBSA. Sinar Baru. Bandung.

Suryabrata, Sumadi. 1984. Psikologi Pendidikan. Rajawali. Bandung.

Team Didaktik Metodik. 1976. Pengantar Didaktik Metodik Kurikulum PBM.


Raja Grafindo. Jakarta.

Winkel, W.S. 1989. Psikologi Pengajaran. Gramedia. Jakarta.

23
LAMPIRAN

24
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS I

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)


Kelas I Semester : IV/I
Alokasi Waktu : 9 jam pelajaran @ 35 menit
Pertemuan Minggu ke- 1 sampai 3 (3 minggu)

I. Standar Kompetensi
1. Memahami sejarah, kenampakan alam dan keragaman suku bangsa di
lingkungan kebupaten/kota dan provinsi

II. Kompetensi Dasar


1.1 Membaca peta lingkungan setempat (kabupaten/kota provinsi) dengan
menggunakan skala sederhana

III.Tujuan Pembelajaran**
Siswa dapat Membaca peta lingkungan setempat (kabupaten/kota
provinsi) dengan menggunakan skala sederhana dengan penanaman nilai
ketelitian ( carefulness)

Karakter siswa yang diharapkan :


Kreatif , Komunikatif

IV. Materi Pokok


Membaca peta lingkungan setempat dengan menggunakan skala sederhana

A. Pengertian Peta
Peta adalah gambar sebagian atau keseluruhan permukaan bumi dengan
perbandingan tertentu. Di kelas tiga kamu sudah belajar tentang denah. Peta tak
ubahnya seperti denah. Perbedaannya adalah peta menggambarkan tempat yang

25
lebih luas. Selain itu peta harus dibuat dengan perbandingan tertentu.
Perbandingan inilah yang disebut dengan skala. Skala mempunyai arti
perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Peta
dibuat dengan skala tertentu supaya dapat menggambarkan keadaan di permukaan
bumi dengan ukuran yang tepat. Pada peta untuk menggambarkan obyek alam
atau buatan yang ada di permukaan bumi digunakan simbol, misalnya:

Bagaimana peta dibuat?

Pada jaman dahulu orang mengembara tanpa arah tujuan. Saat itu manusia
belum mengenal semua bagian bumi. Para ilmuwan mengembara ke
berbagai tempat. Mereka mencoba menggambar rute perjalanan mereka
menjadi peta sederhana. Ketika peralatan semakin canggih, para ilmuwan
bisa memotret bumi dari atas dengan mudah. Selain dengan pesawat,
satelit juga bisa digunakan untuk memotret. Dari potret itu dibuatlah peta.
Jalan, gang dan daerah kecil yang sulit tertangkap oleh kamera dari
pesawat terbang, dicatat dan diukur langsung oleh petugas langsung di
lapangan.
Permukaan bumi yang bulat bisa digambarkan di atas kertas yang datar.
Untuk melakukannya diperlukan proyeksi, yaitu memperkirakan jarak,
arah, dan bentuk. Dari semua cara tadi, akhirnya diperoleh sebuah peta
yang lengkap. Ada nama jalan, sungai, gunung, termasuk juga ketinggian
dan kedalaman suatu tempat. Kumpulan peta yang dibukukan disebut
Atlas. Ada pula peta yang dibuat di permukaan bulat yang disebut globe.
Globe disebut juga dengan bola dunia. Coba perhatikan contoh peta dan
globe berikut ini!

26
B. Jenis Peta

Peta ternyata sangat beragam. Berdasarkan kegunaannya peta dibedakan menjadi


dua, yakni:
1. Peta Umum

Peta umum disebut juga dengan Peta Topografi. Peta umum merupakan
peta yang menggambarkan keadaan umum dari suatu wilayah. Keadaan
umum yang digambarkan meliputi objek atau kenampakan alam dan
buatan. Objek alam misalnya gunung, sungai, dataran rendah, dataran
tinggi, dan laut. Objek buatan misalnya kota, jalan dan rel kereta api. Peta
Indonesia yang sering dipajang di dinding kantor atau sekolah-sekolah
merupakan contoh peta umum. Peta Indonesia pada contoh di atas juga
termasuk peta umum. Peta umum biasa digunakan untuk belajar di
sekolah, untuk kepentingan kantor dan wisata.

27
2. Peta Khusus
Peta khusus merupakan peta yang menggambarkan data-data tertentu di
suatu wilayah. Peta khusus disebut juga dengan Peta Tematik. Contoh peta
khusus adalah:
a. Peta Persebaran Fauna di Indonesia
b. Peta Hasil Tambang di Indonesia
c. Peta Cuaca di Indonesia.
Perhatikan contoh dari peta khusus di bawah ini!

28
C. Komponen Peta
Peta memiliki kelengkapan penting agar mudah dibaca dan dipahami.
Kelengkapan tersebut dinamakan komponen peta. Komponen-komponen
peta antara lain sebagai berikut:
1. Judul peta
Judul petamerupakan identitas atau nama untuk menjelaskan isi atau gambar peta.
Judul peta biasanya terletak di bagian atas peta. Judul peta
merupakan komponen yang penting. Biasanya sebelum memperhatikan isi peta,
pasti seseorang terlebih dahulu membaca judulnya.
2. Legenda
Legenda merupakan keterangan yang berisi gambar-gambar atau simbol-simbol
beserta artiny. Legenda biasanya terletak di bagian pojok kiri bawah peta
3. Skala
Skala merupakan perbandingan jarak antara dua titik pada peta dengan jarak
sebenarnya di permukaan bumi. Misalnya skala 1: 200.000.
Skala ini artinya 1 cm jarak pada peta sama dengan 200.000 cm atau 2 km jarak
sebenarnya.
4. Simbol
Simbol merupakan lambang-lambang atau gambar yang menunjukkan obyek alam
atau buatan. Simbol peta harus memenuhi tiga syarat yakni sederhana, mudah
dimengerti, dan bersifat umum. Berikut ini adalah simbol-simbol yang biasa
digunakan pada peta.

5. Mata angin
Mata angin merupakan pedoman atau petunjuk arah mata angin. Mata angin pada
peta biasanya berupa tanda panah yang menunjuk ke arah utara. Mata angin
sangat penting keberadaanya supaya tidak terjadi kekeliruan arah.

29
6. Garis astronomis
Garis astronomis merupakan garis khayal di atas permukaan bumi. Garis
astronomis terdiri dari dari garis lintang dan garis bujur. Garis lintang
merupakan garis dari timur ke barat sedangkan garis bujur merupakan garis dari
utara ke selatan.
7. Garis tepi
Garis tepi merupakan garis yang dibuat mengelilingi gambar peta untuk
menunjukkan batas peta tersebut.
8. Tahun pembuatan peta
Tahun pembuatan peta menunjukkan kapan peta tersebut dibuat. Dari tahun
pembuatan kita dapat mengetahui peta tersebut masih sesuai atau tidak untuk
digunakan saat ini.
9. Inset peta
Inset peta merupakan gambar peta yang ingin diperjelas atau karena letaknya di
luar garis batas peta. Inset peta digambar bila diperlukan. Inset peta disebut juga
peta sisipan.
10. Tata warna
Tata warna merupakan pewarnaan pada peta untuk membedakan obyek satu
dengan yang lainnya. Misalnya warna coklat menunjukkan dataran tinggi, hijau
menunjukkan dataran rendah dan biru untuk menunjukkan wilayah perairan.
Untuk memperjelas tentang komponen-komponen peta perhatikan gambar peta
berikut:

30
D. Menggambar Peta
Bagaimana cara menggambar peta? Menggambar peta dapat menggunakan cara
menjiplak atau menggunakan teknik kotak. Dengan teknik menjiplak hanya
dengan menjiplak gambar asli dengan karbon dan kertas putih. Sedangkan dengan
teknik kotak dapat dilakukan sesuai langkah-langkah berikut :
1. Bukalah Atlas, lalu tentukan peta yang akan digambar!
2. Amatilah letak kota, sungai, danau, gunung, laut, batas-batas lainnya!
3. Buatlah garis-garis melintang dan membujur pada gambar peta asli dengan
menggunakan pensil. Luas kotak = p x l = 1 x 1 cm.
4. Berilah nomor pada setiap garis lintang! Berilah huruf pada setiap garis yang
membujur! Nomor dan huruf dibuat pada pinggir garis tepi.
5. Selanjutnya siapkan kertas yang akan digunakan untuk menggambar. Lebih
baik ukuran kertas sama dengan ukuran peta aslinya.
6. Buatlah kotak-kotak dengan ukuran sama seperti pada peta asli. Berilah nomor

31
dan huruf pada garis lintang dan garis bujur!
7. Gambarlah peta di atas kertas! Perhatikan setiap goresan pensil harus sesuai
dengan alur garis atau kotak pada peta!
8. Setelah selesai mencontoh peta, pertebal lagi dan berilah warna-warna seperti
yang ada pada peta di atlasmu!
9. Hapuslah kotak-kotak yang tadi dibuat dengan pensil beserta huruf dan
nomornya!
Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut !

E.
Menghitung Jarak Tempat dengan Skala Peta
Pada penjelasan sebelumnya telah disebutkan bahwa peta harus dibuat dengan
perbandingan tertentu atau skala. Skala merupakan perbandingan jarak antara dua
titik pada peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Skala biasanya
menggunakan satuan cm. Skala peta ada 2 macam yaitu:
1. Skala angka
Skala angka merupakan skala yang menggunakan perbandingan
angka. Misalnya :

32
Skala ini artinya jarak 1 cm pada peta sama dengan 500.000 cm pada keadaan
sebenarnya atau 1 cm jarak pada peta sama dengan 5 km pada keadaan sebenarnya
di bumi.
2. Skala garis
Skala garis merupakan skala yang menggunakan gambar garis untuk
menunjukkan perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di bumi.
Misalnya :

Pada gambar skala garis di atas, angka yang berada di bawah garis menunjukkan
jarak pada peta. Satuannya adalah sentimeter. Sedangkan
angka yang berada di atas garis menunjukkan jarak sebenarnya. Satuannya adalah
kilometer. Sehingga sesuai dengan skala garis di atas dapat dibaca bahwa jarak 1
cm pada peta sama dengan 50 km pada keadaan sebenarnya di bumi.
Pada peta daerah yang luas seperti peta dunia, digunakan skala yang kecil.
Misalnya 1 : 50.000.000, ini artinya 1 cm jarak pada peta sama dengan 500 km
pada jarak sebenarnya. Sedangkan pada peta daerah sempit seperti kota dan pasar,
digunakan skala yang besar. Misalnya 1 : 5.000, ini artinya 1 cm jarak pada peta
sama dengan 50 m pada jarak sebenarnya. Berdasarkan skala yang tertulis pada
peta, kita dapat menghitung jarak suatu tempat. Bagaimana caranya? Perhatikan
contoh berikut ! Pada sebuah peta tertulis skala 1 : 400.000. Ini artinya jarak 1 cm
pada peta sama dengan 400.000 cm pada jarak sebenarnya. Pada peta tersebut
diketahui jarak antara kota A dan B adalah 3 cm. Maka jarak sebenarnya antara
kota A dan B adalah 3 cm x 400.000 cm = 1.200.000 cm. Berarti jarak sebenarnya
antara kota A dan B adalah 1.200.000 cm atau 12 km.

33
F. Memperbesar dan Memperkecil Peta
Memperbesar peta adalah membuat peta lebih besar dari peta asli dengan
perbandingan tertentu. Sedangkan memperkecil peta adalah membuat peta lebih
kecil dari peta asli dengan perbandingan tertentu. Memperbesar dan memperkecil
peta dapat dilakukan dengan alat mesin fotocopy dan pantograf. Kita juga dapat
memperbesar dan memperkecil peta dengan cara sederhana, yaitu dengan
menggambar langsung dari gambar asli dengan bantuan garis kotak-kotak.
Caranya hampir sama dengan teknik kotak. Hanya saja dalam membuat petak
pada kertas dibuat lebih besar atau lebih kecil ukurannya sesuai dengan yang
diinginkan. Jika ingin diperbesar dua kali, maka kotak diperbesar ukurannya dua
kali juga. Jika ingin
diperkecil dua kali, maka kotak juga diperkecil ukurannya dua kali. Perhatikan
contoh berikut !

V. Kegiatan Pembelajaran (Pertemuan 1 - 3)


Pertemuan 1
Kegiatan awal
- Tanya jawab seputar peta dan simbolnya

34
- Siswa diajak menyanyi lagu Dari Sabang sampai Mereauke

Kegiatan inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
Siswa dapat Membaca peta lingkungan setempat (kabupaten/kota
provinsi) dengan menggunakan skala sederhana secara Disiplin
( Discipline ) dan perhatian (respect) .
memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara
peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya,
secara hormat dan perhatian (respect ),.
melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan
pembelajaran; dan
memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium,
studio, atau lapangan dengan cara Disiplin ( Discipline ), Tekun
( diligence ) , Jujur ( fairnes ) dan teliti ( carefulness).
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
Siswa ditugasi membaca lambang/simbol pada peta
Menunjukkan tempat-tempat penting dalam peta
membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam
melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan
lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan
maupun tertulis;
memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan
masalah, dan bertindak tanpa rasa takut dengan penanaman nilai
disiplin ( Discipline );
memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan
kolaboratif;
memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk
meningkatkan prestasi belajar;

35
memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang
dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun
kelompok;
memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual
maupun kelompok;
memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival,
serta produk yang dihasilkan;
memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang
menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan
Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
Menugasi anak maju membaca peta dan menunjukkan tempat-
tempat penting di daerah kabupaten/kota, dan provinsi tempat
tinggalnya

Pertemuan 2
Kegiatan awal
- Tanya jawab tentang jumlah daerah kabupaten/kota di provinsinya

- Guru memanfaatkan peta untuk menunjukkan daerahnya

Kegiatan inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
Siswa dapat Menunjukkan daerah tempat tinggalnya
Menunjukkan tempat ibukota daerah kabupaten/kota dan
provinsinya beserta nama daerah ibukota tersebut.
memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara
peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
36
melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan
pembelajaran; dan
memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium,
studio, atau lapangan.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam
melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan
lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan
maupun tertulis;
memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan
masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan
kolaboratif;
memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk
meningkatkan prestasi belajar;
memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang
dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun
kelompok;
memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual
maupun kelompok;
memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival,
serta produk yang dihasilkan;
memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang
menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

37
Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
Secara acak guru menugasi murid untuk menunjukkan daerah
tempat tinggalnya.

Pertemuan 3
Kegiatan awal
- Guru menunjukkan daerah tempat tinggal anak-anak dan menyuruh
murid mengamati peta yang ada di papan tulis
Kegiatan inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
Siswa dapat Guru menjelaskan langkah-langkah menggambar peta
Murid menggambar peta dengan menggunakan skala sederhana
memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara
peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan
pembelajaran; dan
memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium,
studio, atau lapangan.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam
melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan
lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan
maupun tertulis;
memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan
masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan
kolaboratif;

38
memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk
meningkatkan prestasi belajar;
memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang
dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun
kelompok;
memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual
maupun kelompok;
memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival,
serta produk yang dihasilkan;
memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang
menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan
Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
Siswa ditugasi menggambar peta

VI. Alat dan Sumber Bahan


Alat Peraga : Peta/atlas/globe dan peralatan menggambar
Sumber : Buku IPS kelas IV SD
Buku pendamping yang relevan

39
VII. Penilaian
Nilai Budaya Indikator
Teknik Bentuk
Dan Karakter Pencapaian Instrumen/ Soal
Penilaian Instrumen
Bangsa Kompetensi
Kreatif : Membaca Tes Uraian Bacakan peta
Berpikir dan lambang/simbol Tulis lingkungan
melakukan dalam setempat
sesuatu untuk peta kabupaten/kota (kabupaten/kota
menghasilkan dan provinsi di provinsi) dengan
cara atau hasil lingkungan tempat menggunakan skala
baru dari tinggalnya dengan sederhana
sesuatu yang menggunakan skala Apakah yang
telah dimiliki. sederhana dimaksud legenda
Komunikatif : Menunjukkan pada sebuah peta?
Tindakan yang tempat-tempat Jelaskan manfaat
memperlihatk penting di skala dalam peta!
an rasa senang kabupaten/kota Apa artinya skala 1 :
berbicara, daerah tempat 1.000.000 dalam
bergaul, dan tinggalnya pada suatu peta?
bekerja sama peta seperti tempat Tulislah apa saja
dengan orang bersejarah, tempat-tempat
lain pelabuhan penting yang ada di
laut/udara, dan lain- daerah tempat
lain tinggalmu!
Menunjukkan Tulislah langkah-
daerah tempat langkah
tinggalnya menggambar peta!
(kabupaten/kota)
Menunjukkan
ibukota dan
namanya di provinsi
tempat
tinggalnya
40
Menggambar peta
kabupaten/kota dan
atau provinsi tempat
tinggalnya dengan
rnenggunakan skala
sederhana

41
Format Kriteria Penilaian
PRODUK ( HASIL DISKUSI )

No. Aspek Kriteria Skor


1. Konsep * semua benar 4
* sebagian besar benar 3
* sebagian kecil benar 2
* semua salah 1

PERFORMANSI
No. Aspek Kriteria Skor
1. Pengetahuan * Pengetahuan 4
* kadang-kadang Pengetahuan 2
* tidak Pengetahuan 1

2. Sikap * Sikap 4
* kadang-kadang Sikap 2
* tidak Sikap 1

42
Lembar Penilaian
Performan Jumlah
No Nama Siswa Produk Nilai
Pengetahuan Sikap Skor
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
CATATAN :
Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan
Remedial.

Mengetahui, Lubuk Linggau, Oktober 2016


Kepala Sekolah Guru Peneliti

Reni,S.Pd.SD Salbiyah,S.Pd
NIP. 19600411 198508 2 001 NIP. 19590526 198406 2 001

43
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS II

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)


Kelas/Semester : IV/I
Alokasi Waktu : 9 jam pelajaran @ 35 menit
Pertemuan Minggu ke- 4 sampai 6 (3 minggu)

I. Standar Kompetensi
1. Memahami sejarah, kenampakan alam dan keragaman suku bangsa di
lingkungan kebupaten/kota dan provinsi

II. Kompetensi Dasar


1.2 Mendeskripsikan kenampakan alam di lingkungan kabupaten/kota dan
provinsi serta hubungannya dengan keragaman sosial budaya

III. Tujuan Pembelajaran**


Siswa dapat kenampakan alam di lingkungan kabupaten/kota dan
provinsi serta hubungannya dengan keragaman sosial budaya

Karakter siswa yang diharapkan :


Kreatif , Komunikatif

IV. Materi Pokok


Kenampakan alam dan keragaman sosial budaya
V. Kegiatan Pembelajaran (Pertemuan 4-6)
Pertemuan 1
Kegiatan awal
- Tanya jawab tentang nama-nama pelabuhan dan bandar udara serta
kenampakan
- alam lainnya yang ada di daerahnya

44
Kegiatan inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
Menjelaskan macam-macam kenampakan alam
Menjelaskan ciri-ciri kenampakan alam di kabupaten/kota dan
provinsi setempat
Menunjukkan ciri-ciri sosial budaya yang ada di daerahnya
melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan
pembelajaran; dan
memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium,
studio, atau lapangan.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam
melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan
lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan
maupun tertulis;
memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan
masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan
kolaboratif;
memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk
meningkatkan prestasi belajar;
memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang
dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun
kelompok;
memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual
maupun kelompok;
memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival,
serta produk yang dihasilkan;

45
memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang
menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan
Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
Siswa membuat rangkuman materi

Pertemuan 2
Kegiatan awal
- Siswa menunjukkan pada peta tempat suku dan budaya di daerahnya

Kegiatan inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
MenjeIaskan keanekaragaman sosial di kabupaten/kota dan
provinsinya
Menjelaskan keanekaragaman budaya di daerahnya
melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan
pembelajaran; dan
memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium,
studio, atau lapangan.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam
melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan
lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan
maupun tertulis;

46
memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan
masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan
kolaboratif;
memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk
meningkatkan prestasi belajar;
memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang
dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun
kelompok;
memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual
maupun kelompok;
memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival,
serta produk yang dihasilkan;
memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang
menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan
Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
Siswa merangkum materi pelajaran

Pertemuan 3
Kegiatan awal
- Guru menunjukkan keragaman sosial dan budaya di daerahnya

Kegiatan inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
Mengamati peta tempat suku bangsa dan budaya di daerahnya
Menunjukkan tempat suku bangsa di daerahnya

47
Menunjukkan tempat budaya di daerahnya
melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan
pembelajaran; dan
memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium,
studio, atau lapangan.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam
melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan
lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan
maupun tertulis;
memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan
masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan
kolaboratif;
memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk
meningkatkan prestasi belajar;
memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang
dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun
kelompok;
memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual
maupun kelompok;
memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival,
serta produk yang dihasilkan;
memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang
menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

48
Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
Siswa menunjukkan dalam peta tempat suku bangsa dan budaya di
daerahnya

VI. Alat dan Sumber Bahan


Alat Peraga : Gambar kenampakan/pemandangan alam
Gambar pakaian adat
Gambar rumah adat
Gambar gunung meletus
Gambar bencana alam banjir
Sumber : Buku IPS kelas IV
Buku pendamping yang relevan

49
VII. Penilaian
Indikator
Nilai Budaya Dan Teknik Bentuk Instrumen/
Pencapaian
Karakter Bangsa Penilaian Instrumen Soal
Kompetensi
Kreatif : Berpikir dan Mengidentifikasi Tes Uraian Jelaskan ciri-
melakukan sesuatu ciri-ciri dan Tulis ciri dan
untuk menghasilkan manfaat manfaat
cara atau hasil baru kenampakan kenampakan
dari sesuatu yang telah alam alam
dimiliki. Menunjukkan Kenampakan
Komunikatif : ciri-ciri sosial alam ada dua
Tindakan yang dan budaya di yaitu buatan
memperlihatkan rasa kabupaten/kota dan ....
senang berbicara, provinsi tempat Pabrik
bergaul, dan bekerja tinggalnya termasuk
sama dengan orang Menjelaskan kenampakan
lain keanekaragaman alam ....
sosial di Pemandangan
daerahnya alam
Menjelaskan termasuk
keanekaragaman kenampakan
budaya di alam ....
daerahnya Suku Sasak
Menunjukkan terdapat di
tempat suku Provinsi ....
bangsa yang ada Rumah
di daerahnya gadang
Menunjukkan terdapat di
tempat budaya di daerah ....
daerahnya Tari
jaipongan ada
di daerah ....
Masyarakat
50
pesisir
kebanyakan
bekerja di
bidang ....
Kenampakan
alam di
daerah
pegunungan
berupa ....
Keris sebagai
senjata
tradisional
dari ....
Rumah joglo
berasal
dari ....

51
Format Kriteria Penilaian
PRODUK ( HASIL DISKUSI )

No. Aspek Kriteria Skor


1. Konsep * semua benar 4
* sebagian besar benar 3
* sebagian kecil benar 2
* semua salah 1

PERFORMANSI
No. Aspek Kriteria Skor
1. Pengetahuan * Pengetahuan 4
* kadang-kadang Pengetahuan 2
* tidak Pengetahuan 1
2. Sikap * Sikap 4
* kadang-kadang Sikap 2
* tidak Sikap 1

52
Lembar Penilaian
Performan Jumlah
No Nama Siswa Produk Nilai
Pengetahuan Sikap Skor
1.
2.
3.
4.
5.
CATATAN :
Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan
Remedial.

Mengetahui, Lubuk Linggau, November 2016


Kepala Sekolah Guru Peneliti

Reni,S.Pd.SD Salbiyah,S.Pd
NIP. 19600411 198508 2 001 NIP. 19590526 198406 2 001

53
DAFTAR HADIR SEMINAR

Judul Makalah :

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA


PELAJARAN IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ARTIKULASI
DI KELAS IV SD NEGERI 27 LUBUK LINGGAU

Pemakalah : Salbiyah,S.Pd
Moderator :
Notulen :
Tanggal : 21 Desember 2016
Tempat : SD Negeri 27 Lubuk Linggau

No Nama Peserta Tempat Tugas Tanda tangan


1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15

54
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20

Mengetahui, Lubuk Linggau, 21 Desember 2016


Kepala Sekolah Guru Peneliti

Reni,S.Pd.SD Salbiyah,S.Pd
NIP. 19600411 198508 2 001 NIP. 19590526 198406 2 001

55
BERITA ACARA SEMINAR HASIL PENELITIAN

Pada hari ini Rabu tanggal Dua Puluh Satu Bulan Desember Tahun Dua
Ribu Enam Belas telah dilaksanakan seminar hasil Penelitian Tindakan Kelas dari
pukul 08.00 WIB sampai selesai bertempat di SD Negeri 27 Lubuk Linggau
Kabupaten Lubuk Linggau yang diikuti oleh 30 orang peserta dengan :
Pemakalah : Salbiyah,S.Pd
TempatTugas : SD Negeri 27 Lubuk Linggau
Judul Makalah :

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA


PELAJARAN IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ARTIKULASI
DI KELAS IV SD NEGERI 27 LUBUK LINGGAU

Moderator :
Notulen :

Pertanyaan/Komentar/saran ketika Seminar


No Penanya Pertanyaan /Saran Jawaban

Pertanyaan/Komentar/saran ketika Seminar lanjutan


56
No Penanya Pertanyaan /Saran Jawaban

Seminar berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan apa yang telah
direncanakan.
Demikianlah berita acara seminar ini dibuat dengan sebenarnya untuk
dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Lubuk Linggau, 21 Desember 2016


Pemakalah Notulen Seminar

Salbiyah,S.Pd
NIP. 19590526 198406 2 001 NIP.

Mengetahui
Kepala SD N 27 Lubuk Linggau

Reni,S.Pd.SD
NIP. 19600411 198508 2 001

57
SURAT IZIN PENELITIAN
Nomor :

Yang bertanda tangan dibawah ini memberikan izin untuk melakukan


Penelitian Tindakan Kelas di SD Negeri 27 Lubuk Linggau kepada :
Nama : Salbiyah,S.Pd
Pekerjaan : PNS Guru
Judul :

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA


PELAJARAN IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ARTIKULASI
DI KELAS IV SD NEGERI 27 LUBUK LINGGAU

Waktu : 03 September 2016 sampai 30 Desember 2016


Demikianlah Surat Izin Penelitian ini dibuat dengan sebenarnya untuk
dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Lubuk Linggau, September 2016


Kepala SD N 27 Lubuk Linggau

Reni,S.Pd.SD
NIP.19600411 198508 2 001

58