Anda di halaman 1dari 72

KEBIJAKAN K3 1

modul 2 K3 umum MODUL 1 K3 UMUM


PENDAHULUAN
2

Kebijakan K3 adalah merupakan pernyataan


umum yang ditandatangani oleh pimpinan puncak
yang menyatakan komitmennya dan kehendaknya
untuk bertanggung jawab terhadap K3.
Menginformasikan kebijakan tersebut kepada
seluruh personil di dalam perusahaan, perlu
dibuat suatu kebijakan yang jelas menyatakan
visi organisasi di bidang K3.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


KEBIJAKAN K3
3

Kebijakan harus sesuai visi dan sasaran dari


perusahaan.
Kebijakan dinamis serta menetapkan kerangka
kerja untuk meningkatkan secara kesinambungan,
khususnya dalam pengambilan keputusan .
Kebijakan menetapkan program tindakan
keseluruhan organisasi atau perusahaan.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


KEBIJAKAN K3
4

Kebijakan ini dijabarkan melalui perencanaan.


Kebijakan ini dimaksudkan untuk menjelaskan
kepada karyawan, pemasok dan pelanggan
bahwa K3 adalah bagian yang tidak dapat
terpisahkan dari seluruh operasi.
Komitmen K3 diperkuat oleh manajemen yang
secara aktif ikut serta dalam peninjauan ulang dan
peningkatan kinerja K3 secara berkesinambungan.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Integrasi dan Relevasi
5

Apakah kebijakan mencakup dan sesuai dengan :


Pernyataan Misi, Visi, Nilai inti dan Keyakinan
Keseluruhan sistem manajemen dan

Kegiatan, produk dan Jasa.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Pertangungjawaban
6

Apakah kebijakan K3 menetapkan tangungjawab


dalam hal :
Kemampuan untuk melimpahkan, menyerahkan dan
meninjau komitmen kebijakan;
Menyertakan pertanggungjawaban K3 ke dalam
seluruh kegiatan
Penetapan tujuan dan sasaran untuk memperkecil
cedera dan sakit, serta,
Mengalokasikan sumber daya untuk memenuhi tujuan
kebijakan.
KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum
Konsultasi
7

Kebijakan memberikan kesempatan konsultasi


dengan :
Karyawan;

Manajemen;

Kontraktor dan subkontraktor;


Pemasok;

Klien; dan
Ahli independen.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


KEBIJAKAN K3
8

merupakan penjabaran lebih lanjut dari komitmen K3


dalam bentuk tertulis
ditandatangani pimpinan tertinggi di perusahaan
tersebut
Kebijakan K3 mencakup hal sbb :
Perusahaan menerapkan prinsip-prinsip K3 dalam
menjalankan operasinya.
Memandang manusia sebagai aset perusahaan yang harus
dijaga dan dipelihara di samping aset perusahaan lainnya.
Mematuhi setiap peraturan dan ketentuan K3.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


9

Terwujudnya Budaya Keselamatan dan


Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


10

Misi menjamin keselamatan dan kesehatan semua personel


dan pekerja mengeliminasi accident / incident dan property
damage dengan suatu goal : ZERO ACCIDENT / INCIDENT.
Managemen bertanggung jawab untuk menaikan standard K3
dan selalu committed untuk mengembangkan dan memelihara
sistem KEBIJAKAN K3
SETIAP karyawan bertanggung jawab untuk identifikasi,
menganalisa dan mengeliminasi atau mengendalikan semua
bahaya secara pro-active pada implementasi K3

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


11

Program K3 dibangun dengan tujuan berikut:


Melaksanakan identifikasi, evaluasi , pengendalian
dan melindungi bahaya di tempat kerja.
Untuk meminimisasi angka kecelakaan kerja dan sakit

Untuk mempromosikan budaya selamat dan sehat baik


dalam keadaan bekerja atau tidak bekerja
Melindungi fasilitas, peralatan, dan sarana yang lain
dari kerusakan karena api, ledakan dan bencana.
Memenuhi atau mentaati persyaratan perundangan
yang berlaku
KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum
LINGKUP
12

Kebijakan K3 mencakup Perencanaan K3 yang


meliputi prosedur dan program keselamatan dan
kesehatan, yang akan diterapkan dalam pekerjaan
dan pekerjaan yang akan dilaksanakan tersebut
memenuhi persyaratan K3
Perusahaan, melindungi kerusakan properti, material,
supplies dan equipment, melindungi lingkungan kerja
sehingga mencegah gangguan seperti incident.
Selama pekerjaan berlangsung mematuhi bukan hanya
Penencanaan tetapi juga peraturan dan standard
mengenai K3 serta Perundang-undangan yang berlaku.
KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum
REFERENSI & DASAR HUKUM
13

Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang


Keselamatan Kerja
Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
No. 05/Men/1996
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
No. 02/Men/1992
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
No. 04/Men/1995
KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum
Sefety & Health MANAGER

SECRETARY

Safety & Health Safety & Health DOCTOR / CLINIC


ENGINEER SUPERINTENDENT

Safey & Health PARAMEDIC


SUPERVISOR

Safety & Health


SUPERVISOR

Safety & Health


SUPERVISOR

Safety & Health


SUPERVISOR

14 KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


15 KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum
Tanggung Jawab
16

Seluruh level managemen mulai dari Top Manager


hingga Discipline Manager harus terlibat dalam
tatanan organisasi K3
Seluruh level manajemen harus memahami bahwa
pencapaian tujuan K3 dan kinerja adalah terletak
pada tugas dan tanggung jawabnya.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Top Manager
17

Top Manager mempunyai tanggung jawab menyeluruh pada


management K3 dan kinerja K3 dari perusahaan
sebagaimana mengenai engineering, procurement dan proses
produksi
Peran dan tanggung jawab utama Top Manager terhadap
pengelolaan K3 adalah :
Membanguan Kebijakan K3 (SHE Policies) dan targetnya.
Membangunan organisasi proyek dan menetukan personel
yang kompeten pada organisasi

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


18

Berpartisipasi untuk menata strategi K3 proyek , begitu


proyek mulai belangsung
Mengatur sumber daya : manusia, barang dan dana
Menunjuk seorang : Safety & Health Manager dan selain
itu pengelolaan personel yang kompeten dan
berpengalaman dalam peran dan tanggung jawabnya.
Mendorong Manager K3 agar membangun strategi
managemen K3, programs dan procedures untuk
diimplementasikan.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Safety & Health Manager
19

Safety & Health Manager membantu General Manager


mengenai masalah K3,
Langsung kepada Safety & Health Superintendent, dan Safety
& Health Supervisor untuk mengutarakan program K3
Memastikan bahwa semua persyaratan K3 terlaksanan
secara memuaskan

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Safety & Health Manager
20

Peran utama dan tanggung jawab Safety & Health manager


adalah :
Mengatur Safety & Health organization dan menentukan
Safety & Health Superintendent, and Safety & Health
Supervisors, termasuk paramedic.
Mengatur On-site Safety & health standards, procedures dan
programs termasuk Safety & Health training programs,
inspection / audit program, etc.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Safety & Health Manager
21

Memberikan nasehat pada line managers to supervisors


mengenai masalah K3.
Melaksanakan pelatihan K3 oleh Safety & Health
manager, Supervisors, atau pihak lain yang ditunjuk oleh
Safety & Health manager dengan mempertimbangkan
keperluan dan keahlian khusus.
Pemeriksaan harian di lapangan dan , equipments dan
facilities untuk agar persyaratan K3 terpenuhi.
Berpartisipasi dan membantu Accident Investigation
Team, dan menentukan upaya untuk mencegah terjadinya
kecelakaan serupa.
KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum
Safety & Health Manager
22

Melakukan review mingguan mengenai laporan K3 dan


instruksi untuk Corrective Action yang disiapkan oleh Safety &
Health Superintendent
Membuat laporan harian kepada General Site Manager
mengenai major Safety & Health activities and topics.
Melakukan persiapan bulanan mengenai Safety & Health
Report dan suatu Accident Status Report untuk General Site
Manager untuk di-review dan digunakan untuk laporannya
kepada Project Manager.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Safety & Health Superintendent
23

Safety & Health Superintendent membantu Safety & Health


Manager bersama Safety & Health field supervisior dan
memastikan bahwa peraturan dan standard yang berlaku
dilaksanakan.
Merupakan peran dan tugas tanggung jawab utamanya
adalah :
Membantu dan memberikan usulan kepada Safety & Health
Manager untuk pengembangan Sistem Managemen K3 dan
program dari K3.
Melakukan patroli harian dan melakukan audit terhadap
aktivitas Subcontractor, equipment dan facilitas untuk agar
terpenuhi persyaratan K3.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Memastikan bahwa identifikasi bahaya, risk analysis dan risk
24 management plan untuk specific hazardous work
diimplementasikan dengan baik, dan juga memastikan bahwa
prosedur pemeriksaan kerja yang diberikan untuk pekerjaan
berbahaya dilaksanakan.
Memastikan bahwa Applikasi untuk izin melaksanakan
pekerjaan (Work Permit), dan yang langsung suatu authorized
inspector untuk menginvestigasi lokasi dan kondisi kerja. Work
permit harus merupakan pertimbangan dalam hal Work Permit
Procedure.
Membuat laporan harian kepada Safety & Health Manager
mengenai Safety & Health activities dand topics.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Safety & Health Supervisor
25

Safety & Health Supervisor adalah mempunyai


tanggung jawab dalam menjamin bahwa cara-cara
melakukan pekerjaan yang aman (safe work practices)
dan peralatan standard digunakan pada daerah
yang telah ditentukan.
Merupakan peran dan tanggung jawab dari Safety &
Health supervisor adalah :
Memberikan bantuan pada Safety & Health
Superintendent.
Melakukan patroli di lapangan sesering mungkin untuk
menginspeksi aktivitas yang berlangsung dan kondisi
kerja.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Safety & Health Supervisor
26

Memberikan pertimbangan pada Discipline


Manager, Supervisors mengenai hal-hal yang tidak
aman (unsafe condition) atau pelanggaran ,
tindakan yang seharusnya dilakukan, dan mencatat
dan menyimpan rinciannya.
Mempersiapkan laporan K3 harian dan laporan
harian pada Safety & Health Superintendent
mengenai major Safety & Health activities and
topics.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Line Supervisors
27

Line Supervisors mempunyai tanggung jawab dalam


memastikan bahwa pekerjaan di bawah supervisinya
dilaksanakan secara efisien dan aman, juga memastikan
kesesuaian dengan schedule dan persyaratan kualitas
Peran utama dan tanggung jawab dalam aktivitas K3
adalah
Memberikan instruksi kepada personnel yang di bawah
pengendaliannya untuk melaksanakan pekerjaannya
secara aman tanpa risiko bagi kesehatan.
Memantau pekerjaan memastikan apa yang
dilaksanakan mematuhi dan sesuai dengan Work
Execution Procedures yang resmi.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Memastikan bahwa semua peralatan (tools and equipment)
yang digunakan memenuhi safety standards
28 Memastikan bahwa para pekerja menggunakan secara benar
APD (personal protective equipment) dan peralatan
keselamatan (safety devices) sesuai dengan persyaratan dan
instruksi dari pembuat peralatan.
Memastikan bahwa housekeeping standards dilaksanakan, dan
untuk pembuangan di adakan pengaturan, dimana sampah
dan scrap materials di siapkan tempan pembuangannya dan
diharuskan.
Joint the Tool Box Talk Meeting and Safety Talk dilaksanakan
sesering mungkin, dan memastikan bahwa semua karyawan
Subcontractors secara aktif berpartisipasi dan menerima
kegunaan dari Tool Box briefings.
Membuat laporan pada Discipline Managers mengenai perihal
untuk anticipasi berkenaan dengan relevant topics.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Karyawan
29

Harus mengikuti prosedur keselamatan dan mengambil


bagian secara aktif dalam melindungi dirinya sendiri
dalam melaksanakan pekerjaan.
Karyawan diharapkan melaporkan pada supervisornya
setiap menemui kondisi yang berbahaya, cara-cara
kerja berbahaya, dan lingkungan kerja berbahaya,
maka memberikan saran untuk pembenahan.
Mereka harus meletakkan K3 bagian dari pekerjaanya
denga cara mematuhi Safety & Health rules and
regulations, dan dengan menggunakan semua
safeguards dan safety equipment yang diperlukan.
KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum
KEBIJAKAN K3 30

modul 2 K3 umum
Education and Training
31

Pendidikan K3 dan pelatihan untuk personel Management,


Supervisors, Workers adalah merupakan suatu : major loss
prevention requirement.
Semua pelatihan yang diperlukan harus diberikan dengan
terdokumentasi.
Safety & Health Department bertanggung jawab untuk
meninjau (me-review) Kualifikasi K3 / training / certification
needs dari proyek mulai dari job-start dan secara periodik
setelah itu.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Safety & Health Induction Training
32

Merupakan mandatory untuk semua Managers dan


karyawan dari Visitors and Vendors untuk mematuhi Safety &
Health Induction Training terutama yang baru mulai kerja di
lingkungan pekerjaan itu.
Induction Training meliputi :
Safety & Health Policy and Safety & Health Targets
Penekanan pentingnya K3 dan setiap individu mempunyai
tanggung jawab.
Orientasi mengenai Site layout dan work place

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Safety & Health Induction Training
33

Garis besar mengenai pekerjaan dan work procedures


Tata-tertib kerja (duty hours, overtime work, holidays,
transportation, prohibition of smoking, drugs and alcohol,
possession of firearms, etc)
Participasi dalam Safety Talks and Tool Box Talks
Meeting
Peraturan mengenai security, mengenai gate control
Konfirmation dan registrasi pekerja mengenai sertifikat
kecakapan dan kualifikasi yang lain

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Safety & Health Induction Training
34

Tata-tertib lalu lintas dan peraturannya di dalam


lingkungan proyek
Tindakan yang perlu diambil saat emergencies, seperti
fires or accidents
Work Permit System
Penggunaan APD (Personal Protective Equipment)
Penekanan pentingnya housekeeping
Fasilitas PPPK (First Aid Facilities)
Perduli untuk melaporkan adanya accidents, near-misses,
unsafe acts, unsafe conditions

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Safety & Health Training for
Managers and Supervisors
35

Safety & Health training yang diberikan kepada Managers


dan Supervisors oleh Safety & Health Manager atau
competent persons ditentukan oleh Safety & Health Manager.
Isi dari training:
Harus mematuhi : Safety & Health Policy and Safety & Health
Targets
Peran dan tanggung jawab individu pada pengelolaan K3
Peningkatan keperdulian K3
Safety & Health Committee and other meetings

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Safety & Health Training for
Specific Hazardous Jobs
36

Pelatihan khusus harus diberikan oleh competent person yang


qualified atau oleh SHE Manager kepada supervisors,
foremen dan pekerja yang berkaitan dengan hazardous atau
harmful job.
Pelatihan berikut harus ter-cover, sekurang-kurangnya :
Penanganan organic solvents, dan toxic dan hazardous
chemicals (pelarut cat)
Penanganan dan penyimpanan dari radioactive materials
Pekerjaan di bawah, di dalam dan di atas air

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Safety & Health Training for
37
Specific Hazardous Jobs
Deep excavation and trenching
Bekerja di confined spaces or narrow spaces
Rigging, lifting and crane operation
Erection and dismantling of scaffolds
Work in or near existing plant

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Refresher Safety & Health
38
Training
Karyawan yang secara berulang-ulang melanggar
persyaratan K3 dan peraturan, yang diketahui oleh
Safety & Health Manager, harus diberi suatu
Refresher Safety & Health Training untuk memelihara
keperdulian pada K3.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Emergency and Evacuation
Training
39

Pelatihan ini dilaksanakan oleh competent personnel


yang ditunjuk oleh Safety & Health Manager. Pelatihan
yang diberikan mengenai emergency dan evakuasi untuk
menanggulangi kebakaran, ledakan, dsb. Pelatihan ini
diberikan pada semua karyawan
Contents of training:
Fire fighting with fire hydrants or fire extinguishers
First aid and rescue
Emergency evacuation

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


KEBIJAKAN K3 40

modul 2 K3 umum
Safety & Halth Meeting
41

Meetings adalah sangat penting untuk memastikan


keberhasilan supervisor- employee communications dengan
mengefektifkan penggunaan communication time dengan
mempersilahkan partisipasi karyawan dan memberikan
exposure yang sama mengenai informasi yang vital.
Meeting ini dapat juga membuat iklim komunikasi yang
kooperatif, mendorong semangat team, dan mempertinggi
supervisor's leadership role.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Tool Box Talk Meeting
42

Tool Box Talk meeting adalah dilakukan sebelum memulai


melakukan pekerjaan setiap hari; bila memulai setiap tugas
baru sepanjang hari,
atau bila ada masalah mengenai K3 yang di-identifikasi oleh
anggota team yang melibatkan lebih dari satu orang.
Pekerjaan yang dilaksanakan akan direview secara verbal
dengan anggota, mengidentifikasi setiap potential hazards
dalam setiap aspek pekerjaan, the tools, the equipment yang
dipergunakan.
Karyawan seharusnya mendorong untuk mengidentifikasi
setiap bahaya yang mereka ketahui dan bagaimana
melaksanakan tugas lebih aman.
KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum
Safety Talk Meeting
43

Semua Supervisors / foremen memerlukan hubungan


mingguan, misalnya setiap senin selama 10-20 menit "Safety
Talk Meeting" pada hari pertama workday morning setiap
minggunya, saat bawahannya memulai pekerjaan.
Record dari setiap meeting mendapat perhatian dan diajukan
kepada Safety & Health Department secara mingguan.
Secara periodik topik di-distribusikan dari Safety & Health
Department. Topik ini meng-cover, masalah safety saat ini dan
solusi yang diperlukan, aturan safety yang baru dan
regulasinya serta safety educational items.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Safety & Health Committee
44

Mengkonfirmasi apakah management K3 telah dilaksanakan oleh


semua pihak
Memastikan bahwa pekerjaan dilaksanakan dengan aman dan
lancar (safely and smoothly) , memenuhi peraturan persyaratan K3
dan perundangan yang berlaku.
Koordinasi dan pengendalian ketat pada kondisi kerja yang
berbahaya.
Memecahkan masalah K3 yang timbul.
Meningkatkan pengetahuan Safety & Health awareness.
Menyelenggarakan Safety & Health Training Program.
Berpartisipasi dan memberikan bantuan peningkatan aktivitas K3.
Meningkatkan dan memelihara housekeeping dan pembuangan
sampah.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Safety & Health Meeting
45

Safety & Health meeting yang dipimpin oleh Safety & Health
Manager dan terdiri dari Safety & Health Superintendent
dan Supervisors,. Safety & Health meeting dilakukan
mingguan , dengan tujuan
Melaksanakan dan pembahasan Safety & Health inspection
Lapangan, dan bertukar pendapat mengenai masalah K3,
yang observasi dan antisipasinya.
Konfirmasi resume dari meeting terdahulu dan hasil dari
tindakan follow-up yang diusulkan pada meeting.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Safety & Health Meeting
46

Mendiskusikan masalah K3 dan masalah-masalah yang ada atau


antisipasinya.
Koordinasi dan pengendalian pekerjaan sibuk atau kondisi
berbahaya atar subcontractors, dan gunakan areal yang paling
aman.
Pertukaran pendangan mengenai status kerja dab koordinasi
schedule kerja untuk mengeliminasi konflik kepentingan antar
subkontraktor
Laporan mengenai status dan kinerja dari aktivitas K3 dengan
setiap subcontractor.
Laporan status dari pelatihan K3.
Laporan mengenai kecelakaan terbaru dan near-misses, dan upaya
pencegahan.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


KEBIJAKAN K3 47

ACCIDENT / INCIDENT INVESTIGATION & ANALYSIS

modul 2 K3 umum PT PRASHETYA QUALITY


Accident / Incident Investigation & Analysis
48

Accident reports, investigations, analysis dan catatan


lain merupakan tugas yang merupakan elemen penting
dalam program pencegahan kerugian
Dalam hal ini kebijakan Perusahaan bahwa semua
kecelakaan dan incidents significant yang lain
dilaporkan dan di-investigasi, walaupun tidak ada
korban.
Laporan dan investigasi ini harus dianalisa untuk
menentukan dimana usaha pencegahan kerugian perlu
difokuskan.
KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum
Accident / Incident Investigation &
49
Analysis
Semua laporan dan investigasi harus termasuk
penentuan "Root Causes" dari incident, permasalahan
dimana setiap "Unplanned events" terjadi, urutan
kejadian dan corrective actions dilaksanakan untuk
mencegah terulangnya kejadian.
Corrective actions yang dilakukan harus di
dokumentasikan.
Safety & Health Department melakukan rekap bulanan
mengenai major accident / incident yang terjadi dan
apa langkah-langkah yang dilaksanakan untuk
mencegah kejadian berulang.
KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum
Accident / Incident Investigation &
Analysis
50

Goal dari setiap accident investigation adalah untuk


mengidentifikasi dan membetulkan inadequacies dalam
programs, yang menyebabkan adanya incident atau
gagal mencegah terulangnya.
Untuk ini dalam melakukan salah satu atau lebih hal
berikut:
Kondisi Unsafe yang disengaja atau dibiarkan saja
Personel tidak terlatih dibiarkan melakukan pekerjaan
berbahaya atau menggunakan unsafe equipment
Pekerja yang tidak direkomendasi atau tidak disiplin

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Accident / Incident Investigation &
Analysis
51

Kegagalan orientasi atau kegagalan melatih pekerja baru


Kegagalan perencanaan pekerjaan, kegagalan memberikan
adequate safety equipment, kegagalan memonitor activitas
mengenai errors dan kegagalan melakukan tindakan yang
perlu untuk koreksi kekurangan (correct defects noted).

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Accident / Incident Investigation & Analysis
52

Dalam investigasi incident, perlu ditanyakan :


Apakah ada kondisi dan cara-cara yang tidak
aman ? Untuk berapa lama jangka waktu
berlakunya? Apakah Karyawan memahami
prosedur yang benar?
Mengapa cara-cara yang tidak aman itu
dibiarkan?
Apakah ada faktor kontribusi yang menambah
kemungkinan terjadinya incident, terjadinya atau
menaikkan parahnya kerusakan?
KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum
KEBIJAKAN K3 53

modul 2 K3 umum PT PRASHETYA QUALITY


Rules of Personal Safety
54

Semua personel di lingkungan kerja perlu memperhatikan


program K3 sebelum memulai pekerjaannya di proyek.
Reporting Hazard: melaporkan setiap kondisi yang tidak
aman kepada supervisornya
Job Safety Analysis: dan ijin untuk melakukan pekerjaan perlu
dipahami, diberi tanda, dan jelas (visible) sebelum memulai
pekerjaan.
Injuries, melaporkan semua cedera yang dialami kepada
supervisor. Semua kasus tanpa menghiraukan karyawan harus
dilaporkan dan diberi pengobatan oleh first aid clinic.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Rules of Personal Safety
55

Safety Hats tutup kepala sepanjang waktu, kecuali di areal


tertentu. Tali pengikat harus digunakan
Eye Protection, pelindung mata dengan side shield kecuali
di tempat tertentu bila melakukan pekerjaan yang
memabahayakan mata, seperti burning, chipping, or grinding
Hearing Protection, ear plug harus digunakan pada lingkungan
kerja tertentu.
Respiratory Protection, respiratory protection di tempat
kerja yang berbahaya yang dapat terkena bahan kimia
berbahaya

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Rules of Personal Safety
56

Safety Harnesses/Safety belt, bila bekerja di ketinggian 2 meter


atau lebih dari tanah atau bekerja di penggalian dimana
berpotensi adanya terperosok jatuh dengan kedalaman 2 meter
atau lebih.
Clothing, harus memakai full clothing sepanjang waktu bekerja.
(meliputi kemeja, celana dan sepatu kerja yang ditentukan )
dilarang menggunakan sepatu olahraga atau sandal.
Truck Riding, dilarang menumpang (nggandol dsb) pada
kendaraan (truck) yang sedang berjalan di dalam lingkungan
proyek. Pengemudi harus menggunakan seat belt, bila tidak
menggunakan kendaraan tersebut tidak diperkenankan berjalan
apa lagi keluar dari lingkungan proyek.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Rules of Personal Safety
57

Equipment Operators, harus memiliki sertifikat


kemampuan mengoperasikan (SIO), untuk mengoperasikan
alat seperti crane, eskavator dsb
Mobile Equipment, dilarang keras mengendarai mobile
equipment bila tidak di sediakan tempat duduk di
kendaraan tersebut.
Mobile Equipment Alarms, backup alarms yang resmi (sdh di
sahkan) harus dipasang di semua mobile equipment.
Speed Limit, semua lalu lintas kendaraan di dalam
lingkungan proyek tidak boleh melebihi 15 km/jam di
sekitar kantor, bila jauh dari kantor di tanah keras dapat
hingga 30 km/jam.
KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum
Rules of Personal Safety
58

Hoisting Equipment, project personnel dilarang naik atau


menyangkutkan beban di bagian peralatan.
Electrical Equipment, all project personnel kecuali yang
bertanggung jawab pada kelistrikan, harus menjauh dari
electrical gear and wiring sepanjang waktu.
Scaffolding, harus memenuhi standard proyek dan harus
dilengkapi dengan tanda-tanda jelas mengenai
persyaratan misalnya mengenai persyaratan beban
maksimum dsb, perhatikan sebelum pekerjaan dimulai.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Rules of Personal Safety
59

Compressed Air, dilarang menggunakan udara


tekan untuk membersihkan kotoran (blow dirt) dari
tangan. rambut atau pakaian. Tidak boleh menyalah
gunakan compressed air atau menyemprotkannya
(blow it ) pada orang lain.
Excavation, perusahaan menentukan orang tertentu
yang ada disekitas penggalian selama pekerjaan
berlangsung.
Standby (confined space/fire watch), a standby man
diperlukan untuk mengawasi, pekrjaannya
bertanggung jawab pada saat emergency.
KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum
Rules of Personal Safety
60

Smoking, tidak boleh merokok dalam jarak 10


meter dari persediaan flammable liquid store.
Dilarang merokok di dalam Kantor, merokok hanya
diperkenan di daerah yang disediakan dan areal
tersebut selalu dibawah pengawasan.
Cigarette ends (putung rokok) harus dibuang di tanah
atau ditempatkan di tempat yang disediakan untuk
abu rokok.
Dilarang merokok sambil malakukan pekerjaan atau
mengoperasikan mesin.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Rules of Personal Safety
61

Barricades, perhatikanlah semua barricade dan pita


pengaman (proper barricade tape) di areal berbahaya
(securing an area) .
Housekeeping, tempat kerja harus selalu terpelihara
kebersiahannya dan bebas dari sampah sepanjang waktu.
Emergencies, selalu harus mengetahui kemana harus pergi
(menyelamatkan diri) dan apa yang harus dikerjakan bila
terjadi keadaan darurat (event of an emergency).
Sanitary Facilities, project personnel harus menggunakan
fasilitas yang diberikan di lingkungan kerja. Personnel yang
kedapatan menyalah gunakan, membuat cacat atau
merusak fasilitas ini akan dipecat dari proyek.
KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum
Rules of Personal Safety
62

Horseplay and fighting, running, pushing, practical


jokes, other horseplay, and fighting = BERGURAU
dilarang keras dilakukan di lingkungan kerja.
Lockout/Tag out : siapapun yang melanggar
peraturan mengenai LO/TO procedure maka
pelaku akan segera dipecat.
Intoxication, (minuman keras atau narkoba) di
lingkungan kerja proyek dilarang keras.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


KEBIJAKAN K3 63

modul 2 K3 umum PT PRASHETYA QUALITY


Machinery and Equipment
Planning
64

Dilakukan peninjauan semua peralatan di-review


untuk adequacy. Kapasitas dari cranes, hoists,
slings, etc.,
safety program, suatu prosedur yang berkaitan
dengan inspeksi peralatan konstruksi,
pengoperasian, dan perawatannya.
harus konsisten dg manufacturer's recommendation
dan persyaratan yg tertera dalam program.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Hazard Analysis
65

Bila sistem dan kebijakan dan prosedur yang


diimplementasikan lepas dari penjagaan perlu
dilakukan antisipasi, eliminasi atau dilakukan
pengendalian kondisi tersebut,
kesalahan dalam melakukan tindakan dan
pengendalian akan menyebabkan adanya
kecelakaan, korban, kehilangan personel, waktu,
public image, materials atau equipment.
Adalah merupakan prinsip bahwa safety adalah
bagian integral dari production efficiency.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


KEBIJAKAN K3 66

modul 2 K3 umum PT PRASHETYA QUALITY


Training
67

Semua supervisors harus melatih personelnya mengenai


procedures menemukan dan upaya melakukan tindakan
koreksi berkaitan dengan kebakaran.
Pelatihan regular harus diselenggarakan untuk
menginformasikan mengenai potential fire hazards di
tempat kerja, program perlindung-an kebakaran dan
program pemadaman kebakaran untuk meminimumkan
bahaya.
Di lingkungan kerja harus dilatih menggunakan
peralatan pemadam api dan dilatih bagaimana
menghadapi kebakaran.
KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum
Training
68

Topik berikut perlu dipertimbangkan pelatihan


yang diperlukan:
Fireextinguisher equipment (types & how to use)
Alarm call points and emergency telephone numbers

Escape routes and fire exists

Assembly points

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Electrical Wiring and Appliances
69

Pekerjaan listrik, termasuk pembongkaran


perbaikan, perubahan dan pemasangan
peralatan harus dilakukan oleh ahli listrik yang
telah ditunjuk.
Penjagaan keselamatan dilakukan untuk menjamin
bahwa rangkaian listrik tidak terjadi overloaded.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Fire Protection
70

Karyawan di harapkan berusaha memadamkan


secepatnya bila ada kebakaran ditemui pada
tahap awal, sepanjang keselamatan
memungkinkan.
Kebakaran yang diruang kontrol harus dilaporkan
segera dan person yang menemukan harus
mengabarkan dengan segala macam cara.

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


Fire Fighting Equipment
71

Alat pemadam kebakaran yang sesuai dengan


kebutuhan
Semua peralatan pemadam kebakran harus
diinspeksi setiap minggu
Kerusakan harus segera di perbaiki

KEBIJAKAN K3 modul 2 K3 umum


KEBIJAKAN K3 72

modul 2 K3 umum PT PRASHETYA QUALITY