Anda di halaman 1dari 3

PEMERIKSAAN

ULTRASONOGRAFI (USG)
SOP/PON
No. dokumen : ED/Pkm-
Drm
SOP No. revisi : 0
3 Januari
Tanggal terbit :
2017
Halaman : 1/3
UPTD
dr. ANDRI SENTANU
PUSKESMAS
NIP. 197907162010011012
DTP DARMA
1. Pengertian Sebuah teknik diagnostik pencitraan menggunakan suara ultra yang
digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot, ukuran
mereka, struktur, dan luka patologi, membuat teknik ini berguna
untuk memeriksa organ. Sonografi obstetrik biasa digunakan ketika
masa kehamilan.
2. Tujuan Pada kehamilan trimester 1 :
1. Menduga usia kehamilan dengan mencocokkan ukuran bayi;
2. Menentukan kondisi bayi jika ada kemungkinan adanya
kelainan atau cacat bawaan;
3. Meyakinkan adanya kehamilan;
4. Menentukan penyebab perdarahan atau bercak darah dini pada
kehamilan muda, misalnya kehamilan ektopik;
5. Mencari lokasi alat KB yang terpasang saat hamil, misalnya
IUD;
6. Menentukan lokasi janin, didalam kandungan atau diluar rahim;
7. Menentukan kondisi janin jika tidak ada denyut jantung atau
pergerakan janin;
8. Mendiagnosa adanya janin kembar bila rahimnya terlalu besar.

Pada kehamilan trimester II & III :


1. Untuk menilai jumlah air ketuban. Yaitu bila pertumbuhan terlalu
cepat disebabkan oleh berlebihnya cairan amnion atau bukan;
2. Menentukan kondisi plasenta, karena rusaknya plasenta akan
menyebabkan terhambatnya perkembangan janin;
3. Menentukan ukuran janin bila diduga akan terjadi kelahiran
prematur. Pertumbuhan janin normal atau tidak;
4. Memeriksa kondisi janin lewat pengamatan aktifitasnya, gerak
nafas, banyaknya cairan amnion, dsb;
5. Menentukan letak janin (sungsang atau tidak) atau terlilit tali
pusar sebelum persalinan.
3. Kebijakan Keputusan Kepala Puskesmas Nomor : 440/141/I/Pkm-Drm/2017
tentang Layanan Klinis yang menjamin layanan yang
berkesinambungan.
4. Referensi Buku Panduan USG.
5. Alat dan 1. Pesawat USG;
Bahan 2. Tranduser ;
3. Printer dan film thermal;
4. Jelly;
5. Kertas tissue;
6. Mesin USG diletakkan disebelah kanan tempat tidur pasien.
6. Prosedur / 1. Informed consent;
langkah- 2. Cuci tangan dan gunakan hanscoen DTT;
langkah 3. Pesawat USG dinyalakan;
4. Pasien disuruh berbaring telentang;
5. Dilakukan pendataan pada pasien pada monitor;
6. Lepas pakaian pasien;
7. Organ yang akan di USG diberi jelly dan sken juga diberi jelly;
8. Lakukan tindakan pemeriksaan (melakukan
Scanning/pengambilan gambar) dengan cara transduser
dipegang oleh tangan yang terdekat dengan tubuh pasien;
9. Letakkan transduser pada abdomen untuk menemukan obyek;
10. Setelah obyek ditemukan kemudian tekan tombol FREEZE;
11. Lakukan pengukuran obyek dengan menekan tombol TRACK
BALL/CLIPPER dan beri keterangan label;
12. Setelah itu organ abdomen didokumentasikan (dicetak di film
polaroid);
13. Pemeriksaan selesai, beritahu pasien bahwa tindakan telah
selesai;
14. Rapikan pasien, bersihkan Probe dan rapikan alat;
15. Cuci tangan.
7. Hal hal Keadaan umum pasien.
yang perlu
diperhatikan
8. Unit terkait Laboratorium.
9. Dokumen Rekam Medis Pasien.
terkait Register USG.
10. Rekaman / Historis perubahan
TANGGAL
No. YANG DIRUBAH ISI PERUBAHAN
DIBERLAKUKAN