Anda di halaman 1dari 9

KEPUTIHAN PADA WANITA

Gusti Ayu Marhaeni


Dosen Jurusan KebidananPoliteknik Kesehatan Denpasar
gamarhaeni@yahoo.com

Abstract. Leucorrhea is a condition that is often suffering by women throughout


the life cycle starting from adolescence, the reproductive period or menopause.
Leucorrhea divided into two types: normal vaginal discharge or physiological
and pathological abnormal. Abnormal vaginal discharge or a physiologically
occurs in accordance with the female reproductive cycle or in accordance with
the cycle of a woman's body with this type of expenditure is actually clear,
odorless not excessive and does not cause itching or burning. While the
pathological or abnormal vaginal discharge is characterized by the amount of
release that much, such as sour milk, yellow or greenish, itching, burning, with a
fishy smell or bad odor. The color of the vagina will be different according to the
cause of vaginal discharge. The most common cause of abnormal vaginal leucore
is: bacteria, fungi and parasites. Prevention of vaginal leucore the most important
thing to do is maintain the cleanliness of the reproductive organs in the right way,
a balance between activity and rest, reduce the of vaginal discharge are bacteria,
fungi and parasite and also maintaining psycologycal stress. The purpose of this
paper to discover the causes of vaginal leucorrhea. Method used was to search
literature related leucorrhea. The search results show the causes are bacteria,
fungi and paracites.
Keywords: leucorrhea, vaginal discharge, woman

Abstrak. Keputihan merupakan kondisi yang sering dialami oleh wanita


sepanjang siklus kehidupannya mulai dari masa remaja, masa reproduksi maupun
masa menopause. Keputihan dibedakan menjadi 2 jenis yaitu keputihan normal
atau fisiologis dan abnormal atau patologis. Keputihan normal atau fisiologis
terjadi sesuai dengan siklus reproduksi wanita atau sesuai dengan siklus tubuh
wanita dengan jenis pengeluaran berwarna bening, tidak berlebihan tidak berbau
dan tidak menimbulkan rasa gatal atau perih. Sedangkan keputihan yang patologis
atau abnormal ditandai dengan jumlah pengeluaran yang banyak, berwarna putih
seperti susu basi, kuning atau kehijauan, gatal, perih, dan disertai bau amis atau
busuk. Warna pengeluaran dari vagina akan berbeda sesuai dengan penyebab dari
keputihan. Penyebab keputihan abnormal yang tersering adalah: bakteri, jamur
dan parasit. Pencegahan keputihan yang terpenting harus dilakukan adalah
menjaga kebersihan organ reproduksi dengan cara yang benar, menyeimbangkan
antara aktifitas dan istirahat, mengurangi ketegangan psikis yang dialami. Tujuan
dari penulisan ini untuk menemukan faktor penyebab keputihan. Metode
penulisan yang digunakan adalah dengan penelusuran pustaka terkait keputihan.
Hasil penelusuran menunjukkan faktor penyebab keputihan adalah bakteri, jamur
dan parasit.
Kata kunci: keputihan, pengeluaran pervaginam, wanita

30
Gusti Ayu Marhaeni (Keputihan Pada )

Pendahuluan berganti pasangan seksual. Daili


Keputihan atau yang disebut (2009) memaparkan Penyakit
juga dengan istilah white discharge menular seksual (PMS) seperti
atau vaginal discharge, atau leukore gonore mempunyai ciri-ciri
atau flour albus. Keputihan yang keputihan yang seperti nanah.
terjadi pada wanita dapat bersifat Keputihan juga merupakan indikasi
normal dan abnormal. Keputihan dari adanya infeksi di dalam rongga
normal terjadi sesuai dengan proses panggul seperti infeksi pada saluran
menstruasi. Gejala keputihan yang telur yang disertai sakit perut yang
normal adalah tidak berbau, jernih, hebat.3 Keputihan abnormal yang
tidak gatal, dan tidak perih. tidak tertangani dengan baik dan
Keputihan abnormal terjadi akibat dialami dalam waktu yang lama
infeksi dari berbagai mikro- akan berdampak pada terjadinya
organisme, antara lain bakteri, jamur, infeksi saluran reproduksi. Infeksi
dan parasit.1 Keputihan yang tidak saluran reproduksi ini mengakibat-
normal ditandai dengan jumlah yang kan infertilitas. 4
keluar banyak, berwarna putih Sobel dari Wayne State
seperti susu basi, kuning atau University, menulis 75% wanita di
kehijauan, gatal, perih, dan disertai dunia mengalami keputihan paling
bau amis atau busuk. Warna tidak sekali dalam siklus kehidupan-
pengeluaran dari vagina akan nya dan 45% wanita mengalami
berbeda sesuai dengan penyebab dari keputihan sebanyak dua kali atau
keputihan. 2 lebih selama siklus kehidupannya. 5
Wanita yang mengalami
keputihan tidak normal merupakan Pembahasan
indikasi dari berbagai penyakit Leukorea berasal dari kata
seperti vaginitis, kandidiasis, dan Leuco yang berarti benda putih yang
trikomoniasis yang merupakan salah disertai dengan akhiran rrhea yang
satu dari gejala Penyakit Menular berarti aliran atau cairan yang
Seksual (PMS) terutama pada wanita mengalir. Leukorea atau flour albous
yang pernah berganti pasangan atau keputihan atau vaginal
seksual atau pasangan seksualnya discharge merupakan semua

31
Jurnal Skala Husada Volume 13 Nomor 1 April 2016 : 30 - 38

pengeluaran dari kemaluan yang menyebabkan pengeluaran sekret


bukan darah. Keputihan merupakan yang berbentuk seperti benang, tipis
salah satu tanda dari proses ovulasi dan elastis. Hormon estrogen
yang terjadi di dalam tubuh. Selain berperan dalam produksi sekret pada
itu, keputihan juga merupakan salah fase sekretorik, merangsang
satu tanda dari suatu penyakit. 1 pengeluaran sekret pada saat wanita
Keputihan ada yang bersifat terangsang serta menentukan kadar
fisiologi dan patologis. Keputihan zat gula dalam sel tubuh (glikogen).
bersifat fisiologis yaitu keputihan Glikogen digunakan untuk proses
yang timbul akibat proses alami metabolisme pada bakteri Lacto
dalam tubuh. Keputihan bersifat bacillus doderlein. Sisa dari proses
patologis yaitu keputihan yang metabolisme ini akan menghasilkan
timbul karena infeksi dari jamur, asam laktat yang menjaga keasaman
bakteri dan virus. Keputihan vagina yaitu 3,8-4,2. Pada saat
patologis merupakan tanda dari ovulasi terjadi proses sekresi pada
adanya kelainan alat repoduksi endometrium yang dipengaruhi oleh
sehingga jumlah, warna, dan baunya hormon progesteron. Hormon
perlu diperhatikan. progesteron menyebabkan penge-
luaran sekret yang lebih kental
Proses fisiologis keputihan
seperti jeli. 7
Proses menstruasi pada
Kemaluan wanita merupakan
wanita terjadi dalam tiga tahapan,
tempat yang paling sensitif dan
yaitu proliferasi, sekresi, dan
merupakan tempat yang terbuka
menstruasi.6 Pada masing-masing
sehingga kuman sangat mudah
poses mempunyai pengaruh yang
masuk. Secara anatomi alat kelamin
berbeda terhadap endometrium.
wanita berdekatan dengan anus dan
Keputihan secara fisiologis terjadi
uretra sehingga kuman yang berasal
sebelum menstruasi karena pengaruh
dari anus dan uretra tersebut sangat
dari proses menstruasi yang
mudah masuk. Kuman yang masuk
melibatkan hormon estrogen dan
ke alat kelamin wanita akan
progesteron. Pada proses proliferasi
menyebabkan infeksi sehingga dapat
terjadi pembentukan hormon
menyebabkan keputihan patologis
estrogen oleh ovarium yang

32
Gusti Ayu Marhaeni (Keputihan Pada )

yang ditandai dengan gatal, berbau, tidak hamil sehingga menyebabkan


dan berwarna kuning kehijauan. banyak pengeluaran sekret. Pening-
Vagina wanita dilengkapi katan ini yang menyebabkan pada
dengan barrier alami yaitu epitel wanita hamil sering mengalami
yang cukup tebal, glikogen, dan peningkatan keputihan 7.
bakteri Lactobacillus doderlein yang
Jenis keputihan
menghasilkan asidum laktidum
Keputihan dapat dibedakan
sehingga vagina menjadi asam dan
menjadi dua jenis keputihan yaitu:
memperkuat daya tahan vagina.
keputihan normal (fisiologis) dan
Vagina normal mempunyai bakteri
keputihan abnormal.
Lactobacillus doderlein lebih banyak
Keputihan normal
yaitu 95% dan bakteri lainnya yaitu
Keputihan normal dapat
5%.3 Wanita yang memakai sabun
terjadi pada masa menjelang
vagina secara terus menerus dapat
menstruasi, pada sekitar fase sekresi
membunuh barrier alami vagina
antara hari ke 10-16 menstruasi.
karena cairan pencuci vagina besifat
Keputihan yang fisiologis terjadi
basa. Berkurangnya bakteri Lacto
akibat pengaruh hormon estrogen
bacillus doderlein dalam vagina
dan progesteron yang dihasilkan
menyebabkan bakteri dan jamur lain
selama proses ovulasi. Setelah
mudah berkembang dalam vagina
ovulasi, terjadi peningkatan vasku-
hingga dapat menyebabkan infeksi.
larisasi dari endometrium yang
Glikogen banyak terdapat
menyebabkan endometrium menjadi
pada sel superfisial mukosa vagina
sembab. Kelenjar endometrium
sejak bayi hingga wanita mencapai
menjadi berkelok-kelok dipengaruhi
menopause. Vagina wanita yang
oleh hormon estrogen dan
tidak hamil dijaga kelembabannya
progesteron dari korpus luteum
oleh sekret uterus, sedangkan pada
sehingga mensekresikan cairan jernih
saat hamil terdapat sekret vagina
yang dikenal dengan keputihan 8.
yang asam dalam jumlah yang
Hormon estrogen dan
banyak. Bakteri Lactobacillus
progesteron juga menyebabkan
doderlein pada wanita yang hamil
lendir servik menjadi lebih encer
lebih banyak daripada wanita yang

33
Jurnal Skala Husada Volume 13 Nomor 1 April 2016 : 30 - 38

sehingga timbul keputihan selama ini berkaitan dengan kesiapan vagina


proses ovulasi. Pada servik estrogen untuk menerima penetrasi senggama,
menyebabkan mukus menipis dan vagina mengeluarkan cairan yang
basa sehingga dapat meningkatkan digunakan sebagai pelumas dalam
hidup serta gerak sperma, sedangkan senggama; 5) Kehamilan yang
progesteron menyebabkan mukus mengakibatkan meningkatnya suplai
menjadi tebal, kental, dan pada saat darah ke vagina dan mulut rahim,
ovulasi menjadi elastis. Keputihan serta penebalan dan melunaknya
fisiologis terdiri atas cairan yang selaput lendir vagina; 6) Akseptor
kadang-kadang berupa mukus yang kontrasepsi pil yang mengandung
mengandung banyak epitel dengan hormon estrogen dan progesteron
leukosit yang jarang. Ciri-ciri dari yang dapat meningkatkan lendir
keputihan fisiologis adalah cairan servik menjadi lebih encer; 7)
berwarna bening, kadang-kadang Pengeluaran lendir yang bertambah
putih kental, tidak berbau, dan tanpa pada wanita yang sedang menderita
disertai dengan keluhan, seperti rasa penyakit kronik.
gatal, nyeri, dan terbakar serta
Keputihan abnormal
jumlahnya sedikit 2.
Keputihan abnormal dapat
Faktor-faktor yang dapat
terjadi pada semua infeksi alat
menyebabkan keputihan fisiologis
kelamin (infeksi bibir kemaluan,
adalah 1) Bayi yang baru lahir kira-
liang senggama, mulut rahim,
kira 10 hari, keputihan ini disebab-
jaringan penyangga, dan pada infeksi
kan oleh pengaruh hormon estrogen
karena penyakit menular seksual).
dari ibunya; 2) Masa sekitar
Ciri-ciri keputihan patologik adalah
menarche atau pertama kalinya haid
terdapat banyak leukosit, jumlahnya
datang, keadaan ini ditunjang oleh
banyak, timbul terus menerus,
hormon estrogen; 3) Masa di sekitar
warnanya berubah (biasanya kuning,
ovulasi karena poduksi kelenjar-
hijau, abu-abu, dan menyerupai
kelenjar rahim dan pengaruh dari
susu), disertai dengan keluhan (gatal,
hormon estrogen serta progesterone;
panas, dan nyeri) serta berbau (apek,
4) Seorang wanita yang terangsang
amis, dan busuk) 3.
secara seksual. Ransangan seksual

34
Gusti Ayu Marhaeni (Keputihan Pada )

Faktor-faktor yang memicu penyempitan pembuluh darah dan


keputihan abnormal adalah : mengurangi elastisitas pembuluh
darah. Kondisi ini menyebabkan
Kelelahan fisik
aliran hormon estrogen ke organ-
Kelelahan fisik merupakan
organ tertentu termasuk vagina
kondisi yang dialami oleh seseorang
terhambat sehingga asam laktat yang
akibat meningkatnya pengeluaran
dihasilkan berkurang. Berkurangnya
energi karena terlalu memaksakan
asam laktat menyebabkan keasaman
tubuh untuk bekerja berlebihan dan
vagina berkurang sehingga bakteri,
menguras fisik.9 Meningkatnya
jamur, dan parasit penyebab
pengeluaran energi menekan sekresi 2
keputihan mudah berkembang .
hormon estrogen. Menurunnya
Penelitian Agustiyani D. dan Suryani
sekresi hormon estrogen menyebab-
(2011) di Yogyakarta menemukan
kan penurunan kadar glikogen.
bahwa remaja yang tingkat stressnya
Glikogen digunakan oleh Lacto-
sedang bahkan tinggi lebih mudah
bacillus doderlein untuk meta-
mengalami keputihan 10.
bolisme. Sisa dari metabolisme ini
adalah asam laktat yang digunakan Kebersihan diri
untuk menjaga keasaman vagina. Kebersihan diri merupakan
Jika asam laktat yang dihasilkan suatu tindakan untuk menjaga
sedikit, bakteri, jamur, dan parasit kebersihan dan kesehatan untuk
mudah berkembang. kesejahteraan fisik dan psikis,1
Keputihan yang abnormal banyak
Ketegangan psikis
dipicu oleh cara wanita dalam
Ketegangan psikis merupa-
menjaga kebersihan dirinya,
kan kondisi yang dialami seseorang
terutama alat kelamin. Kegiatan
akibat dari meningkatnya beban
kebersihan diri yang dapat memicu
pikiran akibat dari kondisi yang tidak
keputihan adalah penggunaan
menyenangkan atau sulit diatasi 9.
pakaian dalam yang ketat dan
Meningkatnya beban pikiran memicu
berbahan nilon, cara membersihkan
peningkatan sekresi hormon
alat kelamin (cebok) yang tidak
adrenalin. Meningkatnya sekresi
benar, penggunaan sabun vagina dan
hormon adrenalin menyebabkan

35
Jurnal Skala Husada Volume 13 Nomor 1 April 2016 : 30 - 38

pewangi vagina, penggunaan pem- belakang ke depan dapat mening-


balut kecil yang terus menerus di katkan resiko masuknya bakteri ke
luar siklus menstruasi. Penelitian di dalam vagina. Masuknya kuman ke
Pondok Cabe Ilir Jakarta mene- dalam vagina menyebabkan infeksi
mukan bahwa remaja yang sehingga dapat menyebabkan kepu-
mempunyai pengetahuan rendah, tihan. Cara cebok yang benar adalah
sikap yang jelek dan perilaku buruk dari depan ke belakang sehingga
dalam menjaga kebersihan akan kuman yang berada di anus tidak
memperburuk kondisi keputihan dapat masuk ke dalam vagina.
abnormal. 11
Menjaga kebersihan pakaian dalam
Dampak keputihan Pakaian dalam yang tidak
Keputihan fisiologis dan disetrika dapat menjadi alat perpin-
patologis mempunyai dampak pada dahan kuman dari udara ke dalam
wanita. Keputihan fisiologis menye- alat kelamin. Bakteri, jamur, dan
babkan rasa tidak nyaman pada parasit dapat mati dengan pemanasan
wanita sehingga dapat mempenga- sehingga menyetrika pakaian dalam
ruhi rasa percaya dirinya. Keputihan dapat menghindarkan infeksi kuman
patologis yang berlangung terus melalui pakaian dalam.
menerus akan menganggu fungsi
Tidak bertukar handuk
organ reproduksi wanita khususnya Handuk merupakan media pe-
pada bagian saluran indung telur nyebaran bakteri, jamur, dan parasit.
yang dapat menyebabkan infertilitas. Handuk yang telah terkontaminasi
Pada ibu hamil dapat menyebabkan bakteri, jamur, dan parasit apabila
keguguran, Kematian Janin dalam digunakan bisa menyebabkan kuman
Kandungan (KJDK), kelainan konge- tersebut menginfeksi pengguna
4
nital, lahir premature. handuk tersebut sehingga gunakan
handuk untuk satu orang.
Cara mencegah keputihan
Menjaga kebersihan alat kelamin Menghindari celana ketat
Vagina secara anatomis ber- Celana ketat dapat menyebab-
ada di antara uretra dan anus. Alat kan alat kelamin menjadi hangat dan
kelamin yang dibersihkan dari lembab. Alat kelamin yang lembab

36
Gusti Ayu Marhaeni (Keputihan Pada )

dapat meningkatkan kolonisasi dari Mengelola stress


bakteri, jamur, dan parasit. Pening- Stres dapat meningkatkan hormon
katan kolonisasi dari kuman tersebut adrenalin yang menyebabkan
dapat meningkatkan infeksi yang penyempitan pembuluh darah.
bisa memicu keputihan, maka hindari Pembuluh darah yang sempit menye-
memakai celana ketat terlalu lama. babkan aliran estrogen ke vagina
terhambat sehingga dengan meng-
Menghindari cuci vagina
hindari stres dapat mengurangi
Produk cuci vagina dapat
keputihan.
membunuh flora normal dalam
vagina. Ekosistem dalam vagina Simpulan dan Saran
terganggu karena produk pencuci Keputihan pada wanita dapat
vagina bersifat basa sehingga dibedakan menjadi 2 jenis yaitu
menyebabkan kuman dapat keputihan fisiologis dan keputihan
berkembang dengan baik. Produk pathologis. Keputihan fisiologis
cuci vagina yang digunakan harus terjadi sesuai siklus menstruasi dan
sesuai dengan pH normal vagina, keputihan pathologis disebabkan
yaitu 3,8-4,2 dan sesuai dengan oleh mikroorganisme baik bakteri,
petunjuk dokter. jamur dan parasit. Dampak yang
timbul akibat keputihan adalah
Mencuci tangan sebelum mencuci
ketidaknyamanan pada wanita dan
alat kelamin
akibat yang berat adalah infertilitas.
Tangan dapat menjadi perantara dari
Disarankan agar semua wanita
kuman penyebab infeksi. Mencuci
menjaga kebersihan diri dengan
tangan sebelum menyentuh alat
benar, mengelola stress dan menye-
kelamin dapat menghindarkan
imbangkan aktifitas fisik dan
perpindahan kuman yang menyebab-
istirahat.
kan infeksi
Daftar Pustaka
Sering menganti pembalut
1. Manuaba I.A.C., Manuaba IBG,
Mengganti pembalut minimal 3-4 Manuaba IB. Memahami
kali sehari dapat menghindari Kesehatan Reproduksi Wanita.
2nd ed. Jakarta: EGC; 2009.
kelembaban. 2. Wiknjosastro H. Ilmu
Kandungan. Jakarta: Yayasan

37
Jurnal Skala Husada Volume 13 Nomor 1 April 2016 : 30 - 38

Bina Pustaka Sarwono Prawiro-


hardjo; 2007.
3. Daili, Fahmi S, Indriatmi B.
Penyakit Menukar Seksual.
Jakarta: Balai Penerbit Fakultas
Kedokteran Indonesia; 2009.
4. Kasdu D. Solusi Problem Wanita
Dewasa. Jakarta: Puspa Swara;
2008.
5. Ariev. Agar Keputihan Tidak
Berulang. 2012 Mar 14;
Available from: http://www.
gealgeol.com/2008/08/27/agar-
keputihan-tak-berulang.html
6. Saifuddin A. Ilmu Kebidanan.
Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo; 2008.
7. Bobak. Buku Ajar Keperawatan
Maternitas. Jakarta: EGC; 2005.
8. Benson RC. Buku Saku Obstetri
dan Ginekologi. Jakarta: EGC;
2009.
9. Anonim. Keterampilan Hidup
(Life Skill) dalam Program
Penyiapan Kehidupan
Berkeluarga Bagi Remaja.
Jakarta: BK; 2010.
10.Agustiyani D, Suryani. Hubungan
Tingkat Stress dengan Kejadian
Keputihan pada Remaja
PutriKelas X dan XI di SMA
Taman Madya Jetis Yogyakarta
[Internet]. Yogyakarta; 2011.
Available from: http://opac.unisa
yogya.ac.id/1028/1/NASKAH
PUBLIKASI.pdf
11. Nurhayati A. Hubungan Penge-
tahuan, Sikap, Dan Perilaku
Vaginal Hygiene Terhadap
Kejadian Keputihan Patologis
Pada Remaja Putri Usia 13-17
Tahun Di Daerah Pondok Cabe
Ilir [Internet]. Jakarta; 2013.
Available from: http://repository.
uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123
456789/26343/1/Annisa
Nurhayati-fkik.pdf

38