Anda di halaman 1dari 3

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

PROGRAM TB PARU
PUSKESMAS DARANGDAN
TAHUN 2017

A. Pendahuluan

Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) telah mengumumkan bahwa


Tuberkulosis (TB) merupakan suatu kedaruratan global pada tahun 1993. Hal ini
merupakan pengakuan pentingnya TB sebagai masalah Kesehatan masyarakat yang
menjadi tantangan global. Sekitar sepertiga penduduk dunia telah tertular dengan
Mycobakterium Tuberculosis . Di seluruh dunia pada tahun 2008, ada sekitar 8,8 juta
kasus baru penyakit TB dengan kematian 1,8 juta orang. M. tuberculosis membunuh
lebih banyak orang dibandingkan dengan penyebab tunggal penyakit infeksi lainnya.
Kematian karena TB merupakan 25 % dari semua kematian yang bisa dihindari di
Negara-negara berkembang

B. Latar Belakang
Dalam lima tahun terakhir penderita TB Paru di kabupaten Purwakarta
cenderung meningkat baik datang ke Fasyankes yang sudah menerapkkan strategi
DOTS maupun ke Fasyankes yang belum menerapkan strategi DOTS. Wilayah
Puskesmas Bungursari termasuk wilayah yang masih terdapat kasus baru dengan BTA
positif, tahun 2014 ditemukan 27 kasus baru BTA positif. Diperkirakan ada 60 kasus
BTA positip di wilayah Kecamatan Bungursari.
Berdasarkan data tersebut diatas perlu dilakukan kegiatan pencegahan dan
penanggulangan Program TB di wilayah Puskesmas Bungursari dengan strategi
DOTS.

C. Tujuan
a. Umum
Menurunkan angka kematian akibat dari kasus TB Paru

b. Khusus
1. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan peran serta masyarakat
dalam pencegahan TB Paru
2. Meningkatkan penanggulangan dan pengendalian Kasus TB Paru

D. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan


1. Penyuluhan Program TB Paru
2. Penemuan Kasus TB Paru
3. Pengobatan Kasus TB Paru
4. Pemantauan Pengobatan Kasus TB Paru
E. Cara Melaksanakan Kegiatan
1. Penyuluhan Kepada masyarakat tentang Program TB Paru
2. Penjaringan terduga pasien TB dilakukan di fasilitas kesehatan; didukung
dengan promosi aktif oleh petugas kesehatan bersama masyarakat.
3. Penegakan diagnosis dengan pemeriksaan dahak mikroskopis langsung
(sewaktu-pagi-sewaktu)
4. Pengobatan pasien TB sesuai tipe dan pengobatan tepat sesuai rekomendasi
WHO
5. Pencatatan dan pelaporan sesuai standar Nasional
6. Pemantauan kemajuan dan evaluasi efektifitas program TB secara tepat dan
baik

F. Sasaran
1. Masyarakat umum
2. Populasi Khusus
3. Keluarga kontak dengan penderita TB
4. Pasien dengan konfirmasi TB

G. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

Bulan
No Kegiatan
J F M A M J J A S O N D
1 Penyuluhan
2 Penjaringan pasien

3 Pemeriksaan mikroskopis

4 Pengobatan pasien

5 Pemantauan Pasien
sedang dalam pengobatan

6 Pencatatan dan pelaporan

H. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan


1. Penyuluhan : 1 minggu setelah jadwal kegiatan
2. Penjaringan Suspek : 1 hari setelah jadwal kegiatan
3. Pemeriksaan Mikroskopis : 1 hari setelah jadwal kegiatan
4. Pengobatan Pasien TB :
I. Pencatatan, Pelaporan dan evaluasi kegiatan
Jadwal kegiatan akan ditinjau ulang sesuai dengan kebutuhan minimal 3 bulan sekali
dilakukan bersama antara pelaksana program, penanggung jawab UKM dan kepala
Puskesmas.
Laporan kegiatan dibuat setiap bulan maksimal pada tanggal 1 bulan berikutnya dan
dikirim ke dinas kesehatan maksimal pada tanggal 5 bulan berikut.
Kepala Puskesmas Darangdan

s
H. TARSO, SKM
Nip.19660917 198103 1 004