Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN TEKNIK INSTRUMENTASI

PADA Tn. W DENGAN URETEROLITOTOMI


ATAS INDIKASI BATU URETER SINISTRA
DI INSTALASI BEDAH SENTRAL (IBS) RSD MARDI WALUYO
KOTA BLITAR

Oleh:
Danang Widyanata Adhitama
NIM. 1301460063

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI D-IV KEPERAWATAN MALANG
2017
A. PENGERTIAN
Ureterolitotomi adalah suatu tindakan pembedahan untuk mengeluarkan batu dari
ureter (Langer, 2005). Batu ureter atau uretrolithiasis adalah kalkulus atau batu yang
ada dalam ureter pada umumnya batu berasal dari ginjal yang turun ke ureter (Sue
Hinchlift, 1999: Hal 451).

B. INDIKASI
1. Ureterolitotomi dilakukan pada pasien dengan batu yang ada di ureter
2. Batu ureter dengan diameter > 2 cm
3. Batu ureter yang tidak dapat dilakukan lubrikasi posterior (impacted) dan tidak
dapat dipecahkan dengan litotriptor
4. Batu ureter multiple
C. KONTRA INDIKASI
1. Perdarahan yang belum teratasi
2. Infeksi aktif saluran kemih yang tidak diobati
D. PERSIAPAN
1. Persiapan Pasien
a. Pasien dipersiapkan dalam kondisi bersih dan mengenakan pakaian khusus
masuk kamar operasi.
b. Pasien harus puasa.
c. Pasien telah menandatangani persetujuan tindakan kedokteran.
d. Lepas semua perhiasan bila ada.
e. Vital sign dalam batas normal.
f. Hasil pemeriksaan laborat dan foto rontgen
g. Pasien dilakukan tindakan pembiusan dengan general anesthesi.
h. Pasien dibaringkan di meja operasi dengan posisi miring kanan
i. Memasang plat diatermi pada paha sebelah kiri.

2. Persiapan Lingkungan
a. Mengatur dan mengecek fungsi mesin suction, mesin couter, lampu
operasi, meja mayo dan meja instrument.
b. Memasang U- Pad dan doek pada meja operasi.
c. Mempersiapkan linen dan instrument steril yang akan dipergunakan.
d. Mempersiapkan dan menempatkan tempat sampah medis agar mudah
dijangkau.

3. Persiapan Alat
a. Instrumen dasar
1) Handle mess no. 3 atau 4 : 2 buah
2) Pincet anatomis : 2 buah
3) Pincet chirugis : 2 buah
4) Gunting metzemboum : 1 buah
5) Gunting benang : 1 buah
6) Gunting kasar : 1 buah
7) Desinfeksi klem : 1 buah
8) Duk klem : 6 buah
9) Mosquito klem : 2 buah
10) Pean klem : 2 buah
11) Pean manis klem : 2 buah
12) Kocher klem : 2 buah
13) Ring klem : 1 buah
14) Langenback : 2 buah
15) Bab kock panjang : 1 buah
16) Hak tajam : 1 buah
17) Nald voeder : 2 buah
18) Canul suction : 1 buah
19) Nierbekken : 1 buah
20) Cucing : 1 buah
21) Kom sedang : 1 buah

b. Instrumen Tambahan
1) Timan hak : 2 buah
2) Stone tang : 1 buah
3) Klem 90 derajat : 1 buah
4) Nelaton no. 8 : 1 buah

c. Instrumen Penunjang
a) Steril
1) Handpiece couter dan kabel : 1 buah
2) Suction kateter : 1 buah
b) Non steril
1) Electro surgical unit : 1 buah
2) Suction unit : 1 buah
3) Lampu operasi : 1 atau 2 buah
4) Meja operasi : 1 buah
5) Meja instrumen : 1 buah
6) Meja mayo : 1 buah
7) Standar infus : 1 buah
8) Tempat sampah : 2 (medis & non medis)
9) Bantal : 2 buah
10) Penyangga punggung : 2 buah
11) Arm board : 1 buah
12) Bantal donat : 1 buah
13) Lakban : sesuai kebutuhan
d. Set Linen
1) Duk ukuran besar : 3 buah
2) Duk ukuran sedang : 2 buah
3) Duk ukuran kecil : 3 buah
4) Gaun steril : 4 buah
5) Handuk steril : 4 buah
6) Skort bersih : 4 buah

e. Bahan Habis Pakai


1) Hand scoon steril : 6 pasang
2) Underpad steril : 2 buah
3) Mess no. 15 : 1 buah
4) Mess no. 23 : 1 buah
5) Folley cateter no.16 : 1 buah
6) Urobag : 1 buah
7) Jelly : sesuai kebutuhan
8) Kassa besar steril : 4 buah
9) Kassa kecil steril : 10 buah
10) Povidone iodine 10% : sesuai kebutuhan
11) Cairan Nacl 0,9% : 3x 500 ml
12) Hipafix : sesuai kebutuhan
13) Cutgut plain 2-0 : 1 buah
14) Silk non absorble 2-0 : 1 buah
15) Polysorb 1-0 : 1 buah
16) Vicryl 1-0 : 2 buah
17) Spuit 10 cc : 1 buah
18) NGT no.8 : 1 buah
19) Drain pump no.14 : 1 buah

E. TEKNIK INSTRUMENTASI PEMBEDAHAN


1. Pasien datang, melakukan Sign In yang meliputi:
a. Validasi Identitas pasien (nama, tanggal lahir, no. register dan indikasi
pembedahan).
b. Apakah pasien sudah tahu dengan tindakan yang akan dilakukan
c. Persetujuan tindakan
d. Penandaan area operasi
e. Riwayat alergi
Pada anesthesi ditanyakan:
a. Persiapan mesin dan obat anesthesi
b. Fungsi pulse oksimetri
c. Faktor penyulit
2. Bantu memindahkan pasien ke meja operasi
3. Tim anesthesi melakukan induksi dengan general anesthesi
4. Memasang folley catheter yang sudah disambung dengan urobag.
5. Perawat sirkuler dibantu anesthesi mengatur posisi pasien miring kiri
(lumbotomi).
6. Perawat sirkuler mencuci area operasi dengan cairan povidon iodine 10%,
keringkan dengan duk kecil steril.
7. Perawat instrument melakukan cuci tangan, memakai gaun operasi, dan
memakai sarung tangan steril.
8. Perawat instrument memakaikan gaun operasi dan sarung tangan steril kepada
tim operasi.
9. Berikan desinfeksi klem pada asisten untuk desinfeksi area operasi dengan
betadine dalam cucing yang berisi kassa kecil 3.
10. Melakukan drapping:
a. Pasang duk besar steril (1) pada bagian bawah.
b. Pasang duk besar steril (1) letakkan di bagian atas.
c. Pasang 2 buah duk sedang untuk drapping bagian samping kanan dan
kiri, fiksasi dengan towel klem.
d. Pasang (1) duk kecil/ topel kuda, dibagian bawah fiksasi dengan towel
klem untuk tempat selang suction dan kabel couter.
11. Dekatkan meja mayo dan meja instrument ke dekat area operasi, pasang kabel
couter, slang suction, ikat dengan kasa lalu fiksasi dengan towel klem. Pasang
canule suction, cek fungsi kelayakan couter dan suction.

12. Time Out dipimpin oleh perawat sirkuler dilanjutkan berdoa yang dipimpin oleh
dokter operator.
13. Berikan kepada operator pinset chirurgis dan bethadin untuk marker operasi.
14. Berikan hanvad mess no 15 kepada operator untuk insisi daerah operasi.
15. Berikan dobel pinset sirurgis pada operator dan asisten berikan juga kasa untuk
merawat perdarahan.
16. Berikan pensil couter untuk insisi lemak, kemudian berikan langenback untuk
membuka lapang operasi.
17. Berikan couter untuk membuka fasia dan otot.
18. Memberikan stil deppers lembab + ring klem kepada operator untuk
menyisihkan peritoneum.
19. Berikan timan 2 buah untuk memperluas lapang pandang operasi.
20. Berikan operator klem 90 derajat dan pincet anatomis untuk identifikasi ureter
dan membebaskan jaringan disekitar ureter.
21. Setelah ureter bebas, berikan catheter nelaton no 8 untuk tegel ureter, jepit/ klem
dengan klem kocker lurus.
22. Selanjutnya operator mencari letak batu, jika sudah ketemu batu berikan
operator mess no. 15 untuk insisi. Berikan klem 90 derajat untuk mengevakuasi
batu dari ureter.
23. Berikan stone tang/klem 90 derajat untuk mengambil batu di ureter, letakkan
dalam bengkok yang berisi cairan NaCl 0,9%.
24. Berikan operator NGT no 8 untuk spoeling ureter (sondase distal) dengan
larutan NS 0,9% dicampur betadine sampai cairan spoeling terlihat melalui
selang kateter atau urobag (tidak ada sumbatan di ureter distal).
25. Berikan pinset manis dengan benang vicryl 1-0 kepada operator untuk menjahit
ureter.
26. Berikan klem pean dan gunting benang kepada asisten, kemudian lepaskan
nelaton dan retraktor.
27. Evaluasi perdarahan dengan memberikan irigasi memakai cairan NacL 0,9 %
hisap dengan suction bila ada perdarahan rawat dengan couter.
28. Berikan redon drain kepada operator fiksasi dgn benang mersilk 2 0
29. Sign Out, hitung jumlah alat dan kassa sebelum area operasi ditutup, pastikan
semua dalam keadaan lengkap
30. Berikan kepada operator pinset chirurgis+naldfuder dengan benang vicryl 1
untuk menjahit muskulus sampai facia, berikan pinset chirurgi+naldfuder dengan
benang plain 2-0 untuk menjahit lemak, dan 2 pinset chirurgis kepada asisten
untuk menjahit kulit
31. Selang drain disambungkan dengan tempat drain.
32. Bersihkan luka oprasi dengan kasa basah dan keringkan.
33. Tutup luka dengan sufratul, kasa kering dan viksasi dengan hepavix.
34. Operasi selesai bereskan semua instrumen selang suction dan kabel couter di
lepas
35. Letakkan hasil batu pada tempat yang tertutup dan di beri label / etiket nama
pasien, no register, ruang, jenis pemeriksaan, tanggal dan kemudian diserahkan
ke petugas RR untuk pemeriksaan PA
36. Rapikan pasien, bersihkan bagian tubuh pasien dari bekas betadin yang masih
menempel dengan menggunakan towel dan keringkan.
37. Pindahkan pasien ke brangkar, dorong ke ruang recovery
38. Semua instrument di dekontaminasi menggunakan larutan Gigazime dalam
2 liter air. Rendam selama 10 - 15 menit lalu cuci bersihkan dan keringkan,
kemudian alat di inventaris dan diset kembali bungkus dengan kain siap untuk di
sterilkan.
39. Bersihkan seluruh ruangan dan lingkungan kamar operasi, rapikan dan
kembalikan semua alat - alat yang dipakai pada tempatnya

Tim bedah:
Dokter bedah : dr. Fendik Dokter Anastesi : dr. Jauhar
Perawat Instrumen I : Agus Perawat Anastesi : Khusnul
Perawat Instrumen II : Yudi Perawat Sirkuler I : Meisa
Assisten perawat inst. : Irwan Perawat Sirkuler II : Danang