Anda di halaman 1dari 5

PENGEMBANGAN USAHA TERNAK BEBEK PETELUR

KATA PENGANTAR
I. Dasar Pemikiran
1. Modal merupakan salah satu faktor pendukung utama dalam pengembangan
sebuah usaha. Perhatian pemerintah dan swasta dalam memberikan bantuan
penguatan modal bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah menjadi harapan
yang nyata.
2. Pemilihan dan pengembangan jenis usaha budidaya ternak bebek petelur
sangat terkait dengan ketersediaan sumber daya yang ada di wilayah ini.
Pangsa pasar komiditi telur bebek yang cukup menjanjikan memacu
masyarakat di wilayah ini untuk berusaha mengembangkannya.
3. Semakin tingginya kosumsi protein dari jenis telur bebek di
masyarakatsemakin tinggi pula permintaan pasar terhadap produk jenis ini.

II. Maksud dan Tujuan


Maksud
Melalui usaha ini diharapkan usaha ternak bebek petelur yang dikelola semakin
berkembang dan membawa dampak perubahab yang lebih baik terhadap
peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tujuan
Dari bantuan ini diharapkan:
a. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat sehingga mampu
mengatasi masalah-masalah perekonomian keluarga.
b. Membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat sehingga membantu program
pemerintah dalam hal pengentasan jumlah pengangguran.
c. Meningkatkan kesehatan masyarakat dalam hal konsumsi telur yang mana
mengandung nilai protein yang sangat tinggi.
III. Analisa Usaha Itik Petelur
Analisa usaha ternak itik petelur merupakan perhitungan biaya dan pendapatan
selama usaha dijalankan. Analisa usaha menjadi gambaran bagi peternak untuk
melakukan perencanaan usaha.
Perhitungan biaya dan pendapatan usaha ternak itik petelur dilakukan berdasarkan
sistem pemeliharaan. Analisa usaha ternak itik petelur yang di rilis adalah dengan
sistem semiintensif, yaitu pemeliharaan itik dalam kandang dengan tetap memerhatikan
naluri itik yang menyukai air.
Beberapa asumsi yang digunakan dalam menghitung biaya dan pendapatan usaha
adalah sebagai berikut :
- Jumlah itik yang digembalakan 500 ekor
- Produktivitas itik sekitar 50%
- Waktu pemeliharaan 3 bulan
- Harga telur Rp. 600,00/butir
- Harga itik yang sudah siap bertelur Rp. 25.000,00/ekor
- Jumlah itik yang mati selama pemeliharaan 1%
- Harga itik afkir Rp. 15.000,00/ekor

a. Biaya usaha :
- Biaya bahan dan upah pembuatan kandang : Rp. 1.000.000,00
- Biaya pakan dalam 3 bulan : Rp. 300.000,00
- Bibit siap telur 500 ekor x Rp. 25.000,00 : Rp. 12.500.000,00
- Biaya tenaga kerja 3 bulan : Rp. 2.400.000,00
Total biaya : Rp. 16.200.000,00

b. Penerimaan :
- Penjualan telur 495ekor x 50% x 90hari x Rp.600,00 : Rp. 13.365.000,00
- Penjualan itik afkir 495 ekor x Rp. 15.000,00 : Rp. 7.425.000,00
Total penerimaan : Rp. 20.790.000,00

c. Pendapatan :
Total penerimaan Total biaya : Rp. 4.590.000,00

d. Kesimpulan :
Dari usaha itik petelur ini didapat keuntungan sebagai berikut :
Modal awal : Rp. 16.200.000,00
Keuntungan usaha : Rp. 4.590.000,00/bulan
Jadi keuntungan yang di dapat dalam 1 tahun adalah :
Rp. 4.590.000,00/bulan x 12 bulan = Rp. 55.080.000,00/Tahun
IV. Analisa Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman
Kekuatan
1. Harga terjangkau
2. kualitas terjamin
3.

Kelemahan
1. Manajemen tradisional
2. Sarana dan prasarana sederhana
3. Sumber daya manusia yang masih rendah pendidikan
4. Pemasaran yang masih terbatas

Peluang
1. Pangsa pasar yang masih luas
2. Bahan baku yang mudah di dapat
3. Pesaing besar relatip terbatas
4. Biaya produksi yang terjangkau

Ancaman
1. Munculnya pesaing baru

Anda mungkin juga menyukai