Anda di halaman 1dari 26

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMP Suka Maju


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas/Semester : VII/1
Tema : Klasifikasi Materi dan Perubahannya
Sub Tema : Pemisahan Campuran
Sub Sub Tema : Evaporasi
Alokasi Waktu : 2 x 40 Menit

A. Kompetensi Inti
KI 1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
KI 2
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya.
Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan
KI 3 rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait
fenomena dan kejadian tampak mata
Mencoba mengolah dan menyaji dalan ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi dan membuat) dan ranah abstrak
KI 4
(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan
dipelajari disekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

B. KompetensiDasar

KD 3.3. : Memahami konsep interaksi antara manusia dengan ruang sehingga menghasilkan
berbagai kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, permintaan, dan
penawaran) dan interaksi antar ruang untuk keberlangsungan kehidupan ekonomi,
sosial dan budaya Indonesia.
KD 4.4. : Menjelaskan hasil analisis tentang konsep interaksi antara manusia dengan ruang
sehingga menghasilkan berbagai kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi,
permintaan, dan penawaran) dan interaksi antarruang untuk keberlangsungan
kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya Indonesia.

C. IndikatorPencapaianKompetensi
Setelah proses pembelajaran dilaksanakan peserta didik diharapkan mampu :
- Peserta didik mampu menjelaskan pengertian kelangkaan
- Peserta didik dapat mengidentifikasi faktor penyebab kelangkaan
- Peserta didik mampu menganalisis permasalahan akibat dari kelangkaan
- Peserta didik mampu menganalisis upaya mengatasi kelangkaan
- Peserta didik mampu menyajikan laporan mengenai Kelangkaan Sebagai Permasalahan
Ekonomi Manusia dalam bentuk presentasi
D. Materi Pembelajaran
1. Materi Pembelajaran Reguler
A. Kelangkaan dan Kebutuhan Manusia
Ayo perhatikan di sekelilingmu! Manusia juga dikenal sebagai mahluk ekonomi
(homo economicus) karena manusia selalu ingin memenuhi kebutuhan, tentu saja
dengan cara yang rasional sehingga dapat mencapai kesejahteraannya. Untuk
memenuhi kebutuhan tersebut manusia bertindak sebagai mahluk sosial.
Manusia tidak mampu memenuhi kebutuhan tanpa melakukan interaksi dengan
orang lain. Interaksi manusia dengan manusia lain menunjukkan bahwa manusia
sebagai mahkluk sosial yang selalu hidup bersama dan tidak dapat hidup sendiri
dalam memenuhi kebutuhan. Tindakan manusia melakukan interaksi dengan
manusia lain misalnya, untuk memperoleh beras dengan cara membeli dari
pedagang di pasar karena secara individu tidak mampu menghasilkan beras itu.
Kebutuhan manusia yang beragam dan selalu terus bertambah tersebut tidak
mungkin dapat terpenuhi tanpa adanya interaksi sosial, sebagai mahkluk sosial
manusia selalu membutuhkan manusia lain. Interaksi sosial merupakan kunci
dalam sendi-sendi kehidupan sosial, karena tanpa interaksi tidak mungkin terjadi
aktivitas sosial. Interaksi sosial adalah hubungan hubungan sosial yang dinamis,
baik yang menyangkut hubungan antara individu dan individu,antar individu dan
kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok. Secara sederhana,
interaksi terjadi apabila dua orang saling bertemu, saling menegur, berkenalan,
dan memengaruhi. Interaksi sosial tidak terbatas oleh waktu karena dapat
terjadi kapan saja dan dimana saja.Dengan adanya interaksi maka terjadi saling
memengaruhi sehingga menimbulkan berbagai perubahan dalam kehidupan.
Kondisi tersebut dinamakan proses sosial, dimana terjadi pengaruh timbal balik
antara perbagai segi kehidupan bersama.Interaksi sosial merupakan bentuk
pelaksanaan kedudukan manusia sebagai mahkluk sosial.Manusia tidak mampu
hidup sendiri, sejak manusia dilahirkan kita selalu membutuhkan keberadaan
orang lain. Manusia memiliki naluri untuk hidup bersama dengan orang lain, dan
ingin bersatu dengan lingkungan sosialnya. Agar manusia dapat menjalankan
fungsi sebagai makhluk ekonomi dan makhluk sosial maka dalam kegiatannya
perlu mematuhi aturan-aturan atau norma-norma tertentu. Tanpa aturan
aturan yang mengatur proses kehidupan, maka manusia akan
bertindak semena-mena.

B. Kelangkaan sebagai Permasalahan Ekonomi Manusia


Pernahkah kalian perhatikan aktivitas tiap orang yang ada di sekitar kalian?
Orang-orang yang ada di sekitar kalian melakukan aktivitas sepanjang hari agar
kebutuhannya terpenuhi. Kebutuhan manusia semakin hari semakin bertambah.
Pada zaman pra aksara, kehidupan masih primitif untuk memenuhi kebutuhan
mereka dengan cara berburu dan meramu. Kemudian seiring dengan majunya
cara berpikir dan kebudayaan, mereka mulai hidup menetap dan bercocok
tanam dan untuk memenuhi kebutuhan dilakukan dengan cara barter.
Kebutuhan mereka belum terpenuhi dengan cara barter karena barang - barang
yang mereka miliki belum tersedia banyak dan belum tersedia uang sebagai
sarana untuk melakukan tukar-menukar. Kebutuhan manusia demikian banyak,
sedangkan barang-barang dan jasa serta sumber-sumber alam lain jumlahnya
terbatas atau langka. Sumber daya antara daerah yang satu dengan daerah lain
tidak sama. Beberapa daerah yang tersedia secara melimpah dan sebagian
daerah lain tersedia sumber daya yang sedikit sehingga terjadi interaksi antar
daerah untuk memenuhi kebutuhan.
Kelangkaan sumber daya dibanding dengan kebutuhan manusia akan
menyebabkan kurangnya atau tidak terpenuhinya sebagian atau seluruh
kebutuhan untuk hidup. Kelangkaan ini merupakan masalah ekonomi manusia.
Masalah ekonomi muncul karena adanya kebutuhan manusia yang terbatas,
sedangkan alat pemuas kebutuhan yang berupa barang dan jasa terbatas
adanya.Ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan alat pemuas
kebutuhan itu disebut kelangkaan.
Untuk mengatasi masalah kelangkaan maka perlu belajar ilmu ekonomi.
Ekonomi berasal dari bahasa Yunani Oikonomia yang berarti rumah tangga.
Oikonomia merupakan kata majemuk yang terdiri dari dua kata oikos dan
nomos.Oikos artinya rumah tangga, dan nomos artinya aturan, Jadi arti kata
ekonomi berarti aturan rumah tangga atau ilmu yang mengatur rumah tangga.
Ilmu ekonomi termasuk kelompok ilmu sosial.
Para pakar ekonomi memberi batasan-batasan yang berbeda-beda tentang
pengertian ilmu ekonomi. Meskipun definisi atau batasan yang mereka berikan
berbeda tetapi pada dasarnya mengandung makna yang sama. Definisi ilmu
ekonomi yang sering digunakan Ilmu ekonomi adalah ilmu pengetahuan sosial
yang mempelajari tingkah laku manusia dalam memenuhi kebutuhan untuk
mencapai kemakmuran. Berdasar definisi itu maka dapat diambil
kesimpulan bahwa kemakmuran akan tercapai bila kebutuhan sudah terpenuhi.
Untuk mencapai kemakmuran itu manusia harus selalu berusaha melakukan
tindakan-tindakan atau pengorbanan, baik berupa tenaga, waktu maupun materi.
Berdasarkan kajian geografis, permasalahan ekonomi setiap daerah dan wilayah
berbeda.Sebagai Negara kepulauan Indonesia memiliki keragaman bentuk muka
bumi, mulai daratan hingga lautan. Kondisi yang demikian ini ternyata
mempunyai hubungan yang erat dengan aktifitas manusia sebagai penghuninya.
Dimana kondisi sosial suatu wilayah tidak akan terlepas dari keadaan fisiknya.
Satu ciri utama kajian geografis adalah mengkaji hubungan antara unsur fisik dan
unsur sosial di permukaan bumi.Pemanfaatan lingkungan fisik oleh manusia pada
hakikatnya tergantung pada kondisi lingkungan fisik itu sendiri dan kualitas
manusianya.Kondisi sosial manusia selalu dalam rangka pemenuhan kebutuhan.
Pemenuhan kebutuhan masyarakat akan dapat terpenuhi kalau pembangunan
wilayah tersebut berkembang dengan baik. Permasalahan ini tentu akan
berdampak pada ketersediaan alat pemenuhan kebutuhan. Kelangkaan menjadi
permasalahan tiap daerah baik di perkotaan maupun di pedesaan.
Di kota-kota umumnya terdapat permukiman kumuh dihuni para pendatang
yang belum berhasil mewujudkan impiannya. Daerah terpencil terjadi karena
secara geografis terletak di daerah yang sulit dijangkau seperti dilereng gunung,
di kepulauan, maupun di tengah hutan.Daerah tersebut mengalami perubahan
pembangunan, meskipun sebenarnya kaya sumber daya alam.
Pembangunan dan pengembangan wilayah di Indonesia harus disesuaikan dengan
kondisi geografis dan kondisi sosial masyarakat. Kondisi geografis wilayah
Indonesia yang beragam harus disikapi dengan kondisi jalan rusak parah seperti
jalan-jalan di kawasan Sumatra dan Kalimantan. Permukiman kumuh menjadi
polemik di perkotaan.Pembangunan di segala sektor, termasuk di desa
hendaknya memperhatikan kondisi sosial ekonomi yang berlaku di masyarakat
sehingga tidak terjadi ketimpangan. Hubungan antar pulau disikapi dengan
membangun jalur pelayaran dan penerbangan. Jalur pelayaran dilakukan dengan
membangun pelabuhan dan jalur penerbangan dengan membangun bandara.
Upaya pengembangan wilayah antar pulau, penyediaan pelayaran dan
penerbangan merupakan prioritas yang terus dirintis. Aspek sosial harus
diperhatikan dalam pengembangan wilayah agar proses pembangunan tidak
berbenturan dengan nilai-nilai masyarakat setempat.Berdasarkan kajian wilayah
dan kondisi wilayah yang berbeda tersebut menyebabkan masalah ekonomi yang
rumit.Terjadi kesenjangan sumber daya diantara wilayah-wilayah tersebut. Di
suatu daerah kelebihan sumber daya dan di daerah lain kekuarangan sumber
daya.Kesenjangan tersebut menimbulkan permasalahan ekonomi terutama
dalam penyediaan barang dan jasa. Salah satu upaya agar tidak terjadi
kesenjangan ekonomi tersebut sebaiknya pendistribusian sumber daya termasuk
di dalamnya distribusi sumber daya manusia.
Dari uraian tadi jelas bahwa kebutuhan manusia demikian banyaknya, sedangkan
barang-barang dan jasa serta sumber-sumber alam lain yang menjadi bahan
untuk menghasilkan barang dan jasa jumlahnya terbatas atau langka. Kelangkaan
sumber daya dibandingkan dengan kebutuhan manusia akan menyebabkan
kurangnya atau tidak terpenuhinya sebagian atau seluruh kebutuhan untuk
hidup. Tidak terpenuhinya kebutuhan manusia itu berarti munculnya masalah
pemenuhan kebutuhan, yang kemudian masalah itu dikenal dengan masalah
ekonomi.
Renungkan
2. Materi Pembelajaran Remedial
A. Kelangkaan dan Kebutuhan Manusia
Ayo perhatikan di sekelilingmu! Manusia juga dikenal sebagai mahluk ekonomi
(homo economicus) karena manusia selalu ingin memenuhi kebutuhan, tentu saja
dengan cara yang rasional sehingga dapat mencapai kesejahteraannya. Untuk
memenuhi kebutuhan tersebut manusia bertindak sebagai mahluk sosial. Manusia
tidak mampu memenuhi kebutuhan tanpa melakukan interaksi dengan orang lain.
Interaksi manusia dengan manusia lain menunjukkan bahwa manusia sebagai
mahkluk sosial yang selalu hidup bersama dan tidak dapat hidup sendiri dalam
memenuhi kebutuhan. Tindakan manusia melakukan interaksi dengan manusia
lain misalnya, untuk memperoleh beras dengan cara membeli dari pedagang di
pasar karena secara individu tidak mampu menghasilkan beras itu. Kebutuhan
manusia yang beragam dan selalu terus bertambah tersebut tidak mungkin dapat
terpenuhi tanpa adanya interaksi sosial, sebagai mahkluk sosial manusia selalu
membutuhkan manusia lain. Interaksi sosial merupakan kunci dalam sendi-sendi
kehidupan sosial, karena tanpa interaksi tidak mungkin terjadi aktivitas sosial.
Interaksi sosial adalah hubungan hubungan sosial yang dinamis, baik yang
menyangkut hubungan antara individu dan individu,antar individu dan kelompok,
maupun antara kelompok dengan kelompok. Secara sederhana, interaksi terjadi
apabila dua orang saling bertemu, saling menegur, berkenalan, dan memengaruhi.
Interaksi sosial tidak terbatas oleh waktu karena dapat terjadi kapan saja dan
dimana saja.Dengan adanya interaksi maka terjadi saling memengaruhi sehingga
menimbulkan berbagai perubahan dalam kehidupan. Kondisi tersebut dinamakan
proses sosial, dimana terjadi pengaruh timbal balik antara perbagai segi kehidupan
bersama.Interaksi sosial merupakan bentuk pelaksanaan kedudukan manusia
sebagai mahkluk sosial.Manusia tidak mampu hidup sendiri, sejak manusia
dilahirkan kita selalu membutuhkan keberadaan orang lain. Manusia memiliki
naluri untuk hidup bersama dengan orang lain, dan ingin bersatu dengan
lingkungan sosialnya. Agar manusia dapat menjalankan fungsi sebagai makhluk
ekonomi dan makhluk sosial maka dalam kegiatannya perlu mematuhi aturan-
aturan atau norma-norma tertentu. Tanpa aturan aturan yang mengatur proses
kehidupan, maka manusia akan
bertindak semena-mena.

B. Kelangkaan sebagai Permasalahan Ekonomi Manusia


Pernahkah kalian perhatikan aktivitas tiap orang yang ada di sekitar kalian?
Orang-orang yang ada di sekitar kalian melakukan aktivitas sepanjang hari agar
kebutuhannya terpenuhi. Kebutuhan manusia semakin hari semakin bertambah.
Pada zaman pra aksara, kehidupan masih primitif untuk memenuhi kebutuhan
mereka dengan cara berburu dan meramu. Kemudian seiring dengan majunya
cara berpikir dan kebudayaan, mereka mulai hidup menetap dan bercocok
tanam dan untuk memenuhi kebutuhan dilakukan dengan cara barter. Kebutuhan
mereka belum terpenuhi dengan cara barter karena barang - barang yang mereka
miliki belum tersedia banyak dan belum tersedia uang sebagai sarana untuk
melakukan tukar-menukar. Kebutuhan manusia demikian banyak, sedangkan
barang-barang dan jasa serta sumber-sumber alam lain jumlahnya terbatas atau
langka. Sumber daya antara daerah yang satu dengan daerah lain tidak sama.
Beberapa daerah yang tersedia secara melimpah dan sebagian daerah lain tersedia
sumber daya yang sedikit sehingga terjadi interaksi antar daerah untuk memenuhi
kebutuhan.
Kelangkaan sumber daya dibanding dengan kebutuhan manusia akan
menyebabkan kurangnya atau tidak terpenuhinya sebagian atau seluruh
kebutuhan untuk hidup. Kelangkaan ini merupakan masalah ekonomi manusia.
Masalah ekonomi muncul karena adanya kebutuhan manusia yang terbatas,
sedangkan alat pemuas kebutuhan yang berupa barang dan jasa terbatas
adanya.Ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan alat pemuas
kebutuhan itu disebut kelangkaan.
Untuk mengatasi masalah kelangkaan maka perlu belajar ilmu ekonomi. Ekonomi
berasal dari bahasa Yunani Oikonomia yang berarti rumah tangga. Oikonomia
merupakan kata majemuk yang terdiri dari dua kata oikos dan nomos.Oikos
artinya rumah tangga, dan nomos artinya aturan, Jadi arti kata ekonomi berarti
aturan rumah tangga atau ilmu yang mengatur rumah tangga. Ilmu ekonomi
termasuk kelompok ilmu sosial.
Para pakar ekonomi memberi batasan-batasan yang berbeda-beda tentang
pengertian ilmu ekonomi. Meskipun definisi atau batasan yang mereka berikan
berbeda tetapi pada dasarnya mengandung makna yang sama. Definisi ilmu
ekonomi yang sering digunakan Ilmu ekonomi adalah ilmu pengetahuan sosial
yang mempelajari tingkah laku manusia dalam memenuhi kebutuhan untuk
mencapai kemakmuran. Berdasar definisi itu maka dapat diambil
kesimpulan bahwa kemakmuran akan tercapai bila kebutuhan sudah terpenuhi.
Untuk mencapai kemakmuran itu manusia harus selalu berusaha melakukan
tindakan-tindakan atau pengorbanan, baik berupa tenaga, waktu maupun materi.
Berdasarkan kajian geografis, permasalahan ekonomi setiap daerah dan wilayah
berbeda.Sebagai Negara kepulauan Indonesia memiliki keragaman bentuk muka
bumi, mulai daratan hingga lautan. Kondisi yang demikian ini ternyata mempunyai
hubungan yang erat dengan aktifitas manusia sebagai penghuninya. Dimana
kondisi sosial suatu wilayah tidak akan terlepas dari keadaan fisiknya. Satu ciri
utama kajian geografis adalah mengkaji hubungan antara unsur fisik dan unsur
sosial di permukaan bumi.Pemanfaatan lingkungan fisik oleh manusia pada
hakikatnya tergantung pada kondisi lingkungan fisik itu sendiri dan kualitas
manusianya.Kondisi sosial manusia selalu dalam rangka pemenuhan kebutuhan.
Pemenuhan kebutuhan masyarakat akan dapat terpenuhi kalau pembangunan
wilayah tersebut berkembang dengan baik. Permasalahan ini tentu akan
berdampak pada ketersediaan alat pemenuhan kebutuhan. Kelangkaan menjadi
permasalahan tiap daerah baik di perkotaan maupun di pedesaan.
Di kota-kota umumnya terdapat permukiman kumuh dihuni para pendatang yang
belum berhasil mewujudkan impiannya. Daerah terpencil terjadi karena secara
geografis terletak di daerah yang sulit dijangkau seperti dilereng gunung, di
kepulauan, maupun di tengah hutan.Daerah tersebut mengalami perubahan
pembangunan, meskipun sebenarnya kaya sumber daya alam.
Pembangunan dan pengembangan wilayah di Indonesia harus disesuaikan dengan
kondisi geografis dan kondisi sosial masyarakat. Kondisi geografis wilayah
Indonesia yang beragam harus disikapi dengan kondisi jalan rusak parah seperti
jalan-jalan di kawasan Sumatra dan Kalimantan. Permukiman kumuh menjadi
polemik di perkotaan.Pembangunan di segala sektor, termasuk di desa hendaknya
memperhatikan kondisi sosial ekonomi yang berlaku di masyarakat sehingga tidak
terjadi ketimpangan. Hubungan antar pulau disikapi dengan membangun jalur
pelayaran dan penerbangan. Jalur pelayaran dilakukan dengan membangun
pelabuhan dan jalur penerbangan dengan membangun bandara. Upaya
pengembangan wilayah antar pulau, penyediaan pelayaran dan penerbangan
merupakan prioritas yang terus dirintis. Aspek sosial harus diperhatikan dalam
pengembangan wilayah agar proses pembangunan tidak berbenturan dengan nilai-
nilai masyarakat setempat.Berdasarkan kajian wilayah dan kondisi wilayah yang
berbeda tersebut menyebabkan masalah ekonomi yang rumit.Terjadi kesenjangan
sumber daya diantara wilayah-wilayah tersebut. Di suatu daerah kelebihan
sumber daya dan di daerah lain kekuarangan sumber daya.Kesenjangan tersebut
menimbulkan permasalahan ekonomi terutama dalam penyediaan barang dan
jasa. Salah satu upaya agar tidak terjadi kesenjangan ekonomi tersebut sebaiknya
pendistribusian sumber daya termasuk di dalamnya distribusi sumber daya
manusia.
Dari uraian tadi jelas bahwa kebutuhan manusia demikian banyaknya, sedangkan
barang-barang dan jasa serta sumber-sumber alam lain yang menjadi bahan untuk
menghasilkan barang dan jasa jumlahnya terbatas atau langka. Kelangkaan sumber
daya dibandingkan dengan kebutuhan manusia akan menyebabkan kurangnya
atau tidak terpenuhinya sebagian atau seluruh kebutuhan untuk hidup. Tidak
terpenuhinya kebutuhan manusia itu berarti munculnya masalah pemenuhan
kebutuhan, yang kemudian masalah itu dikenal dengan masalah ekonomi.

3. Materi Pengayaan

A. PENGERTIAN
Kelangkaan adalah suatu keadaan saat manusia ingin mengonsumsi jauh lebih
banyak dari apa yang diproduksi atau suatu keadaan saat apa yang diinginkan
manusia jauh lebih banyak dari yang tersedia.

Kelangkaan bukan berarti segalanya sulit diperoleh atau ditemukan. Kelangkaan


juga dapat diartikan alat yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan jumlahnya
tidak seimbang dengan kebutuhan yang harus dipenuhi.
Kelangkaan terbagi menjadi 2 :
- Sumberdaya Alam
Sumber Daya Alam adalah segala sesuatu yang terdapat di alam dan di bawah
permukaan bumi yang secara langsung ataupun tidak langsung bermanfaat
untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan umat manusia.

- Sumber daya Manusia


Sumber daya manusia adalah potensi yang terkandung dalam diri manusia
untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan
transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi
yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam
tatanan yang seimbang dan berkelanjutan.

B. FAKTOR PENYEBAB KELANGKAAN SDA DAN SDM


Dibawah ini terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya Kelangkaan
Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia.
Faktor Penyebab Kelangkaan Sumber Daya Alam antara lain :
a. Perbedaan Letak Geografis
Sumber daya alam biasanya tersebar tidak merata di setiap daerah. Ada daerah
yang sangat subur, ada pula daerah yang kaya bahan tambang. Namun, ada pula
daerah yang gersang dan selalu kekurangan air. Perbedaan ini menyebabkan
sumber daya menjadi langka dan terbatas, terutama bagi daerah yang tidak
mempunyai sumber daya yang melimpah.
b. Ketidakpedulian Manusia terhadap Lingkungan
Hutan merupakan sumber daya alam yang sangat penting keberadaannya.
Dahulu hutan di Indonesia menjadi paru-paru dunia. Selain itu hasil dari hutan
seperti rotan, damar, dan kayu d9,apat dimanfaatkan manusia untuk memenuhi
kebutuhan. Hutan dapat juga dijadikan sebagai tempat resapan air sehingga
dapat mencegah terjadinya banjir. Namun sekarang keberadaannya sudah
sangat mengkhawatirkan. Hal itu disebabkan banyak orang yang menebangi
pohon-pohon di hutan tanpa memerhatikan pelestariannya sehingga sekarang
ini banyak hutanhutan yang gundul. Kalian tentunya tahu apakah akibat dari
hutan gundul? Ya, salah satunya dapat menyebabkan banjir. Di samping itu,
sumber daya hutan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi
kebutuhan semakin berkurang jumlahnya.
c. Pengeksploitasian Sumber Daya Alam yang Berlebihan
Manusia tidak memiliki rasa puas, sehingga mereka akan merasa tidak cukup
dengan apa yang mereka dapat. Bagi mereka yang serakah pasti akan selalu
mengeduk sumber daya alam seperti, barang tambang, emas, batu bara, nikel
dan lain sebagainya secara terus menerus. Akibat dari pengeksploitasian
berlebihan yang mereka lakukan itu akan menyebabkan sumber daya alam
yang tersedia berkurang dan ujung-ujungnya akan mengakibatkan kelangkaan.
Mereka tidak memikirkan apa yang akan terjadi jika pengeksploitasian yang
berlebihan tu dilakukan secara terus menerus.
d. Bertambahnya Manusia dibumi, yang Hidupnya Tidak Merata
Semakin banyaknya pertumbuhan manusia dibumi yang hidupnya tidak merata
maka akan semakin langka pula sumber daya alam yang ada. Sumber daya alam
yang terdapat di Pulau Jawa akan cepat habis dari pada Sumber daya alam yang
terdapat di Kalimantan karena jumlah penduduk di Kalimantan lebih sedikit
daripada di Jawa, karena semua kegiatan orang Indonesia berpusat di Jawa,
maka tidak heran jika Sumber Daya Alam yang terdapat di Jawa akan cepat
habis dibanding Sumber Daya Alam yang terdapat di Kalimantan.
Sumber daya alam dapat dibedakan menurut sifatnya, yaitu sumber daya fisik
berupa tanah, air, dan udara serta sumber daya biotik berupa pertanian,
perkebunan, hutan dan peternakan. Perpaduan antara sumber daya fisik dan
sumber daya biotik disebut sumber daya lingkungan alam, misalnya keindahan
panorama alam, pegunungan, lembah, pantai, dan panorama dibawah
permukaan laut.
Kandungan sumber daya alam di bumi ada yang melimpah dan ada pula yang
sedikit atau terbatas. Demikian pula peresebarannya, ada sumber daya alam
yang terdapat disemua daerah, tetapi adapula yang hanya berada didaerah-
daerah tertentu, seperti emas, batu bara, dan minyak bumi.
Berdasarkan prosesnya, sumber daya alam tersedia melalui dua proses utama.
Ada yang melalui proses alamiah dan membutuhkan waktu jutaan tahun, seperti
minyak bumi, batu bara, tanah dan emas. Ada pula yang sengaja diusahakan oleh
manusia, seperti hasil perkebunan, hasil pertanian, dan hasil peternakan yang
membutuhkan waktu relatif singkat.
Menurut Isard (1972) dalam Soerianegara (1977), apabila dilihat dari
kemungkinan pemulihannya dan kemungkinan pengolahannya, sumber daya alam
dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu sumber dayab alam yang tidak dapat
diperbaharui, sumber daya alam yang dapat diperbaharui, dan sumber daya alam
yang selalu tersedia.
1. Sumber Daya Alam yang tidak dapat Dipulihkan
Sumber daya alam yang tidak dapat dipulihkan disebut juga nonrenewable, fund,
atau stock resources merupakan sumber daya alam yang tidak dapat
diperbaharui dan umumnya tidak dapat diciptakan atau direkayasa manusia
dalam proses pembentukannya. Jenisnya berupa sumber daya alam Abiotik,
yaitu sumber daya alam yang berupa benda mati. Misalnya, minyak bumi, batu
bara, mineral, dan bahan tambang yang terkandung didalam bumi.
2. Sumber Daya Alam yang dapat Dipulihkan
Sumber daya alam yang dapat dipulihkan disebut juga renewable atau flow
resources merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Sumber daya
alam ini merupakan sumber daya alam yang jika telah dipakai masih dapat
diusahakan kembali untuk menghasilkan sumber daya alam yang baru. Sumber
daya ini memiliki ciri dapat diperbanyak dan ditingkatkan jumlahnya. Jenis
Sumber daya alam yang dapat diperbaharui terdiri atas semua jenis makhluk
hidup yang dibudidayakan, seperti tanaman pangan atau sumber daya alam
nabati dan hewan-hewan ternak atau sumber daya alam hewani.
3. Sumber Daya Alam yang tidak akan Habis
Sumber daya alam yag tidak akan habis berupa benda mati yang selalu tersedia,
jumlahnya melimpah, dan digunakan oleh seluruh makhluk hidup, biasanya
merupakan faktor penting untuk kelangsungan hidup organisme. Jenis sumber
daya alam yang selalu tersedia, antara lain udara dan sinar matahari.

Tolak ukur sumber daya alam adalah dapat memberikan kemudahan dan
kesejahteraan bagi manusia maka keberadaannya dari tingkat kenyamanan hidup
manusia. Dari tolak ukur ini, sumber daya alam dapat bernilai ekonomis atau non
ekonomis. Sumber daya alam yang bernilai ekonomis merupakan sumber daya
alamyang berharga, dapat diperjualbelikan, dan menghasilkan keuntungan. Sumber
daya alam ekonomis dibedakan atas sumber daya ekonomis tinggi, seperti
penggalian bahan-bahna mineral dan logam mulia serta sumber daya alam
ekonomis yang rendah, seperti penggalian pasir, batu, dan gamping. Sumber daya
alam non ekonomis adalah sumber daya alam yang untuk mendapatkannya tidak
memerlukan biaya, seperti menghirup udara dan mendapatkan sinar matahari.

C. PERSEBARAN SUMBER DAYA ALAM


Persebaran Sumber Daya Alam dibumi tidaklah merata dan tidak selamanya
melimpah. Ada beberapa sumber daya alam yang terbatas jumlahnya. Berikut
akan di bahas tentang persebaran dan proses pembentukan sumber daya alam
yang ada di Indonesia.
1. Persebaran Sumber Daya Alam yang dapat Diperbaharui
Sumber daya alam yang dapat diperbaharui pada dasarnya merupakan sumber
daya alam ketika manusia dapat merekayasa atau memproduksinya sehingga
sumber daya tersebut dapat dimanfaatkan kembali.
Sumber daya alam yang dapat diperbaharui banyak sekali ragamnya. Tetapi,
hampir semua sumber daya alam yang dapat diperbaharui berkenaan dengan
lapisan kehidupan tumbuhan dan hewan ditambah dengan faktor alam lainnya
sebagai pendukung seperti unsur tanah, air dan iklim.
Beberapa kelompok yang dapat dikategorikan sebagai sumber daya alam yang
dapat diperbaharui antara lain :
a. Pertanian
Pertanian di Indonesia merupakan usaha rakyat yang paling dasar. Bentuk
pertanian di Indonesia dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pertanian lahan
basah dan pertanian lahan kering. Usaha pertanian lahan basah hanya
dapat dilakukan didaerah yang memiliki cadangan airnya cukup banyak dan
biasanya berada didaerah dataran rendah. Usaha pertanian lahan kering
merupakan jenis pertanian yang dilakukan didaerrah-daerah yang
persediaan airnya kurang. Daerah pertanian lahan kering biasanya berada
didaerah perbukitan.
b. Perkebunan
Ditinjau dari segi pengusahaanya, usaha perkebunan di Negara Indonesia
dikenal dua macam perkebunan, yaitu perkebunan rakyat dan perkebunan
besar. Perkebunan rakyat banyak diusahakan oleh penduduk dan biasanya
dikerjakan secara tradisional serta pada lahan perkebunan yang tidak
begitu luas. Ciri-ciri perkebunan rakyat antara lain, lahan relatif sempit,
modal relatif sedikit, peralatan sederhana, dikelola secara sederhana, serta
tenaga kerja yang sedikit. Sedangkan perkebunan besar adalah usaha
perkebunan yang dilakukan dilahan yang luas oleh perusahaan swasta atau
badan usaha milik Negara atau BUMN. Adapun ciri-ciri perkebuan besar
antara lain, manajemennya teratur, lahannya sangat luas, modalnya besar,
dikerjakan secara mekanis dan intensif, jumlah tenaga kerjanya relatif
sedikit, hasilnya dipersiapkan untuk diekspor, dan tingkat produktivitasnya
tinggi.
c. Kehutanan
Hutan adalah kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan yang berisi
sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan
alam lingkungannya. Hutan merupakan sumber daya alam yang dapat
diperbahrui, walaupun dalam waktu yang relatif lam. Kelestarian hutan
mendukung kelestarian sumber daya alam lainnya, seperti pertanian,
perkebunan dan perikanan.
Hutan dapat bermanfaat untuk menahan banjir, membentuk dan
mempercepat pembentukan tanah humus, mengatur tata air, melindungi
terjadinya erosi tanah, dan pencegah terjadinya longsor lahan. Selain itu,
hutan dapat berfungsi ekonomis dan hutan juga dapat menjadi penghasil
komoditas perdagangan. Ekspor hasil hutan dapat menjadi sumber devisa
bagi Negara sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap
minyak dan gas bumi.
d. Peternakan
Kegiatan peternakan di Indonesia meliputi usaha memelihara dan
mengembangbiakan hewan. Usaha peternakan pada umumnya dapat
dikelompokan menjadi tiga, antara lain :
Peternakan hewan besar seperti sapi, kerbau, dan kuda
Peternakan hewan kecil seperti kambing, biri-biri, babi dan kelinci
Peternakan unggas seperti ayam, itik, bebek, angsa, dan jenis ayam ras.
e. Perikanan
Perikanan merupakan usaha penggalian sumber daya alam yang cukup
terbuka terutama dalam kegiatan menangkap, membudidayakan, dan
mengolahnya. Daerah penangkapan dan pemeliharaan adalah lautan, tepi
pantai seperti perikanan payau serta perikanan air tawar. Perikanan laut
adalah perikanan yang diusahakan diwilayah perikanan laut, perikanan
payau adalah perikanan yang diusahakan dalam bentuk tambak dimuara
sungai ataupun daerah dekat tepi laut, sedangkan perikanan air tawar
adalah perikanan yang diusahakan dikolam dan perairan umum seperti
sungai, danau atau waduk yang biasanya diusahakan secara intensif dengan
sistem keramba.

2. Persebaran Sumber Daya Alam yang Tidak dapat Diperbaharui


Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya alam
yang tidak dapat di daur ulang atau bersifat hanya dapat digunakan sekali saja
atau tidak dapat dilestarikan serta dapat punah.
Beberapa kelompok yang dapat dikategorikan sebagai sumber daya alam yang
dapat tidak dapat diperbaharui antara lain :
a. Minyak Bumi
Minyak bumi merupakan salah satu bahan bakar dan sumber energi yang
sangat penting karena banyak mesin kendaraan yang dirancang
menggunakan bahan bakar ini. bahan bakar minyak bumi relatif mudah
penanganannya jika dibandingkan dengan bahan bakar lainnya. Cara
penambangan minyak bumi dilakukan dengan dua cara, yaitu pengeboran
didaratan dan pengeboran lepas pantai.
Potensi minyak bumi Indonesia tersebar di 60 cekungan sedimen tersier
yang terbagi atas beberapa sub-sub cekungan sedimen tersier, yaitu
cekungan sedimen terseier wilayah barat dan timur. Anatar cekungan
sedimen tersier wilayah barat dan timur dibatasi oleh garis isobat
sepanjang 200 meter yang memanjang dari utara ke selatan di sebelah
timur garis bujur 115 30BT, yaitu mulai dari lepas pantai timur
Kalimantan Timur kearah Selatan melintasi Selat Lombok. Isobat adalah
garis-garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang sama
kedalaman lautnya.
b. Batu Bara
Batu bara terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang terendapkan selama
jutaan tahun. Pembentukan batu bara melibatkan dua proses utama yaitu
biokomia dan dinamokimia. Proses biokimia adalah proses pembentukan
gambut yang berasal dari perubahan fisik kimia material organik tumbuhan
dengan perantara bakteri anaerob serta kondisi Kontrol lingkungan
reduksi. Proses dinamokimia merupakan proses perubahan gambut
menjadi batu bara yang dikontrol oleh diagenesa setelah pengendapan
seperti oleh tektonik. Persebarannya terdapat dibeberapa wilayah antara
lain Sumatra Tengah, Kalimantan, Pulau Jawa, Sulawesi serta Papua.
c. Gas Bumi
Gas bumi dapat dibedakan menjadi dua bentuk yaitu associated gas dan
non-associated gas. Gas bumi ini dihasilkan pada saat proses penyulingan
minyak bumi dinamakan Liquefied Petroleum Gas . potensi terbesar sumber
gas alam Indonesia terdapat di Arun, Bontang, dan Laut Natuna.
Sebagian besar produksi gas bumi Indonesia untuk kepentingan ekspor,
sedangkan sebagian kecil lainnya untuk keperluan dalam negri.
d. Tenaga Panas Bumi
Panas bumi juga merupakan sumber daya energi yang cukup penting.
Indonesia diperkirakan memiliki potensi panas bumi sekitar 8.000
10.000 mega watt. 5.500 MW diantaranya terdapat di Pulau Jawa dan Bali,
1.100 MW di Pulau Sumatra, serta 1.400 MW di Pulau Sulawesi.
Selebihnya tersebar di wilayah Nusa Tenggara dan Papua.

D. FAKTOR PENYEBAB KELANGKAAN SUMBER DAYA MANUSIA


ANTARA LAIN :
a. Rendahnya pendidikan
Bagaimana masyarakat bisa mengelola kekayaan alam, kalau tingkat pendidikan
masyarakat masih rendah. Pengelolan sumber daya alam memerlukan
pengetahuan dan keterampilan. Sayang itu belum dimiliki masyarakat kita.
peningkatan pendidikan dan keterampilan masyarakat tidak harus ditempuh
dari pendidikan formal, seperti sekolah. Melainkan bisa dilakukan dengan
berbagai pelatihan-pelatihan.
Pelatihan tersebut hendaknya dilakukan pada masyarakat yang tinggal di
pedesaan. Materi pelatihan sesuai dengan kekayaan alam yang ada di
lingkungan mereka. Seperti halnya didaerah Belitung yang kaya akan timahnya,
maka masyarakat Belitung haruslah diberi pelatihan bagaimana caranya
mengolah timah tersebut dengan baik, jangan sampai pengelolaan timah
tersebut jatuh kepada pihak luar.
b. Pertambahan Penduduk Jumlah penduduk yang semakin besar
Dari tahun lalu hingga sekarang Masalah kependudukan yang dihadapi Asia
termasuk Indonesia masih banyak penduduk yang miskin. Ini nampaknya sulit
dibendung, meskipun pada tahun itu negara-negara Asia berhasil menurunkan
kemiskinan antara 13 hingga 14 persen. Asia merupakan gudang dari negara
dengan jumlah penduduk besar, sehingga meskipun berhasil turun, tetapi
jumlah penduduk pada tahun tersebut juga bertambah karena menjadi
gudangnya. Potensi jumlah dan persentase penduduk miskin masih tetap tinggi,
selain karena jumlah penduduk yang semakin banyak juga ditambah dengan
semakin banyaknya jumlah penduduk tua atau tidak produktif. Saat ini di
Indonesia, penduduk yang berusia lebih dari 65 tahun sekitar 8 sampai 9
persen, di Yogyakarta lebih dari 15 persen dari jumlah penduduk.
Di Jepang lebih tinggi lagi, yakni mencapai 30-35 persen dari jumlah
penduduknya, bahkan mereka yang berusia lebih dari 100 tahun jumlahnya
mencapai 100 ribu orang. Sementara jumlah penduduk dengan usia kurang
dari 15 tahun tetap, sehingga sebenarnya program Keluarga Berencana (KB) di
Indonesia ini sudah bisa dibilang berhasil, tinggal pemeliharaannya saja. Untuk
mengantisipasi semakin banyaknya penduduk tidak produktif yang akan
menjadi tanggungan, perlu ada langkah. Jika meniru negara maju dengan
memberikan bantuan sosial kepada lanjut usia, penyandang cacat,
pengangguran dan lain-lain membutuhkan proses yang berlangsung lama dan
tanggungan pemeritah akan semakin berat dan tinggi.
c. Produktivitas tidak lancar
Kemampuan produksi didukung oleh faktor-faktor produksi yang digunakan.
Misalnya kapasitas faktor produksi manusia terbatas karena masih bisa sakit,
lelah, atau bosan. Mesin produksi juga bisa rusak dan aus. Selain itu,
keterbatasan produksi juga ditentukan karena perkembangan teknologi yang
tidak sama. Di negara maju, perkembangan teknologi berlangsung sangat
cepat. Sementara itu, di negara berkembang perkembangan kebutuhan barang
dan jasa masih lebih cepat daripada perkembangan teknologinya.
d. Motivasi yang Rendah
Di Indonesia khususnya Sumber Daya Manusia nya dapat dikatakan rendah,
Karena kurangnya makanan 4 sehat 5 sempurna yang mereka konsumsi.
Sehingga mereka kurang dapat berfikir cerdas, dan mereka mayoritas cepat
puas dengan apa yang mereka peroleh sekarang, selain itu tidak adanya rasa
ingin maju dari orang lain, atau mengubah hidupnya agar lebih sejahtera karena
rendahnya pendidikan.

E. AKIBAT KELANGKAAN SDA DAN SDM


Dibawah ini terdapat beberapa akibat dari terjadinya Kelangkaan Sumber Daya
Alam dan Sumber Daya Manusia.
Akibat Kelangkaan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia antara lain :
a. Keserakahan
Manusia akan serakah apabila sumber daya alam sudah menjadi langka, karena
mereka akan berlomba-lomba mendapatkan sumber daya tersebut tanpa ada
batasan, bisa dibilang eksploitasi berlebihan. Individu yang seperti ini tidak akan
memperdulikan kebutuhan orang lain dan akan bersikap tamak atau rakus.
Jadi, mereka menganggap bahwa kebutuhan pribadi adalah di atas segala-
galanya.
b. Keterbatasan Kebutuhan
Dengan langkanya sumber daya, otomatis kebutuhan manusia pun akan
menjadi terbatas karena sumber daya yang ada sudah digunakan secara
berlebihan oleh oknum-oknum yang memliki kepentingan dirinya sendiri.

F. PENGUKURAN KETERSEDIAAN DAN KELANGKAAN SUMBER


DAYA ALAM
Pengukuran sumber daya kita sederhanakan dari konsep Rees (1990) yang
membaginya dari beberapa komponen. Pertama untuk kelompok sumber daya
stok (tidak terbarukan), beberapa konsep ukuran ketersediaan digunakan antara
lain :
Hipotetikal adalah konsep pengukuran deposit yang belum diketahui namun
diharapakan ditemukan pada masa mendatang berdasarkan survei yang
dilakukan saat ini. pengukuran sumber daya ini biasanya dilakukan dengan
mengekstrapolasi laju pertumbuhan produksi dan cadangan terbukti
(provenreserve) pada periode sebelumnya.
Sumber daya spekulatif mengukur deposit yang mungkin ditemukan pada
daerah yang sedikit atau belum dieksplorasi, dimana kondisi geologi
memungkinkan ditemukannya deposit.
Cadangan kondisional adalah deposit yang sudah diketahui atau ditemukan
namun dengan kondisi harga output dan tekhnologi yang ada saat ini belum
bisa dimanfaatkan secara ekonomis.
Cadangan terbukti sumber daya alam yang sudah diketahui dan secara ekonomis
dapat dimanfaatkan dengan tekhnologi, harga, dan permintaan yang ada saat ini.

Pengukuran Kelangkaan Sumber Daya Alam


Salah satu aspek krusial dalam pemahaman terhadap Sumber Daya Alam adalah
memahami kapan sumber daya tersebut akan habis. Jadi, bukan hanya konsep
ketersediaannya yang harus kita pahami, melainkan juga konsep pengukuran
kelangkaannya. Sebagaimana disampaikan pada bagian pandangan terhadap
sumber daya alam, aspek kelangkaan ini menjadi penting karena dari sinilah
kemudian muncul persoalan bagainmana mengelola SDA yang optimal.
Secara umum, biasanya tingkat kelangkaan sumber daya alam diukur secara fisik
dengan menghitung sisa umur ekonomis. hal ini dilakukan dengan menghitung
cadangan ekonomis yang tersedia dibagi dengan tingkat ekstrasi. Pengukuran
dengan cara ini tentu saja memiliki banyak kelemahan karena tidak
mempertimbangkan sama sekali aspek ekonomi di dalamnya. Aspek ekonomi
antara lain menyangkut harga biaya ekstraksi. Sebagai contoh, ketika sumber daya
menjadi langka , maka harga akan naik dan konsumsi berkurang. Dengan
berkurangnya konsumsi , ekstraksi juga berkurang sehingga faktor pembagi dalam
pengukuran fisik diatas menjadi kecil. Hal ini bisa menimbulkan kesimpulan yang
keliru karena seolah-olah sisa ekonomis sumber daya kemudian menjadi panjang
dan sumber daya alam tidak lagi menjadi langka.
Menyadari akan kelemahan pengukuran fisik ini, Hanley et al., (1997) misalnya
menyarankan untuk menggunakan pengukuran moneter dengan cara menghitung
harga riil, unite cost, dan rente ekonomi dari sumber daya.

G. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI TERKAIT DENGAN


PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM

Meskipun upaya dan kebijakan perbaikan dalam pengelolaan sumber daya alam
dan lingkungan hidup sudah dilakukan, upaya itu masih dinilai belum cukup
memadai. Hal ini dapat dilihat masih tingginya laju kerusakan atau degradasi
hutan. Demikian juga, masih tingginya laju kerusakan ekosistem pesisir dan pulau-
pulau kecil, serta masih banyak ditemuinya pelanggaran dalam pemanfaatan
sumber daya alam, seperti illegal logging, illegal fishing, dan illegal mining. Kerusakan
ekosistem dan lingkungan hidup ini terjadi tidak hanya karena aktivitas
pemanfaatan sumber daya alam saja, tetapi juga karena adanya fenomena alam
seperti perubahan iklim yang turut andil dalam bencana banjir di wilayah pesisir,
tenggelamnya pulau-pulau kecil, serta perubahan musim yang memengaruhi pola
tanam. Makin menurunnya kuantitas tutupan lahan hutan dapat mengakibatkan
terganggunya siklus hidrologi. Hal itu juga dapat menyebabkan berkurangnya
ketersediaan sumber daya air yang jika dibiarkan akan menimbulkan krisis
persediaan air.
Sebagai permasalahan lingkungan global, perubahan iklim membawa pengaruh
terhadap ketahanan air, pangan, energi, serta ancaman terhadap keanekaragaman
hayati dan ancaman terhadap sektor-sektor pembangunan lainnya. Fenomena
terjadinya kerusakan serta penurunan ketersediaan air pada musim kemarau,
kekeringan, dan melimpah pada musim hujan yang mengakibatkan banjir, longsor
merupakan sebagian pengaruh perubahan iklim. Perubahan iklim juga
menyebabkan terjadinya pergeseran musim di Indonesia yang menimbulkan
implikasi di berbagai sektor pembangunan seperti pertanian, perikanan, dan
kesehatan.
Permasalahan yang dihadapi di bidang kehutanan sampai saat ini dalam
pengelolaan hutan adalah penataan kawasan hutan yang belum mantap, belum
terbentuknya unit pengelolaan hutan pada seluruh kawasan hutan, pemanfaatan
hutan yang belum berpihak kepada masyarakat, pemanfaatan hutan yang masih
bertumpu pada hasil hutan kayu, pengawasan dan penegakan hukum terhadap
pelanggaran dan pengelolaan hutan yang masih lemah, serta upaya konservasi dan
rehabilitasi hutan dan lahan kritis belum mendapat perhatian yang memadai.
Selain itu, pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) juga belum terpadu. Dalam
bidang kelautan permasalahan yang dihadapi antara lain :
Masih adanya konflik antar sektor dalam pemanfaatan sumber daya pesisir dan
laut yang menyebabkan belum optimalnya manfaat sumber daya ini jika
dibandingkan dengan potensinya.
Pengendalian dan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan terhadap
illegal, unreported and unregulated (IUU) fishing yang masih tumpang tindih
antarsektor karena banyaknya lembaga pengawas (TNI AL, Polair, DKP,
Bakorkamla), masih lemahnya penegakan hukum, serta kurang memadainya
sarana dan prasarana yang ada.
Masih adanya pelanggaran dalam pemanfaatan sumber daya alam dan aktivitas
ekonomi yang tidak memperhatikan aspek lingkungan hidup yang menimbulkan
kerusakan, pencemaran, dan penurunan kualitas sumber daya alam dan
lingkungan hidup.
Kurang memadainya kegiatan mitigasi dan adaptasi terhadap dampak
perubahan iklim pada wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang rentan.
kurangnya pemahaman pentingnya tata ruang laut dan pulau-pulau kecil.
Belum memadainya sarana dan prasarana di pulau-pulau kecil dan masih
adanya kesenjangan sosial-ekonomi antara pulau besar dan pulau kecil, serta
belum optimalnya pengelolaan pulau-pulau kecil terdepan.
Belum memadainya produk riset dan pemanfaatan hasil riset.
Belum memadainya kuantitas dan kualitas sumber daya manusia.

Permasalahan yang dihadapi untuk bidang energi dan sumber daya mineral
meliputi:
Penyediaannya sangat tergantung kepada minyak bumi
pemanfaatan potensi energi baru dan terbarukan masih keci.
Terputus-putusnya (intermittent) ketersediaan sumber daya energi terbarukan.
Biaya investasi pengembangan dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan.
sehingga belum dapat bersaing dengan sumber energi konvensional masih
tinggi.

Kepedulian masyarakat mengenai efisiensi energi masih rendah. Di samping itu,


pengusahaan dan penambangan sumber daya energi dan mineral juga menghadapi
beberapa masalah antara lain :
Belum dapat dikembangkannya beberapa lapangan minyak dan gas bumi baru
Masih terbatasnya data bawah permukaan untuk membuka wilayah kerja migas
baru
Kurang tersedianya sumber daya manusia nasional dan daerah yang kompeten
Terbatasnya ketersediaan anjungan pengeboran (terutama rig untuk offshore)
dan vessel
Tumpang tindih lahan dengan kawasan hutan
Belum tersedianya standardisasi harga dalam pembebasan lahan ketidakpastian
jaminan dan hukum
Masih maraknya pertambangan liar
Permasalahan sosial, lingkungan, dan ekonomi sekitar kegiatan tambang.

Bencana dan permasalahan pengelolaan lingkungan hidup yang terjadi dewasa ini
merupakan akumulasi dari permasalahan lingkungan yang sudah terjadi 10 hingga
20 tahun yang lalu, terutama bencana banjir dan kekeringan serta mewabahnya
berbagai penyakit akibat terganggunya tatanan lingkungan. Di sisi lain, laju
kerusakan yang terjadi kurang sebanding dengan upaya pemulihan kerusakan
lingkungan dan keadaan ini ditambah lagi dengan fenomena alam yang kurang
menguntungkan akibat permasalahan lingkungan global sehingga dapat diprediksi
permasalahan lingkungan ke depan, terutama bencana, akan terus terjadi dalam
intensitas dan skala yang lebih luas. Hal ini dapat dicegah atau dikurangi dengan
cara yang lebih keras, melalui upaya mengurangi laju kerusakan dan upaya
pemulihan kualitas lingkungan.
Pertambahan jumlah penduduk yang relatif tinggi membutuhkan infrastruktur dan
ruang yang lebih luas. Sementara itu, pemekaran sejumlah provinsi dan
kabupaten/kota akan menciptakan kota-kota baru yang memerlukan sarana dan
prasarana yang dalam proses pembangunannya dapat menimbulkan persoalan
lingkungan bila tidak mengindahkan pelestarian fungsi lingkungan. Selain itu,
berkembangnya institusi pengelola lingkungan di provinsi dan kabupaten/kota
yang baru memerlukan pembinaan dan perhatian yang cukup besar agar mampu
mengatasi persoalan lingkungan yang dihadapi. Pemenuhan kebutuhan ruang dan
lahan akan banyak menimbulkan konflik kepentingan dan terjadinya perubahan
peruntukan dan konversi lahan.
Lahan-lahan produktif akan berubah menjadi permukiman, sedangkan kebutuhan
lahan untuk produksi akan merambah ke wilayah hutan. Di perkotaan selain
masalah volume sampah yang makin meningkat, permasalahan tempat
pembuangan akhir (TPA) akan menjadi persoalan lain yang dapat menimbulkan
konflik. Masalah pencemaran air, udara, lahan, serta bahan beracun dan
berbahaya (B3) dan limbah B3 akan tetap menjadi persoalan lingkungan utama
yang dapat menurunkan kualitas lingkungan yang pada akhirnya akan berdampak
terhadap kualitas hidup masyarakat Beberapa masalah dan tantangan yang
dihadapi dalam upaya penyediaan informasi terkait dengan perubahan iklim dan
bencana alam lain adalah perlunya keberlanjutan pengamatan dan pengumpulan
data secara kontiniu dan terintegrasi, perlunya pemeliharaan dan kalibrasi seluruh
peralatan pengamatan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, belum adanya
dasar keterpaduan operasional meteorologi, klimatologi, kualitas udara dan
geofisika (MKKuG), adanya tuntutan masyarakat agar pelayanan informasi
MKKuG lebih dikembangkan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat,
termasuk aspek perubahan iklim, dan menjangkau ke semua lapisan masyarakat
secara cepat, terbatasnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia bidang
teknis MKKuG untuk mendukung operasional di kantor pusat/daerah, serta
melakukan penelitian dan pengembangan, belum adanya peraturan perundang-
undangan yang mengatur secara utuh tentang penyelenggaraan MKKuG, belum
terlaksananya sosialisasi pengembangan dan evaluasi model iklim kepada
masyarakat, metode diseminasi informasi potensi tsunami, dan produk informasi
MKKuG lainnya.
C. KegiatanPembelajaran

No. Langkah Langkah Kegiatan Alokasi Waktu


1. Kegiatan Pendahuluan 10 Menit
1. Guru memastikan kondisi kebersihan lingkungan
kelas
2. Guru meminta salah seorang peserta didik untuk
memimpin doa
3. Guru memeriksa kehadiran siswa didalam kelas
4. Guru menayangkan video Warga Medan Tak Perlu
Panik BBM Langka kepada peserta didik
5. Peserta didik diminta untuk mengamati tayangan
video dan menuliskan permasalahan yang terjadi
terkait dengan tayangan video
6. Guru melakukan curah pendapat terkait dengan
permasalahan yang terdapat dalam tayangan video
melalui pertanyaan
Apa penyebab terjadinya permasalahan tersebut
7. Guru membuat kesimpulan terhadap curah pendapat
untuk dihubungkan dengan tujuan pembelajaran
8. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran akan
dicapai oleh peserta didik
2. Kegiatan Inti 60 menit
1. Guru membagi siswa kedalam 5 kelompok diskusi
dengan memperhatikan keseimbangan dalam
kelompok antara jumlah laki laki dan perempuan
serta tingkat kemampuan pengetahuan yang beragam
dalam kelompok
2. Guru membagikan 2 lembar kertas kepada peserta
didik
3. Masing masing peserta didik diminta untuk
menuliskan pertanyaan yang terkait dengan video yang
telah ditayangkan. Satu pertanyaan satu kertas
4. Guru meminta ketua kelompok untuk memimpin
diskusi dalam kelompok berpandu pada arahan :
a. Mengumpulkan pertanyaan yang telah disusun oleh
anggota kelompok
b. Mengidentifikasi pertanyaan yang sama untuk
digunakan salah satunya
c. Mengidentifikasi pertanyaan yang tersedia kedalam
tiga kelompok sub tema
Sub tema 1 : Penyebab kelangkaan
Sub tema II : Dampak kelangkaan
Sub tema III: Upaya mengatasi kelangkaan
d. Membagi anggota kedalam tiga kelompok kecil,
masing masing kelompok kecil membahas sub
tema sesuai dengan arahan ketua kelompok
5. Kelompok kecil mencari informasi sesuai dengan
pertanyaan yang mereka dapatkan. Informasi yang
diperoleh dicatat dalam lembar kerja kumpulan
informasi
6. Kelompok kecil melaporkan informasi yang
diperoleh kepada ketua kelompok
7. Ketua kelompok memimpin diskusi untuk menyusun
laporan kelompok yang akan dipresentasikan
8. Masing masing kelompok mempresentasikan
laporannya secara bergantian sesuai arahan guru
9. Kelompok pengamat melakukan penilaian terhadap
presentasi yang disajikan
10. Tiap kelompok menyampaikan penilaian terhadap
presentasi kelompok yang terbaik

3. Kegiatan Penutup 10 Menit


1. Guru meminta siswa untuk melakukan curah pendapat
tentang kesimpulan materi pembelajaran yang
diberikan
2. Peserta didk membuat kesimpulan pembelajaran
3. Guru memberikan penguatan terhadap materi
pembelajaran yang telah dilaksanakan melalui
informasi tambahan yang harus dibaca oleh peserta
didik
4. Peserta didik menuliskan refleksi terhadap proses
pembelajaran yang telah dilakukan melalu pertanyaan
- Informasi apa yang sudah mereka dapatkan terkait
dengan tema pembelajaran dari proses
pembelajaran yang telah berlangsung
- Informasi apa yang masih kurang jelas terkait
dengan tema
5. Guru menginformasikan untuk membaca materi
pembelajaran untuk pertemuan berikutnya

D. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan


1. Teknik Penilaian
1. Sikap : Observasi/Jurnal
2. Pengetahuan : Tertulis
3. Ketrampilan : Kinerja
2. Instrumen Penilaian
1. Sikap (terlampir)
2. Pengetahuan (terlampir)
3. Ketrampilan (terlampir)
3. Pembelajaran Remedial
Pembelajaran remedial dilakukan dalam bentuk melakukan resume pada bahan
bacaan dan mempresentasikan hasil resume bagi peserta didik yang belum
mencapai ketuntasan belajar sesuai hasil analisis penilaian
4. Pembelajaran Pengayaan
Berdasarkan hasil analisis penilaian, peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan
belajar diberi kegiatan pembelajaran pengayaan untuk perluasan dan/atau
pendalaman materi (kompetensi) yaitu dengan membuat resume yang bersumber
dari buku referensi lain tentang pengaruh ekonomi, sosial dan budaya terhadap
interaksi sosial didalam masyarakat.

E. Media/Alat, Bahan, dan Sumber Belajar


1. Media/Alat

Wacana (sumber :)

2. Bahan
1. Kertas HVS
2. Koran Bekas

3. Sumber Belajar
a. Kemendikbud.2016 . Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial. Kelas VII. Jakarta :
Kemendikbud (84 95)
b. Perpustakaan sekolah

Medan,
Mengetahui Guru Mata Pelajara
Kepala SMP N...

___________________ ____________________
Lampiran

1. Penilaian Sikap
a. Teknik Penilaian : observasi
b. Instrumen Penilaian dan Pedoman Penskoran
1. Instrumen Penilaian
a. Petunjuk Umum
2. Instrumen Penilaian/Pencatatan Kompetensi Sikap Spiritual berupa Lembar
Observasi
3. Petunjuk Pengisian
Berdasarkan pengamatan Anda selama proses pembelajaran, tulisan kejadian
kejadian khusus sesuai format jurnal.

Jurnal Perkembangan Sikap


Nama Sekolah : SMP
Kelas : VII/1
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial
Tahun pelajaran :

No. Tanggal Nama Peserta Didik Catatan Perilaku Butir Sikap

Medan,
Guru Mata Pelajaran

NIP
2. Penilaian Pengetahuan
a. Teknik Penilaian : Tes tertulis bentuk uraian
1. Instrumen Penilaian dan Pedoman Penskoran
4. Instrumen Penilaian
Instrumen Penilaian Pengetahuan
(Soal Uraian)

1. Petunjuk Umum
5. Instrumen Penilaian Pengetahuan ini berbentuk soal uraian
6. Soal ini dikerjakan oleh peserta didik
2. Petunjuk Pengisian
Kerjakan soal berikut dengan singkat dan jelas
3. Soal
No. Indikator Butir Pertanyaan
Dapat menjelaskan dengan baik
1. 1. Jelaskan pengertian interaksi sosial
pengertian kelangkaan
Dapat menjelaskan 6 penyebab 2. Jelaskan 2 syarat terjadinya interaksi
2.
terjadinya kelangkaan sosial
Dapat menjelaskan pengaruh
3. Jelaskan 3 bentuk interaksi sosial
3. kondisi geografis terhadap
yang asosiatif
kelangkaan
Dapat menjelaskan pengaruh
4. Jelaskan 3 bentuk interaksi sosial
4. kelangkaan terhadap kebutuhan
yang asosiatif
ekonomi masyarakat

Rubrik penilaian
No Kriteria Penilaian Skor Perolehan
1. Menguraikan pengertian kelangkaan dengan 10
lengkap dan jelas menggunakan hasil pemikiran
sendiri
Menguraikan pengertian kelangkaan dengan 5
menggunakan wacana
2. Menjelaskan 6 penyebab terjadinya kelangkaan 30
dengan jelas
Menjelaskan 4 terjadinya kelangkaan dengan jelas 20
Menjelaskan 2 terjadinya kelangkaan dengan jelas 10
3. Menguraikan pengaruh disertai dengan penjelasan 30
yang lengkap dan benar disertai contoh
Menguraikan pengaruh disertai dengan penjelasn 20
yang lengkap dan benar
Menguraikan pengaruh dengan benar tetapi tidak 10
lengkap
4. Menguraikan pengaruh disertai dengan penjelasan 30
yang lengkap dan benar disertai contoh
Menguraikan pengaruh disertai dengan penjelasn 20
yang lengkap dan benar
Menguraikan pengaruh dengan benar tetapi tidak 10
lengkap
Total Skor Keseluruhan 100

Nilai = 100

3. PenilaianKetrampilan
1. Teknik Penilaian : Penilaian Kinerja ( proses dan produk )
2. Instrumen Penilaian dan Pedoman Penskoran
a. Kinerja Proses
Lembar Observasi Kinerja Diskusi
b. PenilaianDiskusi

Indikatorpenilaian
1. Aktif
2. Memiliki rasa ingin tahu
3. Menerima pendapat teman
4. Bertanggungjawab

Tingkatan
Aspek
4 3 2 1
Aktif Sering memberikan Kadang-kadang Jarang Tidak pernah
ide,saran, dan memberikan ide,saran memberikan memberikan
merumuskan dan merumuskan ide,saran dan ide,saran dan
pendapat secara pendapat secara merumuskan merumuskan
bersama pada saat bersama pada saat pendapat secara pendapat secara
diskusi sesuai dengan diskusi sesuai dengan bersama pada saat bersama pada saat
yang ditugaskan yang ditugaskan diskusi sesuai diskusi sesuai
dengan yang dengan yang
ditugaskan ditugaskan
Memiliki rasa Sangat aktif mencari Cukup mencari Kurang aktif Tidak aktif
ingin tahu informasi dengan informasi dengan mencari informasi mencari informasi
menggunakan menggunakan dengan dengan
sedikitnya 3 sumber sedikitnya 3 sumber menggunakan menggunakan
informasi untuk informasi untuk sedikitnya 3 sedikitnya 3
menyelesaikan menyelesaikan sumber informasi sumber informasi
permasalahan yang permasalahan yang untuk untuk
ditugaskan ditugaskan menyelesaikan menyelesaikan
permasalahan yang permasalahan yang
ditugaskan ditugaskan
1.

Menerima 1. Mendengardenganb Melaksanakan 3 Melaksanakan 2 Melaksanakan 1


pendapat teman aikpendapattemansa darikriteria yang darikriteria yang darikriteria yang
mpaipendapatterseb ditentukan ditentukan ditentukan
utselesaidisampaika
n
2. Memberikansanggah
anterhadappendapat
yang
berbedadengansopa
n
3. Menerimadenganbai
kjikapendapat yang
diberikannyatidakdis
etujuikelompok
4. Menyetujuidanmene
rimahasilkesimpulan
yang
diberikanolehkelom
pok
Bertanggung 1. Aktifsecarabersam Melaksanakan 3 Melaksanakan 2 Melaksanakan 1
jawab a- farikriteria yang darikriteria yang darikriteria yang
samadengananggot ditentukan ditentukan ditentukan
akelompok yang
lain
menyelesaikantuga
s yang diberikan
2. Melaksanakanpem
bagiantugas yang
telahdisepakatidida
lamkelompok
3. Melaporkanhasilke
rjakelompoksecara
bersama-sama
4. Mengikutikegiatan
diskusikelompokse
caraaktif
c. PenilaianPresentasi

Indikatorpenilaian
1. Penguasaan materi
2. Peran serta dalam presentasi
3. Sikap pada saat presentasi

Tingkatan
Aspek
4 3 2 1
Penguasaan 1. Memahamiisimateri Melaksanakan 3 dari Melaksanakan 2 Melaksanakan 1
materi yang disampaikan kriteria yang dari kriteria yang dari kriteria yang
2. Menyampaikanmate ditentukan ditentukan ditentukan
risecaralugas,jelasda
ndapatdimengerti
3. Mampumenjawabpe
rtanyaan yang
diberikansesuaideng
ankeadaanfaktualdan
4. Mampumempertaha
nkankebenaranargu
menkelompokterha
dapsanggahan yang
diberikan

Peran serta 1. Memilikipembagian Melaksanakan 3 dari Melaksanakan 2 Melaksanakan 1


dalam tugasdalampresenta kriteria yang dari kriteria yang dari kriteria yang
presentasi si ditentukan ditentukan ditentukan
2. Ikutberpartisipasida
lamkegiatanpresent
asi.
3. Terlibataktifdalam
mendiskusikanjawa
banataupunsanggah
ankelompok
4. Memiliki rasa
kebersamaandalam
kelompok
Sikap pada 1. Memilikietikadansop Melaksanakan 3 dari Melaksanakan 2 Melaksanakan 1
presentasi an yang kriteria yang dari kriteria yang dari kriteria yang
baikpadasaatpresent ditentukan ditentukan ditentukan
asi
2. Kedisiplinandalamm
enyajikanpresentasi
3. Penampilan yang
baikpadasaatpresent
asi
4. Keseriusandalamme
nyampaikanpresenta
si
d. Rubrik Penilaian Produk