Anda di halaman 1dari 13

1 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRES SIDOARJO

NOMOR : KEP / 46 / IV /2016


TANGGAL : 25 APRIL 2016

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH JAWA TIMUR
RESORT SIDOARJO

RENCANA STRATEGIS
KEPOLISIAN RESORT SIDOARJO
TAHUN 2015-2019 (PERUBAHAN)

BAB I
PENDAHULUAN
1. Kondisi Umum

Pelaksanaan Pembangunan Nasional sebagaimana tercantum dalam


Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005-2025 telah merumuskan dan menetapkan
Visi pembangunan Nasional Tahun 2005-2025 yaitu Indonesia yang Mandiri,
Maju, Adil, dan Makmur. Dalam implementasinya RPJPN dibagi dalam 4
(empat) tahapan Pembangunan Nasional yaitu : RPJMN Tahap I Tahun 2005-
2009; RPJMN Tahap II Tahun 2010-2014; RPJMN Tahap III Tahun 2015-2019,
dan RPJMN Tahap IV Tahun 2020-2025. Penahapan tersebut merupakan
penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN)
2005-2025 ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
(RPJMN) dengan masa pelaksanaan 5 (lima) tahunan. Yaitu Rencana Strategis
(Renstra) tahap I Tahun 2005-2009, Renstra Tahap II Tahun 2010-2014, Renstra
Tahap III Tahun 2015-2019, dan Renstra Tahap IV Tahun 2020-2025.

Sebagai implementasi Polri telah menjabarkan ke dalam Grand Strategy


Polri Tahun 2005-2025 yang mencakup 3 (tiga) tahapan waktu, yaitu: Tahap I
Tahun 2005-2009 untuk membangun kepercayaan (trust building),

Tahap..

Renstra Polres Sidoarjo Tahun 2015-2019


2 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRES SIDOARJO
NOMOR : KEP / 46 / IV /2016
TANGGAL : 25 APRIL 2016

Tahap II Tahun 2010-2014 membangun kemitraan (partnership building), Tahap III


Tahun 2015-2025 menuju organisasi unggulan (strive for excellence) yang akan
diimplementasikan sampai dengan tahap ideal yaitu Polri sebagai organisasi
unggulan (excellence).

Pada Grand Strategy Polri Tahap III, Polri menjabarkan ke dalam 2 tahapan
Renstra yaitu Renstra Tahap III Tahun 2015-2019 (strive for excellence), dan
Renstra tahap IV Tahun 2020-2025 (excellence).

Bagan: Tahapan Grand Strategy Polri 2005-2025

Dalam penetapan sasaran pelaksanaan Renstra Tahap I Tahun 2005-2009


Polri berusaha mewujudkan Postur Polri yang profesional, bermoral dan modern.
sehingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri menjadi prioritas
pertama yang harus diwujudkan sebagai fondasi dalam melaksanakan tugas
pokok dan fungsinya sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945 Pasal 30 ayat
(4) dan UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia
Pasal 13 ayat 1, 2 dan 3, yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat,
menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan
kepada masyarakat.
Pada..

Renstra Polres Sidoarjo Tahun 2015-2019


3 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRES SIDOARJO
NOMOR : KEP / 46 / IV /2016
TANGGAL : 25 APRIL 2016

Pada Renstra tahap II Tahun 2010-2014, lebih ditekankan pada


pembangunan dan penguatan konstruksi kelembagaan Polri sebagai pelayan
Kamtibmas menuju pelayanan prima, tegaknya hukum dan Kamdagri mantap,
serta terjalinnya sinergi polisional yang proaktif. dengan sasaran membangun
kemitraan (partnership building) dengan seluruh komponen dan masyarakat.

Dari hasil evaluasi pada pelaksanaan Renstra Polres Sidoarjo tahap II Tahun
2010-2014 bahwa kondisi Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas di wilayah Sidoarjo
relatif aman dan kondusif, dengan menerapkan manajemen operasional
kepolisian yang baik sehingga masyarakat dapat melaksanakan aktivitas
kehidupan sehari-hari dengan aman, roda pemerintahan daerah dapat berjalan
dengan lancar, meskipun dalam kurun waktu tertentu masih terjadi berbagai
gangguan Kamtibmas.

Secara umum sasaran strategis pada Renstra Polres Sidoarjo 2010-2014


telah tercapai, dalam bidang operasional antara lain Polres Sidoarjo berhasil
mengindikasi keberadaan ISIS di lapas Porong, meredam konflik sosial lumpur
lapindo dan kasus-kasus lain.

Polres Sidoarjo juga telah berhasil melaksanakan Operasi Kepolisian


Terpusat dengan sandi Mantap Brata 2014 yang dilaksanakan selama 224 hari
(pra, semasa, dan pasca Pemilu). Dalam menjalankan tugas pengamanan Pemilu
Legislatif maupun Pemilu Presiden, Polres Sidoarjo mengedepankan kegiatan
preemtif dan preventif yang didukung kegiatan intelijen, represif, kuratif dan
rehabilitasi dalam rangka mengamankan setiap tahapan inti Pemilu guna
mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif.

Pada Tahun 2015 Polres Sidoarjo melaksanakan operasi Mantap Praja


Semeru 2015 yang dilaksanakan selama 296 hari (Juli s.d. Maret 2016) dengan
sasaran..

Renstra Polres Sidoarjo Tahun 2015-2019


4 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRES SIDOARJO
NOMOR : KEP / 46 / IV /2016
TANGGAL : 25 APRIL 2016

sasaran operasi adalah pengamanan Pilkada serentak di wilayah Sidoarjo


disamping itu Polres Sidoarjo juga melaksanakan Operasi Sikat Semeru, Operasi
Handak Semeru dan operasi tumpas Narkoba Semeru maupun operasi khusus
Kepolisian mandiri kewilayahan dengan maksimal guna memenuhi tuntutan
masyarakat dan terpeliharanya Kamtibmas yang kondusif di wilayah Sidoarjo.

Dalam upaya mewujudkan trust building dan partnership building, Polres


Sidoarjo membangun komunikasi dengan masyarakat sekitar melalui strategi
Pemolisian Masyarakat (Polmas) dengan wujud pengurusan SIM melalui 3 Pilar
dan program cangkrukan Polmas. Polmas bertujuan untuk mendekatkan personel
Polres Sidoarjo dengan kearifan lokal, melalui tokoh-tokoh adat, pemuka agama,
pamong desa/kelurahan, kelompok remaja, dan lain-lain,untuk ikut bertanggung
jawab terhadap keamanan wilayah masing-masing. Ukuran keberhasilan Polisi
bukan pada banyaknya kasus kejahatan yang mampu ditangani, melainkan pada
pencegahan (preventif) dan penangkalan (pre-emtif). Polres Sidoarjo sudah
berusaha ke arah sana, dengan mengembangkan dan menerapkan community
policing (pemolisian masyarakat, atau Polmas) serta menggerakan kesadaran
bernegara dengan program seribu Bendera Merah Putih yaitu
mengganti/membagikan kepada instansi atau elemen lainnya yang masih
mengibarkan Bendera Merah Putih yang sudah tidak layak (kusam/sobek).

Dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Polri telah


berusaha melakukan upaya-upaya peningkatan kualitas dan kuantitas SDM Polri
Polres Sidoarjo guna menghadapi segala tuntutan tugas. Pemerintah telah
menetapkan rasio ideal Polisi dibanding penduduk adalah 1: 575 pada akhir tahun
2019. Pada Tahun 2015, jumlah personel Polri telah mencapai 402.166 orang
dengan rasio 1: 591 dan untuk Polres Sidoarjo jumlah personel Polri telah
mencapai 1.400 orang dengan rasio 1 : 1.489, padahal kemampuan keuangan
negara untuk menyediakan anggaran Polri masih sangat terbatas.
Untuk..

Renstra Polres Sidoarjo Tahun 2015-2019


5 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRES SIDOARJO
NOMOR : KEP / 46 / IV /2016
TANGGAL : 25 APRIL 2016

Untuk Polres Sidoarjo pengembangan SDM telah dilaksanakan melalui


strategi penambahan anggota Polri dengan mengajukan usulan tambahan personil
ke Polda Jatim. Melalui Panbanrim rekruitmen anggota Polri dijaring dari calon-
calon yang berkualitas, baik secara kesamaptaan, jasmani, moral kepribadian,
intelektual, melalui proses penerimaan yang dilakukan secara bersih, transparan,
akuntabel dan humanis (BETAH) dengan melibatkan pihak eksternal sebagai
pengawas sehingga menambah kepercayaan masyarakat/instansi terhadap
kinerja Polres Sidoarjo. Pada pembinaan karier masih menemui beberapa
permasalahan antara lain penambahan dan penyusutan personel yang masih
tidak seimbang, masih banyak anggota Polri berpangkat Perwira menengah yang
non job dan menempati jabatan Anjak, disisi lain kualitas SDM Polres Sidoarjo
yang belum sepenuhnya sesuai standart kompetensi yang diharapkan dan
kesejahteraan personel Polri yang belum memadai.

Pada bidang pembangunan Sarana prasarana, telah mendapatkan


pemenuhan Sarpras Polri antara lain : penambahan Ranmor operasional maupun
Ranmor khusus, membangun sarana Kepolisian soft power dan tidak melanggar
HAM, membangun Layanan Contact Center 110, penambahan peralatan Dalmas,
antara lain security barrier dan kendaraan taktis berupa APC dan AWC,
mengusulkan membangun fasilitas Kepolisian dalam upaya mendekatkan Polisi
dengan masyarakat termasuk pembangunan Mako Polres, Polsek dan
Polsubsektor di wilayah Polres Sidoarjo, sedangkan dalam pengadaan barang dan
jasa, Polres Sidoarjo telah menggunakan LPSE E-procurement. Tantangan di
bidang Sarpras antara lain masih banyaknya fasilitas Polri yang belum dibangun
bahkan sebagian masih bersifat pinjam pakai serta masih banyak bangunan Polri
yang merupakan bangunan lama atau tidak layak dalam memberikan pelayanan
kepada masyarakat, sarana mobilitas operasional dalam pelaksanaan tugas Polri
dan untuk pelayanan publik masih kurang memadai.

Pada..

Renstra Polres Sidoarjo Tahun 2015-2019


6 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRES SIDOARJO
NOMOR : KEP / 46 / IV /2016
TANGGAL : 25 APRIL 2016

Pada sistem penganggaran, Polda Jatim telah menetapkan 12 program


dengan 38 kegiatan, dan Polres Sidoarjo melaksanakan 9 program dengan 20
kegiatan. Dukungan anggaran Polres Sidoarjo tiap tahun telah mengalami
peningkatan yang signifikan namun peningkatan tersebut masih didominasi pada
anggaran belanja pegawai, sedangkan untuk belanja modal dan belanja barang
yang diperlukan guna mendukung operasionalisasi pelaksanaan Tupoksi Polres
Sidoarjo masih sangat terbatas sehingga dalam implementasinya memerlukan
upaya efisiensi dan efektifitas anggaran dan pelaksanaan Tupoksi belum dapat
terlaksana secara optimal. Alokasi anggaran Polres Sidoarjo T.A. 2015 untuk
belanja pegawai sebesar 69,90 %, belanja barang 28,55 % dan belanja modal
1,53 %. Tunjangan kinerja bagi personel Polri dengan beban dan tantangan tugas
di lapangan yang semakin berat dan kompleks masih relatif kecil dibandingkan
dengan Kementerian/Lembaga lainnya. Selain itu belanja pemeliharaan yang
tersedia kurang memadai dikarenakan penambahan peralatan materiil dan
pembangunan fasilitas Polri tidak diimbangi dengan penambahan anggaran
belanja pemeliharaan.

Laporan realisasi anggaran menggambarkan perbandingan antara


anggaran dengan realisasinya selama periode 1 Januari sampai dengan 31
Desember 2015. Realisasi Pendapatan Negara TA 2015 adalah berupa
Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp. 57.268.127.074,- atau mencapai 0
persen dari estimasi Pendapatan-LRA sebesar Rp.0,-. Realisasi Belanja Negara
TA 2015 adalah sebesar Rp. 135.039.582.672,- atau mencapai 115,38 persen dari
alokasi anggaran setelah revisi sebesar Rp. 117.045.109.000,-.

Realisasi Belanja Kepolisian Resort Sidoarjo pada tahun 2015 sebesar


Rp.135.039.582.672,- atau 115,37 persen dari anggaran belanja sebesar
Rp.117.045.109.000,-. Rincian anggaran dan realisasi belanja tahun 2015 tersaji
sebagai berikut :
Rincian..

Renstra Polres Sidoarjo Tahun 2015-2019


7 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRES SIDOARJO
NOMOR : KEP / 46 / IV /2016
TANGGAL : 25 APRIL 2016

Rincian Estimasi dan Realisasi Belanja


(dalam rupiah)
2015
URAIAN % REAL
ANGGARAN REALISASI
ANGGR
Belanja Pegawai 87,304,274,000 105,305,120,375 120.62
Belanja Barang 26,026,335,000 26,025,643,451 100.00
Belanja Modal 3,714,500,000 3,713,500,000 99.97
Total Belanja Kotor 117,045,109,000 135,044,263,826 115.38
Pengembalian Belanja 0 4,681,154 0.00
Total Belanja 117,045,109,000 135,039,582,672 115.37

Implementasi dari pelaksanaan program tersebut telah menunjukan adanya


peningkatan kinerja yang lebih baik dengan ditandai situasi Kamtibmas yang
semakin kondusif dan terkendali serta meningkatnya penilaian positif dari
masyarakat terkait pelayanan prima Kepolisian. Kebijakan Polres Sidoarjo dalam
rangka menambah mewujudkan clean governance dan good goverment dengan
strategi membagun opini publik, meningkatkan sinergi Kepolisian dengan
lembaga/instansi terkait dan komponen masyarakat dilaksanakan secara terus-
menerus dan berkesinambungan guna meningkatkan kepercayaan masyarakat
terhadap Polri.

Keberhasilan yang telah digelar dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri


di daerah hukum Polres Sidoarjo antara lain di bidang organisasi sebagai bagian
dari Reformasi Birokrasi Polri adalah penggelaran kekuatan dan lapis
kemampuan yang tergelar dengan struktur 1 (satu) Polres, 18 Polsek dengan
tipologi : 10 Polsek Urban, 8 Polsek Rural dan 2 Polsubsektor, menjaga
penampilan personil Polres Sidoarjo dengan mengganti baju dinas yang sudah
kusam, melaksanakan kunker ke Polsek jajaran dalam rangka kesiapan panca
siap, memberikan reaward dan punishment untuk anggota yang berprestasi
maupun yang melakukan pelanggaran.

Dalam..

Renstra Polres Sidoarjo Tahun 2015-2019


8 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRES SIDOARJO
NOMOR : KEP / 46 / IV /2016
TANGGAL : 25 APRIL 2016

Dalam bidang operasional, Polres Sidoarjo telah berhasil mengungkap


kasus-kasus kejahatan antara lain kasus Begal Ranmor, Kasus Pembunuhan,
Kasus Curas, Kasus pencabulan terhadap anak, Kasus LPG dan kasus Korupsi
dalam menekan tindak kriminalitas Polres Sidoarjo secara terus menerus
melaksanakan operasi Miras dan Narkoba sehingga tercapai zero miras maupun
Narkoba diwilayah Sidoarjo. sedangkan di pelayanan publik yang terkait dengan
pelaksanaan quick wins antara lain : SIM, STNK, dan BPKB yang disertai dengan
terobosan pelayanan melalui SIM keliling, SIM corner, SIM delivery, Samsat
keliling, Samsat drive true, Samsat corner, Samsat link, Samsat delivery, Samsat
elektronik data capture, Samsat paymient point, cetak BPKB, alur sistem online,
quematic, pemberkasan elektronik, barkode, yang telah menerima standart ISO
9001:2008, terkait dengan upaya-upaya tersebut banyak unit pelayanan Polri yang
telah memperoleh penghargaan berupa sertifikat ISO 9001:2008 dari Lembaga
yang kompeten;

Selain keberhasilan-keberhasilan tersebut, Polres Sidoarjo masih


dihadapkan pada beberapa tantangan di bidang operasional antara lain masih
timbulnya berbagai faham/ajaran atau aliran yang menimbulkan sikap pro kontra di
dalam masyarakat sehingga berpotensi terjadinya konflik sosial bahkan dapat
menimbulkan kerusuhan massal (kegiatan majelis tafsir Al-quran di Sidoarjo,).
Sementara itu dalam upaya menangani potensi konflik sebagai faktor pemicu
berkembangnya konflik sosial belum dapat ditangani secara maksimal sehingga
masih perlu mengadakan peningkatan sinergi polisional secara intensif antar
Lembaga/Instansi dan seluruh komponen masyarakat;

Tantangan tugas Polri ke depan akan semakin berat, berbagai


perkembangan gangguan Kamtibmas yang semakin kompleks dan mengarah
pada transnational crimes (kartel, bioterorism, narcoterorism, cyber crime),
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi informasi
dan..

Renstra Polres Sidoarjo Tahun 2015-2019


9 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRES SIDOARJO
NOMOR : KEP / 46 / IV /2016
TANGGAL : 25 APRIL 2016

dan komunikasi, implementasi perdagangan bebas dalam program AFTA dan


Asean Economy Comunity (AEC), Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan
terjadi persaingan harga dan kualitas antara produk domestik dan produk asing
yang masuk ke Indonesia khususnya barang/jasa produk China dengan harga
murah sangat berpengaruh terhadap eskalasi Kamtibmas di daerah hukum Polres
Sidoarjo.

sedangkan untuk menghadapi hal tersebut kondisi kekuatan personel dan


peralatan Polri yang ada saat ini belum mampu mengimbangi perkembangan
lingkungan strategi dan permasalahan-permasalahan sosial masyarakat yang
berpotensi menimbulkan konflik yang pada akhirnya berdampak pada
meningkatnya gangguan Kamtibmas di daerah hukum Polres Sidoarjo. Selain itu,
seiring perkembangan jaman, pergeseran nilai-nilai sosial di masyarakat yang
begitu cepat akan berdampak pada berkembangnya gangguan Kamtibmas.

Pada pelaksanaan Renstra III (2015-2019), pemerintahan Presiden Joko


Widodo melalui Kabinet Kerja mengusung program pembangunan nasional yang
dikemas di bawah tajuk Nawa Cita (9 Program Kerja Prioritas), yaitu:

a. menghadirkan kembali negara untuk melindungi bangsa dan memberikan


rasa aman pada seluruh warga negara. Melalui pelaksanaan politik luar
negeri bebas-aktif;

b. membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola


pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya;

c. membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah


dan desa dalam kerangka negara kesatuan;

d. menolak..

Renstra Polres Sidoarjo Tahun 2015-2019


10 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRES SIDOARJO
NOMOR : KEP / 46 / IV /2016
TANGGAL : 25 APRIL 2016

d. menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan


hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya;

e. meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui program Indonesia


Pintar dengan wajib belajar 12 tahun bebas pungutan. Dan program
Indonesia Sehat untuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat serta
Indonesia Kerja dan Indonesia Sejahtera dengan mendorong program
kepemilikan tanah seluas sembilan juta hektar;

f. meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional;

g. mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor


strategis ekonomi dan domestik;

h. melakukan revolusi karakter bangsa melalui penataan kembali kurikulum


pendidikan nasional;

i. memperteguh Kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia


melalui penguatan kebhinekaan dan menciptakan ruang dialog antarwarga.

Implementasi dari program Nawa Cita tersebut telah dijabarkan oleh Polda
Jatim dan telah dilaksanakan oleh Polres Sidoarjo. Program Kapolri dalam rangka
mendukung program Nawa Cita pemerintah antara lain sebagai berikut :

a. implementasi 8 program Kapolri yaitu, yaitu :

1) memantapkan soliditas dengan melakukan reformasi internal Polri


bidang SDM, sarana prasarana dan anggaran;

2) melaksanakan..

Renstra Polres Sidoarjo Tahun 2015-2019


11 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRES SIDOARJO
NOMOR : KEP / 46 / IV /2016
TANGGAL : 25 APRIL 2016

2) melaksanakan revolusi mental SDM Polri melalui perbaikan sistem


rekruitment, peningkatan kesejahteraan, pendidikan dan latihan serta
pengawasan;
3) memperkuat kemampuan pencegahan kejahatan dengan landasan
prinsip pemolisian proaktif dan pemolisian yang berorientasi pada
penyelesaian akar masalah;
4) memacu terbentuknya postur Polri yang lebih dominan sebagai
pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat;
5) meningkatkan pelayanan yang lebih prima kepada publik;
6) meningkatkan kemampuan deteksi untuk memahami potensi akar
masalah gangguan Kamtibmas;
7) meningkatkan kemampuan mediasi dan solusi non represif lainnya
dalam menyelesaikan masalah sosial yang berpotensi mengganggu
Kamtibmas;
8) meningkatkan kemampuan penegakkan hukum yang profesional
terutama penyidikan ilmiah guna menekan angka 4 (empat) jenis
kejahatan.

b. Implementasi dari 8 Program Kapolri tersebut dituangkan dalam 11 program


prioritas Kapolri untuk mewujudkan Polri yang modern dan dipercaya
masyarakat yaitu :

1) penataan dan pembinaan personel (penyelarasan dengan Nawa Cita


ke-2);
2) penataan kelembagaan dan meningkatkan budaya anti korupsi
(penyelarasan dengan program Nawa Cita ke 2, 3,4 dan 8);
3) peningkatan profesionalisme anggota Polri (penyelarasan dengan
program Nawa Cita ke 1 dan 2);

4) peningkatan..

Renstra Polres Sidoarjo Tahun 2015-2019


12 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRES SIDOARJO
NOMOR : KEP / 46 / IV /2016
TANGGAL : 25 APRIL 2016

4) peningkatan kesejahteraan anggota Polri dan pemenuhan Sarpras


khusus (penyelarasan dengan program Nawa Cita ke-1);
5) peningkatan perlindungan terhadap warga Negara untuk meningkatkan
rasa aman (penyelarasan dengan program Nawa Cita ke 4, 6 dan 9);
6) membangun partisipasi publik dalam pengamanan lingkungan
(penyelarasan dengan program Nawa Cita ke 1, 2 dan 4);
7) mengintensifkan sinergitas polisional dengan kementrian/ lembaga
(penyelarasan dengan program Nawa Cita ke 1, 2 dan 4);
8) meningkatkan penegakkan hukum yang profesional, objektif dan bebas
KKN (penyelarasan dengan program Nawa Cita ke 4, 7 dan 9);
9) mempersiapkan rencana pengamanan dan rencana kontijensi
Pemilukada serentak (penyelarasan dengan program Nawa Cita ke-1);
10) penguatan pengawasan Polri (penyelarasan dengan program Nawa
Cita ke 1,2 dan 4);
11) pelaksanaan program Quick Wins Polri.
program Quick Wins Polri tahun 2015-2019 yang meliputi 8 program
yaitu :
a) penertiban dan penegakkan hukum bagi organisasi radikal dan
anti Pancasila;
b) perburuan dan penangkapan gembong teroris Santoso dan
jejaring terorisme;
c) aksi nasional pembersihan preman dan premanisme;
d) pembentukan dan pengefektifan Satgas operasi Polri kontra
radikal dan deradikalisasi (khusus ISIS);
e) pemberlakuan rekruitment terbuka untuk jabatan di lingkungan
Polri;
f) Polri sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib diruang
publik;
g) pembentukan tim internal anti korupsi;
h) Crash..

Renstra Polres Sidoarjo Tahun 2015-2019


13 LAMPIRAN KEPUTUSAN KAPOLRES SIDOARJO
NOMOR : KEP / 46 / IV /2016
TANGGAL : 25 APRIL 2016

h) Crash program pelayanan masyarakat dengan mewujudkan


pelayanan bersih dari percaloan.
c. Implementasi monitoring dan evaluasi Reformasi Birokrasi Polri dan Zone
Integritas dan pengukuran kinerja dengan menggunakan instrumen Indeks
Tatakelola Kepolisian (ITK).

Posisi Polri dari aspek kelembagaan dan struktural dalam program Nawa
Cita adalah melindungi dan menciptakan rasa aman segenap warga negara.
Pernyataan tersebut telah selaras dengan Tupoksi Polres Sidoarjo dalam
penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat. Dalam rangka pemuliaan
publik, Polres Sidoarjo secara terus menerus melakukan pembinaan mental dan
disiplin dengan menyesuaikan pada kurikulum pendidikan dan latihan untuk
menghasilkan Polisi yang berwatak sipil, tidak militeristik dalam melaksanakan
tugas sebagai penegakan hukum dan memelihara Kamtibmas.

Renstra Polres Sidoarjo Tahun 2015-2019