Anda di halaman 1dari 11

SOP PENGAMBILAN SPESIMEN FESES/TINJA

A. PENGERTIAN
Pemeriksaan laboratorium lengkap meliputi warna, bau, konsistensi, lendir, darah dan
telur cacing pada feses/tinja

B. KEBIJAKAN

C. TUJUAN
1. Membantu menegakan diagnosa
2. Membantu tindakan dan terapi yang akan dilakukan terhadap pasien

D. ALAT DAN BAHAN


1. Lidi kapas
2. pispot
3. Botol tempat tinja
4. Sarung tangan
5. Larutan clorin 0,5%
6. Perlak
7. Sabun cuci tangan

E. LANGKAH KERJA
1. Memberitahukan dan menjelaskan pada pasien tindakan yang akan dilakukan
2. Menyiapkan alat membawanya ke deklat pasien
3. Menutup sampiran menjaga privasi pasien
4. Mencuci tangan dan mengeringkannya menggunakan handuk
5. Memaai sarung tangan
6. Untuk pasien yang tidak kuat brjalan, pasang perlak di bawah bokong
7. Menaruh pispot di bawah bokong untuk BAB
8. Mengambil tinja sedikit dengan lidi kapas dan menaruhnya ke daalm botol yang
telah disediakan
9. Membantu pasien untuk cebok
10. Memberikan etiket yang jelas danmengisi formulir pengiriman ke laboratorium
11. Membereskan alat
12. Mencuci tangan dalam larutan clorin 0,5% lepas sarung tangan secara terbalik
13. Merendam dalam larutan clorin selama 10 menit
14. Mencuci tangan menggunakan sabun serta mengeringkan denhgan handuk
15. Melakukan dokumentasi tindakan yang telah dilakukan
SOP PENGAMBILAN DARAH VENA

A. PENGERTIAN
Pemeriksaan darah yang diambil dari perifer (pembuluh darah tepi), vena, arteri.

B. KEBIJAKAN

C. TUJUAN
1. Membantu menegakan diagnosa
2. Membantu tindakan dan terapi yang akan dilakukan terhadap pasien

D. ALAT DAN BAHAN


1. Bak intrumen
2. Spuit 3 cc atau 5 cc
3. Bengkok
4. Sarung tangan steril
5. Plester
6. Genting plester
7. Perlak
8. Kapas alkoholturniquet
9. Botol tertutup
10. Waskom
11. Larutan clorin 0, 5%

E. LANGKAH KERJA
1. Memberitahukan dan menjelaskan pada pasien tindakan yang akan dilakukan
2. Menyiapkan alat membawanya ke dekat pasien
3. Menutup sampiran menjaga privasi pasien
4. Mencuci tangan dan mengeringkannya menggunakan handuk
5. Memakai sarung tangan
6. Membebaskan daerah yang akan di suntik dari pakaian
7. Mencari daerah yang yang terlihat jelas venanya
8. Memasang pengalas di baewah tempat yang akan diambil darahnya
9. Mengikat daerah yang akan diambil darahnya denagn turniquet
10. Menganjurkan pasien untuk mengepalkan tangannya
11. Desinfeksi kulit denagn alkohol
12. Menegangkan kulit dengan tangan yang tidak dominan
13. Tusukan jarum ke dalam vena dengan sudut 20-25 derajat
14. Melakukan aspirasi, jika darah keluar maka buka karet bendungan dan anjurkan pasien
membuka kepalan tangan
15. Menarik hisapan sampai darah masuk ke dalam tabung bila darah sudah selesai diambil
Letakan kaoas alkohol diatas jarum dan tarik keluar jarum
16. Masukan darah dalam spuit ke dalam botol yang sudah disediakan
17. Memberikan label pada botol
18. Bereskan alat buang alat suntik ke savety box
19. Mencuci sarung tangan dalam larutan clorin 5% lepas sarung tangan dalam posisi
terbalik rendam dalam larutan clorin selama 10 mjenit
20. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
21. Mengeringkan tangan dengan handuk
22. Melakukan dokumentasi tindakan
SOP PENGAMBILAN SPESIMEN CAIRAN VAGINA

A. PENGERTIAN
Pengambilan hapusan kemaluan/ genetalia pada wanitasa yang diduga terkena penyakit
menular seksual, Ca, infeksi leher rahim.

B. KEBIJAKAN

C. TUJUAN
1. Membantu menegakan diagnosa
2. Membantu tindakan dan terapi yang akan dilakukan terhadap pasien

D. ALAT DAN BAHAN


1. Kapas lidi
2. Objek glass
3. Bengkok
4. Sarung tangan
5. Larutan clorin 0,5%
6. Spekulum
7. Kassa
8. Perlak
9. Kapas DTT
10. Lampu sorot

E. LANGKAH KERJA
1. Memberitahukan dan menjelaskan pada pasien tindakan yang akan dilakukan
2. Menyiapkan alat membawanya ke dekat pasien
3. Menutup sampirSan menjaga privasi pasien
4. Menganjurkan pasien membuka pakaian bawah
5. Memasang perlak di bawah bokong ibu
6. Mencuci tangan dan mengeringkannya menggunakan handuk
7. Memakai sarung tangan
8. Melakukan vulva hygine dengan kapas DTT
9. Membuka labia mayora dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan yang dominan
10. Memasukan spekulum kedalam introitus vagina,anjurkan ibu untuk memarik nafas
panjang
11. Mengambil sekret vagina dengan kapas lidi sesuai kebutuhan
12. Menghapuskan sekret vagina pada objek glass yang sudah disediakan
13. Membuang kapas lidi dalam bengkok
14. Memberikan label dan mengisi formulir pengiriman ke laboratorium
15. Bereskan alat buang alat suntik ke savety box
16. Mencuci sarung tangan dalam larutan clorin 5% lepas sarung tangan dalam posisi
terbalik rendam dalam larutan clorin selama 10 mjenit
17. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
18. Mengeringkan tangan dengan handuk
19. Melakukan dokumentasi tindakan
SOP PENGAMBILAN SPESIMEN URINE

A. PENGERTIAN
Pemeriksaan laboratorium lengkap meliputi warna, bau, kejernihan,PH, dan unsur
unsur sedimen urine.

B. KEBIJAKAN

C. TUJUAN
1. Membantu menegakan diagnosa
2. Membantu tindakan dan terapi yang akan dilakukan terhadap pasien

D. ALAT DAN BAHAN


1. pispot
2. Botol tempat urine
3. Sarung tangan
4. Larutan clorin 5%
5. Perlak
6. Sabun cuci tangan

E. LANGKAH KERJA
1. Memberitahukan dan menjelaskan pada pasien tindakan yang akan dilakukan
2. Menyiapkan alat membawanya ke dekat pasien
3. Menutup sampiran menjaga privasi pasien
4. Mencuci tangan dan mengeringkannya menggunakan handuk
5. Memakai sarung tangan
6. Untuk pasien yang tidak kuat brjalan, pasang perlak di bawah bokong
7. Menaruh pispot di bawah bokong untuk BAK
8. Membiarkan urine yang keluar permulaan, dan menampung urine yang keluar
berikutnya dengan bengkok atau botol yang disediakan sesuai kebutuhan
9. Membantu pasien untuk cebok
10. Bila pasien bisa berjalan, memberitahukan untuk membiarkan saja urine
yangkeluar permulaan mengalir sedikit dan menampung urine yang keluar
berikutnya dengan bengkok atau botol.
11. Memberikan etiket yang jelas dan mengisi formulir pengiriman ke laboratorium
12. Membereskan alat
13. Mencuci tangan dalam larutan clorin 0,5% lepas sarung tangan secara terbalik
14. Merendam dalam larutan clorin selama 10 menit
15. Mencuci tangan menggunakan sabun serta mengeringkan denhgan handuk
16. Melakukan dokumentasi tindakan yang telah dilakukan
SOP PEMERIKSAAN FISIK BAYI BARU LAHIR

A. PENGERTIAN
Pemeriksaan yang dilakukan pada bayi baru lahir meliputi kondisi tubuh dan tanda-tanda
vital

B. KEBIJAKAN

C. TUJUAN
1. Mengetahui kondisi bayi
2. Mengetahui tanda-tanda vital
3. Mengetahui kelainan secara fisik pada bayi
D. ALAT DAN BAHAN
1. Tempat tidur pemeriksaan stetoskop
2. Termometer
3. Pita pengukur
4. Pengukur tinggi badan
5. Timbangan bayi
6. Sarung tangan
7. Jam
8. Lampu sorot
9. Sabun
10. Handuk

E. CARA KERJA
1. Memberitahukan dan menjelaskan pada ibu tindakan yang akan dilakukan
2. Melakukan anamnesa riwayat ibu meliputi faktor genetik, lingkungan, sosial.
3. Menyiapkan alat membawanya ke dekat pasien
4. Menutup sampiran menjaga privasi pasien
5. Mencuci tangan dan mengeringkannya menggunakan handuk
6. Memakai sarung tangan
7. Meletakan bayi dalam tempat yang datar dan hangatkan menggunakn lampu
8. Memgukur tanda tanda vital pada bayi seperti suhu, respirasi, jantung
9. Melakukan penimbangan berat badan bayi
10. Mengukur panjang badan ukur daru kepala samapi tumit
11. Mengukur lingkar kepala bayi (dari dahi sampai dahi lagi)
12. Melakukan pemeriksaan kepala (tengkorak),mata apakah simetris dengan telinga,mata
apa ada tanda infeksi,
13. Memeriksa bibir dan mulut
14. Melakukan pemeriksan leher adany pembengkakan
15. Melakukan pemeriksaandada,perhatikan bentuk, bunyti nafas, bunyi jantung
16. Memeriksa bahu, lengan, tangan, gerakan, jumlah jari
17. Memeriksa saraf adanya reflek moro
18. Memeriksa perut meliputi bentuk, penonjolan sekitar pusat, pendarahan tali pusat,
benjolan
19. Melakukan pemeriksaan laki laki perhatikan skoryum apa sudah turun penis berlubang
20. Melakuakn genelatia perempuan apakah vagina berlubang uretra berlubang adaby labia
mayora dan minora
21. Melakuakn pemeriksaan tungkai dan kaki, kelengkapan jari bentuk
22. Memeriksa punggung dan anus adanya pembengakan atau benjolan.apakah anus
berlubang atau tidak
23. Memeriksa warna kulit adakah bercak hiatam atau vernik.
24. Menjelaskan kepada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan
25. Merapikan bayi
26. Membereskan alat
27. Mencuci tangan dalam larutan clorin 0,5% lepas sarung tangan secara terbalik
28. Merendam dalam larutan clorin selama 10 menit
29. Mencuci tangan menggunakan sabun serta mengeringkan denhgan handuk
30. Melakukan dokumentasi tindakan yang telah dilakukan
SOP PEMERIKSAAN FISIK IBU HAMIL

A. PENGERTIAN
Pemeriksaan untuk mengumpukan data awal tentang status ibu hamil

B. KEBIJAKAN

C. TUJUAN
1. Mengetahui kondisi ibu dan janin
2. Mengetahui jika ada kelainan pada ibu dan janin

D. ALAT DAN BAHAN


1. Tempat tidur
2. Senter
3. Termometer
4. Stetoskop
5. Tensimeter
6. Jam
7. Hamer
8. Sarung tangan
9. Timbangan berat badan
10. Metline
11. Pengukur tinggi badan
12. Handuk
13. Sabun cuci tangan
14. Larutan clorin 0,5%

E. CARA KERJA
1. Memberitahukan dan menjelaskan pada ibu tindakan yang akan dilakukan
2. Menganjurkan ibu mengosongkan kandung kemih
3. Melakukan anamnesa riwayat ibu meliputi faktor genetik, lingkungan, sosial.
4. Menyiapkan alat membawanya ke dekat pasien
5. Menutup sampiran menjaga privasi pasien
6. Mencuci tangan dan mengeringkannya menggunakan handuk
7. Mengukur berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan ibu.
8. Menganjur ibu untuk tidur berbaring dan melonggarkan pakaian baewah
9. Menutup perut ibu menggunakan selimut
10. Mengukut tanda tanda vital seperti TD, respirasi, nadi dan suhu
11. Memeriksa rambut
12. Memeriksa muka seperi mata lidung mulut, telinga
13. Memeriksa leher adanya pembengkakan
14. Memeriksa paru-pryu meliputi geraknafas, gerakan dinding dada, batas paru
15. Menilai bunyi jantung
16. Memeriksa payudara meliputi bentuk, ukuran, colostrum
17. Memeriksa abdomen
18. Memeriksa adany bekas luka operasi
19. Mengukur TFU
20. Memeriksa bagian yang ada di kanan kiri perut ibu
21. Memeriksa pesentasi janin (bagian terbawah perut ibu)
22. Memeriksa apakah bagian terendah sudah masuk PAP
23. Memeriksa DJJ
24. Memeriksa ekstremitas kaki dan tangan adany pembengkakan atau tidak
25. Merapihkan pasien
26. Membereskan alat
27. Mewncuci tangan dan mengeringkan dengan handuk
28. Menjelaskan kepada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan
29. Menjelaskan tentang tanda bahaya kehamilan
30. Menjelaskan tentang terapi(obat) yang diberikan
31. Menjadwalkan kunjungan ulang
32. Memberikan waktu untuk ibu dan keluarga bertanya
33. Melakukan dokumtasi tindakan
SOP PELAYANAN SUNTIK KB

A. PENGERTIAN
Pelayanan tentang konstasepsi suntik meliputi konseling maupun tindakan

B. KEBIJAKAN

C. TUJUAN
1. Memberikan tindakan suntik kb
2. Memberikan konseling efeksamping kb suntik
3. Menjadwalkan kunjungan ulang

D. ALAT DAN BAHAN


1. Handsoon
2. Obat dalam vail
3. Spuit 3 cc
4. Kapas alkohol
5. Savety box
6. Timbangan berat badan
7. Kalender
8. Tensimeter
9. stetoskop

E. CARA KERJA
1. Memberikan salam
2. Memperkenalkan diri
3. Menutup sampiran u7ntuk menjaga privasi [pasien
4. Mengecek kartu kunjungan, memasstikan tanggal kunjungan suntik sudah benar
5. Menanyakan keluhan selama menggunakan kb suntik (flek, mens)
6. Mencuci tangan dan mengeringkannya menggunakan handuk
7. Menimbang berat badan
8. Menyiapkan alat
9. Menganjurkan ibu tidur dan melonggarkan pakaian bawah
10. Memeriksa tekanan darah
11. Memakai handsoon
12. Mengambil obat dalam vial menggunakan spuit
13. Membebaskan daerah yang akan disuntik dari pakaian
14. Melakukan disinfektan dengan kapas alkohol
15. Menyuntikan obat di 1/3 sias dengan sudut 90 derajat,lakukan aspirasi pastikan tidak
ada darah yang masuk. Masukan obat secara perlahan
16. Menarik jarum secara berlahan jika obat telah habis
17. Membuang jarum dalam savety box
18. Membuang handscoon dalam wadah yang disediakan
19. Mencuci tangan
20. Menjadwalkan kunjungan ulang
21. Memberikan waktu pasien untuk bertanya
22. Melakukan dokumentasi