Anda di halaman 1dari 8

A.

SUMBER LOGAM PLATINA/PLATINUM

Platinum adalah logam yang sangat langka,


terjadi hanya 0,003 ppb dalam kerak bumi.
Platinum sering ditemukan oleh penduduk asli
bercampur dengan iridium sebagai platiniridium.
Platinum sering ditemukan dalam bagian
sekunder, dan berkombinasi dengan logam grup
platina lain dalam tanah alluvial. Platinum
banyak ditemukan di Pegunungan Ural, Rusia.
Dalam nikel dan tembaga, logam grup platina
terjadi sebagai sulfida (yaitu Pt, Pd, S), tellurides
(yaitu Pt, Bi, Te), antimonides (Pd,Sb), dan arsenides (yaitu PtAs 2) dan juga sebagai paduan
akhir nikel atau tembaga. Platinum arsenide, sperrylite (PtAs 2) adalah sumber utama dari
platinum terkait dengan bijih nikel di Sudbury Basin di Ontario, Kanada. Mineral sulfida yang
langka cooperite, (Pt, Pd, Ni, S) mengandung platinum bersama dengan paladium dan nikel.
Cooperite terjadi di dalam Merensky Reef Bushveld kompleks, Gauteng, Afrika Selatan.
Platinum terdapat di alam dengan sejumlah kecil iridium, osmium, palladium, ruthenium
dan rhodium, yang merupakan grup logam yang sama. Semuanya ditemukan pada tanah alluvial
di pegunungan Ural Kolumbia, dan di negara bagian Amerika sebelah barat. Sperrilit, merupakan
mineral platinum dengan kandungan nikel yang terdapat di Sudbury, Ontario, yang merupakan
sumber latina dengan jumlah yang cukup. Platina termasuk dalam kelompok HSE ( Highly
Siderophille Elements ). Elemen Siderophile merupakan kelompok logam transisi yang memiliki
kerapatan sangat tinggi yang terikat dengan logam besi pada kondisi padat ataupun cair.
Produksi nikel besar-besaran telah menunjukkan fakta bahwa hanya satu bagian logam
platinum dalam dua juta bagian bijih mineral.
B. CARA PENGOLAHAN PLATINA
1. Pengolahan Menjadi Platina Murni
Platinum bersama-sama dengan sisa logam platinum diperoleh secara komersial sebagai
produk dari nikel dan tembaga penambangan. Selama electrorefining tembaga, logam mulia
seperti perak, emas dan kelompok platinum logam serta selenium dan telurium mengendap di
bagian bawah sebagai anoda sel lumpur, yang merupakan titik awal untuk ekstraksi logam
kelompok platinum.
Berikut ini beberapa cara pengolahan platinum menjadi platina murni :
1. Mencuci dengan air
Jika platinum murni ditemukan dalam placer deposito atau bijih lainnya, platinum
dapat terisolasi dari mereka dengan berbagai metode mengurangkan kotoran. Karena
platinum secara signifikan lebih padat daripada banyak kotoran lain, kotoran yang lebih
ringan dapat dihilangkan dengan hanya mencucinya.

2. Elektromagnet
Platinum bersifat non-magnetik, sedangkan nikel dan besi keduanya magnetis. Kedua
zat pengotor dapat dihilangkan dengan menjalankan elektromagnet atas campuran.

3. Dengan Cara dibakar


Karena platinum memiliki titik lebur yang lebih tinggi daripada kebanyakan zat lain,
maka banyak pengotor dapat dihilangkan dengan membakar sehingga kotoran tersebut akan
meleleh tanpa melelehkan platinum.

4. Mencampur dengan Klorida ataupun Asam Sulfat


Platinum juga tahan terhadap klorida dan asam sulfat, sedangkan senyawa lain mudah
diserang oleh mereka. Sehingga kita dapat mengurangi kotoran logam dengan mengaduk
campuran dalam salah satu dari dua asam dan memulihkan platinum yang tersisa.
5. Proses Aqua Regia
Salah satu metode yang cocok untuk pemurnian untuk platinum mentah yang
mengandung platinum, emas, dan logam grup platina lain adalah proses dengan aqua regia.
Di mana paladium, emas dan platinum yang dipisahkan, sementara osmium, iridium,
rhodium dan ruthenium tidak bereaksi. Emas ini dapat dipicu dengan penambahan besi (III)
klorida dan setelah penyaringan dari emas. Sedangkan platinum dapat dipicu dengan
penambahan ammonium. Ammonium klorida sebagai chloroplatinate. Chloroplatinate
amonium dapat diubah menjadi logam dengan pemanasan.

6. Menggunakan Meja Beludru dan Pemisah Magnet


Pengolahan bijih placer dilakukan secara konsentrasi gaya berat (gravity
concentration), dengan menggunakan meja beludru (corduroy, sluicing box) dan sebagainya.
Pembersihan konsentratnya dengan menggunakan pemisah magnet. Pengolahan bijih platina
ini tergantung dari jenis mineral logam penyertanya, antara lain dengan cara kombinasi dari
konsentrasi gaya berat dengan pemisahan magnet.

2. Proses Pembuatan Cincin Dari Platina


Dimana emas dan platina ( alloy ) dicampur jadi satu dengan dipanaskan menggunakan
arang kayu, sehingga tercampur bersama, untuk bisa menghasilkan cincin dengan kualitas
terbaik harus melewati beberapa proses seperti :

Water Atomize Alloy


Pengeringan dan Pengayakan Serbuk emas dan platina
Proses Vacuum Degas
Proses Press menjadi silinder
Pemotongan silinder menjadi cincin
Ring Roll ( Proses pembuatan ukuran cincin )
Proses Penguatan

Untuk kualitas cincin itu sendiri diukur dengan satuan karat, mulai dari 9,14 18 karat.

Proses prosesnya
a. Setelah melewati proses yang cukup panjang dari campuran antara emas dan platina
yang dipanaskan dengan suhu 1790oC, kemudian dibentuk menjadi pipih dengan
ketebalan sekitar 1,5 cm, lalu dicetak dan dipress dalam bentuk lingkaran.

b. Setelah itu potongan platina yang sudah dicetak kemudian dipress agar menjadikan
bentuk yang sempurna, ada 3 kali prosess press yang dilakukan.

c. Setelah melewati proses pembentukan dalam mesin press, kemudian dibentuk lagi sesuai
dengan mesin press silinder dengan ukuran yang diinginkan, setelah itu diputar dan di
perhalus lagi pada bagian cincin yang terdapat permukaan yang tajam.

d. Setelah itu cincin sudah siap edar.

C. PENGGUNAAN DALAM BIDANG TEKNIK DAN LISTRIK


1. Bahan Kontak Listrik
Alloy platinum-kobal memiliki sifat magnetis. Salah satunya terdiri dari 76.7% berat Pt
dan 23.3% berat Co, merupakan magnet yang sangat kuat hampir dua kali lipat dari Alnico V.
Ketahanan kawat platinum digunakan untuk membuat tungku listrik bersuhu tinggi.

2. Bahan Pelapis
Platinum digunakan untuk melapisi kerucut misil, kerucut bensin mesin jet dan lain-lain,
yang mengandalkan ketahanan pada suhu tinggi untuk waktu yang sangat lama. Logam ini,
seperti palladium, menyerap sejumlah besar hidrogen, menahannya pada suhu biasa dan
melepaskannya ketika dipanaskan.

3. Sebagai Katalis
Dalam kondisi yang sangat halus, platinum merupakan katalis yang sempurna, yang
banyak digunakan untuk menghasilkan asam sulfat. Juga digunakan sebagai katalis dalam
pemecahan produk minyak bumi. Platinum juga banyak diminati untuk dimanfaatkan sebagai
katalis dalam sel bahan bakar dan peralatan anti polusi untuk mobil. Anoda platinum
digunakan secara ekstensif dalam sistem perlindungan katoda untuk kapal besar dan bejana
yang melewati lautan, pipa, baja dermaga dan lain-lain. Kawat platinum yang sangat halus
akan berkilau merah terang bila ditempatkan dalam uap metil alkohol, di mana platinum
berperan sebagai katalis, untuk mengubah alkohol menjadi formaldehida. Fenomena ini
digunakan secara komersial untuk memproduksi pemantik api rokok dan penghangat tangan.
Hidrogen dan oksigen dapat meledak dengan adanya platinum.

4. Untuk Peralatan Laboratorium


Platina juga dipakai dalam laboratorium, untuk unsur pemanas tungku-tungku listrik bila
membutuhkan panas yang tinggi, dapat mencapai diatas 1300 C. Pemakaian platina dalam
teknik listrik antara lain untuk peralatan laboratorium yang tahan karat, kisi tabung radio
yang khusus dan sebagainya.
Platina dapat dibentuk menjadi filamen yang tipis dan batang yang tipistipis. Penggunaan
platina pada teknik listrik juga antara lain adalah untuk elemen pemanas pada laboratorium
tentang oven atau tungku pembakaran yang memerlukan suhu tinggi yaitu diatas 1300oC,
untuk termokoupel platinarhodium. Platina dengan diameter kurang lebih 1 mikron
digunakan untuk menggantung bagian gerak pada meter listrik dan instrumen sensitif
lainnya, bahan untuk potensiometer.

Soal dan Jawaban


1. Di pegunungan manakah platinum banyak ditemukan?
Jawab :
Platinum banyak ditemukan di Pegunungan Ural, Rusia.
2. Apa yang dimaksud dengan Elemen Siderophile?
Jawab :
Elemen Siderophile merupakan kelompok logam transisi yang memiliki kerapatan sangat
tinggi yang terikat dengan logam besi pada kondisi padat ataupun cair.
3. Sebutkan cara apa saja yang digunakan untuk memurnikan platina!
Jawab :
1. Mencuci dengan air
2. Elektromagnet
3. Dengan Cara dibakar
4. Mencampur dengan Klorida ataupun Asam Sulfat
5. Proses Aqua Regia
6. Menggunakan Meja Beludru dan Pemisah Magnet
4. Mengapa zat pengotor pada platina dapat dihilangkan dengan cara dibakar?
Jawab :
Karena platinum memiliki titik lebur yang lebih tinggi daripada kebanyakan zat lain, maka
banyak pengotor dapat dihilangkan dengan membakar sehingga kotoran tersebut akan
meleleh tanpa melelehkan platinum.
5. Sebutkan kegunaan platina dalam bidang teknik dan listrik!
Jawab :
1. Bahan Kontak Listrik
2. Bahan Pelapis
3. Sebagai Katalis
4. Untuk Peralatan Laboratorium

DAFTAR PUSTAKA
http://wulandaripancaa.blogspot.co.id/2015/02/logam-platina.html

http://www.slideshare.net/zaramalia33/logam-platina

http://metal.about.com/od/properties/a/Platinum-Production.htm