Anda di halaman 1dari 43

LAPORAN KEGIATAN MAGANG PROFESI

TAMAN BUAH MEKARSARI


CILEUNGSI, BOGOR, JAWA BARAT

Budidaya Dan Pascapanen Tanaman Jambu Biji Kristal


(Psidium guajavam L.)

Disusun oleh :
Sekar Sulistiyani
20130210042

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2016
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN KEGIATAN MAGANG PROFESI DI TAMAN BUAH MEKARSAI
BUDIDAYA DAN PASCAPANEN TANAMAN JAMBU BIJI KRISTAL (Psidium
Guajava)

Oleh:
Sekar Sulistiyani
20130210042

Telah disetujui dan disahkan sebagai Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan

Pada tanggal 31 Oktober 2016

Yogyakarta, 31 Oktober 2016

Dosen Penguji Magang Lapangan Dosen Pembimbing Magang

Dudi Zen, SE Ir. Achmad Supriyadi, M.M

NIK. 10137 NIK. 19510402199003133007

Mengetahui :

Komisi Magang

Chandra Kurnia Setiawan, SP. M.Sc.

NIK: 19871007201310 133 058

ii
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmaanirrohiim, Rasa syukur yang dalam saya panjatkan kepada


tuhan yang Maha Esa atas berkat, rahmat dan karunia-Nya, saya dapat menyelesaikan
laporan magang ini sesuai dengan harapan yang berjudul Budidaya Dan Pascapanen
Tanaman Jambu Biji Kristal (Psidium Guajava) yang dibuat dalam rangka untuk
memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi Agroteknologi di
Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Kegiatan magang
dilaksanakan di Taman Buah Mekarsari Bogor, mulai tanggal 21 september sampai
dengan 31 oktober 2016.
Dalam proses penyelesaian laporan kegiatan magang, banyak mendapatkan
bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini saya
mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Ir. Bambang Sutjipto, selaku rektor Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta
2. Ir. Sarjiyah, M.S selaku selaku Dekan Fakultas Pertanian
3. Ibu dan Ayah tercinta, yang telah membimbing dan membantu baik moral
ataupun materil, serta doa-doa dan ketulusan hatinya yang telah
diberikan.
4. Ibu. Anna Sartika Hutapea dan Bpk Dudi Zen selaku Pembimbing
Lapangan
5. Pimpinan, staff, para karyawan, penanggung jawab blok, penanggung
jawab kebun yang telah berkenan secara ikhlas dalam menularkan
ilmunya.
6. Teman terdekat dan sahabat yang selalu memberi motivasi, sehingga
laporan magang ini dapat terselesaikan.
7. Serta semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan
laporan ini
Tentunya saya sebagai penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan
magang ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu saya mohon minta
kritik dan saran yang baik untuk memperbaiki laporan ini. Semoga laporan
magang yang saya susun ini bisa bermanfaat bagi saya dan pada pembaca.

Yogyakarta,
Penulis

iii
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN.............................................................................................ii
KATA PENGANTAR.........................................................................................................iii
I. PENDAHULUAN.......................................................................................................iv
A. Latar Belakang.........................................................................................................iv
B. Tujuan......................................................................................................................vi
II. PROFIL TAMAN BUAH MEKARSARI....................................................................7
A. Letak Geografis........................................................................................................7
B. Sejarah Singkat Taman Wisata Mekarsari................................................................7
C. Visi dan Misi.............................................................................................................9
D. Struktur Organisasi dan Ketenagaankerja...............................................................10
III. PEMBAHASAN.....................................................................................................12
A. Kegiatan Pokok.......................................................................................................12
1. Persiapan lahan...................................................................................................12
2. Pembuatan lubang tanam....................................................................................14
3. Perbanyakan........................................................................................................16
4. Pembibitan..........................................................................................................19
5. Penanaman..........................................................................................................20
6. Pemeliharaan bibit tanaman baru........................................................................21
7. Pemeliharaan Tanaman Jambu Biji Kristal.........................................................22
8. Pemasaran...........................................................................................................38
B. Kegiatan Tambahan................................................................................................39
1. Pemasaran bibit tanaman....................................................................................39
2. Stand putri malu dan buah langka.......................................................................39
3. Pendampingan pelatihan.....................................................................................40
IV. PENUTUP..............................................................................................................41
C. Kesimpulan.............................................................................................................41
D. Saran.......................................................................................................................41

iv
v
1

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Jambu batu (Psidium guajava) atau sering juga disebut jambu biji, jambu siki dan
jambu klutuk merupakan salah satu jenis buah perdu yang mempunyai nilai ekonomis
tinggi dan potensi pasar yang baik. Jambu biji dapat berbuah sepanjang tahun dan puncak
panen sekitar bulan januari-maret. Salah satu kandungan nutrisi yang terdapat pada jambu
yang bermanfaat untuk tubuh adalah asam askorbat atau vitamin C. kandungan nutrisi
dalam buah jambu biji setiap 100 gram bahan yang dapat dimakan Energi 49,00 kal,
Protein 0,90 gram, Lemak 0,30 gram, Karbohidrat 12,20 gram, Kalsium 14,00 gram,
fosfor 28, 00 mg, Serat 5,60 gram, Besi 1,10 mg, Vitamin A 4,00 RE, Vitamin B1 0,05
mg, Vitamin B2 (Riboflavin) 0,04 mg, Vitamin C 87,00 mg, 1,10 gram (Emma S.
Wirakusuma, 1994)

Jambu biji kristal merupakan salah satu jenis jambu biji yang merupakan mutasi
dari residu Muangthai Pak, ditemukan pada tahun 1991. Diperkenalkan di Indonesia oleh
Misi teknik Taiwan pada tahun 2001, di lokasi proyek Mojokerto dilakukan percontohan
budidaya jambu Kristal. Jambu biji varietas Kristal mempunyai biji yang sangat sedikit
dibandingkan dengan buah jambu biji pada lainnya. Bentuk buahnya bulat sedikit
gepeng, pada permukaan buah terdapat tonjolan yang tidak merata, daging buah renyah.
Dimusim panas mutu buah lebih bagus, namun mudah terserang penyakit sehingga
perawatan lebih mahal (IPBCYBEX, 2013).

Jambu biji tumbuh diketinggian diatas 1000 meter dari permukaan laut (mdpl).
Pada suhu dibawah 15 derajat celcius pertumbuhannya jadi lambat, daun bisa terluka
menjadi merah gelap. Curah hujan yang paling cocok adalah 1000-3000 mm/th, pada
daerah dengan curah hujan kurang atau tidak merata memerlukan pengairan. pH yang
paling cocok berkisar 5.5 - 6.5, jika dibawah 4.0 pertumbuhannya tidak bagus. Tanah
2

yang paling ideal adalah tanah yang lapisan atasnya tebal dan dalam, pembuangan air
(run off) lanar dan kaya bahan organic (IPBCYBEX, 2013)

Taman Buah Mekarsari adalah salah satu tempat untuk budidaya buah-buahan
dengan kualitas yang baik dan cukup terkenal akan hasilnya. Taman Bauh Mekarsari
memiliki luasan lahan yang cukup besar sekitar 264 hektar lahan untuk tempat
pembudidayaan berbagai macam buah-buhan. Banyaknya jenis buah-buahan lokal yang
dibudidayakan memiliki masing-masing keunggulan dan keistimewaan dari hasilnya.
Selain memiliki luasan yang cukup besar Taman Buah Mekarsari terletak ditempat yang
cukup sejuk atau dingin, dan memiliki lingkungan yang bersih sehingga cocok untuk
dijadikan tempat budidaya buah-buahan yang menyehatkan. salah satunya adalah
tanaman buah jambu biji yang dibudidayakan membuat daya tarik sendiri untuk
mencoba belajar budidaya dan menangani pascapanen buah-buahan hasil tanam. Taman
Buah Mekarsari (TBM) memiliki beberapa koleksi jambu biji, mulai dari yang
berukuran sebesar bola bekel hingga buah yang tidak berbiji (seedless). Koleksi jambu
biji milik TBM antara lain jambu biji Kristal, Merah Getas, Super Red, Bangkok,
Khmer, Sukun, Susu, Varigata, dan masih banyak lagi. Koleksi tanamannya dapat
ditemukan di arealFamily Garden, Kebun Buah Blok A, Blok B dan Blok C.

Magang profesi merupakan salah satu kegiatan yang ditempuh oleh mahasiswa
untuk melatih diri dalam menghadapi situasi kerja, meningkatkan kualitas SDM yang
diharapkan dapat bersikap terampil, disiplin, tekun, dan jujur, serta mempunyai etos
kerja yang tinggi terhadap pekerjaan yang sedang dihadapi.Perusahaan akan
mendapatkan sumbangan ide baru atau saran untuk meningkatkan kualitas perusahaan
baik dari sisi manajemen maupun aplikatif di lapangan. Selain itu, dalam jangka panjang
SDM yang sudah berkualitas akan meningkatkan kinerja perusahaan sebagai user para
akademisi
3

B. Tujuan
1. Mengetahui dan memahami teknis budidaya tanaman jambu biji kristal yang ada
Taman Buah Mekarsari
2. Mengetahui dan memahami teknis panen dan pasca panen tanaman jambu biji
Kristal yang ada di Taman Buah Mekarsari.
3. Mendapatkan pengalaman untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan
tentang praktik kerja secara nyata di lapangan.
4. Mendapatkan pengalaman kerja sesuai dengan Jurusan Agroteknologi
5. Meningkatkan kualitas kemampuan diri dalam duni kerja sesuai dengan Jurusan
yang diampu Agtroteknologi
II. PROFIL TAMAN BUAH MEKARSARI

A. Letak Geografis
Taman Wisata Mekarsari yang dikelola PT Mekar Unggul Sari terletak di
Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, meliputi Desa Mekarsari, Desa dayeuh, Desa
Mampir dan Desa Cileungsi Kidul. Letak Geografis Taman Wisata Mekarsari adalah 06
- 35 LS dan 52 - 106 BT dengan kemiringan lahan 0 8 % serta ketinggian tempat
70 mdpl. Menurut Schmidt dan Ferguson tipe iklim di Taman Wisata Mekarsari termasuk
tipe iklim A dengan curah hujan 2000 4000 mm/th, suhu rata rata 25, 0 C dengan
kelembaban relatif 80 90 %. Jenis tanah di TWM adalah jenis tanah latosol yang cocok
untuk perkebunan karet dengan warna tanah coklat sampai kemerahan, tekstur tanah
sedang sampai dengan berat, struktur tanah remah sampai dengan gembur, dengan
infiltrasi air lambat sampai dengan tinggi, kandungan bahan organik kurang dari 2 %
dengan pH tanah 4,5 6,0.

Taman Wisata Mekarsari memiliki lahan seluas 264 Ha yang merupakan lahan
bekas perkebunan karet. Pembagian lahan di Taman Wisata Mekarsari adalah 88 Ha di
pakai sebagai kebun buah yang terdiri atas 5 blok yaitu Blok A Blok E, lansekap 20 Ha,
danau 27,5 Ha, areal pengembangan 99 Ha, penggunaan lahan secara lebih lengkap dapat
dilihat pada tabel 7. Sebagai salah satu obyek wisata agro, Taman Wisata Mekarsari
mudah dijangkau karena letaknya yang strategis yaitu di Jl. Raya Cileungsi Jonggol km
3 yang berjarak 45 km dari kota Bogor, 30 km dari Jakarta dan 20 km dari Bekasi.

B. Sejarah Singkat Taman Wisata Mekarsari


Taman Wisata Mekarsari pada awal berdirinya bernama Taman Buah Mekarsari,
dimana areal lahannya merupakan lahan perkebunan karet milik PTP IX yang sudah tidak
produktif. Gagasan pembangunan Taman Wisata Mekarsari berasal dari Almarhumah Ibu

4
5

Tien Soeharto yang berkeinginan untuk membangun sebuah tempat koleksi dan
pelestarian plasma nutfah tropis khas Indonesia sebagai wahana penelitian, budidaya dan
wisata. Perancangan dan pembangunan Taman Wisata Mekarsari dilakukan oleh
perusahaan swasta yaitu PT EXOTICA dan pembangunan dilaksanakan pada tahun 1990.
Proses pembngunan secara keseluruhan terdiri atas 4 tahap yaitu :

1. Pembangunan tahap I : meliputi sarana penunjang yaitu pekerjaan persiapan


sarana penunjang (pintu gerbang dan pemagaran, jalan, jembatan, saluran air, pos
penjaga, menara pengawas, bangunan rumah plastik, gedung air terjun, kolam air
mancur, pembuatan pintu air danau), pekerjaan penanaman (kebun buah produksi,
buah langka, kebun sayur, kebun bibit dan hidroponik), pekerjaan instalasi listrik
dan mengerjakan instalasi air.
2. Pembangunan tahap II : berupa pekerjaan pendahuluan, parkir, plaza dan gedung
pengelola, pembangunan shelter, toilet umum, pembuatan pagar depan (gerbang
Candi Bentar), pembuatan menara pandang.
3. Pembangunan tahap III : meliputi pembangunan laboratorium, pembangunan
gudang (pasca panen, pupuk dan alat), pembangunan pool kendaraan dan bengkel.
4. Pembangunan tahap IV : dalam bentuk pekerjaan pembangunan hotel, ruang
konfrensi dan landscape di sekitar danau.

Proyek ini merupakan partisipasi aktif Yayasan Purna Bhakti Pertiwi dalam
rangka pengembangan bidang pertanian dan pariwisata. Tujuan khusus proyek ini antara
lain :

a. Menciptakan kebun hortikultura yang terdiri dari kebun buah-buahan, sayur-


sayuran, bunga dan tanaman hias yang berfungsi sebagai kebun produksi, koleksi
dan plasma nutfah.
b. Memberikan alternatif obyek wisata baru, baik bagi wisatawan asing maupun
domestik.
6

c. Sebagai taman rekreasi hortikultura yang dapat dikembangkan menjadi pusat


studi hortikultura bagi tanaman buah-buahan dan sayuran dataran rendah.
d. Menciptakan lapangan kerja baru dilingkungan Kecamatan Cileungsi.
e. Memanfaatkan secara maksimal segenap potensi yang mencakup asas
pertimbangan keselarasan lingkungan tetap terjaga.
f. Secara ekonomi diharapkan proyek ini dapat mendatangkan keuntungan.
Secara umum tujuan pembangunan Taman Wisata Mekarsari adalah sebagai pusat
pendidikan dan pengembangan hortikultura meliputi tanaman buah-buahan, sayuran serta
tanaman hias sebagai alternatif untuk tempat pariwisata baik wisatawan domestik
maupun mancanegara, sebagai tempat koleksi tanaman buah khususnya buah-buahan
khas Indonesiua dan diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi
masyarakat di sekitar Taman Wisata Mekarsari.

Peresmian Taman Wisata Mekarsari bertepatan dengan hari pangan sedunia yang
ke XVI yaitu pada tanggal 14 Oktober 1995 yang menandai kebangkitan buah-buahan
Indonesia. Pengelolaan Taman Wisata Mekarsari diserahkan pada PT Mekar Unggul Sari
yang didirikan pada tanggal 14 April 1995 dan beroperasi penuh pada 1 Januari 1995.

Pada tanggal 14 Oktober 2004 bertepatan dengan ulang tahun Taman Buah
Mekarsari yang ke-9, Taman Buah mekarsari berganti nama menjadi Taman Wisata
Mekarsari dan tetap memfokuskan ciri pada pertama kali berdiri yaitu dibidang wisata
khususnya wisata agro yang mempunyai tagline Taman Wisata Mekarsari Berwisata Di
Tengah Kebun Buah.

C. Visi dan Misi

Visi yang diterpkan oleh TAMAN BUAH MEKARSARI adalah Agroturism and
Education / Consultan Service

Misi yang ingin dicapai :

Meningkatkan daya tarik wisata melalui diservikasi produk (temati dan penuh
petualangan) dan mutu pelayanan wisata.
7

Menciptakan kebun hortikultura yang terdiri dari kebun buah-buahan, sayuran,


bunga-bungaan, dan tanaman hias yang berfungsi sebagai kebun produksi, kebun
koleksi juga sekaligus sebagai plasma nuftah.

D. Struktur Organisasi dan Ketenagaankerja


PT. Mekar Unggul Sari selaku pengelola Taman Wisata Mekarsari dipimpin oleh
seorang Direktur Utama dibantu oleh seorang General Manager yang bertugas
memimpin operasional harian perusahaan, bertanggung jawab atas jalannya roda
perusahaan, memberikan pertimbangan atas kinerja perusahaan serta mengontrol dan
mengevaluasi hasil perencanan perusahaan. General Manager juga dibantu oleh seorang
penasehat atau pengawas yaitu Advisor, selain itu General Manager juga dibantu oleh
Legal yang bertugas memberikan bantuan atau masukan tentang masalah hukum.
General Manager membawahi lima divisi, yaitu Divisi Komersil, Divisi Operasional,
Divisi Akuntansi dan Keuangan, Divisi Agro, dan Divisi Proyek Pengembangan Khusus
(PPK). Mekanisme kerja masing-masing Divisi adalah sebagai berikut:
1. Divisi Komersial
Berperan dalam pengembangan usaha PT. Mekar Unggul Sa yang meliputi
pengembangan bidang usaha wisata (bertanggung jawab atas jalannya
pengembangan kemajuan wisata agro di PT. Mekar Unggul Sari),
pengembangan usaha Agro (bertanggung jawab atas perkembangan Taman
Wisata Mekarsari dalam bidang agronomi) dan pengembangan usaha khusus
(bertanggung jawab atas proyek-proyek khusus yang telah diprogramkan oleh
perusahaan termasuk SPBU).
2. Divisi Operasional
Divisi yang bertanggung jawab atas jalannya operasi dalam perusahaan.
Membawahi tiga bagian:
a. Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) dan Hubungan Industrial
Bertanggung jawab terhadap kinerja seluruh karyawan dan staf serta dalam
bidang perekrutan karyawan baru, keamanan dan HI, kebijakan dan administrasi
personalia yang ada di PT. Mekar Unggul Sari.
8

b. Bagian Umum dan Pengadaan


Berperan dalam pengadaan dan pembangunan sarana dan prasarana yang
dibutuhkan oleh perusahaan.
c. Bagian Sarana dan Pemeliharaan
Bertugas mengurusi semua sarana dan prasarana dalam memenuhi kebutuhan
perusahaan berupa transportasi karyawan, pengadaan logistik dan rumah tangga.
d. Divisi Akuntansi dan Keuangan terdiri atas tiga bagian, yaitu:
i. Bagian Keuangan
ii. Bagian Akuntansi berwenang dalam pembukuan dan bagian keuangan
berwenang dalam penerimaan maupun pengeluaran kas perusahaan
iii. Bagian EDP dan INF Center membawahi seksi data dan seksi distribusi
informasi.
3. Divisi Agro
Divisi yang bertanggung jawab terhadap kegiatan penelitian, produksi, kebun
bibit tanaman, Diklat dan perpustakaan.
4. Divisi Proyek Pengembangan Khusus
III. PEMBAHASAN

A. Kegiatan Pokok
Kegiatan pokok yang dilakukan di Taman Buah mekarsari selama magang adalah
budidaya sampai panen , dan pascapanen jambu biji Kristal, budidaya mulai dari pra
tanam (pemetaan, perbanyakaan, pembuatan lubang tanam, penanaman), perawatan,
hingga panen , dan pascapanen. Kegiatan tersebut dilakukan hari senin sampai sabtu
mulai dari jam 08.00-17.00 yang berlokasi di Blok B.
Luas area kebun tanaman jambu biji kurang lebih 2000 m2 dalam luasan area
tresebut terdapat 5 varietas tanaman jambu biji seperti sukun panjang sejumlah 15
pohon, Kristal sejumlah 116 pohon, sukun merah 84 pohon, merah getas 10 pohon, dan
super red 1 pohon, dengan total tanaman 226 pohon tanaman jambu biji. Selain terdapat
tanamana utama jambu biji, tredapat beberapa tanaman koleksi dalam area kebun seperti
markisa rola, markisa herbis, srikaya merah, tanaman gac, dan Barbados cherry. Adapun
beberapa kegiatan yang dilakukan selama magang meliputi:

1. Persiapan lahan
Persiapan lahan untuk budidaya tanaman jambu biji dengan melihat kondisi lahan
dan luas lahan yang akan digunakan. Melihat kondisi lahan yang akan digunakan
meliputi pH tanah dan topografi lahan (kemiringan), serta tingkat kesuburan lahan.
Kemudian lahan yang akan digunakan dibersihkan dari rumput-ruput yang tumbuh liar,
memebersihkan dari sisa-sisa ranting yang terjatuh.
Setelah persiapan lahan selanjutnya, pemetaan adalah penentuan titik AS atau titik
tengah, pola tanam, titik tanam, dan jarak tanam. Pemetaan terbagi menjadi dua metode
yaitu konvensional dan modern. Pemetaan modern adalah pemetaan dengan
menggunakan alat yang lebih cangih (Teodolit), penggunaan metode modrn hanya untuk
luasan lahan dengan skala besar. Metode pemetaan konvensional adalah pemetaan
menggunakan alat-alat yang sederhana dan luasan lahan yang akan ditanami tidak begitu
luas.

9
10

Pemetaan yang digunakan di mekarsari yaitu modern, dengan menggunakan alat


dan bahan yang digunakan yaitu tali rafia atau tali tambang, gunting, pisau, ajir dengan
panjang kurang lebih 2 meter, mall, meteran. Tahapan yang dilakukan pada saat
pemetaan adalah:
a. Pembuatan mal dengan menggunakan bambu, bambu dipotong sesuai ukuran
lubang tanam yang akan dibuat, bambu dipotong sejumlah 6 potong dan
disambungkan menggunakan tali rafia hingga membentuk persegi empat dan di
bagian tengah diberi bambu dengan bentuk silang (x).
b. Selanjutnya pembuatan ajir, ajir dibuat dengan panjang 2 meter.
c. Kemudian menentukan arah matahari, fungsi dari penentuan tersebut agar
tanaman yang akan ditanam terkena intensitas cahaya matahari cukup lama,
karena cahaya matahari menjadi salah satu faktor penting untuk membantu
pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman.
d. Penentuan titik AS atau titik tengah, penentuan titik tersebut dengan
menggunakan bentangan dua tali, tali yang pertama diarahkan dari timur ke barat
mengikuti arah matahari selanjutnya tali kedua dari selatan ke utara. Pertemuan
kedua titik tali tersebut yang menjadi titik AS atau titik tengah yang menjadi
patokan dalam menentukan titik tanam. Sebelum titik AS ditetukan dan diberi
tanda, pertemuan tali dari kedua bentangan harus diukur sesuai dengan sudut siku-
siku 900. Fungsi dari pengukuran sudut tersebut agar pada saat penentuan titik
tanaman selanjutnya lurus rapi mengikuti titik tanam, alat yang digunkan dalam
pengukuran sudut dapat menggunakan buku, dan penggaris. Selanjutnya titik AS
yang sudah diketahui diberi tanda menggunakan ajir, ajir yang digunakan
panjangnya kurang lebih 2 meter.
e. Pola tanam, adalah penentuan urutan atau barisan tanaman, tujuan penentuan pola
tanam yaitu agar lahan yang tersedia dapat termanfatkan secara maksimal. Untuk
pola tanam terbagi menjadi tiga yaitu pola zig zag, persegi panjang, dan persegi
empat. Penentuan pola tanam tersebut melihat tanaman apa yang akan ditanam,
dan berapa luas area yang tersedia. Pola tanam yang digunakan untuk tanaman
11

jambu bijiadalah pola tanam persegi empat, karena tanaman jambu biji memeiliki
pohon yang tidak terlalu besar dan tidak tinggi.
f. jarak tanam, yaitu memberikan ruang tumbuh dan berkembang pada tanaman
agar dapat tumbuh dengan baik. Pembuatan jarak tanam menggunakan beberapa
alat seperti tali tambang atau tali rafia yang sudah di potong atau ditandai sesuai
ukuran jarak tanam yang akan digunakan, dan ajir. Cara kerja pembuatan jarak
tanam yaitu membentangkan tali, ujung tali diletakkan pada ajir titik tengah atau
titik AS kemudian dibentangkan sepanjang tali yang sudah diberi tanda kemudian
diberi patokan menggunakan ajir, dan selanjutnya mengikuti cara kerja yang sama
hingga didapatkan jarak tanam dan jumlah yang diinginkan. Jarak tanam yang
digunakan untuk tanaman jambu biji Kristal yaitu 2 x 3 meter.

Penyesuaian sudut siku-siku Pembuatan jarak tanam

2. Pembuatan lubang tanam


Setelah didapatkan pola tanam dan jarak tanam yang sesuai tanaman
jambu biji kemudian pembuatan lubang tanam. Pembuatan lubang tanam harus
disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan di tanam, dan mengikuti tanda-tanda
yang sudah di buat melalui pemetaan. Adapun beberapa cara pembuatan lubang
tanam :
a. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan meliputi cangkul, garpu,
ajir, pupuk kandang, furadan 3G, tali rafia, dan mall (alat untuk patokan
12

lubang tanam).
b. Menentukan ukuran lubang tanam sesuai dengan jenis tanaman yang akan
ditanam. Untuk ukuran lubang tanam jambu biji kurang lebih 2x3 meter
c. Pembutan lubang tanam harus dibuat lebih besar dari ukuran mal, agar
tidak mengecil ukurnnya kebawah. Pada saat pembuatan lubang tanam
harus di pisahkan antara tanah lapisan atas (Top soil) dan tanah lapisan
bawah (Sub soil), karena kandungan unsur hara yang terdapat di antara
kedua jenis tanah berbeda. Cara mengetahui perbedaan tanah Top soil dan
Sub soil dengan menggali tanah kurang lebih sedalam 30 cm, atau dengan
melihat perbedaan warna dari tanah. Tanah Top soil warnanya lebih gelap
dibandingakan dengan tanah Sub soil. Tanah lapisan atas (Top soil)
memiliki kandungan seperti Al (Alumunium), Fe (zat besi), dan bahan
organik >20%, ini yang menyebabkan warna dari tanah lapisan atas (Top
soil) lebih gelap. Untuk tanah lapisan bawah (Sub soil) memiliki
kandungan yang sama dengan tanah lapisan atas (Top soil) namun
jumlahnya lebih sedikit sekitar <20%, karena kandungan unsur yang
tersedia didalam tanah lapisan bawah (Sub soil) sisa hasil pencucian yang
terbawa oleh air dari tanah lapisan atas (Top soil) sehingga warna tanah
lapisan bawah lebih terang (merah).
d. Setelah lubang tanam jadi kemudian di lihat apakah sudah sesuai dengan
ukuran yang diinginkan, caranya dengan memasukkan mall kedalam
lubang, apabila mall masih tersangkut sisinya dengan tanah maka lubang
belum sesuai sisinya
e. Kemudian lubang tanam didiamkan selama satu minggu, agar lubang
tanam bebas dari menurunkan derajat kemasaman, dan terbebas dari
racun-racun yang ada didalam tanah.
f. Setelah satu minggu tanah lapisan atas (Top soil) dan tanah lapisan bawah
(Sub soil) diberi tambahan pupuk kandang sebanyak 25 kg dan arang
sekam dengan perbandingan 25% pupuk kandang atau 6,25 kg dan 1
13

kantong arang sekam atau 5 kg untuk Top soil kemudian 75% atau 18,75
kg pupuk kandang dan 2 kantong arang sekam atau 10 kg untuk Sub soil,
agar kandungan unsur hara di tanah dapat seimbang, dan tanah yang sudah
tercampur dengan pupuk kandang dan arang sekam dimasukkan kembali
kedalam lubang tanam. Setelah itu di diamkan selama satu minggu.

Sub soil Top soil

Pembuatan lubang tanam Tanah top soil dan sub soil

Pengukuran lubang menggunakan mal Pemberian pupuk kandang dan arang


sekam

3. Perbanyakan
Perbanyakan tanaman di Tanaman Buah Mekarsari dilakukan di nursery,
Kegiatan yang dilakukan meliputi pembibitan tanaman dan perbanyakan tanaman.
Tanaman jambu biji Kristal dapat diperbanyak secara vegetative yaitu
pencangkokan. Adapun beberapa cara yang dilakukan meliputi,
14

Perbanyakan

Menyiapkan alat dan


bahan

Memilih batang yang Pembuatan media


sudah diap dicangkok cangkok dari cocopeat

Membuat sayatan dan Perendaman sabut


dikerik pada batang kelapa halus

Dibiarkan selama 2 jam Dimasukkan kedalam


plastik es

Pemberian ZPT (Root-up) Dibuat menjadi bulatan


bola

Sayatan ditutup dengan


media cocopeat

Diikat menggunakan tali


putih

a. penyiapan alat dan bahan diantaranya cuter, ZPT, media cocopeat ,


tali/benang putih, air, ember, plastik es.
b. Pembutan bola cangkok, cangkok berasal dari cocopeat (serabut kelapa
kering) yang sudah dikeringkan adan diayak. Serabut kelapa yang
halus kemudian direndam di dalam air selama 5 menit, setelah itu
diremas agar air yang terserap air berkurang karnena tujuan
perendaman hanya untuk membasahi serabut dan tetap lembab pada
saat dicangkokkan pada batang. Cocopeat yang sudah diremas
dimasukkan kedalam plastik es dan dipadatkan hingga membentuk
15

bola.
c. Kemudian tahap pertama menentukan batang yang sudah siap untuk
dicangkok dengan ciri-ciri pohon yang akan dicangkok sudah pernah
berbuah, tanaman sehat, kuat, dan batang bewarna kecoklatan. Panjang
batang yang akan dicangkok kurang lebih 5 meter.
d. Batang yang sudah dipilih, lalu batang dibuat sayatan melingkar
bagian atas dan bawah dan dikerok dengan menggunakan cuter hingga
bersih atau yang bewarna keputih-putihan hilang panjang batang yang
dikerok kurang lebih 3 cm atau sebesar jari orang dewasa.
e. Setelah batang bersih dari diamkan kurang lebih 2 jam agar kering,
bagian atas batang yang dikerok kemudian diolesi Zat Pengatur
Tumbuh (ZPT) secukupnya, agar merangsang pertumbuhan akar
dengan cepat dan tumbuh dengan baik. Cangkokan akan tumbuh akar
kurang lebih 3 bulan, dengan ciri-ciri akar berwarna coklat.
f. Tahap terakhir ditutup dengan media cocopeat yang sudah dibelah
bagian tengah bola cangkok ,penggunaan media cocopeat karena
medianya halus sehingga akar mudah tumbuh menyebar didalam
media dan media bertahan untuk kelembabannya sehingga tidak perlu
penyiraman Hasil cangkokan yang sudah dibuat dapat dipanen kurang
lebih 2-3 bulan setelah pembuatan.

Tahap pertama perbanyakan Batang yang suduh bersih dari kambium


16

Pemberian ZPT Tahap terakhir menutup batang dengan


cocopeat dan diikat

4. Pembibitan
Setelah hasil cangkokan sudah dapat dipanen, bibit lalu pindahkan ke
media selanjutnya yaitu media polybag ukuran 25 x 30 dengan campuran tanah,
pupuk kandang, dan sekam dengan perbandingan 1:2:3. Batang cangkokan yang
pindahkan harus dikurangi daunnya agar mengurangi terjadinya penguapan yang
berlebih, sehingga bibit dapat beradaptasi dengan lingkungan baru dengan baik
Awal pembibitan tanaman cangkokan perlu adanya perawatan seperti
penyiraman rutin sehari dua kali dan pengendalian OPT apabila terdapat
serangan hama pada calon-calon daun dengan dosis paling rendah. Kemudian
setelah tiga bulan bibit tanaman jambu biji Kristal diberi perawatan pemupukan
menggunakan pupuk kimia NPK 15-15-15 dengan dosis tiga gram. Setelah
pembibitan selama 1 tahun bibit sudah siap untuk di tanam di lahan.
17

Pembibitan tanaman jambu Kristal

5. Penanaman
Penenaman dilakukan setelah 2 minggu lubang tanan dibuat, dan mendapatkan
bibit tanaman yang sudah siap untuk di tanam. Ciri bibit tanaman yang dapat ditanam
meliputi umur bibit kurang lebih satu bulan dari pembibitan, kemudian fisik tanaman
bagus (daunnya lebat, muncul buah pertama), akar tanaman dan batang dikira sudah
cukup kuat untuk ditanam dilahan. Adapun beberapa langkah untuk melakukan
penanaman meliputi,

a. menyiapkan alat dan bahan yang digunakan seperti cangkul, ajir, tali rafia,
dan air.
b. Selanjutnya pembuatan lubang tanam dengan ukuran media yang terdapat
didalam polybang dan bibit tanaman. Lubang tanam di taburi furadan 3G
sebanyak 5 gram/lubang, furadan adalah insektisida yang dapat
mengendalikan hama-hama penganggu tanaman yang terdapat didalam
tanah, bibit tanaman jambu biji dimasukkan kedalam lubang tanam dengan
tetap mempertahankan media yang didalam polybag agar pada saat
penanam akar-akar yang sudah tumbuh tidak lecet yang akan
menyebabkan tanaman stress dan mati. Bibit tanaman ditimbun dengan
sisa-sisa tanah.
18

c. beri peyangga pada bibit tanaman menggunakan ajir dan ikat


menggunakan tali rafia, agar tanaman dapat tumbuh tegak dan tidak roboh
ketika terkena angina dan siram tanaman dengan air secukupnya.

Pemberian Furadan 3G Pemberian penyangga padaa tanaman

6. Pemeliharaan bibit tanaman baru


Bibit tanaman jambu biji yang baru ditanam perlu adanya perawatan, agar
tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Adapun kegiatan
pemeliharaan bibit tanaman jambu baru diantaranya :

a. Penyiraman
penyiraman tanaman diberikan agar dapat memenuhi ketersediaan
air untuk mencukupi kebutuhan air pada tanaman, sehingga tanaman dapat
tumbuh dan berkembang dengan baik. Kegiatan penyiraman dapat
dilakukan dua kali sehari pagi dan sore, namun kegiatan penyiraman hanya
dilakukan pada musim kemarau saja atau melihat kondisi lapangan.

b. Penyulaman
penyulaman dilakukan untuk mengganti bibit yang mati dengan
bibit baru dengan umur seragam, biasanya penyulaman dilakukan 15 hari
setelah tanam. Kegiatan penyulaman sebaiknya dilakukan pada saat sore
hari agar tanaman dapat beradaptasi dengan lingkungan baru.

c. Pengguguran bunga dan buah / perompesan


Bunga dan buah yang baru muncul pada tanaman yang masih
19

belum cukup umur atau tanaman baru, maka harus dilakukan perompesan.
Perompesan dilakukan agar nutrisi yang diserap oleh akar tanaman
digunakan untuk memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan
tanaman baru.

7. Pemeliharaan Tanaman Jambu Biji Kristal


Pemeliharaan tanaman jambu biji Kristal dilakukan agar tanaman dapat
tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang berkualitas. Pemeliharaan yang
dilakukan meliputi:

a. Pemangkasan
Pemangkasan adalah pengurangan beberapa bagian tanaman, yang
meliputi pada batang, cabang, ranting yang tidak produktif, tunas air,
ujung-ujung cabang, cabang-cabang atau daun yang rusak dan yang
terserang hama/penyakit. Pemangkasan bertujuan untuk membentuk
sosok tanaman, meremajakan bagian-bagian tertentu pada tanaman, dan
memelihara tanaman agar tanaman tumbuh lebih baik dan berbuah
banyak. Terdapat tiga pemangkasan pada tanaman jambu biji , yaitu
pemangkasan ringan, pemangkasan sedang, dan pemangkasan berat:
1) Pemangkasan ringan
Pemangkasan ringan pada budidaya jambu biji Kristal
bertujuan untuk mengatur pertumbuhan cabang, membuang
cabang-cabang dan ranting-ranting yang rusak (mengering atau
sakit), membuang tunas-tunas yang tumbuh pada batang, tunas
yang tumbuh tumpang tindih, dan pembuangan sebagian daun
(daun yang mengering dan yang terserang hama penyakit).
Pemangkasan ringan menggunakan alat gunting stek.
Pemangkasan ringan dilakukan apabila tanamana jambu biji sudah
trelihat rimbun dan percabanganya sudah terlalu banyak.
2) Pemangkasan sedang
Pemangkasan sedang yaitu pengurangan batang-batang
20

tanaman. Pemangkasan sedang bertujuan untuk membentuk


pohon agar diperoleh bentuk tanaman ideal dengan jumlah
percabangan terbatas (pendek) dan merangsang tumbuhnya
tunas-tunas bunga atau buah sehingga tanaman dapat berbuah
maksimal. Teknik pemangkasan sedang pada tanaman jambu biji
dengan memotong percabangan yang berlebih dan sudah
melebihi ketinggian yang di inginkan, panjang batang kira-kira
tinggal 50 cm setelah pemangkasan, letak tempat pemangkasan
sekitar 1 cm di atas mata tunas. Pemangkasan sedang
menggunakan alat gergaji dan gunting stek.
3) Pemangkasan berat
Pemangkasan berat yaitu pembuangan seluruh batang
tanaman. Pemangkasan berat bertujuan untuk mengoptimalkan
kembali produksi tanaman jambu biji, yang dilakukan setelah
panen raya/panen besar. Setelah pemangkasan dilakukan, rentan
waktu 2 minggu tanaman akan muncul tuns-tunas baru dan akan
berproduksi kembali secara maksimal. Teknik pemangkasan berat
pada tanaman jambu biji Kristal yaitu jarak dari pangkal batang
ke atas kurang lebih sekitar satu meter, dan pemangkasan pada
batang tanaman harus mikiring atau berbentuk runcing, agar pada
saat terkena air hujan tidak langsung terserap pada batang dan
masuk kedalam batang yang akan menyebabkan kebusukan
batang hingga mati. Pemangkasan berat menggunakan alat
gergaji.
21

Pemangkasan kecil Pemangkasan sedang

d. Perompesan buah (penjarangan)


Penjarangan buah jambu biji Kristal dilakukan untuk
mendapatkan buah yang berkualitas lebih baik yaitu buah dengan ukuran
besar, bentuk normal, warna menarik. Penjarangan dapat dilakukan pada
saat umur tigga minggu setelah pembungaan. Jumlah buah jambu biji
Kristal dalam setiap cabangnya sekitar 1-2 buah saja, apabila dalam
setiap cabangnya dibiarkan memiliki jumlah buah yang terlalu banyak
atau lebih dari 3 maka hasilnya kurang baik seperti ukuran buah kecil,
bentuk buah tidak sesuai, karena adanya perebutan unsur hara pada
setiap pertumbuhan buahnya. Jarak antar buah minimal 10 cm atau satu
jengkal agar setiap bakal buah memiliki ruang cukup untuk berkembang
buah jambu biji Kristal dengan pertumbuhan baik, sehat, dan tidak cacat
yang dipilih utnuk dibesarkan. Alat yang digunakan dalam penjarangan
buah meliputi guntig stek.
22

Perompesan buah

e. Pembungkusan buah
Pembungkusan buah jambu biji Kristal dilakukan agar buah
terhindar dari hama lalat buah. Umur 2 bulan dari pembungaan buah
jambu sudah dapat dibungkus. Apabila pembungkusan dilakukan terlalu
cepat dengan kondisi buah masih terlalu kecil maka buah akan sulit
untuk berkembang sehingga buah akan rontok, dan apabila
pembungkusan dilakukan terlambat buah jambu biji akan rusak terkena
lalat buah . Pembungkusan buah jambu biji Kristal menggunakan Koran
dan plastik bungkus. Adapun beberapa cara dalam pembuatan
bungkusan jambu biji meliputi:
1) Buat lipatan Koran sesuai dengan ukuran plastik 8 cm yang
digunakan.
2) Potong setiap sudut bagian bawah plastik agar air tidak tergenang
didalam kantong plastik yang dapat menyebabkan buah menjadi
busuk
3) Kemudian Koran yang sudah dilipat dimasukkan kedalam plastik
yang telah dilubangi, koran yang dimasukkan harus sejajar dengan
bagian atas plastik agar pada saat pengikatan kebatang lebih
mudah. Pembungkusan buah harus dilakukan secara rutin agar
didapatkan buah yang berkualitas baik.
Tujuan penggunaan pembungkusan dengan kantong plastik untuk
23

menghidarkan serangan hama pada buah, dan pelapisan Koran agar


buah tidak terkena pancaran sinar matahari secara langsung yang
dapat membakar kulit buah jambu biji.
Plastik bungkus dapat digunakan sebanyak 2x saja, setelah itu plastik
akan rusak dan tidak dapat digunakan kembali. Kebutuhan plastik untuk
satu roll diperoleh kurang lebih 750 bungkus, dan untuk satu kg Koran
dapat dijadikan kurang lebih 1000 bungkus.

Pembungkusan buah

f. Penyiangan
Penyiangan adalah pemembersihkan gulma atau tanaman liar di
sekitar kebun dan area tanaman yang dapat mengganggu pertumbuhan
tanaman jambu biji Kristal. Penyiangan di lakukan sebanyak empat kali
setiap 3 bulan sekali. Tujuan dilakukannya penyiangan, untuk
mengurangi persaingan penyerapan unsur hara,masuknya sinar matahari,
dan mengurangi kelembaban di sekitar tanaman. Penyiangan dapat
dilakukan dengan dua cara meliputi:
1) Manual, yaitu penyiangan yang dilakukan dengan menggunakan
peralatan seperti sabit, parang, dan cangkul. Penyiangan dengan
metode manual hanya mengilangkan gulma yang ada disekitar
tajuk tanaman dengan cara membersihkan tanaman sampai akar-
akar, luas area yang dibersihkan dari gulma sekitar 2-3 m atau
selebar luas tajuk dari tanaman jambu biji Kristal.
2) Mekanis, yaitu penyiangan dilakukan dengan menggunakan
peralatan mesin. Penyiangan dengan menggunakan metode
24

mekanis cukup mudah dilakukan dan dapat menghemat waktu,


namun metode ini kurang efektif untuk digunakan karena mesin
hanya dapat membersihkan ujung-ujung tanaman saja sehingga
gulma dapat dengan cepat tumbuh kembali. Penyiangan dengan
metode ini dilakukan lebih intensif dibandingkan dengan metode
manual yaitu setiap satu bulan sekali. Alat yang digunakan untuk
penyiangan mekanis adalah mesin babat.

Penyiangan manual Penyiangan menggunakan mesin

g. Sanitasi kebun
Sanitasi kebun adalah pembersihan lungkungan kebun dari
sampah-sampah atau ranting-ranting tanaman, sisa buah yang rontok atau
perompesan, yang bertujuan menjaga kebersihan lingkungan agar tidak
menjadi inang bagi hama dan penyakit tanaman yang dapat menganggu
pertumbuha tanaman dan buah jambu biji.

h. Penyiraman
Penyiraman adalah pemberian air untuk tanaman dalam membantu
pengangkut makanan keseluruh organ tanaman, membantu penyerapan
unsur hara makanan, dan membantu proses fotosintesis ke seluruh daun.
Air menjadi faktor penting untuk tanaman. Penyiraman jambu biji
dilakukan apabila tidak turun hujan, pemberian air untuk jambu biji 10
menit dengan cara diairi menggunakan selang.
25

i. Pemupukan tanaman
Pemupukan adalah pemberian unsur hara atau nutrisi pada
tanaman. Pemupukan bertujuan untuk memenuhi ketersediaan unsur hara
secara maksimal dan tanaman dapat berproduksi dengan maksimal.
Untuk memenuhi kebutuhan makanan pada tanaman jambu biji Kristal,
jenis pupuk yang dapat digunakan adalah:
1) Pupuk organik
Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan,
kompos, dan pupuk hijau. Pemupukan organik pada tanaman jambu
biji di berikan 2 kali dalam 1 tahun yaitu, pada awal musim
penghujan dan di akhir musim penghujan, untuk dosis yang
digunakan setiap umur tanaman berbeda 25 kg untuk tanaman yang
berumur kurag lebih 1 tahun dan 50 kg untuk tanaman yang
berumur 21 tahun.
Selain pemberian pupuk kandang, tanaman jambu biji juga dapat
diberikan pupuk buatan, yaitu pupuk kohe. pemupukan
menggunakan pupuk buatan (kohe) biasanya dengan melihat
kondisi tanaman jambu biji, apabila terdapat tanaman yang rusak
atau kering dan akan mati baru di berikan pupuk buatan (kohe),
selain melihat kondisi tanaman penggunaan pupuk buatan (kohe)
juga apabila persediaan pupuk kimia sedang kosong. Dosis yang
digunakan untuk pupuk kohe sekitar 1 liter/pohon, diberikan secara
melingkar pada tanaman jambu Adapun cara pembuatan pupuk
kohe:

i. Menyiapkan alat dan bahan-bahan yang akan digunakan seperti


golok, gedebong pisang, pupuk kandang murni, Em4, gula merah,
drum, batang kayu (pengaduk), dan karung.
ii. Cacah gedebong pisang agar lebih cepat terurai oleh
mikroorganisme dan air.
26

iii. Masukkan 75 kg pupuk kandang kurang lebih 3 karung,


potongan gedebong pisang, Em4, 200 liter air.
iv. Kemudian aduk campuran tersebut menggunakan batang kayu
yang kuat dan panjang selama kurang lebih 20 menit.
v. Kemudian tutup drum dengan karung dan ikat dengan tali rafia.
vi. Letakkan drum ditempat yang teduh, dan diamkan selama
kurang lebih 2 minggu kemudian bisa di aplikasikan pada
tanaman.
vii. Selama penyimpanan kohe harus diaduk dua hari satu kali.
Adapun fungsi pupuk buatan (Kohe):
Fungsi pupuk buatan (kohe)
Memperbaiki kondisi tanaman
Mengganti sel-sel yang telah rusak
Memperbaiki kondisi tanaman yang sudah tidak produktif lagi.
2) Pupuk An organik yang merupakan pupuk kimia buatan pabrik
Pupuk an organik adalah pupuk kimia atau pupuk buatan dari
pabrik. Pupuk yang dapat diberikan majemuk NPK 16-16-16 atau
pupuk tunggal urea, sp36, dan KCl, namun apabila pupuk tunggal
tidak tersedia pemupukan dapat menggunkan pupuk majemuk yang
dijadikan pupuk tunggal dengan cara menghitung, membagi
kandungan NPK dengan jumlah total kandungan NPK, selanjutnya
dikalikan dengan kandungan dari masing-masing pupuk tunggal
urea, Sp 36, KCl dan dikalikan dengan dosis yang berikan untuk
tanaman jambu biji. Dosis pupuk majemuk yang diberikan untuk
tanaman jambu biji 1 kg pupuk/pohon.
Pemupukan yang dilakukan dikebun menggunakan tiga teknik
meliputi:
Tabur gembur, yaitu metode yang dilakukan pada saat musim
kemarau. teknik ini dilakukan dengan cara menaburkan
27

campuran pupuk kandang dan pupuk kimia (NPK) diberikan di


sekitar pohon jambu biji. Campuran pupuk ditaburkan merata
secara melingkar, kemudian tanah disekitar pohon jambu biji
yang sudah ditaburi pupuk digemburkan menggunakan garpu
atau cangkul dengan kedalaman 20-30 cm.
Larikan, teknik ini dilakukan pada saat musim hujan. Teknik ini
dilakukan dengan cara membuat lubang parit disekitar pohon
jambu secara melingkar, jarak larikan yang dibuat dari batang
pohon jambu sekitar 1 meter. Teknik ini bertujuan agar pupuk
yang diberikan tidak hilang terbawa aliran air hujan dan tetap
dapat terserap oleh perakaran tanaman.
Tugal, teknik ini digunakan pada musim hujan. Teknik ini
dengan membuat lubang sekitar 4-5 lubang disekitar tanaman,
tujuannya agar pupuk yang diberikan tidak hilang trekena
percikan air hujan dan dapat terserap oleh tanaman jambu biji.
Setelah diberikan campuran pupuk kandang dan pupuk kimia
kemudian lubang ditutup kembali menggunakan tanah yang ada
disekitar tanaman.

Pemupukan kohe
28

j. Pengendalian OPT (Organisme Penganggu Tanaman)


Hama dan penyakit adalah organisme yang menganggu dan
merusak pertumbuhan tanaman, dengan menyerang bagian-bagian
tanaman seperti daun, batang, bunga, akar, dan buah jambu biji Kristal.
Adapun beberapa jenis hama yang dapat menyerang tanaman jambu
biji Kristal dan penangannanya :
1) Lalat buah (Bactrocera, sp)
Lalat buah memiliki ukuran tubuh yang kecil, serangan
hama ini akan menurunkan hasil panen jambu biji Kristal. Cara
kerja lalat ini dengan menusuk buah dan akan memasukkan
telurnya kedalam buah yang masih kecil, dan ketika telur tersebut
tumbuh menjadi larva didalam buah akan memakan daging buah
jambu akibatnya buah akan menjadi busuk meskipun kulit
terluarnya terlihat baik namun belum tentu daging buanya juga
baik.
Pengendalian hama lalat buah tersebut dengan cara
pembungkusan buah dan membuat perangkap lalat buah.
Pembuatan perangkap buah menggunakna botol bekas
digantungkan disekitar area tanaman jambu biji Kristal yang
disemprotkan dengan perekat (super net) cara kerja perangkap
tersebut dengan cara mengundang lalat buah jantan untuk datang
mendekat ke perangkap dengan aroma yang disukai lalat buah
dan lalat tersebut akan menempel pada perangkap dan tidak dapat
lepas. Pemberian perangkap lalat buah pada saat buah jambu biji
berumur 1 bulan setelah berbunga.
Pada musim penghujan perangkap tersebut akan
bertahan selama kurang lebih satu bulan setengah, dan sekitar 3
bulan pada musim kemarau. Perangkap yang digunakan dengan
luas area kurang lebih 2000 m2 sekitar 22 botol dan 3 botol all
net.
29

Perangkap lalat buah

2) Penggulung daun atau ulat daun (handeuleum Doleschallia


polibete)
Ulat tersebut akan memakan daun muda dan menggulung
daun jambu biji, ukuran ulat ini sekitar 3 cm bewarna hijau
bergaris hitam. Serangan ulat tersebut akan merugikan tanaman
apabila jumlahnya sudah terbilang banyak, ulat ini akan
meningkat serangannya pada musim hujan karena daun muda
tumbuh dengan baik dan ulat suka dengan tempat yang lembab
untuk berkembang biak. Pengendalian ulat tersebut dengan
memangkas daun yang sudah terkena ulat dan dibakar, dan
mengurangi daun-daun cabang tanaman jambu biji agar tidak
terlalu rimbun, penyemprotan menggunakan insektisida racun
kontak (matador) apabila serangan sudah banyak dan tidak dapat
dikendalikan secara manual lagi. Penyemprotan insektisida
racun kontak dengan teknik kabut, teknik ini cukup efisian
dengan ukuran tanaman jambu biji Kristal yang tidak terlalu
besar dan menjulang tinggi, alat yang digunakan dalam
penyemprotan adalah mesin diesel. Dosis yang digunakan 150 ml
dicampur dengan air 200 liter, penyemprotan dilakukan dengan
melihat cuaca, cuaca yang cerah cocok untuk melakukan
penyemprotan agar obat yang diberikan tidak hilang terbawa air
30

hujan dan langsung mengenai ulat atau hama.

Kegiatan PHT (pengendalian hama terpadu)


3) Kutu putih (Pseudococidae)
Kutu putih memeiliki tubuh kecil, bewarna putih, dan
bersayap. Lalat putih hidup pada tunas-tunas dan daun muda
pada permukaan daun bagian bawah. Serangan lalat putih dengan
cara menghisap cairan sel tunas dan daun, sehingga pertumbuhan
daun dan tunas tidak bagus menjadi seperti mengeriting, dan
bergelombang.
Pengendalian lalat putih ini dengan cara memangkas
bagian daun atau tunas yang terserang lalat dan dibakar, dan
penyemprotan menggunakan insektisida (matador), dengan dosis
150 ml dan dicampur dengan 200 liter air.
Penyakit yang sering dijumpai menyerang tanaman jambu biji
umumnya golongan cendawan. Beberapa penyakit yang menyerang
jambu biji dan penangananya :
1) Bercak daun
Penyakit bercak daun pada tanaman jambu biji disebabkan oleh
beberapa jenis cendawan. Cendawan-cendawan yang dijumpai
menimbulkan bercak-bercak pada daun tanaman jambu biji
adalah Cercospora spp., Pestaliopsis sp., dan Gloeosporium sp.
Cendawan-cendawan tersebut masing-masing menimbulkan
gejala bercak yang khas.
Cendawan Cercospora spp., menyebabkan bercak putih pada
daun. Pada mulanya bercak-bercak berbentuk bulat atau tidak
31

beraturan bentuknya bewarna merah kecoklatan. Lalu, bagian


tengah bercak tersebut daoat menyatu membentuk bercak besar
berbentuk tidak beraturan bewarna putih dengan bagian tepi
bewarna kecoklatan.
Cendawan Pestaliopsis sp., menimbulkan bercak bewarna kelabu
pada daun-daun. Cendawan ini juga menyerang buah dan
menyebabkan penyakit kangker buah.
Cendawan Gloeosporium sp., penyebabkan daun-daun muda agak
mengeriting dan bercak-bercak pada tepi atau ujungnya.
Cendawan ini juga dapatmenyerang buah dan menyebabkan
penyakit antraknosa.
Pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut dapat dilakukan
dengan cara-cara berikut :
i. Sanitasi kebun, yaitu memusnahkan sisa-sisa tanaman yang
sakit.
ii. Memangkas daun-daun dan ranting yang sakit, kemudian
dikumpulkan dan dibakar.
iii. Penyemprotan dengan fungisida, apabila serangan
mencapai 50% menggunakan 100ml obat (redomil), 100
gram fungisida (antracol), dan dicampur 200 liter air.
3) Penyakit kanker batang
Penyakit kanker batang dapat disebabkan oleh cendawan
physalospora psidii Stevens et pierce dan cendawan
Botryosphaeria ribis. Cendawan tersebut hidup pada batang yang
hidup maupun mati. Factor yang dapat mendukung
berkembangnya cendawan adalah keadaan lingkungan yang
lembab, terutama pada waktu musim penghujan. Namun
penyakit kanker batang jarang ditemui pada tanaman jambu biji
Kristal yang terdapat di kebun mekarsari.
32

Tanaman jambu biji yang terserang kanker batang akan tampak


kulit batang dan cabang pecah-pecah (terkelupas), keluar cairan,
cabang mati, dan penyakit akan meluas ke seluruh pohon
akibatnya tanaman akan merana, layu, mati. Pengendalian
penyakit kanker bang dengan cara:
i. Memangkas cabang-cabang dan ranting yang terlihat
sakit. Agar tidak terlalu lembab yang menyebabkan
kedatangan cendawan.
ii. Penyuntikan, pengobatan ini dilakukan cukup efektif
untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Penyuntikan
dilakukan dengan cara membuat lubang pada batang
pohon dengan menggunakan alat bor dengan kedalaman
kurang lebih 3 cm, kemudian lubang tersebut disuntikan
dengan alat suntik yang sudah diberi cairan 2 ml antracol,
kemudian lubang ditutup dengan kapas dan ditekan
dengan kayu atau batang kecil (pantek).

k. Panen jambu biji Kristal


Buah jambu biji Kristal yang berasal dari dari cangkokan mulai
berbuah pada umur 1 tahun setelah tanam. Jambu biji dapat berbuah
terus menerus sepanjang tahun, namun ada beberapa musim jambu biji
Kristal berbuah lebat pada bulan September-Oktober dan pada bulan
Februari-Maret panen buah palig banyak. Jarak dari pembungkusan
hingga panen jambu biji Kristal kurang lebih 1,5 bulan sudah siap di
panen, dengan ciri-ciri ukuran buah membesar, dan warna buah jambu
biji Kristal hijau mengkilap dan keputih-putihan, cara memetik buha
dengan cara memotong tangkai buahnya dengan menggunakan gunting
pangkas (stek) yang tajam. Panen buah jambu Kristal dilakukan pagi
hari saat buah masih segar atau fresh, apabila belum datang masa
panen raya maka pemanenan dilakukan 3-4 hari sekali dan 1-2 hari
33

sekali apabila mendekati panen raya Pohon jambu biji Kristal dapat
menghasilkan kurang lebih 10 kg/pohon.

Panen jambu biji Kristal

l. Pascapanen
Buah jambu biji Kristal yang telah dipanen kemudian
dicuci menggunakan lap basah untuk menghilangkan kotoran
yang menempel. Proses pascapanen sendiri meliputi:

1) Sortasi
Sortasi merupakan proses pemisahan buah jambu biji yang
bagus dengan yang rusak/jelek, proses sortasi dilakukan di
kebun jambu biji. Buah jambu biji yang rusak/jelek tidak
akan dibawa ke gudang pascapanen. Buah jambu biji yang
rusak/jelek dengan ciri memiliki koreng pada kulit terluar
buah, cacat pada buah karena dimakan oleh burung,
bentuknya tidak bagus, dan terluka karena goresan. Buah
jambu biji yang sudah dipanen dan disortasi kemudian
dimasukkan kedalam keranjang buah yang sudah dilapisi
dengan Koran, pelapisan Koran bertujuan agar buah tidak
tergores terkena krangjang buah, peletakkan buah didalam
kranjang juga harus dengan posisi bagian kepala atau
bagian yang terdapat sisa tangkai harus berada di bawah
34

supaya tidak melukai buah lainnya. Kemudian buah


diangkut menggunakan mobil panen atau dengan
menggunakan motor apabila jumlah panenya hanya sedikit
sekitar 10-15 kg.
2) Grading
Grading merupakan proses pemisahan buah jambu biji
menurut kelasnya/grade:
Grade A : buah yang masih fress atau baru petik
Grade B : buah yang sudah masuk masasimpan selama 4
hari
Grade C : buah yang sudah masuk masa simpan selama >4
hari
keterangan, semakin lama buah disimpan semakin rendah
grade
buah tersebut.
3) Wrapping
Wrapping merupakan proses pengemasan buah jambu biji
yang telah dipanen. Pengemasan buah dilakukan
berdasarkan hasil grade. Pengemasan bertujuan agar buah
dapat terhindar dari kerusakan, dan mempermudah untuk
penjualannya. Pengemasan jambu biji menggunakan plastic
wrap dan steroform

Kegaiatan sortasi Buah jambu biji Kristal grade A


35

Mesin Wrapping

8. Pemasaran
Pemasaran adalah menjual produk atau hasil panen kepad konsumen. Hasil
panen atau produk Mekarsari hanya di jual di wahana atau toko yang berada didalam
area mekarsari. Penjualan buah jambu biji Kristal dijual dalam bentuk kemasan
menggunakan plastik polytilen dan sterofoam, dalam 1 kemasan terdapat sekitar 2
untuk ukuran buah besar dan 3-4 untuk ukuran buah sedang dan harga 1 kemasan
buah jambu biji Kristal setiap 1 kg nya sekitar Rp. 17.000. Buah jambu biji Kristal
menjadi salah satu buah yang banyak di beli oleh pengunjung, karena rasanya yang
manis, dan sedikit jumlah biji pada jambu biji varietas Kristal sekitar 20%
dibandinkan buah yang lainnya. prospek pemasaran buah jambu biji cukup bagus
dan terus meningkat akan permintan buah jambu biji tersebut, karena masih
sedikitnya petani diluar mekarsari yang menanam jambu biji varietas Kristal dan
meningkatnya permintaan akan buah-buahan salah satunya jambu biji varietas
Kristal.

B. Kegiatan Tambahan
Kegiatan tambahan adalah kegiata yang dilaksanakan dalam hal membantu
dilokasi magang, kegiatan tersebut juga bermanfaat bagi peserta magang dalam hal
menambah wawasan dan ilmu luas, kegiatan tersebut diluar jadwal kegiatan pokok.
Kegiatan tambah tersebut meliputi
36

1. Pemasaran bibit tanaman


Kegiatan pemasaran bibit tanaman dilakukan selama 1 hari saja pada hari
minggu, kegiatan tersebut Taman Buah Mekarsari mengadakan festival sekaligus
penjualan tabulampot (tanaman dalam pot) dalam festival semua jenis bibit dari
yang tanaman umum hingga yang langka dan tanaman hias dijual didalam pot
dengan macam-macam ukuran dan harga. Peserta magang cukup menjelaskan
tentang tanaman-tanman yang ada di display agar pembelii tertarik untuk membeli
tanaman-tanamna tersebut.

2. Stand putri malu dan buah langka


Stand tersebut disebut tour 7 buah dan tanaman ajaib. Sama dengan
kegiatan pemasaran bibit tanaman, peserta pkl menjelaskan tentang tanamn-
tanaman unik salah satunya kangkung berdaun ubi tanaman ini hasil stek dari
bagian nursery mekarsari. Selain tanaman unik didalam stand tersebut juga
terdapat buah-buah langka yang jarang ditemui di pasaran seperti buah GAC yang
digunakan sebagai pewarna makanan, buah kola yang dipakai bahan dasar
pembuatan minuman coca cola, dan masih banyak lagi.

3. Pendampingan pelatihan
Kegiatan tersebut berbeda dengan yang diatas, kegiatan pendampingan ini
kita peserta pkl membantu mendampingi adik-adik dari sekolah SMP yang sedang
mengadakan kunjungan dan pelatihan di Mekarsari. Dalam kegiatan tersebut kita
ikut serta menjelaskan sedikit tentang kegiatan yang mereka ikuti seperti
pembuatan lubang potpuri, dan pembuatan kompos.
IV. PENUTUP

C. Kesimpulan
Berdasarkan kegiatan praktik umum yang telah dilaksanakan di Taman Buah Mekarsari
dapat disimpulan :

1. Untuk memaksimalkan produksi tanaman jambu biji Kristal perlu dilakukan


teknik budidaya yang baik dan benar mulai dari pemetaan, pembuatan lubang
tanam, pembibitan, penanaman, perawatan, panen, sampai pasca panen.

2. Untuk mendapatkan hasil buah jambu biji Kristal yang berkualitas perlu
dilakukan perawatan secara maksimal meliputi penyiangan, pemupukan,
pengendlian hama dan penyakit, pemangkasanm dan pembungkusan.

D. Saran
Saran yang dapat disampaikan penulis kepada Taman Buah Mekarsari yaitu :

1. Untuk memaksimalkan produksi sebaiknya mengikuti jarak tanam yang sesuai


dengan tanaman jambu biji.

2. Untuk mendapatkan hasil buah yang maksimal dalam satu cabang hanya disisakan
satu buah saja.

3. Memberi runag udara pada tanaman, apabila ingin menambah tanaman disela-
sela tanaman beri jarang yang optimum pada tanaman utama.

37
DAFTAR PUSTAKA

Anonim.http://klikcileungsi.blogspot.co.id/2013/06/taman-wisata-mekarsari
cileungsi_14.html. diakses tanggal 16 Oktober 2016.

Bambang Cahyono. 2010. Sukses Budidaya Jambu Biji di Pekarangan dan Perkebunan.
Yogyakarta. Lily Publisher

Direktorat Budidaya Dan Pascapanen Buah, Direktorat Jendra Hortikultura,


Kementerian Pertanian.2011. Buku Saku Jambu Biji.
Dhani Galih Rahmawanto. 2016. https://id.scribd.com/doc/100917512/Budidaya-Jambu-
Biji-Kristal. Diakses tanggal 26 oktober 2016.

Emma. S. Wirakusumah. 1994. Buah dan Sayur untuk Terapi. Jakarta: Penebar Swadaya

IPBCYBEX . 2013. .http://cybex.ipb.ac.id/index.php/artikel/detail/topik/236. Diakses


tanggal 14 oktober 2016.

IndahAritonang.2013.http://indaharitonang-Indah
fakultaspertanianunpad.blogspot.co.id/2013/05/taman-wisata-mekarsari-
twm.html. diakses tanggal 16 Oktober 2016.

38