Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM TENTANG

INDRA PADA MANUSIA

KELOMPOK : 4 (EMPAT)

NAMA ANGGOTA : 1. DESI AYU LESTARI (07)

2. DEVI RAMADIANTI (08)

3. FATHULLOHU AINI (17)

KELAS : XI MS 5
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, Puja dan Puji syukur hanya layak tercurahkan


kepada Allah SWT. Dan junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW,
karena atas limpahan karunia-Nya kami telah selesai mengerjakan
tugas Laporan Praktikum yang berjudul Indra Pada Manusia
dengan sebaik-baiknya .

Adapun laporan praktikum tentang bab ini telah kami usahakan


dengan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai
pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan laporan ini. Untuk
itu kami tidak lupa menyampaikan banyak terima kasih kepada pihak
yang telah membantu kami dalam pembuatan laporan ini.

Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat dan


memberikan inspirasi untuk semua khalayak umum.

Jember, 5 Mei 2015

Penyusun
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i

KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii

DAFTAR ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 TUJUAN LAPORAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1


1.2 DASAR TEORI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1

BAB II PERALATAN

2.1 ALAT DAN BAHAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4


2.2 LANGKAH KERJA . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4

BAB III PEMBAHASAN

3.1 TABEL PENGAMATAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6


3.2 PERTANYAAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 9

BAB IV PENUTUP

4.1 KESIMPULAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 14

DAFTAR PUSTAKA . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 16
DOKUMENTASI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 17
BAB I PENDAHULUAN

1.1 TUJUAN LAPORAN


1. Bintik Buta
Mengetahui adanya bintik buta
2. Indra pengecap
Menentukan area kepekaan rasa pada lidah
3. Indra pembau
Mengetahui pengaruh indra pembau terhadap kepekaan indra
pengecap

1.2 DASAR TEORI


1. Bintik Buta
Benda yang terkena cahaya akan membiaskan cahayanya
melalui kornea dan diteruskan ke aques humor, pupil, lensa mata,
vitrous humor, kemudian retina. Cahaya yang masuk ke bagian bintik
kuning retina akan mengenai sel-sel batang dan kerucut. Sel kerucut
sebagai fotoreseptor yang peka cahaya akan menangkap rangsang
dan mengubahnya menjadi impuls yang dihantarkan ke saraf optik ke
otak besar bagian belakang (lobus oksipitalis). Pada lobus
oksipitalisini terjadi asosiasi berupa kesan melihat benda.
Pembiasan cahaya dari suatu benda akan membentuk
bayangan benda jika cahaya tersebut jatuh di bagian bintik kuning
pada retina, karena cahaya yang jatuh pada bagian ini akan
mengenai sel-sel batang dan kerucut yang meneruskannya ke saraf
optik dan saraf optik meneruskannya ke otak sehingga terjadi kesan
melihat. Sebaliknya, bayangan suatu benda akan tidak nampak, jika
pembiasan cahaya dari suatu benda tersebut jatuh di bagian bintik
buta pada retina.

2. Indra Pengecap

Pada hakikatnya lidah memiliki hubungan yang sangat erat


dengan indra khusus pengecap. Lidah sebagian besar terdiri atas dua
kelompok otot yaitu, otot intrinsik dimana lidah melakukan semua
gerakan halus, sementara otot entrinsik mengaikatkan lidah pada
bagian-bagian sekitarnya serta melaksanakan gerakan-gerakan kasar
yang sangat penting pada saat mengunyah dan menelan. Lidah
menyodok makanan, menekannya pada langit-langit dan gigi. Dan
akhirnya mendorong masuk faring. Kemoreseptor untuk merasakan
respon rasa asin, asam, pahit dan rasa manis. Tiap rasa pada zat yang
masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah di tempat
yang berbeda-beda. Zat yang dapat dikecap adalah zat-zat kimia
berupa larutan. Pada saat kita mengecap makanan, rasa yang timbul
sebenarnya adalah perpaduan antara rasa dan bau. Kita dapat
menikmati makanan dan minuman karena adanya indra pengecap
ini. Letak masing-masing rasa berbeda-beda yaitu :

a) Rasa asin : lidah bagian depan


b) Rasa manis: lidah bagian tepi
c) Rasa asam : lidah bagian samping
d) Rasa pahit : lidah bagian belakang

3. Indra Pembau

Indra pembau berfungsi untuk menerima bau suatu zat terlarut


dalam udara atau air. Reseptor pembau terletak pada langit-langit
rongga hidung, pada bagian yang disebut epitelium olfaktori.
Epitelium olfaktori terdiri dari sel-sel reseptor dan sel-sel penyokong.
Sel reseptor epitelium olfaktori berbentuk silindris dan mempunyai
filamen-filamen seperti rambut pada permukaan bebasnya akson sel
olfaktorius berjalan menuju bulbus olfaktorius pada sistem saraf
pusat. Sel-sel olfaktorius didampingi oleh sel-sel penunjang yang
berupa sebaris sel-sel epitel silindris berlapis banyak semu.

Dalam lamina propria tunika mukosa penciuman, selain


terdapat banyak pembuluh dan saraf, ditemukan juga kelenjar-
kelenjar jenis tubulo alveolar dengan sel-sel seromukosa yang
dengan PAS-positif. Saluran eksresi kelenjar ini bermuara ke epitel
permukaan dan aliran ekskresinya terus-menerus membersihkan
bagian apikal sel-sel penciuman. Dalam hal ini senyawa-senyawa
yang merangsang rasa penciuman secara tetap disingkirkan, jadi
mempertahankan reseptor-reseptor selalu dalam keadaan siap
menerima stimulus yang baru.

Pembau dan pengecap saling bekerja sama, sebab rangsangan


bau dari makanan dalam rongga mulut dapat mencapai rongga
hidung dan diterima oleh reseptor olfaktpri. Keadaan ini akan
terganggu ketika kita sakit pilek, dimana hubungan antara rongga
mulut terganggu, sehingga uap makan dari makanan di mulut tidak
dapat mencapai rongga hidung dan makanan seakan-akan
kehilangan rasanya.
BAB II PERALATAN

2.1 ALAT DAN BAHAN

1. Bintik Buta
Kertas manila berwarna putih
Penggaris kayu meter
Spidol atau pulpen
2. Indra pengecap
Cotton bud
Kertas tisu
Sendok kecil
Air tawar untuk diminum
Larutan gu;a, garam, air jeruk nipis, ekstrak daun pepaya, dan
cabe
3. Indra Pembau
Cotton bud
Sendok
Sirup beraroma pandan atau vanilli

2.2 CARA KERJA

1. Bintik Buta

1) Sediakan kertas manila berukuran lebar 3cm dan panjang


14cm
2) Buatlah tanda silang (x) dan tanda (y) pada kertas tersebut
dengan jarak (x) dan (y) sejauh 10 cm
3) Peganglah kertas dengan tangan kiri sejauh 50cm di depan
mata, tanda (y) dipasang sebelah dalam

3cm
X y
4) Pusatkan pandangan mata kiri pada tanda y dan tutup mata
kanan
5) Dengan mata kiri tetap berpusat pada tanda y, dekatkan
kertas perlahan-lahan hingga tanda silang (x) hilang dan
kemudian tampak kembali
6) Ukur dan catatlah dalam table pada jarak tanda silang (x)
hilang dan pada jarak berapa tanda silang (x) muncul
kembali
7) Baliklah letak tanda (y) dan ulangi prosedur diatas dengan
mata kanan juga sebanyak 3 kali.

2. Indra Pengecap

1) Salah satu siswa berkumur dengan air tawar, kemudian


menjulurkan lidahnya untuk dikeringkan dengan
menggunakan tisu
2) Celupkan cotton bud ke dalam larutan gula, sentuhkan pada
area ujung lidahnya dengan cepat ( jangan sampai larutan
menyebar ke bagian lidah lainnya ). Tanyakan kepada siswa
tersebut apakah dapat mengecap rasa manis atau tidak
3) Dengan cara yang sama, lakukan untuk area lidah yang
lainnya, yaitu bagian samping depan, samping belakang,
tengah, dan pangkal lidah.
4) Gunakan cotton bud yang baru untuk pengujian dengan
menggunakan larutan garam, air jeruk nipis, ekstrak daun
pepaya, dan cabe. Catatlah datanya ke dalam tabel.

3. Indra Pembau

1) Teteskan sedikit minuman sirup pada lidah, catalah rasanya.


2) Ulangi kegiatan tersebut dengan hidung tertutup. Catat
hasilnya, apakah dapat mengecap rasa yang sama
BAB III PEMBAHASAN

3.1 TABEL PENGAMATAN

1. Bintik Buta

Tanda tampak
Tanda hilang
No Nama siswa kembali
X Y X Y
1 Desi ayu Lestari 41 cm 36 cm 29 cm 26 cm
2 Devi Ramadianti 44 cm 40 cm 32 cm 29 cm
3 Fathullohu Aini 33 cm 34 cm 22 cm 26 cm

Pembahasan :

Pada siswa yang bernama Desi Ayu, pada jarak 50 cm fokus


mata masih baik dan tanda y masih terlihat jelas. Jarak pandang
semakin dekat yaitu pada jarak 36cm maka tanda y akan semakin
hilang karena pandangan fokus ke tanda x. Dan terlihat tanda y
kembali pada jarak 26 cm.

Pada siswa yang bernama Fathullohu Aini, pada jarak 50 cm


fokus mata masih baik dan tanda y masih terlihat jelas. Jarak
pandang semakin dekat yaitu pada jarak 34 cm maka tanda y akan
menghilang karena mata fokus pada titik x. Dan akan terlihat tanda y
kembali pada jarak 26 cm.

Jarak pandang antara perempuan dengan laki-laki berbeda


karena tergantung seberapa besar kemampuan mata masing-masing.
2. Indra Pengecap

Kemampuan mengecap rasa pada area lidah ( +/- )


1 2 3 4 5
Rasa
Ujung Samping Samping Tengah Pangkal
Depan Belakang Lidah
Manis X
Asin X
Asam X
Pahit X
Pedas X

Keterangan : X = perempuan

= laki-laki

Pembahasan : Berdasarkan tabel diatas antara siswa perempuan


dengan laki-laki ada sedikit perbedaan dalam mengecap rasa dan
letaknya.

Jika pada siswa laki-laki rasa manis terdapat pada ujung, lain
halnya dengan perempuan yang rasa manisnya terdapat di samping
depan. Akan tetapi ada persamaan nya yaitu yang mengecap rasa
asin dan asam siswa laki-laki dan siswi perempuan menyebutkan
letak yang sama yaitu samping belakang.

Perbedaan letak mengecap antara perempuan dan laki-laki ini


karena fakor kemampuan lidah untuk mengecap rasa.
3. Indra Pembau

Perempuan Laki-laki
Kemam Kemam
puan puan
Kondisi Keterangan Kondisi Keterangan
mengec mengec
ap rasa ap rasa
Ada aroma
Ada aroma
Hidung Hidung pandan
+ pandan yang +
terbuka terbuka yang
tercium
tercium
Tidak ada
Tidak ada
Hidung aroma
aroma tetapi Hidung
tertutu + + tetapi rasa
rasa manis tertutup
p manis masih
masih terasa
terasa

Pembahasan : Pada tebel diatas menunjukkan bahwa siswa


perempuan dan laki-laki tidak ada perbedaan

Pada siswa laki-laki dan saat hidung terbuka kemampuan


mengecap rasa manis pada sirup terasa dan ada aroma pandan yang
masuk ke hidung dan pada saat hidung tertutup kemampuan untuk
mengecap rasa manis tetap terasa akan tetapi tidak aroma yang
tercium.

Jadi mengecap rasa tidak ada hubungannya dengan hidung


tertutup ataupun hidung terbuka.
3.2 PERTANYAAN

1. Apakah seluruh area pada lidah dapat mengecap semua


rasa? Jika tidak, jelaskan di area lidah manakah yang dapat
mengecap rasa manis, asin, asam, dan pahit.

Jawab : Tidak, karena lidah dapat membedakan bermacam-macam


rasa, rasa yang berbeda dikecap oleh bagian lidah yang berbeda pula.
Letak rasa-rasa ini diantara lain :

a) Rasa asin : lidah bagian depan


b) Rasa manis: lidah bagian tepi
c) Rasa asam : lidah bagian samping
d) Rasa pahit : lidah bagian belakang

2. Berdasarkan data, dapatkah anda menentukan area lidah


yang dapat merasakan rasa pedas? Apakah sebenarnya rasa
pedas tersebut?

Jawab : Berdasarkan hasil praktikum kami rasa pedas ada yang


berada di samping depan dan ada pula yang berada di samping
belakang. Tapi ternyata sensasi rasa pedas ini bukan hanya di salah
satu letak lidah tetapi semua area lidah mengalami pedas

Pedas bukanlah suatu rasa. Pedas merupakan suatu sensasi


panas dan terbakar yang diterima oleh ujung saraf lidah yang disebut
papila. Makanan yang menyebabkan sensasi pedas adalah makanan
yang mengandung capsaicin. Semakin banyak capsaicin yang kita
akan makan, kita akan merasa semakin pedas.

3. Apakah pada bagian tengah lidah dapat mengecap suatu


rasa? Jelaskan dan berikan alasannya.
Jawab : Bagian tengah lidah dapat merasakan rasa yaitu gurih dan
bagian tengan lidah juga bisa merasakan segala rasa.

4. Apakah terdapat perbedaan pada sirup yang diteteskan


pada lidah dalam kondisi hidung terbuka dengan tertutup?
Jelaskan.

Jawab : Perbedaannya ialah pada saat hidung terbuka terdapat


aroma pandan dan terasa rasa manis sirup tersebut akan tetapi jika
hidung tertutup aroma pandan dalam sirup tersebut tidak tercium
dan masih tetap bisa merasakan rasa manis sirup itu.

5. Mengapa pada saat terserang flu (pilek), nafsu makan


berkurang? Jelaskan hubungan antara indra pembau dan
indra pengecap.

Jawab : karena ketika virus flu berkembang dan suhu tubuh


meningkat akan mempengaruhi metabolisme, oleh karena itu nafsu
makan jadi berkurang dan terganggu. Tidak hanya nafsu makan tapi
juga stamina menurun drastis.

Pembau dan pengecap saling bekerja sama, sebab rangsangan


bau dari makanan dalam rongga mulut dapat mencapai rongga
hidung dan diterima oleh reseptor olfaktpri. Keadaan ini akan
terganggu ketika kita sakit pilek, dimana hubungan antara rongga
mulut terganggu, sehingga uap makan dari makanan di mulut tidak
dapat mencapai rongga hidung dan makanan seakan-akan
kehilangan rasanya.
BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan :
1. Bintik Buta

Posisi bintik buta mata kanan dan mata kiri pasti berbeda. Pada
jarak tertentu titik x terlihat dan pada jarak tertentu titik x hilang.
Ketika titik x / y hilang pada jarak tertentu, hal ini disebabkan oleh
pembiasan cahaya dari titik tersebut jatuh mengenai sel-sel batang
dan kerucut sehingga tidak ada impuls yang diteruskan saraf optik.
Sebaliknya jika pembiasan cahaya jatuh di bagian bintik kuning pada
retina, maka benda dapat terlihat.

Antara siswa perempuan dan laki-laki jarak titik hilang dan


kembalinya berbeda karena itu tergantung kemampuan mata
mereka masing-masing .

2. Indra Pengecap

Lidah merupakan organ pancra indra yang terdiri dari atas otot
dengan adanya reseptor pengecap sebagai taste bud untuk
menerima impuls kimia pada makanan yang kemudian akan
diteruskan ke sistem saraf pusat untuk diterjemahkan.

Dari hasil pengamatan kami menunjukkan bahwa pada bagian


lidah tertentu daerah-daerah yang sangat sensitif terhadap berbagai
rasa-rasa. Diantaranya yaitu :

Rasa asin : lidah bagian depan


Rasa manis: lidah bagian tepi
Rasa asam : lidah bagian samping
Rasa pahit : lidah bagian belakang
3. Indra pembau

Sensasi wangi/bau terjadi karena adanya interaksi zat dengan


reseptor indra penciuman yang diteruskan ke otak berupa sinyal
listrik. Reseptor ini merupakakan sel saraf yang berupa benang halus.
Pada satu ujung sel saraf berinteraksi dengan zat berbau, sedangkan
ujung yang lainnya berkumpul dalam suatu tulang menuju bagian
otak yang bertugas menerjemahkan sensasi dari indra penciuman.

Saraf cranial (olfaktori) manusia dapat membedakan berbagai


macam bau karena memiliki banyak reseptor pembau, namun
kemampuan terssebut ditentukan oleh prinsip-prinsip komposisi
(komponen principle). Organ pembau hanya memiliki 7 reseptor
namun dapat membaui lebih dari 600 aroma.
DAFTAR PUSTAKA

1. BUKU PAKET BSE BIOLOGI


2. https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=201012121
80440.AAHoH9k
3. http://fahmanzie.blogspot.com/2014/05/laporan-
biologi.html?m=1
4. http://imudiansyah2.blogspot.com/2014/10/indra-perasa-
lidah.html?m=1
5. http://gittaers.blogspot.com/2015/05/pengujian-indera-
pengecap.html?m=1
6. http://fanninnidyap.blogspot.com/2013/06/laporan-faal-
indera-pengecap.html?m=1
7. http://mcfirmansyah.blogspot.com/2010/10/v-
behaviorurldefaultvml-o.html?m=1
DOKUMENTASI