Anda di halaman 1dari 29

BAB II

A S U H A N K E P E R A W A T A N
PADA KLIEN LANSIA NYR DENGAN POST OPERASI KATARAK
DI GUBUK IDA RT.03 RW.01, DUSUN TELAGA WARU DESA
LABUAPI KABUPATEN LOMBOK BARAT
TANGGAL 03 06 FEBRUARI 2011

A. Pengkajian
Pengkajian dilaksanakan pada tanggal 3 Februari
2011 pada pukul 11.30 WIB samapi dengan selesai pada
pukul 12.30 WIB.

B. Pengumpulan data
1. Data biografi klien
Nama : NyR
Tempat dan tanggal lahir : Labuapi, 21 Maret
1951
Pendidikan terakhir : SMA
Agama : Islam
Satus perkawinan : Sudah menikah
TB/BB : 140 cm / 50 kg
Penampilan umum : Bersih dan rapi, tubuh
kurus, ramah.
Ciri ciri tubuh : Jalan masih tegak, rambut
sebagian memutih.
Alamat : Di Gubuk Ida RT.03 RW.01,
Dusun
Telaga Waru, Desa Labuapi
Kabupaten Lombok Barat

Orang yang dekat dihubungi : TnK


Hubungan dengan klien : Suami .
Alamat : Di Gubuk Ida RT.03
RW.01, Dusun
Telaga Waru, Desa Labuapi
Kabupaten Lombok Barat
2. Riwayat keluarga

Keterangan :
: Laki-laki/perempuan meninggal
: Laki-laki/perempuan masih hidup
: Tinggal dalam satu rumah
: Garis keturunan
: Ikatan perkawinan
3. Riwayat pekerjaan
Pekerjaan saat ini :
Saat ini NyR hanya berdiam diri saja
dirumahnya karena dianjurkan untuk banyak
istirahat.

Alamat pekerjaan :
Di Gubuk Ida RT.03 RW.01, Dusun Telaga Waru,
Desa Labuapi Kabupaten Lombok Barat

Pekerjaan sebelumnya :
Klien sebelumnya bekerja sebagai petani
membantu suaminya di sawah kerena klien sudah
dioperasi matanya sehingga klien dianjurkan
untuk banyak istirahat di rumah.

Sumber pendapatan dan kecukupan terhadap


kebutuhan :
KLien mengatakan sumber pendapatan dan
kecukupan berasal dari hasil pertanian dan juga
dari anak-anaknya.

4. Riwayat lingkungan hidup


Tipe tempat tinggal : Semi permanen
Jumlah kamar : Terdapat empat kamar,
ukurannya 4x3 m dengan 3 tempat tidur .
Jumlah tongkat : Tidak ada
Jumlah orang yang tinggal dirumah : 2 orang
Derajat privasi : Baik( klien mengaku
privasinya dapat
terlindungi)
Tetangga terdekat : Depan Rumah Keluarga
NyS dan
samping rumah keluarga TnY
5. Riwayat rekreasi
Hobbi/minat : Menyulam
Keanggotaan dalam organisasi: tidak ada
Liburan/perjalanan : klien mengatakan pernah
melakukan perjalanan jauh yaitu naik haji
6. Sistem pendukung
Di Lingkungan Labuapi terdapat Puskesmas dan
Klinik Kesehatan dan tenag-tenaganya di bantu
oleh dokter dan perawat serta dapat melakukan
pemeriksaan dan control kesehatan . Jarak
Klinik Kesehatan dan Puskesmas dengan rumah
klien sekitar 5 km.
7. Deskripsi kekhususan
NyR mengatkan masih mampu melaksanakan
aktivitas sehari-hari tanpa bantuan seprti
sholat 5 waktu dan klien masih mampu
melaksanakan/ menghadiri pengajian yang ada
Dusunnya.
8. Status kesehatan
Klien mengatakan penglihatannya mulai terasa
kabur sejak lebih kurang 3 tahun yang lalu.
Klien juga mengatakan tidak menderita penyakit
lain, klien merasa seat sehat saja. Semenjak
operasi klien mengeluh nyeri pada mata kiri,
mata kiri terasa panas, berair, nyeri terasa
sampai menyebar ke kepala.
Provokative : Nyeri dirasa setelah
klien terpapar sinar
matahari langsung atau baru
bangun tidur.
Quality : Nyeri dirasakan menyebar sampai
ke kepala isertai mata kiri terasa
panas dan berair.
Region : Nyeri terasa pada mata kiri
menyebar sampai kepala
Severity scale : Bila nyeri kambuh, klien
mengatakan sulit
tidur.
Timming : Saat bangun tidur dan setelah
terpapar sinar matahari langsung.

Klien post op 14 hari yang lalu dan telah


banyak mendapatkan informasi dari perawat panti
serta pendamping wisma yang bertugas mengenai
perawatan luka pada post operasi serta
pantangan pantangan yang harus diperhatikan
oleh klien. Tetapi setelah dilaksanakan
pengkajian , terlihat banyak sekret yang
menumpuk pada mata kiri dan ternyata klien
belum memahami beberapa pantangan yang arus
dijalaninya. Obat obatan: bila nyeri biasanya
perawat memberikan

No Nama obat Dosis Ket


1 Pil Bulat Putih 3 x 1 untuk
(Antalgin)- sehari mengurangi
mumet atau
pusing.

Satus imunisasi :
Tetanus, Difteri : Tidak terkaji
Pneumovaks : Tidak terkaji
Influenza : Tidak ada
Alergi terhadap obat obatan, makanan maupun
zat paparan lain seperti debu, cuaca tidak ada
pada klien.

9. A D L (activity daily living)


a. Indeks Katz, Skore A (Lansia mandiri)
b. Oksigenasi, Kebtuhan O2 (40% (220-U) = 40%
(220-72) = 40%x148, RR 20 kali/menit,
pernafasan dada
c. Cairan dan eklektrolit, Minum air putih 3-4
gelas perhari, ditambah dengan teh 1 gelas,
dan kurang suka minum susu.
d. Nutrisi, menu makan nasi tim, lauk, sayur,
frekuensi 3 kali sehari (puasa), banyaknya 10
kali suapan. Dan tidak ada makanan pantangan.
e. Eliminasi, BAK lancar, kuning agak pekat,
frekuensi 2-3 kali sehari, BAB 1-2 kali
sehari konsistensi lunak-liat kuning
f. Aktivitas, Kegiatan yang rutin dilakukan
adlah mengikuti kegiatan yang ada di Dusun
(bila kondisinya memungkinkan) seperti,
pengajian, senam lansia,.
g. Istirahat dan tidur, untuk istirahat sudah
cukup siang 2-3 jam, malam 6-7 jam. Tetapi
kadang-kadang tidak bisa tidur mulai jam
21.00 sampai dengan 02.00 WIB, karena ada
sesuatu yang dipikirkan.
h. Personal hygiene, Cukup, klien mampu mandiri
dalam mandi, makan, toeliting, memindahkan
barang yang diperlukan
i. Seksual, Kebutuhan seksual menurun
j. Rekreasi, , Tidak pernah rekreasi, hanya
berdiam diri di rumah dan nonton TV
k. Psikologis,
Persepsi klien, Sikap menerima proses
menua dan panti adalah tempat yang
dianggap lebih tenang
Konsep diri, Perubahan fungsi tubuh yang
menurun dirasakan klien.
Emosi, pendiam tidak marah, sabar,
tawakkal, kadang-kadang masih ada perasaan
malu pada orang yang belum dikenalnya.
Adaptasi , mudah beradapasi dengan
lingkungannya
Mekanisme pertahanan diri, rasionalisasi
optimis dalam memandang kehidupan.

10. Tinjauan Sistem


a. Keadaan umum : baik, klien tampak bersih.
b. Tingkat kesadraan : CM (compos mentis)
c. Skala koma glasgow: 15
d. Tanda tanda vital: N: 76 x/mnt; S: 36,80C,
RR: 18 x/mnt; TD: 130/80 mmHg.
e. Sistem kardiovaskuler:
Inspeksi: keadaan umum terlihat baik
Palpasi: Tidak ada pelebaran pembuluh
darah dan pembesaran jantung.
Perkusi: Tidak ada suara redup, pekak atau
suara abnoral lain.
Auskultasi: Irama jantung teratur, tidak
ada suara lain menyertai.
f. Sistem pernafasan:
Inspeksi: dada ka/ki terlihat simetris,
pergerakan otot dada (-)
Palpasi: Tidak ada pembesaran abnormal,
iktus kordis teraba.
Perkusi: Suara paru ka/ki sama dan
seimbang
Auskultasi: Suara pekak, redup, wheezing
(-)
g. Sistem integument
Inspeksi: tekstur kulit terlihat kendur,
keriput(+), peningkatan pigmen (+), dekubitus
(-), bekas luka (-). Palpasi: turgor kulit
baik.
h. Sistem perkemihan
Klien mengatakan biasa buang air kecil di
kamar mandi, frekuensi 3-4 x/hari, jumlah
baias (100 cc). Ngompol (-)
i. Sistem muskuloskletal
ROM klien baik/penuh, klien seimbang dalam
berjalan, osteoporosis (-), kemampuan
menggenggam kuat, otot ekstremitas ka/ki sama
kuat, tidak ada kelainan tulang, atrofi dll.
j. Sistem endokrin
Klien mengatakan tidak menderita kencing
manis. Palpasi: tidak ada pembesaran
kelenjar.
k. Sistem immune
Klien mengatkan belum pernah disuntik
imunisasi, sensitivitas terhadap zat alergen
(-), riwayat penyakit berkaitan dengan
imunisasi, klien mengatakan tidak tahu.
l. Sistem gastrointestinal
Klien hanya mengkonsumsi makanan yang
disediakan ole hank-anaknya dan kadang
kadang minum kopi. Klien mampu menghabiskan 1
porsi makanan yang tanpa keluhan mual. Klien
mengatakan tmakan teratur 3x/hari dengan
snack 2x/hari dan tambahan susu, teh atau
kopi sehingga klien merasakan badannya lebih
gemuk semenjak tinggal di panti. BB sekarang:
50 kg, keadaan gigi klien: sudah ompong
semuanya, klien mengatakan tidak ada
kesulitan menelan an mengunyah makanan.
m. Sistem reproduksi
Klien mengatakan mempunyai anak dari hasil
pernikahannya yaitu 6 orang dan dua
diantaranya meninggal dunia, riwayat berhenti
menstruasi lebih kurang 30 tahun yang lalu.
n. Sistem persyarafan
Keadaan status mental klien baik dengan emosi
stabil. Respon klien terhadap pembicaraan (+)
dengan bicara yang normal dan jelas, suara
pelo (-), bahasa yang digunakan adalah bahasa
sasak dan bahasa Indonesia. Interpretasi
klien terhadap lawan bicara cukup aik.

Keadaan mata kiri tampak penumpukan


sekret, penglihatan agak kabur tetapi klien
mampu pergi ke wisma lain tanpa bimbingan
orang lain atau menggunakan tongkat dan klien
juga mampu mengikuti kegiatan senam dengan
baik. hiperemis (+). Klien mampu melihat
dalam jarak pandang 50 mtr. Kemampuan
pendengaran agak menurun sehingga lawan
bicara harus berbicara agak keras supaya
klien mendengar.
11. Status kognitif/afektif/social
a. Short potable mental status questionaire
(SPMSQ) dengan skor: 10, fungsi intelektual
utuh.
b. Mini mental state exam (MMSE) dengan skor:
25, aspek kognitif dari fungsi mental dalam
keadaan baik.
c. Inventaris depresi beck, dengan skor: 3 pada
keraguan raguan, kesulitan kerja dan
keletihan. Jadi tidak ada tanda tanda
depresi pada klien.
d. Apgar keluarga denagn lansia, skor: 8 dimana
fungsi sosial klien dalam kedaan normal.

12. Data penunjang


Hasil pemeriksaan gluko test (-)
C. Analisa Data
No Data Etiologi Masalah
1 DS: Gangguan
Interupsi
1. Klien mengeluh nyeri rasa nyama
pembedahan
pada mata kiri pot katarak (nyeri)
op menyebar ke pada mata
kepala saat terpapar kiri
sinar matahari atau
baru bangun tidur.
2. Klien mengatakan
bila nyeri kambuh, Jika
mengalami kesulitan terpapar
tidur. Sinar
3. Klien mengatakan Matahari
riwayat operasi
katarak mata kiri 14 Gangguan
hari yang lalu. rasa nyaman
(nyeri)
DO:
Mata kiri berair, ada
hiperemis

2 DS: Resiko
Peningkatan
1. Klien mengatakan kerentanan tinggi
mata kiri terasa sekunder terhadap
nyeri, panas dan terhadap infeksi
nyeri menyebar interupsi
sampai ke kepala. pembedahan
2. Klien mengatakan katarak
mata kirinya terus
berair dan
mengeluarkan Mudah
kotoran. terkenan
infeksi
DO:
1. Terdapat Sekret pada
Resiko tinggi
mata kiri terhadap
2. Mata kiri berair infeksi
3. Riwayat post op
katarak 14 hari yang
lalu.
3 DS: Resiko
1. Klien mengatakan Interupsi Cedera
matanya terasa pembedahan
kabur sejak 3 tahun katarak
yang lalu.
Masih terdapat
2. Klien mengatakan
penglihatan
usianya sudah 51 sedikit kabur
tahun.

Keterbatasan
aktivitas
DO:
1. Klien berjalan
tegap, cara berjalan
seimbang tapi ragu
ragu
2. Klien mampu melihat
dalam jarak pandang
50 mtr.

D. Diagnosa Keperawatan dan Perumusan Prioritas


keperawatan
1. Diagnosa Keperawatan
a. Nyeri b/d interupsi pembedahan katarak pada
mata kiri ditandai dengan:
DS:
Klien mengeluh nyeri pada mata kiri pot op
menyebar ke kepala saat terpapar sinar
matahari atau baru bangun tidur.
Klien mengatakan bila nyeri kambuh, mengalami
kesulitan tidur.
Klien mengatakan riwayat operasi katarak mata
kiri 16 hari yll.
DO:
Mata kiri berair, ada hiperemis
b. Resiko infeksi b/d peningkatan kerentanan
skunder terhadap interupsi pembedahan katarak
ditandai dengan:
DS:
Klien mengatakan mata kiri terasa nyeri,
panas dan nyeri menyebar sampai ke kepala.
Klien mengatakan mata kirinya terus berair
dan mengeluarkan kotoran.
DO:
Terdapat Sekret pada mata kiri
Mata kiri berair
Riwayat post op katarak 14 hari yang lalu
c. Resiko cidera b/d keterbatasan penglihatan
ditandai dengan:
DS:
Klien mengatakan matanya terasa kabur sejak 3
tahun yang lalu.
Klien mengatakan usianya sudah 50 tahun.
DO:
Klien berjalan tegap, cara berjalan seimbang
tapi ragu ragu.
Klien mampu melihat dalam jarak pandang 50
mtr.
2. Proritas Keperawatan
a. Nyeri b/d interupsi pembedahan katarak pada
mata kiri ditandai dengan:
DS:
Klien mengeluh nyeri pada mata kiri pot op
menyebar ke kepala saat terpapar sinar
matahari atau baru bangun tidur.
Klien mengatakan bila nyeri kambuh,
mengalami kesulitan tidur.
Klien mengatakan riwayat operasi katarak
mata kiri 16 hari yll.
DO:
Mata kiri berair, ada hiperemis
b. Resiko infeksi b/d peningkatan kerentanan
skunder terhadap interupsi pembedahan katarak
ditandai dengan:
DS:
Klien mengatakan mata kiri terasa nyeri,
panas dan nyeri menyebar sampai ke kepala.
Klien mengatakan mata kirinya terus berair
dan mengeluarkan kotoran.
DO:
Terdapat Sekret pada mata kiri
Mata kiri berair
Riwayat post op katarak 14 hari yang lalu
c. Resiko cidera b/d keterbatasan penglihatan
ditandai dengan:
DS:
Klien mengatakan matanya terasa kabur
sejak 3 tahun yang lalu.
Klien mengatakan usianya sudah 50 tahun.
DO:
Klien berjalan tegap, cara berjalan
seimbang tapi ragu ragu.
Klien mampu melihat dalam jarak pandang 50
mtr.
E. Perencanaan
NO DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI RASIONAL
1. Nyeri b/d Setelah diberikan 1. Bantu klien dalam 1. Membantu memberikan
interupsi asuhan keperawatan mengidentifikasi tindakan kenyamanan dan mengurangi
pembedaha selama 3 hari, nyeri penghilangan nyeri yang efektif tekanan pada bola mata.
n katarak berkurang ditandai dengan tidur dalam posisi
pada mata dengan: duduk. 2. Beberapa tindakan penghilang
kiri. Nyeri berkurang nyeri non invasif adalah
(skala nyeri : 1- 2. Lakukan tindakan penghilanagn tindakan mandiri yang dapat
3) nyeri non invasif atau non dilaksanakan perawat dalam
Istirahat tidur farmakologik, seperti berikut; usaha meningkatkan kenyamanan
tercukupi 8 jam. Posisi: tinggikan bagian pada klien.
Mata tidak berair kepala tempat tidur, berubah
dan tidak merah. ubah antara berbaring pada
punggung dan pada sisi yang
tidak dioperasi.
3. Analgesik mambantu dalam
Distraksi
menekan respon nyeri dan
Latihan relaksasi menimbulkan kenyamanan pada
3. Berikan dukungan tindakan klien.
penghilangan nyeri dengan 4. Tanda ini menunjukkan
analgesik yang diresepkan. peningaktan tekanan intra
okuli (TIO) atau komplikasi
4. Observasi nyeri terutama bila lain.
disertai mual.
5. Pembatasan diperlukan utnuk
menguangi gerakan mata dan
5. Pertegas pembatasan aktifitas mencegah peningkatan tekanan
yang disebutkan dokter yang okuler. Pembatasan yang
spesifik tergantung pada
mungkin termasuk menghindari beberapa faktor, termasuk
aktifitas berikut sifat dan luasnya pembedahan,
Berbaring pada sisi yang preferensi dokter, umur serta
dioperasi status kesehatan klien secara
Membungkuk melewati pinggang keseluruhan. Pemahaman klein
tentang alasan untuk
Mengangkat benda yang
pembatasan ini dapat
beratnya melebihi 10 kg.
mendorong kepatuhan klien.
Mandi
Mengedan selama defekasi.

2 Resiko Setelah diberikan 1. Tingkatkan penyembuhan luka: 1. Nutrisi dan hidrasi yang
infeksi asuhan keperawatan Berikan dorongan untuk mengikuti optimal meningkatkan
b/d selama 3 hari, diet yang seimbang dan kesehatan secara keseluruhan,
peningkat infeksi tidak asupancairan yang adekuat. yang meningkatkan penyembuhan
an terjadi ditandai 2. Gunakan teknik aseptik untuk 2. Teknik aseptik meminimialkan
kerentana dengan: meneteskan tetes mata: masuknya mikroorganisme dan
n skunder Penyembuhan luka Cuci tangan sebelum memulai mengurangi resiko infeksi.
terhadap insisi tanpa Pegang alat penetes agak jauh
interupsi infeksi. dari mata
pembedaha Kemerahan (-) Ketika meneteskan, hindari
n katarak
Edema kelopak kontak antara ata, tetesan
mata (-) dan alat penetes.
Drainase pada Ajarkan teknik ini kepada klien
3. Deteksi dini infeksi
kelopak mata (-) dan anggota keluarganya.
memungkinkan penanganan yang
Materi purulen (- 3. Kaji tanda dan gejala infeksi: cepat untuk meminimalkan
) Kemerahan, edema pada kelopak keseriusan infeksi.
Peningkatan suhu mata
tubuh (-) Infeksi konjungtiva (pembuluh
darah menonjol)
Drainase pada kelopak mata
dan bulu mata
Materi purulen pada bilik
anterior (antara korm\nea dan
iris)
Peningkatan suhu
Nilai laboratorium abnormal 4. Ketegangan pada jahitan dapat
(mis. Peningkatan SDP, hasil menimbulkan interupsi
kultur dan sensitivitas menciptakan jalan masuk untuk
positif) mikroorganisme.
4. Lakukan tindakan untuk mencegah
ketegangan pada jahtan (misal
anjurkan klien menggunakan
kacamata protektif dan pelindung
mata pada siang hari dan
pelindung mata pada malam hari).
3 Resiko Setelah diberikan 1. Modifikasi lingkungan untuk 1. Gangguan penglihatan atau
cidera asuhan keperawatan menghilangkan kemungkinan menggunakan pelindung mata
b/d selama 3 hari, bahaya: dapat mempengaruhi resiko
keterbata cidera tidak Singkirkan penghalang dari cedera yang berasal dari
san terjadi ditandai jalur berjalan. gangguan ketajaman dan
penglihat dengan: Pastikan pintu dan laci persepsi sensorik.
an. Klien tidak tertutup atau terbuka dengan 2. Tindakan ini dapat mengurangi
mengalami cidera sempurna. resiko terjatuh.
atau trauma 2. Tinggikan tempat tidur. Letakkan
jaringan selama benda dimana klien dapat melihat
dirawat dan meraihnya tanpa klien 3. Membantu menurunkan cedera
menjangkau terlalu jauh
3. Lalukan tindakan untuk 4. Penggunaan alat bantu atau
mengurangi bahaya lingkungan tidak tepat dapat menyebabkan
4. Lakukan tindakan untuk jatuh
mengurangi resiko penggunaan 5. Klien dengan gangguan
alat bantu mobilitas memerlukan
5. Anjurkan pada klien dan keluarga pemasangan alat bantu.
untuk memaksimalkan keamanan
dirumah
F. Implementasi
No Hari/Tgl Implementasi Evaluasi
Dx. Waktu Tindakan
Kep.
I Kamis/ 1. Membantu klien 1. Kllien cukup
03/02/201 dalam kooperatif
1 mengidentifikasi
tindakan
Pukul penghilangan
10.00 nyeri yang
Wita efektif dengan
tidur dalam 2. KLien tampak
posisi duduk. mau melakukan
tindakan
2. Mengajarkan penghilanagn
tindakan nyeri non
penghilanagn invasif atau
nyeri non invasif non
atau non farmakologik,
farmakologik, seperti
seperti berikut; distraksi
Posisi:
tinggikan
bagian kepala
tempat tidur,
berubah ubah
antara
berbaring pada
punggung dan 3. Kliem mau
pada sisi yang minum obat
tidak penghilangan
dioperasi. nyeri dengan
analgesik
Distraksi
yang
Latihan diresepkan.
relaksasi 4. Klien tampak
3. Memberikan nyeri tetapi
dukungan tindakan tidakdiserta
penghilangan mual .
nyeri dengan
analgesik yang
diresepkan.
5. Klien mau
4. Mengobservasi melakukan
nyeri terutama pembatasan
bila disertai aktifitas
mual. yang
disebutkan
dokter
5. Mempertegas
pembatasan
aktifitas yang
disebutkan dokter
yang mungkin
termasuk
menghindari
aktifitas berikut
Berbaring pada
sisi yang
dioperasi
Membungkuk
melewati
pinggang
Mengangkat
benda yang
beratnya
melebihi 10 kg.
Mandi
Mengedan selama
defekasi.
II Kamis/ 1. Meningkatkan 1. Klien mau
03/02/201 penyembuhan luka: untuk
1 Berikan dorongan mengikuti
untuk mengikuti diet yang
Pukul diet yang seimbang dan
14.0 Wita seimbang dan asupancairan
asupancairan yang yang adekuat
adekuat.
2. Mengajarkan
teknik aseptik 2. Klien mau
untuk meneteskan untuk
tetes mata: melakukan
Cuci tangan teknik
sebelum memulai aseptik untuk
Pegang alat meneteskan
penetes agak tetes mata
jauh dari mata
Ketika
meneteskan,
hindari kontak
antara ata,
tetesan dan
alat penetes.
Ajarkan teknik
ini kepada klien
dan anggota
keluarganya.
3. Tanda-tanda
3. Mengkaji tanda
infeksi
dan gejala
sedikit
infeksi:
berkurang
Kemerahan,
edema pada
kelopak mata
Infeksi
konjungtiva
(pembuluh darah
menonjol)
Drainase pada
kelopak mata
dan bulu mata
Materi purulen
pada bilik
anterior
(antara
korm\nea dan
iris)
Peningkatan
suhu 4. KLien tampak
Nilai menggunakan
kaca mata
laboratorium protektif
abnormal (mis. pada siang
Peningkatan dan malam
SDP, hasil hari.
kultur dan
sensitivitas
positif)

4. Melakukan
tindakan untuk
mencegah
ketegangan pada
jahtan (misal
anjurkan klien
menggunakan
kacamata
protektif dan
pelindung mata
pada siang hari
dan pelindung
mata pada malam
hari).
III Kamis/ 1. Modifikasi 1. Klien mau
03/02/201 lingkungan untuk memodifikasi
1 menghilangkan lingkungan
kemungkinan untuk
Pukul bahaya: mengurangi
16.00 Singkirkan bahaya.
Wita penghalang dari
jalur berjalan.
Pastikan pintu
dan laci
tertutup atau
terbuka dengan 2. Klien mau
sempurna. meninggikan
2. Meninggikan tempat tidur
tempat tidur. dan meletkkan
Letakkan benda benda-benda
dimana klien didekatnya
dapat melihat dan agar mudah
meraihnya tanpa diraih
klien menjangkau 3. Klien dan mau
terlalu jauh melakukan
3. Melakukan tindakan
tindakan untuk untuk
mengurangi bahaya mengrangi
lingkungan bahaya
lingkungan
4. KLien mau
melakukan
tindakan
4. Melakukan untuk
tindakan untuk mengurangi
mengurangi resiko resiko
penggunaan alat penggunaan
bantu alat bantu
5. klien dan
keluarga mau
5. Menganjurkan pada memaksimalkan
klien dan keamanan
keluarga untuk lingkungan.
memaksimalkan
keamanan dirumah
I Jumat/ 6. Membantu klien 6. Kllien cukup
04/02/201 dalam kooperatif
1 mengidentifikasi
tindakan
Pukul penghilangan
10.00 nyeri yang
Wita efektif dengan
tidur dalam 7. KLien tampak
posisi duduk. mau melakukan
tindakan
7. Mengajarkan penghilanagn
tindakan nyeri non
penghilanagn invasif atau
nyeri non invasif non
atau non farmakologik,
farmakologik, seperti
seperti berikut; distraksi
Posisi:
tinggikan
bagian kepala
tempat tidur,
berubah ubah
antara
berbaring pada
punggung dan 8. Kliem mau
pada sisi yang minum obat
tidak penghilangan
dioperasi. nyeri dengan
analgesik
Distraksi
yang
Latihan diresepkan.
relaksasi 9. Klien tampak
8. Memberikan nyeri tetapi
dukungan tindakan tidakdiserta
penghilangan mual .
nyeri dengan
analgesik yang
diresepkan.
10. Klien mau
9. Mengobservasi melakukan
nyeri terutama pembatasan
bila disertai aktifitas
mual. yang
disebutkan
dokter
10. Mempertegas
pembatasan
aktifitas yang
disebutkan dokter
yang mungkin
termasuk
menghindari
aktifitas berikut
Berbaring pada
sisi yang
dioperasi
Membungkuk
melewati
pinggang
Mengangkat
benda yang
beratnya
melebihi 10 kg.
Mandi
Mengedan selama
defekasi.

II Jumat/ 1. Meningkatkan 1. Klien mau


04/02/201 penyembuhan luka: untuk
1 Berikan dorongan mengikuti
untuk mengikuti diet yang
Pukul diet yang seimbang dan
14.0 Wita seimbang dan asupancairan
asupancairan yang yang adekuat
adekuat.
2. Mengajarkan
teknik aseptik 2. Klien mau
untuk meneteskan untuk
tetes mata: melakukan
Cuci tangan teknik
sebelum memulai aseptik untuk
Pegang alat meneteskan
penetes agak tetes mata
jauh dari mata
Ketika
meneteskan,
hindari kontak
antara ata,
tetesan dan
alat penetes.
Ajarkan teknik
ini kepada klien
dan anggota
keluarganya.
3. Mengkaji tanda 3. Tanda-tanda
dan gejala infeksi
infeksi: sedikit
Kemerahan, berkurang
edema pada
kelopak mata
Infeksi
konjungtiva
(pembuluh darah
menonjol)
Drainase pada
kelopak mata
dan bulu mata
Materi purulen
pada bilik
anterior
(antara
korm\nea dan
iris)
Peningkatan
suhu 4. KLien tampak
Nilai menggunakan
laboratorium kaca mata
abnormal (mis. protektif
Peningkatan pada siang
SDP, hasil dan malam
kultur dan hari.
sensitivitas
positif)

4. Melakukan
tindakan untuk
mencegah
ketegangan pada
jahtan (misal
anjurkan klien
menggunakan
kacamata
protektif dan
pelindung mata
pada siang hari
dan pelindung
mata pada malam
hari).
III Kamis/ 1. Modifikasi 1. Klien mau
03/02/201 lingkungan untuk memodifikasi
1 menghilangkan lingkungan
kemungkinan untuk
Pukul bahaya: mengurangi
16.00 Singkirkan bahaya.
Wita penghalang dari
jalur berjalan.
Pastikan pintu
dan laci
tertutup atau
terbuka dengan 2. Klien mau
sempurna. meninggikan
2. Meninggikan tempat tidur
tempat tidur. dan meletkkan
Letakkan benda benda-benda
dimana klien didekatnya
dapat melihat dan agar mudah
meraihnya tanpa diraih
klien menjangkau 3. Klien dan mau
terlalu jauh melakukan
3. Melakukan tindakan
tindakan untuk untuk
mengurangi bahaya mengrangi
lingkungan bahaya
lingkungan
4. KLien mau
melakukan
4. Melakukan tindakan
tindakan untuk untuk
mengurangi resiko mengurangi
penggunaan alat resiko
bantu penggunaan
alat bantu
5. klien dan
5. Menganjurkan pada keluarga mau
klien dan memaksimalkan
keluarga untuk keamanan
memaksimalkan lingkungan.
keamanan dirumah
I Sabtu/ 1. Membantu klien 1. Kllien cukup
05/02/201 dalam kooperatif
1 mengidentifikasi
tindakan
Pukul penghilangan
10.00 nyeri yang
Wita efektif dengan
tidur dalam 2. KLien tampak
posisi duduk. mau melakukan
tindakan
2. Mengajarkan penghilanagn
tindakan nyeri non
penghilanagn invasif atau
nyeri non invasif non
atau non farmakologik,
farmakologik, seperti
seperti berikut; distraksi
Posisi:
tinggikan
bagian kepala
tempat tidur,
berubah ubah
antara
berbaring pada
punggung dan 3. Kliem mau
pada sisi yang minum obat
tidak penghilangan
dioperasi. nyeri dengan
Distraksi analgesik
yang
Latihan
diresepkan.
relaksasi
4. Klien tampak
3. Memberikan nyeri tetapi
dukungan tindakan tidakdiserta
penghilangan mual .
nyeri dengan
analgesik yang
diresepkan.
5. Klien mau
4. Mengobservasi melakukan
nyeri terutama pembatasan
bila disertai aktifitas
mual. yang
disebutkan
dokter
5. Mempertegas
pembatasan
aktifitas yang
disebutkan dokter
yang mungkin
termasuk
menghindari
aktifitas berikut
Berbaring pada
sisi yang
dioperasi
Membungkuk
melewati
pinggang
Mengangkat
benda yang
beratnya
melebihi 10 kg.
Mandi
Mengedan selama
defekasi.
II Sabtu/ 1. Meningkatkan 1. Klien mau
05/02/201 penyembuhan luka: untuk
1 Berikan dorongan mengikuti
untuk mengikuti diet yang
Pukul diet yang seimbang dan
15. 00 seimbang dan asupancairan
Wita asupancairan yang yang adekuat
adekuat.
2. Mengajarkan
teknik aseptik 2. Klien mau
untuk meneteskan untuk
tetes mata: melakukan
Cuci tangan teknik
sebelum memulai aseptik untuk
Pegang alat meneteskan
penetes agak tetes mata
jauh dari mata
Ketika
meneteskan,
hindari kontak
antara ata,
tetesan dan
alat penetes.
Ajarkan teknik
ini kepada klien
dan anggota
keluarganya.
3. Tanda-tanda
3. Mengkaji tanda
infeksi
dan gejala
sedikit
infeksi:
berkurang
Kemerahan,
edema pada
kelopak mata
Infeksi
konjungtiva
(pembuluh darah
menonjol)
Drainase pada
kelopak mata
dan bulu mata
Materi purulen
pada bilik
anterior
(antara
korm\nea dan
iris)
Peningkatan
suhu 4. KLien tampak
Nilai menggunakan
kaca mata
laboratorium protektif
abnormal (mis. pada siang
Peningkatan dan malam
SDP, hasil hari.
kultur dan
sensitivitas
positif)

4. Melakukan
tindakan untuk
mencegah
ketegangan pada
jahtan (misal
anjurkan klien
menggunakan
kacamata
protektif dan
pelindung mata
pada siang hari
dan pelindung
mata pada malam
hari).
III Sabtu/ 1. Modifikasi 1. Klien mau
05/02/201 lingkungan untuk memodifikasi
1 menghilangkan lingkungan
kemungkinan untuk
Pukul bahaya: mengurangi
16.00 Singkirkan bahaya.
Wita penghalang dari
jalur berjalan.
Pastikan pintu
dan laci
tertutup atau
terbuka dengan 2. Klien mau
sempurna. meninggikan
2. Meninggikan tempat tidur
tempat tidur. dan meletkkan
Letakkan benda benda-benda
dimana klien didekatnya
dapat melihat dan agar mudah
meraihnya tanpa diraih
klien menjangkau 3. Klien dan mau
terlalu jauh melakukan
3. Melakukan tindakan
tindakan untuk untuk
mengurangi bahaya mengrangi
lingkungan bahaya
lingkungan
4. KLien mau
melakukan
tindakan
4. Melakukan untuk
tindakan untuk mengurangi
mengurangi resiko resiko
penggunaan alat penggunaan
bantu alat bantu
5. klien dan
keluarga mau
5. Menganjurkan pada memaksimalkan
klien dan keamanan
keluarga untuk lingkungan.
memaksimalkan
keamanan dirumah

G. Evaluasi
No Diagnosa Keperawatan Evaluasi
1. Nyeri b/d interupsi S: Klien mengatakan nyeri pada
pembedahan katarak mata kiri sudah agak
pada mata kiri. berkurang, klien sudah dapat
istirahat dengan baik.
O: Mata berair (-), kemerahan
(-)
A: Masalah teratasi sebagian.
P: Lanjutkan perencanaan dengan
mengadakan koordinasi dengan
2. Resiko infeksi b/d pendamping wisma.
peningkatan
kerentanan skunder S: Klien mengatakan matanya
terhadap interupsi sudah tidak panas
pembedahan katarak. lagi,berair (-)
O: mata berair (-), kemerahan
(-), sekret (-)
A: Masalah teratasi sebagian.
P: Lanjutkan perencanaan dengan
3. mengadakan koordinasi dengan
Resiko cidera b/d pendamping wisma.
keterbatasan
penglihatan. S: Klien mengatakan
penglihatannya sudah lebih
terang.
O: Klien berjalan ke luar wisma
tanpa dibimbing dan tanpa
memakai tongkat.
A: Masalah teratasi sebagian.
P: Lanjutkan perencanaan dengan
mengadakan koordinasi dengan
pendamping wisma.