Anda di halaman 1dari 93

KONVERSI

HVAC.

1 INS.WG = 249 PASCAL

1 M3 / HR = 400 CFM

1 PK = 9000 BTUH

1 PK = 0.746 KW

1 KW = 1000 WATT

1 WATT = 3.412 BTUH

1 M3 / S = 646 CFM

1 M3 / S = 3.2808 FT / S

1 TR = 12.000 BTUH

1 M3 / S = 2118.6 CFM

1M = 3.2808 EET

1L/S = 2.118 F3 / MENIT

1 M3 / H = 0.588 F3 / MENIT
1 LITER = 0.264 GALON

1 M3 = 1000 LITER

1 BAR = 10 METER

1 CFM = 30 BTUH

1 KW = 0.284 R

1 LITER =1 KG

DIMENSI

EDIT

TULIS : *** POD2

[ SIMBOL ]

[ MEKANIKAL ] (CONTOH)

[ AIR CONDITIONING ]

[--]

[ LIGHTNING ]

STP

KEBUTUHAN AIR UNTUK 1 HARI ADALAH ;

= 10.000 M2 : 10 M2 / ORANG

= 1000 / ORANG

= 80.000 LITER < TOTAL KEBUTUHAN AIR / HARI >

= 80.000 LITER * 80 %

= 64.000 LITER = 64 M3

MAKA RUMUS : a * D * C

b = POPULASI ORANG DI GEDUNG

C = KONSTANTA 80 %

D = KEBUTUHAN AIR / HARI / ORANG

CONTOH CARA MENENTUKAN KAP GRAUND RESERVOIR

CODE AREA 15 20 % & NETTO 80 %

JADI : 80 % * 1000 = 80 M2

* JUMLAH ORANG / LT = 800 M2 = 80 ORANG / LT

10 M2 / ORANG / LT

= 640 ORANG

= 64 M3 / HARI

KEBAKARAN

1 STANDPIPE MAX MELAYANI UNTUK LUAS 800 1000 M 2

TIAP LANTAI.
* JADI UNTUK GEDUNG YANG LUAS 1000 M 2 / TIAP LANTAI

SELAMA 45 MENIT.

= 85 M3

= 128 M3 + 85 M3

= 213 M3

= 234.3 M3

= 250 M3

MAKA KAPASITAS TOTAL GROUND RESERVOIR 250 M3

5. MENENTUKAN KAP.ROOFTANK

RATA.

b. BERDASARKAN BEBAN PUNCAK DARI NILAI ITU.

CONTOH DENGAN NILAI FU : 5 CLOSE = 5 * 10 = 50 FU

3 URINOIR = 3 * 5 = 15 FU

6 WASHTAFEL = 6 * 2 = 12 FU

5 KRAN =5*2 = 10 FU +

MENIT

UNTUK 30 MENIT = (650 LITER / MENIT * 30 MENIT)

= 19.500 LITER = 20 M3

= 20 M3

TINGGAL 10 M3 (10.000 LITER)

MAKA : =(QM QK ) * T =

QP = 983 LITER / MENIT = 1000 LITER / MENIT

QP = 1000 LITER / MENIT

RUMUS :

DILAYANI )

Septictank No.1

= 13.32 m3

= 14 m3

Dimensi Septictank =p*l*t

= 9.3 * 1.5 * 1 (m)

Resepan diperhitungkan dari laju aliran air buangan perhari yang masuk ke

Dimensi Septictank =p*l*t

= 3 * 1.5 * 1 (m)

Septictank No.2

= 1.92 liter

= 6 m3

Dimensi Septictank =p*l*t

= 4 * 1.5 * 1 (m)

Resapan diperhitungkan dari laju aliran air buangan perhari yang masuk ke

Dimensi Septictank =p*l*t

= 1.3 * 1.5 * 1 (m)

SEPTICTANK

RUMUS : =P*U*O

WAKTU 3 HARI.

* BAK PERESAPAN MEMBUTUHKAN WAKTU 1 HARI.

Tabel 3.18 Panjang ekivalen untuk katup dan perlengkapan lainnya

Diameter Panjang Ekivalen (m)

Belokan Belokan T- 90 T 90 Katup Katup Katup Katup
Nominal
90 45 Aliran Aliran Sorong Bola Sudut Satu
(mm)
cabang Lurus arah
15 0.60 0.36 0.90 0.18 0.12 4.5 2.4 1.2

150 6.0 3.6 9.0 1.8 1.2 49.5 24.0 12.0

Catatan :

(1) Katup pipa isap (foot valve) mempunyai panjang ekivalen sama

dengan katup sudut (angle valve). Katup satu arah (check valve) dari

(2) Kalau sambungan antara pipa dengan perlengkapannya halus

dan rata (seperti pada pipa dan perlengkapan tembaga), maka angka

panjang ekivalen untuk belokan dan T dikurangi dengan

setengahnya.
Tabel 3.16 Unit alat plumbing untuk penyediaan air dingin.

alat plambing air plambing

Untuk Untuk

Kloset Katup glontor 6 10

tiang

(urinal stall)

(urinal stall)

(kecil)

untuk kamar

operasi

panas

panas

panas

mandi rendam

Pemanas air Katup bola - 2

Catatan : 1). Alat plambing yang airnya mengalir secara kontinyu harus

plambing yang mirip / terdekat.

3). Nilai unit alat plambing dalam table ini adalah keseluruhan.

Kalu digunakan air dingin dan air panas, unit alat plambing

Tabel 2.3.4 JUMLAH KAKUS, BAK CUCI TANGAN, DAN

PETERUSAN UNTUK HUNIAN USAHA

kakus karyawan bak cuci karyawan peterusan karyawan

tangan pria
1 1 10 1 1 20 1 31 75

2 11 30 2 21 40 2 76 185

3 31 50 3 41 60 3 186 305

4 51 75 4 61 80

5 76 105 5 81 100

9 226 - 265 9 176 205

Ditambah 1 kakus Ditambah 1 bak cuci Ditambah 1 peterusan

jumlah 265 orang 205 orang karyawan. jumlah 305 orang

karyawan. karyawan.

Tabel 3.13 Pemakaian air tiap alat plumbing, laju aliran airnya, dan
ukuran pipa cabang pipa air.

No. Nama alat Pemakaian Penggunaa Lajua Waktu Pipa Pipa cabang

plambing air untuk n per jam liran untuk sambun air bersih ke

penggunaan (liter / pegisian gan alat plambing

satu kali min) (detik) alat (mm)
Pipa Temb
(liter) plambin
baja aga
g (mm)
1 Kloset 13.5 16.5 6 12 110 180 8.2 10 24 32 25

(dengan katup

gelontor)

2 Kloset 13 15 6 12 15 60 13 20 13

(dengan tangki

gelontor)

3 Peterusan 5 12 20 30 10 13 20 13

(dengan katup

glontor)

orang (4.5)

(dengan tangki

glontor)

5 Peterusan, 5-7 22.5 31.5 12 4.5 6.3 300 13 20 13

orang (4.5)

(dengan tangki

6 glontor) 3 12 20 10 18 13 20 13

Bak cuci tangan

7 kecil 10 6 12 15 40 13 20 13

Bak cuci tangan

8 biasa (lavatory) 15 6 12 15 60 13 20 13

(sink) dengan

keran 13 mm.

Bak cuci dapur

9 (sink) dengan 25 6 12 25 60 20 20 20

keran 20 mm

Bak mandi

tub)

(shower)

12 Bak mandi gaya Tergantung 30 20 20 20

jepang ukurannya

Catatan :
1). Standar pemakaian air untuk kloset dengan katup gelontor

bandingkan dengan pipa baja, maka ukurannya lebih kecil.

Pipa PVC biasa juga dipasang dengan ukuran yang sama

Penggunaan Bangunan Luas Kotor

Tempat pertemuan 1 m2 perorang
Ruang makan kafetaria 2 m2 perorang

Kantor 8 m2 perorang

Tempat tinggal 10 m2 perorang

Garasi 30 m2 perorang

Rumah sakit 10 m2 perorang

Pabrik 6 m2 perorang

Pertokoan :

5 m2 perorang

(liter) pemakaia luas

n air lantai

rata efektif

rata / total

sehari %

(jam)
1 Perumahan mewah 250 8 10 42 45 Setiap penghuni

Staf / Pegawai : 120

liter

Keluarga pasien :

160 liter

liter

liter

10 Gedung kantor 100 8 60 70 Setiap pegawai

11 Toserba (took serba 3 7 53 55 Pemakaian air hanya

store) termasuk untuk

bagian restorannya

sehari )

berangkat)

160 liter

160 liter

siang dan malam,

pemakaian air

dihitung

perpenonton
17 Gedung bioskop 10 3 Idem

m2 luas lantai

untuk staf 120 150

liter, penginapan

200 liter.

jamaah perhari

pembaca yang

tinggal

duduk

26 Laboratorium 100 - 200 8 Setiap staf

KOLAM RENANG
TERLEBIH DAHULU HARUS DIKETAHUI VOLUME AIR KOLAM

RENANG

JADI : KAP. SAN FILTER : VOLUME KOLAM RENANG (M3)

TURN OVER

= 200 M3 = 200000 L

= 25000 L / JAM

60

DRAINACE

1. PADANG RUMPUT / TAMAN TAMAN 0.05 0.10

2. PERUSUNAN 0.10 0.25

Op = DEBIT PUNCAK ( M3 / DET )

C = KOEFISIEN ALIRAN

3. CARA MENCARI O PADA PET a

= a * Tan-1 = 70 / 200

= 19.29004625

= 19.29004625 INV ' " = 19 17' 24,17"

4. BACA THEODOLITE
= 360 00' 00" - 19 17' 24,17"

RUMUS : 3 : PANJANG JARAK

a = 30 a = 1 : 3 = INV TAN-1 = 30

3 b = 3 : 1 = INV TAN-1 = 60

1 b= 60

CIVIL DEPARTEMENT

SIN 30 = 0.5

COS 60 = 0.5

SIN 15 = 0.25

COS 75 = 0.25

H = a * tan + b

? H
THEODOLIT

b a

N = 100.000
E = 50.000
200 M BM I
b RUMUS :

c=?
a 70 M a

BMI N = 30.000 b
E = 300.000

JAWAB : C = a + b = ( 70 + 200 ) = 49.00 + 40.000

= 44.900 = 211890

C = 211896

6. N

AREA AREA
N=(+) N=(+)
E =(-) E =(-)
W E
N=(-) N=(-)
E =(-) E =(+)
AREA AREA

7. MENCARI COORDINTE

E=? P1 COORDINATE P1 =
r * SIN = E
r * COS = N
r N=?

E= r * COS : 30 * COS 15 = 28.976

8. RUMUS FILING

CONTOH : = 3.5 * H

= 3.5 * ( 5 + ( K : 2 ) )
= 3.5 * 2.500

= 8.750

S = 100 : 10 = 0.10

K = 10 : 2 = 0.05

9. BERAPA A = ?

200
50

10. BERAPA B = ?
RUMUS : COS * C

B =? 1500

50

11. BERAPA A = ?
A=?

RUMUS : C * SIN

1675 A = 45 SIN * 1675 = 1.184

45

12. BERAPA C = ?

A= 10 RUMUS :

C=a+b

B = 20 C= ? = 10 + 20

45 = 500 = 22.350

13. MENCARI KETINGGIAN MENGGUNAKAN THEODOLITE

RUMUS : H = x Tan. x b

14. MENCARI JARAK YANG TERHALANG

C

A B

RUMUS : ( a + b ) ( 2 ab + Cos ) = C

CONTOH : a = 20 M

b = 30 M

= 60 0' 0"

C = 20 + 30 - 2 * 20 * 30 * 60 0' 0"

= 1300 600

= 700 = 26.457

15. BERAPA HD = ?

RUMUS : Cos * SD

22 SD 13.000 HD = 22 Cos * 13.000

= 12.053

HD

16. BERAPA H = ?

RUMUS : SIN * Va * SD
H=? SD = 13.000 H = 22 SIN * 13.0

22 ( H = 4.8698 = 4.870

COOLING TOWER

60 menit.

1 galon = 3.785 liter

1 m3 = 1000 liter

1000

* RUMUS CARA MENENTUKAN KAP. MAKE UP COOLING TOWER

Contoh : Suatu Cooling Tower / mempunyai kap 100 TR

Dijawab :

Maka : 1. Kebutuhan air untuk Cooling Tower ?

CT ( g / hari ) = [ DL x OCT ]

2. Kop. Make Up Cooling Tower ?

MU = [ DL ( gpm ) x 60 ( menit ) ]

MU = 630 galon 2384.55 liter

MU = 23.8 M3 2.5 M3

3. Kop. Pompa Cooling Tower ?

OP = 315 galon = 30 menit

OP = [ OP ( gpm ) DL ( gpm ) ] x 30 menit

OP = [ 10.5 x 30 menit ]

OP = 315 galon 1192.275 liter

OP = 1.192275 M3 1.25 M3

30 menit

100 feet

1m = 3.2808 feet

1 Inch wg = 249 Pascal

Q cfm m3 / s Q ( m3 / s ) = Q ( cfm )

35.31 x 60

Contoh : Suatu ducting dengan kapasitas 4000 cfm uk. 48" x 12"

ft.

Jawab :

L = 25 m 82 feet

100 feet

100 feet

ESP = 0.10 Inch.wg ~ 0.2 Inch.wg

ESP = 0.2 Inch.wg 50 Pascal

5. RUMAH SAKIT / KAMAR PASIEN 23 28

6. PUSAT KESEHATAN 23 28

7. KANTOR BESAR 21 25

8. TOSERBA 19 23

10. GEREJA 14 23

16. RUANG KOMPUTER 5 14

Peraturan ukuran duct yang dipakai ( metal sheet gauge ) harus mengikuti

Ukuran terpanjang BWG BJLS

duct yang dipakai (USA gauge standard)
Sampai 12" 26 40

13" - 16" 24 50

19" - 30" 24 60

31" - 54" 22 70

55" - 84" 20 80

84" ke atas 18 100

Sambungan Duct.

Samungan ( seam ) duct yang dipakai adalah seam low velocity duct, yaitu

groove seam. Pada pembuatan duct harus dipakai lock, dan lock tersebut

Begitu juga hubungan antara flexible joint round duct dengan diffuser

ujungnya diikat / diperkuat memakai klem seng BJLS 80, dan ujung klem

dibuat. Dan antara ujung ujung duct flexible diflincoat agar tidak

terjadi bocor serta semua sambungan ( seam ) duct harus diflincoat luar

dalam.

Untuk sambungan antara duct satu dengan duct lainnya dihubungkan

dengan perantaraan flens besi siku dan mur baut. Di antara flens tersebut

dipakai asbes ( tali asbes ) untuk mencegah kebocoran. Untuk pengelingan

flens besi, siku pada duct harus memakai paku keeling besi, tidak boleh

kelingan diflincoat luar dan dalam agar tidak terjadi kebocoran.

PERHITUNGAN SALURAN AIR HUJAN

Perhitungan saluran air hujan :

Luas area = 50 m x 50 m

= 2.500 m2 = 0.25 ha

Rumus :

Q = 0.002785 x C x I x A

Dimana :

Sehingga :

Q = 0.002785 x 0.95 x 110 x 0.25

= 0.073 m3 / det

* Q / 4 = 0.073 / 4

= 0.02

* Q=v x a

Di mana :

Maka :
a =Q/v

= 0.02

= 0.01 m2

= 4 . a

3.14

= 4 x 0.01

3.14

= 0.1128 m

= 1128 mm

= 4.4"

DALAM RUANG MESIN LIFT :

Q = 0.1 . W . V . N

DIMANA : Q = PANAS YG DIKELUARKAN ( BTU / H )

W = KAPASITAS LIFT ( KG )

JIKA LIFT TERSEBUT MEMPUNYAI KAPASITAS & KECEPATAN YANG

BERBEDA :

Q = 0.1 x ( Ni = 1 . Wi x Vi )

Q = 0.1 x ( W1 x V1 + W2 . V2 )

* RUMUS MENCARI KAPASITAS POMPA AC *

Q = [ GPM ] = 2.4 x TR

CONTOH :

DITANYA : KAP. POMPA CHILLER ?

JADI : Q = 2.4 x TR
= 2.4 x 400

= 960 GPMP

1 TR = 3.517 KW

EER = TOTAL BEBAN LISTRIK ( KW ) .

COOLING CAPACITY ( KW )

CAPACITY 50 HZ UNTUK CARRIER.

* CONVERSI : M3 GPM
GPM = ( M3 ) x 3.785 GPM

1000

1 GPM = 3.785 l / menit

1 m3 = 1000 liter

HP = [ HS + HL + HR ] HP + SF 10 %

KETERANGAN :

HR = HEAD RECIDUAL (10 m.ka )

HS = HEAD STATIC (2 m)

NB :

60

* RUMUS KAPASITAS AC SPLIT

P x L x 12.000 BTUH

22
* RUMUS KAPASITAS DIFFUSER INTEGRATED

* RUMUS EXHAUST TOILET

( P x L x T ) x AC x 35.31

60

MAX. 15 METER.

LUAS x LEBAR x TINGGI x 10 ( AIR CHANGE ) x 35.31

60

* KONVERSI : 1 PK = 0.746 KW

1 KW = 1000 W

1 PK = 9000 BTUH

1W = 3.412 BTUH

1 KW = 3412 BTUH ( COOLING CAPACITY )

* RUMUS MENCARI VELOCITY

V = Q [ CFM ]

A [ CFM ]

( CMH ) x 35.31

60

1 M3 = 35.31 F3

60

Pressurized Fan

minimum 3 pintu kebakaran terbuka.

4. Luas pintu
Lebar = 1 meter; Tinggi = 2 meter

( 2 m x 1 m ) x 1.3 m / s = 2.6 m3 / s

Maka kapasitas Fan 17.000 cim; ada dua unit

6. Static Preassure ( SP )

EXHAUST.

Exhaust Pantry

2. Luas Pantry

Maka kapasitas Fan 1.500 Cfm; tiap pantry

4. Static Pressure ( SP )
16 lantai x 4 meter = 64 meter

RUMUS : CORE AREA ( M2 ) = AIR FLOW ( M3 / S )

CORE VELOCITY ( M3 / S )

* CORE VELOCITY = 500 FPM = 2.5 M / S

196.8 FPM / M / S

* CORE AREA = 600 CFM : 35.31 : 60 : 2.5

= 0.11 M2

NB : 1 M / S = 196.85 FPM

1 M3 / M = 35.31 CFM

* KAP. EXHAUST RUANG GENSET

V ( M3 ) x 30 x 35.31

60

* MENENTUKAN INTAKE GRILLE RUANG GENSET

Q ( CFM ) = HE + HG + CA ATAU

0.07 x 0.24 x T

= 60 . ( HE + HG )

UDARA RUANGAN ( 170 F )

* DIMENSI INTAKE GRILLE

500 FPM

= TE . TG ( F2 )

= TE . TG ( M2 )

Ducting return = 1500 x 0.9

= 1350 CFM

DUCT CONVERSION
30 Cfm = 100 x 100 mm 270 Cfm = 200 x 200 mm
35 Cfm = 100 x 100 mm 275 Cfm = 200 x 200 mm
40 Cfm = 100 x 100 mm 280 Cfm = 200 x 200 mm
45 Cfm = 100 x 100 mm 285 Cfm = 200 x 200 mm
50 Cfm = 100 x 100 mm 290 Cfm = 200 x 200 mm
55 Cfm = 150 x 100 mm 295 Cfm = 200 x 200 mm
60 Cfm = 150 x 100 mm 300 Cfm = 200 x 200 mm
65 Cfm = 150 x 100 mm 350 Cfm = 250 x 200 mm
70 Cfm = 150 x 100 mm 400 Cfm = 250 x 250 mm
75 Cfm = 150 x 100 mm 500 Cfm = 250 x 250 mm
80 Cfm = 150 x 100 mm 600 Cfm = 300 x 200 mm
85 Cfm = 150 x 100 mm 700 Cfm = 300 x 200 mm
90 Cfm = 150 x 100 mm 800 Cfm = 300 x 300 mm
95 Cfm = 150 x 100 mm 900 Cfm = 350 x 300 mm
100 Cfm = 150 x 100 mm 1.000 Cfm = 350 x 300 mm
105 Cfm = 150 x 100 mm 1.500 Cfm = 400 x 300 mm
110 Cfm = 150 x 100 mm 1.750 Cfm = 400 x 350 mm
115 Cfm = 150 x 100 mm 2.000 Cfm = 450 x 400 mm
120 Cfm = 150 x 100 mm 2.500 Cfm = 500 x 450 mm
125 Cfm = 150 x 100 mm 3.000 Cfm = 500 x 550 mm
130 Cfm = 150 x 100 mm 3.250 Cfm = 550 x 500 mm
135 Cfm = 150 x 100 mm 3.500 Cfm = 550 x 500 mm
140 Cfm = 150 x 100 mm 3.750 Cfm = 550 x 500 mm
145 Cfm = 150 x 100 mm 4.000 Cfm = 600 x 550 mm
150 Cfm = 150 x 150 mm 4.250 Cfm = 600 x 550 mm
155 Cfm = 200 x 150 mm 4.500 Cfm = 600 x 550 mm
160 Cfm = 200 x 150 mm 4.750 Cfm = 600 x 550 mm
165 Cfm = 200 x 150 mm 5.000 Cfm = 650 x 600 mm
170 Cfm = 200 x 150 mm 5.250 Cfm = 650 x 600 mm
175 Cfm = 200 x 150 mm 5.500 Cfm = 650 x 600 mm
180 Cfm = 200 x 150 mm 5.750 Cfm = 650 x 600 mm
185 Cfm = 200 x 150 mm 6.000 Cfm = 650 x 600 mm
190 Cfm = 200 x 150 mm 6.250 Cfm = 650 x 600 mm
195 Cfm = 200 x 150 mm 6.500 Cfm = 650 x 600 mm
200 Cfm = 200 x 200 mm 6.750 Cfm = 650 x 600 mm
205 Cfm = 200 x 200 mm 7.000 Cfm = 700 x 650 mm
210 Cfm = 200 x 200 mm 7.250 Cfm = 700 x 650 mm
215 Cfm = 200 x 200 mm 7.500 Cfm = 700 x 650 mm
220 Cfm = 200 x 200 mm 7.750 Cfm = 700 x 650 mm
225 Cfm = 200 x 200 mm 8.000 Cfm = 750 x 750 mm
230 Cfm = 200 x 200 mm 8.250 Cfm = 750 x 750 mm
235 Cfm = 200 x 200 mm 8.500 Cfm = 750 x 750 mm
240 Cfm = 200 x 200 mm 8.750 Cfm = 750 x 750 mm
245 Cfm = 200 x 200 mm 9.000 Cfm = 1.125 x 500 mm
250 Cfm = 200 x 200 mm 9.250 Cfm = 1.125 x 500 mm
255 Cfm = 200 x 200 mm 9.500 Cfm = 1.125 x 500 mm
260 Cfm = 200 x 200 mm 9.750 Cfm = 1.125 x 500 mm
265 Cfm = 200 x 200 mm 10.000 Cfm = 1.250 x 600 mm

@ 160 TR

NOTE : AMBIENT TEMPERATUR HARUS 95F ATAU 35C

JADI : 160 TR = 562.72 KW ( COOLING CAPACITY )

POWER INPUT (KW) + NO. FAN x KW (FAN)

= 162 + ( 16 x 1.7 )

= 190 KW ( BEBAN LISTRIK ) TOTAL

622 KW = 176.8 TR

KW / TR = 190

176.8

= 1.07 KW / TR

COP = 622 = 3.8

162
EER ENERGY EVICIENSI RATIO

EER = KW ( TOTAL BEBAN LISTRIK )

KW ( COOLING CAPACITY )

622

MENGGUNAKAN CHILLER YG MEMPUNYAI COOLING

CAPACITY : 50 HZ.

* PERHITUNGAN BEBAN TOTAL PENDINGIN RUANG ( AIR

CONDITIONNING ) *

KONDISI RUANG LUAR, TEMPERATUR = to

KELEMBABAN = .................. %

KONDISI RUANG DALAM, TEMPERATUR = t1

KELEMBABAN = .... %( 50 80 )%

EXTERIOR RUANG DALAM : KACA RAYBAN

TINGGI PLAFON = ........... m

BARAT = ............ m2 x 1000 BTU / H / m2 = ............... BTUH

................ BTUH

SENSIBEL)

BARAT = ........ m2 x 2.15 BTU/H/m2 F x (t0 t1) = ............... BTUH

.............. BTUH

ATAP = ......... m2 x 11.5 BTU/ H / m2 F x (t0 t1) = ................ BTUH

................ BTUH
3. BEBAN KALOR INTERN

= JUMLAH WATT LAMPU x 1.25 x 3.4 = ................. BTUH +

................. BTUH

4. VENTILASI ATAU INFILTRASI

CFM = H x L x W x AC x 35.31

DIMANA : H = ROOM HEIGHT (m)

L = ROOM LENGTH ( m )

b. BEBAN LATEN

.... BTUH

TOTAL BEBAN PENDINGIN = ( 1 ) + ( 2 ) + ( 3 ) + ( 4 ) = ........... BTUH

KAPASITAS AC = TOTAL BEBAN =............. TON R ATAU

12.000

= TOTAL TON R

JUMLAH LANTAI x TINGGI x LUAS LANTAI / 100

= .......... TR / 100 m3

DAYA LISTRIK

1 TON R = 1.25 KW

TOTAL DAYA LISTRIK = TOTAL TON R x 1.15 KW

a c a B c a c
A

b b b

a = c. SIN A b = c . SIN B c = a
SIN A

a B c a c a B c

A
b b b
a = c . COS B b = c . COS A c = a
COS B

a c a c a c

b b b

c = c + b b = c - a a = c - b

a B c a c a B c

A
b b b

c = b c = b . tg A b = a . tg B
SIN B

a c a B c a c
A A

b b b
c = b a = b . COS. tg b = a . COS .tg A
COS A

a B c a c a B c
A A

b b b

SIN B = b SIN A = a B = 90 - A
c c

a c a B c
C
A
b b

TAN A = a c = b . SIN C
b SIN B

a B c a B c

A C
b b

TAN B = b . SIN A SIN C = c . SIN B

a B c

COS B = a + c - b

PILIH MV SETUP PILIH Y PILIH CREATE 2X

TULIS MS

DIINGINKAN

* UKURAN PIPA SPRINKLER

1 2 = 1" ( 25 mm )
3 4 = 1 1/4"

4 5 = 1 1/2"

6 10 = 2"

11 20 = 2 1/2"

21 40 = 3"

41 100 = 4"

* MENENTUKAN FIRE EXTINGUISER :

R. KERJA : 2 KG

LOBBY : 5 KG

R. MESIN / KITCHEN : 10 KG

R. GENSET / MDP : 23 KG

* POMPA KEBAKARAN TERDIRI DARI 3 JENIS :

1. POMPA DIESEL

2. POMPA ELECTRIK

3. POMPA JOCKEY
* JARAK ANTARA TITIK SPRINKLER KE TEMBOK MAX. 2.3 M, MIN.

M 30 M.

MAKA : KEBUTUHAN TABUNGAN GAS YG DIBUTUHKAN

500 x 0.584 = 292 KG

300 KG

75 KG

= 4 TABUNG

* KELAS TABUNG

25 KG 50 CM

75 KG 60 CM

773 KG 70 CM

756 KG 80 CM

787 KG 90 CM

Perhitungan kebutuhan Line Telepon

E = nxh

E = Coeffisient Erlang

n = Jumlah panggilan per hari

h = Lama pembicaraan

Diperkirakan 4 jam yaitu :

- Jam 09.00 - 12.00

Contoh :

4 x 60

Kegagalan = 0.12

PABX = 50 / 600

TABEL ERLANG

N/B 0.001 N/B 0.001 N/B 0.001

25.28
1 0.001 41 9 81 58.673
26.03
2 0.046 42 7 82 59530
26.83
3 0.196 43 7 83 60.401
27.64
4 0.439 44 1 84 61.269
28.44
5 0.762 45 7 85 62.135
6 1.146 46 29.22 86 63.003
5
30.06
7 1.579 47 6 87 63.872
30.87
8 2.057 48 9 88 64.742
31.69
9 2.558 49 4 89 65.612
32.51
10 3.092 50 2 90 66.404
33.33
11 3.651 51 2 91 67.356
34.15
12 4.231 52 3 92 68.229
34.97
13 4.831 53 7 93 69.103
35.80
14 5.446 54 3 94 69.970
36.63
15 6.077 55 0 95 70.853
37.46
16 6.722 56 0 96 71.729
38.20
17 7.378 57 1 97 72.606
39.22
18 8.046 58 4 98 73.484
39.95
19 8.724 59 9 99 74.363
40.79
20 9.412 60 5 100 75.242
41.63
21 10.108 61 3 105 79.649
42.47
22 10.812 62 2 110 84.072
43.31
23 11.524 63 3 115 88.511
12.23 44.51
24 4 64 4 120 92.965
12.96 45.00
25 9 65 0 125 97.431
45.84 101.90
26 13.701 66 5 130 4
14.43 46.69 106.40
27 9 67 2 135 2
47.45 110.90
28 15.122 68 0 140 4
15.93 48.38
29 0 69 9 145 115.417
16.68 49.23 119,94
30 4 70 9 150 0
17.44 50.09 124.47
31 2 71 1 155 3
18.20 50.94 129.01
32 8 72 4 160 4
18.87 51.79 133.56
33 2 73 7 165 5
19.74 52.65 138.12
34 3 74 4 170 3
20.51 142.68
35 7 75 53.511 175 9
21.29 54.36 147.26
36 6 76 9 180 2
22.07 55.27 151.84
37 8 77 7 185 3
22.86 56.08 156.43
38 4 78 7 190 0
23.65 56.94 161.02
39 2 79 8 195 4
24.44 57.81 165.62
40 4 80 0 200 4

KELAS SISTEM DAN BAHAN

Powder
No. Kelas Sistem
Air Foam CO2 CTF - Dry
( Busa ) BCF Chemical
1 Kelas A ; kayu, Pendingina,p Baik Boleh Boleh Boleh Boleh

karet, tekstil, enguraian,

dll. isolasi.
2. Kelas B ; Isolasi Bahaya Baik Baik Boleh Boleh

bensin, cat,

minyak, dll.
3. Kelas C ; Isolasi Bahaya Bahaya Baik Boleh Baik

Listrik dan atau

mesin-mesin.
4. Kelas D ; logam Isolasi, Bahaya Bahaya Boleh Bahaya Baik

pendinginan

BCF = Bromide, Clorine, Fluorine adalah jenis gas Halon Bahan Pemadam api

CO2 = carbon dioxide.

Prosentage CO2 yang diperlukan untuk ruangan yang memakai system otomatis.

No. Tingkat Bahaya Prosentage Volume CO2 Berat Per m3

CO2 CO2
1. Berbahaya 40% 40% x Volume ruangan 0.8 kg

ELECTRICAL SCOPE

I = P

E x Cos

( U ) = ES ER DAN BESARANNYA = 15% DARI ES

- PENAMPANG PENGHANTAR = A

A = 2 x Cos x I x I

x U
DIMANA : A = LUAS PENAMPANG PENGHANTAR DALAM mm 2

=DAYA HANTAR JENIS PENGHANTAR UNTUK

( U = ( 58 x 106 ) ( Chm m )

NOTE : 1 / = P = 0.0172 x 10-6 Ohm m

= P = 58 x 106 (Ohm m)

TEKNIK PENERANGAN

Nama Symbol Satuan Rumus Kantor Perumaha

n
Arus Cahaya Lumen = I x Watt
Kuat Cahaya I Candle I = x Watt
Kuat Penerangan E Lux E=/

=Ex 200 500 75 - 250

Jumlah Watt per m2 untuk : Gedung Kantor / Toko = 20 40 Watt / m 2

Perumahan = 10 20 Watt / m 2

Hotel = 10 30 Watt / m 2

Sekolah = 15 30 Watt / m 2

Rumah Sakit = 10 30 Watt / m 2

Untuk system penerangan langsung dengan warna plafond dan dinding terang.

Coeffisien of utilization ( CU ) = ( 50 60 )%

Atau n = E x A

lampu x LLF x CU

Contoh :

LLF tergantung dari : - kebersihan sumber cahaya.

PENCAHAYAAN LISTRIK

ATAU n = E x A

LAMPU x LLF x CU

CONTOH :

PLAFOND DAN DINDING TERANG.

COEFFISIEN OF UTILIZATION ( CU ) = ( 50 60 )%
LIGHT LOSS FACTOR = 0.7 08

LAMPU = LUMEN

CONTOH PERHITUNGAN

PENYELESAIAN

LLF = 0.8

- Jumlah lampu yang dibutuhkan = E x A

Q lampu x Cu x LLF

12000 x 0.6 x 0.8

Jadi n = 11 bh 4 x TL 40 Watt

- Untuk stop kontak peralatan kantor diperhitungkan 20% dari beban

lampu = 20% x 2200 Watt = 440 Watt.

200

- Untuk perumahan, jumlah stopkontak diperhitungkan masing masing 1

( satu ) buah @ 100 Watt pada : kamar tidur, ruang tamu, dan dapur.

Catatan :

LxW

bidang kerja.

hcc

Lamp

hrc
Work plane

* JENIS KABEL

(INDOOR ).

4. N2XSEFGBY : DIGUNAKAN UNTUK PLN INCOMING KE PANEL

TEGANGAN MENENGAH.

KE TRAFO.

In = P NOTE :

U . Cos V In = ARUS NOMINAL

P = DAYA ( W, KVA, KW )

In = P Cos V = KONSTANTA 0.8

U . Cos V . 3 3 = 1.73

1 PHASA = 220 V

C. RUMUS MENCARI MCB ( Ampere ) 3 PHASA = 380 V

IMCB = In x 1.5
= ......... Ampere

* PERHITUNGAN KAPASITOR BANK

KVAR = P x 0.84

0.8

= ........... KVAR

DIMANA : P = BEBAN MAXIMUM ( WATT )

0.8 = KONSTANTA

0.84 = TABEL
TYPE SISTEM PENERANGAN

Sumber Cahaya Lumen / Watt Umur Rata - rata Penggunaan

( lampu )
1. Pijar 11 18 1000 Indoor and outdoor
2. TL ic.ballast 50 80 900 1800 Indoor and outdoor
3. Halogen 16 20 1000 Outdoor lampu-

lampu untuk lapangan

tennis.
4. Mercury (ic.ballast) 30 60 16000 Outdoor ( lampu

jalan taman dan lain-

lain )
5. Halide 80 100 7500 15000 Untuk lampu-lampu

sorot.
6. Sodium 120 140 16000 24000 Untuk lampu-lampu

jalan.

Catatan :

Indoor bias untuk gedung kantor, perumahan, hotel, rumah sakit, dan lain lain.

KEGIATAN ILUMINASI
( LUX )

BANGUNAN UMUM
BIOSKOP :
Auditorium 50
Foyer / hall 150

TEATER / KONSERT :
Auditorium 100
Foyer / hall 200

GEREJA :
Jemaah 100
HOTEL / WISMA:
WISMA

KEGIATAN ILUMINASI
( LUX )

Pertukangan kasar 300

Pertukangan sedang 500
Penyelesaian / inspeksi 750

KANTOR / SEKOLAH
Kantor
Ruang konferensi 300

KANTOR UMUM
Biasa 500
Ruang dalam 1000
Ruang gambar 1000

TOKO
Toko konvensional 300
Swalayan 500
Super market 750
Ruang pamer 500

MUSEUM, WISMA SENI

Umum
Benda pameran peka cahaya 150
Tidak peka cahaya 300

KEGIATAN ILUMINASI
( LUX )

Ruang tidur
Umum 50
Pencahayaan kepala 00
Kamar mandi
Umum 100
Cukur, Rias 500

RUMAH TINGGAL
Umum 100
Baca / jahit 500
Tangga
Dapur
Umum 300
Kerja 200
Ruang kerja 300
Pengemongan 150

HOTEL
Serambi masuk 300
Ruang makan 200
Dapur 500
Kamar tidur / mandi
Umum 100
Lokal 300
RUPA - RUPA DALAM GEDUNG
Sirkulasi, koridor, Tangga dalam pabrik 150
Luar gedung
Pintu keluar masuk 30
Lorong pabrik 50
Dermaga 100
Bengkel 200

PABRIK ROTI
Ruang kerja umum 300

Catatan :

1. Kandela / kaki persegi = 10 Lux.

KEGIATAN ILUMINASI
( LUX )

Dekorasi 500
Pabrik bier 300
Pengalengan & pengawetan 500

PABRIK KIMIA
Ruang pabrik 200
Pencampuran 300
Injeksi 500
Kontrol 500
Laboratorium 750
Pencampuran warna 1000
PABRIK COKLAT
Ruang kerja 300
Dekorasi / inspeksi 500

PABRIK SUSU
Pembotolan susu 300

INDUSTRI LISTRIK
Penggulungan klimmran 500

PERAKITAN
Halus 1500
Sangat halus 2000
Inspeksi 1000

PENGECORAN
Cor / cetak 300
Inspeksi 500

PABRIK GELAS
Pencampuran 200
Pencetakan 300
Dekorasi 500
Pengguratan 750

KEGIATAN ILUMINASI
( LUX )

PABRIK KULIT
Pres / pelicinan 750
Potong / jahit 1000
Penyortiran 1500

PABRIK MESIN
Tekuk / las 300
Pekerjaan mesin 500
Pekerjaan halus 750
Sangat halus 1000
Presisi 2000

PABRIK KERTAS
Pembuat kertas kardus 300

PABRIK KERAMIK
Pembakaran 200
Cetak / Pres 300
Dekorasi / enamel 750

PERCETAKAN
Penjilidan 500
Komposisi manual 750
Penyelesaian akhir 1000

PABRIK TEXTIL
Penyebaran 300
Pemintalan 500
Tenun biasa 750
Tenun halus 1000
Inspeksi 1500

PERGUDANGAN
Gudang 150
Pengepakan 300
PABRIK KAYU
Gergaji / Potong 200

ELECTRICAL CHARACTERISTICS

KABELINDO

Current Carrying
Resistance at 20C
Capacity
Conductor Insulation In ground In air Approx Short
Reactance Circuit Test
Size
per Current Voltag
Conductor at 1 sec
DC
Calculated - 30C 30C
A A Ohm / km kV /
mm2 Ohm / km M.Ohm.km kA
ooo ooo ooo 15.mi
1.5 11.9 62 o 33 o 26 - 0.17 4
2.5 7.14 57 o 45 o 35 - 0.29 4
4 4.47 52 o 58 o 46 - 0.46 4
6 2.97 44 o 74 o 58 - 0,70 4
10 1.77 36 o 98 o 80 - 1.16 4
16 1.12 26 98/107 86/100 0.110/0.254 1.86 4
25 0.708 26 125/138 120/135 0.107/0.242 2.91 4
0.097/0.22
35 0.514 22 151/165 145/170 8 4.07 4
50 0.379 22 178/196 180/205 0.096/0.189 5.81 4
70 0.262 19 218/240 225/260 0.094/0.210 8.14 4
95 0.189 18 263/289 280/320 0.091/0.203 11.05 4
120 0,150 16 298/329 330/375 0.088/0.196 13.95 4
150 0.122 16 338/374 380/430 0.086/0.192 17.44 4
185 0.0972 16 383/418 440/490 0.086/0.184 21.51 4
240 0,0740 16 436/481 530/590 0.082/0.174 27.91 4
300 0,0590 15 490/552 610/680 0.082/0.170 34.88 4
400 0.0461 14 579/632 740/920 0.078/0.163 46.51 4
500 0.0366 14 659/730 860/960 0.078/0.157 58.14 4

PRESENTASE HANDLING CAPACITY

a. KANTOR ( 11 15% )

b. HOTEL ( 8 12% )

c. APARTEMEN ( 5 7% )

* AVERAGE INTERNAL : 30 40 DETIK

* ROUND TRIF : WAKTU YG DIPERLUKAN OLEH KERETA LIFT

DIMANA : ROUNTRIF u/ HOTEL : 40 50 DETIK

OFFICE : 30 - 40 DETIK

CONTOH CONTOH INTERNAL :

a. PERKANTORAN 25 45 DETIK

b. FLAT 50 120 DETIK

c. HOTEL 40 70 DETIK

d. ASRAMA 60 80 DETIK

PENAMPUNGAN.

ORANG.

KAPASITAS LIFT DITENTUKAN

BERDASARKAN JUMLAH :

KECEPATAN LIFT DITENTUKAN

BARDASARKAN :
- STANDAR KECEPATAN 30 60 DETIK

CONTOH PERHITUNGAN :

ORANG, TINGGI GEDUNG 100 M & JUMLAH LIFT 2 BUAH.

* KAPASITAS : 1000 x 13

100

= 130 ORANG

= 130 ORANG

2 BUAH LIFT

= 65 ORANG

3 MENIT

= 13 ORANG.

DETIK

= 3.3 M / DETIK 3.5 M / DETIK ( DIBULATKAN )

= 3.5 M / DETIK x 60

= 210 M / MENIT.
DAYA ANGKUT LIFT ( HANDLING CAPACITY )

DAYA ANGKUT LIFT DALAM 5 MENIT

M = 5 x 60 x m = 5 x 60 x m x N

W T

75 KG / ORANG.

T / N.

WAKTU MENUNGGU = WAKTU PERJALANAN BOLAK

BALIK LIFT.

JADI M = 5 x 60 x m

T
WAKTU PERJALANAN BOLAK BALIK LIFT

TERDIRI DARI :

DETIK.

ZONE SEBANYAK (n - 1) LANTAI :

(n 1) x m / n 1 x 1.5 DETIK.

g. PINTU MEMBUKA DI LANTAI DASAR ........ 2 DETIK

JUMLAH T = ( 2h + 4s ) ( n 1 ) + s ( 3 m + 4 ) DETIK

DIMANA :
T = WAKTU PERJALANAN BOLAK BALIK LIFT (ROUND TRIP

TIME).

n = JUMLAH LANTAI DALAM 1 ZONE

m = KAPASITAS LIFT

UNTUK INDONESIA PERSENTASI TERSEBUT ADALAH :

a. PERKANTORAN .............. 4% x JUMLAH PENGHUNI
GEDUNG
b. FLAT .................................. 3% x JUMLAH PENGHUNI
GEDUNG

DATA DATA UNTUK PENAKSIRAN JUMLAH PENGHUNI GEDUNG :

a. PERKANTORAN ............................. 4 m2 / ORANG.
b. FLAT ................................................. 3 m2 / ORANG.
c. HOTEL .............................................. 5 m2 / ORANG.
* EFISIENSI BANGUNAN ( BUILDING EFFICIENCY )

DAPAT DI HUNI ATAU DISEWAKAN TERHADAP LUAS LANTAI

KANTOR.

10 LANTAI : ..................................................................................... 85%
20 LANTAI : LANTAI 1 10 ............................................. 80%
LANTAI 11 20 ........................................... 85%
30 LANTAI : LANTAI 1 10 ............................................. 75%
LANTAI 11- 20 ............................................ 75%
LANTAI 21 30 ........................................... 85%
40 LANTAI : LANTAI 1 10 ............................................. 75%
LANTAI 11 20 ........................................... 80%
LANTAI 20 30 ........................................... 85%
LANTAI 31 40 ........................................... 90%

BEBAN PUNCAK LIFT :

P = PRESENTASI EMPIRIS BEBAN PUNCAK LIFT ( % )

a = LUAS LANTAI KANTOR PER TINGKAT ( m )

n = JUMLAH LANTAI

SEDANGKAN : K = 5 x N x m x 0.3 = 1.5 mN

MAKA : L = P ( a - 1.5 mN ) n

a"

L = P ( 2 a - 3 mN ) n

2 a"

DAYA ANGKUT 1 LIFT DALAM 5 MENIT :

M = 5 x 60 x m = 300 m

W T

DAYA ANGKUT N LIFT DALAM 5 MENIT :

MN = 300 mN

PERSAMAAN : L = MN
P ( 2a - 3 mN ) n = 300 mN

2a" T

N = 2 an TP

3 m (200 a" + n TP)

DIMANA :
N = JUMLAH LIFT DALAM 1 ZONE

T = WAKTU PERJALANAN BOLAK BALIK LIFT.

m = KAPASITAS LIFT

SUATU LIFT DENGAN KAPASITAS m & KECEPATAN s m / detik.

MEMERLUKAN DAYA :

E = 0.75 x m x 75 x s HP = 0.75 ms KW
75
SEDANGKAN FAKTOR KEBUTUHAN DAYA UNTUK SUATU KELOMPOK

JUMLAH LIFT 2 3 4 5 6 7 10 15 20 25

FAKTOR DAYA 0.85 0.77 0.72 0.67 0.63 0.59 0.52 0.44 0.40 0.35

EXAMPLE : LIFT DENGAN KAP. 3500 Lb = 1587.6 kg &

KECEPATAN 3 m / detik.

MEMERLUKAN DAYA LISTRIK :

0.75 x 1587.6 x 3 HP = 48 HP
75

UNTUK 5 LIFT = 0.67 x 5 x 48 HP = 160 HP

* NOTE :1 ORANG DIPERLUKAN 75 kg.

HP