Anda di halaman 1dari 93

KONVERSI

1 TR = 2.4 GPM UNTUK CHILLER PADA SISTEM HVAC.

1 TR = 3.4 GPM UNTUK COOLING TOWER PADA SISTEM

HVAC.

1 M/S = 196.8 FEET / MENIT

1 L/S = 2.118 FEET / MENIT

1 INS.WG = 249 PASCAL

1 M3 / HR = 400 CFM

1 INS.WG = 300 CFM

1 CFM = 35.31 M3 / MENIT

1 PK = 9000 BTUH

1 TR = 3.517 KW (COOLING CAPACITY)

1 PK = 0.746 KW

1 KW = 1000 WATT

1 WATT = 3.412 BTUH

1 M3 / S = 646 CFM

1 M3 / S = 3.2808 FT / S

1 TR = 12.000 BTUH

1 M3 / S = 2118.6 CFM

1M = 3.2808 EET

1 GPM = 3.785 LITER

1M/S = 196.8 FEET / MENIT

1L/S = 2.118 F3 / MENIT

1 M3 / H = 0.588 F3 / MENIT
1 LITER = 0.264 GALON

1 M3 = 1000 LITER

1 BAR = 10 METER

1 CFM = 30 BTUH

1 KW = 0.284 R

1 BAR = 14.5 14.7 (LB / M2)

1 LITER =1 KG

1L/S = 3.6 CMH

DIMENSI

DIMSCALE 10000 FAKTOR SKALA KESELURUHAN

DIMASZ 0.1800 UKURAN TANDA DIMENSI

DIMCEN 0.0900 UKURAN TANDA PUSAT

DIMEXO 0.0625 OFFSET GARIS BATAS

DIMOLI 0.0380 PENAMBAHAN GARIS DIMENSI

DIMTP 0.0000 TOLERANSI POSITIF

DIMTM 0.0000 TOLERANSI NEGATIF

DIMTXT 0.0180 KETINGGIAN TEXT DIMENSI

DIMTSZ 0.0000 UKURAN TITIK (TICK)

DN 0.0000 MERUBAH HURUF (TEXT) DIMENSI


MEMBUAT MENU SIMBOL PADA AUTOCAD

EDIT

OPEN ACAD. MNU YG TERDAPAT PADA FILE SUPPORT

TULIS : *** POD2

[ SIMBOL ]

[ MEKANIKAL ] (CONTOH)

[ AIR CONDITIONING ]

[ EXH.FAN1 ] ^C^C INSERT ; C : / LIB / EL / EF1

(PENUTUP) [ EXH.FAN2 ] ^C^C INSERT ; C : / LIB / EL / EF2

[--]

[ LIGHTNING ]

[ DOWN LIGHT ] ^C^C INSERT ; C : / LIB / EL / DL1

(PENUTUP) [ STREET LAMP ] ^C^C INSERT ; C : / LIB / EL / ST


STP

- LUAS GEDUNG 1000 M2

ASUMSI ORANG PADA GEDUNG SELUAS 10.000 M2

DIMANA POPULASI UNTUK 1 ORANG = 10 M2

JADI :

KEBUTUHAN AIR UNTUK 1 HARI ADALAH ;

= 10.000 M2 : 10 M2 / ORANG

= 1000 / ORANG

= 1000 / ORANG * 80 LITER / ORANG

= 80.000 LITER < TOTAL KEBUTUHAN AIR / HARI >

* DITENTUKAN KAP.STP ADALAH :

= 80.000 LITER * 80 %

= 64.000 LITER = 64 M3

MAKA RUMUS : a * D * C

NB : a = LUAS LANTAI EFEKTIF

b = POPULASI ORANG DI GEDUNG

C = KONSTANTA 80 %

D = KEBUTUHAN AIR / HARI / ORANG


CONTOH CARA MENENTUKAN KAP GRAUND RESERVOIR

1. MENENTUKAN JUMLAH PENGHUNI

CONTOH : SUATU GEDUNG BERLANTAI 8 * LUAS 1000 M2 / LANTAI

CODE AREA 15 20 % & NETTO 80 %

JADI : 80 % * 1000 = 80 M2

* JUMLAH ORANG / LT = 800 M2 = 80 ORANG / LT

10 M2 / ORANG / LT

* JUMLAH TOTAL = 8 LT * 80 ORANG / LT

= 640 ORANG

2. MENENTUKAN KEBUTUHAN AIR BERSIH

KEBUTUHAN AIR ORANG RATA RATA PERORANG / HARI (TABEL)

ADALAH UNTUK KANTOR = 100 LITER / ORANG / HARI

JADI TOTAL KEBUTUHAN AIR

= 640 ORANG * 100 LT / ORANG / HARI

= 64.000 LITER / HARI

= 64 M3 / HARI

3. MENENTUKAN KEBUTUHAN AIR UNTUK PEMADAM

KEBAKARAN

MISAL : SISTEM YANG DIGUNAKAN ADALAH COMBINED SISTEM

NB : * AREA PROTEKSI PER STANDPIPE / LANTAI

1 STANDPIPE MAX MELAYANI UNTUK LUAS 800 1000 M 2

TIAP LANTAI.
* JADI UNTUK GEDUNG YANG LUAS 1000 M 2 / TIAP LANTAI

CUKUP DIPASANG 1 STANDPIPE 500 GPM

* HARUS TERSEDIA AIR UNTUK PEMADAM KEBAKARAN MIN.

SELAMA 45 MENIT.

MAKA : = 500 GPM * 45 MENIT

= 22.500 GALON = 85.000 LITER

= 85 M3

4. MENENTUKAN KAP. TOTAL GROUND RESERVIOR

GROUNDRESERVOIR DIGUNAKAN UNTUK MENAMPUNG KEBUTUHAN

PENGHUNI SELAMA 2 HARI.

JADI : = ( 2 HARI * 64 M3 / HARI )

= 128 M3 + 85 M3

= 213 M3

SAFETY FACTOR 10 % = 213 + 21.3

= 234.3 M3

= 250 M3

MAKA KAPASITAS TOTAL GROUND RESERVOIR 250 M3

5. MENENTUKAN KAP.ROOFTANK

KAP ROOFTANK DITENTUKAN DENGAN 2 CARA :

a. BERDASARKAN BEBAN PUNCAK DARI BEBAN RATA

RATA.

b. BERDASARKAN BEBAN PUNCAK DARI NILAI ITU.


CONTOH DENGAN NILAI FU : 5 CLOSE = 5 * 10 = 50 FU

3 URINOIR = 3 * 5 = 15 FU

6 WASHTAFEL = 6 * 2 = 12 FU

5 KRAN =5*2 = 10 FU +

TOTAL = 87 FU/ LANTAI

MAKA : 8 LANTAI * 87 FU / LANTAI

= 690 FU (LIHAT GRAFIK) 650 LITER / MENIT

ROOFTANK DIRENCANAKAN MENAMPUNG AIR SELAMA 30 60

MENIT

UNTUK 30 MENIT = (650 LITER / MENIT * 30 MENIT)

= 19.500 LITER = 20 M3

= 20 M3

6. MENENTUKAN KAP.POMPA TRANSFER AIR BERSIH

NB : * PEMAKAIAN AIR PADA BEBAN PUNCAK 650 LITER / MENIT

PENGISIAN DI MULAI PADA SAAT KAP. DALAM ROOFTANK

TINGGAL 10 M3 (10.000 LITER)

MAKA : =(QM QK ) * T =

=(QP - 650 LITER / MENIT) * 30 MENIT = 10.000 LITER

(QP 650 LPM) = 10.000 LITER : 30 MENIT

(QP 650 LPM) = 333 LITER / MENIT

QP = 333 LITER / MENIT + 650 LITER / MENIT

QP = 983 LITER / MENIT = 1000 LITER / MENIT


QP = 1000 LITER / MENIT

DIRENCANAKAN DI PAKAI 3 POMPA (1 STANDBAY)

JADI KAP.POMPA 3 * 500 LITER / MENIT ATAU

3 * 132 GALON / MENIT

7. MENENTUKAN PACKAGE BOSTER PUMP

PACKAGE BOSTER PUMP MELAYANI 2 3 LANTAI TERATAS

UNTUK 2 LANTAI = 2 LANTAI * 87 FU / LANTAI = 174 FU

= 174 FU (LIHAT GRAFIK )

= 335 LITER / MENIT

RUMUS :

(JUMLAH LANTAI YG DI LAYANI * JUMLAH FU LANTAI YG

DILAYANI )

Septictank No.1

Unit alat plambing yang di layani :

Kloset = 10 unit * 15 liter * 24 kali = 3600 liter

Urinoir = 7 unit * 5 liter * 24 kali = 840 liter

Total = 4440 liter = 4.44 m3

Kapasitas untuk 3 hari = 3 * 4.44 m3

= 13.32 m3

= 14 m3

Dimensi Septictank =p*l*t


= 9.3 * 1.5 * 1 (m)

Resepan diperhitungkan dari laju aliran air buangan perhari yang masuk ke

dalam septictank. Kapasitasnya adalah 1 / 3 kapasitas septictank.

Jadi volume resapan adalah : 4.6 m3

Dimensi Septictank =p*l*t

= 3 * 1.5 * 1 (m)

Septictank No.2

Unit alat plambing yang di layani :

Kloset = 4 unit * 15 liter * 24 kali = 1440 liter

Urinoir = 4 unit * 5 liter * 24 kali = 480 liter

Total = 1920 liter

= 1.92 liter

Kapasitas selama 3 hari = 5.76 m3

= 6 m3

Dimensi Septictank =p*l*t

= 4 * 1.5 * 1 (m)

Resapan diperhitungkan dari laju aliran air buangan perhari yang masuk ke

dalam septictank. Kapasitasnya adalah 1 / 3 kapasitas septictank.

Jadi volume resapan adalah : 2 m3

Dimensi Septictank =p*l*t


= 1.3 * 1.5 * 1 (m)

SEPTICTANK

RUMUS : =P*U*O

P = ASUMSI WAKTU PEMAKAIAN DLM 1 HARI

U = JUMLAH UNIT PLAMBING

O = PEMAKAIAN AIR UNTUK PENGGUNAAN 1 KALI

* KAPASITAS SEPTICTANK PENAMPUNGAN 3 HARI.

* ASUMSI WAKTU PENGGUNAAN ALAT PLUMBING :

- PAGI ( 1 JAM ) 8 KALI PEMAKAIAN

- SIANG ( 2 JAM ) 16 KALI PEMAKAIAN

- SORE ( 1 JAM ) 8 KALI PEMAKAIAN

* BAK PENAMPUNGAN PENGURAIAN TINJA MEMBUTUHKAN

WAKTU 3 HARI.

* BAK PERESAPAN MEMBUTUHKAN WAKTU 1 HARI.


Tabel 3.18 Panjang ekivalen untuk katup dan perlengkapan lainnya

Diameter Panjang Ekivalen (m)


Belokan Belokan T- 90 T 90 Katup Katup Katup Katup
Nominal
90 45 Aliran Aliran Sorong Bola Sudut Satu
(mm)
cabang Lurus arah
15 0.60 0.36 0.90 0.18 0.12 4.5 2.4 1.2

20 0.75 0.45 1.2 0.24 0.15 6.0 3.6 1.6

25 0.90 0.54 1.5 0.27 0.18 7.5 4.5 2.0

32 1.2 0.72 1.8 0.36 0.24 10.5 5.4 2.5

40 1.5 0.90 2.1 0.45 0.30 13.5 6.6 3.1

50 2.1 1.2 3.0 0.60 0.39 16.5 8.4 4.0

65 2.4 1.5 3.6 0.75 0.48 19.5 10.2 4.6

80 3.0 1.8 4.5 0.90 0.63 24.0 12.0 5.7

100 4.2 2.4 6.3 1.2 0.81 37.5 16.5 7.6

125 5.1 3.0 7.5 1.5 0.99 42.0 21.0 10.0

150 6.0 3.6 9.0 1.8 1.2 49.5 24.0 12.0

Catatan :

(1) Katup pipa isap (foot valve) mempunyai panjang ekivalen sama

dengan katup sudut (angle valve). Katup satu arah (check valve) dari

jenis yang dengan engel.

(2) Kalau sambungan antara pipa dengan perlengkapannya halus

dan rata (seperti pada pipa dan perlengkapan tembaga), maka angka

panjang ekivalen untuk belokan dan T dikurangi dengan

setengahnya.
Tabel 3.16 Unit alat plumbing untuk penyediaan air dingin.

Jenis Jenis penyediaan Unit alat Keterangan

alat plambing air plambing


Untuk Untuk

pribadi umum
Kloset Katup glontor 6 10

Kloset Tangki glontor 3 5

Peturasan dengan Katup glontor - 10

tiang

Peturasan terbuka Katup glontor - 5

(urinal stall)

Peturasan terbuka Tangki glontor - 3

(urinal stall)

Bak cuci Keran 0.5 1

(kecil)

Bak cuci tangan Keran 1 2

Bak cuci tangan, Keran - 3

untuk kamar

operasi

Bak mandi rendam Keran pencampur 2 4

(bath tub) air dingin dan

panas

Pancuran mandi Keran pencampur 2 4

(shower) air dingin dan


panas

Pancuran mandi Keran pencampur 2 -

tunggal air dingin dan

panas

Satuan kamar Kloset dengan 8 -

mandi dengan bak katup gelontor

mandi rendam

Satuan kamar Kloset dengan 6 -

mandi dengan bak katup gelontor Gedung kantor,

mandi rendam dsb.

Bak cuci bersama (untuk tiap keran) - 2 Untuk umum :

Bak cuci pel Keran 3 4 hotel atau

Bak cuci dapur Keran 2 4 restoran, dsb.

Bak cuci piring Keran - 5

Bak cuci pakaian Keran 3 -

(satu sampai tiga)

Pancuran minum Keran air minum - 2

Pemanas air Katup bola - 2

Catatan : 1). Alat plambing yang airnya mengalir secara kontinyu harus

di hitung secara terpisah, dan ditambahkan pada

jumlah unit alat plambing.

2). Alat plambing yang tidak ada dalam daftar dapat

diperkirakan, dengan membandingkan dengan alat

plambing yang mirip / terdekat.


3). Nilai unit alat plambing dalam table ini adalah keseluruhan.

Kalu digunakan air dingin dan air panas, unit alat plambing

maksimum masing masing untuk air dingin dan air panas

diambil tiga perempatnya.

4). Alat plambing untuk keperluan pribadi dimaksudkan pada

rumah pribadi atau apartemen, di mana pemakaiannya

tidak terlalu sering.

5). Alat plambing untuk keperluan umum dimaksudkan yang

dipasang dalam gedung kantor, sekolah, pabrik, dsb. Di

mana pemakaiannya cukup sering.

Tabel 2.3.4 JUMLAH KAKUS, BAK CUCI TANGAN, DAN


PETERUSAN UNTUK HUNIAN USAHA

Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah

kakus karyawan bak cuci karyawan peterusan karyawan


tangan pria
1 1 10 1 1 20 1 31 75

2 11 30 2 21 40 2 76 185

3 31 50 3 41 60 3 186 305

4 51 75 4 61 80

5 76 105 5 81 100

6 106 145 6 101 125

7 146 185 7 126 150

8 186 225 8 151 175

9 226 - 265 9 176 205


Ditambah 1 kakus Ditambah 1 bak cuci Ditambah 1 peterusan

untuk setiap tangan untuk setiap untuk setiap

pertambahan 40 orang pertambahan 30 orang pertambahan 120 orang

karyawan, diatas karyawan diatas jumlah karyawan, diatas

jumlah 265 orang 205 orang karyawan. jumlah 305 orang

karyawan. karyawan.

Tabel 3.13 Pemakaian air tiap alat plumbing, laju aliran airnya, dan
ukuran pipa cabang pipa air.

No. Nama alat Pemakaian Penggunaa Lajua Waktu Pipa Pipa cabang

plambing air untuk n per jam liran untuk sambun air bersih ke

penggunaan (liter / pegisian gan alat plambing


satu kali min) (detik) alat (mm)
Pipa Temb
(liter) plambin
baja aga
g (mm)
1 Kloset 13.5 16.5 6 12 110 180 8.2 10 24 32 25

(dengan katup

gelontor)

2 Kloset 13 15 6 12 15 60 13 20 13

(dengan tangki

gelontor)

3 Peterusan 5 12 20 30 10 13 20 13

(dengan katup

glontor)

4 Peterusan, 2-4 9 18 12 1.8 3.6 300 13 20 13

orang (4.5)

(dengan tangki

glontor)

5 Peterusan, 5-7 22.5 31.5 12 4.5 6.3 300 13 20 13

orang (4.5)

(dengan tangki

6 glontor) 3 12 20 10 18 13 20 13

Bak cuci tangan

7 kecil 10 6 12 15 40 13 20 13

Bak cuci tangan

8 biasa (lavatory) 15 6 12 15 60 13 20 13

Bak cuci dapur


(sink) dengan

keran 13 mm.

Bak cuci dapur

9 (sink) dengan 25 6 12 25 60 20 20 20

keran 20 mm

Bak mandi

10 rendam (bath 125 3 30 250 20 20 20

tub)

11 Pancuran mandi 24 60 3 12 120-300 13-20 20 13-20

(shower)

12 Bak mandi gaya Tergantung 30 20 20 20

jepang ukurannya

Catatan :
1). Standar pemakaian air untuk kloset dengan katup gelontor

untuk satu kali penggunaan adalah 15 liter selama 10 detik.

2). Pipa sambungan ke katup gelontor untuk kloset biasanya

adalah 25 mm, tetapi untuk mengurangi kerugian akibat

gesekan dianjurkan memasang pipa ukuran 32 mm.

3). Pipa sambungan ke katup gelontor untuk peterusan biasanya

adalah 13 mm, tetapi untuk mengurangi kerugian akibat

gesekan dianjurkan memasang pipa ukuran 20 mm.

4). Karena pipa tembaga kurang cenderung berkerak dibanding

bandingkan dengan pipa baja, maka ukurannya lebih kecil.


Pipa PVC biasa juga dipasang dengan ukuran yang sama

dengan pipa tembaga.

TABEL KEPADATAN JUMLAH PENGHUNI

Beban hunian suatu tingkat gedung disesuaikan dengan luas kotor

permukaan lantai menurut daftar sebagai berikut :

Penggunaan Bangunan Luas Kotor


Tempat pertemuan 1 m2 perorang
Ruang makan kafetaria 2 m2 perorang

Kantor 8 m2 perorang

Tempat tinggal 10 m2 perorang

Garasi 30 m2 perorang

Rumah sakit 10 m2 perorang

Pabrik 6 m2 perorang

Gedung Pendidikan 2 m2 perorang

Pertokoan :

Ruang bawah tanah dan lantai dasar

Lantai diatasnya 3 m2 perorang

5 m2 perorang

Tabel 3.12 Pemakaian air rata rata perorang setiap hari

No Jenis Gedung Pemakaian air Jangka Perban Keterangan

. rata rata sehari waktu dingan

(liter) pemakaia luas


n air lantai

rata efektif

rata / total

sehari %

(jam)
1 Perumahan mewah 250 8 10 42 45 Setiap penghuni

2 Rumah biasa 160 250 8 10 50 53 Setiap penghuni

3 Apartment 200 250 8 10 45 50 Mewah 250 liter

Menengah 180 liter

Bujangan 120 liter

4 Asrama 120 8 Bujangan

5 Rumah sakit Mewah >1000 8 10 45 48 (setiap tempat tidur

Menengah 500 -1000 pasien)

Umum 350 500 Pasien luar : 8 liter

Staf / Pegawai : 120

liter

Keluarga pasien :

160 liter

6 Sekolah dasar 40 5 58 60 Guru : 100 liter

7 SLTP 50 6 58 60 Guru : 100 liter

8 SLTA dan lebih tinggi 80 6 Guru / dosen : 100

liter

9 Rumah took 100 200 8 Penghuninya : 160

liter

10 Gedung kantor 100 8 60 70 Setiap pegawai


11 Toserba (took serba 3 7 53 55 Pemakaian air hanya

ada, department untuk kakus, belum

store) termasuk untuk

bagian restorannya

12 Pabrik / industri Buruh pria : 60 8 Perorang, setiap

Wanita : 100 giliran (kalau kerja

lebih dari 8 jam

sehari )

13 Stasiun / terminal 3 15 Setiap penumpang

(yang tiba maupun

berangkat)

14 Restoran 30 5 Untuk penghuni :

160 liter

15 Restoran umum 15 7 Untuk penghuni :

160 liter

Pelayan : 100 liter ;

70% dari jumlah

tamu perlu 15 liter /

orang untuk kakus,

cuci tangan dsb.

16 Gedung pertunjukan 30 5 53 - 55 Kalau digunakan

siang dan malam,

pemakaian air

dihitung

perpenonton
17 Gedung bioskop 10 3 Idem

18 Toko pengecer 40 6 Pedagang besar : 30

liter / tamu, 150

liter / staf, atau 5

liter perhari setiap

m2 luas lantai

19 Hotel / penginapan 250 300 10 Untuk setiap tamu,

untuk staf 120 150

liter, penginapan

200 liter.

20 Gedung peribadatan 10 2 Didasarkan jumlah

jamaah perhari

21 Perpustakaan 25 6 Untuk setiap

pembaca yang

tinggal

22 Bar 30 6 Setiap tamu

23 Perkumpulan social 30 Setiap tamu

24 Klab malam 120 350 Setiap tempat

duduk

25 Gedung perkumpulan 150 - 200 Setiap tamu

26 Laboratorium 100 - 200 8 Setiap staf

KOLAM RENANG
TERLEBIH DAHULU HARUS DIKETAHUI VOLUME AIR KOLAM

RENANG

CONTOH : KOLAM RENANG 200 M3

TURN OVER KOLAM RENANG 8 KALI / HARI

JADI : KAP. SAN FILTER : VOLUME KOLAM RENANG (M3)

TURN OVER

= 200 M3 = 200000 L

8 KALI / HARI 8 KALI / HARI

= 25000 L / JAM

= 25000 L / JAM = 416.6 L / MENIT

60

JADI: KAP.SAND FILTER ADALAH : 416.6 L / MENIT & KAP.POMPA

KOLAM RENANG : 416.6 L / MENIT.

DRAINACE

1. KOEFISIEN ALIRAN = PERBANDINGAN BESARNYA HUJAN YANG

MENJADI ALIRAN DENGAN BESARNYA

HUJAN ITU SENDIRI.

2. DAFTAR KOEFISIEN ALIRAN ( c ) ( RUN OFF COEFFICIENT )

1. PADANG RUMPUT / TAMAN TAMAN 0.05 0.10


2. PERUSUNAN 0.10 0.25

3. PEMUKIMAN 0.25 0.50

4. DAERAH SEDANG 0.50 0.170

5. DAERAH PADAT 0.70 0.90

6. JALAN ASPAL 0.25 0.60

7. ATAP 0.70 0.95

RUMUS DEBIT : Qp = 0.278 . C . I . A

Op = DEBIT PUNCAK ( M3 / DET )

C = KOEFISIEN ALIRAN

I = CURAH HUJAN ( MM / M2 / DAM )

A = LUAS AREA YANG DIHITUNG (KM2)

3. CARA MENCARI O PADA PET a

= a * Tan-1 = 70 / 200

b = 0.35 INV TAN-1 b

= 19.29004625

= 19.29004625 DIJADIKAN 0

= 19.29004625 INV ' " = 19 17' 24,17"

4. BACA THEODOLITE
= 360 00' 00" - 19 17' 24,17"

= 340 42' 35,8" ( 36 )

5. CARA MENCARI BERAPA 0 BESAR SUDUT

RUMUS : 3 : PANJANG JARAK

a = 30 a = 1 : 3 = INV TAN-1 = 30

3 b = 3 : 1 = INV TAN-1 = 60

1 b= 60

CIVIL DEPARTEMENT

SIN 30 = 0.5

COS 60 = 0.5

SIN 15 = 0.25

COS 75 = 0.25

1. MENCARI JARAK KETINGGIAN


H = a * tan + b

? H
THEODOLIT

b a

2. CARA TENTUKAN JARAK


N = 100.000
E = 50.000
200 M BM I
b RUMUS :

c=?
a 70 M a

BMI N = 30.000 b
E = 300.000

JAWAB : C = a + b = ( 70 + 200 ) = 49.00 + 40.000

= 44.900 = 211890

C = 211896

6. N

AREA AREA
N=(+) N=(+)
E =(-) E =(-)
W E
N=(-) N=(-)
E =(-) E =(+)
AREA AREA

7. MENCARI COORDINTE

E=? P1 COORDINATE P1 =
r * SIN = E
r * COS = N
r N=?

CONTOH : BM N = 100.000 r = 30.000

E= 50.000 = 15 00' 00"

N= r * SIN : 30 * SIN 15 = 7.765

E= r * COS : 30 * COS 15 = 28.976

8. RUMUS FILING

CONTOH : = 3.5 * H

= 3.5 * ( 5 + ( K : 2 ) )
= 3.5 * 2.500

= 8.750

S = 100 : 10 = 0.10

K = 10 : 2 = 0.05

JADI = 0.10 + 0.05 * 3 = 0.045

= ( 0.10 * 3 + 0.05 * 3 ) = 0.045

TOTAL = 8.750 : 0.045 = 194.44 TON

9. BERAPA A = ?

A=? RUMUS : TAN * B

A = 50 TAN * 2000 = 238

200
50

10. BERAPA B = ?
RUMUS : COS * C

B = 50 COS * 1500 = 0.964

B =? 1500

50

11. BERAPA A = ?
A=?

RUMUS : C * SIN

1675 A = 45 SIN * 1675 = 1.184

45

12. BERAPA C = ?

A= 10 RUMUS :

C=a+b

B = 20 C= ? = 10 + 20

45 = 500 = 22.350

13. MENCARI KETINGGIAN MENGGUNAKAN THEODOLITE

RUMUS : H = x Tan. x b

14. MENCARI JARAK YANG TERHALANG


C

A B

RUMUS : ( a + b ) ( 2 ab + Cos ) = C

CONTOH : a = 20 M

b = 30 M

= 60 0' 0"

C = 20 + 30 - 2 * 20 * 30 * 60 0' 0"

= 1300 600

= 700 = 26.457

15. BERAPA HD = ?

RUMUS : Cos * SD

22 SD 13.000 HD = 22 Cos * 13.000

= 12.053

HD

16. BERAPA H = ?

RUMUS : SIN * Va * SD
H=? SD = 13.000 H = 22 SIN * 13.0

22 ( H = 4.8698 = 4.870

COOLING TOWER

KET : * DL : Drif losses pada Cooling Tower adalah max. 3 %

DL = MAX. 3 % ( gpm ) * kapasitas Cooling Tower (gpm )

* Make Up Water Cooling Tower disediakan untuk kebutuhan 30

60 menit.

* Diasumsikan pada gedung perkantoran, Cooling Tower beroperasi

selama 10 jam x 60 menit.

1 galon = 3.785 liter

1 m3 = 1000 liter

1 TR = 3.5 GPM ( COOLING TOWER )

1 TR = 2.4 GPM ( CHILLER )

m3 gpm O ( gpm ) = O ( m3 ) x 3.785 liter

1000

* RUMUS CARA MENENTUKAN KAP. MAKE UP COOLING TOWER


Contoh : Suatu Cooling Tower / mempunyai kap 100 TR

Ditanya : 1. Kebutuhan air untuk Cooling Tower ?

2. Kap. Make Up Cooling Tower ?

3. Kap. Pompa Cooling Tower ?

Dijawab :

Diketahui : OCT = 100 ( TR ) x 3.5 ( gpm ) 350 GPM

DL = 3 % ( gpm ) x 350 ( gpm ) 10.5 GPM

OCT = 10 jam x 60 menit

Maka : 1. Kebutuhan air untuk Cooling Tower ?

CT ( g / hari ) = [ DL x OCT ]

CT ( g / hari ) = [ 10.5 ( gpm ) x 10 jam x 60 menit ]

CT ( g / hari ) = 6300 galon / hari atau 23850 liter / hari

Jadi kebutuhan air untuk Cooling Tower adalah 6300

galon / hari atau 23850 liter / hari.

2. Kop. Make Up Cooling Tower ?

MU = [ DL ( gpm ) x 60 ( menit ) ]

MU = [ 10.5 ( gpm ) x 60 ( menit ) ]

MU = 630 galon 2384.55 liter

MU = 23.8 M3 2.5 M3

Jadi kapasitas Make Up Cooling Tower adalah 2.5 M 3

3. Kop. Pompa Cooling Tower ?


OP = 315 galon = 30 menit

10.5 galon / menit

OP = [ OP ( gpm ) DL ( gpm ) ] x 30 menit

OP = [ 10.5 x 30 menit ]

OP = 315 galon 1192.275 liter

OP = 1.192275 M3 1.25 M3

OP ( gpm ) 10.5 ( gpm ) = 315 ( gpm ) = 10.5 gpm

30 menit

* RUMUS MENCARI STATIC PRESSURE PADA DUCTING DAN

MENENTUKAN UKURAN / TYPE MOTOR FAN

ESP. ( Inch.wg ) = L ( feet ) x F ( Inch.wg ) x 1.5 + 0.1 Inch.wg

100 feet

KET : L : Panjang Ducting ( feet )

F : Friction Loss ( Inch.wg / 100 feet )


1m = 3.2808 feet

1 Inch wg = 249 Pascal

Q cfm m3 / s Q ( m3 / s ) = Q ( cfm )

35.31 x 60

Contoh : Suatu ducting dengan kapasitas 4000 cfm uk. 48" x 12"

(1200 x 300) panjang 25 m friction loss 0.075 Inch.wg /100

ft.

Tanya : 1. Static pressure ?

2. Type motor fan ?

Jawab :

Diketahui : O = 4000 cfm 1.8 m3 / s

L = 25 m 82 feet

F = 0.075 Inch.wg / 100 feet

Maka : 1. ESP ( Inch.wg ) = L (feet ) x F ( Inch.wg) x 1.5 +0.1 Inch.wg

100 feet

ESP = 82 x 0.075 ( Inch.wg) x 1.5 + 0.1 Inch.wg

100 feet

ESP = [ 0.0615 Inch.wg x 1.5 ] + 0.1 Inch.wg

ESP = 0.09 Inch.wg + 0.1 Inch.wg

ESP = 0.10 Inch.wg ~ 0.2 Inch.wg


ESP = 0.2 Inch.wg 50 Pascal

RULE OF THUMBE PEMAKAIAN AC ( M2 / TON )

1. KAMAR TIDUR RUMAH TANGGA 46 56

2. FLAT DENGAN 1 ATAU 2 KAMAR 33 42

3. RUANG KANTOR KECIL 30 35

4. HOTEL / KAMAR TAMU 23 28

5. RUMAH SAKIT / KAMAR PASIEN 23 28

6. PUSAT KESEHATAN 23 28

7. KANTOR BESAR 21 25

8. TOSERBA 19 23

9. BANK / RUANG USAHA 18 23

10. GEREJA 14 23

11. RUMAH MAKAN 10 21

12. SALON KECANTIKAN 18 27

13. RUANG PENJAMUAN 14 19

14. AULA ( AUDITORIUM ) 9 10

15. KAMAR MAKAN 9 23

16. RUANG KOMPUTER 5 14

Peraturan ukuran duct yang dipakai ( metal sheet gauge ) harus mengikuti

daftar low velocity duct sebagai berikut :

Ukuran terpanjang BWG BJLS


duct yang dipakai (USA gauge standard)
Sampai 12" 26 40

13" - 16" 24 50

19" - 30" 24 60

31" - 54" 22 70

55" - 84" 20 80

84" ke atas 18 100

Sambungan Duct.

Samungan ( seam ) duct yang dipakai adalah seam low velocity duct, yaitu

groove seam. Pada pembuatan duct harus dipakai lock, dan lock tersebut

diflincoat luar dalam sehingga tidak terjadi kebocoran pada lock tersebut.

Begitu juga hubungan antara flexible joint round duct dengan diffuser

ujungnya diikat / diperkuat memakai klem seng BJLS 80, dan ujung klem

dibuat. Dan antara ujung ujung duct flexible diflincoat agar tidak

terjadi bocor serta semua sambungan ( seam ) duct harus diflincoat luar

dalam.

Penguatan duct dan sambungan flens.

Untuk sambungan antara duct satu dengan duct lainnya dihubungkan

dengan perantaraan flens besi siku dan mur baut. Di antara flens tersebut

dipakai asbes ( tali asbes ) untuk mencegah kebocoran. Untuk pengelingan

flens besi, siku pada duct harus memakai paku keeling besi, tidak boleh

menggunakan paku keeling aluminium sesudah di keeling, sambungan dan

kelingan diflincoat luar dan dalam agar tidak terjadi kebocoran.


PERHITUNGAN SALURAN AIR HUJAN

Perhitungan saluran air hujan :

Luas area = 50 m x 50 m

= 2.500 m2 = 0.25 ha

Rumus :

Q = 0.002785 x C x I x A

Dimana :

Q = Kapasitas air hujan yang ditampung pada saluran ( m 3 / det )

C = Koefisien pengaliran = 0.95

I = Intensitas hujan di daerah setempat = 110 mm / jam

A = Luas daerah pelayanan di daerah pelayanan ( ha )

Sehingga :

Q = 0.002785 x 0.95 x 110 x 0.25

= 0.073 m3 / det

Ada 4 riser, sehingga :

* Q / 4 = 0.073 / 4

= 0.02

* Q=v x a

Di mana :

a = luas penampang saluran ( m 2 )

v = kecepatan aliran = 2 m / det

Maka :
a =Q/v

= 0.02

= 0.01 m2

= 4 . a

3.14

= 4 x 0.01

3.14

= 0.1128 m

= 1128 mm

= 4.4"

Di ambil pipa dengan diameter 6

RUMUS AC MESIN LIFT

UNTUK LIFT LIFT DENGAN KAPASITAS & KECEPATAN YANG SAMA

MAKA PANAS YANG DIKELUARKAN OLEH SELURUH MESIN LIFT

DALAM RUANG MESIN LIFT :

Q = 0.1 . W . V . N

DIMANA : Q = PANAS YG DIKELUARKAN ( BTU / H )


W = KAPASITAS LIFT ( KG )

V = KECEPATAN LIFT ( MPM )

N =JUMLAH RUANG LIFT YG DI PASANG

DALAM SATU RUANG MESIN.

JIKA LIFT TERSEBUT MEMPUNYAI KAPASITAS & KECEPATAN YANG

BERBEDA :

Q = 0.1 x ( Ni = 1 . Wi x Vi )

Q = 0.1 x ( W1 x V1 + W2 . V2 )

* RUMUS MENCARI KAPASITAS POMPA AC *

Q = [ GPM ] = 2.4 x TR

CONTOH :

DIKETAHUI : CHILLER KAP. 400 TR

DITANYA : KAP. POMPA CHILLER ?

JADI : Q = 2.4 x TR
= 2.4 x 400

= 960 GPMP

CONVERSI : 1 TR = 2.4 GPM ( CHILLER )

1 TR = 3.4 GPM ( COOLING TOWER )

1 TR = 3.517 KW

1 M/S = 190.8 ft / min

1l/s = 2.118 ft3 / min

1 m3/ hr = 0.588 ft3 / min

* COP = COOPETION OF PERFORMENT

COP = COOLING CAPACITY ( KW )

BEBAN LISTRIK COMPRESSOR ( KW )

* EER = ENERGY EVICIENSI RATIO

EER = TOTAL BEBAN LISTRIK ( KW ) .

COOLING CAPACITY ( KW )

NB : SEBAIKNYA DIGUNAKAN CHILLER DENGAN COOLING

CAPACITY 50 HZ UNTUK CARRIER.

* CONVERSI : M3 GPM
GPM = ( M3 ) x 3.785 GPM

1000

1 GPM = 3.785 l / menit

1 m3 = 1000 liter

* RUMUS MENCARI HEAD PADA POMPA

HP = [ HS + HL + HR ] HP + SF 10 %

KETERANGAN :

HR = HEAD RECIDUAL (10 m.ka )

HL = HEAD LOSSES

HS = HEAD STATIC (2 m)

NB :

* RUMUS EXHAUST FAN

LUAS x TINGGI RUANGAN x 35.31 x AC

60

* RUMUS KAPASITAS AC SPLIT

P x L x 12.000 BTUH

22
* RUMUS KAPASITAS DIFFUSER INTEGRATED

100 - 200 CFM & KECEPATAN 500 FPM

* RUMUS EXHAUST TOILET

( P x L x T ) x AC x 35.31

60

NB : JARAK ANTARA OUTDOOR & INDOOR AC SPLIT

MAX. 15 METER.

* RUMUS SMOKE FAN

LUAS x LEBAR x TINGGI x 10 ( AIR CHANGE ) x 35.31

60

* KONVERSI : 1 PK = 0.746 KW

1 KW = 1000 W

1 PK = 9000 BTUH

1W = 3.412 BTUH

1 KW = 3412 BTUH ( COOLING CAPACITY )


* RUMUS MENCARI VELOCITY

V = Q [ CFM ]

A [ CFM ]

DIMANA : A=X.Y ( DUCTING )

* CONVERSI : CMH CFM

( CMH ) x 35.31

60

1 M3 = 35.31 F3

* EXHAUST FAN PADA LT. BASEMENT

Q [ CFM ] = [ M3 ] x AC [ 6 s/d 12 ] x 35.31

60

UNTUK : 2/3.Q DARI ATAS

1/3.Q DARI BAWAH


Pressurized Fan

1. Perbedaan tekanan antara ruang tangga dengan tempat yang dilayani

ruang tangga minimal 50 Pa.

2. Kecepatan udara minimum 1.3 m /s yang melalui pintu kebakaran.

3. Kapasitas Fan ditentukan atas dasar 10 % dari sewa pintu atau

minimum 3 pintu kebakaran terbuka.

4. Luas pintu
Lebar = 1 meter; Tinggi = 2 meter

( 2 m x 1 m ) x 1.3 m / s = 2.6 m3 / s

2.6 m3 / s x 60 = 156 m3 / menit

156 x 35.31 = 5.509 cim

5. 3 pintu x 5.509 cim = 16.527 ~ 17.000 cim

Maka kapasitas Fan 17.000 cim; ada dua unit

6. Static Preassure ( SP )

16 lantai x 4 meter = 64 meter

64 meter x 3.28 = 210 feet

210 feet / 100 x 0.1 = 0.21 x 1.3 = 0.27

( 0.27 + 0.2 ) + 1 = 1.47 > 1.5 inchi wg

UNTUK FRESH AIR : Q SEMUA DARI ATAS ATAU SAMA DENGAN

EXHAUST.

Exhaust Pantry

1. Sirkulasi untuk Exhause Pantry 10 kali / jam.

2. Luas Pantry

Lebar = 2 m; Tinggi = 3.6 m; Panjang = 2 m

( 2 m x 2 m x 3.6 ) x 10 x 30.31 / 60 = 84,744 ~ 85 Cfm

3. 16 lantai x 85 Cfm = 1.360 ~ 15.000 Cfm

Maka kapasitas Fan 1.500 Cfm; tiap pantry

4. Static Pressure ( SP )
16 lantai x 4 meter = 64 meter

64 meter x 3.28 = 210 Feet

210 Feet / 100 x 0.1 = 0.21 x 1.3 = 0.27

( 1 inchi wg + 0.27 ) = 1.27 ~ 1.3 wg

* PERHITUNGAN SIZE GRILLE SUPPLY*

CONTOH : SUATU RUANGAN BERKAPASITAS 600 CFM, 500 FPM

UKURAN GRILLE YANG DIPAKAI :

600 CFM = 275 L / S = 0.275 M3 / S.

RUMUS : CORE AREA ( M2 ) = AIR FLOW ( M3 / S )

CORE VELOCITY ( M3 / S )

* CORE VELOCITY = 500 FPM = 2.5 M / S

196.8 FPM / M / S

* CORE AREA = 600 CFM : 35.31 : 60 : 2.5


= 0.11 M2

NB : 1 M / S = 196.85 FPM

1 M3 / M = 35.31 CFM

KEC. 500 FPM ( RECOMMENDED )

* KAP. EXHAUST RUANG GENSET

V ( M3 ) x 30 x 35.31

60

NOTE : V ( M3 ) = VOLUME RUANG GENSET

30 = AIR CHANGE PER HOUR ( SEE TABEL )

* MENENTUKAN INTAKE GRILLE RUANG GENSET

Q ( CFM ) = HE + HG + CA ATAU

0.07 x 0.24 x T

= 60 . ( HE + HG )

NOTE : HE = HEAT REJECTION FROM ENGINE ( BTU / M )

HG = HEAT REJECTION FROM GENERATOR ( BTU / M )

CA = COMBUTION AIR INLET

T = PERBANDINGAN SUHU UDARA LUAR DENGAN

UDARA RUANGAN ( 170 F )


* DIMENSI INTAKE GRILLE

TOTAL EXHAUST + TOTAL GRILLE INTAKE ( CFM )

500 FPM

= TE . TG ( F2 )

= TE . TG ( M2 )

* Kapasitas Ducting Return*

90 % dari Kapasitas Ducting Supply

Contoh : 1500 CFM ( Kap. Ducting supply )

Ducting return = 1500 x 0.9

= 1350 CFM

DUCT CONVERSION
30 Cfm = 100 x 100 mm 270 Cfm = 200 x 200 mm
35 Cfm = 100 x 100 mm 275 Cfm = 200 x 200 mm
40 Cfm = 100 x 100 mm 280 Cfm = 200 x 200 mm
45 Cfm = 100 x 100 mm 285 Cfm = 200 x 200 mm
50 Cfm = 100 x 100 mm 290 Cfm = 200 x 200 mm
55 Cfm = 150 x 100 mm 295 Cfm = 200 x 200 mm
60 Cfm = 150 x 100 mm 300 Cfm = 200 x 200 mm
65 Cfm = 150 x 100 mm 350 Cfm = 250 x 200 mm
70 Cfm = 150 x 100 mm 400 Cfm = 250 x 250 mm
75 Cfm = 150 x 100 mm 500 Cfm = 250 x 250 mm
80 Cfm = 150 x 100 mm 600 Cfm = 300 x 200 mm
85 Cfm = 150 x 100 mm 700 Cfm = 300 x 200 mm
90 Cfm = 150 x 100 mm 800 Cfm = 300 x 300 mm
95 Cfm = 150 x 100 mm 900 Cfm = 350 x 300 mm
100 Cfm = 150 x 100 mm 1.000 Cfm = 350 x 300 mm
105 Cfm = 150 x 100 mm 1.500 Cfm = 400 x 300 mm
110 Cfm = 150 x 100 mm 1.750 Cfm = 400 x 350 mm
115 Cfm = 150 x 100 mm 2.000 Cfm = 450 x 400 mm
120 Cfm = 150 x 100 mm 2.500 Cfm = 500 x 450 mm
125 Cfm = 150 x 100 mm 3.000 Cfm = 500 x 550 mm
130 Cfm = 150 x 100 mm 3.250 Cfm = 550 x 500 mm
135 Cfm = 150 x 100 mm 3.500 Cfm = 550 x 500 mm
140 Cfm = 150 x 100 mm 3.750 Cfm = 550 x 500 mm
145 Cfm = 150 x 100 mm 4.000 Cfm = 600 x 550 mm
150 Cfm = 150 x 150 mm 4.250 Cfm = 600 x 550 mm
155 Cfm = 200 x 150 mm 4.500 Cfm = 600 x 550 mm
160 Cfm = 200 x 150 mm 4.750 Cfm = 600 x 550 mm
165 Cfm = 200 x 150 mm 5.000 Cfm = 650 x 600 mm
170 Cfm = 200 x 150 mm 5.250 Cfm = 650 x 600 mm
175 Cfm = 200 x 150 mm 5.500 Cfm = 650 x 600 mm
180 Cfm = 200 x 150 mm 5.750 Cfm = 650 x 600 mm
185 Cfm = 200 x 150 mm 6.000 Cfm = 650 x 600 mm
190 Cfm = 200 x 150 mm 6.250 Cfm = 650 x 600 mm
195 Cfm = 200 x 150 mm 6.500 Cfm = 650 x 600 mm
200 Cfm = 200 x 200 mm 6.750 Cfm = 650 x 600 mm
205 Cfm = 200 x 200 mm 7.000 Cfm = 700 x 650 mm
210 Cfm = 200 x 200 mm 7.250 Cfm = 700 x 650 mm
215 Cfm = 200 x 200 mm 7.500 Cfm = 700 x 650 mm
220 Cfm = 200 x 200 mm 7.750 Cfm = 700 x 650 mm
225 Cfm = 200 x 200 mm 8.000 Cfm = 750 x 750 mm
230 Cfm = 200 x 200 mm 8.250 Cfm = 750 x 750 mm
235 Cfm = 200 x 200 mm 8.500 Cfm = 750 x 750 mm
240 Cfm = 200 x 200 mm 8.750 Cfm = 750 x 750 mm
245 Cfm = 200 x 200 mm 9.000 Cfm = 1.125 x 500 mm
250 Cfm = 200 x 200 mm 9.250 Cfm = 1.125 x 500 mm
255 Cfm = 200 x 200 mm 9.500 Cfm = 1.125 x 500 mm
260 Cfm = 200 x 200 mm 9.750 Cfm = 1.125 x 500 mm
265 Cfm = 200 x 200 mm 10.000 Cfm = 1.250 x 600 mm

* MENCARI TYPE CHILLER PADA BROSUR *

EXAMPLE : TOTAL BEBAN PENDINGIN 127.800 CFM ATAU 3.819.000

BTUH ATAU 318.25 TR.

* DIPASANG CHILLER 2 BUAH DENGAN KAPASITAS :

@ 160 TR

31 TR = 3.517 KW ( COOLING CAPACITY )

NOTE : AMBIENT TEMPERATUR HARUS 95F ATAU 35C


JADI : 160 TR = 562.72 KW ( COOLING CAPACITY )

NOTE : LEVING CHILLER WATER TEMP. C = 7C ATAU 44F

LISTRIK DAYA CHILLER ADALAH :

POWER INPUT (KW) + NO. FAN x KW (FAN)

= 162 + ( 16 x 1.7 )

= 190 KW ( BEBAN LISTRIK ) TOTAL

622 KW = 176.8 TR

KW / TR = 190

176.8

= 1.07 KW / TR

* MENCARI TYPE CHILLER PADA BROSUR *

COP COOPERATION OF PERFORMENT

COP = KW ( COOLING CAPACITY )

KW ( BEBAN LISTRIK COMPRESSOR )

COP = 622 = 3.8

162
EER ENERGY EVICIENSI RATIO

EER = KW ( TOTAL BEBAN LISTRIK )

KW ( COOLING CAPACITY )

EER = 100 = 0.3

622

NOTE : KHUSUS UNTUK CARRIER HARUS SELALU

MENGGUNAKAN CHILLER YG MEMPUNYAI COOLING

CAPACITY : 50 HZ.

* PERHITUNGAN BEBAN TOTAL PENDINGIN RUANG ( AIR

CONDITIONNING ) *

DIKETAHUI: UKURAN RUANGAN = (H)x(L)x(W)

KONDISI RUANG LUAR, TEMPERATUR = to

KELEMBABAN = .................. %

KONDISI RUANG DALAM, TEMPERATUR = t1

KELEMBABAN = .... %( 50 80 )%

EXTERIOR RUANG DALAM : KACA RAYBAN


TINGGI PLAFON = ........... m

TINGGI BADAN JENDELA = ........... m

OKOPASI BRUTONGAN = LUAS BRUTO

LUAS PER ORANG

1. BEBAN KALOR MELALUI BIDANG KACA ( BEBAN SENSIBEL )

UTARA = ............ m2 x 800 BTU / H / m2 = ............... BTUH

SELATAN = ............ m2 x 400 BTU / H / m2 = ............... BTUH

TIMUR = ............ m2 x 900 BTU / H / m2 = ............... BTUH

BARAT = ............ m2 x 1000 BTU / H / m2 = ............... BTUH

................ BTUH

NOTE : u / INDONESIA t0 t1 = 50%

2. BEBAN KALOR OLEH TRANSMISI BIDANG DINDING (BEBAN

SENSIBEL)

UTARA = ....... m2 x 2.1 BTU/H/m2 F x (t0 t1) = ............... BTUH

SELATAN = ....... m2 x 2.15BTU/H/m2 F x (t0 t1) = .............. BTUH

TIMUR = ........ m2 x 2.15 BTU/H/m2 F x (t0 t1) = ............... BTUH

BARAT = ........ m2 x 2.15 BTU/H/m2 F x (t0 t1) = ............... BTUH

.............. BTUH

ATAP = ......... m2 x 11.5 BTU/ H / m2 F x (t0 t1) = ................ BTUH

................ BTUH
3. BEBAN KALOR INTERN

BEBAN SENSIBEL ORANG = OKOPASI x 200 BTUH = ................. BTUH

BEBAN LATEN ORANG = OKOPASI x 250 BTUH = ................. BTUH

BEBAN SENSIBEL LAMPU TL

= JUMLAH WATT LAMPU x 1.25 x 3.4 = ................. BTUH +

................. BTUH

4. VENTILASI ATAU INFILTRASI

CFM = H x L x W x AC x 35.31

DIMANA : H = ROOM HEIGHT (m)

L = ROOM LENGTH ( m )

W = ROOM WEIGHT (m)

AC = AIR CHANGE PER HOUR

5. BEBAN KALOR INFILTRASI UDARA LUAR

a. BEBAN SENSIBEL = CFM x ( to t1 ) x 1.08 BTUH = .... BTUH

b. BEBAN LATEN

= CFM x PERBEDAAN SPECIFY HUMIDITY GR / LB x 1.08 BTUH

( UDARA LUAR DENGAN UDARA DALAM ) = .... BTUH+

.... BTUH

TOTAL BEBAN PENDINGIN = ( 1 ) + ( 2 ) + ( 3 ) + ( 4 ) = ........... BTUH


KAPASITAS AC = TOTAL BEBAN =............. TON R ATAU

12.000

= TOTAL TON R

JUMLAH LANTAI x TINGGI x LUAS LANTAI / 100

= .......... TR / 100 m3

DAYA LISTRIK

1 TON R = 1.25 KW

TOTAL DAYA LISTRIK = TOTAL TON R x 1.15 KW

a c a B c a c
A

b b b

a = c. SIN A b = c . SIN B c = a
SIN A

a B c a c a B c

A
b b b
a = c . COS B b = c . COS A c = a
COS B

a c a c a c

b b b

c = c + b b = c - a a = c - b

a B c a c a B c

A
b b b

c = b c = b . tg A b = a . tg B
SIN B

a c a B c a c
A A

b b b
c = b a = b . COS. tg b = a . COS .tg A
COS A

a B c a c a B c
A A

b b b

SIN B = b SIN A = a B = 90 - A
c c

a c a B c
C
A
b b

TAN A = a c = b . SIN C
b SIN B

a B c a B c

A C
b b

TAN B = b . SIN A SIN C = c . SIN B

a B c

COS B = a + c - b

* CARA MEMBUAT PIPA 3D PADA AUTO CAD *


PILIH MV SETUP PILIH Y PILIH CREATE 2X

PILIH NO.2 (ENGINERING) TULIS UKURAN KERTAS, FIRST

POINT 0.0 , OTHER POINT ; (A4, A3, A1, A2, A0) 3X

TULIS MS

NB : REVSURF : ADALAH PERINTAH UNTUK MEMBUAT OBJEK

YG BULAT ATAU MELENGKUK (ELBOW).

REVSURF 2X, TULIS DERAJAT PIPA ELBOW YG

DIINGINKAN

* SIMBOL & KODE PADA AUTO CAD :

%%O GARIS ATAS PADA TEXT (B)

%%U GARIS BAWAH PADA TEXT (B )

%%D SIMBOL DERAJAT ()

%%P SIMBOL TOLERASI ()

%%C SIMBOL DIAMETER ()

%%% SIMBOL PERSEN (%)

* UKURAN PIPA SPRINKLER

1 2 = 1" ( 25 mm )
3 4 = 1 1/4"

4 5 = 1 1/2"

6 10 = 2"

11 20 = 2 1/2"

21 40 = 3"

41 100 = 4"

101 176 = 6"

276 --- = 8"

* MENENTUKAN FIRE EXTINGUISER :

R. KERJA : 2 KG

LOBBY : 5 KG

R. MESIN / KITCHEN : 10 KG

R. GENSET / MDP : 23 KG

* POMPA KEBAKARAN TERDIRI DARI 3 JENIS :

1. POMPA DIESEL

2. POMPA ELECTRIK

3. POMPA JOCKEY
* JARAK ANTARA TITIK SPRINKLER KE TEMBOK MAX. 2.3 M, MIN.

* JARAK ANTARA TITIK SPRINKLER DENGAN TITIK SPRINKLER

MAX. 4.6 M, MIN. 3 M ( RECOMMENDED 3.6 M ).

* JARAK ANTARA HYDRANT BOX 200 M 300 M.

* UKURAN SLANG PIPA HYDRANT BOX 3/4".

* PANJANG SLANG HYDRANT PILLAR 30 M, UKURAN PIPA 1 ".

* JARAK FIRE EXTINGUISHER ANTARA FIRE EXTINGUISHER 27

M 30 M.

* SLAMESE CONECTION GUNANYA UNTUK MENGAMBIL /

MELAYANI AIR DARI MOBIL PEMADAM KEBAKARAN YG

KEMUDIAN DI ALIRKAN KE HYDRANT BOX DAN SPRINKLER.

* LUAS LANTAI YG DILAYANI OLEH SETIAP SATU SISTEM RISER

TIDAK LEBIH DARI 4851 M2 ( NFPA 13 ).

* ALARM CHECK VALVE HARUS DI PASANG UNTUK SISTEM YG

MELAYANI LEBIH DARI 20 TITK SPRINKLER.

FIRE FIGHTING SCOPE

* KONSENTRASI GAS UNTUK PEMADAM 7.4 %.

EQUIVALENT DENGAN 1 M2 MEMBUTUHKAN 0.584 KG.

MISAL : SUATU VOLUME RUANGAN 500 M3.

MAKA : KEBUTUHAN TABUNGAN GAS YG DIBUTUHKAN


500 x 0.584 = 292 KG

300 KG

MISAL KITA GUNAKAN TABUNG @ KAP 75 KG.

MAKA JUMLAH TABUNG YG DIBUTUHKAN = 300 KG

75 KG

= 4 TABUNG

* KELAS TABUNG

25 KG 50 CM

75 KG 60 CM

773 KG 70 CM

756 KG 80 CM

787 KG 90 CM

Perhitungan kebutuhan Line Telepon

E = nxh

E = Coeffisient Erlang

n = Jumlah panggilan per hari

h = Lama pembicaraan

T = Waktu sibuk ( dalam menit )

Diperkirakan 4 jam yaitu :


- Jam 09.00 - 12.00

- Jam 13.00 - 14.00

Contoh :

Jumlah Extension yang tersedia 600 Outlet,

Pembicaraan tiap personil : Rata rata 4x sehari,

Jumlah pembicaraan : 2400 kali / hari,

Satu kali pembicaraan lamanya : 3 menit

Konstanta Erlang ( E ) = 3 x 2400 = 130 ERL

4 x 60

Kegagalan = 0.12

Jumlah Trunk Line = 4 ( Tabel Erlang )

PABX = 50 / 600

TABEL ERLANG

N/B 0.001 N/B 0.001 N/B 0.001

25.28
1 0.001 41 9 81 58.673
26.03
2 0.046 42 7 82 59530
26.83
3 0.196 43 7 83 60.401
27.64
4 0.439 44 1 84 61.269
28.44
5 0.762 45 7 85 62.135
6 1.146 46 29.22 86 63.003
5
30.06
7 1.579 47 6 87 63.872
30.87
8 2.057 48 9 88 64.742
31.69
9 2.558 49 4 89 65.612
32.51
10 3.092 50 2 90 66.404
33.33
11 3.651 51 2 91 67.356
34.15
12 4.231 52 3 92 68.229
34.97
13 4.831 53 7 93 69.103
35.80
14 5.446 54 3 94 69.970
36.63
15 6.077 55 0 95 70.853
37.46
16 6.722 56 0 96 71.729
38.20
17 7.378 57 1 97 72.606
39.22
18 8.046 58 4 98 73.484
39.95
19 8.724 59 9 99 74.363
40.79
20 9.412 60 5 100 75.242
41.63
21 10.108 61 3 105 79.649
42.47
22 10.812 62 2 110 84.072
43.31
23 11.524 63 3 115 88.511
12.23 44.51
24 4 64 4 120 92.965
12.96 45.00
25 9 65 0 125 97.431
45.84 101.90
26 13.701 66 5 130 4
14.43 46.69 106.40
27 9 67 2 135 2
47.45 110.90
28 15.122 68 0 140 4
15.93 48.38
29 0 69 9 145 115.417
16.68 49.23 119,94
30 4 70 9 150 0
17.44 50.09 124.47
31 2 71 1 155 3
18.20 50.94 129.01
32 8 72 4 160 4
18.87 51.79 133.56
33 2 73 7 165 5
19.74 52.65 138.12
34 3 74 4 170 3
20.51 142.68
35 7 75 53.511 175 9
21.29 54.36 147.26
36 6 76 9 180 2
22.07 55.27 151.84
37 8 77 7 185 3
22.86 56.08 156.43
38 4 78 7 190 0
23.65 56.94 161.02
39 2 79 8 195 4
24.44 57.81 165.62
40 4 80 0 200 4

KELAS SISTEM DAN BAHAN


PEMADAM KEBAKARAN

Bahan Pemadaman
Powder
No. Kelas Sistem
Air Foam CO2 CTF - Dry
Kebakaran Pemadaman
( Busa ) BCF Chemical
1 Kelas A ; kayu, Pendingina,p Baik Boleh Boleh Boleh Boleh

karet, tekstil, enguraian,

dll. isolasi.
2. Kelas B ; Isolasi Bahaya Baik Baik Boleh Boleh

bensin, cat,

minyak, dll.
3. Kelas C ; Isolasi Bahaya Bahaya Baik Boleh Baik

Listrik dan atau

mesin-mesin.
4. Kelas D ; logam Isolasi, Bahaya Bahaya Boleh Bahaya Baik

pendinginan

BCF = Bromide, Clorine, Fluorine adalah jenis gas Halon Bahan Pemadam api

CO2 = carbon dioxide.

Prosentage CO2 yang diperlukan untuk ruangan yang memakai system otomatis.

No. Tingkat Bahaya Prosentage Volume CO2 Berat Per m3

CO2 CO2
1. Berbahaya 40% 40% x Volume ruangan 0.8 kg

2. Cukup berbahaya 30% 30% x Volume ruangan 0.6 kg


ELECTRICAL SCOPE

DASAR DASAR LISTRIK

* ARUS BOLAK BALIK

- FASA 1 ( SATU ) : P = E x I x Cos ATAU

I = P

E x Cos

DIMANA : P = DAYA DALAM WATT

E = TEGANGAN FASA NETRAL DALAM VOLT

I = KUAT ARUS DALAM AMPERE

Cos = FAKTOR KERJA = 0.8 0.9

P DISEBUT SEBAGAI DAYA AKTIF ( REAL POWER ) SEDANG E x I

DISEBUT SEBAGAI DAYA SEMU DENGAN VOLT AMPERE.

- RUGI TEGANGAN ( U ) = TEGANGAN KIRIM ( ES )

TEGANGAN TERIMA ( ER ) ATAU

( U ) = ES ER DAN BESARANNYA = 15% DARI ES

- PENAMPANG PENGHANTAR = A

A = 2 x Cos x I x I

x U
DIMANA : A = LUAS PENAMPANG PENGHANTAR DALAM mm 2

=DAYA HANTAR JENIS PENGHANTAR UNTUK

( U = ( 58 x 106 ) ( Chm m )

U = RUGI TEGANGAN PENGHANTAR DALAM Ohm

I = PANJANG PENGHANTAR DALAM METER

I = KUAT ARUS DALAM PENGHANTAR DALAM AMPERE

NOTE : 1 / = P = 0.0172 x 10-6 Ohm m

= P = 58 x 106 (Ohm m)

TEKNIK PENERANGAN

Nama Symbol Satuan Rumus Kantor Perumaha

n
Arus Cahaya Lumen = I x Watt
Kuat Cahaya I Candle I = x Watt
Kuat Penerangan E Lux E=/

=Ex 200 500 75 - 250


Jumlah Watt per m2 untuk : Gedung Kantor / Toko = 20 40 Watt / m 2

Perumahan = 10 20 Watt / m 2

Hotel = 10 30 Watt / m 2

Sekolah = 15 30 Watt / m 2

Rumah Sakit = 10 30 Watt / m 2

Untuk system penerangan langsung dengan warna plafond dan dinding terang.

Coeffisien of utilization ( CU ) = ( 50 60 )%

Light loss factor ( LLF ) = 0.7 0.8

Rumus untuk perhitungan jumlah lampu :

Jumlah lampu ( N ) = Kuat penerangan ( E ) x Luas bidang kerja ( A )

Lumen lampu x LLF x CU

Atau n = E x A

lampu x LLF x CU

Contoh :

Untuk 1 bh TL 40 Watt, jumlah lumen = 40 x 75 = 3000 lumen.

Untuk 4 x TL 40 Watt, jumlah lumen = 4 x 3000 = 12000 lumen.

CU sangat tergantung dari Pc , Pw , Pr

LLF tergantung dari : - kebersihan sumber cahaya.


PENCAHAYAAN LISTRIK

* RUMUS PERHITUNGAN JUMLAH LAMPU

JUMLAH LAMPU ( N ) = KUAT PENERANGAN (E) x LUAS BIDANG (A)

LUMEN LAMPU x LLF x CU

ATAU n = E x A

LAMPU x LLF x CU

CONTOH :

- U/1 BUAH TL 40 WATT, JUMLAH LUMEN = 40 x 75 = 3000 LUMEN.

- U/4 x TL 40 WATT, JUMLAH LUMEN = 4 x 3000 = 12000 LUMEN.

CU SANGAT TERGANTUNG DARI Pc , Pw , Pf

LLF TERGANTUNG DARI :

a. KEBERSIHAN SUMBER CAHAYA.

b. TYPE TUTUP ( KAP ) LAMPU.

c. PENYUSUTAN CAHAYA DARI PERMUKAAN LAMPU.

* UNTUK SISTEM PENERANGAN LANGSUNG DENGAN WARNA

PLAFOND DAN DINDING TERANG.

COEFFISIEN OF UTILIZATION ( CU ) = ( 50 60 )%
LIGHT LOSS FACTOR = 0.7 08

LAMPU = LUMEN

CONTOH PERHITUNGAN

Suatu ruangan kantor dengan ukuran 20 x 10 x 3 m direncanakan memakai

TL 4 x 40 Watt dengan kuat penerangan E = 300 Lux.

Hitung : jumlah lampu dan daya listrik yang dibutuhkan ?

PENYELESAIAN

- Dari table, untuk TL 40 Watt besar lumen = 40 x 75 = 3000 lumen.

Untuk 4 bh TL 40 Watt = 4 x 3000 = 12000 lumen.

Dipilih CU = 60% dan

LLF = 0.8

- Jumlah lampu yang dibutuhkan = E x A

Q lampu x Cu x LLF

= 300 x 200 = 10.4

12000 x 0.6 x 0.8

Jadi n = 11 bh 4 x TL 40 Watt

- Pemakaian watt untuk lampu TL 40 Watt termasuk ballast = 50 Watt.

Jumlah beban dari lampu = 11 x 4 x 50 Watt = 2200 Watt.

- Untuk stop kontak peralatan kantor diperhitungkan 20% dari beban


lampu = 20% x 2200 Watt = 440 Watt.

- Total kebutuhan watt = 2200 + 440 = 2640 Watt.

Atau Watt / m2 = 2640 = 13.4

200

- Untuk perumahan, jumlah stopkontak diperhitungkan masing masing 1

( satu ) buah @ 100 Watt pada : kamar tidur, ruang tamu, dan dapur.

Catatan :

- Daya cadangan listrik ( Diesel Genset ) harus dapat melayani

emergency load.

Cavity Ratio ( CR ) = 2.5 x area of cavity wall

Area of work plane

Floor Cavity Ratio ( FCR ) = 5 hfc x L x W

LxW

P = percentage pantulan, tergantung dari warna plafond, dinding, dan

bidang kerja.

SKEMA RANCANGAN PENCAHAYAAN

hcc

Pc = 80% cciling cavity Luminaire plane

Lamp

Pw = 50% Room cavity


hrc
Work plane

Pw = 50% floor city Pf = 20% hfc


* JENIS KABEL

1. NYA, NYM :DIGUNAKAN UNTUK PENERANGAN LAMPU & FAN,

STOP KONTAK, KABEL KONTROL.

2. NYY :DIGUNAKAN UNTUK KABEL DAYA ANTAR PANEL

(INDOOR ).

3. NYFGBY : DIGUNAKAN UNTUK KABEL DAYA ANTAR PANEL

(GROUND OUTDOOR ) DALAM TANAH.

4. N2XSEFGBY : DIGUNAKAN UNTUK PLN INCOMING KE PANEL

TEGANGAN MENENGAH.

5. N2XXY : DIGUNAKAN DARI PANEL TEGANGAN RENDAH

KE TRAFO.

6. FRC : DIGUNAKAN UNTUK KABEL ANTI API ( POMPA

KEBAKARAN & PANEL CONTROL )

* RUMUS MENCARI DIAMETER KABEL

A. RUMUS TEGANGAN 1 PHASA

In = P NOTE :

U . Cos V In = ARUS NOMINAL

P = DAYA ( W, KVA, KW )

B. RUMUS TEGANGAN 3 PHASA U = TEGANGAN

In = P Cos V = KONSTANTA 0.8


U . Cos V . 3 3 = 1.73

1 PHASA = 220 V

C. RUMUS MENCARI MCB ( Ampere ) 3 PHASA = 380 V

IMCB = In x 1.5
= ......... Ampere

D. RUMUS MENCARI DIAMETER KABEL

I KABEL = IMCB = ......... Ampere

* PERHITUNGAN KAPASITOR BANK

KVAR = P x 0.84

0.8

= ........... KVAR

DIMANA : P = BEBAN MAXIMUM ( WATT )

0.8 = KONSTANTA

0.84 = TABEL
TYPE SISTEM PENERANGAN

1. Direct lighting ( penerangan langsung ) 90 100%

2. Semi direct lighting ( setengah langsung ) 80 100%

3. Direct-Indirect lighting ( kombinasi ) 40 60%

4. Semi Indirect lighting ( setengah tidak langsung ) 60 90%

5. Indirect lighting ( tidak langsung ) 60%

DATA BEBERAPA SUMBER CAHAYA

Sumber Cahaya Lumen / Watt Umur Rata - rata Penggunaan

( lampu )
1. Pijar 11 18 1000 Indoor and outdoor
2. TL ic.ballast 50 80 900 1800 Indoor and outdoor
3. Halogen 16 20 1000 Outdoor lampu-

lampu untuk lapangan


tennis.
4. Mercury (ic.ballast) 30 60 16000 Outdoor ( lampu

jalan taman dan lain-

lain )
5. Halide 80 100 7500 15000 Untuk lampu-lampu

sorot.
6. Sodium 120 140 16000 24000 Untuk lampu-lampu

jalan.

Catatan :

Indoor bias untuk gedung kantor, perumahan, hotel, rumah sakit, dan lain lain.

KEGIATAN ILUMINASI
( LUX )

BANGUNAN UMUM
BIOSKOP :
Auditorium 50
Foyer / hall 150

TEATER / KONSERT :
Auditorium 100
Foyer / hall 200

GEREJA :
Jemaah 100
Paduan suara 150
HOTEL / WISMA:
WISMA

KEGIATAN ILUMINASI
( LUX )

Pertukangan kasar 300


Pertukangan sedang 500
Penyelesaian / inspeksi 750

KANTOR / SEKOLAH
Kantor
Ruang konferensi 300

KANTOR UMUM
Biasa 500
Ruang dalam 1000
Ruang gambar 1000

TOKO
Toko konvensional 300
Swalayan 500
Super market 750
Ruang pamer 500

MUSEUM, WISMA SENI


Umum
Benda pameran peka cahaya 150
Tidak peka cahaya 300

KEGIATAN ILUMINASI
( LUX )

Ruang tidur
Umum 50
Pencahayaan kepala 00
Kamar mandi
Umum 100
Cukur, Rias 500

RUMAH TINGGAL
Umum 100
Baca / jahit 500
Tangga
Dapur
Umum 300
Kerja 200
Ruang kerja 300
Pengemongan 150

HOTEL
Serambi masuk 300
Ruang makan 200
Dapur 500
Kamar tidur / mandi
Umum 100
Lokal 300
RUPA - RUPA DALAM GEDUNG
Sirkulasi, koridor, Tangga dalam pabrik 150
Luar gedung
Pintu keluar masuk 30
Lorong pabrik 50
Dermaga 100
Bengkel 200

PABRIK ROTI
Ruang kerja umum 300

Catatan :

1. Kandela / kaki persegi = 10 Lux.

KEGIATAN ILUMINASI
( LUX )

Dekorasi 500
Pabrik bier 300
Pengalengan & pengawetan 500

PABRIK KIMIA
Ruang pabrik 200
Pencampuran 300
Injeksi 500
Kontrol 500
Laboratorium 750
Pencampuran warna 1000
PABRIK COKLAT
Ruang kerja 300
Dekorasi / inspeksi 500

PABRIK SUSU
Pembotolan susu 300

INDUSTRI LISTRIK
Penggulungan klimmran 500

PERAKITAN
Halus 1500
Sangat halus 2000
Inspeksi 1000

PENGECORAN
Cor / cetak 300
Inspeksi 500

PABRIK GELAS
Pencampuran 200
Pencetakan 300
Dekorasi 500
Pengguratan 750

KEGIATAN ILUMINASI
( LUX )

PABRIK KULIT
Pres / pelicinan 750
Potong / jahit 1000
Penyortiran 1500

PABRIK MESIN
Tekuk / las 300
Pekerjaan mesin 500
Pekerjaan halus 750
Sangat halus 1000
Presisi 2000

PABRIK KERTAS
Pembuat kertas kardus 300

PABRIK KERAMIK
Pembakaran 200
Cetak / Pres 300
Dekorasi / enamel 750

PERCETAKAN
Penjilidan 500
Komposisi manual 750
Penyelesaian akhir 1000

PABRIK TEXTIL
Penyebaran 300
Pemintalan 500
Tenun biasa 750
Tenun halus 1000
Inspeksi 1500

PERGUDANGAN
Gudang 150
Pengepakan 300
PABRIK KAYU
Gergaji / Potong 200

ELECTRICAL CHARACTERISTICS

KABELINDO

Current Carrying
Resistance at 20C
Capacity
Conductor Insulation In ground In air Approx Short
Reactance Circuit Test
Size
per Current Voltag
Conductor at 1 sec
DC
Calculated - 30C 30C
A A Ohm / km kV /
mm2 Ohm / km M.Ohm.km kA
ooo ooo ooo 15.mi
1.5 11.9 62 o 33 o 26 - 0.17 4
2.5 7.14 57 o 45 o 35 - 0.29 4
4 4.47 52 o 58 o 46 - 0.46 4
6 2.97 44 o 74 o 58 - 0,70 4
10 1.77 36 o 98 o 80 - 1.16 4
16 1.12 26 98/107 86/100 0.110/0.254 1.86 4
25 0.708 26 125/138 120/135 0.107/0.242 2.91 4
0.097/0.22
35 0.514 22 151/165 145/170 8 4.07 4
50 0.379 22 178/196 180/205 0.096/0.189 5.81 4
70 0.262 19 218/240 225/260 0.094/0.210 8.14 4
95 0.189 18 263/289 280/320 0.091/0.203 11.05 4
120 0,150 16 298/329 330/375 0.088/0.196 13.95 4
150 0.122 16 338/374 380/430 0.086/0.192 17.44 4
185 0.0972 16 383/418 440/490 0.086/0.184 21.51 4
240 0,0740 16 436/481 530/590 0.082/0.174 27.91 4
300 0,0590 15 490/552 610/680 0.082/0.170 34.88 4
400 0.0461 14 579/632 740/920 0.078/0.163 46.51 4
500 0.0366 14 659/730 860/960 0.078/0.157 58.14 4

PRESENTASE HANDLING CAPACITY

a. KANTOR ( 11 15% )

b. HOTEL ( 8 12% )

c. APARTEMEN ( 5 7% )

NB : HANDLING CAPACITY : JUMLAH ORANG YANG DAPAT DI

ANGKUT DALAM WAKTU 5 MENIT.

* AVERAGE INTERNAL : 30 40 DETIK


* ROUND TRIF : WAKTU YG DIPERLUKAN OLEH KERETA LIFT

UNTUK MELAKUKAN PERJALANAN DARI SATU

LANTAI KE LANTAI BERSANGKUTAN.

DIMANA : ROUNTRIF u/ HOTEL : 40 50 DETIK

OFFICE : 30 - 40 DETIK

* KAP. LIFT PADA ANGKUTAN PERTAMA DIASUMSIKAN 12 s/d

15% DARI JUMLAH ORANG ( TOTAL ).

* KONTERWAIT ( BEBAN KERETA ) : 1 ORANG = 65 75 KG.

KRITERIA KUALITAS PELAYANAN ELEVATOR

1. WAKTU MENUNGGU ( INTERNAL WAITING TIME )

2. DAYA ANGKUT ( HANDLING CAPACITY )

3. WAKTU PERJALANAN BOLAK BALIK ( ROUND TRIP TIME )

WAKTU MENUNGGU = WAKTU PERJALANAN BOLAK

BALIK DIBAGI JUMLAH LIFT.

* WAKTU MENUNGGU ( INTERVAL WAITING TIME )

UNTUK PROYEK PROYEK PERKANTORAN DIPERHITUNGKAN

WAKTU MENUNGGU SEKITAR 30 DETIK.

CONTOH CONTOH INTERNAL :


a. PERKANTORAN 25 45 DETIK

b. FLAT 50 120 DETIK

c. HOTEL 40 70 DETIK

d. ASRAMA 60 80 DETIK

* WAKTU MENUNGGU MINIMUM SAMA DENGAN WAKTU

PENGOSONGAN LIFT IALAH KAPASITAS LIFT x 1.5 DETIK PER

PENAMPUNGAN.

MENENTUKAN KAPASITAS DAN KECEPATAN LIFT

HANDLING CAPACITY 5 MENIT

HARUS DAPAT MEMBAWA ORANG

SEBANYAK 8 13% DARI TOTAL

ORANG.

KAPASITAS LIFT DITENTUKAN

BERDASARKAN JUMLAH :

RUMUS : JUMLAH TOTAL ORANG x 8 13%

KECEPATAN LIFT DITENTUKAN

BARDASARKAN :
- STANDAR KECEPATAN 30 60 DETIK

CONTOH PERHITUNGAN :

MISAL SUATU GEDUNG DENGAN JUMLAH TOTAL POPULATION 1000

ORANG, TINGGI GEDUNG 100 M & JUMLAH LIFT 2 BUAH.

* KAPASITAS : 1000 x 13

100

= 130 ORANG

= 130 ORANG

2 BUAH LIFT

= 65 ORANG

3 MENIT

= 13 ORANG.

* KECEPATAN = 100 METER

DETIK

= 3.3 M / DETIK 3.5 M / DETIK ( DIBULATKAN )

= 3.5 M / DETIK x 60

= 210 M / MENIT.
DAYA ANGKUT LIFT ( HANDLING CAPACITY )

STANDAR DAYA ANGKUT LIFT DI UKUR UNTUK JANGKA WAKTU 5

MENIT. PADA JAM JAM SIBUK. ( RUSH HOUR )

DAYA ANGKUT LIFT DALAM 5 MENIT

M = 5 x 60 x m = 5 x 60 x m x N

W T

DIMANA : m = KAPASITAS LIFT ( ORANG ) DAN DAYA ANGKUT

75 KG / ORANG.

W = WAKTU MENUNGGU ( INTERVAL ) DALAM DETIK =

T / N.

EXAMPLE : JIKA 1 ZONE DILAYANI 1 LIFT, MAKA :

WAKTU MENUNGGU = WAKTU PERJALANAN BOLAK

BALIK LIFT.

JADI M = 5 x 60 x m

T
WAKTU PERJALANAN BOLAK BALIK LIFT

( ROUND TRIP TIME )

SECARA PENDEKATAN, WAKTU PERJALANAN BOLAK BALIK LIFT

TERDIRI DARI :

a. PENUMPANG MEMASUKI LIFT DI LANTAI DASAR YANG

MEMERLUKAN WAKTU 1.5 DETIK / ORANG DAN UNTUK LIFT

DENGAN KAPASITAS m ORANG PERLU WAKTU ........ 1.5 m DETIK.

b. PINTU LIFT MENUTUP KEMBALI ......... 2 DETIK.

c. PINTU LIFT MEMBUKA DI SETIAP LANTAI TINGKAT .....(n 1)2

DETIK.

d. PENUMPANG MENINGGALKAN LIFT DI SETIAP LANTAI DALAM 1

ZONE SEBANYAK (n - 1) LANTAI :

(n 1) x m / n 1 x 1.5 DETIK.

e. PINTU LIFT MENUTUP KEMBALI DI SETIAP LANTAI

TINGKAT : .............. (n 2)2 DETIK.

f. PERJALANAN BOLAK BALIK DALAM 1 ZONE ....... 2 (n 1)h DETIK

g. PINTU MEMBUKA DI LANTAI DASAR ........ 2 DETIK

JUMLAH T = ( 2h + 4s ) ( n 1 ) + s ( 3 m + 4 ) DETIK

DIMANA :
T = WAKTU PERJALANAN BOLAK BALIK LIFT (ROUND TRIP

TIME).

h = TINGGI LANTAI SAMPAI DENGAN LANTAI

s = KECEPATAN RATA RATA LIFT

n = JUMLAH LANTAI DALAM 1 ZONE

m = KAPASITAS LIFT

BEBAN PUNCAK DIPERHITUNGKAN BERDASARKAN PRESENTASI

EMPIRIS TERHADAP JUMLAH PENGHUNI GEDUNG, YG

DIPERHITUNGKAN HARUS TERANGKAT OLEH LIFT LIFT DALAM 5

MENIT PERTAMA JAM JAM PADAT ( RUSH HOUR ).

UNTUK INDONESIA PERSENTASI TERSEBUT ADALAH :


a. PERKANTORAN .............. 4% x JUMLAH PENGHUNI
GEDUNG
b. FLAT .................................. 3% x JUMLAH PENGHUNI
GEDUNG

DATA DATA UNTUK PENAKSIRAN JUMLAH PENGHUNI GEDUNG :


a. PERKANTORAN ............................. 4 m2 / ORANG.
b. FLAT ................................................. 3 m2 / ORANG.
c. HOTEL .............................................. 5 m2 / ORANG.
* EFISIENSI BANGUNAN ( BUILDING EFFICIENCY )

EFISIENSI LANTAI ADALAH PRESENTASI LUAS LANTAI YANG

DAPAT DI HUNI ATAU DISEWAKAN TERHADAP LUAS LANTAI

KANTOR.

UNTUK PROYEK PERKANTORAN ADALAH :


10 LANTAI : ..................................................................................... 85%
20 LANTAI : LANTAI 1 10 ............................................. 80%
LANTAI 11 20 ........................................... 85%
30 LANTAI : LANTAI 1 10 ............................................. 75%
LANTAI 11- 20 ............................................ 75%
LANTAI 21 30 ........................................... 85%
40 LANTAI : LANTAI 1 10 ............................................. 75%
LANTAI 11 20 ........................................... 80%
LANTAI 20 30 ........................................... 85%
LANTAI 31 40 ........................................... 90%

* PERHITUNGAN JUMLAH LIFT DALAM 1 ZONE

JIKA BEBAN PUNCAK LIFT DALAM SUATU GEDUNG

DIPERHITUNGKAN SEBESAR P % JUMLAH PENGHUNI GEDUNG

ATAS DASAR a" m PER ORANG LUAS LANTAI NETTO. MAKA

BEBAN PUNCAK LIFT :


P = PRESENTASI EMPIRIS BEBAN PUNCAK LIFT ( % )

a = LUAS LANTAI KANTOR PER TINGKAT ( m )

n = JUMLAH LANTAI

k = LUAS INTI GEDUNG ( m )

a" = LUAS LANTAI NETTO PER ORANG ( m )

SEDANGKAN : K = 5 x N x m x 0.3 = 1.5 mN

MAKA : L = P ( a - 1.5 mN ) n

a"

L = P ( 2 a - 3 mN ) n

2 a"

DAYA ANGKUT 1 LIFT DALAM 5 MENIT :

M = 5 x 60 x m = 300 m

W T

DAYA ANGKUT N LIFT DALAM 5 MENIT :

MN = 300 mN

PERSAMAAN : L = MN
P ( 2a - 3 mN ) n = 300 mN

2a" T

N = 2 an TP

3 m (200 a" + n TP)

DIMANA :
N = JUMLAH LIFT DALAM 1 ZONE

a = LUAS LANTAI KOTOR / TINGKAT

P = PERSENTASI JUMLAH PENGHUNI GEDUNG YANG

DIPERHITUNGKAN SEBAGAI BEBAN PUNCAK LIFT.

T = WAKTU PERJALANAN BOLAK BALIK LIFT.

m = KAPASITAS LIFT

a" = LUAS LANTAI NETTO / ORANG

n = JUMLAH LANTAI DALAM 1 ZONE

DAYA LISTRIK UNTUK LIFT

DAYA LISTRIK YG DIPERLUKAN UNTUK SUATU KELOMPOK LIFT

SANGAT TERGANTUNG : KAPASITAS, KECEPATAN, & JUMLAH LIFT.

SUATU LIFT DENGAN KAPASITAS m & KECEPATAN s m / detik.

MEMERLUKAN DAYA :

E = 0.75 x m x 75 x s HP = 0.75 ms KW
75
SEDANGKAN FAKTOR KEBUTUHAN DAYA UNTUK SUATU KELOMPOK

LIFT ADALAH :

JUMLAH LIFT 2 3 4 5 6 7 10 15 20 25

FAKTOR DAYA 0.85 0.77 0.72 0.67 0.63 0.59 0.52 0.44 0.40 0.35

EXAMPLE : LIFT DENGAN KAP. 3500 Lb = 1587.6 kg &

KECEPATAN 3 m / detik.

MEMERLUKAN DAYA LISTRIK :

0.75 x 1587.6 x 3 HP = 48 HP
75

UNTUK 5 LIFT = 0.67 x 5 x 48 HP = 160 HP


* NOTE :1 ORANG DIPERLUKAN 75 kg.

Kwh = 0.20 x 160 HP x 0.746 KW x 10 jam = 240 kwh


HP

Anda mungkin juga menyukai