Anda di halaman 1dari 2

PENDAHULUAN

Produk ternak merupakan sumber gizi utama untuk pertumbuhan, kesehatan,


dan kecerdasan manusia. Namun, produk ternak akan menjadi tidak berguna dan
membahayakan kesehatan apabila tidak aman dan bisa menjadi sumber penularan
penyakit zoonosis (Damayanti Y, dkk 2012) Diagnosa penyakit secara cepat dan akurat
sangat diperlukan dalam upaya pengendalian maupun pemberantasan penyakit pada
peternakan. Pencegahan penyebaran penyakit pada peternakan unggas dapat dilakukan
dengan pembedahan atau nekropsi pada unggas yang mati ataupun hidup yang
mengalami perubahan patologis.
Nekropsi atau bedah bangkai merupakan teknik yang sangat penting dalam
penegakan diagnosa penyakit. Sifat pemeriksaan hasil nekropsi adalah berdasarkan
perubahan patologi anatomi (Murtidjo, 1992 dalam Damayanti Y dkk 2012). Nekropsi
adalah tehnik lanjutan dari diagnosa klinik untuk mengukuhkan atau meyakinkan hasil
diagnosa klinik. Bedah bangkai dapat dilakukan pada ayam hidup atau pada ayam mati.
Jika menggunakan ayam hidup, maka ayam harus dibunuh dahulu, cara membunuh
atau euthanasia emboli udara ke dalam jantung, dan disembelih seperti pada
umumnya. nekropsi banyak digunakan dalam hal pemeriksaan unggas yang diduga
telah terjangkit penyakit. Hal ini dilakukan agar dapat diketahui penyakit yang diderita
oleh unggas sehingga dapat ditentukan penanganan yang tepat untuk menanggulangi
penyakit tersebut agar peternakan terhindar dari kerugian finansial yang lebih
besar. Untuk mendiagnosa penyebab kematian unggas perlu dilakukan pemeriksaan
secara patologi anatomi. Pemeriksaan patologi anatomi dapat melihat lesi-lesi yang
ditemukan, memberi diagnosa morfologik pada organ-organ yang mengalami
perubahan patologik serta dapat memberi diagnosa tentatif (sementara) pada kasus
yang ditemukan
Tujuan pratikum nekropsi pada ayam ini untuk mengetahui keadaan seluruh
bagian organ yang ada pada ayam tersebut atau agar dapat mengetaui perubahan-
perubahan patologis dan anatomis pada organ ayam.

SIMPULAN
Berdasarkan hasil pratikum bahwa saat melakukan nekropsi ayam dalam
kondisi sehat tidak terdapat kelainan atau penyakit yang dideteksi. Saluran pencernaan
normal dan tidak ada lesio atupun endoparasit, saluran pernafasan dalam keadaan
normal atau tidak ada penyumbatan dan bagian paru-paru ayam yang telah dinekropsi
tidak ada kelainan. System urogenital, system syaraf dan system limfatik ayam yang
periksa tidak ada kelainan. Berdasarkan tujuan nekropi untuk mengetahui jenis
penyakit yang menyerang unggas, maka dapat dilihat dari hasil nekropsi yang didapat
bahwa unggas atau ayam tersebut dalam keadaan sehat.
Damayanti Y, Winaya I , Udyanto M. 2012. Evaluasi Penyakit Virus Pada Kadaver
Broiler Berdasarkan Pengamatan Patologi Anatomi Di Rumah Pemotongan
Unggas. Indonesia Medicus Veterinus 2012 1(3) : 417 427 ISSN : 2301-7848