Anda di halaman 1dari 4

PEMERIKSAAN HAEMOGLOBIN (Cara SAHLI)

No. Dokumen : SPO/UKP/RJ/01


Terbitan : 01
No. Revisi : 00
SPO
Tgl. Mulai :
Berlaku
Halaman : 1-3
H. Agus Sarin S.AP, MM
PUSKESMAS SETU I DO
NIP. 196507041987031010
1. Pengertian Hemoglobin darah diubah menjadi asam hematin dengan penambahan larutan
HCl, lalu kadar asam hematin ini diukur dengan membandingkan warna yang
terjadi dengan warna standar.

2. Tujuan Menetapkan kadar hemoglobin dalam darah


3. Kebijakan Dalam melakukan pemeriksaan darah harus berdasarkan S.O.P yang tersedia.

4. Referensi
5. Alat dan Bahan 1. 1. Hemoglobinometer (hemometer) sahli terdiri dari :
a. 2. Gelas berwarna sebagai warna standar.
b. 3. Tabung hemometer dengan perubahan skala putih 2 sampai dengan 22 skala

merah untuk hematokrit.


c. 4. Pengaduk dari gelas.

d. 5. Pipet sahli yang merupakan kapiler dan mempunyai volume 20/ l.

e. 6. Pipet Pasteur.

f. 7. Kertas saring / tissue/kain kasa kering.

2. 8. Reagen.

a. 9. Larutan HCl 0,1 N

b. 10. Aquades.

T 1. Tabung hemometer diisi dengan larutan HCl 0,1 N sampai tanda 2.


2. 2. Hisaplah darah kapiler/vena dengan pipet Sahli sampai tepat pada tanda 20
l.
3. 3. Hapuslah kelebihan darah yang melekat pada ujung luar pipet dengan kertas
tissue secara hati-hati jangan sampai darah dari dalam pipet berkurang.
6. Langkah- Langkah 4. 4 Masukkan darah sebananyak 20 l ini ke dalam tabung yang berisi larutan
5.HCl tadi tanpa menimbulka gelombang udara.
5. 6.Bilas pipet sebelum diangkat dengan jalan menghisap dan mengeluarkan
7.HCl dari dalam pipet secara berulang-ulang 3 kali.
6. 8Tunggu 5 menit untuk pembentukan asam hematin.
7. 9.Asam hematin yangterjadi diencerkan dengan aquades setetes demi setetes
sambil diaduk dengan batang pengaduk dari gelas sampai didapt warna yang
sama dengan warna standar.
8. 10.Miniskus dari larutan dibaca. Miniskus dalam hal ni adalah permukaan
terendah dari larutan.
Pelaporan :
Dinyatakan dalam gr/dl

7 Bagan Alir
. Bendahara Barang dan
Urusan Rumah tangga
menginventarisasi sarana
dan prasarana yang ada.

Petugas
i saranamencocokan
dan prasarana buku
induk inventaris
yang ada dengan kartu
inventaris di masing-masing
ruangan.

Petugas melaporkan kepada


Kasubag TU apabila terjadi
perubahan komposisi barang
baik penambahan, mutasi
maupun kerusakan

Bagian rumah tangga


mengusulkan perencanaan
perbaikan dan pemeliharaan
termasuk pengecatan Gedung
pada Bendahara Barang.

Bendahara barang melakukan


pelaporan inventarisasi dan usulan
perbaikan pemeliharaan kepada
Kasubag TU.( Pengecatan Gedung
direncanakan setiap 2 tahun sekali )
Kasubag TU meneruskan laporan
serta usulan Bendahara barang
kepada Kepala Puskesmas.

Kepala Puskesmas memberikan


disposisi atas laporan yang
diterima kepada kasubag TU.

Kasubag TU menyerahkan
disposisi dari Kepala Puskesmas
kepada bendahara bang dan urusan
Rumah tangga.

Bendahara barang bersama


Urusan Rumah tangga
menindak lanjuti disposisi dari
Kepala Puskesmas.

Bendahara Barang mencatat


kembali sarana dan prasarana
yang telah mengalami
perubahan/ perbaikan.

Bendahara barang menganti


kartu inventaris ruangan sesuai
buku inventaris barang yang
sudah diperbaharui.
Bendahara Barang membuat
laporan Keadaan sarana dan
Prasarana setiap 6 bulan sekali
kepada Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten yang sebelumnya
diketahui oleh kepala puskesmas.

8. Hal-hal yang perlu


diperhatikan
9. Unit terkait 1. Kepala Puskesmas
2. Kepala Tata Usaha
3. Poli BPJS
4. Apotek
5. Laboratorium
6. Poli Umum
7.Poli Gigi
8.Poli KIA

Dokter memberikan pelayanan


medis dan resep yang tertera nama,
usia, tanggal peresepan, riwayat
alergi, tanda tangan dokter