Anda di halaman 1dari 4

Blok atrioventrikular

Disebabkan oleh gangguan pada beberapa bagian system konduksi AV. Sinus-
denyut awal diperlambat atau secaralengkap di blok dari pengaktivasi ventrikel. Blok
dapat terjadi pada tingkat nodus AV, berkas His, atau cabang berkas karena system
konduksi AV terdiri dari semua struktur ini. Pada blok AV derajat pertama dan kedua,
blok ini tidak komplit. Beberapa atau semua impuls akhirnya dikonduksi ke ventrikel.
Pada blok AV komplit tidak ada sinus impuls yang dikonduksi.

Blok AV Derajat I
Pada blok derajat I konduksi AV diperpanjang tapi semua impuls akhirnya dikonduksi ke
ventrikel. Gelombang P ada dan mendahului tiap tiap QRS dengan perbandingan
hubungan 1:1. Interval PR konstan tapi durasi melebihi diatas batas 0,2 detik.
Tipe blok ini terjadi pada pada semua usia dan pada jantung normal atau penyakit
jantung. PR yang memanjang dapat disebabkan oleh obat-obatan seperti digitalis, B
blocker, penghambat saluran kalsium, serta penyakit arteri koroner, berbagai penyakit
infeksi , dan lesi congenital.
Blok derajai I tidak ada konsekwensi hemodinamik pada pasien tetapi harus dilihat
sebagai indicator terjadinya gangguan system konduksi AV. Kondisi ini dapat
berkembang menjadi blok AV derajat II atau derajat III.

Blok AV derajat II-Mobitz I (Wenckebach)


Pada blok AV derajat II konduksi AV diperlambat secara progresif pada tiap-tiap
sinusnya sampai akhirnya impuls ke ventrikel diblok secara komplit. Siklus kemudian
berulang secara otomatis. Pada gambaran EKG gekombang P ada berhubungan
dengan QRS didalam sebuah siklus. Interval PR secara progresif memanjang pada tiap
denyut hingga kompleks QRS tidak dikonduksi. Kompleks QRS mempunyai bentuk
yang sama seperti irama dasar. Interval antara kompleks QRS memendek berturut-turut
sampai terjadi penurunan denyut.
Mobitz tipe I biasanya dihubungkan dengan blok diatas berkas His. Demikian juga
beberapa obat atau proses penyakit yang mempengaruhi nodus AV, seperti digitalis
atau infark dinding inferior dari miokard dapat menghasilkan blok derajat II tipe ini.
Pasien jarang menunjukkan gejala pada blok AV derajat II tipe ini karena frekwensi
ventrikel biasanya adekuat. Seringkali ini terjadi sementara dan bila berlanjut ke blok
derajat III, pacu jantung junctional pada frekwensi 0 sampai 60 kali per menit biasanya
akan mengambil alih pacu ventrikel.
Tidak ada tindakan yang diperlukan untuk irama ini kecuali melakukan penghentian
obat jika ini merupakan agen yang mengganggu. Pasien harus dipantau terhadap
berlanjutnya blok.

Blok AV derajat II-Mobitz II


Mobitz tipe II digambatkan sebagai blok intermiten pada konduksi AV sebelum
perpanjangan interval PR. Ditandai oleh interval PR fixed jika konduksi AV ada dan
gelombang P tidak dikonduksikan saat terjadi blok. Blok dapat terjadi kadang-kadang
atau berulang dengan pola 2:1, 3:1, atau bahkan 4:1. Karena tidak ada ganguuan pada
nodus sinus, interval PP teratur. Seringkali ada blok cabang berkas yang menyertai,
sehingga QRS melebar.
Adanya pola Mobitz tipe II menyatakan blok dibawah berkas His. Ini terlihat pada infark
dinding anterior moikard dan berbagai penyakit jaringan konduksi.
Blok mobitz II lebih berbahaya daripada mobitz I. ini sering terjadi permanen, dan dapat
memburuk dengan cepat menjadi blok derajat III dengan respon ventrikel yang lambat
20 sampai 40 kali per menit.
Pemantauan konstan dan observasi terhadap perkembangan menjadi blok derajat III.
Obat-obatan seperti atropin atau isopreterenol, atau pacu jantung mungkin diperlukan
jika pasien menunjuukan gejala atau jika blok terjadi dalam situasi IMA pada dinding
anterior.

Blok AV derajat III


Pada blok jantung komplit nodus sinus terus member cetusan secara normal, tetapi
tidak ada impuls yang sampai ke ventrikel. Ventrikel diransang dari sel-sel pacu jantung
yang keluar dan di pertemuan (frekwensi 40-60 kali per menit) atau pada ventrikel
(frekwensi 20-40 kali per menit), tergantung pada tingkat blok AV. Pada gambaran EKG
gelombang P dan kompleks QRS ada tetapi tidak ada hubungan antara keduanya.
Interval PP dan PR akan teratur tetapi interval RR bervariasi. Jika pacu jantung
pertemuan memacu ventrikel, QRS akan mengecil. Pacu jantung idioventrikular akan
mengakibatkan kompleks QRS yang lebar.
Penyebab dari blok AV derajat III adalah sama seperti blok Av derajat yang lebih
rendah.
Blok jantung komplit kurang ditoleransi bila pelepasan irama berasal dari ventrikel,
biasanya lambat dan tidak dapat dipercaya. Pasien dapat tetap asimtomatik bila
pelepasan irama mendukung curah jantung normal.
Terapi meliputi pemberian atropine atau isoproterenol, tetapi pacu jantung sementara
atau permanen sering diperlukan.

Blok Cabang Berkas


Blok cabang berkas terjadi apabila terdapat blok patologis atau fungsional pada salah
satu cabang-cabang utama dari system konduksi intraventrikel. Pada saat konduksi
melalui berkas di blok, impuls berjalan sepanjang berkas yang tidak terganggu dan
mengaktifkan satu ventrikel secara normal. Impuls terlambat mencapai ventrikel
lainnya, karena ini berjalan keluar dari serat-serat konduksi yang normal. Ventrikel
kanan dan kiri km=emudia terdepolarisasi secara berurutan dalam pola normal yang
stimulan. Aktivasi yang abnormal menimbulkan komplek QRS yang lebar.
RBBB dan LBBB didiagnosa pada 12 lead EKG tetapi juga dapat diidentifikasikan pada
pemantauan di tempat tidur dengan menggunakan gambaran V1 atau MCL1 . untuk
mengidentifikasi adanya BBB, durasi QRS harus diperpanjang sampai 0,12 detik atau
lebih. RBBB mempunyai konfigurasi Rsr1 pada V1, dimana LBBB akan merefleksikan
Qs atau kompleks rS yang dalam. Gelombang T berubah sekunder terhadap
ketidaknormalan pada depolarisasi dan ini terjadi berlawanan dengan arah kompleks
QRS. Pembaca dianjurkan melihat teks EKG untuk kriteria tambahan dalam interpretasi
12 lead EKG. Penyebab paling umum dari BBB adalah infark miokard, hipertensi, dan
kardiomiopati. RBBB lebih umum terlihat dan juga dapat ditemukan pada orang yang
normal dengan tidak ada tanda klinis penyakit jantung dan dengan lesi congenital yang
melibatkan sputum. LBBB umumnya bergabung dengan beberapa tipe dari penyakit
jantung dasar.
Blok cabang berkas menandakan penyakit dasar dari system konduksi intraventrikular.
Pasien harus dipantau terhadap keterlibatan berkas-berkas ikatan lain atau terhadap
progresi blok jantung komplit. Progresi dari blok mungkin sangat lambat atau lambat
tergantung kondisi klinis.
Penyakit jantung dasar menentukan tindakan dan prognosis.