Anda di halaman 1dari 34

Percepatan Pembangunan

Infrastruktur 2017
Disiapkan untuk Pointers dalam Konferensi Pers
Deputi VI Kemenko Bidang Perekonomian

Wahyu Utomo
Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah selaku
Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP)
6 Juli 2017
Agenda

Proyek Strategis Nasional

Proyek Prioritas Komite Percepatan Penyediaan


Infrastruktur Prioritas

Langkah Percepatan Infrastruktur ke Depan

2
Agenda

Proyek Strategis Nasional

Proyek Prioritas Komite Percepatan Penyediaan


Infrastruktur Prioritas

Langkah Percepatan Infrastruktur ke Depan

3
Proyek PSN dapat menggunakan berbagai fasilitas dan keistimewaan
sesuai Perpres No. 3/2016 j.o Perpres No.58/2017
Penetapan
Percepatan Proyek Proyek Strategis Penyelesaian
non Anggaran Nasional Perizinan & Non
Pemerintah Perizinan

Penyelesaian
Permasalahan Pengaturan Tata
Hukum Ruang

Fasilitas PSN
Percepatan Percepatan
Pengadaan Penyediaan
Barang dan Jasa Tanah

Penyelesaian Pengutamaan
Permasalahan dan Komponen Dalam
Hambatan Negeri

Fasilitas Tambahan Pemberian


Penugasan Pemantauan Jaminan
BUMN Proyek oleh
Fasilitas Existing Pemerintah
Sistem TI KPPIP

Seluruh fasilitas dalam rancangan Perpres No. 3/2016 j.o. Perpres No. 58/2017 tentang
Percepatan Pelaksanaan PSN dapat dimanfaatkan untuk memudahkan pelaksanaan
pelaksanaan PSN
4
Pemilihan PSN didasarkan pada Kriteria Dasar, Kriteria Strategis dan Kriteria
Operasional

Kriteria Proyek Kemenko/K/L:

Proyek Kemenko Kriteria • Kesesuaian dengan RPJMN dan/atau Renstra.


Dasar • Kesesuaian dengan tata ruang.
Perekonomian / Maritim/ • Atau diatur khusus dalam PP atau Perpres khusus.
K/L
Selain kriteria di atas, PSN dipilih berdasarkan kriteria tambahan:
• Memiliki peran strategis atas perekonomian,
Kriteria
PSN kesejahteraan sosial, pertahanan, dan kedaulatan
Strategis
nasional (memiliki dampak positif atas PDB,
pengangguran, sosial-ekonomi, dan lingkungan hidup).
• Keselarasan antar berbagai sektor infrastruktur (saling
Proyek mendukung atau complementary).
Prioritas/ • Distribusi proyek secara regional.
KPPIP Kriteria • Proposal proyek baru harus memiliki studi kelayakan
Operasional yang berkualitas.
• Nilai investasi harus di atas Rp 100 miliar
• Konstruksi harus dimulai paling lambat di 2018.

Analisis kriteria tambahan meliputi:


Champion yang • Proyek harus memiliki Penanggung Jawab Proyek yang jelas dan Kementerian terkait memiliki komitmen dalam
jelas menjalankan proyek (terutama rencana aksi dan jadwal yang jelas).

EIRR • KPPIP tidak hanya memperhatikan proyek dengan nilai yang tinggi, namun juga akan fokus atas proyek yang
memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Karenanya, idealnya proyek KPPIP memiliki EIRR dengan quartile teratas dari
proposal yang ada.

5
Melalui Perpres 3/2016, Pemerintah menetapkan 225 Proyek + 1 Program
sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN)

28
46 24 13

Rp157 T
Rp326 T Rp371 T
Rp50 T

88
1 Program
Proyek
10 Proyek

Rp1.293 T
Rp858 T 16

Rp9 T

Proyek mencakup 13 sektor proyek serta 1 sektor program


Proyek
Program

LISTRIK
1 PROGRAM

6
Berdasarkan hasil evaluasi terhadap daftar PSN pada akhir tahun 2016,
20 proyek dengan nilai Rp 33,5 Triliun dikeluarkan karena telah selesai…

Nilai Nilai
No Nama Proyek Investasi No Nama Proyek Investasi
(Rp Milyar) (Rp Milyar)
1 Jalan Tol Gempol – Pandaan (14km) 1.470 11 PLBN & SP Entikong, Kab. Sanggau, 152
Kalbar
2 Bandara Sentani, Jayapura 1.471 12 PLBN & SP Mota’ain, Kab. Belu, NTT 82

3 Bandara Juwata, Tarakan 1.391 13 PLBN & SP Motamassin, Kab. 128


Malaka, NTT
4 Bandara Fatmawati Soekarno, 1.674 14 PLBN & SP Skouw, Kota Jayapura, 166
Bengkulu Papua
5 Bandara Mutiara, Palu 1.391 15 Bendungan Paya Seunara, Kota 57
Sabang, NAD
6 Bandara Matahora, Wakatobi 662 16 Bendungan Rajui, Kab. Pidie, NAD 138

7 Bandara Labuan Bajo, Pulau Komodo 662 17 Bendungan Jatigede, Kota 4.825
Sumedang, Jabar
8 Pengembangan Bandara Soekarno 4.700 18 Bendungan Bajulmati, Banyuwangi, 454
Hatta (Termasuk Terminal 3) Jatim
9 Pelabuhan Kalibaru 12.000 19 Bendungan Nipah, Madura, Jatim 213

10 Pipa Gas Belawan-Sei Mengkei 1.215 20 Bendungan Titab, Kab. Buleleng, Bali 496
kapasitas 75 mmscfd

7
… dan 15 PSN dikeluarkan karena tidak memenuhi kriteria PSN

Nilai
No Sektor Nama Proyek Alasan Utama Dikeluarkan
(Rp Milyar)
1 Bandara Bandara Banten Selatan, Panimbang Tidak memiliki champion belum diketahui
2 Bandara Bandara Karawang Tidak memiliki champion 37.500
3 Bandara Bandara HAS Hanadjoedin, Tanjung Pandan Tidak memiliki champion 783
4 Bendungan Bendungan Long Sempajong Konstruksi tidak dimulai 2018 belum diketahui
5 Bendungan Bendungan Loea Konstruksi tidak dimulai 2018 belum diketahui
6 Bendungan Bendungan Bonehulu Konstruksi tidak dimulai 2018 belum diketahui
7 Bendungan Bendungan Segalamider Tidak memiliki champion belum diketahui
8 Energi Terminal LPG Banten Tidak memiliki champion belum diketahui
9 Energi Kilang Mini LNG di Pulau Jawa Tidak memiliki champion 43
10 Jalan Tol Jalan Tol Sunter – Rawa Buaya – Batu Ceper Duplikasi dari PSN lain belum diketahui
11 Pelabuhan Pelabuhan Wayabula Tidak memiliki champion 70
12 Pelabuhan Pelabuhan Parigi Tidak memiliki champion 2
Pertanian & Tidak memiliki output yang jelas,
13 Food Estate belum diketahui
Kelautan Tidak memiliki champion
Pertanian Pembangunan Pulau Karantina di Pulau Tidak memiliki output yang jelas,
14 2
&Kelautan Nanduk, Bangka Belitung Tidak memiliki champion
Pembangunan Gudang Beku Terintegrasi
Pertanian & Nilai investasi di bawah Rp 100
15 dalam Rangka Penerapan Cold Chain 98
Kelautan Milyar
System di 20 Lokasi

8
Berdasarkan hasil seleksi PSN usulan baru, diperoleh 55 proyek dan 1 program
usulan baru dengan estimasi nilai investasi Rp 1.206 T yang telah memenuhi kriteria

3
22 4 3

Rp2 T
Rp316 T Rp194 T
Rp395 T

16
1 Program
Proyek
10
4 Proyek

Rp28 T
Rp268 T 3

Rp3 T

Proyek usulan baru mencakup 10 sektor

IRIGASI INDUSTRI
PESAWAT

1 24 4 7 8 5 4 1 1 1
9
Daftar PSN direvisi melalui Perpres No. 3/2016 j.o Perpres No.58/2017, mencakup 245
Proyek + 2 Program, dengan estimasi total nilai investasi Rp 4.197 T

27
61 24 13

Rp155 T
Rp638 T Rp564 T
Rp444 T

93
1
2 Program
Proyek
12
10 Proyek

Rp1.320 T
Rp1.065 T 15

Rp11 T

Proyek mencakup 15 sektor proyek serta 2 sektor program


Proyek

IRIGASI
PENGELOLAAN IRIGASI TANGGUL
AIR LAUT

74 23 10 8 30 3 3 9 54 7 4 6 12 1 1
Program

LISTRIK
1 PROGRAM
INDUSTRI
PESAWAT 1 PROGRAM

10
Ringkasan hasil evaluasi dan seleksi usulan baru Proyek Strategis
Nasional
PSN Eksisting
225 proyek AIR BERSIH
IRIGASI
& SANITASI
IRIGASI INDUSTRI

1 program
PESAWAT

74
52 23
19 10
13 8
17 30
25 3
52 37
52 9
10 55
60 7- 4
3 66 12
7 13 1 1-

PSN Selesai
20 Proyek
AIR BERSIH INDUSTRI
IRIGASI IRIGASI
& SANITASI
PESAWAT

74
1 23
- 10
1 87 30
- 3-
52 34
52 9
- 55
6 7- 4
- 6- 12
1 1- - 1-

PSN Dikeluarkan
15 Proyek AIR BERSIH
IRIGASI
& SANITASI
IRIGASI INDUSTRI
PESAWAT

74
1 23
- 10
2 83 30
- 3-
52 3-
52 9
- 55
4 7- 4
- 6- 12
2 13 - 1-

Usulan PSN Baru


55 Proyek AIR BERSIH
IRIGASI
& SANITASI
IRIGASI INDUSTRI
PESAWAT

1 Program 74
24 23
4 10
- 81 30
5 3-
52 3-
52 9
- 55
4 7 4
1 6- 12
8 11 - 1

Jumlah PSN Baru


245 Proyek AIR BERSIH
IRIGASI
& SANITASI
IRIGASI INDUSTRI
PESAWAT

2 Program 74 23 10 8 30 3 3 10 54 7 4 6 12 1 1 1

11
Estimasi total nilai investasi seluruh proyek dan program PSN senilai
Rp4.197 triliun

NILAI INVESTASI PSN


PSN membutuhkan pendanaan yang berasal baik
dari APBN/D, partisipasi BUMN/D dan/ atau
partisipasi pihak swasta
Estimasi kebutuhan pendanaan1 untuk 245
Proyek + 2 Program PSN:

Total Nilai APBN Rp 525 Triliun


Investasi
BUMN/D Rp 1.258 Triliun
Rp 4.197
Triliun Swasta Rp 2.414 Triliun

1Tidak termasuk 16 Proyek yang belum diketahui nilai investasinya

5 Sektor dengan nilai investasi tertinggi

Energi Ketenagalistrikan Jalan Kereta Kawasan


12 Proyek 1 Program 74 Proyek 23 Proyek 30 Proyek
Rp 1.242 Triliun Rp 1.035 Triliun Rp 684 Triliun Rp 613 Triliun Rp 290 Triliun
12
Berdasarkan estimasi realisasi dan kebutuhan pendanaan PSN,
partisipasi swasta memiliki kontribusi terbesar…

Rencana alokasi pendanaan untuk 245 Proyek + 2 Program :

Realisasi Kebutuhan Pendanaan PSN


Sumber
Pendanaan
Pendanaan Total
PSN
(Rp Milyar)1,2 2017 2018 2019 ≥2020
≤20163

1. APBN/D 77.964 58.528 59.681 53.687 275.386 525.246

2. BUMN/D 88.366 115.678 160.557 233.014 660.632 1.258.247

3. Swasta 339.552 210.972 348.985 339.966 1.173.646 2.413.120

TOTAL 505.882 385.177 569.224 626.667 2.109.663 4.196.614

1
Tidak termasuk 16 proyek yang belum diketahui data nilai investasinya antara lain: smelter, perumahan, infrastruktur KEK, dan
jalan.
2
Dana sebesar Rp 320.548 Milyar (capex dan opex) dari 26 proyek yang sumber dananya telah diketahui namun belum diketahui
rincian kebutuhan per tahunnya dikelompokkan ke dalam kebutuhan pendanaan ≥2020.
3Realisasi pendanaan adalah alokasi dana yang dilaporkan Penanggung Jawab proyek pada tahun 2016 dan sebelumnya.

Asumsi pada pengelompokan alokasi pendanaan:


1. Untuk proyek dengan skema KPBU dan belum diketahui alokasi APBN yang dibutuhkan, maka seluruh nilai investasi
dialokasikan pada Swasta
2. Untuk proyek dengan skema penugasan BUMN dan belum diketahui alokasi APBN yang dibutuhkan, maka seluruh nilai
investasi dialokasikan pada BUMN
13
…hingga mencapai 58% dari kebutuhan pendanaan PSN

Persentase rencana alokasi pendanaan untuk 245 Proyek + 2 Program:

Realisasi Kebutuhan Pendanaan PSN


Sumber
Pendanaan
Pendanaan Total
PSN
(Rp Milyar)1,2 2017 2018 2019 ≥2020
≤20163

1. APBN/D 16% 15% 10% 9% 13% 12%

2. BUMN/D 17% 30% 29% 37% 31% 30%

3. Swasta 67% 55% 61% 54% 56% 58%

TOTAL 100% 100% 100% 100% 100% 100%

1
Tidak termasuk 16 proyek yang belum diketahui data nilai investasinya antara lain: smelter, perumahan, infrastruktur KEK, dan
jalan.
2
Dana sebesar Rp 320.548 Milyar (capex dan opex) dari 26 proyek yang sumber dananya telah diketahui namun belum diketahui
rincian kebutuhan per tahunnya dikelompokkan ke dalam kebutuhan pendanaan ≥2020.
3Realisasi pendanaan adalah alokasi dana yang dilaporkan Penanggung Jawab proyek pada tahun 2016 dan sebelumnya.

Asumsi pada pengelompokan alokasi pendanaan:


1. Untuk proyek dengan skema KPBU dan belum diketahui alokasi APBN yang dibutuhkan, maka seluruh nilai investasi
dialokasikan pada Swasta
2. Untuk proyek dengan skema penugasan BUMN dan belum diketahui alokasi APBN yang dibutuhkan, maka seluruh nilai
investasi dialokasikan pada BUMN
14
Status kemajuan 245 Proyek + 2 Program PSN, dan 1 Program
Ketenagalistrikan 35GW secara spesifik
5 proyek senilai Rp 8 T dalam tahap
2% penyelesaian akhir
130 proyek senilai Rp 1.936 T dalam tahap
Kemajuan 245
40%
245 + 2 konstruksi1
Proyek + 2 Program 12 proyek senilai Rp 698 T dalam tahap
per Juni 2017 PSN 53%
transaksi
5% 100 proyek senilai Rp 1.555 T dalam
penyiapan
1Termasuk 1 Program Ketenagalistrikan yang dikategorikan ke dalam tahap konstruksi (39%
Program Ketenagalistrikan telah mencapai konstruksi per April 2017)

743 MW senilai Rp 20 T sudah beroperasi


2%
20% 13.816 MW senilai Rp 373 T dalam tahap
konstruksi
Kemajuan Program
Ketenagalistrikan
39%
35 8.210 MW senilai Rp 222 T sudah selesai
per April 2017 GW 16% PPA namun belum financial close
5.845 MW senilai Rp 158 T dalam tahap
23% pengadaan
7.212 MW senilai Rp 195 dalam tahap
perencanaan
15
Pencapaian Proyek Strategis Nasional pada Kuartal 2 2017 (1/2)

NAMA PROYEK PENCAPAIAN PROYEK


Pelabuhan Patimban Izin Lingkungan telah diterbitkan pada 28 Februari 2017. Dengan demikian, salah satu
prasyarat permohonan pinjaman luar negeri melalui pinjaman dari Pemerintah Jepang
melalui JICA terpenuhi.

Pelabuhan Hub Internasional Pra-studi Kelayakan/Outline Business Case terintegrasi antara rencana pembangunan
Kuala Tanjung pelabuhan dan pengembangan infrastruktur wilayah telah selesai disusun dan
disosialisasikan kepada pemangku kepentingan. OBC dapat digunakan sebagai acuan
penetapan skema pendanaan yang paling optimal dari sisi Pemerintah Indonesia.

Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Penerbitan Peraturan Presiden No. 49/2017 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan
Bogor, Depok dan Bekasi Presiden No. 98/2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/LRT
Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi sehingga membuka ruang
untuk penerapan alternatif pendanaan proyek.
Penyelenggaraan Izin Trase telah diterbitkan pada 31 Maret 2017 oleh Dinas Penanam Modal dan
Perkeretaapian Umum di Pelayanan Terpada Satu Pintu (PM-PTSP), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sehingga
wilayah Provinsi DKI Jakarta pelaksanaan konstruksi dapat dilaksanakan.

Mass Rapid Transit (MRT) Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 53/2017 tentang Penugasan Kepada PT MRT
Jakarta Jalur Selatan-Utara Jakarta Untuk Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Mass Rapid Transit (MRT) telah
diterbitkan, sehingga memperjelas ruang lingkup pekerjaan PT MRTJ dalam
penyelenggaraan Prasarana dan Sarana MRT.

Bandara Internasional di Proyek telah groundbreaking pada 27 Januari 2017


Propinsi D.I. Yogyakarta

16
Pencapaian Proyek Strategis Nasional pada Kuartal 2 2017 (2/2)

NAMA PROYEK PENCAPAIAN PROYEK


Kilang Minyak Bontang PT Pertamina telah mengadakan project exposé pada 28 Februari 2017 dan telah
mengevaluasi 8 rekan strategis yang menyatakan ketertarikan pada tahap Request For
Information (RFI), untuk kemudian difinalisasi oleh direksi PT Pertamina.

RDMP/Revitalisasi Kilang Surat rekomendasi kesesuaian tata ruang dari Direktur Jenderal Penataan Ruang,
Eksisting Cilacap Kementerian ATR dan surat rekomendasi pengalihan trase jalan dari Direktur Jenderal
Bina Marga, Kementerian PUPR telah diterbitkan sehingga proses persetujuan AMDAL
dapat dilakukan.
Central - West Java Kontrak untuk tiga paket Engineering Procurement Construction (EPC) (ruas Tx-Batang,
Transmission Line 500 kV Batang-Mandirancan 1 dan Batang-Mandirancan 2) ditandatangani pada Maret 2017,
sehingga konstruksi sepanjang 928 Kms dapat dimulai.

PLTU Jawa-4 (Tanjung Jati-B) Percepatan Financial Close dicapai pada 31 Maret 2017 dari target awal 7 Juni 2017
sehingga proyek dapat dilanjutkan ke tahap konstruksi.
Jalan Tol Serang - Panimbang Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan fasilitas penjaminan
dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) telah dilaksanakan pada Februari
2017
Jalan Tol Cileunyi – Sumedang – Penandatanganan PPJT dan Perjanjian Penjaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur
Dawuan Indonesia (Persero) telah dilaksanakan pada Februari 2017
Jalan Tol Akses Tanjung Priok Telah mulai beroperasi pada April 2017 dan dikelola oleh PT Hutama Karya (Persero)
Jalan Tol Kisaran – Tebing Tinggi Penandatanganan PPJT tahap I (Kuala Tanjung - Tebing Tinggi) telah dilaksanakan pada
Februari 2017

17
Agenda

Proyek Strategis Nasional

Proyek Prioritas Komite Percepatan Penyediaan


Infrastruktur Prioritas

Langkah Percepatan Infrastruktur ke Depan

18
KPPIP dibentuk sebagai centre of excellent percepatan dan penyiapan serta
pemantauan pencapaian proyek infrastruktur prioritas
KPPIP diberikan kewenangan melalui Perpres No. 75/2014 dalam pengambilan keputusan, keterlibatan dalam proyek sejak tahap
perencanaan dan penguatan kapasitas SDM. Melalui Perpres 122/2016, terdapat 2 kementerian yang menjadi anggota baru KPPIP

ANGGOTA KPPIP 6 TUGAS KPPIP

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian


1 Menetapkan standar kualitas Pra-Studi
o Memberikan fasilitas penunjang OBC 1 untuk proyek top-down,
o memantau & debottlenecking isu-isu proyek bidang ekonomi Kelayakan, melakukan review serta
revisi/ re-do jika diperlukan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman - Baru
o Memantau & debottlenecking isu-isu proyek di sektor energi dan 2 Menetapkan Daftar Proyek Prioritas
transportasi

Menteri Keuangan 3 Menetapkan skema & sumber


o Me-review dan menyetujui dukungan dan Jaminan Pemerintah pendanaan
serta menyediakan fasilitas PDF2 untuk proyek KPBU
4 Melakukan pemantauan dan
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas
o Penilaian dan pemberian fasilitas OBC 1 untuk proyek bottom-up debottlenecking
serta menyusun standar dan acuan kualitas Pra-Studi
Kelayakan 5 Menetapkan strategi dan kebijakan di
sektor infrastruktur
Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN
o Debottleneck isu-isu dan mendukung usaha-usaha percepatan
terkait dengan pengadaan tanah
6 Memfasilitasi peningkatan kapasitas
aparatur dan kelembagaan terkait
Menteri Lingkungan Hidup & Kehutanan - Baru dengan penyediaan infrastruktur
o Mendukung percepatan penerbitan izin lingkungan, IPPKH dan prioritas
pengadaan tanah di kawasan hutan
1OBC: Outline Business Case; 2PDF: Project Development Facility 19
Untuk menetapkan Proyek Prioritas, KPPIP melakukan evaluasi atas
progress penyediaan Proyek Prioritas eksisting

Melalui evaluasi yang dilakukan, terdapat 25 proyek yang


dipertahankan sebagai Proyek Prioritas. Akan tetapi
terdapat 5 Proyek Prioritas yang berpotensi untuk
dikeluarkan dengan alasan sebagai berikut:

Evaluasi Proyek Proyek Alasan


Prioritas dilakukan 1. High Voltage Direct Current
dengan menimbang: Rapat tingkat Menteri telah
(HVDC) menyetujui usulan PT PLN untuk
1. Kemajuan
2. PLTU Mulut Tambang Sumatera menunda pelaksanaan proyek
pencapaian
Selatan 9 dan 10
penyediaan proyek
tersebut, dan 3. PLTA Karangkates IV dan V Skema pengembangan 3 PLTA
2. Kontribusi KPPIP (2x50 MW) yang diusulkan (sistem cascade)
telah dievaluasi tidak layak dengan
atas proyek tersebut 4. PLTA Kesamben (37 MW)
mempertimbangkan tarif listrik
sesuai mandat 5. PLTA Lodoyo (10 MW) eksisting – Untuk memenuhi
Perpres 75/2014 j.o. kebutuhan listrik dan kelayakan,
Perpres 122/2016 dapat dilakukan dengan ekspansi
PLTA Karangkates I-III

Dengan adanya usulan untuk mengeluarkan 5 Proyek


Prioritas di atas, maka perlu diseleksi Proyek
Prioritas pengganti
20
Adapun kriteria pemilihan Proyek Prioritas telah diterapkan dalam
proses seleksi Proyek Strategis Nasional (PSN)
Kriteria pemilihan Proyek Prioritas Kriteria pemilihan PSN yang saat ini terdiri
sesuai Pasal 5 Perpres 75/2014 j.o. dari 245 Proyek + 2 Program*
Perpres 122/2014

1. Kesesuaian dgn RPJMN/D &


Renstra**
1. Kriteria
1. Kesesuaian dengan RPJMN/D dan 2. Kesesuaian dgn RTRW**, atau
Dasar
Renstra sektor, 3. Pengaturan pada PP/Perpres
khusus
2. Kesesuaian dengan RTRW,
1. Keselarasan antar sektor**
3. Keterkaitan antarsektor infrastruktur dan 2. Distribusi proyek secara
antarwilayah, regional
2. Kriteria
3. Memiliki peran strategis**
4. Memiliki peran strategis; dan/atau Strategis &
4. Memiliki Studi Kelayakan yang
operasional
5. Membutuhkan dukungan dan/atau berkualitas
5. Nilai proyek > 100 Milyar
jaminan Pemerintah untuk proyek KPBU. 6. Konstruksi paling lambat 2018

3. Kriteria 1. Champion proyek yang jelas


Tambahan 2. Memiliki EIRR positif

Oleh karena itu, seleksi Proyek Prioritas berangkat dari daftar PSN dengan
pengembangan kriteria baru untuk seleksi lebih lanjut

* Menunggu penerbitan Perpres perubahan atas Perpres PSN (Perpres 3 tahun 2016)
** kriteria seleksi PSN yang sesuai dengan kriteria pemilihan proyek prioritas 21
4 Prinsip Proyek Prioritas yang dijadikan dasar untuk identifikasi
kriteria pemilihan Proyek Prioritas

4 PRINSIP PROYEK PRIORITAS

1. Kesesuaian dengan Perpres KPPIP


Proyek harus sesuai dengan cakupan 13 sektor pada Pasal 6 Perpres 122/2016

2. Proyek yang bermanfaat


• Untuk memastikan proyek prioritas yang dipilih adalah proyek yang memberikan
manfaat secara perekonomian ataupun finansial yang nilainya lebih besar
dari proyek lainnya dalam sektornya.

KPPIP
3. Proyek yang membutuhkan dukungan
• Untuk memastikan KPPIP memberikan nilai tambah dalam penyediaan proyek.
Bottle- • Prioritisasi pada proyek yang membutuhkan banyak dukungan
neck
debottlenecking dari KPPIP dan/atau dukungan Pemerintah, sehingga sulit
bagi PJP bila tidak terlaksananya koordinasi pihak-pihak terkait

4. Proyek yang memberikan dampak partisipasi swasta besar (quick wins)


Proyek yang dapat mencapai perkembangan yang signifikan: konstruksi paling
lambat 2018 dan financial close paling lambat 2019 dan meningkatkan
ketertarikan swasta untuk berinvestasi di Indonesia.
22
4 Prinsip Proyek Prioritas kemudian diturunkan menjadi 8 kriteria
seleksi: 4 kriteria eliminatif dan 4 kriteria scoring (20 sub-kriteria)

4 Prinsip Prioritisasi Proyek diturunkan menjadi 8 Kriteria*

4 Kriteria Eliminatif + 4 Kriteria Scoring (20 Sub-Kriteria)**

1. Kesesuaian dengan 1. Arahan Pemerintah - 8% 4. Kompleksitas koordinasi


(score maks: 8) kewenangan K/L/D – 48%
Perpres 122/2016 (score maks: 48)
1. Instrumen arahan Pemerintah
2. Kejelasan komitmen PJP 1. Perolehan stakeholder buy-in
3. Pencapaian signifikan 2. Penyiapan proyek - 20% 2. Koordinasi pengadaan tanah
pada tahun 2019 (score maks: 20) 3. Sinkronisasi penataan ruang
4. Nilai proyek, kecuali 1. Kelengkapan OBC 4. Penerbitan izin proyek
2. Manfaat ekonomi secara regional 5. Jumlah K/L/D yang perlu
proyek bersifat pelopor 3. Kompleksitas perencanaan teknis dikoordinasikan
4. Dukungan Project Development Fund 6. Penerbitan kebijakan pendukung
5. Kebutuhan infrastruktur pada lokasi (umum/sektoral)
proyek 7. Pelaksanaan pengadaan KPBU
Catatan:
*tidak untuk PSN yang sudah menjadi bagian dari Proyek 3. Kompleksitas pendanaan - 24% 8. Sinkronisasi dengan penyediaan
Prioritas (score maks: 24) PSN lain
**untuk menghasilkan urutan prioritas berdasarkan score 1. Perolehan minat investor
setelah lolos kriteria eliminatif
2. Penetapan skema pendanaan
3. Sinkronisasi sumber dana
4. Strukturisasi PSO
5. Pemberian risiko kredit
6. Pemberian dukungan kelayakan usaha

Proyek yang diprioritaskan: proyek yang bernilai bersifat top-down, kompleks baik dari sisi
pendanaan, keterlibatan pihak swasta, teknologi baru, koordinasi, perizinan,
sinkronisasi dan membutuhkan dukungan penyiapan proyek yang berkualitas 23
Dari hasil evaluasi Daftar PSN baru tersebut, maka proyek prioritas
KPPIP bertambah dari 30 menjadi 37 proyek senilai Rp 2.490 Triliun

4
4
24 14
23
22
24 15
4 24 4 27
2 18
4 23 4 24 24 23
1 18
24 12 30
4 22 18
23 24 18
23
22 25 27 18
24 18
22 31 18
27
4 11 23 24 24 24
37 18 18
4
18
4 36 7 34 9
4
8 16 33 27
3 13 10
24 13 19
37
17 32 20 24
21 20 26 29
37 35 27 6 28
37 5 37
37 24
# Proyek Prioritas Usulan Baru 24 24
# Proyek Prioritas Eksisting

1. Jalan Tol Balikpapan-Samarinda 13. Perkeretaapian Umum DKI Jakarta 26. Kilang Minyak Tuban
2. Jalan Tol Manado-Bitung 14. Pelabuhan Hub Internasional Kuala Tanjung 27. RDMP/Revitalisasi Kilang Eksisting
3. Jalan Tol Panimbang-Serang 15. Pelabuhan Hub Internasional Bitung (Balikpapan, Cilacap, Balongan, Dumai, Plaju)
4. 15 Ruas Jalan Tol Trans Sumatera 16. Pelabuhan Patimban 28. Lapangan Abadi WK Masela
5. Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi 17. Inland Waterways/Cikarang – Bekasi – Laut 29. Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung
6. Jalan Tol Yogyakarta-Bawen (CBL) Biru
7. Kereta Api Ekspres SHIA 18. Palapa Ring Broadband 30. Indonesian Deepwater Development (IDD)
8. MRT Jakarta Jalur Utara – Selatan 19. Central Java Power Plant (CJPP)/PLTU Batang 31. Pengembangan Tangguh Train 3
9. Kereta Api Makassar – Parepare 20. Central – West Java Transmission Line 500 kV 32. SPAM Semarang Barat
10.Light Rail Transit (LRT) Terintegrasi di 21. PLTU Indramayu 33. Sistem Pengolahan Limbah Jakarta
Wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi 22. Transmisi Sumatera 500 kV (4 Provinsi) 34. National Capital Integrated Coastal
11.Light Rail Transit (LRT) di Provinsi Sumatera 23. PLTU Mulut Tambang (6 Provinsi) Development (NCICD) Fase A
Selatan 24. PLTGU (16 Provinsi) 35. SPAM Jatiluhur
12.Kereta Api Kalimantan Timur 25. Kilang Minyak Bontang 36. SPAM Lampung
37. Energi Asal Sampah 8 Kota Besar
Cetak tebal biru: Proyek Prioritas usulan baru 24
Dukungan yang telah diberikan oleh KPPIP untuk Proyek Strategis
Nasional dan Proyek Prioritas mencakup berbagai ragam isu

• AMDAL KEK Merauke


Percepatan • Izin Lingkungan Penyusunan • Prastudi Kelayakan
kajian (OBC) Kilang Minyak
perizinan Pelabuhan Patimban Bontang, Pelabuhan
penyiapan Hub Internasional
proyek Kuala Tanjung
Percepatan dan
penyelesaian • Pendanaan pengadaan
kendala tanah Jalan Tol Trans
• Penerbitan PP No.
pengadaan Sumatera dan KA
27/2017 tentang Hulu
tanah Makassar – Pare Pare Penerbitan Migas
Peraturan/ • Penerbitan Perpres
Landasan No. 58/2017 tentang
Hukum Proyek Strategis
• Financial Close PLTU Nasional
Pencapaian Batang, SPAM
Financial Close Umbulan, dan Palapa
sehingga Ring
konstruksi • Penandatanganan
dapat dimulai PPJT Jalan Tol Serang -
Panimbang • Rekomendasi
kesesuaian tata ruang
Penyelesaian untuk PLTU Jawa 1
masalah (Cirebon ekspansi)
Penyelesaian penataan dan Central West
• Penyelesaian masalah
masalah terkait pinjaman MRT Jakarta ruang Java Transmission
pendanaan Line

25
Fasilitas yang diberikan KPPIP sejak 2015 telah memberikan dampak
percepatan bagi proyek-proyek prioritas (1/2)
PROYEK FASILITAS DAMPAK BAGI PROYEK

Kereta Cepat Menjadi landasan Presiden memutuskan pihak


1 Jakarta- Penyusunan Kajian Strategis Kereta Cepat
Jakarta-Bandung yang berinvestasi
Bandung

Kilang Minyak
2015

2 Bontang Pra-Studi Kelayakan Kilang Minyak Menjadi pertimbangan dalam menetapkan


Bontang skema pendanaan

Jalan Tol Kajian Value for Money Menjadi pertimbangan skema pendanaan
3 Serang-
Panimbang
Dukungan penyusunan AMDAL Menjadi dasar penerbitan Izin Lingkungan

Penyusunan Kajian Harga Keekonomian Menjadi landasan harga produk kilang


4 Kilang Minyak minyak dalam negeri sesuai Peraturan
Bontang Kilang Minyak Bontang
Presiden No. 146/2016
2016

Pelabuhan H ub Menjadi landasan penetapan skema


Pra-Studi Kelayakan Pelabuhan Hub
5 Internasional pendanaan, termasuk pengembangan
Internasional Kuala Tanjung
Kuala Tanjung hinterland

Jakarta Dasar bagi prioritisasi pembangunan zona-


6 Sewerage Scoping Study Jakarta Sewerage System zona yang akan dibangun setelah Zona 1
System dan 6

26
Fasilitas yang diberikan KPPIP sejak 2015 telah memberikan dampak
percepatan bagi proyek-proyek prioritas (2/2)

PROYEK FASILITAS DAMPAK BAGI PROYEK

Kawasan
AMDAL Kawasan Ekonomi Khusus
7 Ekonomi Khusus
2016

Dapat diteruskannya proses perizinan proyek


Merauke
Merauke

Dengan memenuhi salah satu prasyarat


Dukungan penyusunan AMDAL pinjaman donor, proyek dapat kembali
Pelabuhan berjalan
8 Patimban
Memastikan konektitivas pelabuhan dengan
Dukungan penyusunan masterplan intermoda
daerah sekitar, yang pada akhirnya akan
transportasi
mempengaruhi traffic/demand
2017

Pelabuhan H ub Penyusunan Pra-Studi Kelayakan Pelabuhan


9 Internasional Hub Internasional Bitung Menjadi dasar penetapan skema pendanaan
Bitung

Jalan Tol Review Pra-Studi Kelayakan dan Dihasilkan dokumen dengan data dan asumsi
10 Jogja-Bawen penyusunan AMDAL terbaru dan sesuai dengan standar yang
diterima pasar

27
Dukungan koordinasi KPPIP juga telah mendorong kemajuan proyek menjadi
semakin dekat ke tahap konstruksi (1/2)

PROYEK LATAR BELAKANG ISU DAMPAK KOORDINASI KPPIP

PLTU Mulut Terdapat isu keberlanjutan proyek akibat ketidakpastian Kepastian kelanjutan pengadaan PLTU Mulut
1 Tambang keberlanjutan proyek HVDC Tambang Sumsel 9 & 10 sehingga terdapat
Sumsel 9 & 10 kejelasan bagi calon pengembang

Terhambatnya persetujuan AMDAL oleh Bupati akibat Penerbitan Izin Lingkungan PLTU Indramayuyang
adanya isu politis diikuti oleh Penetapan Lokasi dan pengadaan EPC
PLTU
2 Indramayu
Proses pengadaan tanah terhambat akibat belum Penerbitan SK Penlok PLTU Indramayu sehingga
diterbitkannya rekomendasi kesesuaian tata ruang oleh pengadaan tanah dapat dilaksanakan, dan
Pemerintah Kabupaten Indramayu akibat adanya memberikan keyakinan pada lender untuk
pemekaran desa di lokasi pembangunan melakukan disbursement

Pencapaian financial close terhambat akibat adanya


beberapa isu seperti pemanfaatan Rupiah selama masa Pencapaian financial close PLTU Batang sehingga
PLTU Batang konstruksi PLTU Batang, isu terkait pelanggaran HAM, pencairan dana untuk konstruksi dapat dilakukan
3
serta status Tanah Cadangan Untuk Negara (TCUN)
adalah HPL, sedangkan lender mensyaratkan status
HGB untuk dilakukannya financial Close

Central – West Kesulitan pengadaan tanah untuk tanah-tanah Target penyelesaian perizinan untuk pengadaan
Java kas desa dan tanah milik Perum Perhutani, sesuai dengan jadwal pembangunan pembangkit-
4 Transmission pembangkit besar di pantai utara Jawa dan
mengakibatkan dibutuhkannya diskresi untuk Izin
Line Perpanjangan Penetapan Lokasi mencegah terjadinya kerugian PT PLN Sebesar Rp
2,3 Triliun/hari jika proyek terhenti

28
Dukungan koordinasi KPPIP juga telah mendorong kemajuan proyek menjadi
semakin dekat ke tahap konstruksi (2/2)

PROYEK LATAR BELAKANG ISU DAMPAK KOORDINASI KPPIP

Presiden menetapkan bahwa proyek ini harus dapat beroperasi paling


lambat pada Desember 2018, namun, sampai dengan Mei 2016 Penerbitan SK Penlok sehingga
Gubernur Banten belum juga mengeluarkan persetujuan atas pengadaan tanah dapat segera
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah yang diajukan karena dimulai
Jalan Tol perbedaan persepsi mengenai kelengkapan dokumen
5
Serang –
Panimbang
Hasil kajian kelayakan menunjukkan bahwa proyek memiliki tingkat Penandatanganan PPJT sehingga
kelayakan finansial yang rendah, yang selanjutnya mengakibatkan konstruksi dapat segera dimulai
perdebatan skema pendanan yang tepat diragukan skema untuk memenuhi arahan Presiden
pendanaan tentang target operasi di tahun 2018

Akibat minimnya koordinasi antara pemangku kepentingan pada saat Konstruksi jalan tol dapat dilanjutkan
Jalan Tol
6 MKTT
perencanaan trase, trase jalan Tol MKTT tumpang tindih dengan jalur tanpa mengubah jalur pipa gas
pipa gas milik PT Pertagas di 10 titik lokasi

Jalan Tol Manado Proyek telah memiliki investor sejak bulan Juni 2016 dan sudah dapat
– Bitung dan mulai mempersiapkan konstruksi, namun proses pengadaan tanah Penandatanganan PPJT sehingga
7 Jalan Tol untuk Seksi II baru akan dimulai pada bulan Desember 2016 – konstruksi untuk pembangunan jalan
Balikpapan – diperlukan percepatan pengadaan tanah, baik dalam pelaksanaannya tol di luar Jawa segera terealisasi
Samarinda di lapangan maupun alokasi dananya.
Rekomendasi penyelesaian isu oleh
Persilangan dengan pipa gas menyebabkan diperlukannya pemindahan
BPKP Provinsi DKI Jakarta dapat
8 dan/atau modifikasi desain jalur MRT. Permasalahan pipa gas telah
diterbitkan setelah tertunda selama 3
MRT Jakarta muncul sejak Desember 2014 namun serangkaian korespondesi dan
tahun – pemindahan utilitas pipa dapat
rapat yang dilakukan PT MRTJ belum dapat menghasilkan keputusan
diselesaikan dalam waktu 2 bulan

29
Agenda

Proyek Strategis Nasional

Proyek Prioritas Komite Percepatan Penyediaan


Infrastruktur Prioritas

Langkah Percepatan Infrastruktur ke Depan

30
Pemerintah telah menerbitkan berbagai inisiatif kebijakan untuk
percepatan pembangunan infrastruktur pada tahun 2017 (1/2)

PP No. 13/2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN)

Penerbitan RTRWN ini dapat mendorong penyelesaian hambatan akibat ketidaksesuaian


1 tata ruang dalam pelaksanaan proyek infrastruktur yang terdaftar dalam lampiran PP.
Adapun sejumlah terobosan yang diatur diantaranya Menteri ATR dapat menerbitkan
rekomendasi pemanfaatan ruang sehingga proses perolehan perizinan proyek dapat
dilakukan.

PP No. 6/2017 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian

Pengaturan mekanisme penetapan Badan Usaha penyelenggara prasarana


perkeretaapian umum berdasarkan sumber pendanaan proyek melalui: (1) lelang atau
penunjukan langsung dalam hal sebagian atau seluruh investasi bersumber dari APBN/D,
2 (2) tanpa lelang dalam hal seluruh investasinya tidak bersumber dari APBN/D dan tidak
diberikan jaminan dari Pemerintah, atau (3) penugasan dalam hal tidak ada Badan Usaha
yang berminat karena tidak layak secara finansial. PP ini memungkinakan penetapan
Badan Usaha tanpa lelang setelah Badan Usaha mengajukan permohonan kepada dan
disetujui oleh Menteri, Gubernur atau Bupati/Walikota sesuai kewenangannya.

31
Pemerintah telah menerbitkan berbagai inisiatif kebijakan untuk
percepatan pembangunan infrastruktur pada tahun 2017 (2/2)

PMK No. 21/2017 tentang Tata Cara Pengadaan Tanah Bagi Proyek Strategis Nasional dan
Pengelolaan Aset Hasil Pengadaan Tanah oleh Lembaga Manajemen Aset Negara

Peraturan implementasi dari Peraturan Presiden No.102/2016 tentang Pendanaan


3 Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum dalam Rangka
Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Peraturan ini menjadi dasar hukum pendanaan
pengadaan tanah Proyek Strategis Nasional dan Prioritas oleh BLU LMAN, baik melalui
mekanisme penggunaan dana badan usaha terlebih dahulu (dana talangan) maupun
mekanisme pembayaran langsung oleh BLU LMAN.

PMK No. 60/2017 tentang Tata Cara Pemberian Jaminan Pemerintah Pusat untuk
Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional

Peraturan implementasi Peraturan Presiden No. 3/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan


4 Proyek Strategis Nasional. Peraturan ini mengatur diantaranya ruang lingkup dan
persyaratan umum serta tata cara pengusulan jaminan, pemberian jaminan, pengalokasian
anggaran kewajiban penjaminan Pemerintah Pusat untuk seluruh PSN. Pemberi penjaminan
diharapkan dapat meningkatkan kelayakan dan kepercayaan investor untuk berparttisipasi
dalam pelaksanaan PSN.

32
Untuk kedepannya, Pemerintah telah memiliki rencana pengembangan
kebijakan yang dibutuhkan untuk mendorong infrastruktur di Indonesia
KEBUTUHAN DAN URGENSI POIN-POIN USULAN
Limited Concession
Scheme (LCS) ► Diperlukan kerangka regulasi yang
Dengan memonetisasi aset infrastruktur mencakup skema pengadaan, kelembagaan
Skema pendayagunaan aset yang ada, Pemerintah dapat memperoleh kewenangan Instansi Pemerintah, fasilitas dari
Pemerintah atau Limited Concession ekuitas baru untuk pembiayaan Pemerintah aliran dana serta manajemen risiko
Scheme (LCS) untuk memonetisasi aset infrastruktur baru (greenfield) ► Pemilihan proyek dengan profil yang sesuai
infrastruktur yang telah ada dan penerapan pilot project

Pembayaran atas ► Penerbitan kerangka regulasi untuk


Dibutuhkannya pengaturan untuk
Ketersediaan Layanan implementasi Availability Payment yang penguatan kapasitas BUMD untuk
PJPKnya adalah BUMD mengingat menerapkan skema Availability Payment
Penerapan skema pembayaran atas keter- ► Pemilihan proyek dengan profil yang sesuai
sediaan layanan (Availability Payment) berbagai keterbatasan yang dimiliki BUMD
dan penerapan pilot project

Kebijakan Tata ruang Sejak penerbitan Peraturan Pemerintah


Nomor 13 Tahun 2017 tentang Rencana Tata ► Diperlukan sosialisasi kepada pemangku
Ruang Nasional, maka tindak lanjut untuk kepentingan bidang penataan ruang untuk
Penguatan implementasi dari implementasi peraturan tersebut harus menghindari potensi multi-interpretasi yang
Peraturan Pemerintah No. 13 segera dilakukan,termasuk bertentangan dengan pasal 114A dari PP No.
Tahun 2017 mengidentifikasi kendala-kendala yang 13 Tahun 2017
ada dalam implementasi

Pembangkit Listrik
Dibutuhkan percepatan pengembangan ► Penerbitan Peraturan Presiden sebagai
Tenaga Sampah (PLTSa)
PLTSa untuk mendayagunakan sampah di dasar hukum percepatan pembangunan
Penerbitan Peraturan Presiden tentang kota-kota besar sebagai sumber tenaga infrastruktur PLTSa pengganti Perpres No.
percepatan pembangunan pembangkit listrik 18 Tahun 2014 yang dibatalkan oleh
listrik berbasis sampah Mahkamah Agung

33
TERIMA KASIH
Sekretariat – Komite Percepatan Penyediaan
Infrastruktur Prioritas (KPPIP)
Menara Merdeka,8th Floor - Jalan Budi Kemuliaan I No. 2
Jakarta 10110, Indonesia
T. +62 21 2957 3771, +62 21 2957 3772
F. +62 21 2957 3773