Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Unsur terkecil dari jaringan tubuh ialah sel yang berfungsi membentuk
tubuh dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. Dalam perkembangannya, sel
yang normal akan membelah diri secara teratur dan terkendali. Tetapi tidak
demikian pada pembelahan sel kanker ia tidak bisa dikendalikan dan tumbuh
berlipat ganda secara cepat dan terus menerus yang dapat menjadi suatu bentuk
yang mendesak, serta merusak jaringan tubuh yang normal, sehingga
mengganggu fungsi organ yang jaringannya dirusak oleh sel kanker tadi.
Akibatnya tentu saja bisa merusak organ tubuh disekitarnya.
Tumor (dalam bahasa Latin artinya pembengkakan) menunjuk
masa jaringan yang tidak normal, tetapi dapat berupa ganas (bersifat
kanker) atau jinak (tidak bersifat kanker). Hanya tumor ganas yang
mampu menyerang jaringan lainnya ataupun bermetastasis.
Tumor merupakan sekelompok sel-sel abnormal yang terbentuk
hasil proses pembelahan sel yang berlebihan dan tidak terkoordinasi.
Dalam bahasa medisnya, tumor dikenal sebagai neoplasia. Neo berarti
baru, plasia berarti pertumbuhan/pembelahan, jadi neoplasia mengacu
pada pertumbuhan sel-sel disekitarnya yang normal.
Dari pengertian tumor di atas, tumor dibagi menjadi 2 golongan
besar yaitu tumor jinak (benign) dan tumor ganas (malignant) atau yang
popular disebut kanker. Terdapat perbedaan sifat yang nyata diantara dua
jenis tumor ini dan memang membedakannya merupakan tuntutan wajib
bagi praktisi medis. Perbedaan utama diantara keduanya adalah bahwa
tumor ganas lebih berbahaya dan fatal sesuai dengan kata ganas itu
sendiri.
Gambaran lebih jelasnya, walaupun tumor ganas atau kanker itu
berada pada jaringan di kaki, hal itu dalam tahap lanjut dapat
mengakibatkan kematian. Tumor ganas biasanya merupakan kelanjutan
dari tumor jinak yang tidak ditangani secara tepat. Tumor jinak juga dapat
menimbulkan kematian secara langsung terkait dengan lokasi tumbuhnya

1
yang membahayakan misalnya tumor di leher yang dapat menekan saluran
nafas.
B. Tujuan
1. Mahasiswa/i mampu memahami tentang pengertian Tumor ganas pada
alat genetalia
2. Mahasiswa/i mampu mengerti tentang diagnosa keperawatan yang
muncul pada Tumor ganas pada alat genetalia
3. Mahasiswa/i mampu memahami dan mengerti tentang jenis-jenis
Tumor ganas pada alat genetalia

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Tumor ganas (kanker) Vagina

kanker vagina

1. Pengertian
Vagina adalah saluran terpanjang 7,5-10 cm, ujung atasnya berhubungan
denga serviks (leher rahim), sedangkan ujung bawahnya berhubungan dengan
vulva.
Tumor ganas vagina adalah kanker yang tumbuh dengan cepat dan tidak
terkendali pada daerah vagina dan merusak jaringan sekitarnya.

2. Klasifikasi
a. Karsinoma sel skuamosa
Berasal dari lapisan epitelium vagina. Banyak ditemukan di vagina
bagian atas pada wanita berusia 60-80 tahun.
b. Karsinoma verukosa
Sejenis karsinoma sel skuamosa yang tumbuhnya lambat, tumbuh ke arah
rongga vagina dan tampak seperti kutil atau bunga kol.
c. Adenokarsinoma
Sering terjadi pada wanita 12-30 tahun.
d. Melanoma maligna
Berasal dari sel-sel penghasil pigmen, banyak ditemukan di vagina
bagianbawah.
e. Sarkoma
Tumbuh jauh di dalam dinding vagina. Ada beberapa jenis sarkoma, yaitu :
- Ieiomiosarkoma, menyerang wanita berusia 50 tahun ke atas
- Rabdomiosarkoma, kanker pada masa kanak-kanak (biasanya terjadi
sebelum usia 3tahun)

3
3. Faktor Penyebab
a. Usia: sebagian besar kasus kanker vagina ditemukan pada usia 50-70 tahun
b. Obat hormon untuk mencegah keguguran pada wanita hamil, seperti
dietilstilbestrol.

c. Infeksi HPV (Human Papiloma Virus) virus penyebab kutil kelamin yang
ditularkan melalui hubungan seksual
d. Berganti-ganti pasangan
e. Hubungan seksual untuk pertama kalinya pada usia dini.

4. Gejala
a. Terbentuknya luka terbuka yang bisa mengalami perdarahan dan terinfeksi.
b. Perdarahan melalui vagina yang terjadi setelah berhubungan seksual.
c. Terkadang dari vagina keluar cairan encer.
d. Mengalami sakit saat buang air kecil.
e. Sembelit dan rasa nyeri di pinggul yang menetap.
f. Terasa ada benjolan.
g. Nyeri ketika melakukan hubungan seksual

5. Stadium

Stadium Kriteria

0 Karsinoma in situ, karsinoma intra epitelial (sel-sel kanker


terbatas pada epitelium vagina dan belum menyebar ke lapisan
vagina lainnya. Pada stadium ini kanker tidak dapat menyebar ke
bagian tubuh lainnya
I Kanker telah menyebar ke bawah epitelium tetapi masih terbatas
pada mukosa vagina (mukosa terdiri dari 2 lapisan, yaitu
epitelium dan lamina propria atau stroma subepitel)
IA Tumor berukuran kurang dari 2 cm dan telah menembus ke
dalam dinding kurang dari 1 mm.
IB Tumor lebih besar dari 2 cm dan telah menembus ke dalam
dinding sedalam lebih dari 1 mm

4
I Proses sudah meluas sampai jaringan ikat vagina,tetapi belum
mencapai dinding panggul maupun organ lain
III Proses telah meluas sampai ke salah satu/kedua dinding panggul
dan atau telah menyebar ke kelenjar getah bening
IVA Proses sudah keluar dari panggul kecil,atau sudah menginfiltrasi
mukosa rektum/kandung kemih
IVB Kanker telah menyebar ke organ tubuh yang jauh misalnya paru-
paru

6. Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada
pemeriksaan panggul akan teraba adanya benjolan. Pemeriksaan lainnya yang
biasa dilakukan :
a. Kolposkopi -> pemeriksaan dinding vagina dengan bantuan kaca pembesar.
b. Biopsi -> pemeriksaan mikroskopik terhadap contoh jaringan vagina.
c. Staging -> Staging merupakan proses penentuan penyebaran kanker,
yang penting dilakukan untuk menentukan jenis pengobatan dan prognosis
penyakit. Penilaian penyebaran kanker vagina melibatkan beberapa
pemeriksaan berikut :
- Pemeriksaan fisik menyeluruh
- Pielogram intravena
- Barium enema
- Rontgen dada
- Sistoskopi
- Proktoskopi
- CT scan
- Skening tulang

7. Pengobatan
Terdapat 3 macam pengobatan untuk kanker vagina :
a. Pembedahan
- Bedah laser
- Eksisi lokal luas : dilakuakn pengangkatan kanker dan sebagian jaringan
di sekitarnya. Untuk memperbaiki vagina bisa dilakukan pencangkoan
kulit yang di ambil dari bagian tubuh lainnya.

5
- Vaginektomi : pengangkatan vagina.
- Eksenterasi : pengangkatan kolon bawah, rektum atau kandung kemih,
disertai pengangkatan serviks, rahim dan vagina.

b. Terapi penyinaran
Pada terapi penyinaran digunakan sinar X dosis tinggi atau sinar berenergi
tinggi lainnya untuk membunuh sel-sel kanker dan memperkecil ukuran
tumor.
c. Kemoterapi
Pada kemoterapi digunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker.

Pengobatan kanker vagina tergantung kepada stadium dan jenis penyakit,


serta usia dan keadaan umum penderita.
a. Kanker vagina stadium 0
- Vaginektomi
- Terapi radiasi interna
- Bedah laser
- Kemoterapi intravagina
b. Kanker vagina stadium I
- Kanker skuamosa -> radiasi interna, eksisi lokal luas, vaginektomi dan
diseksi kelenjar getah bening.
- Adenokarsinoma -> vaginektomi dan pengangkatan rahim, ovarium, tuba
fallopi disertai diseksi kelenjar getah bening panggul, radiasi interna dan
eksisi lokal luas.
c. Kanker vagina stadium II, III dan IVA
- Kombinasi radiasi interna dan eksterna
- Pembedahan
d. Kanker vagina stadium IVB
- Penyinaran
- Kemoterapi

8. Pencegahan
Cara terbaik mencegah kanker vagina adalah menghindari faktor resikonya.
Jaga area kewanitaan tetap bersih dan terhindar dari infeksi jenis apapun.

6
B. Tumor ganas (kanker) Vulva

a. Pengertian
Vulva merupakan bagian luar dari sistem reproduksi wanita, yang meliputi
labia, lubang vagina, lubang uretra dan klitoris.
Tumor ganas vulva adalah kanker yang tumbuh dengan cepat dan tidak
terkendali pada daerah vulva dan merusak jaringan sekitarnya.

b. Klasifikasi
Karsinoma
Karsinoma sel skuamosa berasal dari sel-sel skuamosa yang merupakan
jenis sel kulit yang utama. Kanker jenis ini biasanya terbentuk secara
perlahan selama bertahun-tahun dan biasanya didahului oleh suatu
perubahan prekanker yang mungkin berlangsung selama beberapa tahun.
Istilah kedokteran yang sering digunakan untuk keadaan prekanker ini
adalah Neoplasma Intraepitel Vulva (NIV). Intraepitel artinya sel-sel
prekanker terbatas pada epitel yang merupakan lapisan permukaan pada
kulit vulva. NIV terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu NIV1, NIV2, and
NIV3. Istilah lainnya untuk NIV adalah displasia.
Tingkat keparahan perubahan prekanker mulai dari yang terendah
sampai yang terberat:
- NIV1 atau displasia ringan
- NIV2 atau displasia menengah
- NIV3 atau displasia berat
- Karsinoma in situ
- Karsinoma invasif.

7
Melanoma
Melanoma berasal dari sel penghasil pigmen yang memberikan warna pada
kulit.
Sarkoma
Sarkoma adalah tumor jaringan ikat di bawah kulit yang cenderung tumbuh
dengan cepat. Sarkoma vulva bisa menyerang semua golongan usia,
termasuk anak-anak.
Karsinomabasal
Karsinoma sel basal sangat jarang terjadi pada vulva, karena biasanya
menyerang kulit yang terpapar oleh sinar matahari.
Adenokarsinoma
Sejumlah kecil kanker vulva berasal dari kelenjar dan
disebut adenokarsinoma. Beberapa diantaranya berasal dari kelenjar
Bartholin yang ditemukan pada lubang vagina dan menghasilkan cairan
pelumas yang menyerupai lendir. Kebanyakan kanker kelenjar Bartholin
adalah adenokarsinoma, tetapi beberapa diantaranya (terutama yang
tumbuh dari saluran kelenjar) merupakan karsinoma sel transisional atau
karsinoma sel skuamosa. Meskipun agak jarang, adenokarsinoma juga bisa
berasal dari kelenjar keringat pada kulit vulva.

c. Faktor Resiko
- Infeksi HPV atau kutil kelamin (kutil genitalis) HPV merupakan virus
penyebab kutil kelamin dan ditularkan melalui hubungan seksual.
- Pernah menderita kanker leher rahim atau kanker vagina
- Infeksi sifilis
- Diabetes
- Obesitas
- Tekanan darah tinggi.
- Usia
Tiga perempat penderita kanker vulva berusia diatas 50 tahun dan dua
pertiganya berusia diatas 70 tahun ketika kanker pertama kali terdiagnosis.
Usia rata-rata penderita kanker invasif adalah 65-70 tahun.
- Hubungan seksual pada usia dini
- Berganti-ganti pasangan seksual
- Infeksi HIV

8
- HIV adalah virus penyebab AIDS. Virus ini menyebabkan kerusakan pada
sistem kekebalan tubuh sehingga wanita lebih mudah mengalami infeksi
HPV menahun. Golongan sosial-ekonimi rendah.Hal ini berhubungan
dengan pelayanan kesehatan yang adekuat, termasuk pemeriksaan
kandungan yang rutin.
- Neoplasia intraepitel vulva (NIV)
- Liken sklerosus
- Penyakit ini menyebabkan kulit vulva menjadi tipis dan gatal.
- Peradangan vulva menahun
- Melanoma atau tahi lalat atipik pada kulit selain vulva.

d. Gejala
Kanker vulva mudah dilihat dan teraba sebagai benjolan, penebalan ataupun luka
terbuka pada atau di sekitar lubang vagina. Kadang terbentuk bercak bersisik atau
perubahan warna. Jaringan di sekitarnya mengkerut disertai gatal-gatal. Pada
akhirnya akan terjadi perdarahan dan keluar cairan yang encer. Gejala lainnya
adalah:
- nyeri ketika berkemih
- nyeri ketika melakukan hubungan seksual.
e. Stadium
Stadium Kriteria
0 Karsinoma in situ, karsinoma intraepitel seperti pada
penyakit Bowen, penyakit Paget yang noninvasif
I Tumor terbatas pada vulva dengan diameter terbesar 2 cm /
kurang kelenjar di lipat paha tak teraba, atau teraba tidak
membesar dan mudah digerakan (mobil), klinis tidak
mencurigakan adanya anak sebar di situ.
II Tumor terbatas pada vulva dengan diameter > 2 c, kelejar di
lipat paha ( inguinal )tidak teraba bilateral, tidak membesar
dan mobil, klinis tidak mencurigakan adanya anak sebar di
situ.
III Tumor dari setiap ukuran dengan :
1) Perluasan ke urethra, atau vagina, perineum dan anus
2) Pembesaran kelenjar lipat pada uni/ bilateral, mobil tapi klinis
mencurigakan telah terinfiltrasi oleh sel tumor.

9
IV Tumor dari setiap ukuran yang :
1) Telah menginfiltrasi kandung kemih, mukosa rektum, atau ke
dua-duanya termasuk bagian proksimal dari urethra
2) Telah menyebar ke tulang atau metastasis jauh.

f. Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan
hasil biopsi jaringan. Jika hasil biopsi menunjukkan bahwa telah terjadi kanker
vulva, maka dilakukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui penyebaran
kanker ke daerah lain:

- Sistoskopi (pemeriksaan kandung kemih)


- Proktoskopi (pemeriksaan rektum)
- Pemeriksaan panggula dibawah pengaruh obat bius
- Rontgen dada
- CT scan dan MRI.
g. Pengobatan
Terdapat 3 jenis pengobatan untuk penderita kanker vulva:
a. Pembedahan
- Eksisi lokal luas : dilakukan pengangkatan kanker dan sejumlah jaringan
normal di sekitar kanker.
- Eksisi lokal radikal : dilakukan pengangkatan kanker dan sejumlah besar
jaringan normal di sekitar kanker, mungkin juga disertai dengan
pengangkatan kelenjar getah bening.
- Bedah laser : menggunakan sinar laser untuk mengangkat sel-sel kanker.
- Vulvektomi skinning : dilakukan pengangkatan kulit vulva yang
mengandung kanker.
- Vulvektomi simplek : dilakukan pengangkatan seluruh vulva.
- Vulvektomi parsi
- Eksenterasi panggul : jika kanker telah menyebar keluar vulva dan organ
wanita lainnya, maka dilakukan pengangkatan organ yang terkenal
(misalnya kolon, rektum, atau kantung kemih) bersamaan dengan
pengangkatan leher rahim, rahim, dan vagina. Untuk membuat vulva atau

10
vagina buatan setelah pembedahan, dilakukan pencangkokan kulit dari
bagian tubuh lainnya dan bedah plastik.
b. Terapi penyinaran
Pada terapi penyinaran digunakan sinar X atau sinar berenergi tinggi lainnya
untuk membunuh sel-sel kanker dan memperkecil ukuran tumor.
c. Kemoterapi
Pada kemoterapi digunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker.

Pengobatan kanker vulva tergantung kepada stadium dan jenis penyakit


serta usia dan keadaan umum penderita.
Kanker vulva stadium 0
- Eksisi lokar luas atau bedah laser, atau kombinasi keduanya
- Vulvektomi skinning
- Salep yang mengandung obat kemoterapi
Kanker vulva stadium I
- Eksisi lokal luas
- Eksisi lokal radikal, pengangkatan seluruh kelenjar getah bening
selangkangan dan paha bagian atas terdekat pada sisi yang sama
dengan kanker.
- Vulvektomi radikal dan pengangkatan kelenjar getah bening
selangkangan pada salah satu atau kedua sisi tubuh.
- Terapi penyinaran saja.
Kanker vulva stadium II
- Vulvektomi radikal dan pengangkatan kelenjar getah bening
selangkangan kiri dan kanan.
- Terapi penyinaran.
Kanker vulva stadium III
- Vulvektomi radikal dan pengangkatan kelenjar getah bening
selangkangan dan paha.
- Terapi radiasi dan kemoterapi diikuti oleh vulvektomik radikal dan
pengangkatan kelenjar getah bening kiri dan kanan.
- Terapi penyinaran.
Kanker vulva stadium IV
- Vulvektomi radikal dan pengangkatan kolon bagian bawah, rektum,
atau kandung kemih.

11
- Vulvektomi radikal diikuti dengan terapi penyinaran.
- Terapi penyinaran diikuti dengan vulvektomi radikal.
h. Pencegahan
Ada dua cara untuk mencegah kanker vulva :
- Menghindari faktor resiko yang bisa dikendalikan.
- Mengobati keadaan prekanker sebelum terjadinya kanker invasif.
- Keadaan prekanker bisa ditemukan dengan menjalani pemeriksaan sistem
reproduksi secara teratur dan memeriksakan setiap ruam, atau tahi lalat,
benjolan atau kelainan vulva lainnya yang sifatnya menetap. Pengobatan
NIV bisa mencegah sejumlah kasus kanker invasif.
Setiap wanita hendaknya mewaspadai setiap perubahan yang terjadi pada
kulit vulva dengan melakukan pemeriksaan sendiri setiap bulan.

C. Tumor ganas (kanker) Tuba

a. Pengertian
Tuba adalah saluran yang keluar dari kornu rahim kanan dan kiri,
panjangnya 12-13 cm, diameternya 3-8 mm. bagian luarnya diliputi oleh
peritoneum viseral yang merupakan bagian dari ligamentum latum.
Tumor tuba adalah kanker yang tumbuh dengan cepat dan tidak
terkendali pada daerah tuba dan merusak jaringan sekitarnya.
b. Klasifikasi
Tumor ganas primer tuba fallopi yang paling sering adalah
adenokarsinoma. Tumor tumor lain dapat berupa sarcoma seperti
leimoosarkoma, kondrosarkoma, tumor mesodermal campuran, limfoma, dan
kariokarsinoma. Semua jenis kanker ganas dalam tuba fallopi ini sangat
jarang. Tumor ganas tuba fallopi bernetastasis dengan pembuluh limfe menuju
kelenjar regional dan menyebar dengan cara bermigrasi ke dalam pelvis atau

12
rongga abdomen, atau mungkin berpenetrasi ke serosa dan sel sel
melepaskan diri langsung ke dalah pelvis atau rongga abdomen.

c. Gejala
Bila terdapat tanda dan gejala yaitu rabas vagina, perdarahan abnormal
vagina atau rabas, menstruasi yang tidak teratur, dan nyeri. Kanker tuba paling
banyak ditemikan pada wanita pasca menopause, tetapi bisa juga ditemukan
pada wanita yang lebih muda.
d. Stadium

Stadium
Kriteriajkd

IA Pertumbuhan tumor terbatas pada salah satu tuba; tidak ada


ascites.
1. Tak ditemukan tumor di permukaan luar, kapsulnya utuh.
2. Tumor terdapat di permukaan luar, atau kapsulnya pecah atau
kedua-duanya.
IB Pertumbuhan tumor terbatas pada kedua tuba; tidak ada asites.
1. Tak ada tumor di permukaan luar, kapsulnya utuh.
2. Tumor terdapat di permukaan luar, atau kapsulnya pecah, atau
kedua-duanya.
IC Tumor dari tingkatan klinik 1A dan IB, tetapi ada asites atau
cucian rongga perut positif.
II Pertumbuhan tumor melibatkan satu atau dua tuba, dengan
perluasan ke panggul.
IIA Perluasan proses dan/ atau metastatis ke uterus atau ovarium.
IIB Perluasan proses ke jaringan panggul lainnya.
IIC Tumor dari tingkat klinik IIA atau IIB, tetapi dengan asites
dan/atau cucian rongga perut positif.
III Tumor melibatkan satu atau dua tuba dengan penyebaran kelenjar
limfa intraperitoneal, atau kedua-duanya. Tumor terbatas pada
panggul kecil dengan bukti histologik penyebaran ke usus halus
atau omentum.
IV Pertumbuhan tumor melibatkan salah satu atau kedua tuba dengan
metastasis berjarak jauh. Bilamana didapatkan efusi pleural, harus

13
ada sitologi positif untuk menyebutnya sebagai tingkat klinik IV.
Begitu pula ditemukannya metastasis keparenkim hatci.

e. Pengobatan
Pengobatan yang utama untuk kanker tuba adalah pembedahan untuk
mengangkat kedua saluran, kedua indung telur, dan rahim disertai
pengangkatan kelenjar getah bening perut dan panggul. Pada kanker stadium
lanjut, setelah pembedahan mungkin perlu dilakukan kemoterapi atau terapi
penyinaran.

D. Tumor ganas (kanker) Uterus

a. Pengertian
Uterus adalah suatu struktur otot yang cukup kuat, bagian luarnya
ditutupi oleh peritonium sedangkan rongga dalamnya dilapisi oleh mukosa
rahim, dalam keadaan tidak hamil, rahim terletak dalam rongga panggul kecil
di antara kandung kemih dan dubur.
Tumor uterus adalah kanker yang tumbuh dengan cepat dan tidak
terkendali pada daerah rahim dan merusak jaringan sekitarnya.
b. Etiologi
- Wanita dengan nullypara ( wanita kurang subur ).
- Etiologi secara pasti tidak diketahui
- Tetapi ada korelasi antara pertumbuhan tumor dengan peningkatan reseptor
estrogen-progesteron pada jaringan mioma uteri dan juga dipengaruhi oleh
hormone pertumbuhan.

14
c. Klasifikasi
Jenis jenis tumor uterus berdasarkan letaknya, yaitu :
- Ektoserviksterbagi atas : Kista jaringan embrional : berasal dari saluran
mesonefridikus wolffi terdapat pada dinding samping ektoserviks. Kista
endometriosis yang letaknya suferfisial.
- Endoserviks
adalah suatu adenoma maupun adenofibroma yang berasal dari selaput
lendir endoserviks. Yang tangkainya dapat panjang keluar dari vulva.
Epitel yang melapisi adalah epitel endoserviks yang dapat juga
mengalami metaplasi menjadi lebih semakin kompleks.bagian polip ini
biasa menjadi nekrosis dan mengalami perdarahan . polip ini berkembang
karena pengaruh radang maupun virus.
- Endometrium
Polip endometrium sering didapati terutama dengan pemeriksaan
histeroskopi. Polip berasal antara lain dari adnoma, adenofibroma,
mioma , submukusum, plasenta.
- Miometrium
Neoplasma jinak ini berasal dari otot uterus dan jaringan ikat yang
menumpangnya.
Berdasarkan otopsi novak menemukan 27% wanita berumur 25 tahun
mempunyai sarang mioma, pada wanita yang berkulit hitam ditemukan
lebih banyak.Mioma uteri belum pernah terjadi sebelum menars. Setelah
menopause hanya kira-kira 10% mioma yang masih tumbuh.
d. Faktor resiko
- Usia, kanker uterus terutama menyerang wanita berusia 50 tahun keatas.
- Hiperplasia endometrium
- Terapi Sulih Hormon (TSH)
TSH digunakan untuk mengatasi gejala-gejala menopause, mencegah
osteoporosis dan mengurangi resiko penyakit jantung atau stroke.
Wanita yang mengkonsumsi estrogen tanpa progesteron memiliki resiko
- Obesitas
Tubuh membuat sebagian estrogen di dalam jaringan lemak sehingga
wanita yang gemuk memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi. Tingginya
kadar estrogen merupakan penyebab meningkatnya resiko kanker rahim
pada wanita obes.

15
- Diabetes (kencing manis)
- Hipertensi (tekanan darah tinggi)
- Tamoksifen
Wanita yang mengkonsumsi tamoksifen untuk mencegah atau mengobati
kanker payudara memiliki resiko yang lebih tinggi. Resiko ini tampaknya
berhubungan dengan efek tamoksifen yang menyerupai estrogen terhadap
rahim.
Keuntungan yang diperoleh dari tamoksifen lebih besar daripada resiko
terjadinya kanker lain, tetapi setiap wanita memberikan reaksi yang
berlainan.
- Menopause setelah usia 52 tahun
- Tidak memiliki anak
- Kemandulan
- Penyakit ovarium polikista
e. Gejala
- Perdarahan rahim yang abnormal
- Siklus menstruasi yang abnormal
- Perdarahan diantara 2 siklus menstruasi (pada wanita yang masih
mengalami menstruasi)
- Perdarahan vagina atau spotting pada wanita pasca menopause
- Perdarahan yang sangat lama, berat dan sering (pada wanita yang berusia
diatas 40 tahun)
- Nyeri perut bagian bawah atau kram panggul
- Keluar cairan putih yang encer atau jernih (pada wanita pasca
menopause)
- Nyeri atau kesulitan dalam berkemih
- Nyeri ketika melakukan hubungan seksual.
- Tekanan abdomen (merasa penuh, bengkak atau kembung)
- Perasaan ingin buang air kecil terus menerus

16
f. Stadium
Tingkat Kriteria
I kanker hanya tumbuh di badan rahim
II kanker telah menyebar ke leher rahim (serviks)
III kanker telah menyebar ke luar rahim, tetapi
masih di dalam rongga panggul dan belum
menyerang kandung kemih maupun rektum. Kelenjar getah
bening panggul mungkin mengandung sel-sel kanker.

IV Kanker telah menyebar ke dalam kandung kemih atau rektum atau


kanker telah menyebar keluar rongga panggul.

g. Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan berikut:
- Pemeriksaan panggul
- Pap smear
- USG transvagina
- Biopsi endometrium.

Untuk membantu menentukan stadium atau penyebaran kanker,


dilakukan pemeriksaan berikut :
- Pemeriksaan darah lengkap
- Pemeriksaan air kemih
- Rontgen dada
- CT scan tulang dan hati
- Sigmoidoskopi
h. Pengobatan
Pemilihan pengobatan tergantung kepada ukuran tumor, stadium,
pengaruh hormon terhadap pertumbuhan tumor dan kecepatan pertumbuhan
tumor serta usia dan keadaan umum penderita. Metode pengobatan:
Pembedahan
Kebanyakan penderita akan menjalani Histerektomi (pengangkatan
rahim). Kedua tuba falopii dan ovarium juga diangkat (salpingo-
ooforektomi bilateral) karena sel-sel tumor bisa menyebar ke ovarium

17
dan sel-sel kanker dorman (tidak aktif) yang mungkin tertinggal
kemungkinan akan terangsang oleh estrogen yang dihasilkan oleh
ovarium. Jika ditemukan sel-sel kanker di dalam kelenjar getah bening di
sekitar tumor, maka kelenjar getah bening tersebut juga diangkat. Jika sel
kanker telah ditemukan di dalam kelenjar getah bening, maka
kemungkinan kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Jika sel kanker belum menyebar ke luar endometrium (lapisan rahim),
maka penderita tidak perlu menjalani pengobatan lainnya.
Terapi penyinaran (radiasi) digunakan sinar berenergi tinggi untuk
membunuh sel-sel kanker. Terapi penyinaran merupakan terapi lokal,
hanya menyerang sel-sel kanker di daerah yang disinari. Pada stadium I,
II atau III dilakukan terapi penyinaran dan pembedahan. Penyinaran bisa
dilakukan sebelum pembedahan (untuk memperkecil ukuran tumor) atau
setelah pembedahan (untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa). Ada
2 jenis terjapi penyinaran yang digunakan untuk mengobati kanker rahim:
Radiasi eksternal : digunakan sebuah mesin radiasi yang besar untuk
mengarahkan sinar ke daerah tumor. Penyinaran biasanya dilakukan
sebanyak 5 kali/minggu selama beberapa minggu dan penderita tidak
perlu dirawat di rumah sakit. Pada radiasi eksternal tidak ada zat
radioaktif yang dimasukkan ke dalam tubuh.
Radiasi internal : digunakan sebuah selang kecil yang mengandung suatu
zat radioaktif, yang dimasukkan melalui vagina dan dibiarkan selama
beberapa hari. Selama menjalani radiasi internal, penderita dirawat di
rumah sakit.
Kemoterapi.
Pada terapi hormonal digunakan zat yang mampu mencegah sampainya
hormon ke sel kanker dan mencegah pemakaian hormon oleh sel kanker.
Hormon bisa menempel pada reseptor hormon dan menyebabkan
perubahan di dalam jaringan rahim. Sebelum dilakukan terapi hormon,
penderita menjalani tes reseptor hormon. Jika jaringan memiliki reseptor,
maka kemungkinan besar penderita akan memberikan respon terhadap
terapi hormonal. Terapi hormonal merupakan terapi sistemik karena bisa
mempengaruhi sel-sel di seluruh tubuh. Pada terapi hormonal biasanya
digunakan pil progesteron.

18
Terapi hormonal dilakukan pada:
- penderita kanker rahim yang tidak mungkin menjalani pembedahan
ataupun terapi penyinaran
- penderita yang kankernya telah menyebar ke paru-paru atau organ
tubuh lainnya.
- penderita yang kanker rahimnya kembali kambuh.
Jika kanker telah menyebar atau tidak memberikan respon terhadap
terapi hormonal, maka diberikan obat kemoterapi lain, yaitu
siklofosfamid, doksorubisin dan sisplastin.
i. Pencegahan
Setiap wanita sebaiknya menjalani pemeriksaan panggul dan Pap smear
secara rutin, untuk menemukan tanda-tanda pertumbuhan yang abnormal.
Wanita yang memiliki faktor resiko kanker rahim sebaiknya lebih sering
menjalani pemeriksaan panggul, Pap smear dan tes penyaringan (termasuk
biopsi endometrium).

E. Tumor ganas (kanker) ovarium

a. Pengertian
Ovarium adalah organ reproduksi wanita yang bentuknya menyerupai
kacang dan tersimpan di dalam rongga pert sebelah bawah.
Tumor ganas ovarium adalah kanker yang menyerang ovarium
b. Patologi
Pertumbuhan tumor primer diikuti oleh infiltrasi ke jaringan sekitar yang
menyebabkan berbagai keluhan samar-samar seperti perasaan sebah, makan
sedikit terasa cepat menjadi kenyang, sering kembung, nafsu makan menurun.
Kecenderungan untuk melakukan implantasi di rongga perut merupakan ciri
khas suatu tumor ganas ovarium yang menghasilkan ascites.
Tumor ganas ovarium merupakan kumpulan tumor dengan histiogenesis
yang beraneka ragam, dapat berasal dari ketiga dermoblast (ektodermal,

19
entodermal, dan mesodermal) dengan sifat-sifat histologis maupun biologis
yang beraneka ragam. Oleh sebab itu histiogenesis maupun klasifikasinya masih
sering menjadi perdebatan.
Kira-kira 60% terdapat pada usia peri-menopausal, 30% dalam masa
reproduksi dan 10% pada usia yang jauh lebih muda. Tumor ini dapat jinak
(benigna), tidak jelas jinak tapi juga tidak pasti ganas (borderline
malignancy atau carcinoma of low-malignant potential) dan yang jelas ganas
(true malignant).

c. Faktor resiko
- usia 55 59 tahun
- pernah mengalami kanker payudara
- penggunaan metode KB pil
- Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara dan/atau kanker ovarium
- Riwayat keluarga yang menderita kanker kolon, paru-paru, prostat dan rahim
(menunjukkan adanya sindroma Lynch II).
d. Gejala
- Gejala awalnya berupa rasa tidak enak yang samar-samar di perut bagian
bawah.
- Ovarium yang membesar pada wanita pasca menopause bisa merupakan
pertanda awal dari kanker ovarium.
- Di dalam perut terkumpul cairan dan perut membesar akibat ovarium yang
membesar ataupun karena penimbunan cairan.
- Pada saat ini penderita mungkin akan merasakan nyeri panggul,anemia dan
berat badannya menurun.
- Kadang kanker ovarium melepaskan hormon yang menyebabkan
pertumbuhan berlebih pada lapisan rahim, pembesaran payudara atau
peningkatan pertumbuhan rambut.
- Gejala lainnya yang mungkin terjadi:
- Panggul terasa berat
- Perdarahan pervaginam
- Siklus menstruasi abnormal
- Gejala saluran pencernaan (perut kembung, nafsu makan berkurang, mual,
munatah, tidak mampu mencerna makanan dalam jumlah seperti biasanya).

20
e. Stadium
Stadium Interpretasi
I Tumor terbatas di ovarium
Pertumbuhan tumor ganas di satu ovarium dan tidak ada
Ia
asites
Ib
Tumor terbatas di kedua ovarium tanpa asites
Ic Tumor terbatas di satu atau kedua ovarium, sitologi
asites/air cucian peritoneum posirif maligma
II
Tumor di satu atau kedua ovarium dengan pertumbuhan
IIa
dalam pelvis
IIb Tumor di satu atau kedua ovarium dengan pertumbuhan
dalam pelvis minor dan pada pembedahan tumor
IIc
terangkat seluruhnya
III
Tumor meluas pada jaringan pelvis lain dan pada
IV pembedahan tumor tidak terangkat seluruhnya
Tumor stadium IIa atau IIb, tapi asites atau cucian
Khusus
peritoneum positif sel maligma
Tumor di satu atau kedua ovarium dengan metastasis
pada peritoneum di luar panggul dan KGB
retroperitoneal atau keduanya. Tumor terbatas pada
panggul kecil dengan metastasis ke dinding usus dan
omentum, dibuktikan dengan histopatologis
Tumor pada satu atau kedua ovarium dengan metastasis
jauh. Metastasis ke hati atau adanya efusi pleura yang
dibuktikan dengan sitologi juda digolongkan stadium IV
Kasus yang tidak dilakukan laparotomi, tapi diduga
karsinoma ovarium

21
f. Diagnosa
Diagnosis didasarkan atas 3 gejala/ tanda yang biasanya muncul dalam
perjalanan penyakitnya yang sudah agak lanjut :
- Gejala desakan yang dihubungkan dengan pertumbuhan primer dan infiltrasi
ke jaringan sekitar
- Gejala diseminasi/ penyebaran yang diakibatkan oleh implantasi peritoneal
dan bermanifestasi adanya ascites
- Gejala hormonal yang bermanifestasi sebagai defeminisasi, maskulinisasi
atau hiperestrogenisme, intensitas gejala ini sangat bervariasi dengan tipe
histologik tumor dan usia penderita.
g. Pengobatan
- Pembedaha
- Khemoterapi
Sekarang telah mendapat tempat yang diakui dalam penanganan tumor ganas
ovarium. Sejumlah obat sitostatika telah digunakan, termasuk agens
alkylating (seperti cyclophospamide,
chlorambucil), antimetabolit (seperti Adriamisin) dan agenslain (seperti Cis-
Platinum). Penanganan paliatif tumor ganas ovarium sering menggunakan
preparat hormon progestativa.
h. Pencegahan
Beberapa faktor muncul untuk mengurangi risiko kanker indung telur,
termasuk:
- Kontrasepsi oral (pil KB). Dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah
menggunakan mereka, para wanita yang menggunakan kontrasepsi oral
selama lima tahun atau lebih mengurangi risiko kanker ovarium sekitar 50
persen, sesuai dengan ACS.
- Kehamilan dan menyusui. Memiliki paling tidak satu anak menurunkan
risiko Anda mengalami kanker ovarium. Menyusui anak-anak juga dapat
mengurangi risiko kanker ovarium.

22
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Tumor (dalam bahasa Latin artinya pembengkakan) menunjuk masa


jaringan yang tidak normal, tetapi dapat berupa ganas (bersifat kanker)
atau jinak (tidak bersifat kanker). Hanya tumor ganas yang mampu
menyerang jaringan lainnya ataupun bermetastasis.
Tumor merupakan sekelompok sel-sel abnormal yang terbentuk hasil
proses pembelahan sel yang berlebihan dan tidak terkoordinasi. Dalam
bahasa medisnya, tumor dikenal sebagai neoplasia. Neo berarti baru, plasia
berarti pertumbuhan/pembelahan, jadi neoplasia mengacu pada
pertumbuhan sel-sel disekitarnya yang normal.

B. Saran
Mengingat pentingnya pengetahuan tentang Tumor maka diharapkan
para mahasiswa mengetahui dan memahami hal tersebut sehingga dapat
memberikan asuhan yang tepat kepada klien yang mengalami tumor.

23
DAFTAR PUSTAKA

https://www.slideshare.net/vannyz1/tumor-ganas-genitalia

https://www.scribd.com/doc/27491338/Tumor-Ganas-Jinak-pd-Vulva-Vagina

ocw.usu.ac.id/course/.../rps138_slide_neoplasma_organ_reproduksi_wanita.pdf

24