Anda di halaman 1dari 11

PENGGUNAAN TRANSGENIK PADA IKAN SALMON

OLEH
PAULUS ALBERTO GONIMASELA
2015120003

FAKULTAS PERTANIAN JURUSAN BUDIDAYA PERAIRAN


UNIVERSITAS DR SOETOMO
SURABAYA
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan yang maha Esa atas kasih karunia-Nya saya dapat
menyelesaikan makalah ini pada waktunya
Pada kesempatan ini akan di bahas mengenai penggunaan Transgenik pada ikan salmon yang
nantinya akan merangsang pertumbuhan dan perkembangan salmon kedepan yang di lakukan
dalam rangka menghadapi over populasi pada tahun 2030 mendatang
Demikian, semoga makalah ini dapat berguna bagi pembaca sekalian dalam menanbah
wawasan dan keperluan lainnya, selamat membaca.

Penulis

Paulus alberto gonimasela


DAFTAR ISI

Contents
KATA PENGANTAR ............................................................................................................................ 2
DAFTAR ISI........................................................................................................................................... 3
BAB I ...................................................................................................................................................... 4
PENDAHULUAN .................................................................................................................................. 4
A.Latar Belakang ................................................................................................................................ 4
B.Rumusan Masalah ........................................................................................................................... 4
BAB II..................................................................................................................................................... 5
TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................................................................... 5
A.Defenisi Ikan Transgenik ................................................................................................................ 5
B.Konsep Transgenik ...................................................................................................................... 5
C.Transgenetik pada Ikan Salmon (Oncorhynchus nerka) ................................................................. 7
D.Keuntungan dan Kelebihan Ikan Transgenik .................................................................................. 9
BAB III ................................................................................................................................................. 11
PENUTUP ............................................................................................................................................ 11
A. Kesimpulan ............................................................................................................................... 11
B. Saran ......................................................................................................................................... 11
BAB I

PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini sudah berkembang sangat pesat. Dimana
penerapannya sebagian besar digunakan untuk meningkatkan taraf hidup manusia. Kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut menjangkau setiap aspek kehidupan manusia, tak
ketinggalan pula dalam bidang bioteknologi. Selain dalam bidang pertanian dan pangan,
bioteknologi modern juga telah menjangkau bidang kelautan dan perikanan. Beberapa
permasalahan perikanan terutama dalam budidaya ikan dapat teratasi dengan bioteknologi
molekuler, salah satu teknologi tersebut adalah dengan pengembanganTeknologi
Transgenik. Transgenik adalah memindahkan gen dari satu makhluk hidup ke makhluk hidup
lainnya, baik dari satu hewan ke hewan lainnya atau dari satu tanaman ke tanaman lainnya.
Salah contoh dari teknologi transgenetik ini yaitu ikan transgenik.
Teknologi ikan transgenik mampu menghasilkan benih ikan unggul, yaitu melalui perbaikan
mutu genetik ikan yang akan dipelihara atau dibudidayakan. Perbaikan mutu genetik ini
bermanfaat untuk meningkatkan produksi dan produktivitas ikan. Keunggulan ikan hasil
rekayasa ini antara lain pertumbuhan cepat, tahan terhadap serangan penyakit, dan tahan
terhadap lingkungan yang cukup ekstrem. Pada tulisan ini akan dikaji mengenai pengertian
transgenic pada ikan, bagaimana metode atau proses yang digunakan , serta bagaimana
keunggulan dari ikan transgenetik tersebut. Diprediksi bahwa pada tahun 2030 penduduk di
seluruh dunia akan melebihi delapan miliar orang, dengan demikian perikanan dan akuakultur
tradisional tidak akan mampu memenuhi permintaan manusia terhadap ikan. Studi pada
pemuliaan hormon pertumbuhan (GH) ikan transgenik telah dikembangkan dengan baik. Oleh
karena itu, pertumbuhan ikan transgenik yang ditingkatkan mungkin dapat menjadi hewan
transgenik yang dikomersialkan untuk produksi pangan (Zhong dkk., 2012).

B.Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Apakah yang dimaksud dengan ikan transgenik?
2. Bagaimana konsep dasar dari ikan transgenik?
3. Bagaimanakah proses transgenik pada ikan terutama ikan salmon?
4. Apa saja kelebihan dan kelemahan dari ikan transgenik?
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A.Defenisi Ikan Transgenik


Transgenik terdiri dari kata trans yang berarti pindah, dan gen yang berarti pembawa sifat. Jadi
transgenik adalah memindahkan gen dari satu makhluk hidup ke makhluk hidup lainnya, baik
dari satu hewan ke hewan lainnya atau dari satu tanaman ke tanaman lainnya, atau dari gen
hewan ke tanaman dan sebaliknya. Transgenik secara definisi adalah The Use of Gene
Manipulation to Permanently Modify the Cell or Germ Cells of Organism (Penggunaan
Manipulasi Gen untuk Mengadakan Perubahan yang tetap pada Sel Makhluk Hidup).
Transgenik atau teknologi DNA rekombinan (rDNA) merupakan rekayasa genetik yang
memungkinkan kombinasi ulang (rekombinasi) atau penggabungan ulang gen dari sumber
yang berbeda secara in vitro.
Definisi transgenik pada ikan atau hewan ternak pada umumnya adalah memasukkan DNA
rekombinan yang telah dikendalikan ke dalam genom, sehingga DNA yang dimasukkan ini
dapat mengembangkan salah satu aspek dari produktivitas, juga DNA dan efeknya dapat
diturunkan kepada anaknya.

B.Konsep Transgenik
Setiap spesies ikan mempunyai kemampuan tumbuh yang berbeda-beda. Perbedaan
pertumbuhan ini dapat tercermin, baik dalam laju pertumbuhannya maupun potensi tumbuh
dari ikan tersebut. Perbedaan kemampuan tumbuh ikan pada dasarnya disebabkan oleh
perbedaan faktor genetik (gen). Ikan mempunyai gen khusus yang dapat menghasilkan
otransgenikan atau sel otransgenikan tertentu dan gen umum yang memberikan turunan kepada
jenisnya. Baik gen khusus maupun gen umum dari setiap ikan terdiri dari bahan kimia yaitu
DNA deoxyribonucleic acid) dan RNA (ribonucleic acid). Ekspresi dari gen-gen tersebut dan
sel yang terbentuk menjadi satu paket yang selanjutnya mempengaruhi pertumbuhan.
Karakteristik genetik tertentu yang dimiliki oleh seekor ikan biasanya menyatu dengan
sejumlah sifat bawaan yang mempengaruhi pertumbuhan seperti kemampuan ikan menemukan
dan memanfaatkan pakan yang tinggi, ketahanan terhadap penyakit dan dapat beradaptasi
terhadap perubahan lingkungan yang luas. Semua hal tersebut akhirnya tercermin pada laju
pertumbuhan ikan.
Untuk mencapai hal tersebut, perlu dilakukan usaha-usaha yang mampu menghasilkan benih
ikan unggul seperti tersebut diatas salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan rekayasa
genetik melalui penerapan teknologi transgenik pada ikan. Transgenik atau teknologi DNA
rekombinan (rDNA) merupakan rekayasa genetik yang memungkinkan kombinasi ulang
(rekombinasi) atau penggabungan ulang gen dari sumber yang berbeda secara in vitro.
Tujuan dari transgenik ini adalah untuk mendapatkan sifat yang diinginkan dan peningkatan
produksi. Meskipun teknologi transgenik ini memungkinkan untuk diaplikasikan dalam bidang
akuakultur (budidaya perikanan), namun masih perlu dilakukan penelaahan khusus untuk
mengetahui teknologi tersebut.
Dalam perkembangannya, pembentukkan ikan transgenik melalui transfer DNA contruct
dapat dilakukan dengan beberapa metode (Tsai, 2008), diantaranya adalah :
Microinjection (Mikroinjeksi)
Microinjection (Mikroinjeksi) adalah metode yang paling banyak digunakan karena
mempunyai keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode yang lain. Pertama
kali, metode mikroinjeksi dilakukan oleh Gurd on (1963) pada telur amphibia dengan
menginjeksikan sitoplasma ke dalam zygot katak, namun hasilnya tidak berpengaruh pada
perkembangan embrio selanjutnya. Pada ikan juga telah dilakukan oleh beberapa peneliti
diantaranya telah dilakukan oleh Chourrout et al (1986) pada ikan Rainbow Trout (Salmo
gairdneri), dan Ozato et al (1986) pada ikan Medika (Oryzias latpes).
Retroviral Infection (Infecksi pada Virus),
Retroviral Infection (Infeksi pada virus) atau dengan kata lain introduksi gen melalui virus
sebagai mediator. Pada metode ini, virus ditumpangi oleh gen yang dikehendaki dan
diintroduksikan kedalam embrio hewan. Virus mempunyai ukuran yang sangat kecil dan
mampu menembus inti sel dan virus m empunyai genom yang terdiri dari RNA yang
mempunyai kemampuan untuk mentraskripsikan DNA. Bila satu sel diinfeksi dengan
retrovirus maka akan menghasilkan DNA virus, setelah DNA ditranskripsikan akan
berintegrasi dan menjadi bagian dari genome induk. Un species ikan telah dilakukan
diantaranya oleh Lin et al (1994) dan Gaiano et al (1996) pada ikan Zebrafish (Brachydanio
rerio).
Sperm-mediated Gene Transfer (Sperma sebagai Pembawa Gene)
Spermatozoa merupakan sarana seluler yang spesifik dirancang untuk mentransfer DNA asing
kedalam oosit, sperma terlibat langsung dalam proses fertilisasi. Matriks DNA diikat pada
daerah postacrosomal oleh komponen protein spesifik dan akan bergabung dengan genome
induk setelah terjadi fertilisasi. Pengikatan gen oleh sperma secara optimal bila sperma dalam
keadaan motil dan konsentrasi DNA cukup t inggi. Metode ini juga telah dicobakan oleh Muller
et al (1992) dalam Tsai (2008).
Particle Bombardment (Partikel Gun atau Bi olistik)
Metode ini banyak digunakan pada tanaman dengan cara DNA diikat pada suatu mikropartikel.
Transfer gen dengan metode ini mempunyai banyak keuntungan yaitu mudah ditangani dengan
satu kali tembakan akan menghasilkan beberapa sasaran, partikel dapat mencapai sasaran yang
lebih dalam dan dapat digunakan pada berbagai macam jaringan (Potrykus, 1996). Pada ikan
telah dicobakan oleh Kolenikov et al (1990).
Electroporation (Elektroporasi)
Metode ini gamet atau embrio ditempatkan pada suatu cuvet yang mana membran selnya
permiabel terhadap molekul DNA bila mendapatkan aliran (pulsa) listrik pendek (beberapa
saat). Ketika aliran listrik dihilangkan dan membran selnya kembali seperti semula, beberapa
fragment DNA asing akan tinggal dalam gamet atau embrio. Metode ini mudah dan cepat dan
memungkinkan untuk melakukannya pada ratusan oosit ikan atau telur ikan yang telah
difertilisasi dalam satu kali kejutan.
C.Transgenetik pada Ikan Salmon (Oncorhynchus nerka)
Perkembangan transgenik ikan saat ini sudah sangat berkembang, para ilmuwan telah berhasil
menemukan berbagai jenis ikan yang direkayasa sehingga berukuran lebih besar dari
normalnya, para ilmuwan juga telah berhasil menemukan ikan zebra yang mampu bercahaya
dan lain sebagainya. Akan tetapi pada makalah ini kami akan membahas mengenai
transgenik pada ikan salmon.
Hampir 10 tahun ikan transgenik tersimpan dalam tangki penelitian Departemen Perikanan dan
Kelautan Kanada di Vancouver Barat. Ribuan salmon transgenik berenang lamban dan terus
mengunyah karena diberi makan 20 kali sehari. Mereka dirancang tumbuh delapan kali lebih
cepat dan berat 37 kali lebih besar dari ukuran normal, seperti dikutip Berita Bumi (Oktober
1999).
A/F Protein Canada Inc. berharap sudah dapat memasarkan ikan salmon dan trout transgenik
tahun 2001. Ikan bermerek AquaAdvantage itu dirancang agar pertumbuhannya dipercepat
sampai 400%. Kehadiran ikan transgenik diawali oleh Jepang ketika mencoba menciptakan
ikan tuna super secara genetis tahun 1980-an. Selain sulit, penelitiannya membutuhkan
banyak dana, karena susunan genetisnya rumit. Kini peneliti menemukan kunci genetis untuk
memacu pertumbuhan 11 spesies ikan bernilai komersial, juga udang. Terciptanya ikan super
tanpa sengaja. Mula-mula peneliti A/F Protein mengamati ikan flounder yang bertahan hidup
dalam laut Kanada yang beku. Rahasia ikan flounder pun ditemukan Garth Fletcher, biolog
ikan dari Universitas Memorial di New Foundland dan Choy Hew dari Universitas Toronto,
yakni adanya gen yang memungkinkan flounder mampu hidup di air beku. Gen itu
digabungkan dengan gen pemicu pertumbuhan dengan harapan salmon dapat tumbuh sampai
20 30% lebih besar. Kedua gen disuntikkan ke embrio salmon sehingga terus memproduksi
hormon pertumbuhan. Hasilnya, salmon tumbuh 400 600% lebih cepat dalam 14 bulan
pertama, dan dapat dipasarkan setahun lebih cepat dari salmon biasa.

a. Pengaruh GH (Growth Hormone)


Seperti telah diketahui bahwa GH merupakan hormon yang esensial bagi pertumbuhan
postnatal dan metabolisme normal protein, karbohidrat, lipit, dan mineral. Namun efek kerja
yang berhubungan dengan pertumbuhan terutama terjadi dengan perantara IGF-I (Insuli Like
Growth Factor-I) dan IGF-II (Insuline Like Growth Factor - II), dengan demikian apabila kadar
GH normal sampai tinggi namun tingkat IGF-I maupun IGF-II rendah keduanya atau salah
satunya, maka tretmen eksogen dengan penambahan GH ternyata tidak memberikan respon
yang berarti , sebaliknya apabila GH rendah dan IGF-I dan IGF-II rendah maka treatmen
eksogen GH akan memberikan respon dan dapat tumbuh nomal kembali (Granner., 1997).
Hasil penelitian yang terbaru dalam Peter dan Marchant (1995). menunjukkan bahwa suatu
subtansi yang mirip dengan IGF telah dapat dideteksi pada beberapa ikan teleostei, penelitian
pada ikan mas menunjukkan terdapat suatu substansi yang mempunyai aktivitas mirip dengan
IGF, dan hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa suatu substansi yang aktivitasnya
mirip dengan IGF tadi juga terdapat pada serum ikan mas, ikan koki.
Seperti telah dijelaskan diatas bahwa GH sangat berperanan didalam proses metabolisme oleh
Granner (1997) dijelaskan sebagai berikut:
1. Sintesis Protein , GH akan meningkatkan transportasi asam amino kedalam sel dan juga
meningkatkan sintesis protein lewat mekanisme yang terpisah dari efek pengangkutan.
2. Metabolisme Karbohidrat, GH umumnya melawan efek insulin, peningkatan GH didalam
darah menyebabkan penurunan pemakaian glukosa dan peningkatan produksi glukosa didalam
hati melalui proses glukoneogenesis sehingga akan meningkatkan glikogen hati.
3. Metabolisme lipid, GH mendorong pelepasan asam lemak bebas dan gliserol dari jaringan
adiposa, meningkatkan kadar asam lemak bebas yang yang beredar dalam darah, dan
menyebabkan peningkatan oksidasi asam lemak bebas dalam hati.
4. Metabolisme Mineral, GH meningkatkan keseimbangan positip kalsium, magnesium,
serta fosfat dan menimbulkan retensi Na+; K+ serta Cl- sehingga efek utama dari GH adalah
meningkatkan pertumbuhan tulang panjang dan tulang rawan.
Transgenik GH (Growth Hormone),yang berkembang saat ini iptek ini berkembang dilatar
belakangi oleh hasil kajian empiris endokrin atau hormonal, yang menunjukkan bahwa
pertumbuhan ikan atau hewan sangat dipengaruhi oleh GH (Growth Hormone) atau hormon
pertumbuhan. Untuk membuktikan hipotesis tersebut telah dilakukan berbagai penelitian
dengan penerapan berbagai cara agar GH dapat disekresikan, sehingga kadar GH daram darah
dapat ditingkatkan atau dapat dihambat, dengan efek apabila GH dirangsang sehingga
kadarnya didalam darah meningkat maka dapat meningkatkan pertumbuhan, dan sebaliknya
apabila GH dihambat maka pertumbuhannya akan menurun.
Menurut Peter dan Marchant (1995) dari hasil berbagai penelitian pada ikan menunjukkan
bahwa ada beberapa hormon yang berperan dalam menstimulasi sekresi GH yaitu dopamin,
tirotropin-releasing hormon, GH releasing faktor, Gn-RH, neuro peptide Y, noreepineprin, dan
ada pula hormon yang berperan didalam menghambat sekresi GH yaitu serotonin,
somatostatin. Lebih lanjut dikatakan bahwa dengan kemajuan bidang iptek biologi molekuler
juga telah membawa bidang perikanan khususnya budidaya perairan dalam bidang teknologi
transgenik.
Adapun teknik penerapan transgenik gen GH pada prinsipnya yaitu memindahkan gen GH
yang telah dikendalikan dengan tujuan agar kelenjar endokrin sebagai penghasil GH
akan mensekresi hormon tersebut lebih banyak, dengan kenaikkan kadar hormon GH dalam
darah ini secara teoritis akan memacu tingkat pertumbuhan ikan.

b. Proses transgentik pada ikan salmon


Menurut Lin et al, berikut adalah langkah-langkah umum yang diperlukan untuk memasukkan
hormon pertumbuhan baru tersebut ke dalam salmon.
1. Para ilmuwan menduplikat DNA yang membawa informasi genetika hormon
pertumbuhan.
2. Gen tersebut disisipkan kedalam suatu bagian melingkar DNA yang disebut plasmid yang
dapat direproduksi didalam bakteria.
3. Kemudian, plasmid tersebut masuk kedalam bakteria.
4. Saat bakteria tersebut tumbuh di laboratorium, mereka memproduksi miliaran kopi
plasmid yang membawa gen hormon pertumbuhan.
5. Setelah kopi-kopi plasmid yang membawa gen hormon pertumbuhan tersebut telah
diproduksi, mereka diisolir dari bakteria tersebut. Plasmid itu kemudian diedit secara genetika,
merubah struktur lingkarannya kedalam suatu bagian kecil DNA yang lurus. DNA yang lurus
tersebut kadang disebut suatu kaset gen karena ia mengandung beberapa set bahan genetika
selain juga gen hormone pertumbuhannya.
6. Kaset gen itu disuntikkan langsung atau dicampur dengan telur-telur ikan yang
disuburkan dengan cara tertentu sehingga telur- telur tersebut menyerap DNA itu, membuat
kaset tersebut sebagai suatu bagian permanen dari bentukan genetika ikan tersebut. Karena para
ilmuwan menyisipkan gen hormon pertumbuhan kedalam telur ikan, gen tersebut akan ada di
setiap sel dalam tubuh ikan tersebut.
7. Telur-telur tersebut dibiarkan menetas, menghasilkan sekelompok ikan yang sebagian
berubah secara genetika dan yang lainnya tidak.
8. Ikan yang kini membawa gen hormon pertumbuhan kini diidentifikasi. Ikan dengan gen
yang terintegrasi dengan benar digunakan untuk menciptakan stok pembiakan jenis baru, yang
tumbuh lebih cepat.

D.Keuntungan dan Kelebihan Ikan Transgenik


a. Kelebihan ikan transgenik
Hasil penelitian transgenik pada ikan telah memberikan dampak yang positif pada
pertumbuhan ikan dan terbukti bahwa gen luar yang ditranfer telah mampu berintregrasi
dengan genomnya, hal ini dapat dilihat dari hasil pertumbuhan keturunannya yang cukup
meyakinkan yaitu sekitar 4-6 kali lipat pada ikan salmon.
Sedangkan hasil analisis berat badan ikan non transgenik dan transgenik pada ikan tilapia
menurut Rahman dan Maclean (1999) menunjukkan bahwa keturunan F2 (keturunan F2 adalah
perkawinan antara jantan F1 dengan betina alam), ikan transgenik menghasilkan berat berkisar
antara 60-90 gram/individu pada umur 5, 6, dan 7 bulan, sedang padaikan non transgenik
menghasikan berat berkisar antara 20-30 gram/individu, dari hasil tersebut menunjukkan
bahwa pada keturunan ke 2 (F2) sifat tumbuhnya masih dapat diturunkan, dan
pertumbuhannnya sekitar 3 kali lipat dibandingkan dengan ikan kontrol.
Adapun FCR(food conversi ratio) atau perbandingan antara pakan yang diberikan dengan
daging yang dibentuk pada ikan transgenik mencapai 0,76 sedangkan nontransgenik sebesar
1,02, ini berarti bahwa ikan transgenik untuk menghasilkan satu kilogram daging hanya
memerlukan pakan sebanyak 0,76 kg, sedangkan pada ikan biasa untuk menghasilkan
daging satu kilogram memerlukan 1,02 kg pakan, dengan demikian menunjukkan bahwa
didalam pemanfaatan pakan ikan trangenik lebih efisien dibandingkan dengan ikan
nontransgenik.
b. Kelemahan ikan transgenik
Selain kelebihan yang dimiliki, ikan transgenik juga memiliki beberapa kelemahan. Pada
kondisi akuarium, ikan transgenik yang cepat- tumbuh tersebut 30% lebih cenderung mati
sebelum mencapai kedewasaan seksual. Ikan transgenik yang diperkenalkan kedalam
populasi ikan yang hidup liar menunjukkan Hasil mengkhawatirkan. Hanya membutuhkan 40
generasi bagi ikan transgenik tersebut, yang kawin dengan lebih sukses namun menghasilkan
keturunan yang tak bertahan hidup juga, untuk membawa populasi tersebut kepada kepunahan.
Muir dan Howard menyebutnya "Efek Gen Trojan".
Seorang ahli hewan Jerman, Hans-Hinrich Kaatz, menemukan bukti bahwa gen-gen yang
digunakan untuk memodifikasi tanaman-tanaman pangan dapat meloncati pembatas spesies
dan menyebabkan bakteria untuk bermutasi. Dibawah teori itu, jika ikan transgenik lepas ke
alam liar, mereka dapat menyebabkan pencemaran spesies-spesies air lainnya. Telah ada 114
spesies ikan, termasuk 26 spesies salmon pasifik, yang didaftar dalam Hukum Spesies
Terancam Punah (Endangered Species Act). Membiarkan ikan transgenik di keramba laut
dapat meningkatkan jumlah spesies yang terancam punah dengan signifikan d. Ancaman
keanekaragaman ekologi.
Terdapat skenario lain yang menandai resiko-resiko global yang berhubungan dengan lepasnya
ikan transgenik ke dalam lingkungan. Meningkatkan tingkat pertumbuhan ikan meningkatkan
kebutuhan-kebutuhan pakan harian mereka. Penelitian-penelitian baru telah menunjukkan
bahwa ikan transgenik lebih agresif dan memakan lebih banyak makanan. Mereka juga tidak
berenang sebaik ikan liar, sehingga mereka dapat dapat berkumpul di suatu area dan
memonopoli persediaan makanan dan sumber daya lain (Yatim, 2003) Hal ini dapat
mempunyai efek menghancurkan lingkungan alami, khususnya karena sebagian besar ikan
yang direkayasa saat ini misalnya salmon, trout, carp dan tilapia adalah pemangsa/ predator.
Pengalaman lalu telah menunjukkan bahwa memperkenalkan spesies-spesies predator besar
kedalam lingkungan baru dapat menyebabkan bencana ekologi.
BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Ikan transgenik merupakan suatu proses rekayasa genetika dimana DNA rekombinan
ikan yang telah dikendalikan dimasukkan ke dalam genom, sehingga DNA ikan yang
dimasukkan ini dapat mengembangkan salah satu aspek dari produktivitas, juga efeknya dapat
diturunkan kepada anaknya.
2. Langkah-langkah umum yang diperlukan untuk memasukkan hormon pertumbuhan baru
tersebut ke dalam salmon.
a. Menduplikat DNA yang membawa informasi genetika hormon pertumbuhan.
b. Menyisipkan Gen ke dalam plasmid yang dapat direproduksi didalam bakteria.
c. Memasukkan plasmid tersebut ke dalam bakteria.
d. Bakteri memproduksi miliaran kopi plasmid yang membawa gen hormon pertumbuhan.
e. Kopi plasmid diisolir dari bakteria tersebut. Plasmid itu kemudian diedit secara genetika,
merubah struktur lingkarannya kedalam suatu bagian kecil DNA yang lurus.
f. Menyuntikkan kaset gen itu langsung atau dicampur dengan telur-telur ikan yang disuburkan
dengan cara tertentu sehingga telur- telur tersebut menyerap DNA itu.
g. Telur-telur tersebut dibiarkan menetas, menghasilkan sekelompok ikan yang sebagian
berubah secara genetika dan yang lainnya tidak.
h. Mengidentifikasi Ikan yang kini membawa gen hormon pertumbuhan.

3. Kelebihan ikan transgenik adalah pertumbuhan yang cepat, pakan yang dibutuhkan
sedikit, tahan terhadap penyakit pada lingkungan yang cukup ekstrim.
4. Kelemahan ikan transgenik adalah apabila ikan samon transgenik ini di lepaskan ke
habitat perairan alami, maka dapat menyebabkan ketidakseimbangan ekologi. Oleh karena itu,
sebaiknya teknologi yang semakin maju juga harus mempertimbangkan keseimbangan ekologi.
B. Saran
Suatu kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk perkembangan zaman. Namun,
sebaiknya kemajuan teknologi juga harus memperhatikan dan mempertimbangkan
keseimbangan ekologi lingkungan