Anda di halaman 1dari 7

DIFRAKSI KRISTAL DAN KISI KRISTAL

4. Penurunan Rumus Amplitudo Hamburan


a) Analisis Fourier
Sebagian besar sifat kristal dapat dihubungkan dengan komponen Fourier dari
kerapatan elektron. Aspek tiga dimensi pada kecenderungan waktu tertentu tidak
menyebabkan berbagai kesulitan dengan matematikanya, tapi pertama kita mengingat fungsi
n (x) dengan periode a pada satu dimensi. Kita kembangkan n (x) dalam deret Fourier sinus
dan kosinus :

Dimana p adalah bilangan bulat positif, Cp dan Sp adalah konstanta real, disebut koefisien
2
ekspansi Fourier. Faktor dalam uraian akan meyakinkan bahwa n (x) memiliki periode a :

2
Kita dapat menyatakan bahwa sebuah titik pada kisi balik atau ruang Fourier pada

kristal. Titik kisi balik memberitahukan kita bahwa diizikan terminologi dalam deret Fourier.

Terminologi diizinkan jika konsisten dengan kecenderungan waktu tertentu dari


kristal, seperti gambar berikut, titik lain dalam ruang balik tidak diizinkan dalam ekspansi
Fourier pada fungsi periodik.Ini adalah waktu yang tepat untuk menuliskan deret dengan rapi
dari :

Koefisien np merupakan bilangan kompleks. Untuk memastikan bahwa n (x) adalah


fungsi nyata, kita memerlukan n-p = np.
Kemudian jumlah dari terminologi p dan p adalah real. Dengan = 2/ maka
jumlahnya adalah :

yang mana dalam jumlah untuk fungsi real,

Re {np} dan Im {np} menunjukkan bagian real dan imajiner dari np.

Ekspansi dari Analisis Fourier untuk fungsi periodik dalam tiga dimensi tidak rumit.
Kita temukan kumpulan dari vektor G

adalah sama dibawah seluruh translasi kisi T yang meninggalkan kristal yang sama.

b) Vektor kisi balik

Setiap struktur kristal mempunyai 2 kisi, yaitu kisi kristal dan kisi resipok. Jika
kristal disinari dengan sinar-x, maka akan dihasilkan pola difraksi yang merupakan peta kisi
resipok kristal tersebut. Dengan kata lain bila sinar-x mengenai kristal sebagai kisi nyata,
maka dihasilkan pola difraksi yang berbentuk kisi resipok.

Sel satuan suatu kristal dibangun oleh vektor-vektor basis a1, a2, dan a3. Kisi dalam
ruang (real/nyata) tiga dimensi tersebut disebut kisi langsung (direct lattice). Sebaliknya
dapat didefenisikan kisi balik (resipocal-lattice) yang dibangun oleh vektor-vektor basis
dalam ruang balik b1, b2, dan b3 menurut hubungan :

a2 x a3 a3 x a1 a1 x a 2
b1 2 b2 2 b 3 2
a1 . a2 x a3 a1 . a2 x a3 a1 . a 2 x a 3

Relasi antara vektor basis balik dengan vektor basis kisi dapat dilihat pada gambar
dibawah.
Gambar 1. Hubungan vektor basis balik dengan vektor basis kisi

Vektor b1 adalah tegak lurus terhadap bidang yang dibuat oleh vektor a2 dan a3.
Vektor b2 adalah tegak lurus terhadap bidang yang dibuat oleh vector a1 dan a3. Vektor b3
adalah tegak lurus terhadap bidang yang dibuat oleh vector a1 dan a2.

Vektor dalam kisi resipok Ghkl (semacam vektor translasi T dalam kisi langsung)
dinyatakan sebagai berikut.

ko : vektor gelombang datang

k : vektor gelombang hambur

Ghkl : vektor normal bidang

2
dhkl =
Ghkl

c) Kondisi Difraksi

Didefinisikan vektor hamburan k sedemikian rupa k + k = k. Ini merupakan


ukuran dari perubahan vektor gelombang terhambur. Bila yang terjadi adalah hamburan yang
bersifat elastis, maka tidak ada perubahan besar vektor gelombang sehingga k k ' 2

Gambar 2. Kondisi difraksi

Perubahan vektor k dalam k adalah tegak lurus terhadap bidang (hkl). Arahnya
adalah searah dengan arah G(hkl) atau vektor satuan n. Maka diperoleh hubungan
4 Sin G hkl
G
k k ' k 2 Sin k n hkl

Dapat ditunjukkan bahwa jarak antar bidang d(hkl) berkaitan dengan besar G(hkl) dalam bentuk
2
d hkl
G hkl
Sehingga dapat diungkapkan bahwa

2 d ( hkl ) Sin
k G ( hkl )

Jika hukum Bragg terpenuhi maka,
k G hkl

Dengan demikian relasi antara vektor gelombang awal dan akhir refleksi Bragg dari
gelombang partikel dapat ditulis sebagai

k
2
k'
2
k ' G hkl k

Jika kuantitas 2 k. G G 2 0 sehingga kondisi difraksi dapat ditulis sebagai

2 k. G G 2 0

Ini adalah ungkapan bagi kondisi yang diperlukan untuk terjadinya difraksi. Dapat dibuktikan
bahwa
a1 . k 2 h ; a2 . k 2 k ; a3 . k 2 l
Persamaan ini adalah persamaan Laue, yang mana digunakan dalam pembicaraan simetri dan
struktur kristal.
5. Analisis Fourier dari Basis

Resultan gelombang difraksi oleh keseluruhan atom dalam unit sel (satu satuan sel)
dinyatakan dalam faktor struktur. Bila kondisi difraksi terpenuhi amplitudo terhambur bagi
kristal terdiri dari N sel adalah diungkapkan sebagai

FC=N.SG

Dimana kuantitas SG disebut dengan faktor struktur yang didefinisikan sebagai :


r j x j a1 y j a 2 z j a3

Dan fj = faktor atomik. Kemudian, bagi refleksi yang dilabel dengan h, k, l, :

Sehingga faktor struktur S : G. r j 2 hx j ky j lz j



S G hkl f j exp i 2 hx j ky j lz j
j

Amplitudo terhambur sebagai penjumlahan yang bentuk eksponensial :

F hkl f e
i j
j f Cos f i Sin f A f B
j

Dalam difraksi intensitas adalah terkait dengan amplitude, yaitu besar absolut |F|:
2 2

F f j A j f j B j
j j

A Cos 2 (hx ky lz ) ; B Sin 2 (hx ky lz )


2 2

F f j cos 2 hx j ky j lz j f j sin 2 hx j ky j lz j
j j

6. Daerah Brillouin

Brillouin memberi pernyataan dari kondisi difraksi yang paling banyak digunakan
dalam fisika keadaan padat, yang berarti dalam deskripsi teori pita energi elektron dan dari
eksitasi elementer jenis lain.
Gambar 3. Konstruksi daerah Brillouin pertama untuk sebuah kisi miring dalam dua dimensi. Kita
pertama kali menarik sejumlah vektor dari O ke titik terdekat dalam kisi resiprokal. Berikutnya kita
membangun garis tegak lurus dengan vektor ini pada titik tengah. daerah terkecil tertutup adalah
daerah Brillouin pertama.

Gambar 4. Kristal dan kisi timbal balik dalam satu dimensi. Dasar vektor dalam kisi resiprokal adalah b,
dengan panjang yang sama untuk yang terpendek vektor kisi resiprokal dari asal yang b dan b. Bisectors
tegak lurus vektor ini membentuk batas-batas daerah Brillouin pertama. Batas-batas berada di k.

Sel sentral dalam kisi resiprokal adalah penting khusus dalam teori padatan, dan kita
menyebutnya daerah Brillouin pertama. Daerah Brillouin pertama adalah volume terkecil
seluruhnya tertutup oleh pesawat yang bisectors tegak lurus dari timbal balik kisi vektor
ditarik dari asal. Daerah Brillouin pertama kisi miring dalam dua dimensi dibangun pada
Gambar 3 dan dari linear dalam satu dimensi pada Gambar 4. Zona batas-batas dari kisi linear
di k = /a, di mana a adalah sumbu primitif kisi kristal. Secara historis, daerah Brillouin
bukan bagian dari bahasa analisis difraksi x-ray dari struktur kristal, tapi daerah adalah
bagian penting dari analisis struktur energi-band elektronik kristal.

a) SC
b) BCC
c) FC