Anda di halaman 1dari 1

Aku pengen Dwi bisa disini lagi Tyas memohon dengan agak mendesak.

Baik kalau itu bisa biki kamu seneng. Tapi, kamu harus bisa mencari alamat rumah Dwi yang di
desa kata Papa.
Berkat bantuan pemilik kontrakan bekas rumah Dwi akhirnya tiga hari kemudian Tiyas berhasil
memperoleh alamat rumah Dwi yang berada di desa. Ia merasa sangat senang. Kemudian Papa
bersama dengan Tiyas datang ke rumah Dwi di sebuah desa terpencil dan lokasi rumahnya
masih masuk ke dalam lagi. Bisa di tempuh dengan jalan kaki dua kilometer. Kedatangan kami
disambut orang tua Dwi dan Dwi sendiri. Betapa gembira hati Dwi ketika bertemu dengan Tiyas.
Mereka berpelukan cukup lama untuk melepas rasa rindu. pada awalnya Dwi sangat kaget
dengan kedatangan Tiyas secara tiba-tiba.
Maaf ya Yas. Aku tak sempat memberi kabar ke kamu kalo aku mau pindah
Ah, tidak apa-apa. Yang penting aku sudah ketemu kamu dan merasa senang.
Setelah berbincang cukup lama, Papa menjelaskan tujuan kedatangan mereka kepada orang tua
Dwi. Ternyata orang tua Dwi tidak keberatan, mereka menyerahkan segala keputusan kepada
Dwi sendiri.
Begini, Wik, kedatangan kami kemari, ingin mengajak kamu untuk ikut kami ke Surabaya. Kami
menganggap kamu itu sudah seperti keluarga kami sendiri. Gimana Wi, apakah kamu bersedia
ikut? Tanya Papa.
Soal sekolahmu, lanjut Papa, kamu nggak usah khawatir. Sseluruh biaya pendidikanmu biar
papa yang menanggung.
Baiklah kalau memang Bapak dan Tiyas menghendaki saya ikut, saya mau pak. Saya juga
mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan Bapak yang mau membantu saya dan
keluarga saya.
Kemudian Tiyas bangkit dari tempat duduk lalu mendekat memeluk Dwi. Tampak mata Tyas
berkaca-kaca tidak kuat menahan kebahagiaan. Kini Dwi tinggal di rumah Tiyas. Sementara
orang tuanya tetap tinggal di desa. Selain untuk mengerjakan sawah, mereka juga merawat
nenek Dwi yang sudah semakin tua.

Berdasarkan contoh cerpen diatas