Anda di halaman 1dari 51

LAPORAN

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY S DENGAN KEHAMILAN


TRIMESTER III DI POLIKLINIK KANDUNGAN DAN
KEHAMILAN RSUD PATUT PATUH PATJU
TANGGAL 19 DESEMBER 2016

DI SUSUN OLEH:

NAMA : RAFIKA WULANDARI


NIM : 035 SYEBID 15
PRODI : D3 KEBIDANAN

YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM NUSA TENGGARA BARAT


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YARSI MATARAM
PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN
MATARAM
2016
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan asuhan kebidanan pada Ny S dengan kehamilan normal di ruang poli


kandungan RSUD Patut Patuh Patju lombok barat telah mendapat persetujuan dan
pengesahan .

Di setujui pada
Hari :
Tanggal :

Pembimbing Lahan Pembimbing pendidik

(HJ. ROHMIYATI.SST) (YESVI ZULVIANA.S. Tr.Keb)


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan
hidayah-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan tentang Laporan praktek
laboratorium klinik I laporan ini di susun sebagai salah satu tugas PKL I di RSUD
PATUT PATUH PATJU tentang kehamilan normal. Dalam kesempatan ini kami
mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat :
1. Drg. Hj. Ni Made Ambryati,M.Kes selaku direktur di RSUD Patut Patuh Patju.
2. H.Zulkahfi,S.Kep,Ners, M.Kes selaku ketua setikes yarsi Mataram.
3. Baiq Ricca Afrida, M.Keb selaku ketua prodi kebidanan jenjang D III.
4. Hj. Rohmiati, SST selaku pembimbuingn lahan di RSUD Patut Patuh Patju.
5. Yesvi Zulviana, S.Tr.Keb selaku pembimbing pendidik PLK I.
6. Bidan-bidan pembimbing di ruang poli kandungan
Kami menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan baik
dari segi penyusunan, bahasa, ataupun penulisannya. Oleh karna itu kami mengharapkan
kritik dan saran yang sifatnya membangun, khususnya dari dosen mata kuliah asuhan
kehamilan guna menjadi acuan dalam bekal pengalaman bagi kami untuk lebih baik di
masa yang akan datang.

Mataram, Desember 2016

Penyusun
DAFTAR ISI

LEMBAR KONSUL ....................................................................................................


KATA PENGANTAR ..................................................................................................
DAFTAR ISI ................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................
1.1. Latar Belakang .................................................................................................
1.2. Rumusan Masalah .............................................................................................
1.3. Tujuan penulisan ...............................................................................................
1.3.1 Tujuan umum ..........................................................................................
1.3.2 Tujuan khusus .........................................................................................
1.4. Manfaat penulisan .............................................................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..................................................................................
2.1 Konsep Kehamilan .........................................................................................
2.2 Perubahan fisiologis wanita hamil ..................................................................
2.3 Perubahan psikologis pada ibu hamil .............................................................
2.4 Komplikasi Kehamilan Trimester III .............................................................
2.5 Rasa Tidak Nyaman Pada Ibu Hamil Dan Penanganannya ............................
2.6 Antenatel Care ................................................................................................
2.7 P4K (Program Perencanaan Persalinan Dan Pencegahan Komplikasi)..........
2.8 Nutrisi Ibu Hamil ............................................................................................
2.9 Indeks Masa Tubuh (IMT ...............................................................................
2.10 Menejemen varney ........................................................................................

BAB III TINJAUAN KASUS ......................................................................................

BAB IV PEMBAHASAN ............................................................................................

BAB V PENUTUP........................................................................................................

5.1 Kesimpulan .......................................................................................................


5.2 Saran ................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Data Angka Kematian ibu menurut WHO. Penurunan angka kematian ibu
per 100 ribu kelahiran bayi hidup masih terlalu lamban untuk mencapai target
Tujuan Pembangunan Millenium ( Millenium Development Goals / MDGs) dalam
rangka mengurangi tiga perempat jumlah perempuan yang meninggal selama hamil
dan melahirkan pada 2015, demikian peryataan resmi Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO) pada Jumat. Dalam peryataan yang diterbitkan dilaman resmi WHO itu
dijelaskan, untuk mencapai target MDGs penurunan angka kematian ibu antara
1990 dan 2015 seharusnya 5,5 persen pertahun Namun data WHO, UNICEF,
UNFPA dan Bank Dunia menunjukkan angka kematian ibu hingga saat ini masih
kurang dari satu persen pertahun. Pada 2005, sebanyak 536.000 perempuan
meninggal dunia akibat masalah persalinan, lebih rendah dari jumlah kematian ibu
tahun 1990 yang sebanyak 576.000. Menurut data WHO, sebanyak 99 persen
kematian ibu akibat masalah persalinan atau kelahiran terjadi di negara-negara
berkembang. Rasio kematian ibu dinegara-negara berkembang merupakan yang
tertinggi dengan 450 kematian ibu per 100 ribu kelahiran bayi hidup jika
dibandingkan dengan resiko kematian ibu disembilan negara maju dan 51 negara
persemakmuran Terlebih lagi, rendahnya penurunan angka kematian ibu global
tersebut merupakan cerminan belum adanya penurunan angka kematian ibu secara
bermakna di negara-negara yang angka kematian ibunya rendah. Artinya, negara-
negara dengan angka kematian ibu tinggi belum menunjukkan kemajuan berarti
dalam 15 tahun terakhir ini. Perkiraan angka kematian ibu WHO menunjukkan
bahwa sementara peningkatan terjadi dinegara dengan pendapatan menengah,
penurunan angka kematian ibu selama periode 1990-2005 di Sub-Sahara Afrika
hanya 0,1 persen pertahun. Data Angka Kematian Ibu Hamil Menurut WHO:
Selama Periode 1990-2005 juga belum ada kawasan yang mampu mencapai
penurunan angka kematian ibu pertahun hingga 5,5 %. Hanya Asia Timur yang
penurunanya telah mendekati target yakni 4,2 persen pertahun serta Afrika Utara,
Asia Tenggara, Amerika Latin dan Karebia mengalami penurunan yang jauh lebih
besar dari Sub-Sahara Afrika. Selain itu disebutkan pula bahwa lebih dari satu
setengah kematian ibu (270.000) terjadi dikawasan Sub-Sahara Afrika dan 188
ribunya di Asia Selatan sehingga jika digabungkan kontribusi kedua kawasan
terhadap angka kematian ibu dunia pada 2005 mencapai 86 persen.
Mengutip data hasil Survei Demograpi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahu
2012, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mencapai 359per 100.000 kelahiran
hidup dan Angka Kematian Bayi (AKB) mencapai 32 per 1000 kelahiran hidup.
Melengkapi hal tersebut, data laporan dari daerah yang di terima Kementrian
Kesehatan RI menunjukkan bahwa jumlah ibu yang menimggal karna kehamilan
dan persalinan tahun 2013 adalah sebanyak 5019 orang. Sedangkan jumlah bayi
yang meninggal di indonesia berdasarkan estimasi SDKI 2012 mencapai 160.681
anak. Kematian ibu terjadi pada perempuan yang TERLALU MUDA untuk hamil,
ada juga TERLALU TUA untuk hamil, jarak kehamilan yang TERLALU
BERDEKATAN, serta kehamilan yang TERLALU SERING, ujar menkes
(SDKI,2012), (Menkes, 2014).
Angka kematian ibu di NTB dari tahun 2014 sampai tahun 2015 mengalami
penurunan, berbeda dengan angka kematian pada balita mengalami peningkatan
dari tahu 2014 sampai tahun 2015. Kendati demikian angka kematian ibu dan bayi
di daerah NTB masih tergolong cukup tinggi. Provinsi NTB selama tahun 2015
adalah 95 kasus, menurun di bandingkan 2014dengan 111 kasus. (DIKES
NTB,2015)
Berdasarkan data laporan POLI OBSTETRI dan GINEKOLOGI
pemeriksaan ANC dan RSUD PATUT PATUH PATJU pada tahun 2015 sebanyak
2.108 kasus, dengan jumlah kunjungan Trimester III dengan jumlah kunjungan
sebanyak 1.069.

1.2. Rumusan Masalah


Bagaimana mahasiswa dapat melakukan asuhan kebidanan pada kehamilan
Trimester III dengan pendekatan manajemen kebidanan Varney.

1.3. Tujuan penulisan


1. Tujuan umum
Mahasiswa mampu membelikan asuhan kebidanan pada kehamilan
normal dengan menggunakan manajemen kebidanan 7 langkah varney.
2. Tujuan khusus mahasiswa
a. Mahasiswa mampu melakukan pengumpulan data dasar pada Ny S dengan
kehamilan normal trimester III.
b. Mahasiswa mampu menginterpretasikan data dasar pada Ny S dengan
kehamilan normal trimester III.
c. Mahasiswa mampu mengidentifikasi diagnose dan masalah potensial pada
Ny S dengan kehamilan normal trimester III.
d. Mahasiswa mampu memberikan kebutuhan tindakan segera pada ibu hamil
pada Ny S dengan kehamilan normal trimester III.
e. Mahasiswa mampu menyusun rencana asuhan yang menyeluruh pada ibu
hamil pada Ny S dengan kehamilan normal trimester III.
f. Mahasiswa mampu melaksanakan rencana asuhan pada ibu hamil pada Ny
S dengan kehamilan normal trimester III.
g. Mahasiswa mampu melakukan evaluasi asuhan pada ibu hamil dengan
kehamilan normal trimester III.

1.4. Manfaat penulisan


1. Teoritas
Untuk mengetahui dan menambah wawasan pengetahuan tentang kebidangan
pada kehamilan normal trimester III dengan menejemen kebidanan 7 langkah
varney.
2. Praktis
a. Mahasiswa
Agar maha siswa mampu melakukan ketermpilan dalam pemeriksaan ibu
hamil normal.
b. Ibu hamil
Agar ibu hamil mengetahui tentang asuhan kehamilan trimester III.
c. Lahan praktik
Lahan khususnya poli kandungan RSUD PATUT PATUH PATJU dapat di
gunakan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam
pelayanan kesehatan khususnya pada asuhan kebidanan.
d. Institusi
Institusi kebidanan dapat di gunakan sebagai pedoman dalm memberikan
pendidikan guna menambah pengetahuan dan wawasan untuk mahasiswa
khususnya mahasisswa kebidanan dalam mengembangkan potensi
keterampiolan yang di miliki.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian
Masa nifas adalah dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir
ketika alat alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil yang
berlangsung kira kira 6 minggu.(Heryani, 2012)
Masa nifas atau masa puerperium adalah masa setelah partus selesai,
dan berakhir setelah kira-kira 6 minggu (Hanifa, 2007).
Istilah puerperium (berasal dari kata puer artinya anak, parele artinya
melahirkan) menunjukkan periode 6 minggu yang berlangsung antara
berakhirnya periode persalinan dan kembalinya organ-organ reproduksi
wanita ke kondisi normal seperti sebelum hamil (Anik, 2009).
Masa nifas disebut juga masa post partum atau puerperium adalah
masa atau waktu sejak bayi dilahirkan dan plasenta lepas dari rahim,
sampai enam minggu berikutnya, disertai dengan pulihnya kembali organ
organ yang berkaitan dengan kandungan, yang mengalami perubahan
seperti perlukaan dan lain sebagainya yang berkaitan saat melahirkan.
(Purnamawati, 2013)

2.2 Konsep Kehamilan


2.1.1 Definisi Kehamilan
Kehamilan adalah dimulai dari konsep sampai lahirnya janin, lamanya
hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari
hari pertama haid terakhir.(Prawirahardjo,2010).
Menurut federasi Obstetri Ginekologi Internasional , kehamilan
didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum
dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat
fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam
waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender
internasional. Kehamilan terbagi dalam 3 trimester. Trimester I berlangsung
dalam 12 minggu, trimester II 15 minggu (minggu ke-13 hingga ke-27), dan
trimester III 13 minggu (minggu ke-28 hingga ke-40). (Cuningham,2008).
2.1.2 Etiologi Kehamilan
Suatu kehamilan akan terjadi bila terdapat 5 aspek menurut
Cuningham (2008) berikut yaitu:
a. Ovum
Ovum adalah suatu sel dengan diameter + 0,1 mm yang terdiri dari suatu
nucleus yang terapung-apung dalam vitelus dilingkari oleh zona
pellusida oleh chromosome radiate.
b. Spermatoza
Berbentuk seperti kecebong, terdiri dari kepala berbentuk lonjong agak
gepeng berisi inti, leher yang menghubungkan kepala dengan bagian
tengah dan ekor yang dapat bergerak sehingga sperma dapat bergerak
cepat.
c. Konsepsi
Konsepsi adalah suatu peristiwa penyatuan antara sperma dan ovum di
tuba fallopi.
d. Nidasi
Nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi kedalam
endometrium .
e. Plasentasi
Plasentasi adalah alat yang sangat penting bagi janin yang berguna untuk
pertukaran zat antara ibu dan anak dan sebaliknya.
2.1.3 Patofisiologis
Beberapa tahapan dari proses fisiologis kehamilan yaitu dimulai dari
konsepsi, pembelahan/ perkembangan awal embrio dan implantasi hingga
berkembang menjadi janin.(Cuningham, 2008).
1. Konsepsi
Konsepsi atau fertilisasi adalah suatu proses pertemuan inti ovum
dengan inti spermatozoa yang kemudian membentuk zigot.Konsepsi
berlangsung di pars ampularis tuba uterine (1/3 bagian luar). Ovum
setiap dibuahi setelah 12 jam dan hidup selama 48 jam. Pada saat
kopulasi antara pria dan wanita (senggama/ coitus), dengan ejakulasi
sperma dari saluran reproduksi pria di dalam vagina wanita, akan
dilepaskan cairan mani berisi sel-sel sperma ke dalam saluran reproduksi
wanita. Jika sanggama terjadi dalam sekitar masa ovulasi, maka ada
kemungkinan sel sperma dalam saluran reproduksi wanita akan bertemu
dengan sel telur wanita yang baru dikeluerkan pada saat ovulasi.
Spermatozoa bergerak cepat dari vagina kedalam rahim, masuk kedalam
tuba.gerakan ini mungkin dipengaruhi juga oleh pranan kontraksi
myometrium dan dinding tuba yang juga terjadi saat
senggama.(Cuningham,2008).
2. Pembelahan atau perkembangan awal embrio
Zigot mulai menjalani pembelahan awal mitisis sampai beberapa
kali. Sel-sel yang di hasilkan dari setiap pembelahan berukuran lebih
kecil dari ukuran induknya, disebut blastomer. Sesudah 3-4 kali
pembelahan : zigot memasuki tingkat 16 sel, disebut stadium morula
(kira-kira pada hari ke-3 sampai hari ke-4 pasca fertilisasi). Merula
terdiri dari inner cell mass (kumpulan sel-sel di sebelah dalam, yang
akan tumbuh menjadi jaringan-jaringan embrio sampai janin) dan outer
cell mass (lapisan sel di sebelah luar, yang akan tumbuh menjadi
trophoblast sampai plasenta). Kira-kira pada hari ke-5 sampai ke-6
dirongga sela-sela iner cell mass merembes cairan menembus zona
pellucida, membentuk ruang antar sell. Ruang antar sel ini kemudian
bersatu dan memenuhi sebagian besar massa zigot membentuk rongga
belastokista. Inner cell mass tetap berkumpul di salah satu sisi, tetap
berbatasan dengan lapisan sel luar. Pada stadium ini xzigot di sebut
berada dalam stadium blastula atau pembentukan belastokista.
Kemudian di sebut sebagai trofroblas (Cuningham, 2008)
3. Implantasi
Pada akhir minggu peertama (hari ke-5 sampai hgari ke-7) zigot
mencapai cavum uteri. Pada saat itu uteris sedang berada dalam pase
sekresi lendir di bawah pengaruh progesterone dari korpus ruteum yang
masih aktif. Sewhingga lapisan endometrium dinding rahim menjadi
kaya pembuluh darah dan banyak muara kelenjar selaput lendir rahim
yang terbuka dan aktif.kontak antara zigot stdium blastokista dengan
dinding rahim pasda keadaan tersebut akan mencetuskan berbagai reaksi
seluler, sehingga sel-sel trofloblas zigot tersebut dapat menempel dan
mengadakan infilttrasi pada lapisan epitel endommetrium uteerus (
terjadi impantasi ). Setelah implantasi, sel-sel trofoblas yang tertanam di
dalam endometrium terus berkembang, membentuk jaringan bersama
dengan system pembuluh darah maternal untuk menjadi plasenta, yang
kemudian berfungsi sebagai sumber nutrisi oksigennasi bagi jaringan
embrioblas yang akan tumbuh menjadi janin. (Cuningham, 2008).
Umur Kehamilan Panjang Fetus Pembentukan Organ

4 minggu 7,5 10 mm Rudimental mata, telinga dan hidung

8 minggu 2,5 cm Hidung, kuping, jari-jemari mulai dibentuk.


Kepala menekuk ke dada
12 minggu 9 cm Daun telinga lebih jelas, kelopak mata
melekat, leher mulai terbentuk, alat
kandungan luar terbentuk namun belum
berdiferensiasi
16 minggu 6 18 cm Genitalia eksterna terbentuk dan dapat di
kenal, kulit tipis dan warna merah
20 minggu 5 cm Kulit lebih tebal, rambut mulai tumbuh di
kepala dan rambut halus (lanugo) tumbuh di
kulit
24minggu 0-32 cm Kedua kelopak mata tumbuh ails dan bulu
mata serta kuilit keriput. Kepala besar. Bila
lahir, dapat bernafas tapi hanya beberapa jam
saja
28 minggu 5 cm Kulit wama merah di tutupi vemiks kaseosa.
Bila lahir, dapat bemafas, menangis pelan
dan lemah
32 minggu 0 43 cm Kulit merah dan keriput. Bila lahir, kelihatan
seperti orang tua dan kecil
36 minggu 6 cm Muka berseri tidak keriput. Bayi premature

4 minggu 50 55 cm Bayi cukup bulan Kulit licin, verniks kaseosa


banyak, rambut kepala tumbuh baik, organ-
organ baik

2.3 Perubahan FisioIogi Wanita Hamil


2.3.1 Perubahan Fisik Pada Ibu Hamil Trimester III
1. Sakit punggung
Sakit pada punggung, karena meningkatnya berat badan bayi dalam
kandungan.
Cara mengatasi:
a. Pakailah sepatu tumit rendah
b. Hindari mengangkat benda yang berat
c. Berdiri dan berjalan dengan punggung dan bahu yang tegak
d. Minta pertolongan untuk melakukan pekerjaan rumah sehingga tak
perlu membungkuk terlalu sering
e. Pakailah kasur yang nyaman.
2. Payudara
Keluarnya cairan dan payudara yaitu colustrum adalab makanan bayi
pertamayang kaya akan protein.
3. Konstipasi
Karena tekanan rahim yang membesar kedaerah usus selain peningkatan
hormon progesterone
Cara mengatasi:
a. Makanan berserat buahan dan sayuran serta minum air yang banyak
b. Olahraga.
4. Pernafasan
a. Pada kehamilan 33-36 ibu hamil akan merasa susah bemafas
penyebabnya tekanan bayl yang berada dibawah diafragma menekan
paru ibu.
b. Tapi setelah kepala bayi sudah turun ke rongga panggul ini biasanya
pada 2-3 minggu sebelum persalinan pada ibti yang pertama kali
hamil maka anda akan merasa lega dan bemafas lebih mudah.
c. Rasa terbakar didada (heart bum) biasanya juga ikut hilang. Karena
berkurangnya tekanan bagian tubuh bayi dibawah tulang iga ibu.

5. Seringkencing
Pembesaran rahim dan ketika kepala bayi turun ke rongga panggul akan
makin menekan kandung kencing anda.
6. Masalah tidur
Gerakan janin terutama di malam han akan membuat sulit untuk dapat
tidur nyenyak.
Cara mengatasi:
a. Posisi posisi tidur yang nyamari. (Prawirohardjo, 201O).

2.4 Perubahan Psikologis Pada Ibu Hamil


2.3.1 Perubahan psikologis pada ibu hamil
Perubahan psikologis ibu hamil pada trimester III
Gerakan bayi dan besarnya perut merupakan hal yang meningkatkan
ibu kepada janinnya.Kadang-kadan ibu merasa khawatir bahwa bayinya akan
lahir akan lahir sewaktu-waktu ini menyebabkan ibu meningkatkan
kewaspadaanya akan timbul tanda dan gejala terjadinya persalinan. Ibu
sering merasa khawatir atau takut kalu bayinya yang dilahirkannya tidak
normal. Seorang ibu mulai merasa takut akan rasa sakit yang timbul pada
waktu kehamilan. ( Verney, 2006).
2.3.2 Tanda-Tanda Kehamilan
1. Tanda kemungkinan hamil
Reaksi kehamilan positif:dasar dari tes kehamilan adalah pemeriksaan
hormone choriorlik gionadotropin sub unit beta dalam urine. Jika terjadi
kehamilan reaksi anti gen antibody dengan beta heg, sebagai anti heg
dapat di deteksi dalam darah dan urine mualai enam han setelah
implantasi (penanarnan emberio didalam ronggo rahim). Cara khas yang
dipakai untuk menentukan adanyanya human chrcionic gonadotropin
pada kehamilan muda adalah air kencing pertama pagi han. Dengan tes
kehamilan tertentu air kencing pada pagi han dapat membantu membuat
diagnosis kehamialn sedini mungkin.(Rukiyah, 2009).
Tanda Kehamilan Kemungkinan Hamil
a. Kontraksi Braxton Hick
Bila uterus diransang mudah berkontraksi tanda ini khas untuk
uterus dalam masa hamil pada keadaan uterus yang membesar tetapi
tidak ada kehamilan misalnya pada mioma uteri,tanda ini tidak di
temukan.
b. Tanda Chadwick
Biasanya muncul pada minggu ke-8 dan terlihat lebih jelas pada
wanita yang hamil berulang tanda berupa perubahan warna. Warna
pada vagina dan vulva menjadi lebih merah dan agak kebiruan timbul
karena adanya vaskularisasi pada daerah tersebut.
c. Tanda Goodle
Biasaanya muncul minggu ke-6 dan terlihat lebih awal pada wanita
yang hamilnya berulang tanda ini berupa serviks menjadi lebih lunak
dan jika di lakukan pemeriksaan dengan speculum, serviks terlihat
berwarna lebih kelabu kehitaman.
d. Tanda Piscaseek
Uterus membesar secara simetris menjauhul garis tengah tubuh
(setengah bagian terasa lebih keras dari yang lainnya) bagain yang
lebih besar tersebut dapat pada tempat melekatnya implantasi tempat
kehamilan sejalan dengan bertambahnya usia kehamilan pembesaran
uterus menjadi semakin semetris tanda piscaseks dimana uterus
membesar kesalahan satu jurusan hingga menonjol kejurusan
pembesaran tersebut.
e. Tanda hegar yaitu segmen di bawah rahim melunak
Tanda ini terdapat pada dua pertiga kasus dari biasanya muncul pada
mingggu keenam dari sepuluh dan serta terlihat pada perempuan
yang hamilnya berulang. Pada pemeriksaan bimanual, segmen bawah
uterus terasa lebih lembek, tanda ini sulit di ketahui pada pasien
hgemuk atau dinding abdomen yang tegang.
2. Tanda Pasti Hamil
Tanda kehamilan pasti menurut (Rukiyah,2009) antara lain:
a) Gerakan janin yang dapat di lihat atau dirasa atau diraba juga
bagian janin gerak janin dapat dirsaka oleh ibunya pada kehamilan
18-20 minggu pada saat primigravida,sedangkan pada
multigravida sudah dapat dirasakan pada umur kehamilan 16
minggu gerakan dapat dirasakan karena peningkatan peristaltic
usus, flatus, dan kontraksi otot obdominla.

b) DJJ
Bunyi jantung anak atau janin (DJJ) dapat dideteksi dengan
fetoskop atau deptone.pada awal kehamilan DJJ dapat
diidentifikasi dengan menggunakan ultrasound pada kehamilan 6
minggu.
c) Kelihatan tulang-tulang janin rontegen.
Pemeriksaan dengan rontegen khususnya pada kehamilan muda
akan berpengaruh pada janin, sehingga pemeriksaan ini di
anjurkan setelah kehamilan lebih dari 18 minggu ( bulan ke
empat).
3. Tanda Tidak Pasti Hamil
Tanda tidak pasiti hamil men urut (Rukiyah (2009) antara lain ialah.
1) Amenore
Merupakan salah satu tanda kehamilan tidak pasti karena amenore
bisa terjadi pada wanita yang sikius menstruasinya tidak teratur
baik pengaruh hormonal maupun pola makan stress dan kecapean
2) Mual
Sekitar 50% perempuan yang mengalami keharnilan oleh
merasakan mual. Pemicunya oleh peningkatan hormone HCG
secara tiba-tiba dalam aliran darah. Meskipun 50% mual di alami
oleh wanita yang sedang hamil tetapi gej ala mual bukan
merupakan tanda pasti kehamilan karena bisa dialami oleh selain
wanita harnil dengan berbagai faktor penyebab terjadinya mual.
Penagaruh estrogen dan progesterone terjadi pengeluaran asam
lambung yang berlebihan, menimbulkan mual dan muntah
terutama pada pagi hari yang disebut morning sicknes, akibat mual
dan muntah nafsu
berkurang.
3) Mengidam
Pertama, hal ini yang sering dikenal dengan mengidam, mungkin
sebagian orang akan beranggapan sedang hamil tetapi mengidam
bukan salah satu tanda pasti bahwa wanita mengalami kehamilan.
4) Pingsan
Mungkin sebagian orang beranggapan wanita hamil sering
mengalami pingsan. Namun faktanya dapat terjadi karena kadar
jumlah gula ditubuh rendah. Dan gejala pingsan tidak menjadi
tanda pasti kehamilan karena pingsan dialami oleh siapapun baik
sedang mengalami gangguan kesehatan.
5) Mamae menjadi tegang dan besar
Keadaan ini disebabkan pengaruh estrogen dan prosgestrogen yang
merangsang duktuli dan alveoli di mamae. Glanclula montgomeri
tampak lebih jelas.
6) Konstipasi
Obstipasi terjadi karena tonus otot menurun karena disebabkan
oleh pengaruh hormone steroid
4. Kebutuhan Fisik Ibu Hamil
a. Oksigen Menurut Cuningham (2008)
1) Kebutuhan oksigen semakin meningkat saat kehamilan.
2) Kebutuhan 02 bertambah sekitar 18% ventilasi betambah 40%.
3) Ibu hamil bernafas lebih dalam 20-25% dan normal & lebih
sering mengalami nafas cepat saat beraktif.
Tujuan:
1) Memberikan rasa tenang
2) Memperoleh oksigen yang cukup banyak untuk tubuh
kembang janin danjuga untuk memenuhi kebutuhan ibu.
3) Memperlancar peredaran darah.
b. Nutrisi menurut cunigham (2008)
Cara terbaik bagi ibu agar tetap sehat adalah makan dangan baik
dan makan jenis makanan yang tepat, karena makan dengan baik
akan:
1) Memberikan kekuatan untuk bekerja dan melawan penyakit.
2) Melindungi gigi dan tulang.
3) Membuat bayi dalam kandungan tumbuh sehat.
4) Mencegah pendarahan hebat saat melahirkan.
5) Membantu memulihkan kekuatan setelah melahirkan.
6) Membantu mencegah infeksi dan memastikan produksi ASI
yang baik setelah melahirkan.
c. Personal hygiene menurut Cuningham (2008)
1) Kebersihan jasmani sangat penting bagi ibu hamil karena saat
hamil ibu banyak berkeringat. Terutama didaerah lipatan kulit.
Untuk itu menjaga kebersihan seluruh tubuh ( kulit, kuku,
buah dada, lipatan labia dsd) dan pakaian dapat membantu
mencegah infeksi.
2) Usahakan agar ibu mandi dengan air bersih setiap han.
Sebaiknya ia juga membersihkan daerah vitalnya secara
lembut.
3) Rajin membersihkan gigi dan mulut penting karena sering
sekali terjadi gigi berlambung terutam ibu yang kekurangan
kalsium serta usahakan agar ibu memeriksakan giginya ke
dokter gig minimal I kali selama kehamilan.
d. Pakaian menurut Cuningham (2008)
1) Baju ibu sebaiknya yang Ionggar, nyaman dan mudah dipakai
serta terbuat dari bahan yang mudah meyerap keringat.
2) BH sesuai dengan ukuran peyudara sehingga mampu
menyingga seluruh payudara.
3) Mengganti pakaian minimal 2 kali sehari.
4) Tidak memakal sepatu bertumit tinggi
e. Eliminasi Menurut Cuningham (2008);
1) Perubahan hormonal yang terjadi pada kehamilan
mempengaruhi aktivitas usus halus dan usus besar, sehingga
buang air besar mengalami obstipasi dapat terjadi mekanis
disebabkan karena menurunnya gerakan ibu hamil, sering
muntah pada hamil mudah dan kurang makan atau tekanan
rahim terhadap usus besar dan pangkai anus.
2) Untuk melancarkan buang air besar ini dianjurkan untuk
berolahraga, men ingkakan geraklaktivitas jasmani, banyak
makan-makanan beserta (sayur dan buah-buahan) serta
minuman yang banyak.
3) Terkadang sering ditemui bahwa obstipasi dapat rnenambah
gangguan wasir (hemoroid) menjadi lebih besar, berdarah dan
bengkak.
f. Seksualitas Menurut Cuningham (2008)
1) Hubungan seksual atau koitus harus dilakukan dengan hati-
hati, terutama pada bulan trimester I.
2) Dianjurkan untuk tidak melakukan senggaman pada kasus-
kasus:
a) Bagi ibu yang memiliki riwayat keguguran sebelum
kehamilannya berumur 16 minggu, kehamilan dengan
tanda infeksi. kehamilan dengan perdarahan, pengeluaran
air, perlukan disekitar alat kelamin luar.
b) Kepala anak sudah turun kedalam panggul ibu, yakni pada
umur kehamilan 8 bulan ke atas.
c) Demikian pula pada akhir kehamilan atau seekitar 14 han
menjelang persalinan untuk mencegah pecahnya kuban
sbelum wakunya pada multipara, inflcsi bila berhubunga
kurang higienis, persalinan dapat terjadi karena sperma
mengandung prostaglandin yang dapat merangsang
persalinan.
g. Mobilisasi Pergerakan Tubuh Menurut Cuningham (2008)
1) Selama hamil seorang ibu harus tetap menjaga sikap tubuh
yang baik, berat bayi kedepan menarik tubuh kedepan hingga
ibu hamil cenderungan mendorong tubuh kebelakang
(lordosis).
2) Waspadai sikap tubuh saat melakukan apapun. Perhatikan cara
duduk, punggung harus tetap lurus tidak menekuk dari bahu
ditahan dibelakang bukan cendong kedepan.
3) Hormone menyebabkan persendian tulang belakang lebih
mudah tertarik hingga mudah nyeri punggung. Nyeri
punggung bisa membuat kehamilan tidak nyaman.
4) Jangan mengangkat benda berat, bila mengangkat sesuatu
yang berat, tekukt lutu dan rnerunduklah. Tahan punggung
selurus mungkin dan tank barang sedekat mungkin dengan
tubuh.
5) Pakai hak sepatu/sandal yang rendah, hak tinggi membuat
berat tubuh kian terdorong kedepan.
Cam meringankan nyeri punggung:
a) Perbaiki postur tubuh
b) Pijatan bisa meringankan nyeri punggung.
c) Tempelkan sesuatu yang panas, misalnya sebotol air paras
yang dibungkus handuk dibagian yang sakit.
d) Minum paracetamol (bila terasa nyeri)
e) Konsultasi
h. Exercise/Senam Hamil Menurut Cuningham (2008) Tujuan senam
hamil:
1) Menyesuaikan tubuh agar lebih balk dalam menyangga beban
kehamilan.
2) Memperkuat otot untuk menopang tekanan tambahan.
3) Membangun daya tahan tubuh
4) Memperbaiki sirkulasi dan respirasi.
5) Menyesuaikan dengan adanya pertambahan berat dan
perubahan keseimbangan
6) Meredakan ketegangan dan membantuk rileks.
7) Membentuk kebiasaan yang bernafas dengan baik.
8) Memperoleh kepercayaan dan sikap mental yang baik. Wanita
hamil yang aktif boleh meneruskan program olahraganya
selama masa kehamilan (berenang, aerobic, berjalan atau
lainnya). Untuk seam hamil ibu hamil disarankan untuk
melakukan masing-masing latihan 2 kali pada awal dari
berlanjut dengan kecepatan menurut kehendak hingga
sebanyak 5 kali.
i. Istrahat/Tidur Menuru Cuningham (2008)
1) Ibu hamil membutuhkan tidur dan istiraha yang cukup, tidur
malam han selama 8 jam dan istrahat dalam keadaan rileks
pada siang han selama 1 jam selama hamil teruama pada bulan
erakhir kehamilan.
2) Minggu-minggu terakhir kehamilan, ibu menjadi mudah lelah.
Untuk menguranginya maka ibu dapat melakukan hal sebagai
berikut:
a) Duduk dengan kedua tungkai kaki lebih tinggi dari badn
dapat memperoleh nilai relaksasi yang tinggi.
b) Bekerja relaksasi dan teknik pernafasan setiap ibu merasa
Ielah atau stress dapat mdngurangi rasa lelah dan megatasi
ketegangan-ketegangan fisik dan psikis selama hamil.
2.3.3 Keluarga
Support Keluarga Menurut Vamey (2006)
1. Dukungan dari keluarga sangat penting artinya dalam membatunya
menjalani kehamilan yang sehat.
2. Dukungan bersifat psikoterapi karena dapat mengurangi rasa cemas,
sakit dan ketidak seimbangan emosional yang biasa terjadi pada ibu
hamil.
3. Jenis dukungan yang diperlukan ibu harnil menurut Vamey (2016)
anatra lain:
a. Yang bersifat mententramkan j iwa
b. Yang dapat menumbuhkan kepercayaan din ibu dalam
rnenghadapi kenyataan menerima peran baru dan tanggung jawab
yang bertambah.
c. Yang berhubungan langsung dengan kesehatan dan keselamatan
ibu sertajanin dalam kandungan.
d. Perang seorang suami amat penting sebagai pelindung dari
pendukung, kehadiran anak akan mengubah peran dan tanggung
jawab berdua.
e. Membantu mengerjakan pekerjaan rumah.
f. Memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil
g. Mengatakan ibu kontral sesuai jadwal.
h. Menghindari ibu dari asap rokok, minuman beralkohol dli.
i. Membesarkan jiwa ibu dan menanamkan keyakinan serta
keberanian untuk menghadapi keahiran bayi.
j. Menunjukan kesiapan sebagai suami yang bertanggungjawab.
k. Memberii hiburan dan perhatian ekstra agar ibu tidak merasa
terabaikan
l. Persiapan dana untuk kebutuhan persalinan
m. Persiapan transportasi dan persiapan kegawat daruratan
n. Dukungan moril dari dukungan sebagai calon donor darah jika di
perlukan dan dukungan dana bila dibutuhkan.

2.3.4 Suport Tenaga Kesehatan


Suport Tenaga Kesehatan Menurut Varney (2006)
a. Bidan harus siap memberikan informasi untuk menjawab pertanyaan
berkaitan dengan kehamilan seperti penambah berat badan, diet,
perubahan tubuh, keluhan, kebersihan diri dari hubungan seksual
dalam kehamilan.
b. Bidan yang berkualitas adalah dapat memberi pelayanan sesuai
standar, dibekali dengan penegtahuan yang cukup dan dapat berinpati
terhadap perasaan kekhawatiran pasien.
2.3.5 Rasa Aman Dan Nyaman Selama Kehamilan
a. Banyak wanita yang mengalami stress dalam kehamilan, diduga karena
perubahan hormon.
b. Selama kehamilan antenatal ibu membutuhkan kesempatan untuk
berbicara dengan penuh percaya din pada seseorang yang
mendengarkan dengan penuh empati terhadap masalah yang
dihadapinya atau hal-hal lain yang dipikirkannya.
2.3.6 Persiapan Menjadi Orang Tua
Persiapan menjadi ibu menurut Varney 2006
a. Calon orang tua harus mempersiapkan dirinya secara matang dalam
menerima peran baru sebagal orang tua yang membesarkan bayi untuk
tumbuh dan berkembang
b. Seorang ibu yang tidak siap untuk menjadi orang tua akan mengalami
tekanan psikis. Akibatnya janin dalam kandungan atau bayi yang akan
lahir nantinya akan kurang mendapat perhatian dan kasih saying.
c. Seorang calon ayah yang tidak slap, juga akan mengalami tekanan
psikis untuk menghadapi perannya sebagai seorang ayah. Ini akan
membuat dirinya kurang bebas dari perhatian yang diperolehnya kan
berkurang karena kehadiran bayinya.
d. Untuk menghindari tekanan psikis tersebut, akan sangat membantu
apabila suami istri mengungkapkan konflik/kecemasan yang
dirasakannya dengan pembicaraan yang terbuka.
e. Persiapan lainnya: membaca biku mdngenai perawatan dan tumbuh
kembang bayi dan belajar dari orang tua/ teman yang berpengalaman.

2.5 Komplikasi Kehamilan Trimester II!


2.4.1 Persalinan Prematuritas
Persalinan prematuritas (premature) dimaksudkan dengan persalinan
yang terjadi diantara umur kehamilan 29-36 minggu, dengan berat badan
lahir kurang dari 2,500 grm. Persalinan prematuritas merupakan masalah
besar karena berat janin kurang dari 2,500 gram, dan umur kurang dari 36
minggu, maka alat-alat vital belum sempurna. (Cuningham 2008).
Sebab persalinan prematunitas:
1. Hamil dengan perdarahan kehamilan ganda
2. Kehamilan disertai komplikasi (Preekiamsia dan Ekiamsia)
3. Kehamilan dengan komplikasi penyakit ibu ( hipertensi, penyakit
ginjal, penyakit jantung, dsb).
4. Keadaan gizi yang rendah disertai kurang darah lapisan dalam lahir
yang kurang subur karenajarak hamil tenlalu pendak
2.4.2 Kehamilan Ganda ( Kembar)
1. Pengaruh hamil ganda terhadap ibu : diperlukan gizi yang lebih banya,
sehingga tumbuh kembang janin mencapai cukup bulan, pada hamil
muda sering terjadi keluhan yang lebih hebat ibu sering cepat lelah,
sening terjadi penyulit harnil (hidramnion, preekiamsia dan ekiamsia),
pada saat persalinan dijumpai kesulitan.
2. Pengaruh hamil ganda terhadap janin dapat terjadi persalina
prematuritas, dapat terjadi janin dengan anemia atau BBLR setelah
persalinan anak pertama dapat terjadi pelepasan plasenta senelum
waktunya dan membahayakan janin yang kedua, (Cuningham,2008).
2.4.3 Kehamilan Dengan Perdarahan
Perdarahan pada kehamilan memberikan dampak yang
membahayakan ibu dan janin dalam kandungan. Perdarahan yang
membahayan dapat berhubungan denga trimester III adalah mengalami
perdarahan plasenta vrepia, perdarahan solusio plasenta, perdarahan dan
pecahnya sinus marginalis dari perdarahan dan pecahnya pasa vrepia.
(Cuningham 2008).
2.4.4 Kehamilan Dengan Ketuban Pecah Dini
Pecahnya selaput janin memberikan pertanda bahaya dari memberi
kesempatan inpeksi langsung pada janin. Disamping itu, gerak janin makin
terbats. Disamping itu gerak janin makin terbatas, sehingga kehamilan
kecil mungkin dapat terjadi depormitas. Oleh karena itu bila berhadapan
dengan kehamilan dengan mengeluarkan air apalagi belum eukup bulan
harus segera dating ke rumah sakit dengan pasilitas memadai (Cuningham,
2008).
2.4.5 Kehaniilan Dengan Kematian Janin Dalam Rahim
1. Kehamilan diatas unur hamil 36 minggu pada ibu dengan diabetes
militus
2. Mungkin terjadi lilitan tali pusat yang mematikan
3. Terjadi symbol tali pusat
4. Gangguan nutrisi menjelang gangguan kehamilan cukup bulan.
5. Kehamilan dengan perdarahan
6. Kehamilan lewat waktu Iebih dari 14 hari
2.4.6 Kehamilan Lewat Waktu Persalinan (Senotinus)
Beberapa kerugian dari bahaya kehamilan lewat waktu menurut
Prawirohardjo (2010):
1. Janin yang kekurangan nutrisi dan oksigen, akan mengalami
pengrusakan din sendiri, dengan metabolisme jaringan lemak bawah
kulit sehingga tampak tua dan keriput, sehingga gejala janin dari hash
lewat waktu
2. Air ketuban yang makin kental, akan sulit dibersihkan, sehingga dapat
menimbulkan gangguan pernafasan pada saat kelahirannya.
3. Bila gangguan terlalu lama dan berat, janin dapat meninggal dalam
rahim.
4. Mungkin plasenta cukup tumbuh kembanganya sehingga dapat
memberi nutrisi cukup danjanin menjadi Iebih besar.
5. Dengan makin besarnya janin dalam rahim memenlukan tindakan
operasi persalinan.
6. Kerugian pada ibu tidak terlalu besar, kecuali kemungkinan persalinan
dengan tindakan operasi seperti induksi persalinan sampai dengan
seksio caesaria.
2.4.7 Keharnilan Dengan Preekiamsi Dan Ekiamsi
Gejala klinik preekiamsi ringan menurut Prawirohardjo (2010).
1. Tekanan darah sekitar 140/90 atau kenaikan tekanan darah 30 mmHg
untuk sistolik 15 mmHg untuk diastolik dengan interval pengukuran
selama 6 jam.
2. Terdapat pengeluaran protein dalam urine 0,3 gr/ liter atau kualitatif
+1,+2
3. Edema ( bengkak kaki, tangan atau lainnya)
4. Kelainan berat badan lebih dari 1 gn/ minggu.
Gejala preekiamsi berat (kelanjutan preekiamsi ringan) menurut
Prawirohardjo (2010).
1. Tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih
2. Pengehiaran protein dalam urine lebih dari sekitar 5 gn/ 24 jam
3. Terjadi penurunan produksi urine kurang dari 400 cc/24 jam
4. Terdapat edema pam dan sianosis dan terasa sesak napas.
5. Terdapat gejala subjektif ( sakit kepala, gangguan pengelihatap, nyeri
dibagian daerah perut atas).

2.6 Rasa Tidak Nyaman Pada Ibu Hamil Dan Penangaanannya


2.5.1 Mual Dan Muntah
Biasanya timbul pada bulan ke II dan hilang sekitar bulan ke III.
Lewat mual dan muntah ini terutama timbul pada pagi hari ialah waktu
perut kosong, pengobatannya ialah makan dulu sedikit sebelum bangun
dari tempat tidur, makan hams dalam porsi keci tapi sening ditambahkan
dengan minum vitamin. (Varney 2007).
1. Haemoroid (bawasir)
Adalah pelebaran vena-vena dari anus. Bawasir dapat bertambah
besar dalam kehamilan karena ada pembendungan darah dan dalam
rongga panggul. Defekasi yang teratur penting untuk mengurangi
bendungan daam panggu haemroid yang menyebabkan perdarahan
banyak hams diperasi (Vamey 2007).
2. Varices
Timbulnya varices dipengaruhi oleh faktor keturunan, berdiri
lama dari usia. Wanita yang ada varices tidak boleh memakal pakean
yang sempit dari menekan dan takboleh lama bekerja sambil berdiri.
Waktu istirahat kaki hendaknya ditinggalakan. Ada juga sebaiknya
mempergunakan kaos kaki panjang dan elastik (Varney, 2007).
3. Sakit kepala
Biasanya timbul pada hamil muda dan sukar menentukan
sebabnya.
4. Oedema
Paing sering timbul pada kaki dari tungkai bawah. Hams selalu
diperiksa apakah tidak disebabkan oleh toxema gravidarum. Baiknya
kaki ditinggalkan kalau tidur.
5. Flour albus
Pada umumnya cairan dalam vagina berambah dalam keharilan
tanpa sebab-sebab yang patologis dan sering tidak menimbulkan
keluhan. Kalau flour albus sangat banyak dan menyebabkan perasa4n
gatal disekitar kemaluan, maka harus dicari apakah tidak disebabkan
eh gonacccus, trichmnas vaginais atau candida albicans. Terapi
ditunjukkan terhadap penyebab. (Varney, 2007).

2.7 Antenatal Care


2.6.1 Pengertian Antenatal Care
Antenatal care merupakan pengawasan sebelum persalinan terutama
ditunjukkan pada pertumbuhan dan perkembanagan janin dalam rahim,
Perawatan ANC adaah perawatan yang diberikan oleh bidan atau dokter
kebidanan selama kehamilan untuk memastikan agar kesehatan ibu dan
janinnya berada dalam keadaan yang memuaskan. (Prawiihardjo, 2010).
Pengawasan antenatal adalah pengawasan sebelum persalinan
terutama untuk ditunjukkan pada pertumbuhan dan perkembangan janin
dalam rahim. Minimal dilakukan empat kali kunjungan selama periode
antenatal satu kali kunjungan selama TM I. Sath kali Kunjungan selama
TM IL Dua kali kunjungan selama kunjungan TM III. ( Varney, 2006).
2.6.2 Tujan Asuhan Antenatal Menurut Prawirohardjo (2010).
1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan
tumbang bayi
2. Meningkatkan dan mempertahankan fisik, mental dan sosial ibu
3. Deteksi didni adanya ketidak normalan
4. Mempersiapkan persalinan cukup bulan dan selamat baik ibu maupun
bayinya.
5. Mempersiapkan peran ibu dari keluarga dalam menerima kehadiran
bayinya.
6. Penatalaksaan pelayanan antenatal
2.6.3 Setiap Wanita Hamil Menghadapi Resiko Komplikasi Yang Bisa
Mengancarn Jiwanya.
Oleh karena itu setiap wanita hamil memeriksaa sedikitnya empat kali
kunjungan selama periode antenatal menurut Prawirohardjo ( 2010).
1. Satu kali kunjungan selama TM I (sebelum 14 minggu).
2. Satu kali kunjungan selama TM ii (antara minggu 14-28).
3. Dua hal selama kunjungan TM 11 (antara minggu 28- 36 dan sesudah
minggu ke 36).
2.6.4 PelayananlAsuhan Standar Minimal Termasuk 10 T Menurut Varney
(2006).
1. (Timbang) timbang berat badan dan ukur tinggi badan
2. Ukur tekanan darah
3. Skrining sastus imunisasi tetanus ( pembeian tetanus toksoid bila
diperlukan)
4. Tentuka ukuran LILA
5. Ukur (tinggi) fundus uteri
6. Tentuka presentasi dan denyut jantung janin DJJ
7. Pemberian tablet zat besi, minimum 90 tablet selama kehamilan
8. Tes laboratorium (urine, golongan darah, JIB, protein urine, gula darah
dan khusus: hepatitis 1-TB, HIV, syphlis, Th, miaria, thalasemia,
kecacingan.
9. Tatalaksana khusus
10. Temuwicara atau konseling termasuk P4K dan KB pasca salin.
11. Cara menentukan taksiran persalian.
2.6.5 Cara Menentukan Umur Kehamilan (Manuaba, 2010).
1. Mempergunakan rumus naegel
+7+9 -0 dari bulan 1-3
+7-3 +1 dari bulan 4-12
2. Perkiraan fundus uteri
Umur Kehamilan TFU KETERANGAN
8 rninggu Belum teraba Sebesar telur hebek
12 minggu Di atas simfisis Sebesar telur angsa
16 minggu 1/2 pusat-simfisi Sebesar kepaa bayi
20 minggu Di pinggir bawah pusat

24 minggu 24 minggu tepat di atas -


pinggir pusat
28 minggu 3 jari atas pusat/ 1/3- -
pusat-Px
32minggu pusat-Px -
36 minggu 1 jari di bawah Px Kepaa masih berada di
atas pintu panggu
40 minggu 3 jari dibawah px Fundus uteri turun
kembai, karena kepaa
janin masuk ke rongga
panggu

2.6.6 Menguktr Jarak Symphysis Fundus Dengan Cara Me-DONALD


Tingginya fundus uteri dalam cm:
1. 20=5bulan
2. 23=6bulan
3. 26=7bulan
4. 3O=8bulan
5. 339bu1an
2.6.7 Palpasi Abdomen
Menetapkan kedudukan janin dalam rahim dan tuanya kehamilan adalah
leopod. (Cuningham,2008).
1. Leopold I
Tujuan:
a) Menentukan tinggi fundus uteri
b) Menentukan usia kehamilan
c) Menentukan bagianjanin yang ada pada fundus uetri Cara : petugas
menghadap ke muka ibu, uterus dibawa ketengah, tentukan tinggi
fundus uteri dan bagian apa yang terdapat didalam fundus.
2. Leopold II
a) Kedua tanagn pindah kesamping
b) Tentuny aidmana punggung lunak, punggung anak terdapat dipihak
yang memebrikan rintangan yang terbesar, cariah bagian-bagian
kecil, yang biasanya terletah bertentangan dengan pihak yang
memberi rintangan yang terbesar.
c) Kadang-kadang disamping terdapat kepala atau bokong ialah pada
letak lintang

Tujuan:
a) Menentukan batas samping uterus
b) Leopold II terutama untuk menentukan dimana letaknya
punggung anak dan dimana letaknya bagan-bagian kecil.
Caranya : uterus didorong kesisi sambil meraba janin yang berada
disisi tersebut dengan cara yang sama pada sisi ueterus lainnya.
3. Leopold III
a) Dipengaruhi satu tangan saja
b) Bagian bawah ditentukan antara ibujari danjari lainnya
c) Cobalah apakah bagian bawah
Tujuan:
a. Menentukan bagianjanin yang berada diuterus paling bawah
b. Untuk menentukan apakah bagian janin tersebut sudah masuk PAP
c. Untuk menentukan bagian janin apa (kepala atau bokong) yang
terdapat di bagian bawah perut ibu
4. Leopold IV Menurut Cuningham (2008)
a. Pemeriksaan berubah sikapnya ialah melihat kea rah kaki penderita
b. Dengan kedua tangan di tentukan apa yang menjadi bagian bawah
c. Ditentukan apakah bagian bawah sudah masuk ke dalam PAP, dari
berapa masuknya bagian bawah ke dalam rongga panggul
d. Jika kita rapatkan kedua tangan pada permukaan bagian bawah
dari kepala yang masih teraba dari luar dalam:
1) Kedua tangan itu convergent, hanya bagian kecil dan kepala
turun ke dalam rongga
2) Jika kedua tangan itu sejajar, maka separuh dari kepala masuk
ke dalam rongga panggul
3) Jika kedua tangan divergent, maka bagian terbesar dari kepala
masuk ke dalam rongga panggul dan ukuran terbesar dari
kepala sudah melewati PAP.
Kalau pada kepala masuk PAP kira masukkan tangan ke dalam rongga
maka satu tangan akan lebih masuk, sedangkan tangan satunya tertahan
oleh tonjolan kepala. Tonjolan kepala pada fleksi disebabkan oleh daerah
dahi, sedangkan pada letak defleksi oleh belakang kepala. Kaiau tonjolan
kepala bertentangan dengan bagian kecil, maka anak dalam letak defleksi.
Kalua tonjolan kepala sepihak dengan bagian kecil, maka anak dalam letak
fleksi. Jadi leopold ke IV untuk menentukan apa yang menjadi bagian
bawah dari berapa masuknya bagian bawah ke dalam rongga panggui.
Tujuan Menentukan seberapajauh bagian terendah janin masuk PAP.
2.6.8 Cara Menghitung Berat Badan Janin Dalam Kandungan
Menghitung perkiraan berat badan janin (PBBJ) menurut cara Jonson:
1. Bila bagian terendah janin masuk pintu atas panggul:
PBBJ = (TFU 11 x 155)
2. Bila bagian terendah janin belum masuk pintu atas panggul
PBBJ = (TFU 12 x 155).
2.6.9 Cara Menghitung Denyut Jantung Janin:
Auskuitasi: dengan stetoskop Laennee bunyl jantung janin baru dapat
didengar pada kehamilan 18-20 minggu. Dengan dopier dapat terdengar
sejak usia kehamilan 12 minggu.
2.6.10 Pertambahan Berat Badan Selama Hamil:
1. Pertambahan berat total selama kehamilan pada promogravida sehat
yang makan tanpa batasan adalah sekitar 12,5 kg. dengan distribusi
pertambahan berat badan sebagai berikut:
a. Payudara: 0,5 kg
b. Fat/lemak: 3,5 kg
c. Plasenta: 0,6 kg
d. Fetus: 3,4 kg
e. Cairan ketuban (amniotic fluid): 0,6 kg
f. Pembesaran uterus: 0,9 kg
g. Penambahan darah: 1,5 kg
h. Cairan ekstraseluler: 1,5 kg
i. Total: 12,5 kg
2. Kenaikan berat badan wanita hamil rata-rata antara 6,5 kg sampai 16 kg.
bila berat badan naik lebih dari semestinya anjurkan untk mengurangi
makanan yang mengandung karbohidrat. Lemak jangan dikurangi,
terlebih-Iebih sayur dan buah-buahan.
3. Kenaikan 13B per-Trimester:
Triwulan pertama: 1.000-1,500 gr
Triwulan kedua: 4.500 gr
Triwulan ketiga: 5.000-5.500 gr

2.6.11 Pemeriksaan Penunjang


1. Pemeriksaan Laboratoriuni
a. Tes kehamilan
b. Darah
Kadar Hb llgr % dianggap sebagai batas normal terendab dalam
masa kehamilan trimester I dan II. Batas normal Hb pada trimester II
adalah 10,5 gr% (PP IBI, 2008).
c. Urine lengkap
1). USG
2). CTG

2.8 P4K (Program Perencanaan Persalinan Dan Pencegahan Komplikasi)


Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) adalah
kegiatan yang di fasilitasi oleh bidan dalam rangka meningkatkan peran aktif
suami, keluarga dan masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman dari
persiapan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya komplikasi pada saat hamil,
bersalin dan nifas, termasuk perencanaan menggunakan metode Keluarga
Berencana (KB) pasca persalinan dengan menggunakan stiker P4K sebagai media
pencatatan sasaran dalam rangka meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan
kesehatan bagi ibu dan bayi barn lahir (Depkes RI, 2009).
P4K menggunakan stiker adalah terobosan percepatan penurunan angka
kematian ibu. Stiker P4K berisi data tentang nama ibu hamil, taksiran
persalinan,penolong persailnan, tempat persalinan, pendamping persalinan,
transportasi yang digunakan dari calon donor darah. Program perencanaan
persalinan dan pencegahan komplikasi melalui pemasangan stiker pesalinan pada
semua rumah ibu hamil. Orientasi stiker P4K untuk pengelola program dari
stakeholder terkait di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota dan puskesmas. Sosialisasi
di tingkat desa kepada kader, dukun, tokoh agama, tokoh masyarakat, PKK serta
lintas sektor di tingkat desa, pertemuan bulanan di tingkat desa (forum desa siaga,
forum KIA, pokja psyandu, dli) yang melibatkan kepala desa, tokoh masyarakat,
tokoh agama, kader dengan difasilitas oleh bidan desa, yang dipimpin oleh kades
menibahas tentang pendataan ibu hamil di wilayah desa membahas dan
menyepakati calon donor darah, transportasi dan pembiayaan jamkesmas serta
tabulin (Depkes RI, 2009)

Tujuan P4K
a. Penempelan stiker P4K di setiap rumah ibu hamil dimaksudkan agar ibu hamil
terdata, tercatat dan terlaporkan keadaannya oieh bidan dengan melibatkan
peran aktif unsur-unsur masyarakat seperti kader, dukun dan tokoh
masyarakat.
b. Masyarakat sekitar tempat tinggal ibu mengetahui ada ibu hamil, danapabila
sewaktu-waktu membutuhkan pertolongan, masyarakat siap sedia untuk
membantu. Dengan demikian, ibu hamil yang mengalami komplikasi tidak
teriambat untuk mendapat penanganan yang tepat dan cepat (Depkes RI,
2009).
Manfaa P4K
Menurut Depkes RI (2009), manfaat P4K adalah meningkatkan cakupan
pelayanan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin,ibu nifas dan bayi baru lahir melalui
peningkatan peran aktif keluarga dan masyarakat dalam merencanakan persalinan
yang aman dan persiapan menghadapi komplikasi dari tanda bahaya kebidanan dan
bayi baru lahir bagi ibu sehingga melahirkan bayi yang sehat.
Sasaran P4K
Menurut Depkes RI (2009), sasaran P4K adalah seluruh ibu harnil yang ada
di suatu wilayah.

2.9 Nutrisi Ibu Hamil


Trimester ini merupakan trimester akhir dari kehamilan. Saat memasuki
masa kehamilan ini, ibu hamil membutuhkan banyak nutrisi untuk menyiapkan
persalinan. Nutrisi tersebut juga bermanfaat dalam mengatasi beban yang kian
berat namun juga menyiapkan energi yang akan digunakan buat persalinan kelak.
OIeh sebab itu pemenuhan nutrisi dalam masa ini tidak boleh dikesampingkan. thu
hamil harus menjaga kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsinya. Dalam
dua bulan terakhir sebelum persalinan, otakjanin bisa tumbuh dengan cepat sekali.
Kalori adalah nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil sebelum proses persalinan
tiba. Jumlah kalori yang dibutuhkan adalah sebanyak 70 ribu sampai dengan 80
ribu kalori per harinya. Pertambahan kalori ini juga dibutuhkan pada 20
minggu terakhir, jumlah tambahan kaloni yang dibutuhkan adalah sebanyak
285-300 kalori per harinya. Pada tahap ini kalori dibutuhkan untuk
pertumbuhan jaringan pada janin tentunya pertumbuhan pada plasenta janin.
Kaloni juga bermanfaat untuk menambah volume darah danjuga caitran
ketuban bagi ibu hamil.
Piridoksin atau vitamin B6 bermanfaat bagi ibu hamil untuk melakukan reaksi
kimia sebanyak 100 kali atau bahkan lebih. Vitamin B6 juga bermanfaat dalam
membantu metabollsme thu hamil untuk memproduksi asam amino, lemak, sel
darah merah serta pembentukan karbohidrat. Kebutuhan vitamin B6 ini harus
tereukupi sebanyak 2,2 miiigram per harinya.
Yodium sangat dibutuhkan oleh ibu hamil dalam trimester ini. Yodium
berfungsi untuk membentuk senyawa bernama tiroksin. Senyawa tiroksin
sangat bermanfaat untuk mengontrol metabolisme pembentukan dan sel baru.
Kekurangan senyawa ini bisa membuat ibu hamil pertumbuhan otaknya
terganggu, janin bisa tumbuh dengan kerdil. Sebaliknya jika terlalu banyak
mengkonsumsi yodium, senyawa tiroksin akan lebih banyak di dalam tubuh.
Akibatnya adalah janin akan memiliki ukuran yang besar. Bagi ibu hamil
sebaiknya mengkonsumsi yodium dalam batas ideal. Batas ideal
mengkonsumsi yodium sebanyak 175 mikrogram per harinya.
Dalam trimester ketiga kebutuhan akan vitamin BI, vitamin B2 dan juga
vitamin B3 harus ditingkatkan dan dicukupi. Deretan ketiga vitamin tersebut
bisa berfungsi untuk membantu enzim dalam mengatur metabolisme dan
sistem pernafasan janin dan juga pembentuka energi bagi janin. Dalarn
seharinya ibu hamil dituntut untuk mengkonsumsi vitamin B 1 sebanyak 1,2
miligram, untuk konsumsi vitamin B2 per harinya sebanyak 1,2 miligrani per
hari sedangkan untuk vitamin B3 juinlah konsumsi per harinya harus sebanyak
11 miligram per hari.
Air juga sangat dibutuhkan bagi ibu hamil. thu hamil harus lebih banyak
mengkonsurnsi air putih minimal 12 gelas per hari atau setara dengan 1,5 liter
air. Cairan yang berasal dari air putih sangat bermanfaat untuk membentuk sd
baru bagi janin, mengatur suhu tubuh janin di dalam kandungan danjuga
melarutkan zat metabolisme yang tinggi.

2.10 Indeks Massa Tubuh (IMT)


Sebagian besar pertambahan berat badan selama kehamilan dihubungkan
dengan uterus dan isinya, payudara dari bertambahnya volume darah serta cairan
ekstraseluler. Bagian penambahan berat badan yang lebih kecil adalah akibat
perubahan metabolik yang mengakibakan bertambalmya air seluler dan
penumpukan lemak dari protein baru, yang disebut cadangan ibu.
Peningkatan total berat dari badan ibu masa hamil rata-rata 11 kg. Pada
trimester I rata-rata penambahan berat badan adalah 1 kg dan pada trimester II dan
III masingOmasing 5 kg. (Indrayani, 2011).
Rincian penambahan berat ibu hamil sampai kehamilan aterem adalah:

Pertumbuhan berat badan dalam gram (pertambahan berat badan pada janin)
Jaringan/cairan 10 20 30 40
mg mg mg mg

Janin ibu 5 300 1.500 3.400


Plasenta 20 170 430 650
Cairan amnion 30 350 750 800
Uterus 140 320 600 970
Payudara 45 180 360 405
Darah 100 600 1.300 1.250
Cairan 0 30 80 1.680
Ekstraseluler 340 1.950 5.020 9.155
Sub total 310 2.050 3.480 3.345
Cadangan ibu
Penambahan BB 650 4.000 8.500 12.500
total
Sumber : obsetetri william (2006;188).
Anjuran Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil
Kategori IMT Penambahan BB (kg)
Rendah (IMT < 19,8) 12,5-18
Normal (IMT 19,8-26) 11,5-16
Tinggi (IMT 26-29) 7-11,5

2.11 Manejemen Varney


Konsep Asuhan Kebidanan Menurut 7 Langkah Vamey
Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan
sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori
ilmiah, penemuan-penemuan, keterampilan dalam rangkaian/tahapan yang logis
untuk pengambilan suatu keputusan yang berfokus pada klien (Varney, 2006)
Manajemen kebidanan adalah pendekatan yang digunakan oleh bidan dalarn
menerapkan metode pemecahan masalah secara sistematis, mulai dari pengkajian,
analisa data, diagnose kebidanan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi (Varney,
2006)

Langkah-langkah Manajemen Kebidanan menurut Varney (2006):


1. langkah I (pertama): Tahap Pengumpulan Data Dasar
Langkah-langkah ini manajemen kebidanan menurut varney (2006): pada
langkah 1 (pertama) : tahap pada langkah ini dikumpulkan sema mnformasi
yang aksrat dan lengkap dan semua sumber yang berkaitan dengan kondisi
klien untuk memperoleh data dilakukan dengan cara:
a. Anamnesa:
Biodata; riwayat menstruasi; niwayat menstruasi kesehatan; riwayat
kehamilan, persalinan nifas, biopsiiospnitual, pengetehuan klien.
1) Pemeriksaan fisik sesuai dengan kebutuhan dan pemeriksaan tanda-
tanda vital
2) Pemeriksaan khusus:
Inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi
3) Pemeriksaan penunjang laboratorium, catatan terbaru dari sebelumnya
tahap ini merupakan langkah awal yang akan menentukan langkah
berikutnya. Sehingga kelengkapan data sesuai dengan kasus yang
dihadapi akan menentukan proses interpretasi yang benar atau tidak
dalam tahap selanjutnya. Sehingga dalam tahapan ini harus
komprehensip meliputi data subyektif, obyektif dari hasil pemeriksaan
sehingga dapat menggambarkan kondisi/masalah klien yang sebenamya
atau valid.
2. Langkah II (kedua) : interpretasi data dasar
Pada langkah ini dilakukan ientifikasi terhadap diagnosa atau masalah bukan
berdasarkan dikumpulkan.
a. Diagnose kebidana
Diagnose kebidanan adalah diagnose yang diteggkkan bidan dalam lingkup
praktek kebidanan dana memenuhi standar nomenklatur. Diagnose
kebidanan yaitu:
1) Diakui dan telah disahkan oleh profesi
2) Berhubungan langsung dengan praktek kebidanan
3) Memiliki khas kebidanan
4) Didukung oleh clinical judgement dalam praktek kebidanan
5) Dapat dijelaskan dengan pendekatan manajemen kebidanan

b. Masalah
Masalah adalah hala yang berkaitan dengan pengalaman klien yang
ditemukan dari hasil pengkajian atau yang menyertai diagnose
c. Kebutuhan
Kebutuhan adalah hal-hal yang dibutuhkan oleh klien dan belum
teridentifikasi dalam diagnose dari masalah yang didapatkan dengan
melakukan analisa data.
3. Langkah III (tiga):
Mengidentifikasi diagnose atau masalah potensial dan mengidentifikasi
penanganannya, pada langkah ml kita mengidentifikasi diagnose atau masalah
potensial berdasarkan diagnose atau masalah yang sudab diidentifikasi.
Lngkah ini membutuhkan antisipasi, bila rnemungkikan dilakukan
pencegahan. Bidan diharapkana dapat waspada dan bersiapsiap mencegah
diagnose potensial ml benar-benar terjadi.
4. Langkah IV (empat):
Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera unutuk melakukan konsultasi,
kolaborasi dengan tenaga kesehatanlain berdasarkan kondisi klien.
Mengidentitikasi perlunya tindakan segera oleh biclan atau dokter dan untuk
dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang
sesual dengan kondisi klien. Langkah keempat mencerminkan kesinambungan
dari proses manajemen kebidanan. Kaji ulang apakah tindakan segera mi
benar-benar dibutuhkan.
5. Langkah V (kelima):
Menyusun rencana asuhan yang menyeluruh.Pada langkah mi direncanakan
asuhai yang menyeluruh ditentukan oleh ;angkah sebelumnya. Langkah mi
merupakan kelanjutan manajemen atau antisipasi.
Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa-apa yang sudah
teridentifikasi dan kondisi klien atau dari setiap masalah yang berkaitan tepi
juga jadi kerangka pedomanantisipasi terhadap wanita tersebut seperti apa yang
akan terjadi benikutnya.
6. Langkah VI (keenam) : pelaksanaan
langkah asuhan dengan efisien dan aman. Pada langkah ke VI ml rencana
asuhan menyeluruh seperti yang telah cliuraikan pada langkah V dilaksanakan
dengan efisien dan aman. Melaksanaan ini biasa dilakukan seluruhnya oleh
bidan atau sebagian lagi oleh klien, atau anggota tim kesehatan lainnya. Walau
bidan tidak melakukan sendiri ia tetap memikul tanggung jawab untuk
mengarahkan pelaksanannya. (memastikan langkah tersebut benar-benar
terlaksana). Dalam situasi dimana bidan berkolaborasi dengan dokter dan
keterlibatannya dalam manajemen asuhan bagi pasien yang mengalami
komplikasi, bidan juga bertanggung jawab terhadap terlaksananya asuhan
bersama yeng menyeluruh tersebut. Manajemen yang efisien akan menyingkat
waktu. I3iaya dan meningkatnya mutu asuhan.
7. Langkah VII (ketujuh):
Mengevaluasi yang dilakukan adalah mengevaluasi keefektifan dari asuhan
yang sudaah dibenikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah
benar-benar telah terpenuhI sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah
diidentifikasi di dalam diagnose dari masalah.
Ada kemungkinan bahwa sebagian rencana tersebut efektif sedang sebagian
belum efektif. Maka perlu mengulang kembali dari awal setiap asuhan yang
tidak efektif melalui manajemen tidak efektif serta melakukan penyesuaian
pada rencana tersebut.
Manajemen kebidanan ini merupakan suatu kontinum, maka penlu mengulang
lagi dari awal setiap asuhan yang tidak efektif. melalui proses manajemen
untuk mengidentifikasi mengapa proses manajemen tidak efektif serta
melakukan penyesuaian pada reneana asuhan kebidanan.
Menjelang akhir trimester pertama clan selama porsi praquickening trimester
kedua langsung, wan ita tersebut akan mengalami lagi, sekailgus mengevaluasi
kembali, semua aspek hubungan yang ia jalani.
BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUIIAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NY S

Tanggal Pengkajian : 19 Desember 2016


Jam :10:I5WITA
I. PENGKAJIAN DATA DASAR
1. DATA SUBYEKTIF
A. Identitas
Nama Pasien : Nama Suami :
Umur : Umur :
Agama : Agama :
Suku/Bangsa : Suku/Bangsa :
Pendidikan : Pendidikan :
Pekerjaan : Pekerjaan :
Alamat : Alamat :

B. Keluhan atau alasan kunjungan utama

C. Riwayat Keluhan Utama

D. Riwayat Menstruasi

E. Status Perkawinan

F. Riwayat Kehamilan

Per Ke UK Jenis Tem Peno penyakit BB Jeni Us KB ket


k Ha Persal Pat long L s Ia
Awi Mi in Pers H Ber Ni Kel A
Nan l an Alin a Sal f a n
an a m i as min ak
n il n

1 1 - Norm Poli Bada - - - 350 LK 9 KB Hid


al ndes n 0 th Sunt Up
ik

1 2 9 - - - - - - - - - - -
Bul
an

G. Riwayat Kehamilan Sekarang


Usia kehamilan :
Gerakan janin :
ANC :
tgl Keluhan Teka Ber Umur Ting Letak DJ Kaki Hasil tinda
Sekara nan at keha gi janin J beng pemeri kan
Ng Dara bad milan fund keb/s kak ksaan
(mm an us u/li laborat
Hg) (kg urium
)
10/5/2 Mual,m 90/7 43 8,10 Belu Belu Prot
016 untah 0 m m +,Hb.8,
dan teraba 0
pusing
18/6/2 Melaku 100/ 41 12 TT3
016 kan TT 70
3
23/7/2 Memeri 120/ 45 18-20 Seten -
016 ksaan 70 gah
kehamil pusat
annya
20/8/2 pusing 100/ 48, 24 Sepu baik - -
016 70 5 sat /13
8
19/9/2 Sakit 90/7 51 28-29 25 baik 11 - HB
016 pusing 0 cm 0 10,6
15/10/ Lemas 100/ 54 32-33 26 baik 13 - HB
2016 dan 70 cm 0 8,89
pusing prot-
red_
23/11/ Mencret 110/ 55 36 32 Kep v + -
2016 dan 70
pusing
9/12/2 Keluar 100/ 60 40-41 33 kepla +/1
016 air 70 puka 28
sedikit-
sedikit
Tanda bahaya atau penyulit :
Keluhan umum :
Obat ataujamu yang dionsumsi :
Imunisasi TT :
Perawatan payudara :
Senam hamil :
Kekawatiran khusus :
Kepercayaan selama hamil :
Rencana KB :
H. Riwayat Kesehatan Keluarga
Riwayat keturunan kembar :
Penyakit menular/ keturunan :
I. Riwayat Kesehatan Yang Lalu
Penyakit menular/ keturunan :
J. Riwayat Biopsikososial Spiritual
Pola Sebelum hamil Selama hamil
nutrisi
makan frekuensi 3xsehari 3x sehari
porsi 1 1 piring
piring(nasi,sayur,lauk (nasi,sayur,daging,buah-
ikan) buahan).
sayuran Nasi,daun singkong, Nasi,tempe,tahu,telur,ikan
ikan asin laut
kelu Tidak ada keluhanan dalam pola nutrisi
minuman frekuensi 5x sehari 8x sehari
porsi 1,5 liter 2 liter
jenis Air putih Air putih
keluhan Tidak ada keluhan
Pola frekuensi BAK: 5 kali/hari BAK: 8 kali /hari BAB: 2
eliminasi BAB: 3 kali /hari kali/hari
warna Kuning jernih Kuning jernih
keluhan Selama hamil ferekuensi eliminasi meningkat
Pola frekuensi Siang 2 jam, malam Siang 2 jam, malam 6 jam
istirahat 6 jam
keluhan Tidak ada keluhan selama pola istirahat
Pola mandi 3 x sehari 3 x sehari
heygine
gosok 3 x sehari 2 x sehari
gigi
Ganti 2 x sehari 2 x sehari
pakaian
Ganti 2 x sehari 2 x sehari
pakaian
dalam
keluhan Tidak ada keluhan

a. Komunikasi
Verbal :
Non verbal :
b. Keadaan emosional :
c. Hubungan dengan keluarga :
d. Hubungan dengan orarig lain :
e. Proses berpikir :
f.Ibadah :
g. Respon ibu dan kekarga terhadap kehamilan :
h. Dukungan keluarga :
i. Pengambil keputusan dalam keluarga :
j. Beban kerja dan kegiatan sehari-hari :
k. Tempat dan petugas pertolong persalinan :
2. DATA OBJEKTIF
A. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan umum :
2. Kesadaran :
3. Tandatanda vital
Suhu : 36C
Nadi : 84 xlmenit
Respirasi : 20 x/ menit
Tekanan darah : 120/70 mmhg
Berat badan saat ini : 60 kg
Berat badan sebelum hamil : 43 kg
IMT :17kg
Tinggi badan : 150 cm
LILA : 25 cm
HPL :25-11-2016
4. Kepala
Inspeksi Rambut hitam, tidak ada ketombe,rambut tidak rontok
Palpasi : Tidak ada benjolan. Tidak ada nycri tekan.
5. Wajah
Inspeksi : Tidak ada oedema, tidak ada cloasma gravidarum
Inspeksi : Tidak ada tekannan nyeri dan tidak ada oedema
6. Mata
Inspeksi : Simetri, sclera berwama putih, dan konjungtiva baik
7. Telinga
Inspeksi : Tidak ada kotoran dan bekas luka
8. Hidung
Inspeksi : Tidak ada polip dan tidak ada kotoran (bersih)
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan
9. Mulut dan gigi
Ispeksi : Bibir pucat, Mukosa bibir lembab, gigibersih, caries
ada, tidak ada gigi berlubang dan tidak berdarah
10. Leher
Inspeksi Tidak ada pernbengkakan dan bekas luka
Palpasi :Tidak ada pembengkakan pada venajugularis dan kelenjar linfe,
kelenjar tiroid dan tidak ada nyeri tekan
11. Payudara
Inpeksi :Simetris, putting susu menonjolan, hiperpigmentasi pada ariola
mamae, tidak ada bekas luka kolostrum belum keluar.
Palpasi : Tidak ada benjolan dan nyeri tekan
12. Abdomen
Inpeksi :Tidak ada bekas luka SC, dan tidak ada linea nigra
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan,
Leopold I : Teraba bulat lunak dan tidak melenting dengan
fundus 2 jari di bawah Proxecus Xyfoideus bagiari bokong janin), TFU;
32 cm.
Leopold II : Teraba keras dan panjang (punggung pada bagian kanan
perut ibu dan teraba lunak dan berongga (bagian terkecil janian) pada
bagian kin perut ibu
Leopold III : Teraba keras bulat dan melenting serta kepala masuk PAP
Leopold IV : 2/ 5 bagian janin masuk PAP,
DJJ frekuensi 1 40x/menit, teratur.
TBJ = 3255 grm
13. Panggul (jikaada indikasi)
Distansia spinarum :
Distansia cristarum :
Distansia tuburum :
Konjungtiva eksternal :
Lingkar panggul :
14. Genetalia
Kebersihan vulva :
Portio :
Uteri :
Adnexa :
Ukuran PD :
Cavum dauglas :
VT :
15. Ekstrernitas atas dan bawah : tidak ada edema
16. Perneriksaan penunjang
Laboratorium : Jam 10: 10 WITA(Tgl 25- 11-2016)
- Golongan darah :0
- HB : 8,9grm
- Prot : (-)
- Red : (-)
- USG : Tgl l9Desember2Ol6
F/T/H/1JOf 38 Minggu.
- Air ketuban : Cukup
- Plasenta : Fundus
- EFW : 2450grm
- TP : 25-11-2016

II. INTERPRENTASI DATA DASAR


Diagnosa : NY S umur 28 tahun G2PIAOH1 UK.38 minggu, tunggal,
hidup, intra uteri dengan keadaan umum ibu dan janin baik
Data Subjektif : Ibu mengatakan ingin memeriksa kehamilannya, ibu
mengatakan sakit pinggang, ibu mengatakan hamil ke 2, ibu
mengatakan tidak pernah keguguran, ibu mengatakan gerakan
jariinnya 10 X/ dalam 12 jam. Ibu mengatakan HPHT 7-9-20
16.
Data Objektif : Keadaan umum ibu baik
Nadi 80 x/ m TD 120/70 mmHg
Suhu :36C R :20x/m
Leopold I : Teraba bulat lunak dan tidak melenting dengan tinggi Fundus 2
jari di bawah Procecus Xympoidius
TFU: 32cm.
Leopold II : Teraba keras dan panjang (punggung pada bagian kanan perut
ibu dan teraba lunak dan berongga (bagian terkecil janin) pada
bagian kin perut ibu
Leopold III : Teraba keras bulat dan melenting serta kepala sudah masuk
PAP
Leopold IV : 2/5 bagian janin masuk PAP,
DJJ frekuensi / 40x/menit, teratur
TBJ (32-1 1x155 ) 3255 grm.

III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAR POTENSIAL


Diaonosa/ masalah potensial Tidak ada
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
Mandiri :
Kolaborasi :
Rujukan :
V. RENCANA ASUHAN MENYELURUH
Hari/tanggal : Senin 19 Desember 2016
Waktu : 10:3OWITA
1) Beritahu hasil pemeriksaan bahwa ibudan janin dalam
keadaan baik
2) Anjurkan ibu untuk banyak beristirahat dan mengurangi
aktivitas.
3) Beritahu ibu tentang nutrisi ibu hamil
4) Beritahu ibu tentang keluhan yang ia rasakan
5) Beritahu ibu cara mengatasi nyeri pinggang
6) Beritahu ibu apa saja tanda bahaya selama hamil trimester
Ill.
7) Beritahu ibu tentang P4K
8) Anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 1 minggu
kemudian bila sewaktu-waktu terdapat
keluhan.
VI. PELAKSANAAN
Hariltanggal : Senin 19 Desember 2016
Waktu : 10 : 55 WITA
1) Memberitahu kepada ibu bahwa ibu dan janin dalam keadaan
baik.
2) Menganjurkan ibu untuk banyak beristirahat dan mengurangi
mengangkat barang yang berat-berat, seperti mengangkat
ember yang berisi air yang banyak, melakukan pekerjaan
rumah yang berlebihan.
3) Memberitahu ibu tentang nutrisi ibu hamil, diantaranya
kebutuhan karbohidrat, serat, vitamin, mineral, kalori, dan
lemak.
4) Memberitahu ibu tentang keluhan yang ia rasakan misalnya
sakit pinggang, hal ini biasa terjadi karena Ibu sudah
memasuki umur kehamilan 9 bulan yang membuat pinggang
ibu sakit karena bertambahnya berat janin.
5) Memberitahu ibu cara mengatasi nyeri pinggang dengan cara
tidur diatas bantal dengari kepala lebih tinggi dan kaki, juga
bisa mengompres pinggang dngan air hangat supaya
pinggang terasa hangat dan tidak nyeri.
6) Meberitahu ibu apa saja tanda bahaya selama hamil trimester
III seperti : darah keluar dan kemaluan ibu, muntah terus-
menerus dan tidak man makan, demani tinggi, bengkak pada
kaki atau wajah, sakit kepala disertai kejang, janin terasa
kurang banyak bergerak, air ketuban keluar sebelum waktu
melahirkan.
7) Memberitahu ibu tentang P4K (program perencanaan
persalinan dan komplikasi) dimana ibu sebelum melahirkan
harus menyiapkan hal-hal seperti berikut mi : biaya untuk
bersalin, donor darah atau sediakan darah yang sesuai
dengan golongan darah ibu, menyediakan transportasi untuk
menuju ke tempat bersali, memilih bidan atau dokter untuk
membantu persalinan, memilih siapa yang mengambil
keputusan pada saat waktu persalinan (suamil keluarga),
memilih tempat bersalin (rumah sakit,polides, atau Rumah
bersali).
8) Membenitahukan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 2
minggu kemudian pada tanggal 2 januari 2017 bila sewaktu-
waktu ada keluhan.
VII. EVALUASI
Hari/tanggal : Senin 19 Desember 2016
Waktu : 11:35WITA
1) Ibu mengerti dengan hasil pemeriksaan yang telah diberikan.
2) Ibu bersedia untuk beristi at yang cukup dan mengurangi
aktivitas yang berlebihan
3) Ibu sudah mengetahui nutrisi yang baik untuk ibu hamil.
4) Ibu bersedia memberitahu keluhan yang ia rasakan.
5) Ibu sudah paham cara mengatasi nyeri pinggang.
6) Ibu rnengetahui dan paham apa saja tanda bahaya selama
keharnilan trimester III.
7) Ibu sudah mengerti dengan informasi P4K (program
perencanaan persalinan dan komplikasi).
8) Ibu bersedia melakukan kunjungan ulang 2 minggu
kemudian.
BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Langkah I Pengumpulan Data Dasar


Data sunbejtif : Ny S datang ke rumah sakit patut patuh patju 19 desember
2016 untuk memeriksakan kehamilannya. Ny S mengatakan umur kehamilannya
ibu mengatakan sakit pinggang, ibu mengatakan umur kehamilannya 9 bulan, ibu
mengatakan hamil yang ke 2, ibu menhatakan tidak pernah keguguran. Ibu
mengatakan gerakan janinnya IOX/dalam 12 jam.
Data objektif : ibu dan janin dalam keadaan baik. Usia kehamilan Ny S 38
minggu. Ny S mengatakan HPHT tanggal 18-02-2016 dan HTP tanggal 25-11-
2016 Ny S merasakan gerakan janinnya aktif 10 kali dalam 12 jam. Dan basil
pemeriksaan Jadi tidak ada kesenjangan antara teori dengan kasus.

4.2 Langkah II Interpretasi Data Dasar


Setelah dilakukan analisa didapatkan sam diagnosa dan tidak ditemukan sam
rnasalah lainnya G2P1AOH1 UK 38 minggu, tunggal hidup, intra uteri dengan
keadaan umum ibu dan janin baik. Hal ini sesuai dengan teori dan tidak terdapat
kesenjangan karena didapatkan diagnosa ibu dan janin yang diambil dan data
subjektif dan objektif. Jadi tidak ditentukan kesenjangan yang dilakukan dilahan
praktik sudah sesuai teori.

4.3 Langkah Ill Identifikasi Diagnosa Atan Masalab Potensial


Dan interpretasi data dasar yang didapatkan tidak ada diagnose atau masalah
potensial yang dialami Ny S. hal mi karena tidak terdapat suatu masalah selama
pemberian asuhan kebidanan dan tindakan yang dilakukan sesuai standar yang ada.
Hal mi sama yang ada diteori. Tidak ditemukan kesenjangan yang dilakukan dilahan
praktik suda sesuai dengan teori

4.4 Langkah IV Identifikasi Kebutuhan Segera


Tidak ada kebutuhan segera yang dilakukan pada Ny S karena hasil
pemeriksaan pada Ny S dalam batas normal. Berdasarkan teroi dan kasus tidak
terdapat kesenjangan pada kasus Ny S karena telah mengikuti sesuai tinjauan
teori.Tindakan segera yang dilakukan yaitu menganjurkan ibu untuk melakukan
senam hamil dan perwatan payudara sesuai usia kehamilan dan dilakukan secara
rutin.

4.5 Langkah V Perencanaan


Perencanaan asuhan kebidanan pada Ny S dilakukan sesuai dengan evaluasi
yang telah didapat dan pemeriksaan fisik yaitu Beritahu ibu dan janin hasil
pemeriksaan bahwa ibu dalam keadaan baik, ben tahu tanda bahaya kehamilan TM
III, Ajurkan ibu untuk mengkonsumsi tablet Fe, Beritahu ibu keluhan yang Ia
rasakan, Anjurkan ibu untuk banyak istirahat dan jangn terlalu banyak mengankat
beban yang berat, dan anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang. Jadi tidak
terdapat kesenjangan antara teori dan yang dilakukan di lahan praktik.

4.6 Langkah VI Peiaksanaan


Pelaksanaan asuhan kebidanan pada Ny 5 dilakukan sesuai dengan rencana
asuhan kebidanan yang telah direncanakan dan sesuai dengan diagnose, masalah dan
kebutuhan pasien. Pada kasusu Ny S sudh merencanakan rencana sesuai dengan
evaluasi yang telah didapat dan hasil pemeriksaan fisik yaitu : Memberitahu ibu hasil
pemeriksaan bahwa ibu dan janin dalam keadaan baik, Memberitahu tanda bahaya
kehamilan TM III, Memberitahu ibu untuk mengkonsumsi tablet Fe, Memberi tahu
ibu keluhan yang ia rasakan, Memberitahu ibu untuk banyak istirahat dan jangan
terlalu banyak mengangkat beban yang berat, dan memberitahu ibu untuk melakukan
kunjungan ulang
Berdasarkan teori dan kasus Ny Fl tidak terdapat kesenjangan karena sudah
melakukan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana yang telah disusun, jadi yang
dilakukan dilahan sudah sesuai dengan teori.

4.7 Langkah VII Evaluasi


Ny S mengerti tentang apa yang di jelaskan oleh bidan sesuai dengan
pelaksanaan asuhan kebidanan pada Ny S.
Anamnesa dan observasi di lahan praktik telah dilakukan sesuai dengan teori
dan pedoman anamnesa dan observasi telah mencakup seluruh aspek yang
dibutuhkan sebagai data das4r dalam asuhan kebidanan. Selain itu, untuk
memperoleh data objektif juga telah dilakukan pemeriksaan fisik sesuai dengan
prosedur.
BAB V
PENUTUP

5.1 KESIMPULAN
Mahasiswa mampu melakukan pengkajian data secara lengkap pada Ny S
dengan hash pemeriksaan di dapatkan;
1. Telah mampu melakukan pengumpulan data dasar pada Ny S dengan
kehamilan normal Trimester III meliputi
Ibu mengatakan hamil anak kedua, dan tidak pernah keguguran, ibu merasakan
gerakan janinnya yang aktif 10 kali dalam 12 jam. Keadaan umurn: baik, TD:
120/70 mmHg, N:84 xirnenit, RR: 20 xlmenit, S: 36 C, BB: 60 kg, LILA: 25
cm, TFU: 2 jari dibawah proccesuss xympoideus, letak kepala, sudah masuk
PAP dan DJJ (+) 140 punggung kanan.
2. Telah mampu melakukan Interpretasi data dasar pada Ny S dengan kehamilan
normal trimester III. Ny S G2P1AOH1, UK= 38 KU ibu baik.
Janin: T/HJIU, preskep, KU janin balk, DJJ (+) 140 punggung kanan.
3. Telah mampu melakuka identifikasi data dan rnasalah potensial pada Ny S
dengan kehamilan normal trimester III tidak ada.
4. Telah mampu melakukan Kebutuhan tindakan segera pada Ny S dengan
kehamilan normal trimester III tidak ada.
5. Telah mampu melakukan Perencanaan asuhan menyeluruh pada Ny S dengan
kehamilan normal trimester III meliputi: beritahu ibu hasil pemeriksaan, beritahu
ibu untuk melakukan pemeriksaan laboratorium, beritahu ibu untuk istirahat
yang cukup, ben terapi obat penambah darah dengan dosis lxi tablet/hari,
beritahu ibu tentang tanda bahaya trimester III, beritahu ibu untuk melakukan
kunjungan ulang.
6. Telah mampu melakukan Asuhan pada Ny S dengan kehamilan normal
trimester III meliputi: memberitahukan hash pemeriksaan kepada ibu,
memberitahukan ibu untuk melakukan pemeriksaan laboratorium,
memberitahukan ibu untuk beristirahat yang cukup tidur malam minimal 7-8 jam
dan tidur atau berbaring pada siang hari 1-2 jam, membenitahukan ibu cara
perawatan payudara dan senam hamil,, memberikan terapi obat penambah darah
dengan dosis lxi tablet/hari, memberitahu ibu tentang tanda bahaya trimester III,
memberitahukan ibu untuk melakukan kunjungan ulang, mahasiswi sudah
mampu melakukan evaluasi pada Ny S dengan kehamilan normal trimester III.
7. Telah mampu melakukan evaluasi pada Ny S dengan kehamilan normal pada
trimester III yaitu: ibu mengerti hasil pemeriksaannya, ibu telah melakukan
pemeriksaan laboratorium, tidak akan mengkonsumsi makanan yang
mengandung santan dan makanan yang berbahan rempah-rempah yang berbau
tajam, ibu akan merninum obat penambah darah yang diberikan oleh bidan lxi
tabletlhari, ibu sudah memahami tentang tanda bahaya trimester III, thu
mengatakan akan melakukan kunjungan ulang.

5.2 SARAN
5.2.1 Bagi pembimbing mahasiswa
Melalui kegiatan praktek di RSUD PATUT PATIJH PATJU , kami berharap
kemampuan kami lebih luas, khusunya dalam tindakan medis agar dapat
lebih balk sehingga harapan karni untuk dapat jadi bidan yang professional
dapat tercapai.
5.2.2 Bagi ibu hamil
Melaluai kegiatan mi ibu hamil lebih menjaga dan mengetahui apa saja hal-
hal yang harus diperhatikan pada kehamilan TM III
5.2.3 Bagi pembibing lahan
Sebelum kami mengueapkan banyak terima kasih atas kesempatan yang
diberikan untuk praktek di RSUD PATUT PATUH PATJU Semoga mutu
pelayanannya dapat dipertahankan dan ditingkatkan secara optimal.
5.2.4 Bagi pembimbing pendidikan
Dapat menyalurkan ilinu pengetahuan yang dimiliki kepada mahasiswa,
sehingga mempunyai tambahan keterampilan, khususnya di bidang praktk.
DAFTAR PUSTAKA

Cuninharn. 2008. Obstetri William. Jakarta: EGC.


Indrayani. 2011. Buku Ajar Asuhan Kehamilan. Jakarta : Trans Info Media
Prawirohardjo.2010.Sarwono. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Rukiyah. 2009. Asuhan Kebidanan I Kehamilan. Jakarta timur: CV.Trans Info Media.
Varney, Helen. 2006. Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta: EGC