Anda di halaman 1dari 16

CREDIT ANALYSIS

PT Matahari Department Store Tbk, Tahun 2013-2015

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas


Analisis Laporan Keuangan

Disusun Oleh :
Alam Mauludina 120110140004
Nial Zada Adrianto 120110140010
Rizki Aditya Pratama 120110140091

PRODI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG
2017
LIKUIDITAS
Likuiditas mengacu pada kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka
pendeknya. Secara konvensional, jangka pendek dianggap periode hingga satu tahun meskipun
jangka waktu ini dikaitkan dengan siklus operasi normal suatu perusahaan (periode waktu yang
mecakup siklus pembelian-produksi-penjualan-penagihan).
Pentingnya likuiditas dapat dilihat dengan mempertimbangkan dampak yang berasal
dari ketidakmampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Likuiditas
dinyatakan dalam perbedaan tingkatan. Kurangnya likuiditas menghalangi perusahaan untuk
memperoleh keuntungan dari dikson atau kesempatan mendapatkan keuntungan.
Ketidakmampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban lancarnya merupakan masalah
likuiditas yang lebih ekstrim. Masalah ini dapat mengarah pada penjualan investasi dan aset
lainnya yang dipaksakan, dan kemungkinan yang paling parah mengarah pada insolvabilitas
dan kebangkrutan.
Bagi pemegang saham, kurangnya likuditas dapat meramalkan hilangnya kendali
pemilik atau kerugian investasi modal. Saat pemilik perusahaan memiliki kewajiban tak
terbatas, kurangnya likuiditas membahayakan aset pribadi mereka. Bagi kreditor perusahaan,
kurangnya likuiditas dapat memperlambat pembayaran bunga dan pokok pinjaman atau bahkan
tidak dapat ditagih sama sekali. Bagi pelanggan serta pemasok, kurangnya likuiditas dapat
berdampak ketidakmampuan perusahaan dalam menyediakan barang dan juga menyelesaikan
kontrak.

Working Capital
Modal kerja (working capital) merupakan ukuran likuiditas yang banyak digunakan.
Modal kerja adalah selisih antara aset lancar dengan kewajiban lancar yang dimiliki
perusahaan.

2015 2014 2013

Aset Lancar Rp 2.272.941 Rp 2.117.507 Rp 1.703.067

Kewajiban Lancar Rp 2.439.014 Rp 2.518.521 Rp 1.890.161

Working Capital Rp (166.073) Rp (401.014) Rp (187.094)


Dilihat dari working capital-nya yang selalu negatif pada tahun 2013-2015, perusahaan
cenderung akan kesulitan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, karena aset lancar
yang dimiliki lebih kecil dibandingkan kewajiban lancarnya sehingga ada kemungkinan
perusahaan tidak memiliki aset yang mencukupi untuk membayar kewajibannya.

Current Ratio
CR = Current Assets / Current Liabilities x 100%
Rasio ini memiliki fungsi yang sama dengan working capital yaitu untuk melihat
kesanggupan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan
aset lancar.

2015 2014 2013

Current Assets Rp 2.272.941 Rp 2.117.507 Rp 1.703.067

Current Liabilities Rp 2.439.014 Rp 2.518.521 Rp 1.890.161

Current Ratio 93,19097799% 84,07740098% 90,10168975%

Melihat current ratio Matahari, kita bisa melihat bahwa Matahari hanya bisa menutupi
hutang jangka pendeknya menggunakan aset lancarnya hanya sampai sekitar 93% pada 2015,
dan yang paling buruk adalah pada 2014 dimana mereka hanya bisa menggunakan aset
lancarnyanya untuk membayar sekitar 84% hutang lancarnya. Angka ini jauh dari rule of thumb
likuiditas yang baik dimana rasio yang baik adalah di atas dua ratus persen atau dua kali
lipatnya.
Terdapat alasan adanya penggunaan current ratio yaitu : (1) karena hutang jangka
pendek biasanya berhubungan erat dengan aset lancar/jangka pendek. Masuk akal jika
pembayaran hutang jangka pendek umumnya menggunakan aset lancar, sehingga semakin
besar current ratio maka akan semakin terjamin juga terbayarnya hutang jangka pendek
tersebut; (2) current ratio juga berguna untuk mengukur margin of safety terhadap
ketidakpastian akannya arus kas yang akan datang; dan (3) semakin besar penyangga, semakin
kecil risikonya, dimana current ratio menunjukkan tingkat keamanan yang tersedia untuk
menutup penurunan nilai aset lancar non-kas pada saat aset tersebut dilepas atau dilikuidiasi.
Current ratio juga memiliki beberapa kekurangan dalam menilai keuangan perusahaan
yaitu :
1. Current ratio tidak mengukur dan memprediksi pola arus kas masuk dan arus kas
keluar dimasa depan; dan
2. Current ratio tidak mengukur kecukupan arus kas masuk terhadap arus kas keluar
di masa depan.

2015 2014 2013

Penjualan Rp 9.006.893 Rp 7.925.547 Rp 6.754.326

Piutang Rp 39.312 Rp 45.063 Rp 32.786

Persediaan Rp 1.007.811 Rp 955.231 Rp 723.809

Utang usaha Rp 1.551.619 Rp 1.410.802 Rp 1.265.953

Harga pokok penjualan Rp 3.335.638 Rp 2.877.507 Rp 2.391.274

2015 2014 2013

Persediaan akhir Rp 1.007.811 Rp 955.231 Rp 723.809

Harga pokok penjualan Rp 3.335.638 Rp 2.877.507 Rp 2.391.274

Rp4.343.449 Rp3.832.738 Rp3.115.083

(-) Persediaan awal Rp 955.231 Rp 2.391.274 Rp 519.601

Pembelian Rp3.388.218 Rp1.441.464 Rp2.595.482

Pembelian per hari Rp9.412 Rp4.004 Rp7.210


2015 2014 2013

Piutang 1,57127657 2,04688458 1,747466735

Persediaan 108,7683855 119,5073235 108,9675378

110,3396621 121,5542081 110,7150045

Hutang 164,8603602 352,3422853 175,590923

net trade cycle -54,52069811 -230,7880772 -64,87591846

Semakin besar NTC maka semakin besar kebutuhan perusahaan akan modal kerja.
Matahari memiliki NTC minus/di bawah nol, yang berarti Matahari memang tidak
membutuhkan modal kerja.
Analisis ini memperlihatkan bahwa pada tahun 2015 (sebagai contoh) penjualan
Matahari tertahan pada piutang selama 1-2 hari, mempertahankan 110-111 hari barang tersedia
sebagai persediaan, dan menerima 164-165 hari pembayaran sebagai kredit dari pemasoknya.

Cash-Based Ratio Measures of Liquidity

2015 2014 2013

Kas & setara kas Rp 946.658 Rp 785.895 Rp 772.217

Aset lancar Rp 2.272.941 Rp 2.117.507 Rp 1.703.067

0,416490353 0,37114163 0,453427258

Kas & setara kas Rp 946.658 Rp 785.895 Rp 772.217

Kewajiban lancar Rp 2.439.014 Rp 2.518.521 Rp 1.890.161

0,388131433 0,312046237 0,408545621


Kas & setara kas dibandingkan dengan aset lancar adalah rasio yang menunjukan
selikuid apa aset lancar perusahaan. Matahari memiliki rasio sekitar 40% yang artinya aset
lancar Matahari tidak begitu likuid karena angkanya tidak melebihi 50%.
Rasio yang satu lagi yaitu kas & setara kas dibandingkan dengan kewajiban lancar
adalah rasio yang bisa digunakan untuk melihat jumlah kas yang tersedia untuk membayar
hutang jangka pendek. Kas yang tersedia di Matahari masih jauh dari jumlah kewajiban yang
mereka miliki sehingga mereka akan membutuhkan bentuk pembayaran dalam bentuk lain
selain dari kas.

ANALISIS LIKUIDITAS BERDASARKAN KEGIATAN OPERASI


Receivable Turnover & Average Days of Account Receivable
RT adalah rasio yang menunjukan perputaran piutang perusahaan hingga menjadi kas.
Setelah RT diketahui, hasil tersebut dijadikan pembagi dari 365 untuk melihat berapa hari yang
dibutuhkakn bagi piutang untuk dikonversi menjadi kas.

2015 2014 2013


(Rp) (Rp) (Rp)

Penjualan Bersih 9.006.893 7.925.547 6.754.326

Piutang tahun T 39.312 45.063 32.786

Piutang tahun T-1 45.063 32.786 57.654

Rata-rata piutang 42.187,5 38.924,5 45.220

Perputaran piutang 213,496723 203,6133284 149,3659

Average days of 1,709628115 1,792613494 2,443663513


receivables

Perputaran piutang dari Matahari sangat bagus, karena hanya dibutuhkan waktu tidak
sampai dua hari untuk mengkonversi piutang mereka menjadi kas. Hal ini disebabkan Matahari
tidak menerima hutang dalam pembayarannya.
Inventory Turnover & Average Days of Inventory

2015 2014 2013

Harga Pokok Penjualan 3.335.638 2.877.507 2.391.274

Persediaan tahun ini 1.007.811 955.231 723.809

Persediaan tahun sebelumnya 955.231 723.809 519.601

Rata-rata persediaan 981.521 839.520 621.705

Inventory turnover 3,398437731 3,427562178 3,846316179

Average Days of Inventory 107,4022916 106,4896801 94,89599477

Dari tahun ke tahun IT menandakan inventory yang tidak terjual diakhir tahun semakin
banyak, hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan dalam menjual inventory
semakin memburuk. Namun jika dilihat dari jumlah harga pokok penjualannya, Matahari
mengalami kenaikan yang menandakan perusahaan setiap tahun dapat menambah tingkat
penjualan.

Days Purchases in Accounts Payable

2015 2014 2013

Account payable Rp 1.551.619 Rp 1.410.802 Rp 1.265.953

COGS Rp 3.335.638 Rp 2.877.507 Rp 2.391.274

average payable days 167,4590708 176,5030354 190,5858885


outstanding

Dilihat dari hasil di atas, Matahari memiliki jangka waktu hutang yang terus
berkurang/semakin sedikit, dimana hal tersebut tidak baik bagi perusahaan karena dengan
waktu hutang yang pendek akan semakin sulit perusahaan untuk melunasi hutang-hutangnya.
Komposisi Aset Lancar
Rasio ini untuk melihat terdiri apa sajakah komposisi aset lancar perusahaan. Kami
akan menggunakan kas, piutang (usaha+lain-lain), dan juga persediaan karena ketiga
komponen tersebut adalah yang paling umumnya paling lancar dari aset lancar.

2015 2014 2013

% Kas terhadap total 0,416490353 0,37122052 0,453427258


Aset Lancar

%Piutang terhadap 0,033448295 0,051666535 0,036952157


total Aset Lancar

%Persediaan 0,443395143 0,451207029 0,425003244


terhadap total Aset
Lancar

Dilihat dari persentase di atas, aset lancar Matahari sebagian besar terdiri dari kas dan
persediaan, terutama persediaan dimana angkanya selalu di atas 40 persen. Hal tersebut
menunjukan bahwa aset lancar Matahari tidak terlalu lancar karena persediaan adalah salah
satu aset lancar yang sifatnya paling tidak lancar, hal ini karena dibutuhkan penjualan terhadap
persediaan tersebut agar perusahaan bisa mendapatkan uang.

ADDITIONAL LIQUIDITY MEASURES


Quick Ratio
Rasio ini menunjukan kemampuan perusahaan membayar hutang jangka pendeknya
dengan menggunakan aset lancar yang mereka miliki tetapi tanpa memperhitungkan
persediannya. Persediaan tidak dihitung karena persediaan adalah aset lancar yang sifatnya
paling tidak lancar.

2015 2014 2013

CA - Inv. Rp1.265.130 Rp1.161.826 Rp979.258

CL Rp2.439.014 Rp2.518.521 Rp1.890.161


0,51870551 0,46131281 0,518081793

QR Matahari menunjukin angka sekitar 50%, artinya jika Matahari menggunakan


seluruh aset lancarnya terkecuali persediaan mereka hanya akan bisa membayar sekitar 50%
dari hutang jangka pendeknya.
Cash Flow Measures
Penghitungan ini menunjukan kemampuan perusahaan dalam membayar hutang jangka
pendeknya dengan menggunakan arus kas dari operasi. Rumus ini menggunakan arus kas
operasi dan tidak menggunakan arus kas lainnya (investasi dan keuangan) karena arus kas
operasi memiliki periode yang sama dengan hutang jangka pendek.

2015 2014 2013

Kas dari kegiatan Rp2.249.020 Rp1.874.402 Rp1.670.935


operasional

CL Rp2.439.014 Rp2.518.521 Rp1.890.161

0,922102128 0,74424712 0,884017287

Matahari mengalami peningkatan pesat dalam kemampuannya membayar kewajiban


jangka pendek mereka dengan menggunakan arus kas operasional mereka. Hal tersebut
didorong oleh kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dari kegiatan operasional
mereka yang sangat baik, terlihat dari tingkat kenaikan yang cukup besar dari tahun 2013
sampai dengan 2015.

Struktur Modal

Tahun 2013 2014 2015

Total hutang Rp3.732.768 Rp3.253.691 Rp2.783.124

Total ekuitas -Rp792.983 Rp159.263 Rp1.106.167

jumlah Rp2.939.785 Rp3.412.954 Rp3.889.921

Pendanaan hutang 100% 95% 72%

Pendanaan ekuitas -26% 5% 28%


Common Size Analysis
Current liabilites 2013 % 2014 % 2015 %
utang usaha Rp1.265.953,00 43% Rp1.410.802,00 41% Rp1.551.619,00 40%
utang lain lain Rp92.926,00 3% Rp148.683,00 4% Rp152.124,00 4%
utang pajak Rp87.065,00 3% Rp143.539,00 4% Rp110.357,00 3%
Akrual Rp181.197,00 6% Rp256.880,00 8% Rp331.180,00 9%
kewajiban imbalan kerja
-jangka pendek Rp125.755,00 4% Rp152.641,00 4% Rp206.349,00 5%
penghasilan tangguhan Rp108.136,00 4% Rp127.000,00 4% Rp87.385,00 2%
pinjaman bank jangka
panjang-bagian jatuh
tempo dalam satu tahun Rp29.149,00 1% Rp278.978,00 8% Rp0,00 0%

noncurrent lliabilities
pinjaman bank jangka
panjang -bagian jatuh
tempo lebih dari satu
tahun Rp1.566.531,00 53% Rp410.191,00 12% Rp0,00 0%
kewajiban imbalan kerja
jangka panjang Rp276.056,00 9% Rp324.979,00 10% Rp344.110,00 9%

Equity
modal saham Rp386.794,00 13% Rp386.794,00 11% Rp386.794,00 10%
tambahan modal disetor -Rp3.571.934,00 -122% -Rp3.571.934,00 -105% -Rp3.571.934,00 -92%
saldo laba Rp2.392.177,00 81% Rp3.344.403,00 98% Rp4.291.307,00 110%
Total liabilities and
Equity Rp2.939.805,00 100% Rp3.412.956,00 100% Rp3.889.291,00 100%

2013 % CL/NCL % 2014 % CL/NCL % 2015 % CL/NCL %

CA Rp1.703.047 58% Rp1.890.181 51% Rp2.117.507 62% Rp2.518.523 77% Rp2.272.941 58% Rp2.439.014 88%

NCA Rp1.236.718 42% Rp1.842.587 49% Rp1.295.447 38% Rp735.170 23% Rp1.616.350 42% Rp344.110 12%

TA/TL Rp2.939.765 Rp3.732.768 Rp3.412.954 Rp3.253.693 Rp3.889.291 Rp2.783.124


Struktur modal dari Matahari mayoritas bersumber dari pendanaan hutang. Dilihat dari
common size analysis terlihat bahwa, komponen yang paling besar struktur modal ialah dari
hutang lancar dan hutang tidak lancar tahun 2013 dan 2014, bahkan pendanaan dari saham
hanya menyumbangkan 13% saja. Naik turunya struktur modal secara umum diakibatkan oleh
bertambah terusnya saldo laba dan juga hutang jangka panjang yang terus menurun dari tahun
ke tahun. Menurut kami secara umum Matahari memiliki resiko yang rendah atas struktur
modalnya karena Matahari tidak melakukan tambahan financing dari debt atau leverage.
Dilihat lebih dalam lagi, tahun 2014 dan 2015 hutang jangka pendek selalu lebih besar
dibandingkan dengan aset lancarnya, artinya Matahari memiliki resiko yang lebih tinggi dan
return yang lebih tinggi karena Matahari dituntut untuk membayar hutang atas aset jangka
panjang.

Analisis Solvabilitas
Capital Structure Ratio adalah rasio dalam melakukan analisis solvabilitas. Perhitungan
menggunakan rasio struktur modal menghubungkan komponen dari struktur modal kepada
seluruh jumlah modal. Berikut adalah rasio-rasio terkait solvabilitas:
1. Total Debt to Total Capital


Rasio ini menunjukkan berapa rasio utang terhadap jumlah modal pada suatu
perusahaan. Rasio ini dapat menunjukkan proporsi pendanaan apa yang lebih dipilih
oleh perusahaan antara debt dan shareholders equity.
2013 2014 2015
Total Debt 1595680 689169 0
Total Capital 1982474 1075963 386794
Total Debt to Total 0,804893 0,640513661 0
Capital Ratio

Dapat dilihat bahwa struktur permodalan Matahari pada tahun 2013 sangat berproporsi
besar di hutang, dengan rasio hutang terhadap modal sebesar 80%, akan tetapi, seiring
berjalannya waktu, struktur permodalan hutang terus berkurang, hingga pada tahun
2015, Matahari melunasi seluruh hutang yang dimiliki.
2. Total Debt to Equity Capital


Rasio ini mencerminkan berapa jumlah utang yang dimiliki perusahaan dibandingkan
dengan pendanaan modal yang berasal dari penerbitan saham. Berikut adalah
perhitungan total debt to equity capital ratio:

2013 2014 2015


Total Debt 1595680 689169 0
Shareholders Equity 386794 386794 386794
Total Debt to Total Capital Ratio 4,1254 1,7817 0

Rasio ini menggambarkan bahwa pendanaan utang Matahari sebesar Rp.4,1254 untuk
setiap Rp.1,- pendanaan modal saham, pada tahun 2013, begitu pula untuk tahun 2014
dan 2015, dimana pada tahun 2015, pendanaan utang Matahari sebesar Rp.0,- untuk
setiap Rp.1,- pendanaan modal saham

3. Long-Term Debt to Equity Capital


Rasio ini menghitung berapa proporsi hutang jangka panjang perusahaan terhadap
pendanaan dari saham. Jika hasil rasio lebih dari satu, maka perusahaan lebih banyak
menggunakan hutang jangka panjang dibandingkan dengan pendanaan saham, begitu
pula sebaliknya.

2013 2014 2015


Total Long Term-Debt 1566531 410191 0
Shareholders Equity 386794 386794 386794
Total Debt to Total Capital Rasio 4,05 1,06 0

Dilihat dari rasio ini, pada tahun 2013 dan 2014, proporsi pendanaan utang jangka
panjang lebih besar dibandingkan dengan pendanaan dari saham, pada tahun 2015,
seluruh pendanaan perusahaan berasal dari saham.
Leverage Effect
Sumber pendanaan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Penggunaan dengan kewajiban tidak hanya berisiko buruk namun ada kelebihan jika
menggunakan dana dari kewajiban, salah satunya yaitu adanya pengurangan pajak.
Salah satu alasan keuntungan utang adalah sifat bunga yang dapat mengurangi pajak
sedangkan dividen tidak. Karena bunga adalah pengurang pajak, laba yang tersedia untuk
pemegang ekuitas menjadi lebih besar. Namun, kekurangannya bunga yang tidak dibayar dapat
menyebabkan kebangkrutan sedangkan dividen yang tidak dibayar tidak menyebabkan
kebangkrutan.
Selain keuntungan yang sudah disebutkan, posisi utang jangka panjang dapat
memberikan keuntungan lain bagi pemegang ekuitas. Misalnya, Matahari yang sedang tumbuh
dapat menghindari dilusi laba per saham (EPS) melalui penerbitan utang.

Komposisi Aset dalam Analisis Solvabilitas


Aset dalam sebuah perusahaan yang digunakan dalam aktivitas operasi menentukan
sumber dana yang digunakan untuk memperoleh aset tersebut. Sebagai contohnya, aset tetap
dan aset tidak lancar lainnya biasanya tidak diakuisisi menggunakan pinjaman jangka pendek.
Aset jangka panjang biasanya di danai dengan equity capital. Debt capital juga merupakan
sumber pendanaan yang biasanya digunakan untuk pembelian aset jangka panjang.
Analisis komposisi aset penting untuk menilai risiko dari struktur modal perusahaan.
Komposisi aset biasanya dievaluasi menggunakan common size statements dari balance aset.

Asset Composition: Common Size Analysis

2013 2014 2015


Current Asset
Kas dan Setara Kas 722217 24,57% 785895 23,03% 946658 24,34%
Piutang Usaha Pihak
Ketiga 32786 1,12% 45063 1,32% 39312 1,01%
Piutang lain-lain
- Pihak Ketiga 15094 0,51% 17784 0,52% 30848 0,79%
- Pihak Berelasi 15052 0,51% 46534 1,36% 5866 0,15%
Persediaan 723809 24,62% 955231 27,99% 1007811 25,91%
Pajak dibayar dimuka 27765 0,94% 71624 2,10% 533899 13,73%
Beban dibayar dimuka
- Sewa 81625 2,78% 83124 2,44% 90361 2,32%
- Lain-lain 9341 0,32% 4183 0,12% 9551 0,25%
Uang Muka Sewa 12386 0,42% 81660 2,39% 64856 1,67%
Aset Lancar Lainnya 12992 0,44% 26209 0,77% 23779 0,61%
Jumlah Aset Lancar 1703067 57,93% 2117507 62,04% 2272941 58,44%

Aset Tidak Lancar


Kas dan Setara Kas
yang dibatasi
penggunaannya 25579 0,87% 0 0,00% 0 0,00%
Uang Muka Pembelian
Aset Tetap 11619 0,40% 48956 1,43% 44235 1,14%
Aset Pajak Tangguuhan 45908 1,56% 49250 1,44% 38416 0,99%
Aset Tetap 727186 24,74% 725954 21,27% 876566 22,54%
Sewa Jangka Panjang 289264 9,84% 317552 9,30% 370325 9,52%
Uang Jaminan 108894 3,70% 129158 3,78% 133636 3,44%
Aset Tidak Lancar
Lainnya 28268 0,96% 24577 0,72% 153172 3,94%
Jumlah Aset Tidak
Lancar 1236718 42,07% 1295447 37,96% 1616350 41,56%

Jumlah Aset 2939785 100,00% 3412954 100,00% 3889291 100,00%

Dilihat dari proporsi aset tiap tahunnya, terlihat aset lancar matahari selalu lebih besar
dibandingkan aset tetap Matahari. Hal ini dapat mengindikasikan penggunaan pinjaman jangka
pendek lebih besar dibandingkan pinjaman jangka panjang.

Debt to Aset Rasio


2013 2014 2015
Total Debt 1842587 735170 344110
Total Aset 2939785 3412954 3889291
Debt to Aset 62,67% 21,54% 8,84%

Rasio ini mengindikasikan bahwa proporsi utang terhadap aset Matahari setiap tahunnya
mengalami penurunan, hal ini menunjukkan bahwa solvabilitas Matahari semakin baik, kita
dapat mengetahui bahwa Matahari mampu untuk melunasi utang dengan aset yang dimiliki.
Selain itu, kita juga dapat mengetahui berapa proporsi aset yang diakuisisi dengan utang pada
rasio ini.

Earnings Coverage
Keterbatasan dari pengukuran menggunakan struktur modal adalah ketidakmampuan
untuk fokus terhadap arus kas yang tersedia untuk memenuhi utang perusahaan. Earnings
coverage atau earnings power adalah sumber dari pembayaran pokok pinjaman dan bunga.
Perlu kita ketahui bahwa perusahaan dengan profitabilitas yang tinggi dapat menghadapi
masalah likuiditas jangka pendek dikarenakan oleh komposisi aset yang kurang tepat, selain
itu kita perlu mengingat bahwa penerimaan jangka panjang adalah sumber utama dari
likuiditas, solvabilitas dan kapasitas peminjaman.

Times Interest Earned Analysis


Rasio ini memperlihatkan kemampuan laba perusahaan untuk membayar bunga dari
pinjaman. Berikut adalah perhitungannya:
+ +

2013 2014 2015

EBIT 1814868 2083912 2337648

Beban Bunga 291246 233368 92827

Times Interest Earned Ratio 6,231392019 8,929724727 25,18284551

Dapat kita lihat, kemampuan perusahaan dalam membayar bunga dengan menggunakan
laba operasi cukup baik pada tiap tahunnya. Pada tahun 2013, dengan EBIT sebesar 1.814.868,
Matahari dapat membayar 6,23 kali bunga yang dibebankannya. Performa yang lebih baik
ditunjukkan di tahun 2015, dimana dengan EBIT Matahari tahun 2015, Matahari dapat
membayar 25 kali bunga yang dibebankannya.

Predicting Financial Distress Altman Z-Score


Kita dapat mengukur going concern suatu perusahaan dengan menggunakan Altman Z-
Score. Pengukuran ini menggunakan teknik statistik. Jika Z skor kurang dari 1,2, diindikasikan
bahwa kemungkinan besar perusahaan akan mengalami kebangkrutan. Jika skor di atas 2,9,
maka mengindikasikan bahwa kecil kemungkinan perusahaan untuk bangkrut. Skor antara 1,2
dan 2,9 merupakan gray area.
Z = 0,717X1 + 0,847X2 + 3,107X4 + 0,42X4 + 0,998X5
2013 2014 2015
Working Capital -187114 -401014 -166073
Total Aset 2939785 3412954 3889291
Retained Earnings 2392157 3344403 4291307
EBIT 1814868 2083912 2337648
Shareholder's Equity 386794 386794 386794
Total Liabilities 3732768 3253691 2783124
Sales 6754326 7925547 9006893
Working Capital / Total Aset (X1) 0,063648872 0,117497628 0,042700071
RE / Total Aset (X2) 0,81371835 0,979914467 1,103364855
EBIT / Total Aset (X3) 0,617347187 0,61058895 0,601047337
Shareholder's Equity / Total Liabilities (X4) 0,103621227 0,118878529 0,138978357
Sales / Total Aset (X5) 2,297557815 2,32219567 2,315818744
Z Score 4,898164525 5,010321883 5,140946176

Dilihat pada tabel diatas, bahwa kecil kemungkinan Matahari untuk mengalami kebangkrutan
atau financial distress. Hal ini mengindikasikan Matahari adalah perusahaan yang going
concern.