Anda di halaman 1dari 2

Penetapan Potensi Antibiotik Secara Mikrobiologi <131> (FI V hlm 1392-1399)

Tujuan :
Menentukan potensi / aktivitas antibiotik (pada sediaan yang mengandung zat aktif
antibiotik) pada kondisi yang sesuai dengan efek daya hambatnya terhadap mikroba.

Metode :
Ada 2 metode umum yang dapat digunakan, yaitu penetapan dengan lempeng-silinder
atau cawan dan penetapan dengan cara tabung atau turbidimetri.

Prinsip metode :
1. Penetapan dengan lempeng-silinder atau cawan
Berdasarkan difusi antibiotik dari silinder yang dipasang tegak lurus pada
lapisan agar padat dalam cawan Petri atau cawan, sehingga mikroba yang
ditambahkan dihambat pertumbuhannya pada daerah berupa lingkaran atau
zona di sekeliling silinder yang berisi larutan antibiotik.

2. Metode Turbidimetri
Berdasarkan atas hambatan pertumbuhan biakan mikroba dalam larutan serba
sama antibiotik dalam media cair yang dapat menumbuhkan mikroba dengan
cepat bila tidak terdapat antibiotik.

Penyiapan baku :
Untuk menyiapkan larutan persediaan, larutkan sejumlah baku pembanding antibiotik
yang ditimbang saksama dan sebelumnya telah dikeringkan seperti tertera pada tabel
1 (dari FI V bagian penetapan potensi antibiotik hlm 1395), atau seluruh isi satu vial,
jika diperlukan, dalam pelarut sepperti tertera pada tabel tersebut, kemudian encerkan
hingga kadar yang dikehendaki. Simpan dalam lemari pendingin dan gunakan pada
waktu yang ditentukan. Pada hari penetapan, buat pengenceran dari larutan persediaan
5 atau lebih larutan untuk pengujian dengan kadar bertahap, umumnya dengan
perbandingan 1:1,25 untuk penetapan dengan prosedur Lempeng-silinder atau lebih
kecil untuk penetapan turbidimetri. Gunakan pengencer akhir yang dinyatakan dan
urutan kadar dengan dosis tengah yang ditentukan.

Penyiapan sampel :
Penetapan menggunakan 5 tingkat dosis baku, memerlukan hanya 1 tingkat dosis
sampel pada kadar perkiraan sama dengan tingkat dosis tengah baku.

Perhitungan :
Untuk menghitung potensi dari data yang diperoleh dengan metode lempeng silinder
atau turbidimetri, dilakukan seperti yang tertera pada Desain dan Analisis Penetapan
Hayati <81>, menggunakan metode garis lurus transformasi log dengan prosedur
penyesuaian kuadrat terkecil dan uji linieritas.

Note : Untuk menentukan media, pengencer, dapar, mikroba uji, kondisi inkubasi,
komposisi inokula, dan antibiotik yang ditetapkan dapat dilihat langsung di FI V nya,
karena prosedur lengkap sangat panjang.

Interpretasi hasil:
Makin rendah nilai KHM (Konsentrasi Hambat Minimum), makin kuat potensi
antibiotik tersebut. Pada umumnya antibiotik yang berpotensi tinggi mempunyai
KHM yang rendah dan diameter hambat yang besar. (Interpretasi hasil diambil dari
JSS sediaan injeksi dan tablet Apt Januari 2015)